Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 31)

coverconansp31

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 31)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho, Abe Yutaka, Maru Denjiro, & Taira Takahisa

Penerjemah: Ninuk Sulistyowati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2010

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2010

ISBN: 9789792772302

cooltext-blurb

Conan terus menghadapi kasus-kasus sulit! Dan dia menghadapi musuh lamanya Kid the Phantom Thief! Kali ini Conan menghadapi enam kasus besar, yaitu Kid The Phantom Thief & Misteri Permata Hitam, Jam Tua Kakek, Latihan Pencegahan Keamanan Yang Diincar, Desa Yang Kehilangan Benda-Benda Logam, Misteri Sosok Manusia Yang Terbakar, Harta Shosetsu Yui! Apakah kalian bisa menemukan kebenaran?

cooltext-review

Dua belas chapter yang disuguhkan di komik Detektif Conan Edisi Spesial jilid 31 ini semakin seru saja. Dari enam kasus yang dikisahkan, semuanya menarik. Mulai dari ide cerita, pemilihan alur penceritaan, hingga eksekusi pengungkapan kebenaran kasus, saya suka semua. Karena tidak mungkin saya ulas semua kasus, jadi saya beri cuplikan dua kasus paling menarik ya.

Yang pertama adalah kasus pertama yang disajikan pada chapter berjudul Kid The Phantom Thief & Misteri Permata Hitam bagian 1 dan 2. Ya benar, Kaito Kid sang pencuri yang menggunakan trik sulap saat beraksi memberikan surat pemberitahuan ingin mencuri barang berharga dari Kuil Daitenjihodo. Rurio Ebisu, anak sang pendeta kuil kebetulan adalah teman sekolah Conan.

Setelah membaca surat itu, Conan, Ran, dan Sonoko bergegas ke kuil. Ternyata di sana sudah ramai pengamanan polisi oleh arahan Inspektur Nakamori. Hingga detik itu, barang incaran Kid masih belum jelas, apa lagi lokasi barang tersebut. Satu-satunya petunjuk hanya surat itu. Conan menyelidiki patung di Kuil Butsudo. Usut punya usut, ternyata Kid mengincar permata.

Prajurit itu dipukuli hingga tewas oleh pemilik kedai karena dia tak membayar makanannya. Berlian itu akhirnya jatuh ke tangan seorang kapten kapal Inggris, tapi kapten kapal itu akhirnya mati keracunan alkohol. Pedagang permata yang membeli permata itu dari kapten kapal pun akhirnya tewas di perjalanan karena dibunuh perampok. (Halaman 15)

Misteri Sosok Manusia yang Terbakar bagian 1 dan 2 adalah kasus kedua yang saya tidak menyangka tentang siapa pelaku sesungguhnya. Kisah bermula ketika Profesor Agasa dimintai tolong oleh kerabatnya untuk membantu kesulitan yang dihadapi. Setelah menyusuri hutan gelap bersama Conan, Ayumi, Genta, Mitsuhiko, dan Ai, mereka berjumpa dengan Mizuya.

Mizuya yang berprofesi sebagai pemadam kebakaran sedang mengalami kesulitan atas tewasnya Pak Tua Kusabue karena terbakar. Minimnya bukti membuat polisi bernama Kusabue (anak korban) menyimpulkan ayahnya bunuh diri. Hal ini diperkuat dengan Kiyo Shiroyama, pembantu yang menemukan korban dan Kuwahata yang melihat korban sesaat sebelum tewas.

Tapi, kau begitu yakin kalau bukti itu ada. Sekalipun harus mempertaruhkan harga diri sebagai petugas pemadam kebakaran, kau tak akan setuju dengan pernyataan polisi kalau itu kasus bunuh diri, ‘kan? (Halaman 135)

Kehadiran Kaito Kid yang sudah sangaaaaaaat lama tidak muncul membuat saya bahagia. Meski dialog dan scene Kid tidak terlalu banyak, paling tidak saya suka dengan munculnya tokoh pencuri ulung yang ajaib ini. satu hal yang membuat saya kagum adalah kemampuan Kid mengetahui sebuah barang berharga yang bahkan pemilik kuil tidak tahu ada barang seperti itu.

Seperti biasa, Inspektur Nakamori yang seharusnya pintar dan bisa memetakan kondisi saat Kid muncul, justru terjebak dengan boneka dan meninggalkan lokasi begitu saja. polisi macam apa sih ini. saya jadi gemas dengan berbagai polisi yang tidak kompeten sama sekali. Mereka ini polisi sungguhan atau bohongan? Kok kalah oleh Conan yang notabene anak-anak? Hahaha.

Sedangkan kasus kedua tentang kematian Pak Tua Kusabue karena terbakar ini juga sangat unik. Awalnya saya merasa beliau tewas karena fenomena terbakarnya diri sendiri secara spontan. Ternyata lambat laun kematian beliau sangat janggal. Yang lebih mengagetkan, saya tidak menyangka tentang siapa pelaku sebenarnya. Saya bahkan menebak orang yang satu lagi!

Satu hal yang urang dari jilid kali ini adalah (masih) ketiadaan nomor halaman. Hal ini menurut saya sangat mengganggu karena nomor halaman bisa dijadikan acuan ketika berhenti membaca. Apa lagi saya tidak memiliki banyak bookmark. Semoga ke depannya penerbit Elex Media Komptindo bisa memunculkan kembali nomor halaman yang kebutuhannya sangat penting ini.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*