Kepemimpinan

Blog mahasiswa Universitas Brawijaya

PERAN PEMIMPIN DALAM TRANSFORMASI / PERUBAHAN SOSIAL

Nama              : Sekar Hawwa Safa Aqilla

NIM                : 185030100111062

Mata Kuliah  : Kepemimpinan (F)

Fakultas Ilmu Administrasi – Universitas Brawijaya

 

PERAN PEMIMPIN DALAM TRANSFFORMASI / PERUBAHAN SOSIAL

 

Kepemimpinan merupakan faktor yang mempengaruhi keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya. Kepemimpinan yang bagus yang dapat memberikan perubahan yaitu kepemimpinan yang efektif. Agar kepemimpinan berjalan efektif, seorang pemimpin harus mendapatkan rasa hormat dan kepercayaan dari orang yang dipimpin. Rasa hormat maupun kepercayaan ini, baru bisa diperoleh ketika kita melihat sosok yang membuktikan apa yang selama ini dia ucapkan. Contohnya, jika kita melihat orang yang selalu bicara tentang kejujuran maka yang kita harapkan adalah apa yang ia sampaikan tersebut terwujud dalam perilaku atau tindakannya sehari-hari. Selain itu pemimpin juga harus mempunyai visi yang jauh ke depan tentang organisasi yang dipimpin maupun keterampilan dalam mengelola dan mengarahkan organisasinya tersebut.

Salah satu asumsi dasar dari teori kepemimpinan transformational yang perlu digaris bawahi bahwa para pemimpin organisasi harus mampu menghadapi perubahan-perubahan secara berkesinambungan agar bisa bersaing dalam situasi ekonomi yang perubahnya serba cepat. Dalam situasi seperti ini setiap organisasi atau perusahaan menghadapi dua persoalan pokok dimasa yang akan datang. Pertama, perubahan tekhnologi yang begitu cepat dan berkesinambungan. Kedua, perubahan sosial dalam arti arus manusia yang masuk ke dalam angkatan kerja dan pasar kerja dengan kebutuhan, nilai-nilai, dan sikap yang berbeda dari generasi sebelumnya.

Kepemimpinan transformasional menurut Sagiovanni (Raihani, 2010), kepemimpinan transformasional lebih berkenaan dengan kepemimpinan moralis, yang terpusat pada kepercayaan dan nilai yang dianut oleh kepala sekolah. Sistem nilai dan kepercayaan ini memberikan kepercayaan diri lebih, untuk memahami pengalaman dan intuisi, dan menerima otoritas sakral dan perasaan sebagai cara mengetahui yang sah sepenuhnya. Teori Trasformasional yang dikembangkan oleh Burns, Tichy, dan Devana (1997), menekankan pada proses membangun komitmen pada pengikutnya untuk bersama-sama berbagi dalam mengembangkan dan menjujung tinggi nilainilai dan visi organisasi, serta rasa saling mempercayai antara pemimpin dan pengikutnya. Hal itu sangat penting, sebagai dasar atau landasan misi untuk melakukan perubahan-perubahan atau transformasi organisasi karena tuntutan lingkungan atau kemajuan teknologi.

Bass dalam Gibson (1997: 86), menyatakan bahwa kepemimpinan transformational adalah kemampuan untuk memberi inspirasi dan memotivasi pengikut untuk mencapai hasil-hasil yang lebih besar dari pada yang direncanakan secara orsinil dan untuk imbalan internal. Dengan mengungkapkan suatu visi, pemimpin transformasional membujuk para pengikut untuk bekerja keras mencapai sasaran yang digambarkan. Visi pemimpin memberikan motivasi bagi pengikut untuk bekerja keras yakni memberikan penghargaan kepada diri sendiri. Fokus kepemimpinan transformasional adalah komitmen dan kapasitas anggota organisasi. Komitmen dan kapasitas yang semakin bertambah dianggap dapat menghasilkan usaha dan produktifitas yang lebih besar dan akan menjadi outcome yang diharapkan sebuah organisasi (Raihani, 2010).

Kepemimpinan merupakan kekuatan yang sangat penting dibalik kekuasaan berbagai organisasi dan bahwa untuk menciptakan organisasi yang efektif maka ruang lingkup kerja mengenai apa yang bisa mereka capai, kemudian memobilisasi organisasi itu untuk berubah kearah visi baru tersebut (Werren Bennis & Burt Nanus, 2006:2). Tidak dapat dipungkiri bahwa kesuksesan sebuah organisasi sangat ditentukan oleh faktor kepemimpinan. Pemimpin berdasarkan konsep teoritis, memiliki tanggung jawab yang besar terhadap pencapaian tujuan suatu organisasi, karena kepemimpinan inti dari pada manajemen yang merupakan penggerak bagi sumber daya dan fungsi manajemen serta alat lainnya. Untuk menggerakkan sumber daya terutama sumber daya manusia atau pegawai diperlukan kualitas kepemimpinan seseorang. Salah satu faktor untuk menilai berkualitas tidaknya seorang pemimpin termasuk pendapat Werren Bennis & Burt Nanus (2006:3), mengatakan bahwa berperan kepemimpinan dapat dilihat dari aspek peran sebagai penentu arah, agen perubahan, juru bicara dan pelatih.

Para pemimpin dalam melaksanakan kepemimpinan pada sebuah organisasi dituntut melaksanakan peran kepemimpinan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia agar dapat lebih efektif dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelaksana administrasi dalam sebuah organisasi. Untuk mempengaruhi sumberdaya pegawai kearah pencapaian tujuan, tidak semudah apa yang dibayangkan, karena sumber daya pegawai memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga membutuhkan gaya kepemimpinan seorang pemimpin untuk menggerakkannya. Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain (Thoha ,2004: 51). Hersey dan Blanchard (1982) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan merupakan pola-pola perilaku konsisten yang mereka terapkan dalam bekerja dengan melalui orang lain seperti dipersepsikan orang-orang itu

Terdapat beberapa faktor-faktor penyebab perubahan yang lazim diidentifikasi dalam berbagai kajian. Pertama, teknologi. Perkembangan teknologi sering menjadi penyebab penting untuk melakukan perubahan. Hal ini karena teknologi beru selalu lebih canggih dari teknologi lama. Kedua, sumber daya manusia. Pengetahuan dan keterampilan karyawan sebagai dampak dari pengalaman kerja dan pelatihan terus berkembang.

Perubahan organisasi bukanlah hal yang mudah dilakukan. Ada banyak kendala yang bisa menghadang program-program perubahan. Sejumlah kendala tersebut antara lain adalah:

  • kendala-kendala sistem keorganisasian dan kekuasaan,
  • perbedaan-perbedaan dalam orientasi fungsional dan struktur organisasi yang mekanistik,
  • kultur organisasi,
  • norma kelompok,
  • pemikiran kelompok (group think) dan kendala-kendala individual, seperti ketidaksiapan yang mengakibatkan rasa ketidakpastian, kekhawatiran, dan ketidakamanan.

Menurut Rivai (2002:148) peran dapat diartikan sebagai perilaku yang diatur dan diharapkan dari seseorang dalam posisi tertentu. Pemimpin di dalam organisasi diatur dan diharapkan dari seseorang dalam posisi tertentu. Pemimpin di dalam organisasi mempunyai peranan, setiap pekerjaan membawa serta harapan bagaimana penanggung peran berperilaku. Menurut Rivai (2002 : 150-154) menjelaskan ada 3 (tiga) peran kepemimpinan yaitu :

  1. Peran Kepemimpinan Dalam Mengambil Keputusan
  2. Peran Kepemimpinan Dalam Mengendalikan Konflik
  3. Peran Kepemimpinan Dalam Membangun Tim demikian pola pikir SDM terus berubah

Nanus (2001:95), Komariah (2003:93), Sujatno (2008:62) mengilustrasikan bahwa ada 4 (empat) peran penting bagi kepemimpinan efektif yaitu:

  1. Penentu arah, pemimpin harus mampu melakukan seleksi dan menetapkan sasaran dengan mempertimbangkan lingkungan eksternal masa depan yang menjadi tujuan pengerahan seluruh sumber daya organisasi dalam mencapai visi, pemimpin yang dapat berperan sebagai penentu arah adalah pemimpin visioner.
  2. Agen perubahan, pemimpin harus mampu mengantisipasi berbagai perubahan dan perkembangan lingkungan global dan membuat prediksi tentang implikasinya terhadap organisasi, mampu membuat skala prioritas bagi perubahan yang diisyaratkan visinya, serta mampu mempromosikan eksperimentasi dengan partisipasi orang- orang untuk menghasilkan perubahan yang diinginkan.
  3. Juru bicara, pemimpin harus mampu menjadi negosiator dan pembentuk jaringan hubungan eksternal, menyusun visi dan mengkomunikasikannya melakukan pemberdayaan serta melakukan perubahan.
  4. Pelatih, pemimpin harus memberitahu orang lain tentang realita saat ini, apa visinya atau ke mana tujuan, bagaimana merealisasikannya . Selalu memberi semangat untuk maju dan menuntun bagaimana mengaktualisasikan potensi mencapai visi.

 

Daftar Pustaka

 

Gibson, Ivancevich, Donnely. 1997. Organisasi, Perilaku, Struktur, Proses Edisi Kedelapan , terjemahan Jakarta: Binarupa Aksara

 

Raihani. 2010. Kepemimpinan Sekolah Transformatif. Yogyakarta: LKiS Printing Cemerlang.

 

Thoha. 2002. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

 

Werren Bennis & Burt Nanus. 2006. Leaders Strategi untuk Mengemban Tanggung Jawab. Jakarta: PT.Buana Ilmu Populer Kelompok Gramedia

 

Hello world!

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!