Alami Gejala Virus Corona? Begini Mengatasinya

Gejala Virus Corona seperti apa yang Anda alami atau rasakan? Gejala Virus Corona digadang-gadang mirip dengan gejala flu, demam, tipes, atau DBD. Namun, untuk kalian yang masih bingung dan bertanya-tanya mengenaik Gejala Virus Corona yang valid, kami akan jelaskan untuk Anda, Gejala Virus Corona apa saja yang membuktikan bahwa seseorang mengidap atau positif terhadap virus corona. 

Penyebaran virus corona baru di seluruh dunia bisa saja membuat Anda menjadi risau karena saluran pernapasan yang diserang karena penyakit COVID-19. Meskipun bisa saja Anda mengalami infeksi saluran pernapasan biasa seperti flu atau pilek lebih besar, ada baiknya Anda memperhatikannya dengan sungguh-sungguh dan menghubungi dokter untuk berjaga-jaga. Jika Anda sakit, dokter akan beri tambahan perawatan yang Anda butuhkan.

Alami Gejala Virus Corona, Begini Mengatasinya
Alami Gejala Virus Corona, Begini Mengatasinya

Dari pada Anda bimbang apakah mengalami Gejala Virus Corona atau hanya gejala flu serta penyakit lainnya, simak artikel ini sampai habis ya untuk mengetahui Gejala Virus Corona yang tepat. 

Mengenali Gejala Virus Corona

Waspadai batuk kering maupun berdahak. Meskipun COVID-19 adalah penyakit infeksi saluran pernapasan, Gejala Virus Corona tidak sama seperti infeksi flu atau pilek biasa. Batuk adalah tanda-tanda lazim COVID-19, bisa dengan maupun tanpa dahak. Hubungilah dokter jika Anda batuk dan menduga bahwa itu adalah Gejala Virus Corona. 

Kemungkinan Anda terinfeksi COVID-19 bakal lebih besar misalnya tersedia penularan komunitas di tempat sekitar, Anda pernah kontak dengan seseorang yang bisa saja terinfeksi, atau pernah bepergian ke tempat dengan tingkat penularan komunitas yang tinggi. 

Tutupilah mulut Anda dengan tisu atau siku tangan supaya orang lain tidak tertular infeksi. Anda boleh memakai masker bedah untuk menghalau percikan yang bisa menginfeksi orang lain bila benar Anda positif virus corona.

Selama sakit, jauhilah orang-orang yang berisiko tinggi terinfeksi dan mengalami komplikasi, seperti manula berusia 65 tahun atau lebih, bayi, anak-anak, ibu hamil, dan mereka yang gunakan obat penekan proses kekebalan tubuh.

 

Cek Suhu Tubuh

Ukurlah suhu tubuh untuk jelas apakah Anda demam atau alami Gejala Virus Corona. Virus corona baru ini umumnya seperti demam. Gunakan termometer untuk mengukur suhu tubuh, memperhatikan apakah mencapai 38 derajat Celcius atau lebih yang menandakan bahwa Anda demam. Hubungilah dokter jika Anda demam untuk jelas penyebabnya dan selain untuk meminta bantuan medis, tetaplah tinggal di rumah. 

Selama demam, bisa saja Anda menularkan penyakit apa pun yang Anda derita. Lindungilah orang lain dengan tinggal di rumah.

Ingatlah bahwa demam adalah tanda-tanda pada banyak penyakit. Jadi, demam tidak langsung berarti bahwa Anda terinfeksi virus corona atau alami gejala virus corona.

Periksakan Jika Alami Sesak Nafas

Segera kunjungi dokter jila Anda sesak napas. Gejala Virus Corona baru ini adalah sesak napas. Karena kasus pernapasan sangatlah serius, segeralah kunjungilah dokter atau unit gawat darurat untuk mendapatkan perawatan yang Anda butuhkan. Anda bisa saja menderita penyakit serius, entah itu virus corona maupun bukan. 

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus corona baru ini bisa memicu komplikasi serius, seperti pneumonia. Segeralah kunjungi dokter jika Anda mengalami kasus pernapasan untuk berjaga-jaga.

Perhatikan untuk Orang-orang dengan daya tahan tubuh yang lemah atau penyakit medis yang mendahului seperti kanker, penyakit jantung, atau diabetes, terlampau rentan pada virus corona yang berpotensi mematikan. Bayi dan manula juga berisiko mengalami komplikasi seperti bronkitis atau pneumonia. Jika Anda atau bagian keluarga Anda berisiko, lakukan langkah pencegahan ekstra untuk jauhi kontak dengan orang atau hewan yang terinfeksi.

 

Perhatikan Gejala Virus Corona yang Muncul

Perhatikan tanda-tanda COVID-19 yang jarang muncul. Meskipun demam, batuk, dan sakit kepala adalah tanda-tanda yang paling lazim muncul, sebagian orang ada yang mengalami tanda-tanda lain. Sakit tenggorokan, sakit kepala, kehilangan penciuman dan pengecap, nyeri tubuh, diare, konjungtivitis (mata merah), ruam kulit, atau perubahan warna jari kaki dan jari tangan bisa jadi menandakan Anda tertular COVID-19.  Menggigil, hidung mengeluarkan ingus, hidung tersumbat, dan muntah-muntah juga adalah tanda-tanda virus corona. 

Kekhawatiran Anda wajar, tetapi coba untuk mengingat bahwa bisa saja Anda tertular virus corona memang cukup kecil misalnya tidak mengalami tanda-tanda demam, batuk, dan sesak napas.

Jika Anda berusia muda dan sehat, Anda bisa saja hanya mengalami tanda-tanda ringan COVID-19. Jika Anda baru saja bepergian atau terpapar penderita COVID-19 dan mengalami tanda-tanda saluran pernapasan, hubungilah dokter dan tanyakan apakah Anda mesti meniti pemeriksaan. Sementara itu, tetaplah tinggal di rumah untuk menghindar penularan ke orang lain.

 

Mencari Pertolongan Medis

Segera hubungi dokter jika menduga Anda mengalami Gejala Virus Corona. Jika menduga Anda sakit, amatilah gejalanya dengan sungguh-sungguh sebab infeksi virus corona berpotensi mematikan. Hubungilah dokter dan tanyakan apakah Anda mesti meniti memeriksaan virus corona. Beri jelas tanda-tanda dan riwayat perjalanan Anda baru-baru ini, dan juga apakah Anda pernah bertemu dengan orang yang bisa saja sakit atau bersentuhan dengan hewan yang terinfeksi. 

Ikutilah panduan dokter, entah itu melakukan pemeriksaan di rumah sakit atau tinggal di rumah dan memantau tanda-tanda sendiri. 

Beri tau staf dokter bahwa Anda menduga mengalami Gejala Virus Corona sebelum singgah ke rumah sakit. Dengan begitu, mereka bisa mengambil langkah pencegahan penularan penyakit ke pasien lain.

Biarkan dokter memeriksa kondisi Anda. Jika dokter menduga Anda terinfeksi virus corona, bisa saja mereka bakal mengarantina Anda di rumah sakit rujukan. Setelah itu, dokter bakal menghubungi Kementrian Kesehatan. Dokter atau petugas kesehatan bakal mengambil sampel usap atau darah untuk memeriksa virus corona. 

Ada bisa saja Anda diizinkan untuk lakukan karantina mandiri di rumah, terkait keadaan yang dihadapi. Meskipun begitu, bisa saja Anda bakal diisolasi untuk menghindar penyebaran virus ini ke orang lain.

Pemeriksaan spesimen bisa saja tidak bisa dilaksanakan langsung di rumah sakit dan spesimen Anda mesti dikirim ke laboratorium khusus.

 

Karantina Mandiri

Lakukan karantina mandiri jika Anda mengalami Gejala Virus Corona atau dinyatakan positif COVID-19. Jika Anda terasa tidak sehat atau menduga terpapar COVID-19, lakukan karantina mandiri di rumah, kecuali Anda mengalami tanda-tanda berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Infeksi virus ini tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik. Mintalah panduan perawatan mandiri kepada dokter dan berusahalah menghindar penularan penyakit ini ke orang lain.

Dokter bisa saja bakal meresepkan atau menyarankan penggunaan obat untuk menangani tanda-tanda penyakit. Karena belum ada obat yang bisa membunuh virus atau menyembuhkan penyakit akibat virus, yang bisa Anda lakukan semata-mata memelihara diri sendiri dan tunggu penyakit ini membaik.

Tanyakan apa saja yang Anda alami kepada dokter dan kapan Anda mesti pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lanjutan (misalnya, Gejala Virus Corona Anda jadi tambah berat atau ada tanda-tanda baru yang timbul). 

Carilah bantuan medis darurat jika Anda mengalami tanda-tanda serius. Meskipun sebagian kasusnya tergolong ringan, COVID-19 bisa memicu tanda-tanda saluran pernapasan berat seperti sulit bernapas. Sekalipun tidak berhubungan dengan COVID-19, sulit bernapas adalah keadaan darurat. Kunjungilah unit gawar darurat atau hubungi ambulans jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami tanda-tanda selanjutnya ini:

  • Sulit bernapas atau napas pendek yang berat
  • Bibir atau muka membiru
  • Nyeri atau tekanan pada dada
  • Kebingungan atau sulit merespons.

 

Merawat Diri Selama Sakit

Tetaplah di rumah sampai dokter menyatakan Anda bebas dari infeksi dan gejala Gejala Virus Corona. Tinggal di rumah bakal menghindar penularan infeksi ke orang lain. Sementara itu, banyak beristirahat juga penting untuk menunjang tubuh melawan infeksi dan memulihkan diri. Selama Anda terinfeksi, tetaplah di rumah, jangan pergi bekerja atau ke sekolah dan jauhi kesibukan yang menguras tenaga di rumah. Cobalah untuk tidur semaksimal mungkin. 

Tanyakan kepada dokter kapan Anda bisa beraktivitas seperti biasa. Dokter bisa saja bakal menyarankan Anda tunggu sampai 10 hari atau apalagi lebih sesudah tanda-tanda Anda reda. 

Jika Anda tinggal dengan orang lain di rumah, berusahalah semaksimal bisa saja untuk mengisolasi diri di kamar terpisah. Jika ada lebih dari 1 kamar mandi di rumah, gunakan kamar mandi terpisah dari orang lain di rumah. Langkah ini bisa menunjang menghindar keluarga dan rekan serumah Anda tertular virus. 

Gunakan obat bebas untuk meredakan nyeri dan demam. Jika Anda mengalami Gejala Virus Corona seperti nyeri tubuh, sakit kepala, atau demam, Anda bisa meredakannya dengan obat seperti parasetamol (Panadol, Sanmol), ibuprofen (Motrin, Advil), atau naproxen (Aleve). Jika Anda berusia lebih dari 18 tahun, bisa gunakan aspirin untuk meredakan nyeri dan demam.

Jangan pernah memberikan aspirin kepada anak-anak atau remaja di bawah 18 tahun sebab berpotensi memicu keadaan fatal yang disebut sindrom Reye.

Selalu mengikuti panduan dosis di dalam kemasan obat, atau mengikuti panduan dokter atau apoteker. Sebelum gunakan obat apa pun, beri jelas dokter jika Anda sedang hamil atau menyusui.

Anda bisa saja pernah mendengar Info bahwa obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen (Advil, Motrin) dan naproxen (Aleve) bisa memperparah COVID-19. Meskipun begitu, tidak tersedia bukti ilmiah yang mendukungnya. Jika Anda khawatir gunakan obat tertentu, hubungilah dokter terlebih dahulu.

 

Redakan Batuk dengan Humidifier

Gunakan humidifier untuk meredakan batuk. Humidifier bisa melegakan tenggorokan, paru-paru, dan saluran napas. Letakkan humidifier di sebelah tempat tidur di malam hari dan di tempat yang kerap Anda gunakan beristirahat di siang hari. 

Mandi dengan air panas atau duduk di kamar mandi sambil menyalakan keran air panas terhitung bisa meredakan tanda-tanda dan mengencerkan lendir di paru-paru dan saluran sinus.

Minum banyak air. Anda gampang dehidrasi selama sakit. Selama pemulihan dari virus corona, teruslah minum air, jus buah, atau cairan lain untuk melawan dehidrasi dan mengencerkan sumbatan saluran napas.

Cairan hangat seperti kaldu, teh, atau air hangat dengan lemon, bisa juga melegakan selama Anda batuk atau sakit tenggorokan.

Isolasi diri sampai dokter mengizinkan Anda keluar rumah. Untuk menghindar penyebaran virus, Anda mesti selamanya tinggal di rumah sampai tidak menularkan virus ke orang lain. Dokter bakal memberi jelas kapan Anda boleh beraktivitas normal kembali. Pastikan kepada dokter terlebih dahulu sebelum keluar rumah, kendati Anda telah terasa lebih baik. 

Dokter bisa saja bakal memeriksa ulang apakah tetap ada virus corona di tubuh Anda.

Jika pemeriksaan virus corona tidak tersedia, dokter bisa saja bakal mengizinkan Anda keluar rumah sesudah tidak menyatakan tanda-tanda ulang selama minimal 72 jam.

 

Mencegah Infeksi dan Gejala COVID-19

Jalani vaksinasi. Jika tersedia untuk Anda, ikutilah program vaksinasi COVID-19. Beberapa jenis vaksin telah disetujui penggunaan di Indonesia dan seluruh dunia. Vaksinasi COVID-19 di Indonesia terbagi dalam 4 tahapan dengan memperhitungkan ketersediaan dan pas kedatangan vaksin. Secara umum, petugas kesehatan, petugas service publik, dan kelompok usia lanjut yang berisiko lebih tinggi bakal beroleh vaksin terlebih dahulu. 

Dua vaksin yang telah disetujui penggunaan di Indonesia adalah vaksin buatan Sinovac dan AstraZeneca.

Kemungkinan besar, Anda tidak bisa memilih vaksin apa yang bakal Anda menerima dan juga kapan Anda bakal menerima vaksin selanjutnya sebab ketersediaannya yang tetap terbatas. Meskipun begitu, penggunaan vaksin menyatakan proteksi yang baik pada infeksi COVID-19 dalam uji coba dan juga mengurangi bisa saja Anda mengalami Gejala Virus Corona berat dan dirawat di rumah sakit. 

Tetaplah di rumah semaksimal bisa saja untuk memelihara jarak dari orang lain. Anda bisa saja pernah mendengar arti “jaga jarak” atau “social distancing”, yang berarti menghalangi kontak dengan orang lain. Tindakan ini bisa menunjang menghindar penularan virus corona di komunitas. Jadi, pastikan untuk hanya keluar dari rumah kecuali ada perihal yang terlampau mesti Anda lakukan, seperti berbelanja makanan atau bekerja. Sementara itu, berusahalah untuk bekerja atau belajar dari rumah semaksimal mungkin. 

Dalam pertemuan keluarga atau sosial, batasilah tamu maksimal 10 orang atau tidak cukup dan tetaplah memelihara jarak sekitar 1,5 – 2 meter dengan orang lain.

Pakailah masker dan ambil jarak sekitar 1,5 – 2 meter dari orang lain di tempat umum. Jika Anda mesti ke toserba, bekerja, atau lakukan pekerjaan lain di luar rumah, lindungilah diri sendiri dan orang lain dengan memakai masker. Pakailah masker yang pas menutupi hidung, mulut, dan dagu Anda. Selain itu, berusahalah semaksimal bisa saja untuk mengambil jarak sekitar 1,5 – 2 meter dari siapa pun yang tidak tinggal serumah dengan Anda.

 

Selalu Cuci Tangan 

Cuci tangan secara tertib dengan air hangat dan sabun. Mencuci tangan adalah salah satu langkah paling baik untuk menghindar penyebaran virus corona dan penyakit lain. Gunakan air hangat dan sabun sering-sering selama hari untuk bersihkan tangan, terlebih sesudah menyentuh permukaan yang kerap dilalui (misalnya gagang pintu di WC lazim atau pegangan tangga di kereta dan bus) maupun hewan dan manusia yang berpotensi terinfeksi. Cucilah tangan selama minimal 20 detik dan pastikan untuk bersihkan sela-sela jari Anda juga. 

Untuk meyakinkan Anda cukup lama membasuh tangan, coba menyanyikan lagu “Happy Birthday” pas Anda melakukannya. Gunakan hand sanitizer jika sabun dan air tidak tersedia.

Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut. Virus saluran pernapasan seperti virus corona bisa masuk ke dalam tubuh melalui membran lendir di mata, hidung, dan mulut. Anda bisa memelihara diri sendiri dengan jauhi tangan dari wajah, terlebih sebelum dicuci dengan benar. 

Cuci dan bersihkan seluruh benda dan permukaan yang disentuh orang sakit dari kuman. Jika Anda atau seseorang di rumah Anda sakit akibat virus corona, cegah penyebarannya dengan bersihkan apa pun yang bersentuhan dengannya. Gunakan larutan 1 cangkir (250 ml) cairan pemutih dalam 4 liter air hangat atau semprotan disinfektan untuk membersihkan. Pastikan permukaan selanjutnya basah selama sekitar 10 menit supaya disinfektan bisa bekerja dengan efektif.

Jika ada bagian keluarga di rumah yang sakit, langsung bersihkan piring atau peralatan makannya dengan air panas dan sabun. Selain itu, bersihkan seprai dan sarung bantal yang terkontaminasi dengan air panas.

Hindari kontak dengan orang yang sedang sakit. Virus corona menular melalui percikan orang yang terinfeksi. Anda bisa dengan gampang menghirup percikan ini pas orang yang terinfeksi batuk. Jika Anda memandang ada seseorang sedang batuk atau memberi jelas Anda mereka sedang sakit, coba menjauh dari mereka. Selain itu, berusahalah untuk jauhi langkah penularan selanjutnya ini:

  • Kontak dekat dengan orang yang terinfeksi seperti berpelukan, berciuman, berjabat tangan, atau berdekatan dengan mereka dalam waktu lama (misalnya duduk bersebelahan di bus atau pesawat).
  • Menggunakan cangkir, peralatan makan, atau barang privat dengan orang yang terinfeksi.
  • Menyentuh mata, hidung, atau mulut sesudah menyentuh orang yang terinfeksi.
  • Bersentuhan dengan tinja terinfeksi (misalnya pas Anda mengganti popok pada bayi atau balita yang terinfeksi).

 

Tutupi mulut tiap kali batuk dan bersin kecuali Anda terinfeksi. Orang-orang yang terinfeksi virus corona bisa menularkan penyakit melalui batuk dan bersin. Jika Anda terinfeksi virus ini, Anda bisa menghindar orang lain tertular dengan menutupi mulut dan hidung gunakan tisu, sapu tangan, ataupun masker pas batuk dan bersin. 

Segera buang tisu yang telah digunakan lantas cuci tangan Anda dengan sabun dan air.

Jika Anda tiba-tiba batuk atau bersin, atau Anda tidak miliki tisu, tutupilah mulut dan hidung dengan lekukan siku tangan, bukan telapak tangan Anda. Dengan begitu, Anda bisa meminimalkan penyebaran virus pas menyentuh benda.

Jaga kebersihan di sekitar hewan. Meskipun kecil kemungkinannya, hewan tetap bisa saja menularkan virus corona ke manusia. Selain itu, ada sebagian kasus hewan tertular virus dari manusia. Jadi, jika Anda berkontak dengan hewan apa pun, hewan peliharaan, pastikan untuk selalu membasuh tangan sampai bersih. Hindari kontak dengan hewan yang terlihat sakit.

Masaklah daging dan produk hewani lain dengan sempurna. Anda bisa mengalami infeksi virus corona dan penyakit lain akibat mengkonsumsi daging atau susu yang terkontaminasi atau tidak dimasak dengan baik. Hindari mengkonsumsi produk hewani mentah atau yang tidak dipasteurisasi, dan juga cucilah tangan dan bersihkan permukaaan dan peralatan yang bersentuhan dengan daging atau susu mentah. 

 

Waspadai Gejala Virus Corona

Jangan abai, Anda perlu mewaspadai dari Gejala Virus Corona bila Anda mengalami beberapa gejalanya. Jangan panik, segera isolasi diri secara mandiri. Perbanyak air putih, konsumsi vitamin, dan berjemur pada pagi hari. Jika alami Gejala Virus Corona yang lebih berat, segera hubungi dokter atau rumah sakit.