Pengertian, Sifat, dan Contoh Stratifikasi Sosial

Membahas tentang materi jurusan IPS SMA pasti tidak akan ada habisnya ya. Selain perbedaan secara horizontal atau diferensiasi sosial, di dalam hidup bermasyarakat juga terdapat penggolongan secara vertical yaitu stratifikasi sosial. Stratifikasi sosial adalah penggolongan masyarakat ke dalam lapisan sosial secara bertingkat dari status sosial yang dimiliki. Jenis pengelompokan ini disebabkan oleh kebiasaan dalam berkomunikas, berhubungan , dan bersosialisasi.

Untuk penjelasan lebih lanjut, anda dapat melanjutkan dengan membaca ulasan mengenai stratifikasi sosial di bawah ini ya!

Pengertian Stratifikasi Sosial

Stratifikasi Sosial
Stratifikasi Sosial

Terdapat beberapa ahli yang megemukakan pendapatnya tentang pengertian dari stratifikasi sosial, antara lain:

  • Max Weber

Menurut Max Weber, stratifikasi sosial adalah pengelompokan masyarakat sistem sosial tertentu ke dalam lapiran atau hirarki yang didasarkan pada dimensi prestige dan kekuasaan.

  • Pitirim A. Sorikin

Stratifikasi sosial menurut Pitirim A. Sorokin adalah penggolongan masyarakat ke dalam kelas sosial yang tersusun secara bertingkat atau vertical.

Sifat Stratifikasi Sosial

Setelah Anda mengetahui apa itu stratifikasi sosial. Selanjuntnya mari kita bahas tentang sifat stratifikasi sosial seperti yang dilansir oleh blog pendidikan materi ips ipsterpadu.com berikut ini.

1. Stratifikasi Sosial Tertutup

Stratifikasi sosial tertutup merupakan kondisi di mana setiap anggota strata atau kelas sosial sulit untuk melakukan mobilitas sosial dari satu lapisan ke lapisan lainnya.

Halangan utama untuk dapat melakukan perpindahan kelas ini dilatarbelakangi oleh faktor kelahiran atau keturunan. Contohnya saja sistem kasta di india di mas kasta rendah seperti sudra tidak bisa berpindah ke kasta tinggi seperti brahmana.

2. Stratifikasi Sosial Terbuka

Berbeda dengan sifat startifikasi sosial tertutup, dalam startifikasi sosial terbuka ini seseorang memiliki peluang lebih besar untuk melakukan mobilitas karena bersifat dinamis.

Dalam kondisi ini, seseorang dapat berpindah dari satu lapisan ke lapisan yang lain. Mereka dapat menaikan, menurunkan, atau menstabilkan status sosialnya.

Contoh dari stratifikasi sosial terbuka ini adalah masalah kekayaan, di mana seseorang dapat menjadi lebih kaya atau miskin dari usaha yang dilakukan.

3. Stratifikasi Sosial Campuran

Sesuai dengan namanya, stratifikasi sosial campuran ini adalah perpaduan antara stratifikasi sosial terbuka dan tertutup.

Contohnya, seseorang yang berasal dari kasta tinggi seperti brahmana di lingkungan mayoritas beragama hindu seperti Bali, akan menjadi orang biasa apabila berpindah ke tempat yang lebih heterogen seperti Jakarta.

Unsur-Unsur Stratifikasi Sosial

1. Kedudukan atau Status

Unsure pertama di dalam stratifikasi sosial adalah kedudukan atau status dari seseorang. Orang yang dianggap memiliki kedudukan atau status tinggi akan memiliki status sosial lebih tinggi dalam struktur sosial masyarakat. Terdapat tiga cara seseorang dalam meraih kedudukan atau status, yaitu:

  • Ascribed Status

Ascribed status adalah kedudukan yang dimiliki seseorang sejak lahir. Contohnya saja jenis kelamin, kasta, suku, ras, dan lain-lain.

  • Achieved Status

Sesuai dengan namanya, seseorang dapat dapat menduduki suatu kelas sosial tertentu karena usaha yang dilakukan. Contohnya saja, seseorang yang berusaha keras bekerja, akan memiliki harta kekayaan yang lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang malas.

  • Assigned Status

Cara terakhir untuk menduduki status tertentu dalam struktur sosial adalah dengan assigned status. Bukan sejak lahir, melainkan mereka yang mendapati kepercayaan dari masyarakat yang akan menempati status ini.

Contohnya seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan dan wibawa tinggi ditunjuk menjadi ketua adat atau sesepuh.

2. Peranan atau Role

Dibandingkan dengan kedudukan, peran sosial memiliki sifat yang lebih dinamis. Peran atau roleh ini lebih menunjukan peran atau fungsi seseorang dalam kehidupan bermasyarakat. Berdasarkan cara memperolehnya, peran dibagi menjadi dua jenis yaitu ascribe roles dan achieve roles.

Contoh Stratifikasi Sosial

Seseorang yang memiliki harta kekayaan dan kedudukan tinggi biasanya memiliki hukum yang lebih tumpul dibandingkan dengan mereka yang berkedudukan rendah. C

ontohnya seorang anggota DPR yang korupsi, akan mendapati hukuman yang ringan dbandingkan dengan orang kecil yang melakukan pencurian baju.

Nah, demikian ulasan singkat tentang stratifikasi sosial. Meskipun terjadi pengolongan berdasarkan harta kekayaan dan kedudukan, tentunya hal tersebut tak boleh menjadi alasan untuk mengurangi afeksi terhadap sesama.

Semoga anda paham dengan materi stratifikasi sosial ini dan menambah wawasan bersosialisasi anda dalam kehidupan bermasyarakat. Terima kasih!