Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 26)

coverconansp26

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 26)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho, Abe Yutaka, Maru Denjiro, & Taira Takahisa

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 176

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792701463

cooltext-blurb

Ai tiba-tiba hilang dari ruang kesehatan. Pertemuan dengan Arrack pada kasus sebelumnya memunculkan dugaan ada anggota organisasi hitam yang menyusup ke SD Teitan!!

cooltext-review

Halo, selamat malam saudara-saudaraku sekalian. Masih dalam rangka mengulas buku komik Detektif Conan Edisi Spesial, kali ini saya sudah sampai pada jilid 26. Banyak juga ya ternyata ahahaha. Oh iya, karena sudah semakin kekurangan ide membahas apa saja, Sepertinya mulai review kali ini saya akan membuat ulasan singkat saja, tidak panjang kali lebar kali tinggi…

Dua belas chapter yang ada di jilid kali ini sudah semakin seru. saya akan menyesuaikan dengan blurb sehingga akan membahas dua kasus saja dari enam kasus yang ada. Oh iya, masing-masing kasus dikisahkan dalam dua chapter sehingga merata dan seimbang. Langsung saja pada kasus pertama yang melibatkan tokoh Kogoro, Conan, dan Ai Haibara.

Permohonan pada Kapal bagian 1 dan 2 mengisahkan ketiga tokoh utama dimintai tolong oleh pejabat tinggi negara Panasnugara yang kebetulan melintasi langit Jepang. Langit? Ya benar, Putri Latuna, pemimpin Panasnugara bersama Rahman, orang kepercayaannya dan beberapa orang mengendarai zeppelin bermaksud meminta pertolongan menyelesaikan konflik negara.

Nyawa Putri Latuna terancam. Oleh karena itu Rahman meminta Kogoro menyelidiki siapa orang yang hendak menghabisi nyawa Tuan Putri Latuna. Satu-satunya petunjuk adalah sehelai benang panjang dengan beberapa simpul. Kogoro yang bodoh langsung membuangnya begitu saja. Sedangkan Conan dan Ai memikirikan apakah Arrack, pembunuh bayaran dari organisasi HItam benar-benar ada di zeppelin itu. jika memang ada di sana, lalu siapa dia??

Orang yang menentang pembelian helium dari PT. Yukar sekarang hanya Tuan Putri sendiri. Aku khawatir, berikutnya yang diincar adalah nyawa Tuan Putri… Kalau nyawa Tuan Putri diincar di kapal ini, tak akan ada jalan untuk lari. (Halaman 122)

Lanjut pada kasus selanjutnya disajikan pada chapter berjudul Organisasi Hitam…Muncul bagian 1 dan 2. Kali ini tidak ada Kogoro. Kisah bermula dengan Genta, Ayumi, dan Mitsuhiko yang enceritakan ada yang aneh dengan marmut peliharaan sekolah. Awalnya induk marmut melahirkan dua ekor anak. Keesokan harinya, tiba-tiba ada seekor anak marmut lagi sedangkan marmut jantan a.k.a ayahnya hilang. Ciri marmut yang baru dengan ayah marmut sama persis.

Belum juga masuk kelas, Ai Haibara dikejutkan dengan sebuah surat misterius di loker sepatunya. Dari isi surat itu, Ai merasa sudah ada anggota Organisasi Hitam bernama Generic alias Gen yang menyusup ke SD Teitan. Tentu saja hal ini mengancam keberadaan Ai. Conan yang merasa khawatir meminta Ai tidak pernah pergi sendirian. Tentu saja, Ai nyelonong sendirian *tepokjidat*. Hasilnya?? Dia hilang begitu saja tanpa ada yang tahu keberadaanya.

Yang bisa dipikirkan adalah, anggota Organisasi Hitam mengecilkan tubuhnya dengan apotoxin untuk menyusup ke SD Teitan ini. (Halaman 156)

Satu hal yang sangat membuat saya suka dengan jilid 26 ini adalah sudah muncul tokoh Ai Haibara. Uwuwuwuw. Sekian lama saya menantikan apakah Ai akan muncul atau tidak di edisi spesial, ternyata ia sudah nongol di jilid ini. terlebih posisinya tak hanya sebagai figuran pelengkap anggota Grup Detektif Cilik, melainkan berperan penting pada dua kasus di atas.

Awalnya saya mengira Organisasi Hitam yang disebut-sebut di blurb dan isi jilid ini adalah anggota yang sama dengan biang kerok yang membuat Shinichi mengecil dan Sherry kabur. Ternyata bukan. Hanya ada anggota lain yang secara kebetulan muncul di hadapan Conan dan Ai. Sedangkan keberlanjutan Conan kembali ke tubuh asal atau Ai membongkar kedok Organisasi Hitam? Tak ada sama sekali. Mungkin memang hanya akan dibahas di edisi reguler.

Tidak ada nomor halaman astagaaa. Ya benar, ketiadaan nomor halaman membuat saya kesulitan menandai kutipan yang saya gunakan di ulasan ini. penerbit Elex sepengetahuan saya memang tidak mencantumkan nomor halaman setiap lembarnya, namun pada halaman-halaman tertentu sebagai penanda. Namun di jilid kali ini sama sekali tidak ada. Huft.

Oh iya, semua kasus yang ada di jilid ini tidak ada satupun kasus pembunuhan. Entah kenapa para kreator hanya menyuguhkan kasus penculikan, penganiayaan, dan misteri biasa. Padahal saya merasa ketegangan dan keseruan muncul pada kasus pembunuhan. Tak ayal kasus ini menduduki peringkat pertama kasus favorit saya. Sedangkan yang lain? Yaah biasa aja deh, termasuk semua kasus di jilid ini. meskipun demikian, semuanya tetap menarik untuk dibaca.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*