4 Tips Berhenti jadi Bucin dari Psikolog, Salah Satunya Tetapkan Batasan

4 Tips Berhenti jadi Bucin dari Psikolog, Salah Satunya Tetapkan Batasan – Kawan Puan, apakah kalian kerap memprioritaskan pendamping daripada diri sendiri? Lebih memprioritaskan pendamping di atas kepentingan sendiri, ialah salah satu ciri kalian seseorang bucin ataupun budak cinta. Semacam dikenal, bucin merupakan kondisi di mana kalian lebih mengutamakan pendamping, apalagi menomorduakan kebutuhan sendiri demi kebahagiaannya. Sementara itu, ikatan yang sehat itu mendorongmu buat menyayangi diri sendiri serta orang lain secara balance.

Perihal ini pula dibenarkan oleh psikolog klinis berusia, Inez Kristanti, Meter. Psi., dalam webinar yang diiringi PARAPUAN, 2022: Stop Nge- bucin! di MyndfulAct Event, Sabtu( 27/ 11/ 2021). Baca Pula: Tercantum Manipulatif, Ini 5 Ciri Pendamping yang Suka Menggunakan” Kita tidak hendak dapat jadi segalanya buat orang lain, kebalikannya orang lain pula tidak hendak jadi segalanya untuk kita,” ucap Inez. Panduan menyudahi jadi bucin Inez berpesan,” Dikala kalian menyayangi orang lain, ikatan itu jangan hingga mengisolasimu dari interaksi dengan orang lain.” Lebih lanjut Inez melanjutkan, terdapat sebagian panduan buat menyudahi jadi budak cinta, antara lain: 1. Menetapkan pribadi Ikatan yang sehat itu terdapat batas ataupun pribadi, ini bukan berarti kalian tidak terbuka ataupun menyembunyikan suatu dari pendamping.

4 Tips Berhenti jadi Bucin dari Psikolog, Salah Satunya Tetapkan Batasan

” Di dalam ikatan itu kita butuh terdapat pribadi, tidak dapat seluruhnya dibagikan ke orang lain sebab bisa kehabisan jati diri sendiri,” ucap Inez. 2. Prinsip kemitraan serta bukan kepemilikan Pendamping merupakan mitra, bukan berarti kita mempunyai mereka sama semacam barang yang dapat diakui ataupun didominasi.” Ikatan itu partnership, not ownership. Kita wajib terdapat kontrol diri, tidak dapat memperlakukan orang lain sama semacam benda,” kata Inez.

Dia melanjutkan, ikatan itu berjalan berdampingan, butuh setara, serta tidak terdapat yang sangat memahami ataupun dominan. 3. Komunikasi yang sehat Bagi Inez, terdapat 3 tipe komunikasi yang sehat ialah clear, assertive, serta listening.” Seluruh komunikasi dalam ikatan wajib clear ataupun jelas, bukan jawaban terserah serta bukan membagikan kode- kode,” ungkap Inez. Berikutnya merupakan assertive.

Ialah keahlian komunikasi di antara kasar serta submisif, dengan menampilkan rasa yakin diri serta tegas.” Dalam ikatan, kita wajib mengomunikasikan kemauan serta kebutuhan secara jelas, tegas, serta senantiasa sopan,” imbuhnya. Komunikasi yang sehat ketiga merupakan listening, ialah keahlian komunikasi silih mencermati perspektif pendamping tanpa menginterupsi.

” Mencermati merupakan komunikasi yang berarti, tetapi kerap dibiarkan. Kadangkala kita gak perlu pemecahan ataupun anjuran, tetapi cuma perlu didengarkan,” tutur Inez. 4. Introspeksi diri Inez menegaskan, tidak seluruh perihal yang tidak cocok dengan apa yang kita mau merupakan sikap toksik orang lain.” Terkadang, kita butuh ketahui kapan wajib berintrospeksi diri apakah kita sendiri yang toksik, ataupun memanglah situasinya tidak dapat diganti serta kita butuh berangkat,” tutur Inez.

Dia melanjutkan, contoh ikatan toksik itu semacam gaslighting( mempertanyakan kenyataan diri sendiri), love bombing( di dini ikatan sangat manis buat manipulasi), co- depence( ketergantungan), serta trust issue( susah yakin). Kawan Puan, seperti itu sebagian panduan menyudahi jadi bucin dari psikolog yang dapat kalian coba. Sehabis membaca panduan di atas, apakah kalian siap menyudahi jadi budak cinta mulai hari ini?(*)