Rss

Archives for : Nalar

Jakarta Atas Bawah

coverbmjktatas

Judul: Jakarta Atas Bawah

Seri: Kartun Benny & Mice

Kartunis: Benny Rachmadi & Muhammad Misrad

Penerbit: Nalar

Jumlah Halaman: viii + 136

Terbit Perdana: September 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, September 2008

ISBN: 9789792690187

cooltext-blurb

Jujur, lucu, nakal, kreatif luar biasa. Kadang mengkritik tapi tak pernah menggurui. Membaca Benny & Mice adalah seperti bercermin. Karya-karyanya merefleksikan kebaikan dan kejelekan kita apa adanya. – Dian Sastrowardoyo, pekerja seni

Apabila manusia Jakarta tampak meringis dan cengengesan menatap kartun Benny & Mice, sadarkah mereka betapa mereka itu pada dasarnya sedang menertawakan dirinya sendiri? – Seno Gumira Ajidarma

Menikmati karya dua sekawan ini seperti menelusuri kondisi Jakarta dari tahun ke tahun. Dari sisi ekonomi, tren fashion, hingga politik. Karya mereka seperti “pelajaran sejarah” Jakarta yang bikin kita ketawa. – KOMPAS

Duo kartunis Benny & Mice merangkul pembaca yang lebih luas ketika comic strip mereka muncul di koran Kompas setiap hari minggu. Mereka menawarkan cara pandang terhadap Jakarta, dan yang paling jitu : Para penghuni Jakarta dengan tingkahnya yang membuat geli. – ROLLING STONE

Ancur, norak, kocak, satir, konyol, ironis, hanyalah sebagian komentar yang dilontarkan kepada kedua kartunis ini. Tapi yang pasti, bagi mereka, Jakarta adalah gudang kreativitas dalam berkarya. – READER’S DIGEST

cooltext-review

Benny dan Mice kembali lagi dengan buku kumpulan kartun yang telah terbit di harian Kompas setiap minggu. Budaya mengkliping artikel koran mungkin pernah dilakukan banyak orang, namun tidak semua orang mau dan memiliki waktu untuk melakukannya, terlebih mengkliping kartun Benny dan Mice ini. Oleh karena itu, buku ini hadir untuk membantu orang-orang yang suka kartun Benny dan Mice dapat menikmati goresan gambar mereka berdua dalam jumlah yang lebih banyak.

Buku ini terbit satu tahun setelah buku pertama, Jakarta Luar Dalem, terbit di tanah air. Secara konsep sebenarnya tidak banyak yang berubah. Buku ini masih berisi sepuluh bagian dengan tema berbeda yang masing-masing memiliki cukup banyak cerita. Selain itu, ada yang unik ketika membaca pengantar sebelum memasuki bagian pertama yaitu terdapat sebuah peringatan sebagai berikut.

peringatan: dilarang keras mengutip, mengadaptasi, meniru, mengalihwujudkan, mencontek ide-ide atau kisah-kisah dalam buku ini ke dalam bentuk sinetron low budget atau tayangan komedi situasi di televisi, yang belum tentu bagus penggarapan dan belum tinggi ratingnya, tanpa seizin kartunis. (Halaman viii)

Saya dulu cukup gemar menonton acara televisi. Khususnya acara komedi yang bisa membuat saya melupakan sejenak tugas sekolah. Nah, bagi yang masih ingat, ada beberapa acara komedi di televisi swasta misalkan saja Sket*a, T*wa Sut*a, Abd*l & Te*on, dan lain-lain. Kala itu saya sadar bahwa beberapa segmen tayangan mengadopsi ide cerita kartun Benny & Mice.

Saya pribadi cukup kaget karena dengan peringatan dari Benny dan Mice tersebut, mengindikasikan bahwa tayangan yang menuangkan ide cerita Benny dan Mice dalam komedi tidak ada koordinasi lebih jelas dengan kartunis. Saya tidak tahu siapa yang salah, namun saya ingin ide cerita kartun Benny dan Mice biarlah menjadi gambar karena disitulah letak uniknya.

Satu hal yang menarik dari kartun Benny dan Mice adalah adanya awal panel pertama sebelum menginjak cerita, adalah penggambaran dua karakter Benny dan Mice dengan parodi berbagai hal. Mulai dari film, tokoh, profesi, dan lain sebagainya dengan jenaka dan lucu menghibur. Setidaknya satu panel ini sudah bisa menyunggingkan senyum pada pembaca.

Saya tidak akan sepuluh tema yang disuguhkan dalam buku ini, terlebih satu cerita sudah habis dalam satu halaman saja. saya bahas salah satunya tema bagian berjudul Hobby. Ceritanya Mice memiliki tanaman Anthurium, tumbuhan yang sempat menjadi tren. Harganya yang fantastis membuat Mice tidak mau melepas tanamannya karena “hanya” ditawar sepuluh juta rupiah. Namun akhirnya bagaimana?

Tahan dulu aja… sabar dikit ‘napa! …tenang!! tunggu sampai ada yang nawar 50 juta!! (Halaman 51)

Kriminal adalah bagian lain yang saya bahas disini. Sepertinya Benny dan Mice suka sekali mengangkat sesuatu yang “jahat” menjadi tema cerita karena tema ini juga muncul pada buku Jakarta Luar Dalem. Kali ini Benny dan Mice yang berada di mall harus merasakan lapar namun mereka enggan langsung pulang ke rumah. Oleh karena itu, mereka mampir di “warung” yang ada di mall dan memesan teh poci, pisang bakar, dan kue serabi. Namun tak disangka harga selangit yang harus dibayar membuat Mice mengutuk “warung” tersebut.

Sabar.. kita yang salah.. tempat ini cuma untuk yang kangen suasana kampung, kalo kita sih… memang masih kampung beneran!! (Halaman 65)

Nah, bagian lain yaitu Sentimentil… menghadirkan kumpulan cerita yang (seharusnya) membuat miris sekaligus menyentil pihak-pihak tertentu. Seperti cerita tentang Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dinikmati oleh keluarga Pak RT, saudara Pak RW, dan kerabat Pak Lurah. Padahal Benny dan Mice yang digambarkan sebagai orang miskin tidak memperoleh BLT. Mice yang mempertanyakan kondisi ini dijawab dengan cerdas oleh Benny.

.. hsk.. hsk.. karena kita sebatang kara… tak ada saudara… (Halaman 111)

Satu hal yang pasti dalam kumpulan kartun ini adalah gaya gambar Benny dan Mice yang sedikit berubah. Gambar yang saya lihat dibuat pada tahun 2003 menggambarkan goresan yang apa ya, bisa saya bilang masih khas kartun-kartun Barat pada umumnya. Berbeda dengan kartun yang dibuat pada tahun 2007, goresannya sudah “Indonesia banget” dan khas Benny dan Mice.

Oh iya yang saya kurang sukai pada komik ini adalah kebiasaan merokok Benny dan Mice yang disuguhkan dalam cukup banyak cerita. Saya tidak memungkiri bahwa merokok sudah menjadi semacam kebiasaan bagi masyarakat Indonesia yang telah dewasa, khususnya kaum laki-laki. Namun bukankah lebih baik jika kartun yang ditampilkan di koran dan bisa dibaca anak-anak ini mengurangi intensitas kegiatan merokok yang digambarkan.

Namun saya mengapresiasi blurb yang ditampilkan di buku ini. Apabila pada resensi buku sebelumnya saya sempat menyayangkan blurb yang menampilkan komentar orang-orang dari dunia maya yang tidak jelas keeksisannya, pada buku kali ini ditampilkan blurb dengan isi komentar para tokoh beken dan media massa ternama.

Komentar dari dunia maya masih tetap ditampilkan kok. namun ada di dalam buku dan diletakkan pada bagian terakhir sebagai penutup. Seperti inilah maksud saya. Orang terkenal bisa membuat keyakinan saya menjadi lebih tinggi akan suatu buku, dan seyogyanya memang diletakkan di blurb. Sedangkan komentara netizen cukup dicantumkan di dalam buku saja.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Jakarta Luar Dalem

coverbmjktluar

Judul: Jakarta Luar Dalem

Seri: Kartun Benny & Mice

Kartunis: Benny Rachmadi & Muhammad Misrad

Penerbit: Nalar

Jumlah Halaman: viii + 136

Terbit Perdana: September 2007

Kepemilikan: Cetakan Keenam, Mei 2008

ISBN: 978979269088

cooltext-blurb

komentar dari dunia maya…

“Ahahaha ini favorit gw di kompas minggu!! Sukseslah bikin gw ketawa selaluuu di minggu pagi.” (blu3raindrop) – http://hangtuah1979.multiply.com/photos/album/123

“Yang paling nikmat bagi saya saat bangun tidur di pagi hari Minggu – selain nyruput kopi tubruk sebelum menggosok gigi – adalah membaca kartun di kompas Minggu, yaitu “Benny & Mice”. Cerita2 yg dituangkan dalam kartun ini benar2 lucu dan realistis.” (ermundadji’s blog) – http://ermunazi.blogspot.com/2007/06/kartun-benny-mice-html

“sekarang comic strip fave gw di kompas ya si Benny and Mice itu… lucu banget sih!, gw suka banget cara mereka menyorot keadaan sosial indo… nakal and hillarious” (skinner17) – http://forum.kafegaul.com/showthread.php?t=110977

“yup, favorit gue jg benny n mice (btw, lafal “mice”nya mi ce apa mais?) ini kartun kocak banget, ngeliat panel pembukanya aja udah kocak, selalu ada ilustrasi mereka berdua dalam setting yg berbeda2, dipikir-pikir jangan2 benny n mice ini homo? Abis berdua mulu tapi keliatannya mereka berdua fansnya dian sastro :D” (McBakpao) – http://forum.kafegaul.com/showthread.php?t=110977

“Benny n Mice :D Gue udah suka sama style gambar mereka dari dulu … terkesan jujur dan apa adanya. Ada yang suka baca seri Lagak Jakarta? Ini kudu wajib beli kalo elu ngaku2 sebagai penggemar mereka :D” (RaVeNhEaRt) – http://forum.kafegaul.com/showthread.php?t=110977

“hehe, gw ngumpulin guntingan korannya.. wakaka, kalo lagi pusing lumayan juga, jadi ketawa-ketiwi ndiri..hehehe” (maestro_mr) – http://gamexeon.com/forum/free-chatz/5063-benny-mice.html

cooltext-review

Duo kartunis Benny & Mice hadir kembali dengan buku kumpulan karikatur mereka. Kali ini mereka berdua membukukan berbagai macam karya yang telah diterbitkan sebelumnya melalui harian Kompas Minggu. Karena hanya kumpulan kartun koran, setiap cerita akan langsung tamat dalam satu halaman saja. Sepuluh judul disuguhkan oleh Benny & Mice dalam membagi tiap segmen buku ini.

Saya tidak akan membahas semua tema, namun hanya beberapa saja. Kali ini saya suka dengan tema Teknologi yang menyoroti berbagai macam hal-hal modern khususnya era teknologi yang melanda masyarakat. Salah satunya adalah maraknya virus komputer yang menyerang data-data di komputer pemilik, tak terkecuali komputer Mice.

Komputer gua kena virus, semua data gua ilang!! Tragis… padahal gua gak pernah buka website porno loh…. (Halaman 32)

Tema kedua yang menggelitik saya adalah Kriminal. Selain menampilkan beberapa pelaku kriminal seperti pencuri, pencopet, dan lain-lain, ada pula tindakan pelaku kriminal dalam suatu instansi ketika Benny & Mice hendak mengurus beberapa berkas. Saya pribadi setuju sekali dengan potret oknum yang mengurusi birokrasi di suatu instansi pemerintah sering mengambil pungli kepada masyarakat. #ShameOnYou.

Hehehe.. uang mapnya 10.000 nih.. nanti minta surat pemanggilan di meja sebelah yaa.. (Halaman 72)

Tema selanjutnya yang akan saya berikan cuplikan yang lucu adalah tema Kasihan. Kasihan dalam tema kali ini menyuguhkan berbagai cerita yang sebenarnya memilukan, namun Benny & Mice menampilkannya dengan sense of humor yang menggelikan. Salah satunya adalah ketika Benny & Mice mendengarkan lagu John Lennon yang berjudul Imagine. Ada yang tahu? Ya benar, isinya memang cenderung menyedihkan. Namun Benny & Mice menyelipkan sebuah kalimat penyemangat untuk pembacanya.

Lennon memang cuma seorang pemimpi… tapi dia tidak sendiri… someday… someday… (Halaman 132)

Benny & Mice masih memotret fenomena sosial yang ada di masyarakat. Tidak seperti yang dikerjakan pada seri Lagak Jakarta, Benny & Mice sudah menyuguhkan hal-hal yang bisa diresapi oleh berbagai kalangan masyarakat, baik warga Jakarta ataupun daerah lainnya. Namun demikian, saya masih bisa merasakan kebanyakan kartun di buku ini masih didominasi dari lingkungan asli Jakarta.

Hal ini tidak mengherankan karena kedua kartunis berdomisili di Jakarta. Jadi mungkin Benny & Mice  memiliki keterbatasan menghadirkan situasi daerah lain yang tidak terangkat ke permukaan hingga Jakarta. Padahal apabila beragam fenomena yang disuguhkan, tentu akan menjadi hiburan tersendiri hehehe.

Oh iya, salah satu hal yang cukup mengherankan saya adalah alasan mengapa blurb harus menuliskan pendapat dari dunia maya yang beberapa belum jelas asal-usulnya. Kalau toh ingin memotret pangsa pasar, sebaiknya menghadirkan pendapat orang yang ternama atau minimal jelas keberadaan dan asal-usulnya.

Mengenai gaya gambar, saya suka bagaimana tokoh Benny & Mice di komik digambarkan sangat merakyat. Mereka berdua digambarkan sebagai dua orang yang kadang tidak saling kenal, namun terkadang berteman baik. Yang jelas keduanya digambarkan bersama. Saya suka saya suka. Tunggu review selanjutnya yaa~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Talk About Hapé

coverbmtalk

Judul: Talk About Hapé

Seri: Kartun Benny & Mice

Komikus: Benny Rachmadi & Muhammad Misrad

Penerbit: Nalar

Jumlah Halaman: vi + 106 halaman

Terbit Perdana: Maret 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, Mei 2008

ISBN: 9789792690132

cooltext1660180343

Bener-bener humor yang jujur dan asli cerminan rakyat banget, realistis dan mengena, tanpa harus dibagus-baguskan dan ditambah-tambahi. Mudah-mudahan mas Benny dan mas Mice yang asli tetep konsisten dengan karya mereka yang menurut gw ga ada matinya ini. – kepakkepik.multiply.com

Alasan kenapa bintang 4 : karena gw paling suka kartun Benny & Mice diantara kartun lainnya yang hadir di Koran Kompas Minggu. Alasan kenapa bintangnya bukan 5 : karena halamannya kurang banyak. I want more!!!!!!! – blogindonesia.com/…/english/tsite/hprlnks_gintsya_dot_multiply_dot_com_slsh_reviews_slsh_item_slsh_100

Kalau saya diminta untuk mengajukan satu film animasi yang ‘tersinting’, saya akan mengajukan nama South Park. Bagaimana tidak, kartun ini berani mengkritik bangsanya sendiri dengan cara-cara yang ekstrem. Saya pikir, Benny and Mice merupakan kartun yang dapat mewakilkan ‘southpark’-nya Indonesia, selain kritik disampaikan dengan cara yang pas dengan kultur Indonesia, juga dapat mengibur.. Maju terus Benny dan Mice!!! – id.wordpress.com/tag/benny-dan-mice/feed/

“KOCAK DAN NORAAAAKKKK ABIISSSSS!!!”, itulah kalimat yang keluar dari mulut adik saya setelah membaca buku kumpulan kartun Benny & Mice karangan Benny Rahmadi dan Muhammad Misrad. Akhirnya setelah sekian lama menanti buku ini terbeli juga, setelah sebelumnya membaca buku Lagak Jakarta. Suatu cerita tentang realita Jakarta tetapi dilihat dari sudut yang berbeda, atau lebih tepat dari sudut pandang secara humor. – cdavidar.blogspot.com/2008/01/kartun-benny-mice.html

Benny & Mice kept finding their own unique (and hilarious!) way in adapting and blending in with the crowds, without conveying urbanity as *The Evil Being* but more of as a compliment to their gullibility. The strip is weekly published on Kompas every Sunday. – journal.marisaduma.net/2008/01/29/comic-strips-for-the-rest-of-us/

cooltext1660176395

Kartun Benny & Mice hadir lagi! Kali ini bukan dengan kumpulan kartun mereka yang dimuat di Kompas setiap hari Minggu. Dalam kartun ini mereka mengupas perilaku kita dengan handphone. Mereka juga mengkritik provider nomor telepon, penjual handphone dan pulsa, dan pelaku-pelaku lainnya. Tentu saja dengan gaya lucu, pedas, dan segar.

Pada buku ini, Benny dan Mice mengangkat fenomena penggunaan handphone alias HP alias hapé yang malanda masyarakat Indonesia. Tak dapat dipungkiri mulai dari tukang becak, pegawai kantoran, hingga presiden pun memiliki dan sanggup menggunakan hapé. Tak jarang sebagian orang memiliki hapé bukan karena kebutuhan, melainkan karena gaya-gayaan saja.

Cara orang membawa HP 3: Digantung, hidup ini sudah penuh dengan berbagai masalah dan beban, teman… Kenapa mesti ditambah lagi beban berupa HP yang gelantungan di leher? (hal. 74)

Selain itu, hapé identik dengan fasilitas sejuta umat yang disebut Short Messaging Service (SMS) yang memungkinkan setiap orang berkirim pesan singkat kepada orang lain menggunakan hapé. Selain tujuan umum tersebut, tentu ada sebagan orang yang melakukan iseng dengan mengirim SMS palsu kepada Mice seperti yang diceritakan di buku ini. SMS tersebut berisi sebagai berikut:

Nama saya Ayu, umur saya 6 tahun. Kemaren saya meninggal dunia karena tertabrak truk gandeng ketika saya menyeberang jalan… kepala saya remuk, sehingga darah berceceran di jalanan… saat ini arwah saya tidak tenang… dan gentayangan… Kirimkan SMS ini ke 20 temanmu..saat ini juga… Jika tidak, saya akan menghampirimu malam ini… (hal. 55)

Apesnya Mice, pulsanya habis. Dan ia terlalu takut mengabaikan SMS itu. Kemudian ia langsung ke counter pulsa dekat rumah untuk membeli pulsa demi menghilangkan ketakutan. Apakah berhasil? Tentu tidak dikarenakan counter pulsa tersebut sudah tutup.

Perlukah nomor cantik? Ketika mau menelpon Anda yang dicari di Phone Book adalah nama Anda, bukan nomor cantik Anda. (hal. 29)

Sebagian orang memang sengaja membeli nomor yang mudah diingat agar orang lain yang ingin menghubunginya tidak kesulitan. Tak jarang nomor yang biasa disebut nomor cantik ini harganya mahal. Padahal sesungguhnya, hapé berbeda dengan telepon umum atau telepon rumah yang calon penelepon harus mengingat nomor, hapé memilki fasilitas phone book yang menampilkan nama sehingga lebih mudah dicari. Artinya, penggunaan nomor cantik bisa dikatakan hampir sia-sia.

Saya mengenal Benny & Mice sebagai komikus sekitar 8 tahun yang lalu ketika menerbitkan buku. Maklum saya tidak pernah berlangganan koran harian Kompas karena harganya mahal. Padahal di koran tersebut menayangkan kartun Benny & Mice setiap minggu. Serasa ketinggalan hehehe. Karena komikus ini berasal dari Indonesia, goresan komik yang mereka hasilkan juga tidak jauh-jauh dari kebudayaan dan kebiasaan Indonesia. Salah satunya adalah penggunaan hapé.

Tidak sampai 1 jam saya membaca komik ini sampai habis, sumpah rasanya makjleb. Ya iyalah, soalnya kedua kartunis ini sukses menyindir sebagian besar masyarakat khususnya Indonesia yang memiliki hapé sebagai alat komunikasi. Mulai dari saat krisis beli pulsa, saling telepon dengan si yayang, bahkan pemilihan nomor cantik aja juga dijadikan bahan sindiran. Tak lupa promo dari provider telepon seluler turut menjadi bahan di buku ini. Menggelitik namun tetap cerdas.

Kekurangan komik ini saya rasa hanya pada jumlah halaman yang (menurut saya) amat sangat kurang sekali. Karena saya pengennya sampe 1000 halaman penuh. Maklum komik (apalagi komik humor) selalu tak pernah ada bosannya untuk saya baca, rasanya jadi ketagihan. Well, saya rasa saya hanya bisa menanti karya kartunis kocak ini saja daripada ngoceh-ngoceh lewat hapé hehehe.

Penilaian Akhir:

★★★★★

goodreads-badge-add-plus