survei tanahdan evaluasi lahan

Nama : Sausanil Afaf

NIM : 115040200111166

  1. Peta skala besar adalah penggunaan angka pada peta yang mengunakan perbandingan yang semakin kecil, dan semakin banyak jumlah dan macam pengamatan yang dilakukan per satuan luasan tertentu.
  2. peta-gresikPeta skala kecil penggunaan angka pada peta yang mengunakan perbandingan yang semakin besar, dan semakin sedikit  jumlah dan macam pengamatan yang dilakukan per satuan luasan tertentu.

skala kecil 1

 

–  Beri Contoh masing – masing

a. Skala besar : 1 : 5000 – 1 : 250.000 (Peta   Sebagian Provinsi Jawa Tengah)

b. Skala kecil : 1 : 500.000 – 1 : 1.000.000 (Peta Provinsi Jawa Barat)

– Apa saja yang berbeda?

Dari skala tersebut dapat ditemukan perbedaan berupa perbandingan angka; jumlah pengamatan; macam pengamatan; belokan, lekukan dan lebar sungai serta anak sungai yang sangat jelas tergambar pada peta skala besar.

2. Survei Tanah Bertujuan UMUM dan KHUSUS?

  1. Survei tanah bertujuan umum ditujukan untuk memberikan data sebagai dasar interpretasi untuk berbagai penggunaan yang berbeda, bahkan beberapa dari penggunaan tersebut belum diketahui.
  2. Survei tanah bertujuan khusus dilakukan apabila tujuannya telah diketahui sebelumnya dan bersifat spesifik, misalnya untuk irigasi, reklamasi lahan atau penanaman jenis tanaman tertentu seperti teh, tebu atau tanaman lainnya.

–  Beri Contoh masing- masing

Contoh Survei tanah bertujuan umum : meliputi pembuatan peta pedologi yang menyajikan sebaran satuan-satuan tanah yang ditentukan menurut morfologi serta data sifat fisik, kimia, dan biologi.

Contoh Survei tanah bertujuan khusus : survei yang dirancang untuk perkebunan sawit, sehingga tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk merencanakan tujuan lain, misalnya untuk perkebunan teh atau sawah irigasi.

–  Apa kelebihan dan kekurangan masing – masing

Kelebihan Survei tanah bertujuan umum adalah berisikan evaluasi lahan yang tidak hanya mencakup berdasarkan karakteristik satuan tanah saja, melainkan juga berdasarkan faktor-faktor fisik, ekonomi dari sosial lainnya yang berkaitan. Sedangkan kekurangannya adalah belum bisa menyatakan secara terfokus mengenai fungsi atau guna lahan yang sedang di survei.

Kelebihan Survei tanah yang bertujuan khusus adalah memiliki isian evaluasi lahan yang lebih khusus dan lebih fokus pada lahan yang sedang di evaluasi. Dan dengan survei tanah bertujuan khusus ini dapat memudahkan penyurvei dalam mengembangkan lahan tersebut. Sedangkan kekurangannyaadalah ketidakmampuannya dalam memenuhi semua tujuan atau keperluan.

  1. Siapa saja pengguna survei tanah?

Rossiter (2000), mencoba memerinci beberapa pengguna survei tanah, seperti yang di uraikan berikut ini :

–          Pengelola Lahan,yaitu petani,peternak,pengelola hutan dan pengelola perkebunan.Kelompok ini akan memutuskan apa yang sebaiknya di lakukan untuk lahannya, misalnya untuk apa dan bagaimana sistem penggelolaanya yang tepat.

–          Penyuluh lapangan,kelompok ini bertugas memberikan penyuluhan kepada pengelolaan yang lahan.

–          Industri jasa yang berhubungan dengan penggunaan lahan, misalnya lembaga pemberi kredit,bank,dan kelompok investor. Kelompok ini memfasilitasi penggunaan lahan dan membutuhkan informasi apakah lahan tersebut akan menghasilkan dan menguntungkan secara ekonomi.

–          Perencana penggunaan lahan pedesaan lahan pedesaan dan perkotaan. Kelompok perencana ini merekomendasikan atau memfasilitasi jenis-jenis penggunaa lahan tertentu di daerah lahan yang berbeda.

–          Lembaga pengendali penggunaan lahan, merupakan kelompok perencana penggunaan lahan dengan kewenangan khusus untuk mengatur penggunaan lahan. Sebagi contoh, di Belanda jumlah pupuk kandang yang boleh di berikan setiap hektar di tentukan oleh jenis tanah untuk menghindari polusi air tanah.

–          Badan otoritas pajak, di beberapa negara,pajak atas lahan di dasarkan pada produksi potensi lahan. Semakin subur tanah semakin tinggi pajak yang harus di bayar oleh pemilik lahan tersebut.

–          Pakar dalam bidang rekayasa, ahli-ahli dalam bidang rekayasa memerulkan hasil surevei tanah untuk menentukan apa yang harus di perhatikan dalam pembangunan gedung , jalan maupun pipa-pipa saluran minyak dan gas bumi agar tidak mudah mengalami korosi.

–          Pengelola lingkungan yang menggunakan tanah sebagai unsur ekologi landskap. Hasil  survei tanah dapat menunjukan lokasi-lokasi dalam suatu daerah yang memiliki resiko tinggi jika di gunakan untuk kepentingan tertentu.

–          Peneliti, mengkaji tanggapan lahan terhadap pengguna lahan dan strategis pengelolaannya.Termasuk dalam kelompok ini adalah peneliti pada plot percobaan yang berharap bahwa satuan  tanah yang berbeda akan memberikan tanggapan ( respon ) yang berbeda pula terhadap macam penggeloalaan yang di terapkan.

4. Pertanyaan apa saja yang bisa dijawab dari hasil survei tanah?

Menurut Rooster (2000) pertanyaan yang dapat dijawab dari hasil survei tanah adalah:

  1. Menyimpulkan keseluruhan daerah kajian
    1. Apa taksa tanah yang dijumpai di daerah yang dikaji?
    2. Bagaimana proporsi masing-masing kelas yang ada di daerah tersebut?
    3. Berapa persen dari daerah tersebut yang diduduki oleh tanah dengan sifat-sifat tertentu?

Kelompok pertanyaan pertama ini memerlukan pengambilan contoh secara statistik (pada satu titik atau daerah) dan tidak memerlukan peta serta dapat memberikan informasi di tingkat nasional. Yang dikehendaki adalah informasi tentang sebaran geografis tanah.

  1. Pada lokasi tertentu (pada suatu daerah yang dipilih)
    1. Apa taksa tanah pada lokasi tersebut?
    2. Bagaimana sifat tanah pada lokasi tersebut?
    3. Bagaimana pola spasial dari kelas tanah pada dan di sekitar lokasi tersebut?
    4. Bagaimana pola spasial dari sifat-sifat tanah pada atau di sekitar lokasi tersebut?

Kelompok pertanyaan kedua ini memerlukan peta dalam pengambilan contoh selain itu dapat memberikan informasi di tingkat yang lebih spesifik. Informasi ini digunakan untuk mengidentifikasi daerah yang akan dirancang penggunaan lahannya.

  1. Memiliki lokasi daerah yang diinginkan
    1. Dimana lokasi taksa tertentu di daerah tersebut dapat dijumpai?
    2. Dimana lokasi tanah-tanah yang memiliki sifat-sifat tertentu dapat dijumpai?
    3. Dimana sifat tanah dengan pola spasial tertentu dapat dijumpai?

Kelompok pertanyaan ketiga ini harus dijawab oleh pihak perencana atau pengguna lahan yang akan menggunakan lahan tersebut sesuai dengan kebutuhan.

5. Ada Berapa kategori dalam Soil Taxonomy. Apa kaitannya dengan Peta Tanah?

Sifat – sifat penciri untuk berbagai kategori dalam taksonomi tanah (Sumber: Hardjowigeno, 2003; Soil Survey Staff, 2003). Dalam sistem Taksonomi Tanah USDA, terdapat 6 kategori yang tersusun secara berhiraki yaitu :

  • Ordo : Proses pembentukan tanah seperti yang ditunjukkan oleh ada tidaknya horizon penciri serta jenis (sifat) horizon penciri yang ada. (12 taksa).
  • Subordo :  Keseragaman genetik, misalnya ada tidaknya sifat – sifat tanah yang berhubungan dengan pengaruh air, rezim lengas tanah, bahan induk utama, pengaruh vegetasi, tingkat dekomposisi bahan organic. (64 taksa).
  • Grup  : kesamaan jenis, susunan dan perkembangan horizon, kejenuhan basa, suhu lengas, tanah ada tidaknya lapisan-lapisan penciri lain seperti fragipan, duripan, dll. (317 taksa).
  • Sub-grup : 1. Sifat – sifat inti dari grup (tipik), 2. Sifat – sifat tanah peralihan ke group, sub-ordo atau ordo lain, 3. Sifat – sifat tanah peralihan ke bukan tanah. (> 1400. taksa).
  • Famili :  Sifat – sifat penting untuk pertanian atau bidang rekayasa (keteknikan). Sifat yang sering digunakan sebagai pembeda antara lain adalah : sebaran besar butir, susunan mineral liat, kelas aktivitas tukar kation, rezim suhu tanah. (>8000. Taksa).
  • Seri : Jenis dan susunan horizon, warna, tekstur, struktur, konsistensi, reaksi tanah, sifat – sifat kimia dan mineralogi masing – masing horizon (di Amerika> 19.000 taksa).

Kaitannya dalam peta tanah yaitu, dalam pembentukan suatu area lahan atau tanah pasti memiliki asal usul bahan pembentuknya. Sehingga bisa diketahui jenis tanah yang ada melalui 6 kategori yang ada, atau dengan kata lain melalui proses pembentukan tanah tersebut, sehingga dapat mengklasifikasikan tanah, data deskripsi minipit dan atau profil tanah disertai data iklim seperti rezim lengas tanah dan rezim suhu tanah pada suatu lokasi daerah yang disurvei.

6.Cari contoh peta tanah dan peta evaluasi lahan dari internet. Apa yang berbeda? Mana yang lebih bermanfaat bagi:

 

  1. Petani
  2. Peneliti
  3. Konsultan perkebunan
  4. Mahasiswa

Contoh peta tanah

ID4001_1SO

 

Peta tanah adalah suatu peta yang menggambarkan penyebaran jenis-jenis tanah disuatu daerah. Peta ini dilengkapi degan legenda yang secara singkat menerangkan sifat-sifat tanah dari masing-masing satuan peta. Tujuan pemetaan tanah adalah melakukan pengelompokan tanah ke dalam satu satuan peta tanah yang masing-masing mempunyai sifat-sifat yang sama. Masing-masing satuan peta diberi warna yang sedapat mungkin sesuai dengan warna tanah yang sesungguhnya. Peta tanah biasanya disertai dengan “Laporan Pemetaan Tanah” yang menerangkan lebih lanjut sifat-sidan kemampuan tanah yang digambarkan dalam peta tanah tersebut.

Contoh peta evaluasi lahan

Untitled

 

Peta evaluasi lahan adalah peta yang fungsinya memberikan gambaran yang jelas terhadap tujuan khusus. Contoh peta ini adalah peta guna lahan, peta batas wilayah dan sebagainya.

Perbedaan peta tanah dan evaluasi lahan adalah:

Peta tanah memperlihatkan distribusi taksa tanah dan berkaitan dengan kenampakan fisik permukaan bumi, sedangkan peta evaluasi lahan memperlihatkan peta tata guna lahan dan berkaitan dengan batas wilayah dan guna lahan.

  1. Untuk petani yang sesuai adalah peta tanah karena peta ini memang dibuat untuk tujuan pertanian, di dalam peta tanah diterangkan mengenai kemampuan dan karakteristik tanah tersebut sehingga dapat mengetahui jenis komoditas yang cocok ditanam pada tanah tersebut.
  2. Untuk peneliti yang sesuai adalah peta tanah dan peta evaluasi lahan, disesuaikan dengan jenis penelitian yang akan dilaksanakan. Kedua peta ini dapat memberikan informasi dengan jelas.
  3. Untuk konsultan perkebunan yang sesuai adalah peta evaluasi lahan, karena perkebunan mencakup wilayah yang luas, maka diperlukan pengaturan tata letak yang sesuai.
  4. Untuk mahasiswa yang sesuai adalah peta tanah dan peta evaluasi lahan, karena dua peta ini bisa memberikan informasi yang jelas untuk tujuan pembelajaran.

Cari contoh deskripsi profil tanah (dr Internet), yang lengkap dengan data hasil analisis tanahnya (data laboratorium).
Tiap kelompok beda Ordo Tanah : (Kel: 1. Inceptisol, 2, Vertisol, 3. Mollisol, 4. Alfisol, 5. Andisol, 6. Ultisol, 7. Oxisol, 8. Spososol, 9. Histosol, 10. Entisol.

Penyidikan Profil Tanah Alfisol

No. Deskripsi Keterangan
1.

2.

3.

4.

5.

6.

Jeluk mempan atau Solum Tanah

Kedalamam regolit

Gleisasi

Ketegasan batas horizon

  1. Lap I dan Lap II
  2. Lap II dan Lap III
  3. Lap III dan Lap IV

Bentuk Batas Horizon

  1. I dan II
  2. II dan III
  3. III dan IV

Perakaran

a. Jumlah

Lapisan I

Lapisan II

Lapisan III

Lapisan IV

b. Ukuran

Lapisan I

Lapisan II

Lapisan III

Lapisan IV

> 90 cm (dalam)

> 200 cm (sangat dalam)

Bebas

Jelas

Baur

Jelas

Bergelombang

Baur

Rata Miring

Sangat Banyak

Banyak

Cukup Banyak

Sedikit

Halus

Sedang

Kasar

Kasar

Sumber : Laporan Sementara

C.     Sifat-Sifat Fisika Tanah

Tabel 1.3. Sifat Fisika Tanah

No Deskripsi Keterangan
1.

2.

3.

4.

5.

6.

Sumber Laporan Sementara

7.

Tekstur Tanah

  1. Lapisan I
  2. Lapisan II
  3. Lapisan III
  4. Lapisan IV

Struktur Tanah

  1. Tipe

1).    Lapisan I

2).    Lapisan II

3).    Lapisan III

4).    Lapisan IV

  1. Ukuran

1).    Lapisan I

2).    Lapisan II

3).    Lapisan III

4).    Lapisan IV

  1. Derajat

1).    Lapisan I

2).    Lapisan II

3).    Lapisan III

4).    Lapisan IV

Konsistensi

c.   Kering

1).    Lapisan I

2).    Lapisan II

3).    Lapisan III

4).    Lapisan IV

Warna

  1. Lapisan I
  2. Lapisan II
  3. Lapisan III
  4. Lapisan IV

Aerasi Draenasi

  1. Lapisan I
  2. Lapisan II
  3. Lapisan III
  4. Lapisan IV

Permebilitas

  1. Lapisan I
  2. Lapisan II
  3. Lapisan III
  4. Lapisan IV

Penetrometer

  1. Lapisan I
  2. Lapisan II
  3. Lapisan III
  4. Lapisan IV
Cl (Clay Loam)

Cl (Clay Loam)

Sc (Shandy Clay)

Sc (Shandy Clay)

Crumb

Sub Angular Blocky

Angular Blocky

Angular Blocky

Halus

Sedang

Kasar

Kasar

Lemah

Sedang

Kuat

Kuat

Lunak

Agak Keras

Keras

Sangat Keras

7,5 YR 5/3 (Brown)

7,5 YR 4/6 (Strong Brown)

7,5 YR 4/4 (Brown)

7,5 YR 3/4 (Dark Brown)

Jelek

Jelek

Sedang

Agak Baik

Cepat

Cepat

Agak Cepat

Agak Cepat

2,5 kgf/cm2

3,8 kgf/cm2

4,5 kgf/cm2

4,5 kgf/cm2

D.     Sifat-sifat Kimia Tanah

Tabel 1.4 Sifat Kimia Tanah

No. Deskripsi Keterangan
1.

2.

3.

4.

Kemasaman

a. pH H2O

1).    Lapisan I

2).    Lapisan II

3).    Lapisan III

4).    Lapisan IV

b. pH KCl

1).    Lapisan I

2).    Lapisan II

3).    Lapisan III

4).    Lapisan IV

Bahan Organik

  1. Lapisan I
  2. Lapisan II
  3. Lapisan III
  4. Lapisan IV

Kapur CaCO3

  1. Lapisan I
  2. Lapisan II
  3. Lapisan III
  4. Lapisan IV

Konkresi Mn

  1. Letak
  2. Jenis
  3. Ukuran
  4. Kelimpahan
5

5

5 – 6

5 – 6

5

5

5 – 6

6

Sangat Tinggi

Tinggi

Cukup Tinggi

Sedang

Nihil

Sedang

Sedang

Nihil

Sangat Tinggi

Tinggi

Cukup Tinggi

Sedang

Sumber : Laporan Sementara

Gambar 1.1 Penampang tegak profil tanah di daerah sukosari

Soil Taxonomy adalah Alfisol.

  1. A.         Penyidikan Profil Tanah

Profil tanah merupakan penampang vertikal tanah yang terdiri dari lapisan solum  dan lapisan bahan induk. Profil tanah yang kami amati memiliki ukuran panajang 150 cm dan lebar 150 cm. Adapun pembuatan profil tanah harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

  • Membuat penampang melintang tanah secara Vertikal pada tanah yang diusahakan alami atau belum mengalami perubahan akibat ulah manusia.
  • Kedalaman penampang setidaknya + 100 cm dengan tidak terkena sinar matahari langsung.
  • Tiap kali pengamatan harus dalam keadaan baru, yaitu dengan cara mengerupus dengan cangkul.

Untuk menentukan batas lapisan tanah ada tiga cara yaitu dengan melihat langsung perbedaan warnanya, dengan menusuk-menusuk dan memukul – mukul tanah dengan gagang pisau. Dari hadil identifikasi diperoleh ternyata profil V memiliki empat lapisan dengan ketegasan tanah profil I dan profil II jelas, untuk lapisan II dan lapisan III baur, dan untuk lapisan III dan lapisan IV jelas sedangkan untuk untuk batas lapisannya lapisan I dan lapisan II gelombang, lapisan II dan III berombak III dan IV berbentuk rata miring.

Gleisasi adalah kondisi dimana tanah telah mengallami penggenangan atau jenih air sehingga suasana lebih reduktif. Di daerah penelitian yang diamati  mempunyai gleisasi bebas hal ini disebabkan karena keadaan rea praktikum tidak tergenang air sehingga bahan berupa tegal dengan kedalaman > 20m  atau > 200 cm sehingga tergolong kedalaman regolit sangat dalam.

Adapun perakaran pada masing-masing lapisan tanah yaitu lapisan I mempunyai jumlah perakaran sangat banyak dengan ukuran halus, pada lapisan II mempunyai jumlah perakaran banyak dengan ukuran sedang, pada lapisan III  perakaran cukup banyak dengan ukuran kasar dan pada lapisan IV perakaran sedikit dengan ukuran kasar. Semakin dalam lapisan maka semakin sedikit jumlah perakarannya. Banyak sedikitnya jumlah perakaran bergantung pada adanya kondisi udara air zat hara dalam tanah selain itu kondisi perakaran juga berkaitan dengan konsistensi tanah.

  1. B.           Sifat Fisika Tanah

Sifat fisika tanah adalah sifat yang data dilihat secara fisik antara lain stuktur tanah, konsistensi, warna, aerasi dan drainasi, permibilitas dan penetrometer.

Tektur tanah merupakan perbandingan relatif tiga fraksi – fraksi tanah dalam suatu massa tanah, terutama perbandingan antara farksi liat, debu dan pasir. Pengamatan tekstur tanah dengan mengunakan indera perasa yaitu dengan membasahi sedikitkemudia tanah dibentuk bola dengan dikepal- kepal jika tidak dapat berarti termasuk golongan pasir. Setelah itu tanah dibentuk pita ditekan-tekan ibu jari dan telunjukpabila tidak dapat termasuk pasir geluh, jika dapat maka termasuk kelas geluh (<2,5 cm), (2,5 – 5 cm) lempeng bergeluh, (> 5 cm) kelas lempung. Dari hasil pengamatan lapang diperoleh hasil yaitu pada lapisan I dan lapisan II memiliki tekstur Clay Loam (Geluh Berlempung) dan pada lapisan III dan lapisan IV memiliki tekstur Sandy Clay (lempung bergeluh). Tekstur tanah menentukan tata air tanah berupa kecepatan infiltrasi, penetrasi dan kemampuan pengikatan air tanah. Semakin liat tekstur tanah maka semakin semkin lambat dalam proses penyerapan air, begitu pula sebaliknya semakin tinggi persentase pasir maka semakin besar pori daiantara partikel-partikel tanah sehingga semakin memperlancar gerakan udara.

Cara menentukan struktur tanah ialah dengan mengambil gumpala tanah, dipecah dengan jari pecahan tersebut merupakan agregat kemidian ditentukan tipe ukuran dan derajat. Tipe berarti bentuk dan susunan agregat sedangkan derajat adalah menentukan lamanya agregat. Dari hasil pengamatan diperoleh struktur tanah pada lapisan I bertipe crumb dengan ukuran halus dan derajat lemah, lapisan II bertipe sub angular dengan ukuran halus dan derajat sedang sdangkan lapisan III dan lapisan IV memiliki tipe yang sama yaitu angular blocky dengan ukuran kasardan derajat halus.

Konsistensi tanah adalah ketahanan tanah terhadap pertumbuhan bentuk atau perpecahan, keadaan ini ditentukan oleh sifat kohesi dan adhesi. Cara menetukan konsistensi tanah yaitu dengan meremas memijit atau menekan tanah dalam berbagai kandungan seperti basah lembab dan kering diantara ibu jari dan telunjuk. Pengamatan disesuaikan kondisi lapangan sebenarnya apakah basah, lembab, kering. Pengamatan disesuaikan kondisi lapangan sebelumnya dimana kondisi lapangan kering pada lapisan I diperoleh hasil lunak, lapisan II agak keras, lapisan III keras, lapisan IV sangat keras hal ini dikarenakan tahan terhadap tekanan dan mudah dipatahkan dengan tangan.

Sifat fisik yang paling jelas dan yang paling mudah ditentukan adalah warna tanah dimana warna tanah dapat digunakan untuk

  1. Menaksir tingkat kesuburan
  2. Menentukan Jenis dan kadar BO
  3. Keadaan aerasi dan draenasi
  4. Tingkat perkembangan tanah
  5. Kadar air tanah dan adanya bahan-bahan tertentu.

Warna tanah ditentukan oleh Munsell Sort Colour Chart (MSCC), warna tanah dalam MSCC dinyatakan dalam 3 satuan yaitu hue, value, dan chroma. Dalam pembentukan warna tanah perlu diperhatiakan

    1. Tanah harus lembab
    2. Terlindung dari Sinar Matahari
    3. Tanah ditaruh dilubang kertas MSCC
    4. Tanah tidak boleh mengkilap kecuali pada warna bidang struktur.

Untuk Lapisan I mempunyai warna 7,5 YR 5/4 (brown) dengan kata lain memmiliki Hue 7,5 YR; Value 5/; dan Chroma /4. Lapisan II mempunyai warna 7,5 YR 4/6 (Strong brown) dengan kata lain Hue 7,5 YR; Value 4/; dan Chroma /6. Lapisan III mempunyai warna 7,5 YR 4/4 (brown) dengan memiliki Hue 7,5 YR; Value 4/; dan Chroma /4. Lapisan IV mempunyai warna 7,5 YR 3/4 (Dark Brown) dengan Hue 7,5 YR; Value 3/; dan Chroma /4.

Aerase dan draenase merupakan sifat tanah yang erat kaitannya dengan kemampuan tanah dalam penyediaan air dan udara. Drainase menunjukkan kecepatan meresapnya air dari tanah atau keadaan tanah yang menunjukkan lama dan seringnya jenis air. Untuk pengamatan digunakan reagen KCNS dan K3Fe (CN)6. Dalam bereaksi dengan KCNS akan terbentuk warna merah, sedangkan reaksi dengan K4Fe(CN)6 akan membentuk warna biru. Apabila warna merah lebih dominan dibandingkan warna biru, berarti aerase dan draenasenya baik, begitu pula sebaliknya. Dari hasil pengamatan yang dilakukan diperoleh hasil bahwa pada lapisan I dan II mempunyai aerasi dan draenasi jelek, lalu pada lapisan III memiliki aersi dan draenase sedang dan yang terakhir pada lapisan IV memiliki aerase dan draenase agak baik.

Permebilitas tanah adalah lewatnya air tanah di dalam profil tanah setelah melewati proses inflrasi dari air hujan yang jatuh ke bumi atau air dari sumber lain. Permebilitas sangat dipengaruhi oleh tekstur dan struktur tanah. Tanah dengan kandungan lempung tinggi akan menyebabkan permebilitas terhambat dan bila berpasir justu sebaliknya permebilitas yang didapatkan dari hasil pengamatan lapisan I dan II memiliki permebilitas cepat, sedangkan untuk lapisan III dan IV memiliki tingkat permiabilitas yang agak cepat, hal ini di karenakan kandungan lempung lebih banyak dari lapisan I dan Lapisan II.

Uji penetrometer atau uji kekerasan tanah digunakan sebagai alat untuk mengetahui daya mekanik/topang tanah. Caranya dengan mula-mula cincin geser pembaca daya topang digeser ke belakang sampai patok (terbaca 0). Batang tusuk kemudian ditusukkan ke dalam tanah secara tegak hingga ujungnya masuk sedalam tanda batas. Pada waktu ditusukkan inilah cincin geser pembaca terdorong ke depan dan terhenti pada saat penusukan juga terhenti. Makin keras tanahnya, cincin geser pembaca makin jauh teredorong ke depan. Satuan yang digunakan adalah kgf/cm2. Dari hasil pengamatan dilapangan didapatkan data bahwa pada lapisan I uji penetrmeternya 2,5 kgf/cm2 yang artinya tanah lembek, lapisan II 3,8 kgf/cm2yang artinya tanah cukup kuat untuk menahan beban, dan lapisan III dan lapisan IV memiliki daya topang sama-sama 4,5 kgf/cm2 yang artinya cukup mampu untuk menahan beban yang berat seperti traktor.

  1. C.          Sifat Kimia Tanah

Hal-hal yang perlu diamati dalam analisis kimia tanah adalah pH tanah, kandungan BO, kadar kapur (CaCO3) dan konkresi Mn.

pH tanah digunakan untuk mengetahui aktvitas organisme, ketersediaan hara, keracunan dan jenis tanaman yang dapat tumbuh pada kondisi tanah tersebut. Penentuan pH tanah dapat dilakukan secara elektronik dan kalorimetrik, baik laboratorium maupun lapangan. Elektrometrik reaksi tanah ditentukan antara lain dengan pH meter, sedangkan kalorimetrik dapat dikerjakan dengan kertas pH. Sedangkan pada praktikum ini pH tanah ditentukan dengan pH stick. PH aktual dianalisis dengan cara mencampurkan tanah dengan air (H2O), sedangkan pH potensial diukur dengan cara mencampurkan tanah dengan KCl. Dari hasil pengamatan pH H2O diketahui bahwa pH tanah pada lapisan I dan lapisan II adalah 5 sedangkan untuk lapisan III dan lapisan IV pH 5-6. pH KCl untuk lapisan I sebesar 5, lapisan II sebesar 5, lapisan III sebesar 5 – 6  dan untuk lapisan IV pH sebesar 6. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa pH KCl lebih tingi dari pH H2O. Hal ini diakibatkan karena pada tanah alisol terjadi pencucian basa-basa dalam tekstur dan struktur tanah, sehingga Solusi yang digunakan untuk menanggulangi hal tersebut adalah dengan pengapuran mengingat daerah ini tidak ada kadar kapurnya.

Bahan organik merupakan akumulasi seresah tumbuhan dan hewan yang telah mati dan telah terombakkan oleh jasad hidup tanah. Penentuan jumlah bahan organik secara kualtatif yaitu dengan mengamati banyaknya percikan atau buih yang timbul setelah massa tanah ditetesi dengan H2O2 10%. Dari hasil pengamatan kandungan BO pada lapisan I sangat tinggi, pada lapisan II tinggi, serta pada lapisan III cukup tinggi dan pada lapisan IV sedang. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa pada proses pembentukan horizon, BO akan terakumulasi di lapisan atas kemudian mengalami pencucian sehingga semakin ke bawah kandungan BO semakin sedikit.

Kadar kapur (CaCO3) dalam tanah dapat ditentukan dengan cara menetesi tanah dengan HCl 10%. Diukur secara relatif jelas tidaknya cara membuihnya kapur di tanah dengan tetesan HCl tadi. Tanah pada lapisan I dan lapisan IV tidak mengandung kapur karena tidak terjadi percikan sedangkan untuk tanah lapisan II dan III terdapat kandungan kapur dengan kadar sedang.

Konkresi merupakan konsentrasi lokal senyawa kimia yang berupa butir atau batang yang keras. Konkresi terjadi akibat adanya proses oksidasi-reduksi. Untuk mengetahui ada atau tidaknya konkresi dilakukan pengambilan sample tanah tiap lapisan dan kemudian ditetesi dengan H2O2, jika timbul percikan maka pada lapisan tersebut terdapat konkresi Mn, Konkresi pada hasil pengamatan ditemukan pada lapisan I konkersinya sangat tinggi, lapisan II konkresinya tinggi, lapisan III cukup tinggi, dan lapisan IV sedang.