Pengenalan Sindrom Down mulai dari Gejala hingga Penyebabnya

Pernahkah seumur hidup Anda, Anda pernah melihat seseorang di sekolah ataupun kampus dengan sikap ataupun tingkah laku yang berbeda 180 derajat dari antara para murid / mahasiswa lainnya?

Nah, kalau tingkah lakunya seperti kecerdasan di bawah rata-rata dengan ciri fisik yang khas pada bagian wajahnya, maka bisa jadi orang tersebut mengidap suatu penyakit yang bernama Sindrom Down / Sindrom Down gan.

Bisa dikatakan, Sindrom Down ini sangatlah umum terjadi pada beberapa kalangan masyarakat di dunia, dengan rata-rata 0,2 % orang dari seluruh dunia mengidap Penyakit ini.

Pengenalan Sindrom Down mulai dari Gejala hingga Penyebabnya
Pengenalan Sindrom Down mulai dari Gejala hingga Penyebabnya

Angka sebesar itu, tentunya membuat kita mau tak mau harus waspada dengan Sindrom yang bisa membuat jalannya hidup para penderita kerap kali menjadi sangat sulit untuk dijalankan layaknya orang normal.

Dimana info seputar Penyakit ini mulai dari Gejala hingga penyebabnya, bisa Anda simak secara langsung pada sejumlah segmen berikut ini.

Pengenalan Umum seputar Sindrom Down yang harus Anda Ketahui

Secara umum, Sindrom Down atau biasanya dikenal sebagai Down Syndrome ini adalah sebuah gangguan berupa kelainan genetik yang umumnya terjadi kala bayi di dalam kandungan sang Ibunda punya kelebihan kromosom dalam jumlah tertentu melewati batas normal.

Dalam kondisi normalnya, manusia pasti memiliki jumlah kromosom sebanyak 46 buah, dimana di tiap tiap selnya, 23 diantaranya diwarisi dari ibu dan 23 lainnya pasti bakal diwarisi dari sang ayah. Nah, orang dengan Penyakit Sindrom Down ini kerap kali memiliki 47 kromosom di tiap tiap selnya, yang tentunya akan menyebabkan suatu kelainan genetik tertentu.

Dimana adanya kelebihan kromosom ini, terhitung dapat menyebabkan sejumlah gangguan dalam bidang pengetahuan ataupun studi dan juga berpotensi bisa menyebabkan orang dengan penyakit ini mengalami sejumlah gangguan fisik yang khas.

Nah, untuk mengenal lebih jauh mengenai Sindrom Down ini, maka Anda perlu mengetahui info dasar dari Penyakit ini, yang dimulai dari Gejala-gejala yang dapat ditimbulkan, sebagaimana yang bisa Anda lihat pada beberapa info berikut ini:

Baca Juga: Produksi Keju – Rencana Bisnis Susu Keju

 

  • Kepala Kecil.

 

Ciri bayi Sindrom Down yang pertama adalah kepada mereka lebih kecil daripada kepala bayi secara umum. Untuk menegaskan secara objektif, dokter sanggup mengukur lingkar kepala dan lakukan plot terhadap kurva lingkar kepala anak.

 

  • Mata Bagian Pinggir Melancip ke Atas .

 

Gejala Sindrom Down terhadap bayi terhitung sanggup kami melihat berasal dari matanya. Ya, ujung mata anggota samping melancip ke atas, tidak lurus layaknya anak-anak kebanyakan.

 

  • Ada Bintik Putih terhadap Pupil Mata 

 

Jika diperhatikan dengan saksama, beberapa bayi dengan Sindrom Down memiliki bintik-bintik putih terhadap anggota pupil mata mereka. Kondisi berikut dinamakan brushfield spots.

 

  • Letak Telinga lebih Rendah.

 

Jika dicermati berasal dari depan, letak telinga terhadap anak dengan sindrom berikut berada di bawah garis mata, dimana pada anak yang normal, posisi puncak telinga seharusnya berada dalam posisi sejajar dengan garis matanya.

 

  • Hidung Bagian Atas Datar.

 

Hidung anggota atas datar atau yang dikenal dengan arti flat nasal bridge merupakan salah satu karakteristik yang sering ditemui terhadap mereka.

 

  • Bentuk Telinga Tidak Normal.

 

Sebagian anak dengan Sindrom Down memiliki wujud telinga yang tidak normal. Bentuk berikut bervariasi, namun tidak layaknya anak normal lainnya.

 

  • Bentuk Wajah Datar.

 

Selain hidung, mereka terhitung memiliki muka yang relatif datar. Hal ini sanggup Anda menyimak kalau melihat muka bayi berasal dari samping. 

 

  • Lidah Besar.

 

Gejala Sindrom Down terhadap bayi setelah itu adalah mereka memiliki lidah yang besar dilengkapi ukuran mulut yang relatif lebih kecil. Kondisi berikut mengakibatkan lidah dan mulut mereka nampak tidak proporsional.

 

  • Terdapat Garis Tajam terhadap Telapak Tangan.

 

Telapak tangan terhadap tangan anak dengan Sindrom Down memiliki sebuah garis tangan tunggal yang dalam. Ini disebut sebagai simian crease. 

 

  • Jempol Kaki Terpisah Jauh berasal dari Telunjuk.

 

Berbeda dengan anak normal, mereka memiliki jarak yang relatif jauh pada ibu jari dengan jari-jari kaki lainnya, terlebih telunjuk. 

 

  • Pusar Berukuran Lebih Besar.

 

Sebagian berasal dari mereka terhitung memiliki pusar yang ukurannya lebih besar dan menonjol. Kendati demikian, ada pula anak yang memiliki pusar besar, namun tidak mengalami Sindrom Down.

 

  • Perawakan yang cukup Pendek.

 

Bila diukur secara objektif, panjang badan terhadap anak yang mengalami kelainan kromosom layaknya mereka condong lebih rendah dibandingkan dengan anak normal.

Penyebab Sindrom Down ini Patut Anda hindari Sebaik Mungkin

Asal mula dari suatu Penyakit tertentu, pastinya bisa diakibatkan dari suatu penyebab tertentu gan, dan hal tersebut tentunya juga berlaku untuk Sindrom Down, dimana pada dasarnya, Penyebab Sindrom Down bisa diakibatkan oleh beberapa hal berikut ini:

 

  • Faktor Usia ibu pas hamil.

 

Usia ibu pas hamil memang bukan penyebab Sindrom Down, namun ini merupakan salah satu aspek risikonya. Sindrom Down mampu berjalan di umur berapa saja pas ibu tengah hamil.

Akan tetapi, kesempatan terjadinya Sindrom Down akan jadi meningkat bersamaan dengan bertambahnya usia.

Risiko mempunyai kandungan bayi dengan masalah genetika, terhitung Sindrom Down, dipercaya meningkat pas umur wanita raih 35 th. atau lebih tua kala tengah hamil.

Ini dikarenakan sel telur wanita yang sudah berusia tua (terutama di atas 35 tahun) pasti memiliki risiko lebih besar untuk mengalami pembelahan kromosom kurang tepat, bila dibandingkan dengan wanita dengan umur rata-rata sekitar 25 tahun.

Walaupun begitu, tidak menutup barangkali anak dengan Sindrom Down lahir berasal dari wanita berusia tidak cukup berasal dari 35 th. dikarenakan peningkatan angka kehamilan dan kelahiran di umur muda.

Wanita yang berusia 25 th. pas hamil punya risiko 1 banding 1200 orang untuk melahirkan bayi dengan Sindrom Down. Sementara wanita yang berusia 35 th. pas hamil punya risiko hingga 1 banding 350 orang.

Mereka mendapatkan bahwa pada rahim wanita yang mendekati umur menopause dan risiko infertilitas terhitung meningkat.

Selain itu, kebolehan menyeleksi embrio cacat alami penurunan dan tingkatkan risiko anak yang dikandungnya akan mengalami kemunduran pertumbuhan sepenuhnya.

 

  • Pernah melahirkan bayi Sindrom Down sebelumnya.

 

Sudah menjadi hal Paling umum kalau seorang wanita yang dulunya melahirkan bayi dengan kondisi Sindrom Down, bisa memiliki risiko lebih tinggi pula untuk melahirkan bayi dengan Gangguan Sindrom Down setelahnya.

 

  • Jumlah saudara kandung dan jarak lahirnya.

 

Seperti yang sudah dijelaskan di awalnya juga, ada terdapat risiko besar yang bisa dialami Calon Bayi sang Ibunda, jika punya bayi dengan sindrom Down sudah terjadi sebelumnya pada ibu yang hamil untuk pertama kal, apalagi jika itu semua terjadi saat umur seorang Ibunda sudah mencapai umur yang sudah tua.

Risiko ini tentunya terhitung akan jadi meningkat lebih tajam lagi andaikata jarak antar kehamilan jadi jauh.

Nah, semoga dari semua info seputar Pengenalan Sindrom Down mulai dari Gejala hingga Penyebabnya, ini dapat menjadi suatu hal yang sangat berharga buat Anda sekalian, dan Sampai Jumpa!