Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 25)

coverconansp25

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 25)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho & Yamagishi Eiichi

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792099720

cooltext-blurb

Kepala Desa tempat kelahiran profesor Agasa sudah dua minggu menghilang secara misterius. Legenda desa yang menyebutkan adanya Dewa Penculik diyakini sebagai penyebabnya, sampai Conan menemukan wajah kepala desa di antara topeng yang terpasang di dinding.

cooltext-review

Selamat malam para pembaca blog Rico Bokrecension semuanya. Duh semoga masih ada yang berkenan membaca review ini ya ehehe. Seperti yang sudah-sudah, kali ini saya masih akan mengulas komik Detektif Conan Edisi Spesial jilid ke-25. Ada sebelas chapter yang dirangkum dalam satu tankoubon ini. Total kasus ada enam yang masing-masing langsung berakhir.

Kasus pembunuhan yang disajikan pada chapter berjudul Misteri Dewa Penculik bagian 1 dan 2 menurut saya adalah kasus paling aneh di jilid ini. seperti yang sudah dituliskan pada blub, lokasi kasus ini ada di desa tempat Profesor Agasa lahir. Desa kecil dengan pendudukan sekitar 500 orang yang didominasi lansia ini memiliki sebuah kepercayaan pada Dewa Penculik. Hah?

Dewa penculik dikisahkan akan menculik penduduk desa dan tidak akan kembali lagi. kepala desa bernama Tetsuo Sato secara misterius hilang sejak dua minggu terakhir. Banyak yang percaya ini ulah Dewa Penculik, termasuk pemuda bernama Teruo Osugi yang menyatakan hal ini di depan Profesor, Ayumi, Conan, Genta, dan Mitsuhiko. Namun, Tetsuo ditemukan tewas.

Topeng yang dipasang di sini bukan untuk didoakan agar pulang dengan selamat. Tapi, agar orang yang sudah ke alam baka tidak kembali lagi. (Halaman 111)

Di Mana Lukisan Bunda Maria? Adalah chapter terakhir yang menyajikan satu kasus kehilangan dan selesai dalam satu chapter saja. menurut saya, kasus ini adalah kasus paling mengharukan karena melibatkan orang tua yang sedang sakit dan menghadirkan perjuangan anak dan mennantunya dalam mencari barang berharga milik sang ibunda. Wah bagaimana kisahnya?

Kogoro, Ran, dan Conan hendak pergi ke konser. Tiba-tiba, ada seorang perempuan datang meminta bantuan Detektif Kogoro mencari lukisan milik ibu mertuanya yang hilang. Saat itu, sang ibu mertua sedang tergolek lemah di rumah sakit. Lukisan yang dimaksud oleh si menantu adalah lukisan Bunda Maria berukuran kecil hasil karya Kosei Shinomiya, sang pelukis terkenal.

Pak Takasaka sebagai majikan ibu mertua juga tidak merasa ada lukisan tertinggal milik ibu Ukazu, suami perempuan tadi. Tak disangka, di rumah sakit ada Bibi Yamano, sahabat karib ibu Ukazu. Dari keterangan nenek inilah akhirnya ada secercah petunjuk tentang di mana lukisan Bunda Maria itu berada. Saya suka akhir kasus ini yang sungguh mengharukan :’)

Kyo pernah bilang begitu. Bisa dilihat oleh orang berhati bersih, tapi tak terlihat oleh orang jahat. Terlihat oleh orang yang suka bekerja, tak terlihat oleh pemalas. (Halaman 174)

Jilid ini masih sama gregetnya dengan jilid 22 yang lalu. Saya akhirnya benar-benar merasa bahwa kasus yang disajikan tak lagi kasus yang mudah ditebak dan tidak menanang. Hampir di semua kasus saya tidak bisa menebak siapa pelakunya ataupun trik yang digunakan. Kalaupun bisa sok menebak, tebakan saya pasti keliru dan tidak benar sama sekali. Wahahahaha.

Selain tokoh-tokoh utama seperti Conan, Kogoro, Ran, Ayumi, Mitsuhiko, dan Genta, gambar tokoh lain (bahkan Profesor Agasa) menurut saya tidak terlalu mirip dengan goresan tangan asli Aoyama Gosho. Yah mungkin hal ini adalah gaya milik Yamagishi Eiichi. Namun, kalau dibiarkan seperti ini, bukankah nanti lama kelamaan menjadi seperti fanart atau doujinshi?

Membaca Detektif Conan Edisi Spesial seharusnya hanya memberikan cerita lain dengan gaya gambar dan karakter yang sama dengan edisi reguler. Tetapi jika gaya gambarnya saja sudah berbeda, rasa yang diperoleh saat membaca juga jadi berbeda meskipun dari segi ide cerita masih berasal dari orang yang sama dengan edisi reguler. Bukan begitu ya? Sudah ah segini aja.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*