Pemahan dan Penjabaran Manajemen Pelayanan Publik

Manajemen pelayanan publik ada sejak tahun 1887, yaitu Woodrow Wilson sebagai penulis “The Study of  Administration”. Management sendiri memiliki pengertian, menurut Ricky W. Griffin yaitu mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolaan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Pelayanan adalah produk-produk yang tidak kasat mata tidak dapat diraba yang melibatkan usaha-usaha manusia dan menggunakan peralatan(Ivancevich, Lorenzi, Skimmer dan Crospy:1997).

Pelayanan pun juga memiliki hakekatnya masing-masing, maka hakekatnya yaitu pelayanan sangat erat dengan kehidupan manusia dan tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia, kehidupan seorang manusia dan lahir sampai mati tidak dapat lepas dari pelayanan yang diberikan oleh organisasi publik. Dalam undang-undang ada yang tercantum bahwa bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang jasa dan pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

Pelayanan publik juga memiliki tujuannya yaitu dalam sinambela(2010:6), secara teoritis pelayanan publik pada dasarnya adalah memuaskan masyarakat, tujuan akhir dari pelayanan publik adalah terciptanya tatanan kehidupan masyarakat yang berdaya untuk mengurus persoalannya masing-masing. Pelayanan publik memiliki ruang lingkup yaitu pelayanan barang publik, pelayanan jasa publik, pelayanan administratif, contoh lain dari ruang lingkup dengan berbagai bidang yaitu ruang lingkup pendidikan, energi, perbankan, sumber daya alam, pariwisata, sektor strategis, pengajaran, pekerjaan dan usaha, tempat tinggal, komunikasi dan informasi, lingkungan hidup, dan lain sebagainya.

Pelayanan publik dengan berbagai macam asas yaitu kepentingan umum yaitu pelayanan didasarkan untuk semua orang tanpa terkecuali dan tanpa memihak kepentingan para penguasa dan semua disetarakan, kepastian hukum bahwa pelayanan publik semua ada dasar hukumnya dan hukum disini tidak berpihak siapa pun dan lebih mengutamakan sebuah pelayanan yang baik, kesamaan hak yaitu hak-hak yang didapatkan setiap pelanggan dalam pelayanan publik semua dilayani tanpa mengambil hak-hak mereka bahkan tidak menyinggung hak mereka yang sebagai pelanggan, keprofesionalitas yaitu sebagai seorang pelayan publik kita diminta harus bersikap professional dalam menghadapi customer yang memiliki berbagai karakteristik yang berbeda, kecepatan waktu dalam melayani customer dengan cakap dan tidak membuat risih customer yang ingin dilayani dan lebih tidak membuang waktu customer tersebut untuk menunggu, dan keterbukaan yaitu pelayan publik harus selalu terbuka dan tidak menutupi kesalahan atau pun kerusakan maupun pertanyaan yang rinci dalam setiap pelanggannya

Maka dari itu manajemen pelayanan publik tidak semudah yang orang lain kira karena setiap apa yang dikerjakan harus sigap, cakap, penuhkesabaran, termasuk juga tingginya profesionalitas yang membuat manajemen pelayanan publik hanya dapat digenggam atau dikuasai segelintir orang saja.

 

 Daftar Pustaka

Dr. Taufiqurokhman, A.ks., S.Sos., M.Si dan Dr. Evi Satispi, SP.M.Si. (2018).Teori dan Perkembangan Manajemen Pelayanan Publik.

Dr. H. Zaenal Mukarom, M.Si. dan Muhibudin Wijaya Laksana, S.Sos., M.Si.(2015). Manajemen Pelayanan Publik.