Archive for the ‘Uncategorized’ Category

  • Tugas Pengemasan Bu Ika

    Date: 2013.05.28 | Category: Uncategorized | Response: 0

    Nama : Riska Safitri M

    NIM : 105100301111059

    Kelas : F

    1. I.              Jenis Produk dan Merk Produk

     

    1. 1.    Biscuit Serena Egg Rolls

    Produk Serena Eggs Rolls adalah produk makanan ringan dengan tipe makanan ringan biskuit. Serena Egg Rolls merupakan salah satu jenis makanan yang dibuat berdasarkan adonan dengan citarasa telur, bertekstur kering dan renyah, dan berbentuk seperti seruling yang dicetak tipis dan kemudian digulung. Serena Eggs Rolls disajikan sebagai makanan ringan yang biasa dikonsumsi untuk konsumen menengah ke atas. Serena Eggs Rolls diproduksi untuk pertama kalinya pada tahun 1984. Produk makanan ringan ini cocok disajikan saat bersantai dengan tambahan teh atau kopi.

     

    1. 2.    KukuBima Kopi Ginseng

    Kuku Bima Kopi Ginseng merupakan salah satu produk dari PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul. Kuku Bima Kopi Ginseng terbuat dari biji kopi pilihan dan ekstrak ginseng asli. Ginseng dari Kuku Bima ini telah diproses sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu cita rasa kopi. Ginseng mempunyai efek antioksidan yang melindungi dari kerusakan sel tubuh yang diakibatkan oleh radikal bebas, meningkatkan daya tahan tubuh dan ketahanan terhadap penyakit, dan meningkatkan konsentrasi dan stamina dalam melakukan aktivitas fisik. Selain itu, Kuku Bima Kopi Ginseng mengandung energi dari Lemak 27 kkal, lemak total 3 g, protein 2 g, karbohidrat total 24 g, gula 18 g, dan natrium 5 mg. Kopi ini dapat di minum oleh pria dan wanita, dan berkhasiat meningkatkan stamina, energi, serta menghangatkan tubuh dan menghindarkan rasa kantuk. Harga dari Kuku Bima Kopi Ginseng ini terjangkau dan cukup murah untuk ukuran kopi terdapat ginseng didalamnya. Kemasan Renceng isi 10 Sachet dengan berat bersih 32 g dijual dengan harga Rp. 10.800,-.

     

    1. 3.    Kopi-O (Aik Cheong)

    Kopi-O Aik Cheong merupakan jenis produk kopi panggang dengan bahan kopi liberica yang di buat di Malaysia. Liberica adalah salah satu jenis kopi asal Liberia, Afrika Barat yang diperkenalkan di Indonesia sejak akhir abad ke-19 untuk menggantikan kopi arabica yang mengalami gagal panen. Rasa dari kopi ini mirip dengan robusta. Kopi liberica diolah dengan terampil, dipanggang dan akhirnya digiling. Kopi-O akan tetap segar dengan menggunakan proses penyegelan state-of-the-art, yang memastikan bahwa kesegaran dan kekayaan kopi selalu hadir dalam setiap cangkir kopi. Kopi-O Aik Cheong memiliki kemasan plastik 20 sachet dengan berat bersih 10 g.

     

    1. II.            Bahan dan Bentuk Kemasan

     

    1. 1.    Serena Eggs Rolls Cookies
    1. A.   Bahan Kemasan

    Produk serena eggs rolls cookies merupakan produk yang dikemas dengan bahan kemasan logam. Bahan kemasan logam ini memiliki keuntungan :

    1. mempunyai kekuatan mekanik yang tinggi
    2. barrier  yang  baik  terhadap  gas,  uap  air,  jasad  renik,  debu  dan  kotoran  sehingga cocok untuk kemasan hermetic
    3. toksisitasnya  relatif  rendah  meskipun  ada  kemungkinan  migrasi  unsur  logam ke bahan yang dikemas
    4. tahan terhadap perubahan-perubahan atau keadaan suhu yang ekstrim
    5. mempunyai permukaan yang ideal untuk dekorasi dan pelabelan.

    Dalam memilih kemasan kaleng untuk pengemasan bahan pangan, maka perlu dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

    • sifat korosif kaleng
    • sifat keasaman makanan
    • kekuatan  kaleng  (daya  tahan  terhadap  tekanan  dalam  retort  atau  keadaan vakum)
    • Ukuran kaleng

    Produk serena eggs rolls cookies termasuk dalam makanan kering yang cocok dikemas dengan logam jenis tipe MC, artinya yaitu kemasan logam yang tidak korosif. Akan tetapi kemasan logam pada produk serena eggs rolls cookies ini juga memiliki kekurangan seperti kerusakan pada produk yang dikemas baik karena kerusakan fisik, kimia maupun mikrobiologi.

    1. B.   Bentuk Kemasan

    Produk serena eggs rolls cookies dikemas dengan kemasan logam dengan bentuk persegi panjang berwarna hitam dan merah. Produk serena eggs rolls cookies memiliki tutup yang berbentuk lingkaran terbuat dari logam dan mudah dibuka. Dengan bentuk kemasan ini akan memudahkan konsumen dalam membukanya dan memiliki tempat lebih banyak dalam menyimpan produk. Kebanyakan produk wafer atau makanan kering memilih bentuk kemasan seperti produk serena eggs rolls cookies perbedaanya hanya pada desain kemasan dan warna. Dari bentuk kemasannya sudah sesuai dengan bahan yang dikemasnya dan sudah terlihat jelas keunggulan produk yang terkesan renyah, gurih dan lembut. Dengan adanya gambar kopi pada kemasan juga memberikan informasi bahwa produk dapat dinikmati saat bersantai dengan secangkir kopi/teh.

     

    1. 2.    Kukubima Kopi Ginseng
    1. A.   Bahan Kemasan

    Produk kukubima kopi ginseng merupakan produk kopi berbentuk bubuk yang dikemas dengan kemasan plastik. Hal  ini  disebabkan  karena kelebihan  dari  kemasan  plastik  yaitu  ringan,  fleksibel,  multiguna,  kuat,  tidak  bereaksi, murah, tidak  karatan, bersifat  termoplastis  (heat  seal), dan mudah dalam pemberian warna  dan  harganya. Akan tetapi kemasan plastik ini juga memiliki kelemahan diantaranya adanya  zat  monomer  dan  molekul  kecil dari plastik yang mungkin bermigrasi ke dalam bahan pangan yang dikemas.

    1. B.   Bentuk Kemasan

    Produk kukubima kopi ginseng dikemas dengan kemasan platik berwarna hitam, merah, kuning dan bergambar secangkir kopi dan ginseng. Bentuk kemasan seperi ini memang umum digunakan untuk minuman bubuk dengan sachet plastik kemasan. Bentuk kemasan ini dipilih karena plastik berharga murah dan paling mudah untuk diberi gambar dan warna sehingga lebih mudah untuk menarik minat konsumen. Bentuk kemasan dan gambar pada produk kukubima sudah sesuai dengan produk yang dikemas dan sudah menarik konsumen, karena perpaduan warna dan gambar memberikan pesan bahwa produk memang susu yang ditambahi ginseng.

     

    1. 3.    Uncang Kopi Campuran
    1. A.   Bahan Kemasan

    Sama seperti kukubima kopi ginseng produk uncang kopi campuran juga merupakan produk kopi berbentuk bubuk yang dikemas dengan kemasan plastik. Hal  ini  disebabkan  karena kelebihan  dari  kemasan  plastik  yaitu  ringan,  fleksibel,  multiguna,  kuat,  tidak  bereaksi, murah, tidak  karatan, bersifat  termoplastis  (heat  seal), dan mudah dalam pemberian warna  dan  harganya. Akan tetapi kemasan plastik ini juga memiliki kelemahan diantaranya adanya  zat  monomer  dan  molekul  kecil dari plastik yang mungkin bermigrasi ke dalam bahan pangan yang dikemas.

    1. B.   Bentuk Kemasan

    Produk uncang kopi campuran dikemas dengan kemasan platik berwarna hitam, coklat dan bergambar secangkir kopi. Bentuk kemasan seperi ini memang umum digunakan untuk minuman bubuk dengan sachet plastik kemasan. Bentuk kemasan ini dipilih karena plastik berharga murah dan paling mudah untuk diberi gambar dan warna sehingga lebih mudah untuk menarik minat konsumen. Bentuk kemasan produk uncang kopi campuran ini sudah sesuai dengan produk yang dikemasnya tetapi jika analisis mengenai warna dan gambar pada kemasan kurang begitu menarik.

     

    1. III.           Tingkat Kemasan (Primer, Sekunder, Tersier)

     

    1.         Produk Aik Cheong

     

    Produk Aik Cheong menggunakan kemasan kemasan plastik sebagai kemasan primer

     

    2.         Produk Kopi Bima Kuku Gingseng

     

    Produk yang dijadikan sample adalah Kuku Bima Kopi Gingseng. Produk ini kemasan primernya juga plastik. Kemasan sekundernya adalah kertas.

     

     

     

     

     

    3. Produk Serena Egg Rolls Cookies

     

    Pada produk ini kemasan primer yang digunakan adalah plastik. Sedangkan logamnya digunakan sebagai kemasan sekunder.

     

    1. IV.          Informasi pada Kemasan

     

    1. 1.    AIK CHEONG

     

    • Informasi yang ada pada kemasan :

    –          Merk dagang

    –          Komposisi bahan

    –          Informasi nilai gizi

    –          Nama dan alamat perusahaan

    –          Saran penyajian

    –          Berat produk (netto)

    –          Kode halal

    • Informasi yang tidak ada pada kemasan :

    –          Expired Date

    –          Bar Code

    –          Peringatan Penyimpanan

     

     

    1. 2.    Kuku Bima Kopi Gingseng

     

    • Informasi yang ada pada kemasan :

    –          Merk dagang

    –          Komposisi bahan

    –          Informasi nilai gizi

    –          Nama dan alamat perusahaan

    –          Saran penyajian

    –          Berat produk (netto)

    –          Expired Date

    –          Izin Produksi

    –          bar code

    • Informasi yang tidak ada pada kemasan :

    –          Peringatan Penyimpanan

    –          Kode Halal

     

     

     

     

    1. 3.    Serena Egg Rolls Monde

     

    • Informasi yang ada pada kemasan :

    –          Merk dagang

    –          Komposisi bahan

    –          Nama dan alamat perusahaan

    –          Berat produk (netto)

    –          Expired Date

    –          Izin Produksi

    –          bar code

    • Informasi yang tidak ada pada kemasan :

    –          Peringatan Penyimpanan

    –          Kode Halal

    –          Informasi nilai gizi

     

     

    1. V.            Saran

    Pada produk Aic Cheong akan lebih baik bila informasi pada kemasan lebih lengkap yaitu tanggal kadaluarsa, bar code dan peringatan penyimpanan. Peringatan tanggal expired atau shelf life pada produk merupakan komponen informasi yang penting karena komponen tersebut member informasi kepada konsumen, apakah produk tersebut masih layak konsumsi atau tidak. Selain itu desain kemasan dibuat lebih menarik lagi seperti penambahan variasi warna lain untuk menarik minat konsumen.

    Pada produk Kukubima Kopi Gingseng tidak terdapat informasi label halal dan peringatan penyimpanan. Akan lebih baik bila produk Kukubima Kopi Gingseng ini melengkapi informasi pada kemasan. Sebagian besar penduduk Indonesia adalah umat muslim yang juga memperhatikan halal atau haramnya sebuah produk makanan yang akan dikonsumsi sehingga produk ini perlu menambah informasi produk yang ada pada kemasan.

    Produk Serena Egg Rolls akan lebih baik lagi bila melengkapi informasi yang belum ada antara lain peringatan penyimpanan, kode halal dan informasi nilai gizi. Dengan melengkapi informasi pada kemasan akan menambah kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk. Seperti informasi nilai gizi, dengan melengkapi informasi tersebut konsumen yang awam akan kandungan gizi sedikit banyak akan mengetahui kandungan gizi apa saja yang terdapat di dalam produk tersebut.

     

  • Tugas Pengemasan Bu Hindun

    Date: 2013.05.28 | Category: Uncategorized | Response: 0

    Nama : Riska Safitri M

    NIM : 105100301111059

    Kelas : F

    BAB I PENDAHULUAN

     

    1.1  Latar Belakang

    Singkong merupakan Produk Pertanian yang cocok untuk di jadikan unit bisnis karena manfaat yang di peroleh komoditi tersebut cukup banyak dan bermanfaat melihat pangsa pasar yang cukup menggiurkan atas bahan baku singkong. Singkong (Manihot esculenta) yang di kenal juga ketela pohon atau Umbi kayu, adalah pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae. Umbinya di kenal luas sebagai makanan pokok penghasil Karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran. Keberadaan Singkong (Manihot esculenta) pada awalnya banyak ditemukan tumbuh liar di hutan, kebun sendiri, bahkan tumbuh disembarang tempat. Sejalan dengan permintaan pasar yang terus meningkat, maka beberapa singkong dibudidayakan di Indonesia. Sebagai bahan makanan, singkong memiliki kelebihan dibandingkan dengan bahan makanan lainnya. Kelebihan singkong terletak pada kandungan karbohidrat, lemak, Protein, kalori, fosfor dan cita rasanya yang lezat.

    Segmentasi pasar khususnya makanan erat kaitannya dengan penilaian konsumen terhadap keamanan produk dan nilai fungsionalnya untuk kesehatan. Kripik singkong (Cassava Chip) merupakan salah satu alternatif olahan pangan yang menyehatkan (healthy foods). Selain itu kripik singkong memiliki umur simpan yang relatif lama sampai berbulan-bulan, sehingga mempunyai prospek ekonomi yang bagus. Sebenarnya, prospek pengembangan usaha singkong di Indonesia cukup menjanjikan. Dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat dalam mengonsumsi singkong juga semakin meningkat dan terus meningkat dari tahun ke tahun . Hal ini dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin memilih gaya hidup sehat secara vegetarian. Dari segi bisnis, usaha singkong sangat menguntungkan. Hal ini disebabkan waktu panen singkong yang relatif singkat yakni 1 – 5 bulan. Peluang pasar singkong tidak terbatas pada singkong segar saja, tetapi meliputi produk olahan seperti singkong siap saji, kripik singkong, dan lain sebagainya.

    Dengan melihat begitu baiknya pertumbuhan bisnis wirausaha ini, mulai dari perencanaan usaha sampai dengan proses realisasi usaha ini serta peluang besar produk dapat di eksport ke luar Negeri, maka kami ingin membuka proyek industri pangan berbasis singkong dengan spesifik produk berbentuk kripik singkong dengan lapis coklat dan keju.

     

    1.2  Tujuan

    Produk yang kami buat bertujuan untuk menambah nilai guna dari singkong yang merupakan jenis umbi-umbian khas dari Indonesia. Dengan mengangkat bahan baku pangan khas Indonesia dan menggunakan teknologi baru produk yang kami produksi akan menghasilkan produk yang menjanjikan pasar sehingga dalam jangka waktu yang lama dapat diekspor ke luar negri yang tentunya akan menambah devisa negara.

     

    1.3 Visi dan Misi

    Visi :

    Menjadi UKM yang unggul, terkemuka dan terdepan dalam menghasilkan produk yang berkualitas.

    Misi :

    • Memberikan layanan dan solusi yang bernilai tambah kepada seluruh konsumen
    • Meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan
    • Menciptakan kondisi inovasi produk dari bahan baku singkong menjadi makanan moderen
    • Meningkatkan nilai tambah bagi tanaman singkong itu sendiri
    • Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola UKM yang baik

     

     

     

     

     

     

     

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA

     

    2.1 Singkong

    Ketela pohon, ubi kayu, atau singkong (Manihot utilissima) adalah perdu tahunan tropika dan subtropika dari suku Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran. Perdu, bisa mencapai 7 meter tinggi, dengan cabang agak jarang. Akar tunggang dengan sejumlah akar cabang yang kemudian membesar menjadi umbi akar yang dapat dimakan. Ukuran umbi rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari klon/kultivar. Bagian dalam umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat meracun bagi manusia. Umbi ketela pohon merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionina (Cereda, 2006).

     

    2.2 Coklat

    Cokelat adalah sebutan untuk hasil olahan makanan atau minuman dari biji kakao (Theobroma cacao). Cokelat pertama kali dikonsumsi oleh penduduk Mesoamerika kuno sebagai minuman. Cokelat umumnya diberikan sebagai hadiah atau bingkisan di hari raya. Dengan bentuk, corak, dan rasa yang unik, cokelat sering digunakan sebagai ungkapan terima kasih, simpati, atau perhatian bahkan sebagai pernyataan cinta. Cokelat juga telah menjadi salah satu rasa yang paling populer di dunia, selain sebagai cokelat batangan yang paling umum dikonsumsi, cokelat juga menjadi bahan minuman hangat dan dingin. Cokelat dihasilkan dari kakao (Theobroma cacao) yang diperkirakan mula-mula tumbuh di daerah Amazon utara sampai ke Amerika Tengah. Mungkin sampai ke Chiapas, bagian paling selatan Meksiko. Orang-orang Olmec memanfaatkan pohon dan, mungkin juga, membuat “cokelat” di sepanjang pantai teluk di selatan Meksiko. Dokumentasi paling awal tentang cokelat ditemukan pada penggunaannya di sebuah situs pengolahan cokelat di Puerto Escondido, Honduras sekitar 1100 -1400 tahun SM. Residu yang diperoleh dari tangki-tangki pengolahan ini mengindikasikan bahwa awalnya penggunaan kakao tidak diperuntukkan untuk membuat minuman saja, namun selput putih yang terdapat pada biji kokoa lebih condong digunakan sebagai sumber gula untuk minuman beralkohol (Atkinson, 2010).

     

    2.3 Keju

    Keju adalah sebuah makanan yang dihasilkan dengan memisahkan zat-zat padat dalam susu melalui proses pengentalan atau koagulasi. Proses pengentalan ini dilakukan dengan bantuan bakteri atau enzim tertentu yang disebut rennet. Hasil dari proses tersebut nantinya akan dikeringkan, diproses, dan diawetkan dengan berbagai macam cara. Dari sebuah susu dapat diproduksi berbagai variasi produk keju. Produk-produk keju bervariasi ditentukan dari tipe susu, metode pengentalan, temperatur, metode pemotongan, pengeringan, pemanasan, juga proses pematangan keju dan pengawetan. Umumnya, hewan yang dijadikan sumber air susu adalah sapi. Air susu unta, kambing, domba, kuda, atau kerbau digunakan pada beberapa tipe keju local. Makanan ini dikenal di seluruh dunia, namun diduga pertama kali dikenal di daerah sekitar Timur Tengah. Meskipun tidak dapat dipastikan kapan keju pertama kali ditemukan, menurut legenda keju pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang pengembara dari Arab (Gisslen, 2007).

     

    2.4 Aluminium foil

    Aluminium foil adalah bahan kemasan berupa lembaran logam aluminum yang padat dan tipis dengan ketebalan <0.15 mm. Kemasan ini mempunyai tingkat kekerasan dari 0 yaitu sangat lunak, hingga H-n yang berarti keras. Semakin tinggi bilangan H-, maka aluminium foil tersebut semakin keras. Ketebalan dari aluminium foil menentukan sifat protektifnya. Jika kurang tebal, maka foil tersebut dapat dilalui oleh gas dan uap. Pada ketebalan 0.0375 mm, maka permeabilitasnya terhadap uap air = 0, artinya foil tersebut tidak dapat dilalui oleh uap air. Foil dengan ukuran 0.009 mm biasanya digunakan untuk permen dan susu, sedangkan foil dengan ukuran 0.05 mm digunakan sebagai tutup botol multitrip (Syarief, 2009).

     

    2.5 Plastik

    Kemasan plastik saat ini mendominasi industri makanan di Indonesia, menggeser penggunaan kemasan logam dan gelas. Hal ini disebabkan karena kelebihan dari kemasan plastik yaitu ringan, fleksibel, multiguna, kuat, tidak bereaksi, tidak karatan dan bersifat termoplastis (heat seal), dapat diberi warna dan harganya yang murah. Kelemahan dari plastik karena adanya zat monomer dan molekul kecil dari plastik yang mungkin bermigrasi ke dalam bahan pangan yang dikemas. Plastik sering dibedakan dengan resin, karena antara plastik dan resin tidak jelas perbedaannya. Secara alami, resin dapat berasal dari tanaman seperti balsam, damar, terpentin. Oleoresin dan lain-lain. Teapi kini resin sintesis sudah dapat diproduksi misalnya selofan, akrilik seluloid, formika, nilon, fenol formaldehida resin dan sebagainya (Miltz, 2003).

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    BAB III PEMBAHASAN

     

    3.1 Identifikasi Produk

    UKM CEMARA merupakan UKM yang memproduksi berbagai jenis camilan khas daerah Lampung yang berbasis singkong. Salah satu unggulan dari produk UKM ini adalah keripik singkong. Keripik singkong ini dipasarkan dengan nama “KRETZ” Keunggulan dari keripik ini yaitu diproduksi dengan berbagai macam rasa seperti rasa coklat, melon, stroberi, keju serta ada juga yang rasa pedas. Selain itu dari segi bentuk keripik ini berbeda dengan keripik singkong pada umumnya yaitu dengan irisan singkong yang panjang seperti stik dengan balutan krim dengan rasa yang berbeda beda. Keripik singkong “”KRETZ” dapat dilihat pada gambar 1 dibawah ini :

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Gambar 1 : Keripik singkong “KRETZ”

     

    Untuk kemasan produk terdiri dari kemasan primer dan tersier. Kemasan primer produk keripik singkong “KRETZ”  terbuat dari bahan aluminium foil, sedangkan kemasan tersier terbuat dari bahan kertas karton atau kardus. Harga dari produk keripik singkong ”KRETZ” beraneka ragam, berkisar antara Rp 5.000,00 sampai Rp 15.000 tergantung dari isi kemasan produk.

     

     

    3.1.1 Segmentasi, Targeting dan Positioning

    –       Segmentasi :

    Rata-rata penggemar berat makanan pedas adalah kalangan remaja atau anak muda. Ini menjadikan sebagai target pasar  yang sangat potensial, dengan cara menawarkan keripik singkong rasa pedas. Di samping itu, menyediakan varian rasa yang lain seperti keripik singkong keju, coklat, strobery dan melon yang tentunya sangat renyah dan sedap untuk dijadikan sebagai makanan ringan atau camilan yang cocok untuk kalangan menengah ke bawah dengan harga yang terjangkau.

    –       Targeting:

    UKM “CEMARA” mentargetkan konsumen berusia muda dan konsumen yang senang dengan camilan.

    –       Positioning:

    Produk keripik singkong “KRETZ” di benak konsumen merupakan produk yang unik, sulit didapatkan, dan memiliki berbagai macam rasa.

     

    3.1.2 Analisis Lingkungan Eksternal

    Faktor-faktor yang menjadi peluang (opportunity) dan ancaman (treats) bagi perusahaan :

    1. Peluang ( Opportunity)

    Dari kondisi yang ada maka dapat diketahui bebetapa peluang yang dihadapi oleh UKM “CEMARA“ antara lain :

    a)        Komposisi penduduk Indonesia yang beraneka ragam, hal ini akan mempengaruhi pola konsumsi.

    b)        Pertumbuhan ekonomi.

     

    2. Ancaman (Threats)

    Ada beberapa variable yang mempengaruhi kelangsungan hidup UKM “CEMARA“, yang menjadi ancaman antara lain :

    a)        Perubahan teknologi, akan memberikan ancaman bagi perusahaan terutama dalam persaingan penggunaan teknologi. Melalui teknologi perusahaan pesaing dapat meningkatkan produk bermutu dan kapasitas produk yang besar serta tingkat efisiensiyang lebih tinggi. Hal ini berpengaruh besar bagi perusahaan “CEMARA”. Jika tidak memperhatikan dan menyesuaikan teknologi yang dipakai maka perusahaan tersebut akan jauh tertinggal dengan perusahaan lain yang menggunakan teknogi modern.

    b)        Persaingan dengan perusahaan keripik singkong yang lain. Di Lampung perusahaan yang memproduksi keripik singkong cukup banyak dari perusahaan yang bertskala kecil samapi perusahaan yang berskala besar.

    c)        Kelangkaan bahan baku dan kenaikan harga. Untuk itu perusahaan perlu mengantisipasi hal tersebu dengan mencari daerah sentra produksi bahan baku singkong. Selain itu juga perusahaan memiliki perkebunan singkong sendiri untuk bahan baku.

     

    3.1.3 Analisis Lingkunan Internal.

    Faktor-faktor yang menjadi kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) dalam memproduksi dan memasarkan produknya.

    1. Kekuatan ( strength)

    Faktor-faktor yang menjadi kekuatan keripik singkong adalah “ Kre-NyezZ “ adalah :

    a)        Kualitas produk (quality), untuk mempertahankan mutu keripik singkong , perusahaan melakukan beberapa cara antara lain pengawasan mutu mulai dari pemilikan bahan baku, pengolahan sampai penjualan sehingga produk yang dihasilkan akan sergam baik ukuran, bentuk , warna, rasa dan kerenyahan.

    b)        Bahan baku, bahan baku yang digunakan dalam produksi keripik singkong dengan menggunakan bahan baku alami, baik bahan baku utama maupun bahan baku penolong.

    c)        Merek dagang (brand), UKM “ CEMARA” dalam meningkatkan fase penjualan salah cara yang dilakukan adalah dengan memberikan merek dagang atau label pada kemasannya, hal ini dimaksudkan identifikasi produk yang ada di pasar . Selain itu akan sangat berguna bagi pembeli karena produk tersebut bisa dikenal. Dengan pemberian label juga berguna untuk melindungi produk ditiru oleh perusahaan lain.

    d)       Kemasan (packaging), pada dasarnya kemasan atau pembungkus suatu produk mempunyai arti penting, karena kemasan tidak hany digunakan sebagi pelindung terhadap produk, tetapi juga digunakan untuk dapat menyenangkan dan menarik konsumen. Hal ini juga dilakukan oleh UKM “CEMARA” dalam rangka meningkatkan penjualan.

    e)        Pelayanan (services). Keberhasilan pemasaran produk sangat ditentukan pula oleh baik tidaknya pelayanan yang diberikan oleh suatu perusahaan dalam memasarkan produknya. Demikian halnya apa yang dilakukan oleh UKM “CEMARA” misalnya dengan memberkan garansi produk yang rusak dalam pengangkutan dan lain-lain.

    f)          Harga produk (product price). Agar produk cepat dipasarkan tentunya berkaitan dengan harga yang ditetapkan oleh perusahaan. UKM “CEMARA” dalam menetapkan harga sudah emberikan harga yang pantas karena juga memperhatikan harga ditingkat pesaing.

     

    2. Kelemahan (weakness) :

    a)        Teknologi yang dipakai. UKM “CEMARA“ masih menggunakan teknologi yang sangan sederhana mulai pengupasan sampai penggorengan.

    b)        Kapasitas produksi dan promosi masih kurang sehingga penjual produk kurang maksimal.

     

    Untuk lebih jelasnya disajikan dalam matrik SWOT berikut :

     

     

     

     

    Tabel Matrik SWOT

     

     

    Eksternal

     

     

     

    Internal

    Peluang/Opportunities ( O)

    • Komposisi penduduk, jumlah penduduk dari tahun ke tahun semakin bertambah.
    • Pertumbuhan ekonomi
    • Daerah pemasaran yang masih luas, dimana
    • permintaan pasar
    Ancaman/Threat (T)

    • Perubahan teknologi
    • Persaingan pada perusahaan yang sejenis

     

     

    Kekuatan/Strength (S)

    • Mutu ukuran dan bentuk seragam
    • Diferensiasi produk dengan berbagai jenis rasa dan

    Penampilan yang unik.

    • Bahan baku dengan menggunakan bahan baku alami

     

    Strategi (S – O )

    • Diversifikasi ukuran, kemasan dan bentuk
    • Diferensiasi produk diprbanyak
    • Menampilkan beberapa produk yang dihasilkan pada setiap kemasan
    • Memberikan insentif berupa bonus potongan produk kepada pelanggan dan penyalur
    • Memperluas jaringna distributor keluar kota dan daerah
    Strategi ( S – T )

    • Mempertahankan mutu produk
    • Mempertahankan harga produk
    • Memperbaiki teknologi dengan

    cara menngganti peralatan yang tidak layak

    • Meningkatkan servis atau pelayanan yang memuaskan.
    Kelemahan/Weaknesses (W)

    • Kapasitas produksi rendah kurang memenuhi permintaan pasar.
    • Teknologi yang digunakan masih rendah
    • Promosi masih rendah dan

    jarang dilakukan.

     

     

    Strategi ( W – O )

    • Meningkatkan kapasitas

    produksi

    • Meningkatkan efisiensi

    produk

    • Meningkatkan pasar dengan perluasan produk pasar dan promosi

     

    Strategi ( W- T)

    • Memperkuat modal untuk memperbaiki teknologi yang sudah ada
    • Promosi dilakukan pada daerah yang belum dimasuki
    • Meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja
    • Mencari bahan baku ke daerah lain di luar kota Lampung

     

     

     

     

    3.1.4 Existing Brand Identity

    Singkong ditemukan melimpah diberbagai wilayah di Indonesia. Tanaman Singkong dapat tumbuh subur didaerah tropis seperti Indonesia. Singkong mengandung karbohidrat tinggi dan dimanfaatkan sebagai makanan pokok sumber energi. Namun, seiring perkembangan zaman, singkong banyak diolah menjadi berbagai macam panganan seperti keripik singkong. Awalnya masyarakat hanya membuat satu rasa original dari keripik singkong, namun semakin banyaknya produsen yang kreatif membuat berbagai keripik singkong dengan aneka rasa, membuat persaingan pun semakin ketat.

    Sekarang ini, keripik singkong banyak dibuat dengan rasa pedas, asin, dan manis. Produsen keripik singkong rasa pedas yang terkenal diantaranya Maicih dan Karuhun. Keripik singkong merek tersebut mengeluarkan varian rasa pedas berlevel yang mempunyai tingkat kepedasan berbeda. Di kota Lampung sendiri, banyak merek-merek panganan keripik yang terkenal diantaranya adalah keripik pisang kembang aneka yen yen, keripik pisang suseno, dan lain-lain. Keripik pisang tersebut dijual dengan aneka rasa seperti coklat, kopi, keju, melon, moka, dan lain-lain. Keripik aneka rasa yang banyak terjual di Lampung yaitu keripik pisang, padahal singkong juga banyak tersedia di Lampung. Keripik singkong yang terkenal di Lampung hanya sedikit, seperti keripik singkong balado cap salam. Keripik singkong cap salam pun hanya menjual keripik dengan rasa balado. Oleh karena itu, UKM Cemara mencoba memberikan varian rasa manis pada keripik singkong KRETZ yang diproduksi.

     

    3.2 Formulasi Rancangan, Perencanaan dan Strategi Brand

    3.2.1 Projected Brand Identity

    Merek (brand) adalah nama, istilah, tanda, simbol, rancangan, atau kombinasi yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi produk atau jasa dari satu atau kelompok penjual dan membedakannya dari produk pesaing. Merek biasanya terdiri dari nama, logo dan seluruh elemen visual lainnya seperti gambar, tipografi, warna, dan simbol. Dalam aplikasi transaksi penjualan pada toko, maupun pasar swalayan keberadaan suatu sistem identifikasi merek produk sangat diperlukan baik untuk database toko maupun kelancaran pada saat pelanggan melakukan pembelian barang. Sistem scanning barcode selama ini dirasa cukup efektif dalam hal tersebut. Alternatif lain untuk mengidentifikasi produk dengan cara mengenali produk dari bentuk dan warna, logo dan merek produk dengan sistem berbasis Image Processing.

    UKM Cemara mengambil merek dagang yaitu KRETZ (baca : Kress) pada produk keripik singkong aneka rasa ini. Nama KRETZ diambil dari kata krenyes atau yang berarti renyah. UKM Cemara mengambil nama tersebut dengan tujuan agar konsumen mudah mengingat nama dari produk keripik singkong kami, karena bunyi dari keripik yang renyah atau krenyes. Gambar yang ada pada kemasan berupa gambar keripik singkong dengan warna background kemasan disesuaikan dengan rasa keripik, misalkan merah muda untuk rasa strawberry, coklat untuk rasa coklat, kuning untuk rasa keju, hijau untuk rasa melon, dan merah untuk rasa pedas. Kemasan keripik singkong dikemas dengan kemasan plastik berada di bagian depan, dan alumunium foil di bagian belakang. Plastik digunakan agar produk dapat terlihat dari luar dan dapat menarik minat konsumen. Alumunium foil digunakan karena memiliki kenggulan seperti daya simpan lebih tahan lama, tahan cuaca, dan tidak mudah sobek. Ini dilakukan karena UKM Cemara ingin memberikan yang terbaik dan juga ingin bersaing dengan kompetitor – kompetitor yang sudah besar. Kemasan plastik yang trasparan atau standart plastik dan alumunium pouch dapat menjaga kualitas dan kerenyahan dari keripik singkong. Pada kemasan produk KRETZ juga terdapat komposisi pembuatan keripik singkong, kode produksi yang menunjukkan tanggal atau waktu saat produk tersebut diproduksi, exp produksi yang menunujukkan tanggal berapa produk tersebut tetap bisa dikonsumsi, dan kode halal.

     

    3.2.2 Marketing Mix

    1. Product

    Produk camilan pada saat ini umumnya didominasi rasa asin dan pedas, namun UKM Cemara mengkhususkan produknya pada kudapan ringan dengan rasa manis dari berbagai variasi rasa seperti rasa keju, coklat, melon, strawberry khas Lampung. UKM Cemara juga menambahkan rasa pedas pada produknya dikarenakan akhir-akhir ini banyak beredar keripik singkong pedas. Produk yang ditawarkan oleh UKM Cemara adalah produk keripik bernama KRETZ (baca : krenyes). Diferensiasi yang membedakan produk UKM Cemara dengan produk lain yang sejenis adalah keripik singkong yang dibaluri dengan berbagai variasi rasa dalam bentuk krim atau cair, karena kebanyakan keripik singkong aneka rasa tersebut ditaburi dengan bubuk rasa.

     

    2. Price

    Pengelola UKM Cemara menetapkan harga yang sama untuk konsumen, sehingga agen dari UKM Cemara mendapatkan margin profit yang merata. Jika terdapat penjual yang menjual dengan harga lebih tinggi, maka dipastikan bahwa produk yang dijual bukan produk dari UKM Cemara asli. Harga jual keripik singkong KRETZ berbagai rasa yaitu Rp 5.000,- , Rp 10.000,-. Sedangkan untuk area di luar Lampung, penetapan harga untuk keripik KRETZ yaitu Rp 15.000,-.

     

    3. Place

    Produk keripik Kre-NyeZz merupakan produk UKM dengan skala sedang. Tempat penjualan produk ini masih terpusat di Lampung, kota asal pembuatan keripik singkong ini. Oleh karena itu, pengelola membuat saluran pemasaran yang berbeda yaitu dengan menyediakan agen distribusi yang melakukan penjualan dengan berpindah-pindah tempat atau nomaden. Perpindahan tempat berjualan tersebut diinformasikan melalui akun media sosial twitter dan facebook.

     

    4. Promotion

    Promosi merupakan salah satu cara yang digunakan oleh pemasar untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Strategi promosi yang digunakan oleh UKM Cemara yaitu dengan menggunakan jasa agen yang menjual produk kami ke pusat perbelanjaan, sekolah, berbagai event, dan di tepi jalan dengan menggunakan mobil. Promosi juga dilakukan dengan penyebaran brosur-brosur diberbagai wilayah. Selain itu, promosi dilakukan dengan menggunakan basis e-commerce menggunakan Twitter dan Facebook sebagai sarana promosi. E-commerce berarti bahwa perusahaan menawarkan atau memfasilitasi penjualan produk secara online.

     

    3.2.3 Visual Design

     

    Gambar 2. Kemasan kripik KRETZ , UKM “Cemara”

    Sedangkan lambing UKM Cemara kami yaitu :

    Gambar 3. Lambang UKM cemara

    3.2.4 Massage Design & Planning

                Warna sejak lama bisa memberikan pengaruh terhadap psikologi, emosi serta cara bertindak manusia. Warna juga menjadi bentuk komunikasi non verbal yang bisa mengungkapkan pesan secara instan dan lebih bermakna yang sering digunakan para marketer atau komunikasi visual yang handal untuk tujuan branding, sales/penjualan serta marketing perusahaan. Setiap warna memancarkan panjang gelombang energi yang berbeda dan memiliki efek yang berbeda pula. Dengan menggunakan berbagai nuansa warna pada materi promosi, branding, marketing, corporate identity serta logo perusahaan dapat membawa harmoni, stabilitas, keseimbangan dan peningkatan penjualan yang mengagumkan.

    Berikut makna warna dan logo UKM CEMARA :

    Warna merah muda : Merah muda adalah warna yang fleksibel dikombinasikan dengan semua warna. UKM kami memilih mengkombinasikan warna merah muda dengan merah yang memberikan kesan pada konsumen unik dan semangat untuk membeli prduk kami.

    Warna biru : biru adalah warna yang memberikan kesan spiritual, kedamaian dan kebijaksanaan. Dengan menggunakan warna biru UKM CEMARA dapat memberikan kesan damai dan tidak mengada-ada (tidak membohngi konsumen) mengenai produk KKRETZ kami.

    Warna coklat : Coklat adalah warna bumi, memberikan kesan hangat, nyaman dan aman. Namun selain itu, coklat juga memberikan kesan sophisticated dan mudah diingat, sehingga kami berharap produk kami.

    Sedangkan gambar coklat, keju, melon, strawberry dan pedas untuk menginformasikan rasa dari keripik KRETZ.  Logo cemara digunakan karena naman UKM kami yaitu UKM cemara.

     

    3.3 Implementasi Brand Planning

    Nama produk atau perusahaan merupakan suatu hal yang sederhana akan tetapi sangat bermakna dalam promosi perusahaan. Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu faktor penunjang kesuksesan perusahaan adalah pengelolaan brand atau merk yang tepat.  Pada umumnya, persepsi konsumen bukan terhadap suatu produk tetapi terhadap suatu brand atau merk. Oleh karena itu, menjadi sangat penting untuk mengelola merk yang kita miliki dan menjadikannya sebagai brand equity.

    Tujuan implementasi brand planning diantaranya yaitu :

    1. Memahami konsep brand management & brand equity dari UKM yang didirikan
    2. Mampu mengevaluasi brand atau merk UKM
    3. Mampu melakukan perencanaan media untuk brand equity untuk kedepannya
    4. Mampu melakukan perencanaan promosi untuk brand development

    Dengan implementasi brand planning UKM kami akan melakukan evaluasi terhadap respond dan tanggapan konsumen mengenai brand management & brand equity jika hasil evaluasi perlu adanya perbaikan, maka kami akan melakukan perbaikan baik berupa penilaian, kualitas, brand atau merek atau pun inovasi dari produk.

     

    3.4 Monitoring

    Monitoring merupakan evaluasi terhadap produk yang telah diproduksi dan dipasarkan. Dibandingkan dengan model – model evaluasi yang lain, evaluasi produk memiliki kelebihan antara lain: lebih komprehensif, karena objek evaluasi ini tidak hanya pada hasil semata tapi juga mencakup konteks, masukan (input), proses maupun hasil. Selain kelebihan, evaluasi produk  juga memiliki kekurangan, antara lain penerapan model ini dalam bidang pembelajaran dikelas mempunyai tingkat keterlaksanaan yang  kurang tinggi  jika adanya modivikasi. Hal ini dapat terjadi karena untuk mengukur konteks, masukan maupun hasil dalam arti luas akan melibatkan banyak pihak yang  membutuhkan waktu dan biaya lebih.

    Evaluasi atau monitoring ini dapat dilakukan dengan memberikan awereness dan penghargaan kepada tenaga kerja jika selama satu tahun hasil kinerja mereka memuaskan. Sedangkan terhadap pelanggan atau konsumen yang loyalitas terhadap produk kita, dapat dilakukan dengan memberikan bonus atau pun harga diskon yang lebih. Dengan demikian pelanggan merasa lebih dihargai.

     

    DAFTAR PUSTAKA

     

    Atkinson, C. 2010. The Chocolate and Coffee Bible. Hermes House. New Jersey.

     

    Cereda, M.P. 2006. Linamarin – The Toxic Compound of Cassava. Journal of Venomous Animals and Toxins (online). Vol 2 (1): 6-12.

     

    Gisslen, Wayne (2007). Professional Cooking. John Wiley & Sons, Inc. New York.

     

    Miltz, J. 2003. Food Packaging. In : Handbook of Food Engineering, D.R.Heldman and D.B.Lund (Ed). Marcel Dekker, Inc. New York.

     

    Syarief, R., S.Santausa, St.Ismayana B. 2009. Teknologi Pengemasan Pangan. Laboratorium Rekayasa Proses Pangan, PAU Pangan dan Gizi, IPB.

  • tugas kelompok P3 Kelas I

    Date: 2013.04.23 | Category: Uncategorized | Response: 0

    Nama : riska Safitri

    NIM : 105100301111059

    Kelas : I

    Judul Produk : Ice Cream Black Tea

    PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK

    ICE CREAM BLACK TEA

     

     

     

     

     

     

    Oleh :

     

    Laella Mallini         105100301111050

    Riska Safitri M.     105100301111059

    Wenda Nico          105100301111062

    Vicky Pratama      105100301111051

    Hafizh Kharisma   105100307111007

     

     

     

     

    JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

    FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    MALANG

    2013


    BAB I

    PENDAHULUAN

     

    1.1  Latar Belakang

    Teh merupakan tanaman subtropis yang telah dikenal dan dibudidayakan dalam peradaban  manusia. Secara ilmiah, tanaman teh termasuk kedalam marga (genus) Camelia dari suku (family) Tehaceae. Manfaat teh sangat banyak bagi tubuh manusia yaitu sebagai efek relaksasi serta produk yang menyegarkan. Oleh karena itu diperlukan inovasi produk yang mampu memanfaatkan khasiat dari teh tersebut. Salah satu produk yang memungkinkan dihasilkan dan dinilai menambah manfaat adalah produk es krim black tea. Es krim merupakan produk yang disukai oleh anak-anak hingga orang dewasa, menurut Frandsen dan Arbuckle (1961) es krim terbuat dari campuran produk susu dengan bahan lain seperti gula, bahan citarasa, pewarna, bahan penstabil, buah-buahan, kacang-kacangan dan dengan atau tanpa telur.Dalam memproduksi es krim, banyak produsen yang menambahkan komponen susu dalam bentuk susu segar agar biaya produksinya dapat ditekan, akan tetapi penggunaan susu segar tersebut tidak diinginkan oleh beberapa konsumen di Indonesia terutama yang tidak tahan terhadap laktosa, disamping adanya bau amis dari susu segar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut santan merupakan alternatif terbaik, disamping menghilangkan bau amis, harganya murah dan tidak mengandung

    laktosa.

     

    1.2  Tujuan

    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi es krim yang baik dengan menggunakan bahan teh  hitam (black tea), sehingga diharapkan dapat dihasilkan produk es krim yang memiliki kualitas tinggi.

     

     

     

     

     

     

     

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

     

    2.1 Teh

    Teh merupakan tanaman subtropis yang telah dikenal dan dibudidayakan dalam peradaban  manusia. Secara ilmiah, tanaman teh termasuk kedalam marga (genus) Camelia dari suku (family) Tehaceae. Tanaman teh berasal dari daerah sub tropis, yang kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia, baik daerah subtropis maupun tropis.  Di Indonesia yang memiliki iklim tropis, agar dapat tumbuh dan berproduksi optimal, tanaman teh menghendaki persyaratan iklim yang sesuai dengan keperluan pertumbuhannya (Setyamidjaja, 2000).

    Teh dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu teh hijau, teh hitam, dan teh oolong. Lebih dari 75% teh di dunia diolah menjadi teh hitam, 23 % diolah menjadi teh hijau dan 2 % diolah menjadi teh oolong.  Teh hitam, teh hijau, dan teh oolong berasal dari tumbuhan yang sama. Nama dan wujudnya menjadi berbeda karena proses persiapan yang dijalani berbeda (Melati, 2008).

    Teh hitam merupakan teh dengan tahapan proses paling lengkap. Mulai dari dihancurkan, digulung, difermentasi, lalu dikeringkan sehingga daunnya lebih awet. Perlakuan tersebut akan menyebabkan warna daun menjadi coklat dan memberikan cita rasa teh hitam yang khas sebagai akibat perubahan kimiawi sebelum dikeringkan. Teh hitam memiliki khasiat kesehatan karena mengandung komponen bioaktif yang disebut polifenol. Secara umum, teh hitam memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, beberapa diantaranya adalah (Astawan dan Kasih, 2008) :

    1. Memiliki efek menghangatkan sehingga bermanfaat untuk menguatkan fungsi hati dan perut.
    2. Manfaat teh hitam sepadan dengan semangkuk sup panas dalam mengatasi beberapa gejala flu, sakit perut dan lemah letih.
    3. Teh hitam memiliki tingkat relaksasi yang besar sehingga baik dikonsumsi bagi mereka yang sedang dalam masa penyembuhan.

     

    2.2 Santan

    Susu kelapa adalah cairan susu yang diekstrak dari daging kelapa atau yang sering disebut santan. Warnanya putih dan rasa susunya berasal dari kandungan minyak yang tinggi dan gula yang ada di dalamnya.Susu kelapa tidak boleh dicampur dengan air kelapa, yang merupakan cairan alami dari kelapa.Susu kelapa menjadi konsumsi umum pada masyarakat daerah tropis, terutama Asia Tenggara, yang merupakan bagian integral dari masakan Thailand, Burma, Filipina, Indonesia, Singapura dan India. Manfaat dari susu kelapa, antara lain (Sonata,2010) :

    1. Susu kelapa mengandung vitamin, mineral dan elektrolit penting yang menyediakan beragam manfaat bagi tubuh. Kelapa mengandung kalsium, kalium, klorida, vitamin A dan E.

    2. Susu kelapa membantu mengurangi tekanan darah, gula darah dan meningkatkan kesehatan tulang dan gigi.

    3.   Susu kelapa juga susu alternatif yang gratis bagi mereka yang tidak toleran terhadap laktosa dan juga alergi terhadap susu hewan. Dengan membakar kelapa atau mengonsumsi susu kelapa, masih bisa diperoleh vitamin esensial dan mineral. Ada pula susu kelapa vegetarian yang bebas kedelai, bebas gluten dan bebas kacang.

    4.   Susu kelapa mengandung asam laurat yang memiliki anti bakteri, anti-mikroba, anti jamur dan anti-virus. Dengan demikian, susu kelapa dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan menyingkirkan bakteri perut, flu, pilek, sakit tenggorokan, bisul dan berbagai penyakit.

    5.   Susu kelapa digunakan dalam perawatan kulit dan rambut. Susu kelapa digunakan dalam banyak produk rambut komersial dan produk perawatan kulit untuk hidrat, melembabkan, memperbaiki dan menyembuhkan kulit dan rambut.

    6.   Susu kelapa juga bermanfaat bagi jantung. Susu kelapa mengandung asam laurat yang membantu untuk menjaga arteri dan hati tetap bersih dan sehat.

    7.   Lemak jenuh dalam kelapa terdiri dari asam lemak rantai pendek dan menengah, yang diubah tubuh menjadi energi dan bukan lemak. Jadi, meskipun tinggi lemak jenuh, kelapa dapat membantu menurunkan berat badan.

    8. Ada beberapa jenis antioksidan yang ditemukan dalam susu kelapa. Antioksidan membantu tubuh untuk menangkis radikal bebas berbahaya yang dapat degenerasi sel-sel tubuh. Oleh karena itu, susu kelapa dapat membantu mencegah kanker dari tubuh dan membantu mencegah penyakit degeneratif seperti penuaan dini, kulit kendur, kerutan, masalah penglihatan dan tulang.

    9.   Susu kelapa juga dapat membantu pencernaan. Susu kelapa mengandung zat-zat bermanfaat bagi perut untuk mencerna makanan dengan baikIni juga bisa menjadi obat untuk saluran kencing dan ginjal.

    10. Jika kulit terkena sinar matahari dalam waktu yang panjang dan menyebabkan ruam atau sengatan matahari, susu kelapa merupakan penyembuh instan.

    Ditinjau dari segi nutrisi, dalam 1 cangkir susu kelapa mengandung kalori sebesar 552 kal, total lemak 57,2 g, kolesterol 0 mg, natrium 36 mg, total karbohidrat 13,3 g, protein 5,5 g, vitamin C 11%, kalsium 4%, dan besi 22% (Sonata, 2010).

     

    2.3 Gula Batu

    Gula batu (disebut juga Rock Sugar) adalah gula yang dibuat dari gula pasir, yang dikristalkan, melalui bantuan air yang dipanaskan. Biasanya ditambahkan ke dalam teh, harum dan manis rasanya. Bagi pankreas dan tubuh, gula batu mempunyai efek yang berbeda dengan gula pasir. Untuk mengkonversi gula batu menjadi gula darah, membutuhkan waktu yang sama, yaitu 3 menit. Untuk mengubah gula darah menjadi energi, juga dibutuhkan waktu 3 menit. Indeks Lelah pankreas juga jauh lebih rendah, yaitu +0,0005. Ini berarti lebih rendah 10.000 kali dari gula pasir.Pankreas hampir tidak merasa lelah mengkonversi gula batu menjadi energi.Ini berarti gula batu masih merupakan karbohidrat kompleks yang sehat.Dengan demikian, gula batu merupakan makanan yang jauh lebih sehat dari gula pasir. Pankreas yang normal mampu mengkonversi 6 sendok makan gula batu menjadi energi setiap hari atau kira-kira 60 gram (Admin, 2009)

     

    2.4 Es Krim

    Es krim merupakan makanan beku yang dibuat dari produk sapi perah seperti krim dan sejenisnya. Es krim adalah jenis makanan semi padat yang dibuat dengan cara pembekuan tepung es krim atau dari campuran susu, lemak hewani maupun nabati, guladengan atau tanpa bahan makanan lain dan bahan makanan yang diijinkan (SNI, 1995). Tepung es krim adalah tepung yang dibuat dari campuran susu, lemak hewani maupun nabati, gula, dengan atau tanpa bahan makanan lain dan bahan makanan yang diijinkan untuk pembuatan es krim. Ditinjau dari kandungan gizi, es krim merupakan produk yang kaya kalsium dan protein karena bahan utamanya adalah susu. Kalsium dan protein adalah zat gizi yang dibutuhkan semua usiaoleh karena itu es krim dapat dinikmati semua usia. Namun demikian dalam es krim juga terkandung zat gizi lain yaitu karbohidrat dan lemak, dimana ke dua zat gizi ini merupakan factor pembatas terutama bagi penggemar es krim yang sedang diet. Selain kandungan gizi, factor yang berpengaruh terhadap tingkat kesukaan konsumen terhadap es krim adalahcita rasa es krim. Kualitas es krim sangat dipengaruhi oleh bahan baku yang digunakan, bahan tambahan makanan yang digunakan dan proses pembuatan maupun proses penyimpanan (Hartatie, 2011).

    Menurut Ismunandar ( 2004) es krim mempunyai struktur berupa busa yaitu gas yang terdispersi dalam cairan, yang diawetkan dengan pendinginan sampai suhu beku. Es krim tampak sebagai wujud yang padu, tetapi bila dilihat dengan menggunakan mikroskop akan tampak empat komponen penyusun yaitu padatan globula lemak susu, udara yang ukurannya tidak lebih dari 0,1 mm, kristal-kristal kecil es, dan air yangmelarutkan gula, garam dan protein susu. Es krim dapat dibedakan berdasarkan komponen dan kandungannya. Komponen terpenting dari es krim adalah lemak susu dan susu skim. Di Inggris, pemerintah menetapkan standar tersendiri untuk produk es krim yaitu harus mengandung 2,5 persen lemak susu dan 7,5 persen susu skim (padatan susu non lemak). Dan jika dicampur dengan buah makakandungan lemak susu 5 persen atau 7,5 persen, kandungan susu skim 7,5 persen atau 2,0 persen. Sedangkan Standar Nasional Indonesia (1995) menetapkan komposisi es krim yang memenuhi syarat mutu es krim adalah lemak minimum 5 persen.

    Manfaat es krim bagi kesehatan antara lain (Chan, 2008).:

    1.   Memberikan rasa nyaman dan tenang (efek relaksasi)

    Rasa tenang dan nyaman itu sangat mungkin ditimbulkan oleh kalsium karena bahan utama es krim adalah krim susu (25%-30%) yang kaya akan kalsium. Kalsium dipercaya memberikan efek rileksasi bagi otot. Inilah yang memungkinkan seseorang merasakan perasaan tenang dan nyaman setelah mengonsumsi es krim

    2.   Menjaga kesehatan jantung

    Mengonsumsi makanan yg kaya akan flavonoid berhubungan erat dgn rendahnya angka kematian yg disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Diduga, kandungan flavonoid pada cokelat justru menjaga kesehatan jantung karena menghambat oksidasi LDL.Flavonoid pada cokelat juga berperan sebagai antioksidan yg dapat mencegah penuaan dini.

    3.   Merangsang sistem kekebalan tubuh

    Dengan memproduksi lebih banyak sitokin (protein yg diproduksi sebagai bagian dari sistem imun tubuh), maka cokelat bermanfaat dalam merangsang sistem kekebalan tubuh.

    4.   Menurunkan risiko terkena kanker payudara

    Berdasarkan penelitian Institute of Community Medicine,  Universitas Tromso, Norwegia, dalam International Journal of Cancer, mengonsumsi 3 gelas atau lebih susu setiap hari dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara pada wanita pramenopause. Selain itu, Laktoferin, yang memiliki peran sebagai zat pertahanan tubuh non-spesifik terhadap patogen, memiliki aktivitas Antiviral, terutama terhadap cytomegalovirus, influenza, dan HIV.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    BAB III

    METODOLOGI

     

    3.1  Alat Dan Bahan

    Bahan yang digunakan dalam penelitian terdiri dari kelapa, telur, margarin, maizena, agar-agar, gula, garam, susu, vanili, tepung hunkwee, Teh Hitam pekat, dan es batu.Skala laboratorium diharapkan menghasilkan produk jadi dengan berat 200 gram. Dimana Berikut komposisi bahan pada percobaan laboratorium.

    Prosentase pembagian skala laboratorium :

    Teh Hitam Pekat         10 %

    Gula Pasir                   15 %

    Agar-Agar                   0.05 %

    Tepung Hunkwee       5 %

    Susu Skim                  20 %

    Kuning Telur                0.1 %

    Mentega Putih             10 %

    Santan                         39.85 %

    Kebutuhan alat :

    1. Mixer
    2. Ice Cream Maker
    3. Freezer
    4. Baskom
    5. Kompor
    6. Sendok
    7. Pisau
    8. Timbangan

     

     

     

     

     

     

     

     

    3.3 Rincian Harga

     

     

    Bahan

    Harga

    Jumlah

    Biaya Total (Rp)

    Teh

    Santan

    Susu Skim

    Telur

    Mentega Putih

    Gula

    Garam

    Agar-Agar

    Tepung Hunkwee

    Air Mineral

    15.000

    4.000

    25.000

    1.500

    15.000

    12.000

    1.000

    2.000

    7.000

    1.500

    1 pack

    3 pack

    1 pack

    1 butir

    1 pack

    1 kg

    1 pack

    1 pack

    1 pack

    2 pack @0,6l

    15.000,-

    12.000,-

    25.000,-

    1.500,-

    15.000,-

    12.000,-

    1.000,-

    2.000,-

    7.000,-

    3.000,-

    ∑ Biaya

    93.500,-

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    3.2 DiagramAlir

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    BAB IV

    HASIL DAN PEMBAHASAN

     

    4.1 Strategi produk

    Es krim merupakan produk yang telah ada dipasaran. Di masyarakat umum es krim bukanlah barang baru lagi sehingga tidak asing lagi jika kita memasarkan produk ini. Semua orang sudah pasti telah mengetahui es krim sehingga lebih mudah untuk mengenalkan produk ini kepada masyarakat umum. Ice cream black tea merupakan produk es krim berbahan utama teh hitam yang merupakan modifikasi dari produk es krim yang telah ada sebelumnya. Es krim ini diciptakan untuk menambah varian baru di masyarakat dan juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. Teh sendiri memiliki zat antioksidan yang sangat besar jumlahnya yang dibutuhkan oleh tubuh. Dengan pembuatan es krim teh hitam ini maka diharapkan konsumen dapat menikmati kesegaran es krim dan dapat menjaga kesehatan tubuh. Pada umumnya es krim yang ada di pasaran diproduksi hanya dengan varian rasa tertentu saja, seperti rasa buah-buahan, coklat, vanilla, dan sebagainya.

    Menurut teori Thomas D Kuczmarski kategori produk baru dalam bukunya New Product Development, produk ini telah ada dipasaran akan tetapi belum banyak yang menggunalan teh hitam sebagai varian rasa sehingga dapat dikatakan bahwa produk ini termasuk dalam Line Extention, yaitu penambahan lini produk yang telah ada. Penambahan lini produk baru bagi perusahaan ini berguna untuk menambah segmen pasar dan menambah produk yang belum ada sebelumnya, sehingga dapat menciptakan varian rasa baru bagi masyarakat.

     

    4.2 Konsep Produk

    4.2.1 Deskripsi produk

    Es krim merupakan makanan yang banyak digemari masyarakat terutama anak-anak, kalangan remaja bahkan orang dewasa. Pada umumnya es krim memiliki tekstur yang lembut dan memiliki rasa yang manis serta gurih sehingga membuat orang tidak bosan untuk mengkonsumsinya. Sedangkan teh hitam merupakan minuman yang menyegarkan dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Teh memiliki rasa yang khas yaitu sepat dan pahit jika tidak dicampur dengan gula, teh juga memiliki aroma yang khas yaitu sedap pucuk daun teh. Setelah menjadi es krim produk ini berwarna coklat muda yang dikemas dalam wadah cup kecil seperti cup es krim pada umumnya. Es krim memiliki rasa yang sedikit berbeda dari es krim pada umumnya yaitu memiliki rasa sedikit pahit dengan aroma teh yang khas dan rasa manis yang dipadukan menjadi varian rasa yang unik dan tergolong masih jarang ditemui. Produk ini dijual di pasaran dengan merek dagang “healthy ice cream” dengan varian rasa teh hitam.

     

    4.2.2      Posisi produk di pasaran

    Es krim black tea ini merupakan produk chalenger, dimana produk ini adalah produk baru yang belum pernah ada di pasaran dan akan memberikan suatu gebrakan baru di masyarakat.Kebanykan teh hitam yang dikonsumsi oleh masyarakat berbentuk minuman seduh atau botol yang umum kita jumpai di mana-mana. Dengan varian olahan produk baru menjadi es krim ini,tentu pasti akan menarik minat masyarakat dalam mengkonsumsi teh hitam berbentuk es krim khususnya anak-anak.Produk ini akan berusaha menyaingi es krim lainnya di pasaran yang memiliki aneka rasa buah dengan kesehatan dan nutrisi yang diberikan oleh teh hitam.

    Selain itu dalam siklus hidup suatu produk,es krim ini juga memiliki umur terbatas dan labanya pun naik turun.Untuk itu,produk ini akan dimaksimalkan dalam hal keuntungandan produksinya pada tahap pertumbuhan dan kedewasaan.Sementara itu di saat produk berada di posisi tahap penurunan,akan dilakukan inovasi dalam berbagai hal nantinya,seperti pemasarannya maupun produknya.

     

    4.2.3      Konsumen sasaran

    Pada umumnya es krim merupakan produk yang digemari di berbagai kalangan, akan tetapi kami memfokuskan target konsumen ini pada mahasiswa. Karena rasa keingintahuan mahasiswa di usia yang masih remaja menuju dewasa ini lebih  tinggi terhadap sesuatu yang baru. Selain itu lokasi pertama yang akan kita kenalkan untuk produk ini adalah Kota Malang, dimana kota ini merupakan kota dengan pengunjung paling tinggi diantara kota-kota lainnya karena banyaknya jumlah mahasiswa dan banyaknya wisatawan yang berlibur. Oleh karena itu peluang pasar masih terbuka lebar untuk memasarkan produk ini. Selain itu, segmen pasar kami juga untuk kalangan wanita ataupun pria. Namun, pada umumnya teh digunakan untuk menjaga kesehatan tubuh sehingga wanita lebih banyak mengonsumsinya untuk program pelangsing tubuh.

     

    4.2.4      Dukungan Teknologi Pengolahan

     

    No.

    Mesin dan peralatan

    Spesifikasi

    Fungsi

    1.

    Timbangan digital

    Jumlah : 2

    Kapasitas : 10 kgUntuk menimbang bahan baku dan bahan tambahan

    2.

    Mesin pendingin

    Jumlah : 1

     

    Kapasitas : 20 L/jamUntuk mendinginkan adonan setelah selesai di pasteurisasi

    3.

    Mixer

    Jumlah : 1

     

    Kapasitas : 5 kg/jamUntuk mencampur bahan baku dan bahan tambahan serta mencampur kembali es krim

    4.

    Boiler

    Jumlah : 1

     

    Kapasitas : 2 kg uap/jamUntuk merubah air menjadi uap panas saat proses pasteurisasi

    5.

    Kompor

    Jumlah : 1

     

    Kapasitas : 5 L/jamUntuk proses penyeduhan teh

    6.

    Baskom

    Jumlah : 2

     

    Kapasitas : 10 kgWadah adonan

    7.

    Pengaduk

    Jumlah : 3

     

    Untuk mengaduk bahan adonan

    8.

    Pisau

    Jumlah : 1Memotong bahan dan kemasan

     

     

     

     

     

    4.2.5      Keunggulan produk

    Es krim dengan varian rasa buah-buahan sudah banyak dipasaran bahkan sudah biasa di masyarakat umum. Akan tetapi dengan varian rasa black tea ini yang juga masih sangat jarang ditemui akan menggugah rasa keingintahuan para konsumen untuk mencoba produk dengan varian rasa yang khas ini. Black tea merupakan teh yang umum dikonsumsi oleh masyarakat umum yang juga tidak asing lagi. Namun disini kami mencoba memberi inovasi baru dengan memadukan bahan baku yang telah ada dan mudah didapat untuk membuat sebuah varian rasa produk es krim yang baru dan masih jarang dipasaran.

    Keunggulan produk ini yaitu masih belum ada di pasaran, karena hampir seluruh es krim bercita rasa buah, coklat dan vanilla. Selain itu, rasa teh hitam yang ditawarkan memiliki rasa yang unik dan khas. Kandungan teh hitam sendiri yaitu memiliki zat antioksidan yang berfungsi untuk menangkap radikal bebas dan mencegah sel kanker dalam tubuh. Selain itu juga terdapat banyak vitamin di dalam teh yaitu vitamin E, vitamin C dan vitamin A yang tentunya bermanfaat untuk tubuh manusia. Harga yang ditawarkan untuk produk ini tidak jauh berbeda dengan harga es krim lainnya, karena bahan baku teh hitam tidaklah mahal dan mudah didapat. Es krim ini juga dapat dinikmati oleh siapa saja dari berbagai kalangan.

     

    4.2.6      Cara Menggunakan Produk

    Penggunaan produk ini sangatlah mudah, hanya dengan membuka kemasannya dan bisa langsung dikonsumsi. Untuk memperoleh hasil produk yang lebih baik kualitasnya, maka sebaiknya es krim disimpan dalam suhu freezer. Produk ini lebih lezat apabila dinikmati pada saat siang hari atau pada waktu udara panas.

     

    4.2.7 Nama produk

    Produk yang kami hasilkan dijual dengan merek dagang “Healthy Ice Cream” dengan varian rasa teh hitam. Nama tersebut melambangkan bahwa produk es krim yang dibuat dengan bahan baku yang berkualitas dan dapat menjaga kesehatan tubuh. Nama ini juga mudah diingat oleh masyarakat sehingga konsumen dapat dengan mudah membeli dan mengonsumsinya. Dalam kemasannya tertera varian rasa teh hitam agar konsumen dapat menikmati varian rasa baru dari produk es krim.

     

    4.3 Prototype Produk

                Pembuatan es krim teh hitam ini dibuat sebanyak 2 kali di laboratorium agrokimia. Hal ini dikarenakan untuk melihat perbedaan hasil yang ada selama proses pembuatan. Setelah pembuatan es krim, kemudian dilakukan pengujian dengan cara uji fisik dan uji organoleptik untuk menentukan mutu baku produk ini. Uji fisik dilakukan dengan melihat tingkat kelelehan, dimana produk akan leleh atau mencair pada rentang waktu berapa dan uji organoleptik untuk melihat produk dari segi tekstur, warna, rasa dan aroma dan mouthfeel.

     

    4.3.1 Uji Fisik

    Uji fisik yang dilakukan pada produk “Healthy Ice” adalah uji tingkat kelelehan. Tingkat kelelehan adalah waktu yang dibutuhkan oleh bahan/produk beku dalam hal ini adalah es krim untuk kembali dalam bentuk cair. Tingkat kelelehan es krim dipengaruhi oleh karakteristik bahan, jenis bahan serta tingkat kekentalan. Dalam uji tingkat kelelehan yang dilakukan pada produk ini diperoleh waktu pelelehan 9-10 menit. Uji ini dilakukan dengan prosedur produk yang baru dikeluarkan dari freezer dan didiamkan dalam suhu ruangan dan diukur waktunya sampai produk tersebut kembali encer seperti sebelum di freezer. Daya leleh merupakan waktu yang dibutuhkan es krim untuk meleleh dengan sempurna pada suhu ruang. Pengukuran daya leleh dilakukan pada suhu 25 ± 1 0C. Daya leleh merupakan salah satu parameter untuk mengetahui kualitas es krim. Es krim yang berkualitas baik adalah es krim yang resisten terhadap pelelehan.

     

    4.3.2 Uji Organoleptik

    Dalam uji organoleptik yang dilakukan, ada beberapa kriteria uji. Kriteria tersebut tertera dalam tabel kuisioner sebagai berikut :

     

     

     

     

     

     

    Nama Produk

    Tekstur

    Rasa

    Aroma

    Warna

    Mouthfeel

    Healthy Ice

    skor

    skor

    skor

    skor

    skor

     

    Kriteria Skor    : 5 = Sangat Baik

    4 = Baik

    3 = Biasa/Cukup

    2 = Kurang Baik

    1 = Sangat Kurang Baik

    Kuisioner kami berikan kepada 10 koresponden penguji yang dipilih secara acak. Adapun untuk rekapitulasi kuisioner yang kami lakukan adalah sebagai berikut :

     

    Nama Produk

    No

    Tekstur

    Rasa

    Aroma

    Warna

    Mouthfeel

    Healthy Ice

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7

    8

    9

    10

    5

    4

    4

    4

    5

    4

    4

    4

    5

    4

    4

    3

    4

    4

    3

    4

    4

    4

    3

    3

    4

    4

    3

    4

    3

    3

    3

    4

    4

    4

    5

    5

    5

    5

    5

    5

    4

    5

    5

    5

    4

    5

    5

    4

    5

    5

    5

    5

    4

    5

    Total

    43

    36

    36

    49

    47

    Rata-rata

    4.3

    3.6

    3.6

    4.9

    4.7

     

    Ice cream black tea ini memiliki rasa yang unik yaitu seperti teh pada umumnya yang dipadukan dengan susu. Teksturnya lembut seperti es krim pada umumnya. Memiliki aroma khas teh hitam dan warna coklat muda. Dengan adanya data kuisioner tersebut maka kita dapat melakukan perbaikan pada produk tersebut sehingga dapat menjadi lebih baik dan dapat diterima oleh konsumen.

     

    4.3.3 Perbandingan SNI

    SNI merupakan kepanjangan dari Standar Nasional Indonesia. SNI digunakan sebagai ketetapan batas kelayakan suatu produk yang akan dipasarkan di Indonesia. Nilai pH es krim dipengaruhi oleh protein susu, garam mineral, dan CO2 yang terlarut Produk es krim di Indonesia memiliki beberapa kriteria standar diantaranya memiliki pH berkisar 5,7-7.6.

    Waktu leleh yang baik adalah 10-15 menit sejak es krim dikeluarkan dari freezer dan diletakkan di suhu ruang (±20 0C). Selain itu, proses pencairan komponen harus berlangsung secara merata, seragam, dan homogen. Pencairan yang tidak merata terlihat dari kekentalan, warna, atau tekstur lelehan yang tidak seragam.

    Warna merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi daya terima konsumen. Warna es krim harus menarik dan menyenangkan konsumen, seragam, serta dapat mewakili cita rasa yang ditambahkan. Rata-rata nilai skor untuk es krim Healthy ice adalah tekstur = 4,3 rasa = 3,6 aroma = 3,6 warna = 4,9 dan Mouthfeel = 4,7. SNI untuk uji organoleptik pada produk es krim the hitam dan sejenisnya belum ada. Namun berdasarkan analisa hasil kuisioner tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kualitas produk sudah baik, namun membutuhkan pengembangan agar produk tersebut dapat lebih sempurna dan dapat diterima konsumen.

     

    4.3.4 Dokumentasi dan OPC

     

          

    Gambar 1. Bahan pembuatan ice cream black tea

    Gambar 2. Proses pencampuran

    Gambar 3. Pasteurisasi

    Gambar 4. Produk siap di freezer

     

    OPERATION PROCESS CHART

    Nama Produk          : Ice Cream Black Tea

    Nomor Peta             : 01

    Dipetakan Oleh        : Ella, Riska, Wenda, Vicky dan Hafizh

    Tanggal Dipetakan   : 21 April 2013

     

     

     

     

    RINGKASAN

    KETERANGAN

    JUMLAH

    WAKTU

     

     

     

     

     

     

     

     

    3

     

    8

     

    1

     

    246

     

    19

     

    TOTAL

    12

    265 menit

     

     

     


    4.3.5 Bahan Baku dan Bahan Tambahan

    Dalam pembuatan ice cream black tea ini,bahan-bahan yang diperlukan antara lain ialahTeh Hitam Pekat sebagai rasa utama dan baru pada es krim ini.Lalu ditambahkan pula bahan-bahan pembuat es krim seperti Gula Pasir , Agar-Agar, Tepung Hunkwee, Susu Skim, Kuning Telur, Mentega Putih, dan Santan agar terbentuk cita rasa dan bentuk yang khas dari es krim.

    Untuk skala pabrik,es krim ini nantinya akan di beri bahan tambahan antara lain minyak nabati,bubuk whey, maltodekstrin, natrium Benzoat, pengelmusi, pewarna Tartrazin CI 19140, dan biri berlian CI 42090 agar es krim ini awet dan memiliki penampilan yang menarik.

     

    4.3.6 Desain Produk

    Produk es krim teh hitam ini dikemas dalam wadah cup plastik kecil seperti es krim pada umumnya dengan warna kemasan menarik yaitu paduan antara warna kuning dan orange. Ukuran kemasan yaitu dengan tinggi 7 cm dan diameter 8 cm.

    Gambar 5. Kemasan es krim teh hitam

     

    4.3.7 Produk Pesaing di Pasaran

    Produk es krim ini memang tergolong baru di pasaran dalam hal rasanya. Namun bukan berarti produk ini tidak akan mempunyai pesaing.Kini produk es krim memang memiliki jumlah yang sangat banyak di pasaran dengan variasi rasa dan bentuk bermacam-macam. Belum lagi dengan adanya brand-brand produk yang sudah menjamur di masyarakat seperti Campina dan Walls akan menjadi tantangan produk ini untuk bersaing.Namun untuk produk es krim yang memiliki manfaat nutrisi banyak dan cara konsumsi yang berbeda akan teh hitam belum pernah ada.Dan hal itu akan menjadi kekuatan dari produk ini. Es ini juga tidak akan berbahaya dikonsumsi oleh anak-anak karena kandungan nutrisinya yang tidak seperti es krim lain yang mengandalkan rasa maupun bentuk.

     

    4.4  Analisa Produk dari Fungsi Utama Perusahaan

    4.4.1 Segi Pemasaran

    Segmentasi produk “healthy ice” dengan produk unggulan black tea ice cream adalah pada kalangan remaja dan dewasa. Hal ini karena produk ini dinilai ramah dan sesuai dengan kebutuhan tubuh serta bermanfaat bagi kesehatan. Selain dari manfaat es krim sendiri, kita juga dapat memperoleh manfaat dari bahan bakunya yaitu teh hitam. Teh hitam dikenal memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita. Oleh karena itu, dengan banyaknya keunggulan tersebut produk ini dapat memiliki pasar tersendiri yaitu produk es krim yang menyehatkan dan rendah kolesterol.

    Dari penetapan segmentasi pasar tersebut, maka kita dapat mengatur strategi pemasaran. Langkah awal yaitu penetapan bentuk dan ukuran produk sehingga dapat diterima oleh konsumen. Bentuk yang sesuai adalah bentuk cup. Bentuk ini dinilai sangat sesuai mengingat segmen pasar yang paling dominan adalah usia dewasa.

     

    4.4.2 Segi Perancangan

    Produk Healthy Ice dirancang dan didesain untuk alternatif kesehatan. Es krim dikenal sebagai produk tinggi lemak dan kolesterol yang dapat membuat seseorang menjadi gemuk. Dengan bahan teh hitam, maka salah satu khasiat teh hitam yang terkenal adalah menekan kolesterol dan memberikan manfaat lain. Desain produk dibuat dari kemasan cup, kemasan ini dinilai sangat sesuai karena untuk konsumen dewasa produk es krim yang banyak dikonsumsi adalah dalam kemasan cup 0,5 – 1 liter.

     

    4.4.3 Manufaktur

    Proses produksi dan manufacturing produk es krim tergantung dari kapasitas produksi. Untuk skala UKM dan menengah hanya membutuhkan alat ice cream maxer pasteurizator dan cup sealer. Sedangkan untuk skala besar maka dibutuhkan banyak peralatan seperti mixer, Building Freezer, Cup Sealer, belt conveyor, pasteurizator dll. proses produksi es krim sebenarnya cukup sederhana dan mudah. Oleh karena itu, untuk memproduksi es krim hanya dibutuhkan peralatan yang relatif sedikit.

     

    DAFTAR PUSTAKA

     

    Admin. 2009. Energi 5 Elemen: Gula Pasir, Gula Batu, dan Gula Merah : Efek Gula Pasir, Gula Batu, dan Gula Merah pada Gula Darah, Kesehatan Pankreas, dan Kesehatan Tubuh. http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-gula-pasir-gula-batu-dan-gula-merahdiakses tanggal 20 Maret 2013

    Astawan, M dan Kasih, A. 2008. Khasiat Warna-Warni Makanan. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

    Chan, L. A . 2008. Membuat Es Krim. Jakarta : Agro Media Pustaka.

    Ismunandar.2004. Dibalik Lembutnya Es Krim.http://www.kimianet.lipi/go.id

    Hartatie, E. S. 2011. Kajian Formulasi ( Bahan Baku , Bahan Pemantap ) Dan Metode Pembuatan Terhadap Kualitas Es Krim. GAMMA.Vol. 7 No. 1.

    Melati, H.P. 2008. The Magic of Tea. PT. Mizan Publika. Jakarta.

    Rosananda, Rosita. 2011. 8 Alasan BisnisIce Cream. Error! Hyperlink reference not valid. diakses tanggal 25 Oktober 2011

    Setyamidjaja, Djoehana. 2000. TEH : Budi Daya dan Pengolahan Pascapanen. KANISIUS. Yogyakarta.

    Sonata, Wahyudjayanto. 2010. Manfaat Santan Bagi Kesehatan. http ://blogsehatalawildhasonata.blogspot.com/2010/09/manfaat-santan-bagi-kesehatan.html  Diakses tanggal 21 Maret 2013 13.35 WIB

     

  • Date: 2013.01.02 | Category: Uncategorized | Response: 0

    TUGAS

    TEKNOLOGI KAYU BAMBU DAN SERAT

    MAKALAH PULPING

    Dosen pengampuh:

    Ika Atsari Dewi STP, MP.

    Oleh:

    Riska Safitri Maulani

    105100301111059

     

     

     

     

    JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

    FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

    JANUARI

    2013

    1. I.        PENDAHULUAN

     

    1.1               Latar belakang

    Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, bertambah pula kebutuhan manusia terhadap barang – barang keperluan sehari – hari termasuk diantaranya kertas. Kertas diperlukan tidak hanya sebagai alat tulis dan buku atau majalah tetapi juga sebagai tissu, pembungkus rokok, pembungkus makanan dan minuman dan sebagainya.

    Meningkatnya pertumbuhan industri pulp dan kertas di Indonesia telah membawa meningkatnya permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah. Oleh karenanya dalam upaya terpeliharanya kualitas lingkungan industri harus meningkatkan pengelolaan limbahnya melalui pengolahan yang lebih efektif dan kemungkinan pemanfaatannya.

    Industri pulp dan kertas pada saat ini dihadapkan pada masalah penanganan limbah yang jumlahnya cukup besar. Kontribusi terbesar berasal dari lumpur hasil pengolahan air limbah. Di lokasi pabrik limbah padat tersebut hanya ditumpuk dan belum dimanfaatkan sehingga selain menimbulkan gangguan terhadap estetika juga menyebabkan pencemaran air, tanah, dan bau bagi masyarakat sekitar.

    Dalam rangka mengantisipasi tuntutan masyarakat yang makin tinggi terhadap masalah lingkungan telah mendorong pihak industri untuk melakukan upaya pemanfaatan limbah sebagai alternatif pengelolaan lingkungan yang perlu dikembangkan. Karena selain itu tidak ada lagi sisa yang terbuang juga dapat memberikan nilai tambah.

    Perusahaan kertas merupakan salah satu penyebab kerusakan lingkungan karena karakteristik limbahnya yang memiliki nilai BOD/ COD (kebutuhan oksigen dalam menguraikan senyawa biologi dan kimia) yang sangat tinggi. Apabila limbah cair tersebut dibuang ke perairan akan mengakibatkan kematian ikan dan biota air lainnya. Selain itu limbah cair industri kertas menimbulkan bau busuk, sedangkan bahan kimia yang terikut dalam limbah cair tersebut menimbulkan gangguan pernafasan bagi penduduk yang tinggal di sekitar saluran pembuangan limbah, bahkan tercium sampai beratus – ratus meter dari tempat tersebut.

     

    1.2               Tujuan

    Tujuan pembuatan makalh ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan pulp.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    1. II.         Tinjauan Pustaka

     

    2.1 Pulp

    Pulp  adalah hasil pemisahan serat dari bahan baku bererat (kayu maupun non kayu)melalui berbagai proses pembuatannya ( mekanis, semikimia, kimia).Pulp terdiri dari serat – serat (selulosa dan hemiselulosa) sebagai bahan baku kertas. Proses pembuatan pulp di antaranya dilakukan dengan proses mekanis, kimia, dan semikimia. Prinsip pembuatan pulp secara mekanis yakni dengan pengikisan dengan menggunakan alat seperti gerinda. Proses mekanis yang biasa dikenal di antaranya PGW (Pine Groundwood), SGW (Semi Groundwood). Proses semi kimia merupakan kombinasi antara mekanis dan kimia. Yang termasuk ke dalam proses ini di antaranya CTMP (Chemi Thermo Mechanical Pulping) dengan memanfaatkan suhu untuk mendegradasi lignin sehingga diperoleh pulp yang memiliki rendemen yang lebih rendah dengan kualitas yang lebih baik daripada pulp dengan proses mekanis (Subagyo, 2009).

    Pulp adalah bahan serat kering yang dibentuk melalui proses pemisahan serat secara kimiawi atau mekanik dari bahan kayu, limbah serat atau limbah kertas. Pulp dapat berbentuk gumpalan atau dibentuk menjadi lembaran. Pulp yang diangkut dan dijual dalam bentuk bubur kertas (yang tidak diproses ke bentuk kertas dalam proses pabrik yang sama) adalah sebagai bahan setengah jadi. Saat tersuspensi di dalam air, serat terdispersi dan menjadi lebih lentur. Pulp ini dapat dicetak menjadi lembaran kertas (Pranowo, 2005).

    Pembuatan pulp secara kimia adalah proses dalam mana lignin dihilangkan sama sekali hingga kayu mudah dilepaskan pada pembongkaran dari bejana pemasak (digester) atau paling tidak setelah perlakuan mekanik lunak. Proses pembuatan pulp dillanjutkan dengan proses kraft atau sering dikenal sebagai proses sulfat, yang berarti kuat. Proses karft ini menggunakan zat alkali aktif yaitu Na2S, NaOH, dan Na2CO3, sebagai cairan pemasak pada proses pemasakan chip diunit digester (Saraswati, 2003).

     

    2.2 Lignin

    Lignin, suatu komponen utama dari dinding sel tumbuhan yang memberikan kekuatan pada kayu, termasuk polimer alami yang paling melimpah kedua di bumi. Apabila dianalogikan dengan bangunan, lignin dan serat-serat kayu mirip seperti beton dengan batang-batang besi penguat di dalamnya. Jadi lignin berfungsi seperti beton, yang memegang serat-serat yang berfungsi seperti batang besi pada tempatnya, sehingga membentuk struktur yang kuat. Material ini berbeda dengan hemiselulosa dan selulosa (polimer alami terbanyak), dimana tidak rentan terhadap serangan hidrolisis (Martinez, 2004).

    Lignin merupakan jaringan polimer fenolik tiga dimensei yang berfungsi merekatkan serat selulosa sehingga menjadi kaku. Pulping ki8mia dan proses pemutihan (bleaching) akan menghilangkan lignin tanpa mengurangi serat selulosa secara signifikan. Lignin berfungsi sebagai penyusun sel kayu. Reaksi-reaksi lain seperti sulfonasi oksidasi, halogenasi sangat penting terutama dalam proses pulping dan bleaching seperti dalam proses soda menghasilkjan lignin terlarut, dimana terjadi pelepasan gugus metoksil pada saat lignin berdifusi dengan larutan alkali (Bagaskara, 2010).

     

    2.3 Selulosa

    Bagian utama dinding sel kayu yang berupa polimer karbohidrat glukosa dan mermiliki komposisi yang sama dengan pati. Beberapa molekul glukosa membentuk suatu rantai selulosa. Selulosa juga termasuk polisakarida yang mengidentifikasikan bahwa didalamnya terdapat berbagai senyawa gula. Selulosa berantai panjang dan tidak bercabang. Seklama pembuatan pulp dalam digester, derajat polimerisasi akan turun pada suatu derajat tertentu. Penurunan derajat polimerisasi tidak boleh terlalu banyak, sebab akan memendekkan rantai selulosa dan membuat pulp menjadi tidak kuart. Selulosa dalam kayu memilikib derajat polimerisasi sekitar 3500, sedangkan selylos dalam pulp mempunyai derajat polimerisasi sekitar 600-1500. Rantai selulosa yang lebih pendek akan menghasilkan pulp yang encer (Marcella, 2006).

     

    2.4 Hemiselulosa

    Hemiselulosa adalah polimer bercabang atau tidak linier. Selama pembuatan pulp hemoiselulosa bereaksi lebih cepat dibandingkan dengan selulosa. Rantai hemiselulosa lebih pendek dari rantai selulosa. Hemiselulosa bersifat hidrofilik (mudah menyerap air) yang menyebabkan struktur selulosa menjadi kurang teratur sehingga air bisa masuk kejaringan selulosa. Hemisolulosa akan memberikan fibrillasi yang lebih baik dari pada selulosa dan meningkatkan kualitas kertas (Bagaskara, 2010).

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    1. III.       PEMBAHASAN

     

    3.1               Persiapan Bahan Baku

    Pada proses pembuatan pulp dan paper, bahan baku yang digunakan adalah kayu. Kualitas pulp sangat ditentukan oleh jenis kayu yang digunakan. Diharapkan jenis kayu yang digunakan untuk menghasilkan kualitas pulp yang bagus adalah yang mempunyai kandungan selulosa yang tinggi, lignin yang rendah, tidak rapuh, tidak banyak getah dan tidak berkulit tebal.

     

    3.2               Proses Produksi

    Proses pembuatan pulp dilakukan secara kimia dengan menggunakan metode kraft. Metode ini menggunakan cairan pemasak White liquor (lindi putih) yan menggunakan NaOH dan Na2S. Adapun pembuatan pulp ini dimulai dari pembuatan bahan baku untuk mengubah kayu gelondongan menjadi Chip, pemasakan Chip di gester menjadi pulp, pencucian dan pemutihan pulp, pengeringan dan pembentukan lembaran pulp, serta penyimpanan.

    Untuk proses pembuatan pulp diperlukan bahan-bahan kimia yang diproduksi oleh di Chemical plant. Chemical plant terdiri dari lima unit yaitu Chlorine diokside plant, sulfur diokside plant yang di produksi Chlorine Diokside dari NaCl, Oksigen plant yang memproduksi oksigen dari udara, Brine Treatment plant dan Chlor Alkali plant yang memproduksi Chlorine dan Caustie dari NaCl.

     

    1. A.      Proses pembuatan pulp

    Proses pembuatan pulp dimulai dari pemisahan bahan baku di unit wood prepation dimana bahan baku dari kayu yang di potong-potong menjadi kayu gelondongan yang ditampung di suatu lapangan luas, selanjutnya dilakukan pengelupasan kulit kayu (debarking) oleh alat yang dinamakan Drum Barker yaitu suatu bejana selider berukuran panjang 28,5 m. Dan berdiameter 5,5 m yang berputar dengan kecepatan rata-rata 5,8 rpm.

    Kayu yang telah dikelupas kemudian di cacah menjadi Chip dengan ukuran standar (Chip Standard) menggunakan Chipper. Selanjutnya Chip tersebut memasuki vibrating screen yang bertujuan untuk memisahkan Chip-chip yang berukuran standar dengan  yang tidak memenuhi ukuran standar berdasarkan klafisikasi chip tersebut. Klafisikasi yang dimaksud adalah sebagai berikut:

    • Chip Standard (accept chip)

    –          Panjang    : 10-25mm

    –          Lebar         : 10-25mm

    –          Tebal         : 5-8mm

    • Lebih besar dari standard (over size)
    • Lebih kecil dari standard (fine size)
    • Debu (dust)

     

     

    1. B.       Pengolahan bahan baku

    Pemasakan (Cooking)

    Pemasakan dilakukan pada digester jenis Cooking CompactTM. Digester ini terdiri dari top separator dan screen section yang berkerja dengan metoda cocurrent (searah) dan terdapat juga zona washing yang dilakukan secara counter current, metoda pemasakkanya cendrung pada suhu yang lebih rendah tetapi dengan pamasakan yang cendrung lebih lama.

    Chips yang berasal dari chip yard diumpankan kedalam chip buffer yang terdapat pada ujung belt conveyor. Kemudian chip masuk melalui bagian atas IMPBIN dan diukur laju alir chipnya menggunakan chipmeter. IMPBIN merupakan vessel yang memiliki tekanan sama dengan  tekanan atmosfer serta mamiliki fungsi presteaming sekaligus fungsi impregnasi.

    Campuran white liquor dan black yang diekstrak dari tranfer circulation dan atau dari bagian screen digester dimasukan kebagian atas IMPBIN melalui centralpipe. Sebelum chip bercampur dengan liquor, temperature chip terlebih dahulu dinaikan smpai mencpai suhu 100oC dan dengan penambahan liquor yang akan meningkatan proses deaerasi chip.

     

    Pencucian dan penyaringan (washing and screening)

    1. 1.    Deknoting

    Setelah tahap pemasakan, sebagian besar pulp masih mengandung knot (mata kayu) yang tidak masak. Kandungan tersebut harus dipisahkan, dari pulp pada tahap awal dari proses. PemisAhan knot tilakukan dalam tiga tahap untuk pemisahan yang efisien. Dengan tujuan untuk mengurangi kandungan serat sekecil mungkin terbawa pada pemisAhan tahap ketiga (reject dari coarse screen).

     

    1. 2.    Screening

    Screening dilakukan dalam tiga tahap yaitu:

    1. Primary screening
    2. Secondary screening
    3. Teriary screening

    Pada primary screening sebagian besar shive adalah reject, tetapi dalam pemisahan masih banyak serat yang terikut. Agar tidak banyak fiberatau serat yang terbuang, maka reject dari tahap pertama (primary sereening) disaring lagi pada tahap kedua (secondary sereening).

    Reject dari tahap kedua ini akan disaring lagi pada tahap ketiga (tertiary screening) sebelum dikeluarkan dari sistem melalui reject press ini adalah untuk mengurangi bahan kimia (chemical loss) dan mempermudah penanganan reject. Accept dari tahap kedua dan tahap ketiga ini akan di kembalikan lagi ke inlet dari tahap sbelumnya (cascade). Bersama-sama shive pasir juga terbawa oleh aliran reject screen dan dibawa ke reject press, karena dalam pengoprasian sebagian besar pasir terbawa aliran accept bersama filtrate. Untuk mencegah penumpukan pasir didalam system yang menyebabkan kerusakan pada alat, maka pasir dipisahkan dari filtrate pada sand separator.

     

    1. 3.    Brown stock washing

    Pulp yang dihembus (blown) dari digester, masih bercampur dengan sebagian cairan pemasak yang mengandung sisa bahan kimia pemasak dan juga lignin yang terlarut dalam kayu. Kotoran-kotoran yang terlarut dalam pulp tersebut dicuci di brown stock yang dilakukan secara berlawanan arah (counter current), dimana air panas hanya digunakan sebagai pncuci pada tahap akhir dri rantai pencucin.

    Selepas dari blow tank dan screening room, pencucian brown stock telah mengalami dua tahapan, tahapan pertama di hi-heat washing zone dan digester continous dan kemudian didalam presure diffuser. Tahap ketiga atau tahap terakhir dari pencucian brown stock adalah dewatering press sebelum O2 reaktor.

    Pada dewatering press, pulp di press untuk mencapai konsentrasi sekitar 10% setelah itu pulp diencerkan dengan filtrat dari first oxigen press pada screw dilution sehingga konsentrasinya menjadi 12%. Alkali yang digunakan untuk delignifikasi ditambahkan bersama dengan cairan pengencer.

    Filtrat yang meninggalkan dewatering press masih mengandung sebagian besar fiber yang harus dipisahkan. Pemisahan tersebut dilakukan dalam liquor screen, dari sana filtrat yang bersih di salurkan ke pressure diffuser, dan serat. Yang lebih dipisahkan akan dikembalikan ke accumulator tank bersama-sama dengan filtrat lainya.

     

    O2 Delignification

    Proses oksigen dilignifikasi merupakan proses pre-blcaching yang berguna untuk mengurangi kandungan lignin dari pulp coklat (yang belum mengalami proses pemutihan). Setelah mengalami proses oksigen dilignifikasi maka bilangan kappa berkurang ±14. Adapun fungsi oksigen delignifikasi adalah untuk menghemat bahan-bahan kimia yang mahal di tahap pemutihan dan dlam waktu yang bersmaan dapat menurunkan dampak terhadap lingkungan.

    Proses oksigen dilignifikasi berlangsung pada medium konsentrasi dengan tempertur dan tekanan tinggi, sedangkan bahan kimia yang dipakai adalah oksigen dan Alkali, dipakai salah satu NaOH atau while liquar oksidasi. Sebelum masuk ke reactor, pulp dipanaskan terlebih dahulu dengan menambahkan steam sampai 100oC.

    Delignifikasi berlangsung didalam aliran ke atas reactor, dimana waktu yang dibutuhkan (retention time) menurut waktu yang dirancang adalah satu jam. Untuk mencegah waktu singkat didalam reactor yang disebabkan chanelling, yang menyebabkan pendeknya retention time, maka aliran yang merata dan stabil di dalam reactor sangat diperlukan, yang dapat dicapai dengan menjaga konsentrasi pulp sekitar 10%

     

     

     

    Bleaching

    Proses pemutihan terdiri dari 2 line, yaitu:

    Proses pemutihan pada line 1 memiliki urutan-urutan yang terdiri dari tahapan berikut:

    1. Tahap pemutihan yaitu menggunakan Cl2 dan ClOyang berfungsi untuk mengikat kandungan lingnin dan pulp.
    2. Tahap ekstraksi yaitu menggunakan NaOH, O2, H2O2 yang berfungsi untuk mengikat zat-zat orgnik dan kandungan lignin dalam pulp serta mempertahankan ikatan sellulosa.
    3. Tahap pemutihan kembali, yaitu menggunakan ClO2 yang berfungsi untuk mengikat kandungan lignin dalam pulp.

    Sedangkan pada line 2 memiliki tahapan sebagai berikut:

    1. Tahap pemutihan, yaitu menggunakan ClO2 yang berfungsi untuk mengikat kandungan lignin dan pulp.
    2. Tahap extraksi, yaitu menggunakan NaOH, O2, HO2 yang berfungsi untuk mengikat zat-zat organik dan kandungan lignin dalam pulp serta mempertahankan ikatan sellulosa.
    3. Tahap pemutihan kembali, yaitu menggunakan ClO2 yang berfungsi untuk mengikat kandungan lignin dalam pulp.

     

    1. C.      Pembentukan lembaran pulp

    Pulp yang telah diputihkan  selanjutnya dikirim ke unit pulp machine yang mengenai masalah penyediaan pulp sheet (lembaran) dengan proses kerja sebagai berikut:

    1. Screening , merupakan tahap penyaringan dan membentuk serat yang lebih homogen tanpa ada pengontor yang halus maupun kasar.
    2. Dewatering, merupakan tahap pengurangan kadar air yang terdiri dari dua tahap yaitu DWP dan HDP.
    3. Drying, merupakan tahap pengeringan lembaran pulp dengan menggunakan steam atau uap panas.
    4. Pulp cutting dan Bale Handling merupakan tahap akhir proses pulp machine disini dilakukan pemotongan dan pengemasan.

     

    • Ø Tahap penyaringan (Sereening)

    Screeing plant merupakan proses bleaching dan Dwatering machine yang berfungsi sebagai penyaring kotoran-kotoran yang ada pada bubur serat (fiber). Stock yang dihasilkan di screening plant disuplay ke Dwatering machine untuk di proses menjadi lembaran pulp.

    Bahan yang melalui proses pemutihan di bleaching di pompakan ke HDT dengan konsistensi 10%. Selanjutnya bahan tersebut diencerkan dengan air pengencer dari filtrate chest  pada bagian dasar HDT menjadi 5%. Stock yang ada di HDT dipompakan ke stock chest, setelah diencerkan menjadi 4% kemudian dilakukan penyaringan yang terdiri dari protection screen atau combitrap. Pressure screen atau fine screen, penyaringan pada centry cleaner, penyaringan pada satomi dan proses screening ini diakhiri dengan pengentakan pulp yang bertujuan untuk meningkatkan konsistensi.

     

    • Ø Tahap pengurangan kadar Air (Dewatering)

    Dewatering plant adalah proses pengurangan kadar air dari bubur serat serta proses pembuatan lembaran pulp . pulp cair diencerkan hingga konsentrasinya mencapai 1,2-1,8% kemudian disemprotkan menggunakan headbox. Dari headbox disalurkan dengan tekanan ke foarming board “DWP” untuk pembentukan foemesi lembaran pulp. Pada DWP (Double Wire Press) terjadi proses pengurangan kadar air dengan menggunakan dua lembaran kawat mesh (bottom dan top wire) dengan lebar 7,4 meter yang saling menekan dan berputar berlawanan arah.

    Kadar air yang berkurang pada proses pengeringan ini mencapai 30-35%. Proses selanjutnya berlangsung di Heavy Duty Press (HDP 1 dan 2), dimana pengurangan air dilakukan dengan cara penekanan dengan Main Press Roll dan artinya diserap oleh felt pada bagian atas dan bawah HDP 1 sehingga akan terjadi lagi pengurangan kadar air sampai dengan 20% pada akhir proses HDP 2, dan formasi lembaran pun semakin sempurna.

     

    • Ø Tahap pengeringan akhir (Drying)

    Proses pengeringan pulp dengan menggunakan udara panas yang di hembuskan ke permukaan bagian atas dan bawah pulp, dimana Drying cabinet disini terdiri dari menara kipas (fan section) dan tiap bagian mempunyai kipas sirkulasi (circulation fan), pipa yang berisi uap pemanas (steam heated coil) dan blowbox, sehingga akan terjadi lagi pengurangan kadar air sampai dengan 35-40%.

     

    • Ø Tahap pemotongan (pulp cutting dan bale Handling)

    Pulp yang keluar dari dryer kemudian masuk ke bagian cutter lay boy untuk dipotong sesuai dengan ukuan standar yaitu 616 mm x 840 mm, kemudian ditampung didalam lay boy untuk disusun menjadi Bale (pengepakan) di unit bale handling.

    Ada babrapa urutan proses bale handling antara lain:

    1. Scale, yaitu alat untuk menimbang pulp dalam 1 bale (250 AD Kg)
    2. Balling press, yaitu alat untuk mengpres pulp dalam 1bale dari tinggi semula 80 cm menjadi 45-50 cm
    3. Wrapper, yaitu alat untuk memberikan pembungkus
    4. Tying, yaitu pengikat setelah bale pulp dibungkus. Tali pengikatnya adalah kawat diameter 2 mm
    5. Stenciller, yaitu alat untuk membuat merk
    6. Folder, yaitu alat untuk membungkus pulp
    7. Stacker, yaitu alat untuk menumpuk bale pulp menjadi 4 bale
    8. Unityer, yaitu alat untuk mengikat 8 bale pulp dengan kawat diameter 3 mm

     

    DAFTAR PUSTAKA

     

    Bagaskara, J. 2010. Pengembangan Industri Kertas. Bumi Aksara. Jakarta.

    Marcella, D. 2006. Kayu dan Pemanfaatannya di Bidang Industri Lokal. Grasindo. Jakarta.

    Martinez, K. 2004. Pengolahan Limbah Kayu untuk Pembuatan Kertas. Kanisius. Yogyakarta.

    Pranowo.  2005. Agroindustri Kehutanan. Gosyen Publishing. Yogyakarta.

    Saraswati. 2003. Bisnis Limbah Kayu. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

    Subagyo. 2009. Proses Pengolahan Pulp dan Kertas. Grasindo. Jakarta.

  • Date: 2012.12.19 | Category: Uncategorized | Response: 0

    TUGAS REKAYASA DAN OPTIMASI PROSES

    KAJIAN  PEMANFAATAN RADIASI SINAR GAMMA (CO-60)

    PADA SISTEM PENGAWETAN MAKANAN 

    STUDI KASUS PADA SERBUK CABAI

    Oleh : Riska Safitri M (105100301111059)

    Kelas                           :           C

    Dosen Pengampu        : Arie Febrianto Mulyadi, STP. MP

     

    1. A.      Dasar Teori

    Menurut (Hudaya, 2008), irradiasi makanan adalah suatu teknik pengawetan makanan dengan menggunakan radiasi ionisasi secara terkontrol untuk membunuh serangga, kapang, bakteri, parasit atau untuk mempertahankan kesegaran bahan makanan. Jenis irradiasi makanan yang dapat digunakan untuk pengawetan bahan pangan adalah elektromagnetik yaitu radiasi yang menghasilkan foton berenergi tinggi sehingga sanggup menyebabkan terjadinya ionisasi dan eksitasi pada materi yang dilalui. Jenis irradiasi ini dinamakan radiasi pengion. Dua jenis pengion yang umum digunakan untuk pengawetan makanan adalah sinar  γ, yang dipancarkan oleh radionuklida Co-60 (Cobalt-60) dan Cs-137 (Cesium-137) dan berkas elektron dari partikel-partikel bermuatan listrik.

    Menurut Herman (1991), dosis radiasi adalah jumlah energi radiasi yang diserap ke dalam material. Untuk tiap jenis makanan diperlukan dosis khusus untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Jika jumlah radiasi yang digunakan kurang dari dosis yang  diperlukan, efek yang diinginkan tidak akan tercapai. Sebaliknya  menurut (Winarno, et al,1991), jika dosis berlebihan makanan mungkin akan rusak sehingga tidak dapat diterima konsumen.

    Tabel 1. Penerapan dosis dalam berbagai irradiasi pangan

    Tujuan

    Dosis (KGy)

    Produk

    Dosis rendah (s/d 1 KGy)Pencegahan pertunasan 

    Pembasmi serangga dan penyakit

    Perlambatan proses fisiologis

    0,05 – 0,15 

    0,15 – 0,50

     

    0,50 – 1,00

    Kentang, bawang putih, bawang bombay, jahe.Serealia, kacang-kacangan, buah, ikan, daging.

    Buah dan sayur segar.

    Dosis sedang (1-10 KGy)Perpanjang masa simpanPembasmi mikroorganisme perusak dan patogen

    Perbaikan sifat teknologi pangan

    1,00 – 3,001,00 – 7,00

     

    2,00 – 7,00

    Ikan, arbei segarHasil laut dan daging unggas segar dan beku.

    Anggur, sayuran kering.

    Dosis tinggi (10-50 KGy))Pensterilan industri, pensterilan bahan tambahan makanan 10 – 50 Daging, daging unggas, hasil laut, makanan siap hidang, dan makanan steril.

    Dosis serap merupakan banyaknya energi yang diberikan oleh radiasi pengion kepada medium. (Akhadi,2000) Secara matematis dosis serap dituliskan dalam rumus: D =

    Dimana: dE  : Energi yang diserap oleh medium  (joule)

    dm : Massa  (Kg)

    D   : Dosis serap  (j. kg-1)

    Turunan dosis serap terhadap waktu disebut laju dosis serap dan dirumuskan dengan

    persamaan: Ď =

    Dimana : Ď   :  Laju dosis serap (Gy/s-1)

    dD : Dosis Serap (j. kg-1)

    dt  : Waktu pada saat penyerapan (s-1)

    Semakin lama penyinaran, akan semakin besar dosis radiasi yang diterima, demikian sebaliknya secara matematis dirumuskan:

    D = Ď.t

    Dimana: D : Dosis akumulasi (Ci)

    Ď : Laju dosis (Ci/jam)

    t  : Waktu (Jam)

    Jarak pada suatu radiasi berkaitan dengan fluks (ф) radiasi. Fluks radiasi didefinisikan sebagai jumlah radiasi yang menembus luas permukaan masing-masing adalah: Φ =

    Dimana:  Φ : Fluks radiasi (S/cm2)

    S : Pancaran radiasi (Ci)

    R : Jari-jari bola

    Dengan mengetahui laju paparan dari sumber yang beraktivitas 1 Ci pada jarak 1 meter, sumber pancaran sinar gamma dengan energi gamma dipancarkan  E  (MeV) akan menghasilkan laju paparan (Ҳ) pada titik berjarak 1 meter dari sumber dirumuskan

    Ҳ(1m) :  0,52 ∑ni Ei     ( R/Jam)/Ci

    Dengan ni adalah fraksi sinar-γ ke-i terhadap jumlah seluruh sinar-γ yang    dipancarkan sumber. Dan Ei adalah energi sinar-γ ke-i yang dipancarkan sumber.

     

    1. B.       Metode yang Digunakan

    Bahan atau sampel yang digunakan adalah serbuk cabai. Serbuk cabai dimasukkan ke dalam uji mikroba menggunakan metode ALT ( Angka Lempeng Total). Metode  Angka lempeng total merupakan salah satu cara untuk menghitung cemaran mikroba, dimana cara ini merupakan bagian dari metode hitung cawan. Untuk sumber radiasi digunakan radiasi berenergi tinggi yaitu radiasi pengion (sinar gamma co 60). Radiasi pengion adalah radiasi yang apabila menumbuk atau menabrak sesuatu, akan muncul partikel bermuatan listrik yang disebut ion. Selanjutnya yaitu pada proses penyinaran sinar gamma ditempatkan ke arah yang terlindungi misalnya ke arah dinding, selanjutnya dicacah dengan menggunakan detektor selama 15 menit, 60 menit dan 120 menit dengan jarak 25 cm dan juga pada 45 cm, diulangi sebanyak 3 kali sampai dianggap stabil. Setelah detektor dan sumber radiasi dianggap stabil, bungkus plastik kosong dan diletakkan diantara detektor dengan sumber radiasi kemudian disinari selama 15 menit, 60 menit dan 120 menit pada jarak 25 cm dan juga pada jarak 45 cm dan diulangi diulangi sampai 3 kali untuk setiap bungkus. Rancangan acak disini digunakan untuk mengetahui hasil penyinaran gamma yang paling optimal pada jarak dan waktu yang berbeda.

    Pengambilan data didapat sampel jarak 25 cm dan 45 cm. Waktu penyinaran sampel adalah 15 menit, 60 menit dan 2 jam dan dicatat cacahan yang didapat. Perhitungan mikroba ada dua yaitu sebelum dan sesudah penyinaran. Perhitungan ini dilakukan untuk melihat perbedaan jumlah bakteri yang didapat dalam suatu larutan. Perhitungan mikroba menggunakan pengenceran  menggunakan pipet volume yang telah steril. Lalu isinya 1 gram serbuk cabai dan 9 ml aquades, dikocok hingga seragam dan ditandai 10 min 1 hingga min 5. Pengocokan ini agar bakteri lebih encer dan juga lebih homogen. Lalu dilakukan proses penanaman mikroba. Sebelum melakukan penanaman mikroba ruangan dan tempat penanamannya harus steril. Dari setiap pengenceran diambil 1 ml dan dimasukkan kedalam cawan petri serta dibuat duplo diantara lampu bunsen, selanjutnya ditambahkan media dan diratakan dengan membentuk angka 8 sampai media mengeras, diinkubasi pada suhu 25 C selama 24 jam dengan posisi terbalik agar bakteri yang dibawah bisa merata, kemudian dihitung.

     

    1. C.      Pembahasan dan Hasil

    Jumlah mikroba yang terbunuh sangat tergantung dari jarak dan lamanya waktu penyinaran.

    Gambar 1. Grafik hubungan jumlah mikroba terhadap waktu variasi jarak

    Gambar 1 menjelaskan bahwa, pada jarak 25 cm selama 15 menit waktu penyinaran,  jumlah mikroba yang terbunuh sebanyak 35 % dari jumlah mikroba sebelum penyinaran. Dalam waktu penyinaran 60 menit untuk jarak yang sama maka terbunuh mikroba sebanyak 70% dari sebelum penyinaran, sedangkan dalam waktu 120 menit terbunuh jumlah mikroba sebanyak 90%. Sedangkan pada jarak 45 cm dari sumber jumlah mikroba yang terbunuh selama 15 menit waktu penyinaran yaitu hanya sekitar 6% dari sebelum penyinaran, untuk waktu penyinaran 60 menit terbunuh sekitar 29% dan pada waktu penyinaran 120 menit terbunuh sebanyak 89%.

    Dari hasil grafik pada gambar 1, maka dilakukan perbandingan menggunakan jarak dan dosis serap yang sesuai untuk mengurangi jumlah mikroba pembusuk pada sampel.

    Gambar 2. Grafik hubungan dosis serap terhadap jumlah mikroba dengan variasi jarak 25 cm.

    Pada gambar 2 menunjukkan pada jarak 25 cm dengan sampel 1 gr dan dosis serap 27 μGy jumlah mikroba yang mati lebih sedikit yaitu dengan jumlah mikroba 3020 dari 4746 mikroba yang ada dan ketika dosis radiasi ditingkatkan menjadi 108 μGy jumlah mikroba yang mati pun akan semakin meningkat yaitu sebesar 2138 dari 7308 mikroba, dan ketika dosis serap ditingkatkan lebih besar yaitu sekitar 216 μGy maka jumlah mikroba yang mati hampir semuanya yaitu 937 dari 9537 mikroba yang terdapat dalam serbuk cabai tersebut.

    Gambar 3. Grafik hubungan dosis serap terhadap jumlah mikroba dengan variasi jarak 45 cm

    Pada gambar 3 menunjukkan ketika jarak sampel dengan sumber radiasi menjadi 45 cm dosis serap yang diterima sampel akan semakin kecil yaitu sebesar 8.30 μGy maka jumlah mikroba yang matipun sebesar 5047 dari 5370 mikroba yang ada, dan ketika waktu penyinaran ditingkatkan maka dosis serap yang dihasilkan juga meningkat sebesar 33,21 μGy maka jumlah mikroba menjadi 2813 dari 4004 mikroba sebelum penyinaran, selanjutnya peningkatan waktu penyinaran menghasilkan laju dosis serap ditingkatkan menjadi 66,42 μGy maka jumlah mikroba yang mati sebanyak 126 dari 1284.

     

    1. Kesimpulan

    Metode irradiasi makanan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam system pengawetan makanan. Jarak iradiasi yang lebih dekat pada sampel, menyebabkan mikroba yang mati menjadi lebih banyak.  Hal ini disebabkan semakin dekat sampel dengan sumber radiasi akan semakin besar dosis serapan yang diterima sampel sehingga jumlah mikroba yang matipun semakin banyak seperti irradiasi pada jarak 25 cm. Sedangkan pada jarak 45 cm semakin jauh sampel dengan sumber radiasi akan semakin kecil dosis serap yang diterima sampel dan jumlah mikroba yang matipun semakin sedikit. Sehingga dapat disimpulkan penggunaan Co-60 dalam kondisi aman dapat dipakai sebagai suatu teknik pengawetan makanan

  • serat sintetis

    Date: 2012.10.19 | Category: Uncategorized | Response: 0

    Nama              : Riska Safitri Maulani

    NIM                 : 105100301111059

    Dosen Pengampuh  : Ika Atsari Dewi STP, MP.

    Mata Kuliah                : Teknologi Kayu Serat da Bambu

     

    1. I.                    PENDAHULUAN

     

    1.1               Latar Belakang

    Serat merupakan suatu jenis bahan berupa potongan-potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh. Contoh serat yang paling sering dijumpai adalah serat pada kain. Manusia menggunakan serat dalam banyak hal yaitu untuk membuat tali, kain atau kertas. Serat dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu serat alami dan serat sintetis (Serat buatan manusia). Serat sintetis dapat diproduksi secra murah dalam jumlah yang besar. Namun demikian, serat alami memiliki berbagai kelebihan khususnya dalam hal kenyamanan.

    Serat banyak sekali dibutuhkan baik itu serat alami maupun sintetis. Serat sintetis banyak digunakan di dunia industri terutama industri tekstil. Serat sintetis memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu kekurangannya adalah serat sintetis yang digubakan untuk bahan tekstil akan menyebabkan rasa panas dan tidak dapat menyerap cairan seperti cairan keringat. Kelebihannya adalah memiliki struktur yang lebih kuat dan tahan lama.Serat sintetis ini juga terdapat pada susunan polimer. Polimer merupakan suatu molekul raksasa(makromolekul) yang terbentuk dari susunan ulang molekul kecil yang terikamelalui ikatan kimia. Suatu polimer akan terbentuk bila seratus atau seribu unit molekul yang kecil yang disebut monomer, saling berikatan dalam suatu rantai.

     

    1.2               Tujuan

    Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar penulis dapat mengerti dan memahamitentang serat sintetik serta untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Kayu Serat Bambu.

     

    1. II.                  TINJAUAN PUSTAKA

     

    2.1               Pengertian Serat

    Serat ialah jaringan serupa benang atau pita panjang berasal dari hewan atau tumbuhan. Serat digunakan untuk membuat kertas, tekstil, dan tali. Sifat serat, yaitu tidak kaku dan mudah terbakar.  Serat ada juga yang merupakan hasil olahan manusia. Serat ini disebut juga serat sintetis. Contohnya, serat optik.  Serat optik adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain (Pudjaatmaka, 2002).

     

    2.2               Jenis Serat

    Serat terbagi menjadi dua macam, yaitu serat alami dan serat buatan (sintetis). Serat alam merupakan serat  yang dihasilkan dari hewan, tumbuhan dan proses geologis. Serat tumbuhan biasanya tersusun atas selulosa, hemiselulosa dan terkadang mengandung lignin. Contoh dari jenis serat ini yaitu katun dan kain ramie. Serat tumbuhan digunakan sebagai bahan pembuat kertas dan tekstil. Sedangkan serat dari hewan contohnya seperti bulu domba yang dijadikan wol. Sedangkan serat buatan (sintetis) merupakan serat buatan manusia. Contoh dari serat buatan ini adalah serat polimer. Serat ini dibuat melalui proses kimia. Contoh lain dari serat sintetis adalah kaca, plastic dan lain-lain (Chang, 2004).

     

    2.3               Polimer

    Berdasarkan asalnya, polimer dibedakan atas polimer alam dan polimer Buatan. Polimer buatan dapat berupa polimer regenerasi dan polimer sintetis. Polimer regenerasi adalah polimer alam yang dimodifikasi. Contohnya rayon, yaitu serat sintetis yang dibuat dari kayu (selulosa). Polimer sintetis adalah polimer yang dibuat dari molekul sederhana (monomer) dalam pabrik. Beberapa contoh polimer yang dibuat oleh pabrik adalah nylon dan poliester, kantong plastik dan botol, pita karet, dll. Plastik yang pertama kali dibuat secara komersial adalah nitroselulosa. Material plastik telah berkembang pesat dan sekarang mempunyai peranan yang sangat penting dibidang elektronika, pertanian, tekstil, transportasi, furniture, konstruksi, kemasan kosmetik, mainan anak-anak dan produk-produk industri lainnya (Powel, 2003).

     

    1. III.                PEMBAHASAN

     

    3.1               Serat Sintetis

    Serat sintetis merupkan serat buatan manusia, Serat sintetis diperoleh dengan mengolah bahan plastik. Bahan pakaian yang terbuat dari bahan serat sintetis diantaranya nilon dan poliester. Pakaian yang terbuat dari serat sintetis memiliki sifat, antara lain tidak mudah kusut, kuat, tetapi tidak nyaman dipakai dan tidak menyerap keringat. Selain itu, terdapat pula beberapa kain yang dilapisi damar sehingga kedap air. Kain-kain seperti ini digunakan sebagai bahan untuk membuat jas hujan, parasut, karpet, serta tenda.

     

    3.2               Jenis Serat Sintetis

    Berdasarkan asalnya, polimer dibedakan atas polimer alam dan polimer buatan (Azizah, 2004). Polimer alam yang telah kita kenal antara lain : selulosa, protein, karet alam dan sejenisnya. Pada mulanya manusia menggunakan polimer alam hanya untuk membuat perkakas dan senjata, tetapi keadaan ini hanya bertahan hingga akhir abad 19 dan selanjutnya manusia mulai memodifikasi polimer menjadi plastik. Polimer buatan dapat berupa polimer regenerasi dan polimer sintetis. Polimer regenerasi adalah polimer alam yang dimodifikasi. Contohnya rayon, yaitu serat sintetis yang dibuat dari kayu (selulosa). Polimer sintetis adalah polimer yang dibuat dari molekul sederhana (monomer) dalam pabrik. Beberapa contoh polimer yang dibuat oleh pabrik adalah nylon dan poliester, kantong plastik dan botol, pita karet, dll. Plastik yang pertama kali dibuat secara komersialadalah nitroselulosa. Material plastik telah berkembang pesat dan sekarang mempunyai peranan yang sangat penting dibidang elektronika, pertanian, tekstil, transportasi, furniture, konstruksi, kemasan kosmetik, mainan anak-anak dan produk-produk industri lainnya. transportasi, furniture, konstruksi, kemasan kosmetik, mainan anak -anak dan produk-produk industri lainnya.

     

    3.2.1          Polimer Sintetis

    Polimer sintesis atau polimer buatan adalah polimer yang tidak terdapat di alam dan harus dibuat oleh manusia. Sampai saat ini, para ahli kimia polimer telah melakukan penelitian struktur molekul alam guna mengembangkan polimer sintesisnya. Dari hasil penelitian tersebut dihasilkan polimer sintesis yang dapat dirancang sifat-sifatnya, seperti tinggi rendahnya titik lebur, kelenturan dan kekerasannya, serta ketahanannya terhadap zat kimia. Tujuannya, agar diperoleh polimer sintesis yang penggunaannya sesuai yang diharapkan. Polimer sintesis yang telah dikembangkan guna kepentingan komersil, misalnya pembentukan serat untuk benang kain dan produksi ban yang elastisterhadap jalan raya. Ahli kimia saat ini sudah berhasil mengembangkan beratus-ratus jenis polimer sintesis untuk tujuan yang lebih luas. Contoh polimer sintesis dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

     

     

     

    No Polimer Monomer Terdapat pada
    1. Polietena Etena Kantung, kabel plastik
    2. Polipropena Propena Tali, karung, botol plastik
    3. PVC Vinil klorida Pipa paralon, pelapis lantai
    4. Polivinil alcohol Vinil alcohol Bak air
    5. Teflon Tetrafluoroetena Wajan atau panci anti lengket
    6. Dakron Metil tereftalat dan etilena glikol Pipa rekam magnetik, kain atau tekstil (wol sintetis)
    7. Nilon Asam adipat dan heksametilena diamin Tekstil
    8. Polibutadiena Butadiena Ban motor
    9. Poliester Ester dan etilena glikol Ban mobil
    10. Melamin Fenol formaldehida Piring dan gelas melamin
    11. Epoksi resin Metoksi benzena dan alcohol sekunder Penyalut cat (cat epoksi)

     

     

    3.2.2          Polyester

    Menurut Poespo (2005) Polyester fiber, adalah serat sintetik yang terbuat dari hasil polimerisasi etilen glikol dengan asam tereptalat melalui proses polimerisasi kondensasi. Hasil polimerisasi berupa chip atapun polimer leleh, yang kemudian di lakukan proses spinning untuk membentuk fiber. Pembentukan fiber dilakukan dengan temperatur di atas titik leleh polyester, dengan bantuan gear pump yang menentukan ukuran fiber yang keluar melalui spinneret. Spinneret disini akan menentukan cross section atau bentuk dari fiber yang diinginkan, seperti bulat, segitiga, dan lain-lain. Selanjutnya ribuan helai serat panjang ini disatukan dan ditarik serta diletakkan di dalam can. Serat-serat dari bebarapa can kemudian ditarik (draw) bersama sama sehingga didapatkan serat dengan ketebalan tertentu biasanya dinyatakan dengan satuan denier. Pada proses peregangan ini diberikan spin finish oil yang berfungsi mengurangi elektro statik yang terjadi pada saat serat polyester diproses pada mesin mesin pemintalan berikutnya. Setelah melalui proses peregangan selanjutnya masuk ke proses crimping. Kemudian serat tadi dipotong potong menggunakan rotary cutter dengan panjang sesuai dengan keperluan, misalnya 38 mm, 44 mm, 51 mm dan lain sebagainya. pada saat proses pemotongan serat diberikan hembusan agar serat-serat yang telah terpotong pendek-pendek dapat terurai satu sama lain. Serat yang telah selesai dipotong dikemas pada mesin baling press dengan standar berat sekitar 350 kg per bal. Selain kehalusan (denier) serat dan panjang serat, kilau (luster) juga merupakan spesifikasi yang sangat penting, misalnya bright, semi dull atau dull. Serat poliester merupakan bahan baku bagi pabrik pemintalan (spinning) yang membuat benang pintal. Di pabrik pemintalan serat poliester biasanya diproses untuk produk benang pintal poliester 100% atau cempuran dengan serat alam atau serat sintetik lainnya. Misalnya poliester/katun, polyester/rayon, polyester/rami, polyester/flax, polyester/acrilik. Contoh Karakteristik serat poliester : Kehalusan : 1.3 denier, Panjang : 38 mm, Kekuatan tarik : 6.6 gram/denier, Mulur : 22%, Mengkerut : 6.3%, Krimp : 5.2 per Cm, Kandungan oil : 0.15%, Kandungan air : 0.4%.

    Hal yang penting untuk mendapatkan perhatian pada proses serat polyester di pabrik pemintalan adalah timbulnya elektro statis pada saat serat mengalami gesekan, baik antar serat dengan serat sendiri dan juga antara serat dengan metal atau karet yang merupakan bagian mesin yang bergesekan langsung dengan serat yang diproses. Elektro statik ini berdampak kepada ketidak-lancaran proses pemintalan seperti terjadinya serat menggulung (lapping) pada rol-rol yang berputar atau serat menyumbat (choking) pada corong atau terompet. Untuk mengurangi gejala elektro statik ini biasanya ditempuh hal-hal sebagai berikut : Pada serat diberikan anti statik atau spin finish oil, mesin-mesin produksi dibumikan (grounding) dan mengatur suhu dan kandungan kelembaban udara di ruangan pabrik, Misalnya suhu 30 derajat Celcius dan kelembaban udara (relative humidity) 53% di ruangan Ring Spinning.

     

    3.2.3          Kelebihan dan Kekurangan kain polyester

    Dalam dunia kain, dikenal dua jenis kain yang utama. Kedua jenis kain tersebut adalah kain yang terbuat dari serat alami dan kain yang terbuat dari serat buatan atau sintetis. Contoh kain yang terbuat dari serat alami adalah kain katun. Salah satu contoh kain sintetis adalah kain polyester. Bahan pembuat kain polyester adalah polyethylene terepththalate (PET). Bahan ini adalah bahan yang juga digunakan sebagai bahan pembuat botol minuman plastik. Dalam industri garmen, kain polyester umumnya dimanfaatkan sebagai bahan baku pakaian dan perlengkapan rumah tangga, seperti seprai, penutup tempat tidur, tirai, dan gordin. Kain katun mungkin memang terasa lebih alami daripada kain polyester. Namun, kain polyester tidak mudah kusut dan lebih cepat kering setelah dicuci. Selain itu, baju yang terbuat dari kain polyester tidak mudah susut maupun melar. Kain polyester tidak memerlukan penyetrikaan panas. Karena terbuat dari serat sintetik, kain polyester kurang mampu menyerap panas dan keringat saat dikenakan. Kelebihan lain dari kain polyester adalah ketahanannya terhadap pencucian kimia/ dry cleaning dan pelarut organik. Kain ini juga lebih tahan terhadap jamur dan bakteri dibanding kain katun. Untuk memanfaatkan kelebihan kain polyester serta meminimalisir kekurangannya, serat kain polyester biasanya dipintal bersama serat alami. Penggabungan kedua serat ini mampu menghasilkan pakaian dengan sifat-sifat gabungan kedua serat.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    Azizah. 2004. Rangkaian Polimer Alam. Bumi Aksara. Sukabumi

     

    Chang, Y. 2004. Kimia Dasar. Erlangga. Jakarta.

     

    Poespo, G. 2005. Pemilihan Bahan Tekstil. Kanisius. Yogyakarta.

     

    Powel. 2003. Kejuruteraan dengan Polimer. University Teknologi Malaysia. Johor Bahru.

     

    Pudjaatmaka. 2002. Kamus Kimia. Balai Pustaka. Jakarta.

     

  • Serat Sintetis

    Date: 2012.10.18 | Category: Uncategorized | Response: 0

    Makalah Teknologi Kayu Bambu dan Serat (Serat Sintetis)

    1. I.                    PENDAHULUAN

     

    1.1               Latar Belakang

    Serat merupakan suatu jenis bahan berupa potongan-potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh. Contoh serat yang paling sering dijumpai adalah serat pada kain. Manusia menggunakan serat dalam banyak hal yaitu untuk membuat tali, kain atau kertas. Serat dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu serat alami dan serat sintetis (Serat buatan manusia). Serat sintetis dapat diproduksi secra murah dalam jumlah yang besar. Namun demikian, serat alami memiliki berbagai kelebihan khususnya dalam hal kenyamanan.

    Serat banyak sekali dibutuhkan baik itu serat alami maupun sintetis. Serat sintetis banyak digunakan di dunia industri terutama industri tekstil. Serat sintetis memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu kekurangannya adalah serat sintetis yang digubakan untuk bahan tekstil akan menyebabkan rasa panas dan tidak dapat menyerap cairan seperti cairan keringat. Kelebihannya adalah memiliki struktur yang lebih kuat dan tahan lama.Serat sintetis ini juga terdapat pada susunan polimer. Polimer merupakan suatu molekul raksasa(makromolekul) yang terbentuk dari susunan ulang molekul kecil yang terikamelalui ikatan kimia. Suatu polimer akan terbentuk bila seratus atau seribu unit molekul yang kecil yang disebut monomer, saling berikatan dalam suatu rantai.

     

    1.2               Tujuan

    Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar penulis dapat mengerti dan memahamitentang serat sintetik serta untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Kayu Serat Bambu.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    1. II.                  TINJAUAN PUSTAKA

     

    2.1               Pengertian Serat

    Serat ialah jaringan serupa benang atau pita panjang berasal dari hewan atau tumbuhan. Serat digunakan untuk membuat kertas, tekstil, dan tali. Sifat serat, yaitu tidak kaku dan mudah terbakar.  Serat ada juga yang merupakan hasil olahan manusia. Serat ini disebut juga serat sintetis. Contohnya, serat optik.  Serat optik adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain (Pudjaatmaka, 2002).

     

    2.2               Jenis Serat

    Serat terbagi menjadi dua macam, yaitu serat alami dan serat buatan (sintetis). Serat alam merupakan serat  yang dihasilkan dari hewan, tumbuhan dan proses geologis. Serat tumbuhan biasanya tersusun atas selulosa, hemiselulosa dan terkadang mengandung lignin. Contoh dari jenis serat ini yaitu katun dan kain ramie. Serat tumbuhan digunakan sebagai bahan pembuat kertas dan tekstil. Sedangkan serat dari hewan contohnya seperti bulu domba yang dijadikan wol. Sedangkan serat buatan (sintetis) merupakan serat buatan manusia. Contoh dari serat buatan ini adalah serat polimer. Serat ini dibuat melalui proses kimia. Contoh lain dari serat sintetis adalah kaca, plastic dan lain-lain (Chang, 2004).

     

    2.3               Polimer

    Berdasarkan asalnya, polimer dibedakan atas polimer alam dan polimer Buatan. Polimer buatan dapat berupa polimer regenerasi dan polimer sintetis. Polimer regenerasi adalah polimer alam yang dimodifikasi. Contohnya rayon, yaitu serat sintetis yang dibuat dari kayu (selulosa). Polimer sintetis adalah polimer yang dibuat dari molekul sederhana (monomer) dalam pabrik. Beberapa contoh polimer yang dibuat oleh pabrik adalah nylon dan poliester, kantong plastik dan botol, pita karet, dll. Plastik yang pertama kali dibuat secara komersial adalah nitroselulosa. Material plastik telah berkembang pesat dan sekarang mempunyai peranan yang sangat penting dibidang elektronika, pertanian, tekstil, transportasi, furniture, konstruksi, kemasan kosmetik, mainan anak-anak dan produk-produk industri lainnya (Powel, 2003).

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    1. III.                PEMBAHASAN

     

    3.1               Serat Sintetis

    Serat sintetis merupkan serat buatan manusia, Serat sintetis diperoleh dengan mengolah bahan plastik. Bahan pakaian yang terbuat dari bahan serat sintetis diantaranya nilon dan poliester. Pakaian yang terbuat dari serat sintetis memiliki sifat, antara lain tidak mudah kusut, kuat, tetapi tidak nyaman dipakai dan tidak menyerap keringat. Selain itu, terdapat pula beberapa kain yang dilapisi damar sehingga kedap air. Kain-kain seperti ini digunakan sebagai bahan untuk membuat jas hujan, parasut, karpet, serta tenda.

     

    3.2               Jenis Serat Sintetis

    Berdasarkan asalnya, polimer dibedakan atas polimer alam dan polimer buatan (Azizah, 2004). Polimer alam yang telah kita kenal antara lain : selulosa, protein, karet alam dan sejenisnya. Pada mulanya manusia menggunakan polimer alam hanya untuk membuat perkakas dan senjata, tetapi keadaan ini hanya bertahan hingga akhir abad 19 dan selanjutnya manusia mulai memodifikasi polimer menjadi plastik. Polimer buatan dapat berupa polimer regenerasi dan polimer sintetis. Polimer regenerasi adalah polimer alam yang dimodifikasi. Contohnya rayon, yaitu serat sintetis yang dibuat dari kayu (selulosa). Polimer sintetis adalah polimer yang dibuat dari molekul sederhana (monomer) dalam pabrik. Beberapa contoh polimer yang dibuat oleh pabrik adalah nylon dan poliester, kantong plastik dan botol, pita karet, dll. Plastik yang pertama kali dibuat secara komersialadalah nitroselulosa. Material plastik telah berkembang pesat dan sekarang mempunyai peranan yang sangat penting dibidang elektronika, pertanian, tekstil, transportasi, furniture, konstruksi, kemasan kosmetik, mainan anak-anak dan produk-produk industri lainnya. transportasi, furniture, konstruksi, kemasan kosmetik, mainan anak -anak dan produk-produk industri lainnya.

     

    3.2.1          Polyester

    Menurut Poespo (2005) Polyester fiber, adalah serat sintetik yang terbuat dari hasil polimerisasi etilen glikol dengan asam tereptalat melalui proses polimerisasi kondensasi. Hasil polimerisasi berupa chip atapun polimer leleh, yang kemudian di lakukan proses spinning untuk membentuk fiber. Pembentukan fiber dilakukan dengan temperatur di atas titik leleh polyester, dengan bantuan gear pump yang menentukan ukuran fiber yang keluar melalui spinneret. Spinneret disini akan menentukan cross section atau bentuk dari fiber yang diinginkan, seperti bulat, segitiga, dan lain-lain. Selanjutnya ribuan helai serat panjang ini disatukan dan ditarik serta diletakkan di dalam can. Serat-serat dari bebarapa can kemudian ditarik (draw) bersama sama sehingga didapatkan serat dengan ketebalan tertentu biasanya dinyatakan dengan satuan denier. Pada proses peregangan ini diberikan spin finish oil yang berfungsi mengurangi elektro statik yang terjadi pada saat serat polyester diproses pada mesin mesin pemintalan berikutnya. Setelah melalui proses peregangan selanjutnya masuk ke proses crimping. Kemudian serat tadi dipotong potong menggunakan rotary cutter dengan panjang sesuai dengan keperluan, misalnya 38 mm, 44 mm, 51 mm dan lain sebagainya. pada saat proses pemotongan serat diberikan hembusan agar serat-serat yang telah terpotong pendek-pendek dapat terurai satu sama lain. Serat yang telah selesai dipotong dikemas pada mesin baling press dengan standar berat sekitar 350 kg per bal. Selain kehalusan (denier) serat dan panjang serat, kilau (luster) juga merupakan spesifikasi yang sangat penting, misalnya bright, semi dull atau dull. Serat poliester merupakan bahan baku bagi pabrik pemintalan (spinning) yang membuat benang pintal. Di pabrik pemintalan serat poliester biasanya diproses untuk produk benang pintal poliester 100% atau cempuran dengan serat alam atau serat sintetik lainnya. Misalnya poliester/katun, polyester/rayon, polyester/rami, polyester/flax, polyester/acrilik. Contoh Karakteristik serat poliester : Kehalusan : 1.3 denier, Panjang : 38 mm, Kekuatan tarik : 6.6 gram/denier, Mulur : 22%, Mengkerut : 6.3%, Krimp : 5.2 per Cm, Kandungan oil : 0.15%, Kandungan air : 0.4%.

    Hal yang penting untuk mendapatkan perhatian pada proses serat polyester di pabrik pemintalan adalah timbulnya elektro statis pada saat serat mengalami gesekan, baik antar serat dengan serat sendiri dan juga antara serat dengan metal atau karet yang merupakan bagian mesin yang bergesekan langsung dengan serat yang diproses. Elektro statik ini berdampak kepada ketidak-lancaran proses pemintalan seperti terjadinya serat menggulung (lapping) pada rol-rol yang berputar atau serat menyumbat (choking) pada corong atau terompet. Untuk mengurangi gejala elektro statik ini biasanya ditempuh hal-hal sebagai berikut : Pada serat diberikan anti statik atau spin finish oil, mesin-mesin produksi dibumikan (grounding) dan mengatur suhu dan kandungan kelembaban udara di ruangan pabrik, Misalnya suhu 30 derajat Celcius dan kelembaban udara (relative humidity) 53% di ruangan Ring Spinning.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    DAFTAR PUSTAKA

    Azizah. 2004. Rangkaian Polimer Alam. Bumi Aksara. Sukabumi

     

    Chang, Y. 2004. Kimia Dasar. Erlangga. Jakarta.

     

    Poespo, G. 2005. Pemilihan Bahan Tekstil. Kanisius. Yogyakarta.

     

    Powel. 2003. Kejuruteraan dengan Polimer. University Teknologi Malaysia. Johor Bahru.

     

    Pudjaatmaka. 2002. Kamus Kimia. Balai Pustaka. Jakarta.

     

  • Resume: APLIKASI BAGAN KENDALI PROSES BERDASARKAN TINGKAT RESIDU CHLORAMPHENICOL PADA DAGING RAJUNGAN DI PT. MINA GLOBAL MANDIRI, PURWAKARTA

    Date: 2012.05.27 | Category: Uncategorized | Response: 0

    Nama : Riska S

    NIM : 105100301111059

    Kel : 13

    kelas : E

    TUGAS RESUME JURNAL MANMUT

    1. Profil Perusahaan

    —  PT. Mina Global Mandiri merupakan perusahaan persero yang bergerak di bidang industri pengolahan hasil laut (seafood industry). PT. Mina Global Mandiri berdiri pada awal tahun 2005 dan mulai beroperasi pada bulanAgustus 2005. Berdirinya PT. Mina Global Mandiri diprakarsai oleh dua orang yang sangat berpengalaman di dunia bisnis pengolahan hasil laut, yaitu Bapak Triyanto dan Bapak Iwan P Sarbini. chloramphenicol pada produk akan berdampak kerugian terhadap produsen.Selain produk tersebut tidak dapat lolos ekspor, produk yang mempunyai residu tinggi akan diproses ulang dan akan menyebabkan biaya produksi menjadi lebih tinggi. Oleh sebab itu perusahaan sangat memperhatikan tingkat residu chloramphenicol sehingga dicari mutu daging rajungan yang kadar chloramphenicol-nya sangat rendah.

    DIAGRAM SEBAB AKIBAT

    Dr. Kaoru Ishikawa telah mengembangkan metode sederhana untuk menampilkan dalam bentuk grafis penyebab untuk setiap permasalahan mutu. Metode ini dinamakan diagram sebab akibat, atau diagram Ishikawa, atau biasa disebut dengan diagram tulang ikan (Pyzdek, 2001).

    METODOLOGI

    A. KERANGKA PEMIKIRAN

    Penelitian ini dilakukan untuk mengaplikasikan sistem pengendalian proses terhadap karakteristik mutu produk akhir dari pengalengan rajungan berdasarkan hasil analisis residu antibiotik chloramphenicol di PT. Min Global Mandiri. Penelitian dimaksudkan untuk mengevaluasi proses guna mencegah tingkat residu antibiotik chloramphenicol pada produk akhir dar produk rajungan kaleng supaya tidak melebihi standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini juga dimaksudkan untuk menentukan faktor-faktor penyebab yang mempengaruhi tingginya tingkat residu pada produk akhir.

    B. PENETAPAN BAGAN KENDALI

    Data untuk penetapan bagan kendali merupakan data sekunder. Data sekunder ini meliputi data yang diambil dari hasil analisis yang dilakukan oleh laboran di laboratorium PT. Mina Global Mandiri.

    C. PENETAPAN DIAGRAM SEBAB AKIBAT

    Diagram sebab akibat yang dibuat digunakan untuk mengetahui faktor-faktor internal perusahaan yang dapat menjadi peluang penyebab tingginya residu antibiotik chloramphenicol. Diagram sebab akibat ini disusun dengan cara observasi dan wawancara. Observasi dan wawancara dilakukan dengan cara mewawancarai pekerja pabrik, laboran, manajer quality control, bagian pengadaan bahan baku, plant manager, direktur operasional dan manajer produksi. Teknik brainstorming tidak dilakukan dikarenakan kesibukan masing-masing individu terhadap pekerjaannya.

    DIAGRAM FISHBONE 

    Diagram sebab akibat

    Diagram sebab akibat disusun berdasarkan hasil dari brainstroming. Faktor utama yang telah disepakati sebagai penyebab terdapatnya residu chloramphenicol di atas batasspesifikasi pada produk akhir adalah metode analisis chloramphenicol, pekerja pabrik, dan bahan baku. Faktor-faktor utama tersebut mempunyai faktorfaktor pendukung lainnya. Keterkaitan antar faktor utama dengan faktor pendukung digambarkan dengan diagram sebab akibat.

    Hasil

    —  PT. Mina Global Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan hasil laut. Untuk saat ini produk yang dihasilkan berupa daging rajungan yang dikalengkan dan melalui proses pasteurisasi. Salah satu karakteristik mutu yang menentukan produk yang dihasilkan perusahaan adalah kadar residu chloramphenicol. Perusahaanmemberikan spesifikasi terhadap produk akhir yaitu memiliki batas residu antibiotikchloramphenicol sebesar <0,25 ppb meskipun standar yang ditetapkan oleh perdagangan internasional adalah sebesar <0,30 ppb (Commision Decision:2003/181/EC). Hal ini dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan sebagai tindakan preventif supaya kadar residu tidak terlalu berdekatan dengan standar yang ditetapkan oleh standar internasional. Jika terdapat produk yang melebihi standar perusahaan maka dilakukan proses ulang dengan cara pencampuran ulang bahan baku. Hal ini menyebabkan makin tingginya biaya produksi dan pihak perusahaan merugi.

  • biaya mutu

    Date: 2012.05.03 | Category: Uncategorized | Response: 0

    Biaya Mutu adalah Biaya yang terjadi / akan terjadi karena mutu yang buruk (biaya yang berhubungan dengan penciptaan, pengidentifikasian, perbaikan dan pencegahan kerusakan)

    Biaya mutu digolongkan menjadi 4 (empat) yaitu :

    1. Biaya Pencegahan

    a.  Biaya yang dikeluarkan untuk mencegah kerusakan produk yang akan diproduksi, missal : biaya yang berhubungan dengan perancangan, pengimplementasian, pemeliharaan system mutu.

    b. Biaya yang dikeluarkan dalam rangka menurunkan jumlah unit produk yang alami ketidaksesuaian, misal : menaikan biaya pencegahan dengan maksud bisa menurunkan biaya kegagalan.

    Contoh : biaya perekayasaan mutu, program pelatihan mutu, pelaporan mutu, audit mutu, evaluasi para pemasok dll.

    1. Biaya Penilaian

    a. Biaya yang terjadi untuk tentuin apakah produk sesuai dengan persyaratan2 mutu

    b. Biaya yang berfungsi untuk mencegah pengiriman barang-barang yang tidak sesuai persyaratan ke para pelanggan.

    Contoh : Biaya inspeksi dan pengujian bahan, inspeksi pengepakan, penerimaan produk, verifikasi pemasok, penerimaan proses dll.

     

    Penerimaan produk  pen-sample-an dari batch2 / produk jadi untuk tentuin apakah produk tersebut memenuhi tingkat mutu yang dapat diterima

    Penerimaan proses  pen-sample-an barang-barang yang diproses untuk melihat apakah proses tersebut dalam kendali dan dapat menghasilkan produk yang tidak rusak ? Jika tidak, maka proses harus dihentikan.

    1. Biaya Kegagalan Internal

    a. Biaya yang terjadi karena produk tidak sesuai persyaratan dan terditeksi sebelum barang/jasa tersebut dikirim ke pelanggan

    b.  Biaya ini tidak timbul jika tidak ada kesurakan

    Contoh : sisa produk, rework, reinspeksi, pengujian kembali dll

    1. Biaya Kegagalan Eksternal

    a. Biaya yang terjadi karena produk gagal menyesuaikan persyaratan-persyaratan yang diketahui setelah produk dikirim ke pelanggan.

    b. Biaya yang paling membahayakan dari semua biaya mutu

    Contoh : penjualan yang hilang karena produk rusak, pengembalian, jaminan, reparasi, penggantian dll

    Contoh Kasus : Tahun 1977 perusahaan USA keluarkan $135 juta untuk menarik 7.5 juta ban radial bersabuk baja.

  • manajemen mutu (raw material)

    Date: 2012.04.26 | Category: Uncategorized | Response: 0

    Raw Material

    Sawit

    Sawit tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Perkebunannya menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia.

    Kelapa sawit berbentuk pohon. Tingginya dapat mencapai 24 meter. Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi.

    Seperti jenis palma lainnya, daunnya tersusun majemuk menyirip. Daun berwarna hijau tua dan pelepah berwarna sedikit lebih muda. Penampilannya agak mirip dengan tanaman salak, hanya saja dengan duri yang tidak terlalu keras dan tajam. Batang tanaman diselimuti bekas pelepah hingga umur 12 tahun. Setelah umur 12 tahun pelapah yang mengering akan terlepas sehingga penampilan menjadi mirip dengan kelapa.

    Habitat aslinya adalah daerah semak belukar. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU – 15° LS). Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil, 2000-2500 mm setahun, yaitu daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau. Pola curah hujan tahunan memengaruhi perilaku pembungaan dan produksi buah sawit.

    Kelapa sawit yang dibudidayakan terdiri dari dua jenis: Elaeis  guineensis dan Elaeis  oleifera. Jenis pertama yang terluas dibudidayakan orang. dari kedua species kelapa sawit ini memiliki keunggulan masing-masing. E. guineensis memiliki produksi yang sangat tinggi dan E. oleifera memiliki tinggi tanaman yang rendah. banyak orang sedang menyilangkan kedua species ini untuk mendapatkan species yang tinggi produksi dan gampang dipanen. E. oleifera sekarang mulai dibudidayakan pula untuk menambah keanekaragaman sumber daya genetik.

     

     

    CPO

    Dari kelapa sawit dapat diperoleh dua jenis minyak kasar, yaitu Crude Palm Oil (CPO) dan Crude Kernel Palm Oil (PKO). Proses pengolahan CPO menjadi minyak goreng juga menghasilkan beberapa hasil samping yang bernilai ekonomis antara lain stearin (merupakan bahan baku margarin), dan Palm Fatty Acid Destillation (PDFA). Diperolehnya hasil samping ini merupakan salah satu daya tarik investasi industri minyak goreng dari CPO, disamping minyak goreng yang dihasilkan (olein) merupakan minyak tak jenuh yang sampai sejauh ini diketahui sangat baik untuk kesehatan.

    Minyak kelapa sawit (minyak goreng)

    Minyak goreng adalah salah satu produk jadi primer yang dihasilkan dari buah kelapa sawit.  Minyak goreng dari sawit yang dalam bahasa industri disebut RBD Olein (Refined Bleached Deodorized Palm Olein) dibuat dari CPO sebagai bahan bakunya. Proses pengolahan minyak goreng ini menghasilkan hasil samping RBD Stearin (Refined Bleached Deodorized Stearin), dan PFAD (Palm Fatty Acids Destillation). RBD Stearin merupakan bahan baku untuk pembuatan margarin dan shortening, sedangkan PFAD dapat diolah lebih lanjut menjadi sabun, shortening, dan emulsifier. Margarin, shorteing dan emulsifier mempunyai pasar yang cukup baik dalam industri pengolahan pangan, sehingga RBD Stearin dan PFAD dapat diperhitungkan dalam cash flow perusahaan.

    Minyak sawit digunakan sebagai bahan baku minyak makan, margarin, sabun, kosmetika, industri baja, kawat, radio, kulit dan industri farmasi. Minyak sawit dapat digunakan untuk begitu beragam peruntukannya karena keunggulan sifat yang dimilikinya yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi, mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya, mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh dalam bidang kosmetik.[1]

    Bagian yang paling populer untuk diolah dari kelapa sawit adalah buah. Bagian daging buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng dan berbagai jenis turunannya. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang murah, rendah kolesterol, dan memiliki kandungan karoten tinggi. Minyak sawit juga diolah menjadi bahan baku margarin.

    Minyak inti menjadi bahan baku minyak alkohol dan industri kosmetika. Bunga dan buahnya berupa tandan, bercabang banyak. Buahnya kecil, bila masak berwarna merah kehitaman. Daging buahnya padat. Daging dan kulit buahnya mengandung minyak. Minyaknya itu digunakan sebagai bahan minyak goreng, sabun, dan lilin. Ampasnya dimanfaatkan untuk makanan ternak. Ampas yang disebut bungkil inti sawit itu digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan makanan ayam. Tempurungnya digunakan sebagai bahan bakar dan arang.