7 Makanan Khas Betawi Yang Patut Dilestarikan

7 Makanan Khas Betawi Yang Patut Dilestarikan – Makanan khas Betawi, Siapa sih yang doyan makan? Pasti banyak orang dan nyaris semua orang pasti suka makan ya. Indonesia dikenal punyai ragam makanan bercita-rasa tinggi. Dari Aceh hingga Papua punyai makanan khas-nya masing-masing. Begitu pun Jakarta, kebudaayan betawi yang kental bersama lingkungan bercampur kebudayaan lain seperti Cina, Arab dan Portugis. 

Karena Jakarta merupakan wilayah perdagangan yang cukup strategis. Sehingga percampuran budaya lain membuat budaya Betawi sangatlah unik. Begitupun dengan raga, corak makanan yang merubah makanan khas betawi. 

Pada artikel kali ini, kita akan berikan daftar referensi mengenai makanan khas Betawi yang yang punyai keunikan dan cerita tersendiri. Berikut adalah rekomendasi makanan yang berasal dari kota Jakarta atau budaya Betawi yang patut di lestarikan.

7 Makanan Khas Betawi Yang Patut Dilestarikan
7 Makanan Khas Betawi Yang Patut Dilestarikan

 

Deretan Makanan Khas Betawi

Gado-Gado

Gado gado merupakan Makanan Khas Betawi yang cukup populer hingga hari ini. Gado-gado sesuai namanya yang berasal dari bahasa betawi yang bermakna memakan lauk-pauk begitu saja (ikan, daging, dan sebagainya) tidak dengan nasi; meratah.

Makanan ini merupakan campuran sayur-sayuran diantaranya kangkung, toge, timun, labu, tempe dan banyak sayuran lainnya. Konon katanya gado-gado merupakan pecel sayuran yang cukup disukai oleh bangsa Belanda pada jaman kolonial. Seiring pertumbuhan dari masa ke masa, gado-gado juga menempel dan menjadi anggota dari kebudayaan Betawi sendiri. 

 

Kerak Telor

Makanan berbahan dasar telur yang satu ini juga sangat populer. Menggunakan komposisi bahan telur, udang (kering), beras dan bawang goreng membuat makanan ini sangatlah gurih dan sesuai dijadikan camilan. Selain itu proses pembuatannya yang unik juga membuatnya menjadi menarik. Menggunakan arang dan saat sudah setengah matang maka penggorengan akan dibalik sehingga bagian di dalam telur langsung menghadap ke arah arang yang tengah membara.

Proses ini dilakukan untuk menciptakan kerak pada tepian-tepian telur. Itulah alasan mengapa makanan ini dinamai kerak telur. Biasanya para pedagang kerak telur ramai berjualan jelang ulangtahun Kota Jakarta. Ini menjadi makanan wajib kalau anda dan keluarga mampir di Pekan Raya Jakarta (PRJ) saat Jakarta tengah berulang tahun.

Baca Juga: Ini Daftar Obat Pereda Nyeri yang Boleh Anda Gunakan

 

Soto Betawi

Indonesia punyai jenis makanan ber-soto, mulai dari soto Padang, soto Lamongan hingga coto Makassar. Begitupun juga Jakarta yang punyai soto Betawi. Pada dasarnya soto merupakan sajian makanan berkuah bahan dasar kaldu lengkap dengan suwiran daging ayam maupun sapi ditambah sayuran.

Soto Betawi punyai keunikan tersendiri karena kuahnya pakai santan yang menjadikan rasa kuah yang menjadi begitu gurih. Ditambah lagi dengan potongan kentang dan tomat yang membuat cita rasa gurih nan menyegarkan. Suwiran jeroan dan daging sapi tambah membuat soto Betawi menjadi salah Makanan yang begitu berkesan di lidah orang yang memakannya. 

 

Nasi Uduk

Nasi uduk merupakan makanan yang sudah lazim di Indonesia. Asal usul nasi uduk sendiri merupakan berasal dari melayu. Karena percampuran budaya yang berlangsung di bandar pelabuhan Jakarta dan semenjak itu menempel menjadi makanan orang-orang di Jakarta. Nasi uduk sendiri terdiri dari nasi yang dimasak dengan tambahan santan serta di sajikan dengan suwiran telur dan tempe orek juga taburan bumbu kacang. Sangat sesuai sebagai santapan untuk sarapan di pagi hari. 

 

Roti Buaya

Selanjutnya adalah makanan yang cukup populer bagi warga Betawi. Roti buaya umumnya di sajikan sebagai hantaran dari mempelai pria untuk dapat meminang mempelai wanita pada acara pernikahan. Masyarakat Betawi yakin bahwa buaya cuma kawin sebanyak satu kali. Sehingga roti buaya dipercaya melambangkan komitmen pada sepasang pengantin.

Jika diamati dari sejarahnya, terdapat pergeseran makna roti buaya sekarang. Jika pernah roti buaya sengaja dibikin keras dan tidak punyai rasa maka para pembuat roti buaya jaman sekarang sudah dapat dimakan dan punyai rasa seperti coklat dan keju. Padahal rasa yang tawar dan tekstur yang keras melambangkan kestabilan rumah tangga baik dari hubungan maupun situasi finansial.

 

Gabus Pucung

Ikan gabus merupakan makanan yang cukup populer bagi warga Betawi. Salah satu sajian yang sudah jarang ditemukan di rumah makan khas betawi adalah gabus pucung. Sajian makanan ini adalah ikan gabus yang disiram dengan kuah hitam dengan salah satu bahan yang otentik yaitu kluwek. Warna kuah yang hitam dan ikan gabus yang punyai rasa gurih serta lembut membuat makanan ini begituu sangat melegenda biarpun sudah cukup sulit mendapatkan menu makanan ini. 

 

Pecak Lele

Yang terakhir adalah makanan yang juga legendaris yaitu pecak lele. Makanan yang berbahan utama ikan lele yang di sajikan bersama bumbu pecak, yaitu kuah kuning komposisi bumbu: jahe, bawang merah, cabai dan kacang yang dihaluskan. Sekilas seperti sama bumbu pecel apabila di daerah Jawa. Sangat sesuai untuk di sajikan untuk makan siang dengan nasi panas. Namun, jika disayangkan sama halnya dengan gabus pucung. Pecak lele juga sudah mulai langka dan sulit ditemukan. 

 

Melestarikan Makanan Khas Betawi

Dengan banyaknya makanan khas betawi yang dapat memanjakan lidah kita, barangkali banyak warga Jakarta yang belum punyai kesempatan menyicipi makanan khas Betawi diatas. Ada sebagian menu yang sudah sulit ditemui namun patut untuk dicoba dan juga dilestarikan. Makanan tersebut memang sangat wajib untuk dilestarikan. Jangan hanya seperti judi saja yang kini sudah masuk ke dalam kategori judi online saja yang bisa di lestarikan karena semakin mudahnya di akses. Makanan yang lezat khas daerah di Indonesia juga merupakan aset yang patut di jaga kelestariannya.