Pemasaran Jasa

1. Perbedaan antara push and pull strategy.

Perbedaan utama antara push dan pull marketing terletak pada pendekatan terhadap konsumen. Dalam push marketing, idenya adalah untuk mempromosikan produk dengan membuat produk tersebut sampai ke konsumen. Bila itu dilakukan maka tampilan penjualan dan iming-iming buat pembeli di toko perlu diperhatikan. Sementara itu, dalam pull marketing, idenya adalah untuk membangun kesetiaan dan menarik konsumen kepada produk. Contohnya adalah Porsche dan Lamborghini. Dua merek tersebut perlu lagi beriklan karena konsumen akan mendatangi kepada mereka.

Push Marketing Push marketing adalah strategi promosi yang digunakan oleh pemasar agar merek atau produk yang dikelolanya sampai ke pelanggan. Taktiknya secara umum misalnya menjual barang dagangan secara langsung kepada pelanggan melalui showroom perusahaan dan bernegosiasi dengan pengecer untuk menjual produk mereka, atau mengatur point-of-sale. Untuk kepentingan tersebut, untuk meningkatkan visibilitas, seringkali pengecer menerima insentif penjualan khusus dalam bentuk pertukaran baik berupa uang maupun produk.

2. Strategy apa yang dikolaborasikan antara Dear Me Beauty dengan Nissin?

Strategi silang pasar dilakukan oleh nissin dan dear me beauty untuk mendapatkan ceruk pasar berbeda yang berpeluang untuk menjadi pelanggan baru. Hal ini dilakukan Karena perbedaan karakter hingga karakter masing-masing brand yang bertolak belakang.

3. Jelaskan tentang Conceptual Framework of the Book: The Gaps Model of Service Quality.

The Customer Gap

Kesenjangan pelanggan adalah perbedaan antara harapan dan persepsi pelanggan. Harapan pelanggan adalah standar atau titik referensi yang dibawa pelanggan ke dalam pengalaman layanan, sedangkan persepsi pelanggan adalah penilaian subyektif dari pengalaman layanan aktual.  Harapan pelanggan seringkali terdiri dari apa yang menurut pelanggan harus atau akan terjadi.

THE PROVIDER GAPS

Untuk menutup kesenjangan pelanggan yang sangat penting, model kesenjangan menunjukkan bahwa empat kesenjangan lain — kesenjangan penyedia — perlu ditutup.  Kesenjangan ini terjadi dalam organisasi yang menyediakan layanan (oleh karena itu istilah penyedia kesenjangan) dan termasuk

Gap 1: The listening gap

Gap 2: The service design and standards gap

Gap 3: The service performance gap

Gap 4: The communication gap