INTERFACE ADC SENSOR TEMPERATUR LM 35/34

April 6th, 2010

Pendahuluan

Pengkonversi data pada elektronika ialah suatu devais yang mengubah besaran sinyal dari analog ke digital atau sebaliknya.  Umumnya sinyal analog berasal dari suatu sensor, sinyal dc/ac lemah yang biasanya diperkuat oleh OP-AMP dan dirubah menjadi sinyal digital oleh perangkat pengkonversi data (ADC), atau sinyal digital yang umumnya sekitar 8-32 bit yang dirubah menjadi sinyal analog (DAC) untuk tujuan tertentu.  Misalnya pemutar musik MP4 kualitas istimewa yang mengeluarkan sinyal analog ke speaker dengan kualitas stereo surround.

Sedangkan sensor ialah devais yang berfungsi sebagai pengukur suatu keadaan, misal pengukur temperatur, kelembaban, jarak, kualitas udara dan sebagainya.  80% aplikasi berbasis mikrokontroler menggunakan sensor sebagai sumber data untuk melakukan aksi.  Misal, suatu robot akan berhenti atau berbelok arah jika pada sensor jarak mendeteksi adanya penghalang, atau robot yang berusaha mencari sumber api untuk dipadamkan.

Sensor Temperatur LM 35/34

LM 35 ialah sensor temperatur paling banyak digunakan untuk praktek, karena selain harganya cukup murah, linearitasnya lumayan bagus.  LM35 tidak membutuhkan kalibrasi eksternal yang menyediakan akurasi  ±¼°C  pada temperatur  ruangan dan ±¾°C pada  kisaran  -55 to +150°C.  LM35  dimaksudkan untuk beroperasi pada -55° hingga +150°C, sedangkan  LM35C pada  -40°C hingga +110°C, dan LM35D pada kisran 0-100°C. LM35D juga tersedia pada paket 8 kaki  dan paket  TO-220. Sensor LM35 umunya akan naik sebesar 10mV setiap kenaikan 1°C (300mV pada 30 °C).

Pada ADC dikenal dengan istilah Free Running dan Mode control.  Mode Free Running adalah, dimana ADC0804 akan mengeluarkan data hasil pembacaan input secara otomatis dan berkelanjutan (Continue) setelah selesai mengkonversi tegangan analog ke digital. Pin INTR akan berlogika rendah setelah ADC selesai mengkonversi, logika ini dihubungkan kepada masukkan WR untuk memerintahkan ADC memulai konversi kembali.

Mode Kontrol adalah  mode ADC yang baru memulai konversi setelah diberi instruksi dari mikrokontroler. Instruksi ini dilakukan dengan memberikan pulsa rendah kepada masukan WR sesaat +1ms, kemudian membaca keluaran data ADC setelah keluaran INTR berlogika rendah.

INTERFACE DT51 I2C-ADDA

March 23rd, 2010

DT51 I2C ADDA merupakan Analog Input Output add-on board untuk 89C51 Development Tools
DT51 menggunakan I2C-bus. DT51 I2C ADDA digunakan untuk mengubah sinyal analog seperti
tegangan atau arus ke data biner dan sebaliknya. Contoh aplikasi untuk DT51 I2C ADDA ini antara
lain kontrol kecepatan motor, pengaturan suhu ruang, akuisisi data jarak jauh dan lain-lain.

Spesifikasi DT51 I2C ADDA
Spesifikasi DT51 I2C ADDA sebagai berikut :
·  Kompatibel penuh dengan 89C51 Development Tools DT51.
·  Hanya perlu 2 jalur kabel untuk interface dengan mikroprosesor / mikronkontroler lain.
·  Empat channel 8 bit Analog Input (Analog to Digital Converter/ ADC) yang dapat diprogram
sebagai single-ended atau differential inputs.
Input range : 0 – 2,5 volt (single ended), ±1,25V (differential)
Output Serial I2C-bus
Conversion time : 90 ms (max)
·  Satu channel 8 bit Analog Output (Digital to Analog Converter/ DAC)
Input Serial I2C-bus
Output range : 0 – 2,5 volt

Settling time : 90 ms (max)
·  Setiap board DT51 I2C ADDA dilengkapi jumper untuk setting alamat, sehingga dapat diekspan
sampai 8 board tanpa tambahan perangkat keras.
·  Dilengkapi rangkaian ‘track & hold’
·  Tersedia prosedur siap pakai untuk ADC maupun DAC.

Tata Letak DT51 I2C ADDA
Tata letak DT51 I2C ADDA ditunjukkan pada gambar 1-1.

Keterangan masing-masing konektor sebagai berikut :

Setting Jumper
Alamat setiap board DT51 I2C ADDA ditentukan oleh setting jumper J1, J2 dan J3.

Jumper J4 dan J5 digunakan untuk resistor pull up SDA (I2C bus data input / output) dan SCL
(I2C bus clock input). Apabila lebih dari satu board DT51 I2C ADDA dihubungkan pada I2C
bus maka jumper J4 dan J5 salah satu board saja yang perlu dipasang.

APLIKASI KOMUNIKASI SERIAL

March 15th, 2010

APLIKASI KOMUNIKASI SERIAL

Pengertian

Komunikasi serial merupakan komunikasi data dengan pengiriman data secara satu per satu dengan menggunakan satu jalur kabel data. Sehingga komunikasi  serial hanya menggunakan 2 kabel data yaitu kabel data untuk pengiriman yang disebut transmit dan kabel data untuk penerimaan yang disebut receive.

Kelebihan dari komunikasi serial adalah jarak pengiriman dan penerimaan dapat dilakukan dalam jarak yang cukup jauh dibandingkan dengan komunikasi secara parallel. Tetapi kekurangannya adalah kecepatan yang lebih lambat bila dibandingkan komunikasi parallel.

Untuk saat ini sedang dikembangkan teknologi serial baru yang dinamakan USB atau Universal Serial Bus. USB ini memiliki kecepatan pengiriman dan penerimaan data lebih cepat disbanding serial biasa. Contoh jenis komunikasi serial yang terkenal adalah RS-232 dan RS-489.

Pada kounikasi serial terdapat 4 mode yaitu mode 0,1,2 dan 3. Di bawah ini akan dibahas kegunaan dari masing-masing mode:

  1. Mode 0

Pada mode 0, pin Tx mengeluarkan shift clock, dan pin Rx dapat menerima maupun mengirim data, dengan format 8 bit data dimulai dengan LSB dulu yang akan dikirim. Jadi pada saat dikirim, data melalui Rx maka sekalian pin Tx akan mengirimkan sinyal clock secara bersamaan. Baud ratenya fix yaitu 1/12 frekuensi osilatornya.

  1. Mode 1

Pada mode 1, pin Tx berfungsi untuk mengirim dara dan Rx berfungsi untuk menerima data, data yang dikirim formatnya 8 bit data dengan LSB dikirim dahulu, serta 1 start bit dan 1 stop bit. Baud ratenya variable tergantung dari nilai yang ada pada register timer 1 maupun pada timer 2.

  1. Mode 2

Pada mode 2, pin Tx berfungsi untuk mengirim data dan Rx untuk menerima data, format datanya sama dengan mode 1 hanya saja terdapat parity bit, sehingga total bit yang terkirim sebanyak 11 bit. Bit paritynya dapat diset melalui TB8. Baud ratenya hanya ada 2 pilihan yaitu 1/32 atau 1/64 dari frekuensi osilatornya.

  1. Mode 3

Pada mode 3 identik dengan mode 2, hanya saja baud ratenya variable akan tergantung nilai yang terdapat pada register dari timer 1 dan timer 2.

Parallel printer port

March 8th, 2010

Pengenalan  Port Paralel

Port paralel ialah port data  di komputer untuk mentransmisi 8 bit data dalam sekali detak. Standar port paralel  yang baru ialah IEEE 1284 dimana dikeluarkan tahun 1994.  Standar ini mendefinisikan 5 mode operasi sebagai berikut :

  1. Mode kompatibilitas
  2. mode nibble
  3. mode byte
  4. mode EPP (enhanced parallel port)
  5. mode ECP (Extended capability port)

Tujuan dari standar yang baru tersebut ialah untuk mendesain driver dan peralatan yang baru yang kompatibel dengan peralatan lainnya serta standar paralel port sebelumnya (SPP) yangn diluncurkan tahun 1981. Mode  Compatibilitas, nibble dan byte  digunakan sebagai standar perangkat keras yang tersedia di port paralel  orisinal dimana EPP dan ECP membutuhkan tambahan hardware dimana dapat berjalan dengan kecepatan yang lebih tinggi. Mode kompatibilitas atau (“Mode Centronics” ) hanya dapat mengirimkan data pada arah maju pada kecepatan 50 kbytes per detik hingga 150 kbytes per detik. Untuk menerima data, anda harus mengubah mode menjadi mode nibble atau byte. Mode nibble dapat menerima  4 bit (nibble) pada arah yang mundur, misalnya dari alat ke computer. Mode byte  menggunakan fitur bi-directional parallel untuk menerima 1 byte (8 bit) data pada arah mundur. IRQ (Interrupt Request ) pada port paralel  biasanya pada IRQ5 atau IRQ7.

Port paralel Extend dan Enhanced menggunakan  hardware tambahan untuk membangkitkan dan mengatur handshaking. Untuk mengeluarkan 1 byte ke printer menggunakan mode kompatibilitas, software harus :

  1. menulis byte ke data port
  2. cek untuk melihat apakah printer sibuk, jika sibuk, ia tidak akan menerima data, sehingga data yang telah ditulis akan hilang.
  3. buat strobe (pin 1) rendah. Ini memberitahukan printer bahwa data yang benar telah berada di line data
  4. buat strobe tinggi lagi setelah menunggu sekitar 5 mikrodetik setelah membuat strobe low.

Hal ini membatasi kecepatan data. Sedangkan  EPP dan ECP mengizinkan hardware mengecek jika printer sibuk dan mengeluarkan sinyal strobe  atau handshaking lainnya. Ini berate hanya 1 instruksi I/O yang harus dilakukan yang akan meningkatkan kecepatan Port ECP juga mempunyai kelebihan menggunakan saluran DMA dan buffer FIFO, jadi data dapat digeser tanpa menggunakan instruksi I/O.

Protokol  EPP mempunyai 4 macam siklus transfer dta yang berbeda yaitu :

  1. Siklus baca data (Data read)
  2. Siklus baca alamat (Address Read)
  3. Siklus tulis data (data write)
  4. siklus tulis alamat (address write)

Siklus data digunakan untuk mentrasfer data antara host dan peripheral.  Siklus alamat digunakan untuk mengirimkan alamat, saluran (channel) atau informasi perintah dan control.

Berikut ialah tabel nama pin dari konekter DB25 dan Centronics dengan jumlah konektor 34.  DB25 ialah konektor yang umum digunakan di computer sebagai port paralel , sedangkan konektor Centronics umum ditemukan di printer.  IEEE 1284 ialah standar yang menentukan 3 konektor berbeda yang dapat digunakan dengan port paralel, yaitu1284 tipe A ialah konektor DB25 yang dapat ditemukan di hampir semua komputer, 1284 tipe B ialah konektor Centronics 36 pin yang umum ditemukan di printer, IEEE 1284 type C ialah konektor 36 pin seperti Centronics, tetapi ukurannya lebih kecil dan lebih memuaskan.

Centronics ialah standar transfer data dari komputer ke printer . Data dikirim ke pin 2 hingga 7. Komputer akan mengecek apakah printer sibuk. Jika printer sibuk , maka line busy haruslah berlogika 0.  Program lalu mengeluarka nsinyal strobe, menunggu sekitar 1uS, dan menonaktifkan sinyal strobe . Data dibaca oleh printer/peripheral pada saat ujung strobe.  Pada model port Extended , Anda akan memperoleh Mode Centronics yang cepat Fast Centronics Mode, dimana mengizinkan hardware melakukan seluruh handshaking. Yang harus dilakukan oleh program ialah menulsi data ke port I/O.  Hardware akan mengecek apakah printer sibuk, akan mengeluarkan sinyal strobe.  Mode ini umumnya tidak mengecek sinyal nAck .

Alamat Port

Port Paralel  mempunyai 3 alamat seperti pada tabel 6.2 . 3BCH ialah alamat dasar yang diperkenalkan sejak munculnya port Paralel  pada kartu video yang kemudian tidak digunakan lagi . LPT1 ialah line printer dengan alamat 378h, lalu  LPT2 dengan alamat 278H meskipun alamat ini dapat dirubah. Saat ini, alamat 378H dan 278H umumnya digunakan sebagai alamat port Paralel .

Tabel Alamat port paralel

Alamat Penjelasan
3BCH – 3BFH Digunakan untuk paralel port di kartu video,  tidak mendukung alamat ECP
378H – 37FH Alamat untuk  LPT 1
278H – 27FH Alamat untuk  LPT 2

Ketika komputer dihidupkan, BIOS (Basic Input/Output System) akan menentukan jumlah port yang anda miliki dan mengeset nama LPT1, LPT2 & LPT3 ke masing-masing port tersebut. BIOS pertama kali mencari alamat 3BCH. Jika parallel port ditemukan di sana,BIOS akan mengeset dengan nama LPT1, lalu mencari alamat lainnya yaitu 378H.

Tabel Nama pin dari konektor parallel port  DB 25 dan Centronics

Pin DB25 Pin Centronics SPP Signal Arah  In/out Register Hardware di invert
1 1 nStrobe In/Out Control Ya
2 2 Data 0 Out Data
3 3 Data 1 Out Data
4 4 Data 2 Out Data
5 5 Data 3 Out Data
6 6 Data 4 Out Data
7 7 Data 5 Out Data
8 8 Data 6 Out Data
9 9 Data 7 Out Data
10 10 nAck In Status
11 11 Busy In Status Ya
12 12 Paper-Out / Paper-End In Status
13 13 Select In Status
14 14 nAuto-Linefeed In/Out Control Ya
15 32 nError / nFault In Status
16 31 nInitialize In/Out Control
17 36 nSelect-Printer / nSelect-In In/Out Control Ya
18 – 25 19-30 Ground Gnd

Hello world!

March 1st, 2010

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!