Tugas Survei Tanah dan Evaluasi Lahan M-3

Nama :Sausanil Afaf

NIM : 115040200111166

Kelas : N

1.    Beberapa Istilah yang Perlu Dipahami

  • Satuan Peta

Satuan lahan yang sistem fisiografi atau bentuk lahannya sama yang dibedakan satu sama lain di lapangan oleh batas-batas alami dan dapat digunakan sebagai satuan evaluasi lahan. Satuan peta merupakan batas sesungguhnya (merupakan tubuh tanah alami).

Satuan peta benar-benar ada di alam serta dapat dilihat dan diraba. Satuan yang dihasilkan berupa tubuh lahan yang memiliki cirri-ciri tertentu yang dibedakan dengan lainnya oleh batas-batas alami, ditempat terjadinya perubahan cirri-ciri yang paling cepat kearah lateral. Satuan peta tidak sama dengan satuan taksonomi tanah.

  • Satuan Taksonomi Tanah

Merupakan sekelompok tanah dari sustu sistem klasifikasi tanah yang masing-masing diwakili oleh suatu profil tanah yang disebut central concept + kisaran variasinya di sekitar konsep sentral tersebut.

Satuan taksonomi tanah menentukan suatu selang tertentu dari sifat-sifat tanah dalam kaitannya dengan selang sifat tanah secara total dalam suatu sistem klasifikasi tanah tertentu.

  • Satuan Peta Tanah

Satuan peta tanah yaitu dimana kelompok lahan atau tanah yang memiliki karakteristik yang sama. Satuan peta terdiri dari kumpulan semua deliniasi tanah yang ditandai oleh simbol, warna, nama atau lambing yang khas pada suatu peta.

Satuan Peta Tanah dibagi menjadi 2, yaitu:

1. SPT Sederhana (Simple Mapping Unit)

  • Hanya mengandung 1 satuan tanah
  • Terdapat tanah lain yang disebut inklusi
  • Pada survey tanah detil daerah relating seragam
  • Satuan Peta Tanah ini disebut konsosiasi

2. SPT Majemuk (Compound Mapping Unit)

Digunakan pada survey tinjau atau survey lainnya yang berskala lebih kecil dan pada daerah yang rumit atau heterogen, terdiri dari lebih dari 2 satuan tanah yang berbeda, dan dibedakan atas asosiasi dan kompleks.

 

  • Inklusi
    Inklusi merupakan delineasi satuan peta tanah hampir selalu mengandung satuan tanah lain yang tidak disebutkan dalam nama satuan peta tersebut. Inklusi tersebut terlalu kecil untuk didelineasi tersendiri, atau kadang-kadang memang tidak teramati dengan metode survey yang dilakukan. Inklusi dapat berupa tanah yang serupa atau tanah yang tidak serupa dengan tanah yang disebut sebagai nama satuan peta tersebut.
  • Konsosiasi
    Konsosiasi didominasi oleh 1 satuan tanah dan tanah-tanh yang mirip (similar soil). Minimal 50 % dari pedon-pedon yang ada dalam SPT tersebut=tulis dalam  yang SPT, dan pedon-pedon atau tanah-tanah yang berbeda, harus < 25%, 15% atau 10% tergantung sifatnya, diantaranya:
  1. Jika tanah yang berbeda tersebut lebih baik dari tanah utamanya, diperkenankan 25%
  2. Jika tanah yang berbeda tersebut bersifat sebagai pembatas untuk penggunaannya, maksimum 15%
  3. Jika tanah yang berbeda tersebut sifatnya sangat kontras dan merupakan faktor pembatas yang berat, maksimum 10%.
  • Asosiasi

Merupakan sekelompok tanah yang berhubungan secara geografis, tersebar dalam suatu satuan peta menurut pola tertentu yang dapat diduga, tetapi karena kecilnya skala peta tanah-tanah tersebut tidak disajikan dalam Satuan Peta Tanah tersendiri.

 

 

  • Kompleks tanah

Merupakan sekelompok tanah yang berbaur satu dengan yang lainnya tanpa ada pola tertentu atau tidak beraturan. Meskipun ada komponen tanah yang berasosiasi secara geografis, tetapi tidak dapat dipisahkan kecuali pada tingkat amat detil. Satuan peta tanah dikatakan kompleks jika komponen utama dalam satuan peta tersebut tidak dapat menjadi satuan peta tersendiri jika dipetakan pada skala 1: 24.000.

  • Kelompok tak dibedakan ( Undifferenti-ated groups)

Terdiri dari 2 tanah yang secara geografis tidak selalu berupa konsosiasi tetapi termasuk dalam satuan peta yang sama karena untuk penggunaan dan pengelolaannya sama atau mirip. Tanah-tanah tersebut dimasukkan ke dalam satuan peta yang sama karena sama-sama punya sifat: berlereng, terjal, berbatu, terpengaruh banjir dan lainnya.

  • Seri Tanah

Merupakan sekelompok tanah yang memiliki cirri dan perilaku serupa, berkembang dari bahan induk yang sama dan punya sifat-sifat dan susunan horizon, terutama dibagian bawah horizonolah, dan sama dalam regim lengas dan regim suhu tanah.

  • Fase Tanah

Pembagian lebih lanjut dari seri tanah sesuai dengan cirri-ciri penting bagi pengelolaan atau penggunaan lahan. Fase dapat digunakan pada kaegori lainnya seperti family, sub-grup maupun ordo.

  • Soil Variant

Merupakan tanah-tanah yang sangat mirip dengan seri yang sudah ditemukan, tetapi berbeda dalam beberapa sifat penting.

  • Deliniasi

Merupakan penarikan titik-titik atau pengabungan titik-titik hasil observasi survey tanah yang memiliki sifat tanah yang sama.

  • Grid Kaku

Merupakan metode yang diterapkan pada survey tanah setil sampai dengan sangat detil, dimana tidak tersedia foto udara. Dalam metoda ini, pengamatan dilakukan dalam pola teratur pada interval titik pengamatan yang berjarak sama dalam kedua arah. Sangat cocok diterapkan pada daerah-daerah dimana posisi pemeta sukar ditentuka dengan pasti.

  • Grid Bebas

Merupakan metoda perpaduan antara grid kaku dan fiografi. Survei ini bisa dikatakan detil sampai detil yang kemampuan foto udara dianggap terbatas, dan ditempat-tempat yang orientasi lapangan cukup sulit. Pengamatan lapangna yang diperlukan tidak perlu sama dalam 2 arah tetapi tergantung keadaan fipigrafi.

  • Fisiografik

Merupakan metoda dengan menggunakan bantuan foto udara yang berkualitas cukup tinggi. Sangat efektif pada survey tanah berskala < 1: 25.000 . Hampir semua batas satuan peta diperoleh dari IFU, sedangkan kegiatan lapangan hanya untuk mengecek batas satuan peta dan mengidentifikasi sifat dan cirri tanah masing-masing satuan peta. Pengamatan dilakukan ditempat-tempat tertentu pada masing-masing satuan peta.

  • Pixel

Banyaknya titik-titik dalam 1mm, sehingga jika semakin banyak titik semakin besar gambar yang dihasilkan maka gambar tidak pecah.

 

2. Beberapa bentuk peta rupa bumi, peta geologi, peta tanah, dan peta penggunaan lahan masing-masing daerah

1. Peta Rupa Bumi

peta-rupa-bumi-300x212

judul: Peta Rupa Bumi Kabupaten Blora
tahun terbit: 2008
Pembuat peta: Peta Rupabumi Digital Indonesia
skala dan sistem proyeksi: 1:25.000
lokasi: Jawa Tengah

2. Peta Geologi

peta-geologi-300x196

judul: Peta Geologi Kabupaten Pacitan

tahun terbut: 1992

pembuat peta: Peta Geologi Lembar Pacitan, Ponorogo, Surakarta

skala: 1:100.000

lokasi: Kabupaten Pacitan

3. Peta Tanah

Peta-tanah-jombang

Judul           : Peta Jenis Tanah Kabupaten Jombang; Tahun Penerbitan: 2000;

Pembuat Peta: BAPPEDA Kabupaten Jombang dengan Magister Manajemen Agribisnis UGM

Skala dan Sistem Proyeksi             : 1:25.000 dan silinder

Lokasi Keberadaan Peta Tersebut : Kabupaten Jombang

4. Peta Penggunaan Lahan

penggunaan-lahan-2

Judul           : Peta Penggunaan Lahan di Kabupaten Jombang

Tahun Penerbitan: 2000

Pembuat Peta: BAPPEDA Kabupaten Jombang dengan Magister Manajemen Agribisnis UGM

Skala dan  Sistem Proyeksi            : 1:25.000 dan silinder

Lokasi Keberadaan Peta Tersebut : Kabupaten Jombang