Peran Mahasiswa dalam Mengurangi Angka Kemiskinan di Masa Pandemi dengan Membuka Usaha Healthy Food

Pandemi Covid-19 menjadi masalah global yang mematikan berbagai sektor kehidupan. Di negara Indonesia sektor ekonomi memiliki dampak yang sangat buruk akibat pandemi. Faktor tersebut berdampak pada tingkat kemiskinan yang semakin meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah penduduk miskin pada Maret 2021 sebesar 27,54 juta orang. Angka tersebut berpengaruh besar untuk negara Indonesia yang ingin menjadi negara maju karena semakin banyak orang miskin pendapatan perkapita yang didapatkan semakin rendah, sehingga menyebabkan negara Indonesia belum bisa mensejajarkan dengan negara-negara maju. Kemiskinan yang dialami ini disebabkan banyak perusahaan yang mengalami kebangkrutan pada masa pandemi, sehingga karyawan tersebut terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang dilakukan oleh perusahaan hingga kehilangan mata pencahariannya bagi masyarakat yang memiliki pekerjaan serabutan.

Namun, untuk mengurangi laju peningkatan angka kemiskinan membutuhkan peran dari semua kalangan. Terutama peran dari mahasiswa sebagai agent of change atau agen perubahan ke arah lebih baik. Berbagai macam inovasi dan kreativitas yang dimiliki mahasiswa perlu dikembangkan agar dapat menjadi solusi untuk mengurangi peningkatan angka kemiskinan di masa pandemi. Salah satunya dengan membuka usaha healthy food, dimana usaha tersebut tidak menggunakan 5P dan di masa pandemi ini kita membutuhkan asupan yang sehat untuk membentuk ketahanan tubuh yang baik.

Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki masalah utama yaitu kemiskinan. Negara kita perlu adanya upaya pembangunan secara merata untuk menurunkan angka kemiskinan. Berbagai macam cara pandang orang terhadap kemiskinan menunjukkan bahwa kemiskinan merupakan fenomena yang serius, sehingga dalam penyelesaiannya tidak mudah. Masalah kemiskinan tetap harus diperhatikan sebagai gambaran dan bahan untuk pengambilan setiap kebijakan.

Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak buruk pada kondisi ekonomi dan social di Indonesia sejak kahir tahun 2019. Kondisi ekonomi ini memiliki dampak yang luas di seluruh wilayah Indonesia. Perekonomian daerah yang semakin terancam ditambah dengan kondisi daerah yang lebih buruk dari sebelumnya membuat pemerintah Indonesia mengambil langkah agrseif agar angka penyebaran tidak semakin tinggi. Kebijakan pemerintah seperti PSBB hingga PPKM membuat masyarakat hanya dapat bekerja di rumah, sehingga banyak masyarakat tidak memiliki pekerjaan dan pendapatannya menurun. Selain itu, banyak terjadi pemutusan hubungan kerja secara massal yang disebabkan perusahaan mengalami kebangkrutan di masa pandemi.

Pada masa pandemi mahasiswa dapat berperan dengan membuka usaha untuk mengurangi angka kemiskinan dengan memberdayakan masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan. Salah satu dari usaha tersebut adalah membuka usaha healthy food atau makanan sehat, dimana kandungan bahan makanan tersebut tidak menggunakan 5P (pewarna. pengawet, pemanis, penyedap, dan perasa). Usaha makanan sehat dirancang dengan menggunakan bahan-bahan pilihan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, apalagi di masa pandemi kita harus mengonsumsi makanan yang bergizi guna menjaga daya tahan tubuh.

Dalam pengelolaan usaha tersebut mahasiswa dapat mendapatkan bahan baku yang alami dan tidak mengandung 5P. Mahasiswa juga dapat bekerja sama dengan para petani untuk menyediakan bahan baku yang akan digunakan. Tentunya hal tersebut juga dapat membantu para petani yang perekonomiannya menurun.

Masyarakat telah sadar akan pentingnya menjaga pola hidup yang sehat. Hal itu membuat usaha makanan sehat semakin diminati masyarakat. Usaha makanan sehat sebenarnya sudah ada sejak lama, akan tetapi usaha tersebut lebih berkembang di masa pandemi dikarenakan kebutuhan untuk bisa memiliki pola hidup yang sehat. Adanya kesadaran masyarakat untuk memulai hidup sehat menjadi peluang suatu usaha. Peluang usaha tersebut pada saat pandemi terbilang cukup menjanjikan. Permintaan masyarakat terhadap produk makanan sehat juga semakin meningkat drastis. Di era 4.0 informasi dan teknologi memiliki peluang dapat membuat usaha bisnis tersebut mudah dijalankan.

Berbagai macam upaya pemerintah Indonesia untuk melawan dan memotong rantai penyebaran Covid-19. Upaya yang telah dilakukan seperti PSBB dan PPKM membuat banyak masyarakat terdampak terhadap perekonomiannya. Semakin banyak masyarakat yang terdampak perekonomiannya maka semakin banyak pula yang mengalami kemiskinan. Peran mahasiswa sebagai agen perubahan sangat diperlukan untuk mengatasi kemiskinan. Peran tersebut dapat berupa membuka usaha makanan sehat yang memberdayakan masyarakat yang terdampak semenjak pandemi agar memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.