Yaiba (Jilid 3)

Judul: Yaiba (Jilid 3)

Komikus: Aoyama Gosho

Penerjemah: Dudi Yudia Permana

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9789792060669

cooltext-blurb

Ternyata, Pedang Dewa Petir menyimpan kekuatan yang luar biasa. Kini Delapan Setan yang bangkit kembali, dimanfaatan Onimaru untuk menyerang Yaiba demi pedang itu. Tapi… setan yang datang kok bodoh-bodoh, ya? Nggak apa-apa… Mereka semua akan merasakan kehebatan jurus maut “Senpuuken”!!

cooltext-review

Halo haloo. Kali ini saya hadir membawa sedikit ulasan komik serial Yaiba. Jild ketiga ini memiliki sepuluh chapter yang seru dan menghibur. Diawali dengan Yaiba yang tidak bisa mengendalikan Pedang Dewa Petir akhirnya justru dirasuki iblis Dewa Petir. Akibatnya, ayunan pedangnya menjadi terlalu kuat dan sembarangan. Sayaka cs bahkan hampir terluka.

Salah satu delapan setan pengikut Onimaru yaitu Manusia Katak bernama Geroda Gerozaemon lambat laun kehilangan “jati dirinya”. Oleh sebab itu, Onimaru memerintahkan si Manusia Ular bernama Julius Zupopotamus Ketiga untuk menghabisi Yaiba. Chapter berjudul Wujud Asli ini mengisahkan cikal bakal kelihaian si Manusia Ular menyusu ke rombongan Yaiba dan lainnya.

Jaga bicaramu!! Membuat lawan lengah adalah hal paling mendasar dalam tehnik berpedang!! Apalagi untuk lawan yang baru kita hadapi! (Halaman 48)

Tak bisa menang mudah dari Manusia Ular, Yaiba dan lainnya kabur ke dusun terdekat guna mencari perlindungan. Chapter berjudul Siluman Dusun ini cukup singkat sebenarnya, tetapi karakter dan kisahnya sangat kuat. Meski awalnya Yaiba tidak diterima, seorang nenek tua yang sepertinya kepala dusun itu tiba-tiba menyambut hangat mereka di dusun. Ada apa ini ya?

Sejak 300 tahun lalu, seorang kakek berwajah iblis tengu selalu mencuri hasil panen kami… Kakek yang amat licin… Kali ini, kami bermaksud memberinya pelajaran… (Halaman 103)

Si Manusia Ular bersama iblis anak buahnya kembali menyerang Yaiba ketika mereka lengah dan terjebak di tengah hutan. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Yaiba jadi bersemangat mengalahkan Manusia Ular itu. meskipun sangat kuat, ada sebuah titik lemah yang dimiliki ular itu sehingga Yaiba bisa memperkirakan cara mengalahkannya. Wah, kira-kira apa ya?

Manusia Laba-Laba bernama Moku-Moku menjadi lawan berat Yaibba selanjutnya. Sama seperti Manusia Ular, Manusia Laba-Laba ini juga masih bodoh meskipun tenaganya kuat. Ia bahkan bisa memperhitungkan segala tindakan menggunakan sempoa sehingga dapat memeprkirakan taktik yang akan ia gunakan untuk mengalahkan Yaiba dan lainnya.

Cari Sayaka! adalah chapter ketika (lagi-lagi) Sayaka diculik oleh pengikut Onimaru. Manusia Laba-Laba menculik Sayaka guna menjadi sandera agar Yaiba, Musashi, Gerozaemon, Shonosuke, dan Kagetora datang kepadanya. Bahkan tak tanggung-tanggung, si Manusia Laba-Laba menggunakan taktik makan gratis sebuah restoran demi melaksanakan niatnya itu. woow!

Tamat riwayat kalian! Cepat serahkan pedang itu! Tuan Onimaru! Anda lihat ini…!? Pedang itu akan segera kudapatkan… Tunggu saja… (Halaman 156-157)

Duh saya tidak berhenti dibuat tertawa ketika membaca komik Yaiba ini. karakter-karakternya yang unik dan humor yang saya banget adalah dua kekuatan yang dimiliki serial ini. meskipun tokoh utamanya Yaiba, tokoh lain berperan penting sesuai porsinya masing-masing dengan “kekuatan” maksimal sehingga mudah sekali membuat saya tertarik. Hal ini patut diapresiasi.

Pergantian delapan iblis pengikut Onimaru yang menyerang Yaiba sesungguhnya memang disengaja agar cerita menjadi lebih panjang dan seru. hal ini saya rasa menjadi kesempatan emas bagi Yaiba. Pasalnya, sesungguhnya Onimaru bisa saja langsung menyerang Yaiba dengan kekuatan yang ia miliki ketika Yaiba masih belum bisa menguasai Pedang Dewa Petir.

Alih-alih langsung menyerang Yaiba secara langsung, Onimaru justru menggunakan delapan iblis pengikutnya secara bergantian. Bukankah hal ini jadi memberikan “waktu tambahan” untuk Yaiba agar bisa menguasai pedang itu? padahal jika dilihat dari karakternya, Onimaru seharusnya tidak bertindak siasia seperti ini. belum lagi semua iblis ini bodoh dalam bertindak.

Meskipun demikian, tidak bisa saya sangkal bahwa kebodohan para iblis ini menjadi penyumbang terbesar kelucuan yang membuat saya terbahak. Mereka ini sebenarnya ada apa sih. Kok tidak ada sama sekali yang canggih dalam berpikir dan bertindak. Saking bodohnya, mereka justru sering sekali dijebak oleh Yaiba sehingga Yaiba bisa menang mudah. Hmm :D

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*