Sebelum Nikah Bahas Topik Ini Bersama Pasangan

Sebelum nikah adalah hal yang cukup mendebarkan dan membuat sedikit sakit kepala karena banyak sekali hal yang harus diurus demi terciptanya pernikahan impian kamu dengan pasangan. Namun, tidak sedikit pasangan yang melupakan bahwa lebih penting kehidupan pernikahan ketimbang hari H pernikahan. Untuk itu ada baiknya sebelum nikah kamu diskusikan terlebih dahulu beberapa poin penting berikut bersama pasanganmu.

Tidak hanya membahas seputar pilihan Gedung pernikahan, menu catering yang enak dan murah, dekorasi yang menawan, souvenir yang mengesankan, hingga seragam dan baju pengantin.

Sebelum Anda melangkah ke jenjang pernikahan, ketahui apa saja yang harus dibahas demi persiapan diri terhadap setiap kemungkinan dalam kehidupan rumah tangga berdua nantinya. Berikut topik yang harus kamu diskusikan bersama pasangan sebelum nikah.

Sebelum Nikah Bahas Topik Ini Bersama Pasangan
Sebelum Nikah Bahas Topik Ini Bersama Pasangan

Sebelum Nikah Kita Harus?

Menikah adalah impian setiap pasangan yang sedang mabuk cinta yang ingin meresmikan cinta mereka. Sebelum nikah kita harus apa demi memantapkan mental dan kesiapan kamu dengan pasanganmu. Sebaiknya bahas topik ini dengan pasangan kamu:

  1. Keyakinan dan SpiritualitasKamu dengan pasangan harus membahas soal keyakinan sebelum nikah yang jadi poin utama kecuali jika kepercayaan kamu dengan pasangan sama, itu akan menjadi hal yang tidak terlalu memberatkan. Beda soal jika kamu dengan pasangan memiliki beda keyakinan.

    Spiritualitas harus didiskusikan bersama dengan pasangan secara penuh. Untuk alasan ini, mutlak untuk bersikap terbuka dan jujur mengenai kepercayaan dan bagaimana kamu menjalaninya dalam kehidupan sehari-hari.

    Pembicaraan mengenai perihal ini harus lebih mendalam kembali kecuali Anda dan pasangan tidak sama agama dikarenakan potensi konflik lebih besar.

  2. Tempat TinggalTopik ini jarang dibicarakan padahal merupakan menjadi salah satu faktor yang sebabkan banyak pernikahan tidak cukup harmonis. Bicarakan bersama dengan pasangan mengenai dimana kalian berdua bakal tinggal.

    Kamu dan pasangan harus siap menghadapi pertanyaan akan tinggal dimana setelah menikah nanti. Apakah di apartemen, membeli tempat tinggal di pinggiran kota, atau menumpang bersama dengan orangtua.

    Nyatanya tidak sedikit pasangan yang kaget dengan jawaban dari pembahasan soal tempat tinggal. Sebagian pasangan ada yang tidak ingin meninggalkan kota tempat tinggal mereka. Oleh karena itu pembahasan ini sangat penting kamu bicarakan dengan pasangan sebelum nikah.

  3. Memilih FurnitureSangat mutlak untuk saling jujur soal preferensi dalam pilih suatu barang—terutama furniture rumah. Beberapa dari kita cukup senang dengan barang-barang minimalis, tapi ada orang lain yang lebih suka dengan sedikit sentuhan kemewahan. Tidak ada salah atau benar selama kita jujur mengenai hal itu.

    Rembukkan soal selera kamu dan pasangan mengenai tata ruang rumah tinggal kamu nantinya. Soal ini pun harus kamu bahas sebelum nikah agar mampu menciptakan rumah tinggal yang nyaman bagi kamu berdua.

  4. MakananMasa pacaran tidak cukup untuk membuatmu memiliki pemahaman penuh mengenai preferensi makan pasangan kamu. Ketika mulai mengisi dapur dan kulkas, barangkali kamu bakal kaget dengan perbedaan kebiasaan pada kamu dengan pasangan. Salah satu pasangan barangkali membenci makanan tidak sehat yang dibawa ke rumah, dan yang lainnya barangkali mulai dikritik secara tidak adil.

    Taruhannya bahkan lebih tinggi sesudah adanya anak dikarenakan kamu akan lebih kuatir mengenai bagaimana kebiasaan makan tidak sehat bakal mempengaruhi mereka. Inilah salah satu hal yang harus dibahas sebelum nikah.

    Bagaimana jika salah satu dari kalian ada yang diet, ingin mengatur pola makan sehat, dan lain sebagainya.

    Lihatlah apakah kamu tidak keberatan menyetujui kesepakatan makanan sehat dengan pasangan. Jika tidak, cari jalan tengahnya.

  5. SeksSama pentingnya dengan poin sebelumnya, preferensi seksual seseorang unik dan harus dihormati. Sangat mutlak untuk saling jujur soal preferensi seksual masing-masing. Misalnya, frekuensi bercinta seperti apa yang dianggap sedikit dan apa yang cukup.

    Diskusikan dengan pasangan seputar pertanyaan seberapa sering kamu bercinta? Apa pendapatnya mengenai film porno? Hal yang diinginkan dalam bercinta? Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam seks? Dan sebagainya.

    Buat sebagian pasangan membahas hal ini menjadi hal yang memalukan, nyatanya tidak karena menikah adalah komitmen serius.

    Karena tidak sedikit rumah tangga yang akhirnya tidak harmonis karena persoalan seks. Untuk itu, jangan melewatkan pembahasan yang satu ini ya.

  6. Bagaimana Soal Anak dan KeturunanIni adalah topik besar dan harus kamu bahas bersama dengan serius bersama pasangan sebelum nikah. Kamu dan pasangan apakah sudah siap jadi orangtua. Apakah kamu dan pasangan sepakat untuk punyai anak atau tidak, kalau iya berapa jumlahnya dan bagaimana cara membesarkan anak kalian nantinya.

    Poin ini jangan sampai kamu lewatkan dengan pasangan, jangan sampai kamu tidak memikirkan dan diskusikan dengan pasangan dan justru setelah kalian memiliki anak tidak memiliki kesiapan materi maupun mental yang cukup untuk membesarkan buah hati kalian.

    Pastikan untuk menyentuh topik seperti vaksinasi, area penitipan anak, dan homeschooling.  Perhatikan pendapat pasangan dan komitmen yang dianutnya.

    Kombinasikan keinginan kamu dan pasangan agar menemukan jalan dan titik tengah yang kalian sepakati dan sanggup untuk jalaninya berdua bersama.

  7. Siapa yang Mengurus Tempat TinggalMenurut budaya timur, istri adalah pihak yang memiliki porsi tanggung jawab lebih besar dalam urusan domestic rumah tangga. Nah, kamu dengan pasangan harus membahas persoalan ini. apakah kamu ingin istri yang mengurus rumah atau bisa menjadi tugas berdua. Menyelesaikan dan membagi tugas berdua suami dan istri juga bukan hal yang berat, jutsru bisa meningkatkan keromantisanmu bersama pasangan.

    Jangan lupa untuk diskusikan ini dengan pasangan sebelum nikah ya.

    Atau ingin lebih mudah lagi yakni dengan memakai asisten rumah tangga.

  8. MertuaKehidupan pernikahan akan lebih mudah dan Bahagia dengan hubungan menantu dan mertua yang lancar dan tanpa konflik. Karena itu semasa pacaran luangkan waktu untuk mengenal lebih dekat keluarga pasangan dan termasuk calon ipar-ipar Anda.

    Sebelum nikah, diskusikan juga dengan pasangan bagaimana dengan orang tua masing – masing, bagaimana membahagiakan orang tua, dan lain sebagainya.

    Jagalah hubungan baik antara kamu dengan calon mertua ya.

  9. Kebudayaan dan Tradisi KeluargaKamu dan pasanganmu terbentuk seperti saat ini tidak lepas dari latar belakang keluarga. Secara tidak sadar, cara pasangan kamu membuat keputusan atau menyelesaikan persoalan di dalam kehidupan rumah tangga terpengaruh oleh yang biasa dilakukan dalam keluarganya sebelum nikah.

    Apakah kamu mampu terima hal tersebut dari pasangan? Apakah harus didiskusikan lebih lanjut dengan pasangan kita?

    Sebaiknya dibicarakan lebih lanjut kepada pasangan supaya jelas dan mampu terima dengan baik. Keluarga dan pasangan tentu punyai nilai-nilai serta normalitas yang bertolak belakang atau berbeda, hal ini harus dibicarakan lebih lanjut sebelum nikah untuk meminimalisir konflik yang berlangsung kala sudah jadi satu keluarga.

    Di sisi lain, pertemuan bersama dengan keluarga pasangan jadi bahan diskusi yang mampu dibicarakan. Seperti, berapa kali dapat datang ke keluarga besar masing-masing? Kita diskusikan bersama dengan pasangan berkenaan kapan dan liburan seperti apa yang ingin dilaksanakan bersama dengan keluarga besar.

 

Sebelum Nikah, Jangan Lewatkan Bahasan Finansial

Selain membahas topik – topik diatas yang menjadi sangat penting ialah seputar finansial dan rencana masa depan bersama pasanganmu. Jangan lewatkan juga bahasan finansial hingga soal karir sebelum nikah:

  1. Masalah FinansialKamu mungkin tidak enak mengupas masalah materi sebelum nikah. Meski sensitif untuk dibicarakan, kamu sangat disarankan dengan pasangan untuk membicarakannya secara jujur dan terbuka, sebab masalah ini cukup kerap menjadi penyebab pertikaian dalam rumah tangga.

    Berapa penghasilan bulanan dan untuk apa saja uang itu digunakan selagi sebelum nikah merupakan sebagian topik berkenaan finansial yang wajib dibahas. Diskusikan siapa yang akan menyesuaikan keuangan di dalam rumah tangga, apakah kalian akan membuat tabungan bersama dengan atau tidak, atau berapa persen dari penghasilan tersebut yang akan kalian tabung untuk masa depan keluarga kalian nantinya.

    Bagi wanita yang bekerja, apakah kamu bersedia menyisihkan penghasilanmu untuk menanggung kepentingan rumah tangga, atau justru punyai prinsip layaknya “uang saya adalah uang saya”.

    Bagi pria sebagai kepala rumah tangga nantinya, kamu berkewajiban menafkahi istrimu. Terkadang, tetap ada sanak keluarga yang memerlukan uluran tanganmu. Katakan hal tersebut supaya calon istrimu sadar dan mengerti situasi keuanganmu.

  2. KarierSebelum nikah bicarakan siapa saja yang boleh bekerja, dan dengan ketetapan seperti apa pekerjaan berikut boleh diambil. Misalnya, wilayah kantor atau jam masuk dan pulangnya. Bicarakan juga andaikan kamu atau pasangan mengalami kenaikan jabatan.

    Topik ini sangat penting apalagi bagi pasangan yang tetap ingin bekerja setelah menikah nanti, makanya sangat penting membahasnya kala sebelum nikah. Tanyakan kepada calon suami bagi kamu ladies apakah kamu masih boleh untuk bekerja, dan bagaimana batasan jam kerjanya supaya tidak mengganggu tugasmu sebagai istri kelak.

  3. Rencana Masa DepanTopik ini menjadi topik yang sangat kompleks dan sulit dijawab dan tetap hanya prediksi. Namun, diskusi berkenaan masalah ini merupakan hal penting untuk sadar mau dibawa ke mana rumah tangga kalian. Rencana tersebut bisa menjadi penyemangat kalian untuk bekerja lebih keras untuk mewujudkan masa depan yang kamu dan pasangan inginkan.

    Bicarakan apa saja yang kamu dan pasangan inginkan untuk masa depan di 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun ke depan agar kamu dan pasangan dapat mengkomparenya dengan sempurna.

    Ingat, pernikahan adalah perjalanan yang akan dijalani dalam jangka panjang. Jadi, pastikan kalian hidup bersama dengan seseorang yang sangat sejalan dan sadar bersama dengan pola pikirmu.

  4. HutangMembahas soal uang memang sangat sensitive namun ini adalah hal yang sangat penting bagi kamu dan pasanganmu sebelum nikah. Terutama soal hutang bisa menjadi hal tidak nyaman.

    Kamu harus tahu bagaimana keuangan pasangan kamu meskupin tidak mengetahui secara keseluruhan. Tanyakan mengenai hutang ataupun cicilan yang dimiliki oleh kamu juga pasangan. Perhatikan, jangan sampai kamu justru membayar hutang orang lain.

    Tentu saja, kecuali Anda adalah pihak yang berhutang, sebaiknya bereskan hutang-hutang kamu.

    Tidak ada dosanya memiliki hutang, disini yang diperlukan adalah keterbukaan kamu dengan pasang sebagai calon suami – istri yang akan menjadi partner seumur hidup. Untuk itu terbukalah mengenai pinjaman dan hutang ya. Jika memungkinkan, selesaikan hutang-piutang sebelum nikah.

  5. Setelah PensiunHarapan setiap pasangan adalah bisa tumbuh tua bersama dengan tapi selanjutnya apa? Apa yang ingin kamu kerjakan bersama pasangan di masa tua nantinya atau setelah kalian pension?

    Ada banyak hal yang harus dibicarakan termasuk hari tua nanti. Sebagai permulaan, berapa umur yang diinginkan saat pension nanti? Jawaban atas pertanyaan ini barangkali mengejutkan mu. Setelah pensiun, apa yang ingin kamu lakukan bersama dengan waktumu? Apakah Anda ingin berkeliling dunia? Membuat usaha? Menjadi relawan untuk badan amal tertentu? Bagaimana Anda menginginkan tahun-tahun paling akhir hidup kamu punya nilai dan sharing bersama dengan pasangan sehingga bisa lihat apakah target kamu dengan pasangan sesuai.

 

Pesan Sebelum Menikah, Atur Batasan dan Berbagi Rahasia

Memang sebelum nikah banyak sekali persiapan yang harus dimatangkan, kamu pasti banyak terima pesan sebelum menikah dari berbagai pihak. Banyak sekali poin yang sudah dijabarkan diatas mengenai hal – hal yang harus kamu diskusikan bersama pasangan.

Masih ada lagi hal penting yang seharusnya tidak boleh terlewat yakni dengan mengatur batasan pasangan dalam berinteraksi dengan lawan jenis. Nah berikut ini juga perlu kamu diskusikan dengan pasangan ya.

  1. Batasan Pergaulan dengan Lawan JenisAgar tidak terjadi salah paham, kamu wajib mendiskusikan batasan bergaul dengan lawan jenis setelah menikah. Nyatanya, bergaul dengan lawan jenis dapat menjadi pemicu pertengkaran dalam berumah tangga. Bicarakan, apakah dengan bergaul dengan lawan jenis sudah termasuk selingkuh.

    Kamu boleh pertimbangkan untuk mengizinkan pasanganmu berteman dengan lawan jenis asal dia menceritakan semua hal yang mereka lakukan selagi menjalin pertemanan, atau memperkenalkan teman lawan jenisnya kepadamu. Jika sebenarnya pertalian tersebut murni pertemanan, pastinya tidak akan ada yang ditutup-tutupi.

    Jadi jangan lewatkan poin bahasan ini ya sebelum nikah.

  2. Berbagi RahasiaSetiap orang pasti punya rahasia dalam hidupnya, dimana ada sebagian hal dalam hidupnya yang tidak diketahui orang banyak, begitu dengan pasangan kita. Mengajak pasangan kamu untuk berdiskusi tentang hal-hal apa saja yang ia “simpan” selama ini merupakan salah satu wujud membangun kejujuran dan keterbukaan sebagai pondasi kehidupan pernikahan yang kuat.

    Menceritakan rahasia kepada pasangan mampu menjalin pertalian yang lebih intim. Dimulai dari rahasia keluarga hingga problem kesehatan fisik dan juga kesehatan mental dari tiap-tiap pasangan. Ini adalah waktu yang tepat untuk menceritakan hal kecil hingga hal besar.

    Ingat, dalam membahas soal ini diperlukan keterbukaan ya.

 

Kenali Pasangan dengan Baik Sebelum Nikah

Melangkah menuju jenjang yang lebih serius seperti pernikahan menjadi dambaan banyak orang, mengapa sangat perlu mendiskusikan bebagai macam poin penting sebelum nikah? Karena kamu akan menjalani kehidupan selamanya bersama orang pilihan terbaik kamu. Pastikan kamu menemukan pasangan terbaik untuk berbagai dalam kehidupan ya.

Dengan mendiskusikan poin diatas kamu pun bisa mengetahui tipe pasangan kamu, jangan sampai kamu kecolongan bahwa pasangan kamu kecanduan judi online. Nah, jika mendapati pasanganmu kecanduan judi online diskusikan juga bagaimana menengahinya dan mengatasinya. Apakah dapat ditoleransi atau tidak dapat ditoleransi.

Jangan lupa untuk menyiapkan list persiapan pernikahan kamu dengan pasangan ya. Juga pada pembahasan topik – topik diatas, tidak ada salahnya jika kamu catat atau dokumentasikan bahwa kamu telah membahas ini bersama pasangan kamu.