Inilah Info Paling Penting seputar Penyakit Jantung Koroner

Seperti yang kita ketahui, Penyakit Jantung Koroner merupakan salah satu penyakit paling berbahaya dengan tingkat letalitas cukup tinggi. Tak hanya itu saja, Penyakit ini juga sering kali menyerang banyak orang dengan pola hidup yang kurang bermutu.

Atau juga bisa diperoleh dari sebagian orang yang benar-benar jarang bergerak, seperti pada saat melakukan kegiatan menonton TV, duduk saja sambil bermain Situs Slot Online, dan lain sebagainya.

Inilah Info Paling Penting seputar Penyakit Jantung Koroner
Inilah Info Paling Penting seputar Penyakit Jantung Koroner

Hal ini tentunya dibuktikan dengan banyaknya kasus Penyakit Jantung Koroner di Indonesia, yang sudah mencapai lebih dari 2 juta kasus untuk setiap tahunnya.

Nah, dengan besarnya jumlah angka kasus tersebut, ditambah lagi dengan tingginya angka letalitas, membuat kita harus mawas diri dengan kesehatan diri kita sendiri, terutama pada kondisi pandemi COVID-19 yang masih merajalela hingga saat ini.

Lalu, sebenarnya bagaimana langkah tepat untuk mencegah penyakit seperti ini? Dan bagaimana bisa penyakit ini bisa menyerang tubuh manusia?

Semuanya akan dijelaskan secara tuntas pada penjelasan berikut ini!

Penyebab Utama terjadinya Penyakit Jantung Koroner pada tubuh manusia

Jika diartikan secara umum, Penyakit Jantung Koroner atau biasa disingkat dengan PJK adalah suasana ketika pembuluh darah jantung (arteri koroner) tersumbat oleh timbunan lemak. Bila lemak makin lama menumpuk, maka arteri akan makin lama menyempit, dan menyebabkan aliran darah ke jantung berkurang.

Berkurangnya aliran darah ke jantung dapat menyebabkan gejala PJK, seperti angina dan sesak napas. Bila suasana berikut tidak segera ditangani, arteri dapat tersumbat sepenuhnya, dan menyebabkan serangan jantung.

Perlu Anda ketahui, bahwa Arteri koroner itu sendiri adalah sebuah pembuluh darah yang mengalirkan darah kaya oksigen ke jantung.

Nah, sebagai pengetahuan saja, sebenarnya terdapat dua jenis arteri koroner, yang sama-sama bercabang dari aorta atau pembuluh darah besar, yaitu:

 

  • Arteri koroner kiri utama (left main coronary artery/LMCA).

 

Arteri ini berfaedah mengalirkan darah ke serambi kiri dan bilik kiri jantung.

Nah, LMCA ini terbagi lagi menjadi dua bagian, yaitu Left anterior descending (LAD) yang berfaedah mengalirkan darah ke bagian depan dan kiri jantung. Dan satu lagi adalah Circumflex (LCX) yang berfaedah mengalirkan darah ke bagian belakang dan sisi luar jantung.

 

  • Arteri koroner kanan (right coronary artery/RCA).

 

Secara khusus, bagian Arteri ini mengalirkan darah ke serambi kanan dan bilik kanan dari bagian jantung manusia. Selain itu, RCA termasuk mengalirkan darah ke nodus sinoatrial dan nodus atrioventrikular, yang sesuaikan ritme jantung. RCA ini sendiri, juga terbagi lagi menjadi right posterior descending dan acute marginal artery.

Bersama LAD, RCA termasuk mengalirkan darah ke bagian tengah jantung, dan septum (dinding pemisah antara bilik kanan dan bilik kiri jantung). 

Nah, orang-orang yang mengalami Penyakit Jantung Koroner, pasti ada terdapat masalah diantara kedua arteri koroner tersebut gan. Dimana timbunan lemak bisa terjadi ke seluruh pembuluh darah tersebut yang dapat menyebabkan seseorang terkena PJK.

Lalu, dari manakah sebenarnya lemak-lemak ini berasal? Apakah berasal dari pola makan yang tak sehat?

Itu memang sudah pasti gan, tapi pada dasarnya, masih ada banyak sekali Penyebab terjadinya penyakit Jantung Koroner, yang dapat Anda saksikan selengkapnya pada penjelasan berikut ini.

Kebiasaan Merokok

Kebiasaan merokok merupakan penyebab penyakit jantung koroner sebab paparan nikotin dan karbon monoksida rokok membuat jantung bekerja lebih cepat.

Hal itu membebani kinerja jantung sekaligus tingkatkan risiko pembekuan darah yang dapat membuat penyakit jantung.

Selain itu, bahan kimia didalam asap rokok dapat merusak susunan arteri koroner. Tak cuma penyakit jantung koroner, merokok secara umum tingkatkan risiko segala style penyakit jantung. 

Tekanan darah tinggi / Hipertensi

Penyakit jantung koroner terhitung dapat disebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol akibat dari kegiatan / pola makan yang tidak teratur, tentu akan membuat pembuluh darah arteri mengeras dan menebal.

Hal itu tentunya dapat mempersempit dan halangi aliran pembuluh darah di jantung.

Adanya kandungan Kolesterol tinggi dalam tubuh

Tentunya kita semua sudah tahu, bahwa Kolesterol adalah suatu lemak yang dihasilkan oleh organ hati, dan juga dapat diperoleh secara langsung dari makanan tertentu yang masuk ke tubuh.

Tubuh perlu kolesterol didalam kuantitas kecil sehingga kinerjanya selamanya optimal. Namun, kolesterol yang amat banyak di didalam darah dapat menumpuk dan membentuk plak penyebab penyakit jantung koroner.

Kurangnya olahraga dan tidak cukup bergerak

Timbunan lemak rentan menumpuk di pembuluh darah arteri jika seseorang tidak cukup bergerak dan tidak rajin berolahraga.

Jika arteri yang yang memasok darah ke jantung tersumbat, seseorang dapat mengalami serangan jantung. Sedangkan pas anggota yang tersumbat adalah arteri yang memasok darah ke otak, seseorang dapat mengalami serangan stroke.

Menderita Penyakit Diabetes

Kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol atau penyakit diabetes terhitung dapat jadi penyebab penyakit jantung koroner.

Diabetes dapat membuat susunan pembuluh darah jadi lebih tebal. Tentunya, kondisi ini dapat halangi aliran darah yang mengalir ke jantung.

Mengalami Penyakit Trombosis

Trombosis itu sendiri merupakan suatu penyakit, dimana terjadi pembentukan gumpalan darah di pembuluh darah vena atau arteri. Jika trombosis berkembang di arteri koroner, pasokan darah ke jantung menyusut dan membuat serangan jantung.

Berada dalam kondisi Kegemukan atau obesitas

Orang yang mengalami kegemukan atau obesitas, sudah pasti lebih rentan untuk mengembangkan plak di pembuluh darahnya. Selain itu, orang kegemukan dan obesitas terhitung lebih berisiko terkena sindrom metabolik atau kombinasi antara kolesterol tinggi, diabetes, dan tekanan darah tinggi.

Setiap orang pasti tak lepas dari yang namanya stress tiap-tiap hari. Stress yang terkontrol dapat membuat asumsi fokus dan lebih siaga. Namun, stress berlebihan terus menerus dapat merusak arteri dan lambat laun membuat penyakit jantung koroner.

Beberapa Penyebab lainnya

Selain lebih dari satu aspek di atas, penyakit jantung koroner terhitung dapat disebabkan keadaan atau masalah kesegaran lainnya. Antara lain aspek keturunan, masalah tidur apnea, kehamilan preeklamsia, dan penyakit autoimun.

Tidak tersedia penyebab jantung koroner yang tunggal. Umumnya, orang terkena penyakit jantung ini sebab miliki lebih dari satu aspek risiko di atas. Kabar baiknya, lebih dari satu penyakit jantung koroner dapat dicegah.

Terutama dengan mengontrol lebih dari satu penyebab jantung koroner yang dapat dikendalikan. Mulailah merawat pola makan sehat dan seimbang, rajin olahraga dan aktif bergerak, jaga berat badan ideal, setop merokok, dan minimalkan stress. Hal yang tak kalah penting selamanya pemeriksaan takaran gula darah, kolesterol, dan tekanan darah.

Kenal lebih dalam tentang Gejala dari Penyakit Jantung Koroner

Perlu diingatkan, bahwa setiap gejala yang ditimbulkan dari Penyakit Jantung Koroner, jangan sampai Anda abaikan begitu saja. Karena pada dasarnya, PJK ini merupakan salah satunya yang dapat membuat Anda kehilangan nyawa, seandainya Anda tidak sigap dalam menangani setiap gejalanya!

Maka dengan itu, perlu diketahui beberapa Gejala / tanda dari Penyakit Jantung Koroner seperti berikut ini.

Mengalami Nyeri dada (angina)

Pada dasarnya, Angina adalah nyeri dada yang berjalan kala daerah otot jantung tidak memperoleh lumayan oksigen. Angina dapat jadi seperti dada tengah ditekan atau diremas kuat-kuat. Biasanya, perihal ini dapat dirasakan kala Anda sangat banyak beraktivitas.

Angina atau nyeri dada yang terlihat sebagai tanda-tanda berasal dari penyakit jantung koroner ini dapat jadi terhadap dada sebelah kiri atau bagian tengah. Kondisi ini juga sanggup terlihat kecuali dipicu oleh stres, baik fisik maupun emosi.

Namun, rasa sakit di bagian dada ini umumnya hilang di dalam hitungan menit sehabis Anda berhenti laksanakan aktivitas yang menyebabkan stress. Pada sebagian orang, terutama terhadap wanita, rasa sakit ini kemungkinan juga menjalar hingga ke leher, lengan, hingga punggung.

Hanya saja, Anda perlu mengingat bahwa tidak seluruh nyeri dada adalah tanda-tanda dari Penyakit Jantung koroner. Nyeri dada akibat angina juga sanggup disertai oleh tanda-tanda lainnya, seperti keringat dingin.

Mengalami Keringat dingin dan mual

Ketika pembuluh darah menyempit, otot-otot jantung dapat kekurangan oksigen supaya menyebabkan suatu suasana yang disebut iskemia.

Kondisi ini dapat menyebabkan keluarnya keringat berlebih dan penyempitan pembuluh darah, yang sesudah itu terlihat sebagai suatu sensasi yang sering diekspresikan sebagai keringat dingin. Di segi lain, iskemia juga sanggup menyebabkan reaksi mual dan muntah.

Sering terkena Serangan jantung

Serangan jantung ternyata menjadi salah satu tanda-tanda berasal dari penyakit jantung koroner yang kemungkinan muncul. Arteri koroner yang tersumbat sebetulnya sanggup menyebabkan serangan jantung. Salah satu tanda-tanda serangan jantung yang paling sering terlihat adalah nyeri terhadap dada, lengan, atau bahu yang disertai dengan sesak napas dan keringat dingin.

Sayangnya, nyeri dada sebab serangan jantung sering disalahartikan sebagai nyeri dada sebab asam lambung naik menuju esofagus (heartburn). Maka itu, Anda juga perlu tahu beda nyeri dada serangan jantung dan heartburn supaya tidak salah laksanakan diagnosis dan penanganan.

Biasanya, tanda-tanda serangan jantung terhadap wanita tidak terlihat seperti kasus jantung, misalnya rasa sakit di leher atau rahang. Bahkan, serangan jantung sanggup saja terlihat tanpa gejala.

Mengalami Gagal jantung

Selain serangan jantung, gagal jantung juga sanggup menjadi beberapa ciri berasal dari tanda-tanda penyakit jantung koroner. Mengapa demikian? Pasalnya, berdasarkan National Heart Service, jantung menjadi lebih lemah untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Hal ini sanggup menyebabkan penumpukan cairan terhadap paru-paru dan menyebabkan Anda tambah susah bernapas. Gagal jantung sanggup berjalan secara tiba-tiba atau bertahap, yakni berkembang bersamaan berjalannya waktu.

Oleh sebab itu, kecuali Anda mengalami sebagian tanda di atas, jangan diabaikan. Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter.

Jika Anda menduga bahwa tanda-tanda yang terlihat adalah tanda-tanda berasal dari penyakit jantung koroner, segera dapatkan dukungan medis. Semakin cepat Anda memperoleh perawatan untuk menghambat serangan jantung, tambah baik kesempatan Anda bertahan hidup.

Sekali lagi saya ingatkan, bahwa jika anda mengalami salah satu gejala di atas, langsung segera periksakan diri anda ke dokter spesialis Jantung untuk lebih memastikan Penyakit apa yang sebenarnya anda derita saat itu.

Karena pada dasarnya, hal tersebut dapat dilakukan sebagai tindak pencegahan agar Penyakit yang Anda derita tidak semakin memburuk dan dapat membahayakan nyawa Anda sendiri!

Menerapkan langkah jitu kurangi Dampak Penyakit Jantung Koroner

Jika semisal sekarang ini Anda menderita Penyakit Jantung Koroner, tetaplah berpikiran positif karena menderita PJK bukanlah akhir dari hidup Anda.

Oleh karena itu, dari pada stress terus yang justru dapat memperparah kondisi Anda, lebih baik Anda lakukan saja beberapa langkah jitu kurangi dampak dari Penyakit Jantung Koroner.

Beberapa contohnya, dapat Anda lihat di bawah ini.

Selalu Menerapkan pola makan yang sehat

Salah satu usaha pencegahan terhadap penyakit jantung koroner adalah menerapkan pola makan yang sehat. Oleh karena itu, Anda mampu menjadi lebih menyimak apa saja makanan yang Anda mengonsumsi demi memelihara kebugaran jantung.

Makanan yang sehat untuk jantung termasuk makanan yang kaya akan serat, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran segar. Bahkan, kecuali bisa, Anda disarankan untuk mengkonsumsinya sebanyak lima porsi dalam sehari. Tidak cuma itu, gandum termasuk termasuk makanan yang baik untuk jantung.

Sebaliknya, tersedia pula makanan yang dilarang untuk penyakit jantung, terlebih kecuali Anda menginginkan mencegahnya. Sebagai contoh, makanan yang kaya akan persentase garam karena mampu menambah tekanan darah.

Ada pula makanan dengan persentase lemak jemu dan lemak trans yang sangat tinggi. Keduanya termasuk makanan yang wajib Anda hindari untuk pencegahan penyakit jantung koroner. Pasalnya, makanan yang tinggi persentase lemak mampu menambah persentase kolesterol dalam darah.

Beberapa sebagian makanan yang kaya akan persentase lemak jenuh, misalnya Mentega, Krim, Kue dan biskuit, Makanan yang punya kandungan minyak kelapa, hingga Sosis.

Meski begitu, Anda tetap boleh untuk mengonsumsi lemak tak jemu untuk menambah persentase kolesterol baik (HDL) di dalam darah, supaya mengurangi penyumbatan yang berlangsung terhadap pembuluh darah arteri.

Seperti layaknya Minyak ikan, Alpukat, Kacang-kacangan dan biji-bijian, Minyak bunga matahari, minyak olive, dan minyak sayur.

Selain wajib asupan garam, asupan gula yang sangat banyak ternyata termasuk tidak cukup baik untuk kebugaran jantung. Untuk itu, kecuali Anda menginginkan laksanakan pencegahan terhadap penyakit jantung koroner, cara yang wajib Anda laksanakan adalah hindari makanan yang tinggi persentase gulanya.

Hindari kebiasaan merokok sejak awal

Salah satu cara menghindar penyakit jantung koroner adalah hindari kebiasaan merokok. Ya, kebiasaan merokok punyai pengaruh terhadap kebugaran jantung Anda. Bahkan, menurut John Hopkins Medicine, merokok merupakan salah satu style hidup yang mampu sebabkan berbagai kasus jantung, terlebih serangan jantung.

Salah satu persentase di dalam rokok yang mampu membahayakan kebugaran adalah nikotin. Kandungan rokok yang satu ini mampu menambah tekanan darah, yaitu salah satu segi risiko dari penyakit jantung koroner.

Tidak cuma beresiko bagi diri sendiri, merokok termasuk beresiko bagi orang di sekitar. Pasalnya, pas orang lain yang tidak merokok menghirup asap rokok, mereka akan selalu jadi perokok pasif dan selalu merasakan dampaknya.

Kebiasaan merokok mampu menambah risiko Anda mengalami aterosklerosis, yaitu penyempitan pembuluh darah akibat menumpuknya plak terhadap pembuluh darah arteri.

Maka itu, salah satu pencegahan yang mampu Anda laksanakan terhadap penyakit jantung koroner adalah tidak merokok. Jika Anda sudah terlanjur laksanakan kebiasaan ini, Anda mampu laksanakan usaha pencegahan jantung koroner dengan menghentikan kebiasaan ini.

Berhenti merokok sebenarnya bukan perkara mudah, tapi selama didampingi dengan tekad yang kuat, lama-kelamaan Anda akan miliki kebiasaan dan mampu sangat berhenti dari kebiasaan yang tak baik untuk kebugaran secara menyeluruh.

Selalu Rutin berolahraga

Jangan menanti tanda-tanda penyakit jantung koroner keluar terlebih dahulu untuk menjadi rutin berolahraga. Usahakan, mulailah rutin aktif berolahraga menjadi pas ini. Selain baik untuk kebugaran jantung, rajin laksanakan kesibukan fisik termasuk baik untuk memelihara berat badan.

Sementara itu, punyai berat badan ideal termasuk mampu menunjang Anda mengurangi risiko mengalami tekanan darah tinggi, salah satu segi risiko dari penyakit jantung koroner. Dengan kata lain, rutin berolahraga merupakan salah satu cara yang pas sebagai pencegahan terhadap penyakit jantung koroner.

Di samping turunkan tekanan darah tinggi, rutin berolahraga termasuk mampu menunjang jantung dan sistem aliran darah di dalam tubuh jadi bekerja dengan lebih efisien. Tidak cuma itu, olahraga termasuk mampu turunkan persentase kolesterol di dalam darah.

Namun, perhatikan model olahraga yang Anda lakukan. Pastikan bahwa Anda laksanakan olahraga yang baik untuk jantung. Selain pilihan model olahraga, untuk memaksimalkan pencegahan terhadap penyakit jantung koroner ini, Anda mampu laksanakan olahraga dengan durasi atau lama pas yang tepat.

Sebagai contoh, Anda disarankan berolahraga sebanyak 150 menit atau dua setengah jam tiap tiap minggunya kecuali Anda laksanakan olahraga yang ringan. Namun, kecuali Anda laksanakan olahraga yang memadai berat, pas yang diperlukan kemungkinan cuma 75 menit dalam seminggu.

Anda mampu membaginya ke dalam lima hari dalam satu minggu. Jadi, Anda cuma wajib laksanakan kesibukan fisik atau olahraga sebanyak 30 menit dalam sehari. Akan tetapi, sebelum saat itu, akan lebih baik kecuali Anda berkonsultasi ke dokter berkenaan pilihan cara dalam menghindari penyakit jantung koroner ini. Pastikan pilihan olahraga sudah sesuai dengan kemampuan fisik yang Anda miliki.

Dan tentunya, selain semua hal tersebut ada beberapa cara lainnya yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi dampak Penyakit Jantung Koroner, seperti menjaga berat badan ideal, menjaga tekanan darah yang normal, mengendalikan asupan gula, mengurangi konsumsi alkohol secara berlebih, dan masih banyak lagi.

Nah, semoga dari Info Paling Penting seputar Penyakit Jantung Koroner ini, dapat menjadi bekal terbaik buat Anda sekalian, dan Sampai jumpa di lain hari!