Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 19)

coverconansp19

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 19)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho & Yamagishi Eiichi

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792065954

cooltext-blurb

Conan dan teman-temannya serta Profesor Agasa sedang melihat bintang jatuh ketika sebuah perampokan besar terjadi. Si pelaku melarikan diri ke arah Gunma, tempat Conan berada. Bunyi seperti desingan peluru yang terdengar dari arah hutan membuat Conan berada dalam posisi sulit, kaki terluka dan dikejar anjing pemburu. Ia berada di ambang kematian!!

cooltext-review

Sepuluh chapter yang disuguhkan dalam jilid kali ini merupakan jumlah chapter paling sedikit yang saya temui selama membaca Detektif Conan Edisi Spesial. Dari sepuluh chapter itu, ada lima kasus yang dikisahkan. Satu kasus terdiri dari satu chapter, tiga kasus dalam dua chapter, dan satu kasus dikisahkan dalam tiga chapter. Jumlah chapter terbanyak untuk satu kasus.

Conan di Ambang Kematian bagian 1, 2, dan 3 adalah kasus yang menurut saya sangat menegangkan. Seperti yang sudah dituliskan dalam blurb jilid ini, kali ini Conan harus terjebak dengan perampok yang baru saja menjarah uang tunai hasil penjualan tiket pacuan kuda Hinomoto sebesar satu milyar yen. Pertemuan Conan yang tidak disengaja harus dibayar mahal.

Conan yang terlalu ceroboh ingin menangkap perampok bersenjata itu akhirnya jadi dikejar-kejar anjing milik sang perampok. Bahkan Profesor Agasa sudah terlebih dahulu ditembak olehnya. Ayumi, Genta, dan Mitsuhiko juga dibuat babak belur karena mereka harus segera mencari pertolongan. Sedangkan Conan? Kondisi terluka parah hampir membuatnya tewas.

Anjing adalah pemburu terhebat di bumi… Anjing memang tidak lari secepat pemburu keluarga kucing, tapi mereka tak pernah melepaskan mangsanya… Krena mereka punya penciuman yang tajam! (Halaman 100)

Satu lagi kisah yang membuat saya terpukau dengan bagian awalnya adalah yang berjudul Detektif Ternama vs Kejahatan Sempurna bagian 1 dan 2. Bagian awal? Ya benar. Saya dibuat penasaran akan pernyataan Pak Mita pada Kogoro ketika pesta Hanami di sebuah taman. Ternyata, kejahatan sempurna yang disebutkan Pak Mita ia lakukan sendiri pada Pak Kashima.

Jadi? Ya betul. Pak Mita membunuh Pak Kashima yang sedang mabuk di rumah susun(?) Pak Kashima sendiri. Segala macam tindakan yang ia lakukan membuat Conan yang secara kebetulan berkunjung ke rumah susun(?) Pak Kashima menjadi geregetan karena hal ini membuatnya tak bisa membuktikan Pak Mita sebagai pelaku dengan mudah. Lalu bagaimana?

Biasanya itu yang dipikirkan orang lebih dulu sebelum menduganya jatuh, ‘kan? Tapi, Pak Mita tidak memikirkannya sedikit pun. Seolah Pak Mita merasa bahwa Pak Kashima tidak mungkin menelepon di waktu malam. (Halaman 145)

Selan kedua kasus di atas, saya merasa tiga kasus yang lain masih dalam taraf yang biasa-biasa saja. pada jilid ini masih belum ada kasus yang benar-benar menantang dan pelik yang membuat saya sebagai pembaca geregetan sendiri. Setiap kasus seolah bagaikan jalan tol yang hanya memiliki satu atau dua kerikil saja sehingga terasa datar-datar saja meski tetap menarik.

Mengenai kasus ketika Conan secara tidak sengaja harus berurusan dengan perampok itu, dengan tegas kali ini saya menyalahkan Conan. Jadi bocah kok terlalu gegabah dan tidak perhitungan sama sekali. Rasa penasarannya yang terlalu tinggi memang selayaknya dibayar dengan incaran anjing buas dan perampok bersenjata. Hal ini cukup setimpal, saya rasa.

Bagaimana tidak, Shinichi Kudo sepertinya lupa bahwa wujud Conan kali ini adalah anak-anak usia SD yang tidak sekuat orang dewasa. sudah seharusnya Shinichi yang digambarkan cerdas seharusnya bisa memikirkan hal ini. dari pada mengendap di belakang mobil, mengapa tidak menempelkan alat pelacak saja kemudian dikejar sendiri? Bodoh sekali kalau dipikir-pikir.

Akibat kecerobohan ini, Profesor Agasa harus menjadi sasaran dan teronggok di dasar jurang. Sedangkan ketiga anak yang lain harus menderita luka cukup parah. huft. Untuk pertama kalinya saya sangat sebal dengan Conan di cerita ini. bahkan saking sebalnya, saya jadi berpikir lebih baik Conan tertangkap anjing atau perampok itu saja sekalian. Hahaha kejam sekali ya.

Bicara tentang jenis kasus, Edisi Spesial memang sepertinya dikonsep menyuguhkan kasus yang ringan dan tidak terlalu berat agar pembaca bisa lebih rileks menikmati tiap goresan gambar sang mangaka. Sayangnya, saya yang sudah terbiasa dengan edisi reguler yang memiliki trik pelaku dan jenis kasus yang rumit jadi merasa “jalan lambat” saat membaca edisi ini. entahlah.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*