Golden Ratio! ‘Eksak’ Bukan cuma Milik ‘Science’

Masih seputar desain digital. Sebelumnya mungkin ada yang pernah mengenal tentang kemampuan otak kanan dan otak kiri manusia.

Secara umum kita mengenal otak kanan itu merupakan bagian yang mengontrol imajinasi, kreatifitas, bahkan emosi, dan otak kiri merupakan bagian yang mengontrol segala yang berbau logika. Otak kanan identik dengan seni sedangkan otak kiri identik dengan science. Lalu bagaimana kalau seni digabung dengan science???

Di sana lah GOLDEN RATIO bermain…

Di ilmu desain hal itu ‘eksis’ alias ada. Mungkin bukan hanya di desain, dalam ilmu apa pun terapan itu pasti ada. Meskipun belum terlalu banyak saya mengenal, tapi ini cukup menjadi dasar saya untuk percaya bahwa desain pun bukan hanya sekedar ‘menciptakan dengan cantik’, namun seperti layaknya Tuhan menciptakan makhluknya, SEMPURNA!! Para analis desain mengadopsi prinsip ini agar karyanya menjadi ‘tampak’ sempurna.

Hmm..sebenarnya dalam menulis artikel ini, saya agak kewalahan untuk mendefinisikan golden ratio karena banyak sekali referensi tapi pake bahasa inggris, hehe.. berhubung ‘lack of english”. Baiklah, mungkin setelah saya ceritakan di sini, teman-teman bisa mendefinisikan apa itu golden ratio berdasarkan logika masing-masing.

Intinya, para ilmuwan zaman dahulu menemukan golden ratio untuk memperlihatkan bahwa semua ciptaan Tuhan itu sempurna. Kalau mau bukti coba aja.. nih rumus dan beberapa contohnya.

Bbbbbrrrpppp….

contohnya, hitung bagian ruas jari kita. Satu ruas paling ujung anggaplah a dan total 2 ruas (dari ujung jari sampai ruas jari tengah) anggaplah b, jika dihitung dengan rumus di atas akan dapat hasil yang mendekati.

Saya ingin mengajak anda untuk penasaran juga seperti saya. Kalau masih penasaran, artikel ini bisa menjelaskan http://jwilson.coe.uga.edu/emt669/student.folders/frietag.mark/homepage/goldenratio/goldenratio.html atau bisa cari artikel lainnya, karena saya mulai mumet juga untuk menjelaskan secara ilmiah..hehe..

Jadi, benar kan keseimbangan itu perlu, tidak selamanya eksak itu hanya milik science, tidak melulu otak kiri selalu benar begitu juga otak kanan, lebih baik seimbang. Hmm… Semoga bermanfaat. Sampai jumpa..

Categories: Ilmu | Tags: , , | Comments Off on Golden Ratio! ‘Eksak’ Bukan cuma Milik ‘Science’

Photoshop, Takjub Kenal Misteri Filosofi Warna!

Photoshop.

Siapa coba yang ga kenal sama software pengolah gambar yang jitu ini. Photoshop, software yang tidak sengaja saya dalami ini menjadi sebuah inspirasi untuk saya. Awalnya cuma iseng, sampai akhirnya seorang teman membuat saya kecanduan bermain photoshop. Haha.. Kenapa sih saya bisa kecanduan main photoshop??

Hmm.. awalnya, saya berpikir photoshop itu hanya sebuah software pengedit foto saja, sesuai dengan namanya, ‘Photoshop’. Tetapi ternyata tidak! Kebetulan dari dulu saya bisa digolongkan orang yang suka film kartun dan selalu terobsesi untuk bisa menggambar kartun/anime lebih tepatnya seperti tokoh favorit saya. Sampai saat seseorang yang baik hati memperkenalkan kepada saya sedikit banyak tentang ilmu photoshop, akhirnya jadi ketagihan, apalagi setelah tau kalau photoshop juga bisa membuat gambar mentah. Lalu saya putuskan untuk mencoba mengenal Photoshop lebih dalam lagi. “PDKT” pun saya lakukan.

Sampai saat saya tau tentang filosofi warna ini, saya hanya mengenal sedikit banyak teknik mengolah gambar saja. Sekian lama saya mencoba membuat logo atau pun gambar, selalu saja ada yang terasa kurang. Karya saya, terlihat seperti gambar anak SD yang warnanya masih norak. Hambar. Ga ada kesan elegannya sekalipun sudah berusaha memilih warna yang ciamik. Lalu misteri ini terungkap, setelah pelajaran saya diulang dari dasar lagi. Guru saya terus bercerita dan sampailah pada cerita ini.

“Ai, sebenarnya seorang desainer itu bisa dibayar sangat mahal karena dia mampu mengkombinasikan warna dengan sangat baik”

Saya masih ga ngeh sama kata-kata ini. Yang ada di pikiran saya, “ya iyalah, kombinasi warna desainer kan keren mereka kan udah biasa ngolah warna” padahal saya hanya melihat hal itu secara kasat mata saja dan belum tau di mana sih letak kerennya?? pembicaraan terus berlanjut. Lalu..

“Iya, coba liat nih ya” dia melakukan sesuatu pada komputernya dan menunjukan sesuatu pada saya.

Setelah ditunjukan, memang dasar amatir kali ya, takjubnya setengah mati. Gambar ini cuma salah satu contohnya aja, liat deh kombinasi angkanya. Mungkin ga terlalu keliatan ya. Angkanya itu R = 127, G = 127, B = 127, warnanya ada di #7f7f7f. Angka cantik bukan??

Kalau temen-temen mau cek, cek aja warna pada produk brand-brand terkenal lewat eyedropper tools pada photoshop seperti ini, misalnya apple, photoshop, adobe, dsb. Temen-temen akan menemukan kombinasi warna cantik lainnya. Dan katanya, “di situlah letak kekuatan seorang desainer mempresentasikan, menjual produknya dengan filosofinya sendiri, sehingga dia bisa di bayar mahal, gitu ai”

Wow..suer takjubnya setengah mati. Nah sekarang, darimana sih warna-warna keren itu di dapet. Saya bertanya lagi saking penasarannya. “Lah, berarti dia ngitung sendiri gitu?? ngira2 sampe dapet warna yang keren dengan kombinasi keren juga?”

“Iya” jawabnya singkat. Saya masih belum bisa nalar, masa iya seorang desainer juga harus bisa itung-itungan begitu. Berarti ribet banget dong, harus riset ini itu lah. Saya coba menegaskan lagi padanya.

“Masa sih? berarti ribet dong?”

“Iya. Tapi, sekarang software desain kaya gini udah dipermudah. Ada fasilitas buat milih warna-warna seperti itu (warna pantone)”

Lalu, dia mendemokan lagi pada saya.

Coba liat lagi gambar di atas. Di palet color picker ada pilihan OK, CANCEL, ADD TO SWATCHES, COLOR LIBRARIES. Nah, coba pilih color librariesnya. Maka akan muncul tampilan seperti ini.

Ini dia!! color libraries, dari sini lah para desainer biasanya berpatokan pada warna yang terkesan keren dan elegan. Warna pantone itu dikatakan elegan, karena warna ini tidak ada pada printer percetakan CMYK. Sehingga ini disebut warna khusus atau warna tambahan. Jadi kalau mau pakai warna ini, harus bayar mahal, karena perusahaan percetakan tidak dengan mudah bisa mencampur warna ini menjadi persis sesuai yang diinginkan desainer. Ini sebabnya, perusahaan besar jarang menggunakan logo dengan warna yang terlalu banyak, karena untuk bisa mendapatkan warna yang memiliki kesan mewah dan elegan tersebut, mereka harus membayar mahal. Belum lagi, harus membayar desainer atas ide gilanya mengenai filosofi perusahaan lewat desain tersebut.

Baca : Golden Ratio! ‘Eksak’ Bukan cuma Milik ‘Science’

Sebuah cerita lagi dari sang guru.

“Makanya ai, waktu logo Pertamina yang baru itu keluar, desainer itu pada gempar. Karena ada warna hijau terang, di mana printer CMYK manapun ga mampu buat ngedetect warna itu, nah otomatis desainer pake warna campuran dia sendiri, tentunya dengan filosofinya sendiri, wajar harga tu logo mahalnya naujubile”

Kesimpulan yang bisa saya tarik dari pelajaran hari itu adalah ternyata desain itu bukan hanya sekedar gambar iseng atau apa lah namanya, tetapi benar kalau desain itu bagian dari seni, dan seni itu membutuhkan pemikiran-pemikiran yang kadang bersifat eksak sehingga menghasilkan karya seni yang benar-benar berbeda dari yang lainnya. Sekalipun simple, tetapi jika semua komposisinya dikuasai dengan sangat baik, itu akan berharga sangat mahal. Karena tentunya juga bepengaruh besar pada orang yang melihat gambar tersebut. Desain itu juga mempertimbangkan rasa dari orang yang melihat. Orang bisa tertarik pada produk sebuah perusahaan juga bisa ditentukan dari cara pandang orang melihat mewah tidaknya logo perusahaan.

Hmm.. kira-kira begitu. Semoga bacaan ringan ini bermanfaat. Sampai ketemu lagi.

Categories: Desain | Tags: , , , | Comments Off on Photoshop, Takjub Kenal Misteri Filosofi Warna!