Rss

Archives for : July2017

Yaiba (Jilid 1)

coveryaiba1

Judul: Yaiba (Jilid 1)

Komikus: Aoyama Gosho

Penerjemah: Dudi Yudia Permana

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9789792058437

cooltext-blurb

Jago pedang yang sangat menyukai latihan di hutan dan memiliki jurus yang tidak mengikuti aliran manapun ini bernama Yaiba Kurogane! Kali ini, Yaiba akan beraksi di Jepang, tempat berlatihnya yang terbaru. Setelah hasil pertarungan yang seri dengan Takeshi Onimaru, rival abadinya, sekarang Yaiba menapaki jalan untuk mencapai impiannya menjadi SAMURAI SEJATI!!

cooltext-review

Selain Detektif Conan, Aoyama Gosho juga menciptakan serial lain. Contohnya adalah Kaito Kid dan Yaiba. Detektif Conan sudah saya ulas. Magic Kaito juga sudah pernah saya bahas. Kali ini giliran Yaiba yang akan saya singgung pada review kali ini. beruntung saya bisa membaca jilid pertama dari serial ini. Mari kita lihat perbedaan dengan cerita Conan atau Kaito ya…

Sembilan chapter yang ada di jilid perdana ini terasa sangat padat berisi. Kisah bermula dengan kehidupan anak muda bernama Yaiba Kurogane dan ayahnya, Kenjuro Kurogane. Keduanya hidup di hutan dan menjalani kehidupan alam rimba di sana. Karena suatu kebodohan, keduanya dan seekor harimau terbawa ke Bandara Narita dalam sebuah paket berisi nanas.

Di bandara itu, ada seorang gadis bernama Sayaka Mine yang menanti kedatangan ayahnya bernama Raizo Mine yang baru saja pulang dari turnamen kendo se-Asia. Hiruk pikuk kedatangan Yaiba dan Kenjuro harus menyeret Sayaka dan Raizo. Kenjuro menumpang di rumah Raizo tanpa sungkan. Kisah ini dituangkan pada chapter Kami Akan Tinggal di Rumahmu.

Ternyata tebasannya memang setajam mulut besarnya… Tapi, gerak tebasan yang tak perlu itu malah akan membuat jurusnya mudah dibaca. (Halaman 35)

Setelah membuat keributan di rumah keluarga Mine, Yaiba mengikuti Sayaka pergi ke sekolah esok harinya. Sebuah kesalah pahaman membuat Yaiba enggan meninggalkan kelas Sayaka. Pak Sudo sebagai guru menantang Yaiba adu pedang. Jika Yaiba menang satu ippon (poin, mungkin), maka Yaiba boleh tinggal di kelas. Tak disangka, Pak Sudo terkecoh dengan aksinya.

Di hutan, lawanmu adalah para hewan buas haus darah!! tentunya mereka memancarkan hawa pembunuh… Sama seperti saat kau melawan Muto sebelum ini… Ia diliputi hawa pembunuh karena ditantang olehmu… (Halaman 87)

Nenek Sayaka akhirnya pergi ke seolah karena mendapat panggilan dari Kepala Sekolah dan Pak Sudo. Kehadiran Yaiba dianggap mengganggu. Oleh karena itu, diadakan ujian di ruang Klub Kendo. Apabila Yaiba bisa mengalahkan Kumazawa, sang ketua, maka Yaiba boleh menjadi siswa di sekolah itu. chapter berjudul Jangan Beri Kelonggaran! ini sangat seru lho!

Selain Kumazawa, Yaiba berniat mengalahkan Takeshi Onimaru. Ia adalah anggota Klub Kendo. Ulah Yaiba membuat Onimaru geram. Keesokan harinya, Onimaru mengunjungi rumah Sayaka agar bisa menghajar Yaiba. Namun, Yaiba justru pergi ke rumah Onimaru. Pada chapter Si Bodoh Onimaru! Ini Yaiba hanya bertemu dengan Ayame Onimaru dan Kakek Onimaru.

Tak akan… Kau lebih lemah dariku… Bertarung dengan orang sepertimu hanya menumpulkan keahlianku… (Halaman 113)

Saya suka sekali dengan serial Yaiba ini! Saya sudah dibuat ngakak dan tergelak sejak chapter pertama halaman awal. Belum lagi berbagai kepolosan (atau kebodohan) Yaiba dan ayahnya yang sangat kebangetan juga membuat saya tertawa geli. Hal ini jauh berbeda dengan serial Detektif Conan ataupun Magic Kaito yang memiliki nuansa yang serius dan perlu konsentrasi.

Yaiba merupakan sosok anak yang tidak pernah melihat “dunia luar” karena sepertinya sejak kecil hari-harinya ada di hutan belantara. Bahkan ketika bertemu dengan Sayaka, Yaiba sangat takjub dan memperhatikan Sayaka dengan sangat “saksama” mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Bahkan, mobil dan sekolah juga tidak pernah dikenal olehnya. Yaiba memang udik.

Oh iya, Yaiba terdampar di Tokyo bersama seekor harimau. Awalnya harimau ini ingin memangsa Yaiba. Namun karena suatu hal, harimau ini jadi sahabat baik Yaiba selama di Tokyo. Bahkan, Sayaka menamainya Kagetora karena menganggap harimau itu keren. Hahaha.

Selain Kagetora, ada Shonosuke, seekor burung bangau tongtong yang menjadi kawan Yaiba selama di hutan. Kemunculannya yang tiba-tiba akhirnya membuat Yaiba mengajaknya turut serta menumpang di rumah Sayaka. Mulai saat itulah mereka berdua menjadi kawan latihan Yaiba agar bisa mengalahkan Takeshi Onimaru. Berhasilkah Yaiba? Tunggu ulasan selanjutnya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Erstwhile

covererstwhile

Judul: Erstwhile

Sub Judul: Persekutuan Sang Waktu

Penulis: Rio Haminoto

Penerbit: Koloni

Jumlah Halaman: 368

Terbit Perdana: 12 Juli 2017

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 12 Juli 2017

ISBN: 9786024284855

cooltext-blurb

Raphael Harijono (Rafa) adalah seorang pria asal Indonesia yang memiliki kegemaran yang begitu besar pada artefak. Dalam sebuah perburuannya, ia akhirnya terseret masuk ke dalam sebuah perjalanan waktu bersama Emma Watts, seorang ahli bahasa dan pengajar di King’s College, Universitas Cambridge, Inggris dan juga bersama seorang wanita pengusaha setengah baya asal Prancis bernama Magalie Vaillant.

Picaro Donevante seorang warga kota Paris dan pengungsi politik yang terbuang dari kotanya sendiri di Florence, berjumpa dengan Soléne de Morency, seorang wanita kepada siapa ia dengan tulus bersedia menjadi mata dan hati untuk segala yang tak akan pernah dilihat dan diketahui wanita itu, dan juga kepada siapa ia memberikan sebuah janji setia untuk menjumpainya kembali di Notre Dame, Paris.

Perjalanan panjang Rafa dan Picaro tidak hanya membawa mereka memasuki masa kejayaan dan kebesaran Majapahit, tapi juga membawa mereka memasuki sebuah Persekutuan Waktu.

cooltext-review

Novel yang mengangkat dunia sejarah dalam tema besarnya belum pernah saya baca. Termasuk sejarah dari negara tempat saya lahir, Indonesia. Salah satu novel fiksi sejarah yang akhirnya bisa saya selesaikan hingga tuntas adalah novel berjudul Erstwhile hasil karya Rio Haminoto. Sekadar info, Rio adalah Penulis Terpilih pada acara Ubud Writer & Readers Festival 2016.

Langsung saja, novel ini sejak permulaan hingga sekitar 75% selanjutnya menyajikan dua hal yang berdiri sendiri secara bergantian. Latar waktu dan lokasi yang sangat jauh berbeda, tokoh dan lingkungan yang tidak sama, konflik permasalahan yang tak serupa, serta gaya penceritaan yang juga berbeda. Meski demikian, keduanya memiliki keunikan tersendiri untuk disimak.

Kisah pertama mengambil latar tahun 1300-an di Florentia. Tokoh utama pria bernama Picaro Donevante, anak dari Nicollo Donevante dan Cecilia Donevante, harus hijrah ke Paris karena konflik internal di tanah kelahirannya. Meski tidak suka berada di Paris, Picaro tetap mencoba betah dengan kota itu karena kegemarannya membaca buku yang sarat akan ilmu pengetahuan.

Ketika Anda mencintai seseorang, Anda menjadi terlalu mencintainya. Sesuatu yang terlalu, apa pun itu, selalu menjadi tidak baik. Karena yang terlalu akan menjadi sesuatu yang sangat menyakitkan. (Halaman 67)

Sebuah catatan perjalanan Marco Polo yang diberikan oleh Tuan Dubois, dosen Picaro di universitas, membuat semangat Picaro bergejolak ingin menelusuri jejak Marco Polo. Sayang, ia tak memahami bahasa yang ditulis di catatan itu. Akhirnya Picaro meminta tolong pada gadis yang ia sukai, Soléne de Morency, untuk membantu menerjemahkannya agar Picaro mengerti.

Kisah kedua berlatar pada tahun 2000-an, Raphael Harijono atau Rafa adalah seorang pengusaha kaya raya yang menaruh perhatian besar pada benda-benda kuno. Ketertarikannya pada beberapa lembar papirus, daun lontar, dan daluwang abad XIV yang menyinggung kerajaan Majapahit dan Gajah Mada membuatnya “bersinggungan” dengan sosok Picaro.

Singapura, Paris, London, dan New York adalah tempat yang sempat disinggahi Rafa dalam perjalanan mencapai “harta” yang ia incar. Sebuah pertemuan dengan seorang wanita paruh baya bernama Magalie Vaillant membuatnya tertegun. Bukan hanya menebak teh kesukaan Rafa, Nyonya Magalie juga sanggup mengetahui kisah cinta Rafa dan Artjana selama 20 tahun.

Saat sebuah rasa cinta terhadap seseorang dapat membuat diri kita menjadi lebih baik, itulah arti jatuh cinta yang sebenarnya. Karenanya sebuah rasa jatuh cinta perlu dibuktikan dalam selang waktu atas kebenaran artinya. (Halaman 289-290)

Mungkin sekitar 70% isi buku ini mengisahkan tentang perjalanan Picaro dimasa lalu meninggalkan Paris menuju Timur, sedangkan sisanya merupakan sekelumit kisah Rafa dalam rangka mendapatkan artefak masa lalu. Hal ini tidak saya ambil pusing karena kisah pemuda Florentia yang berkelana hingga menjadi “anggota inti” kerajaan Majapahit jauh lebih menarik.

Berbagai ulasan sejarah mengenai bangsa Barat, bangunan serta adat budayanya kurang bisa dengan baik saya visualisasikan dalam angan dibandingkan kisah mengenai Majapahit. Gajah Mada, Hayam Wuruk, Jayanegara, Gayatri, dan nama-nama terkenal yang disinggung berkali-kali serta kebudayaan saat itu sangat kental sehingga saya menikmati saat membaca novel ini.

Kingsley, Tariq Fatheldin, Tuan Liem, dan Gwan Liong adalah tokoh pendukung yang sangat penting. Sayang, dalam novel ini mereka jarang muncul. Saya baru menyadari bahwa meski mereka tidak nampak, ada satu tokoh berperan besar yang selalu melekat bersama Picaro saat menjelajahi Srivijaya, Yavadvipa, Singhasari, ataupun Walidvipa. Ia adalah Gajah Mada.

Lamun huwus kalah nusantara isum amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, sama isun mukti palapa. (Halaman 237)

Ketika membaca blurb, saya membayangkan isi novel ini adalah perjalanan waktu dalam artian sebenarnya (semacam mesin waktu, mungkin) yang dialami Raphael Harijono dan Emma Watts. Mereka terlempar kemasa kerajaan Majapahit. Dari sini cerita bermula. Saya kira seperti itu. Namun, ternyata mereka melakukan “perjalanan” waktu dalam “sosok” yang lain.

Pengalaman pertama membaca fiksi sejarah melalui novel Erstwhile ini memberikan sensasi puas dalam sanubari. Perpaduan kisah heroik, drama percintaan, hingga intrik kehidupan dalam balutan nuansa sejarah berabad-abad silam yang kental membuat novel ini layak menjadi salah satu karya dalam Ubud Writer & Readers Festival 2016. Sangat luar biasa!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Rico Bokrecension kembali mendapatkan kehormatan menjadi host dalam Koloni Blogtour & Giveaway novel Erstwhile hasil karya Rio Haminoto. Ada satu orang pemenang di blog Rico Bokrecension yang akan mendapatkan satu eksemplar novel Erstwhile persembahan Penerbit Koloni. Syarat dan mekanisme berikut ini mohon diperhatikan dengan cermat. Karena partisipan yang tidak memenuhi ketentuan akan didiskualifikasi.

  • Like fanpage komikkoloni atau follow akun instagram kolonipublishers.
  • Follow akun twitter richoiko.
  • Share giveaway ini melalui medial sosialmu. Jangan lupa cantumkan url giveaway ini ya.
  • Jika sudah melengkapi persyaratan di atas, tinggalkan komentar di bawah postingan ini dengan mencantumkan Nama Lengkap, Tautan Share, serta jawab pertanyaan berikut: “Berapa kali tertulis nama Picaro pada postingan ini?”
  • Peserta harus memiliki alamat kirim di Indonesia. Pemenang saya tentukan random berdasarkan kelengkapan memenuhi syarat dan jawaban yang benar.
  • Periode giveaway di Rico Bokrecension berlaku mulai tanggal 24 Juli 2017 hingga tanggal 30 Juli 2017. Pengumuman pemenang pada tanggal 31 Juli 2017 di postingan ini juga.

Nah, sekian informasi giveaway dalam rangkaian terakhir Koloni Blogtour & Giveaway novel Erstwhile di Rico Bokrecension. Terima kasih sudah membaca postingan ini sampai akhir. Bagi kamu yang sudah ikutan, saya doakan semoga menang.. (˘ʃƪ˘) Jika ada yang kurang jelas, jangan sungkan tanya ya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan selamat malam!

Sebelumnya, saya mengucapkan mohon maaf atas beberapa kendala yang terjadi selama berlangsungnya giveaway ini. Tak lupa saya mengucapkan terima kasih pada penerbit Koloni (yang diwakili oleh mbak Mega, sang editor) yang telah memberikan kesempatan pada saya untuk menjadi host dalam Koloni Blogtour & Giveaway ini.

Terakhir, terima kasih banyak untuk enam belas orang yang telah mengikuti giveaway ini! Pertanyaan saya yang sangat mudah hanya benar dijawab oleh lima belas orang. meski demikian, saya sangat mengapresiasi keikut sertaan kalian semua. Langsung saja ya, ini dia nama pemenang yang berhasil mendapatkan hadiah novel Erstwhile hasil karya Rio Haminoto:

Yak, selamat! Untuk Farah Stefani Putri Arsanti, akan saya hubungi melalui media sosial. Diwajibkan konfirmasi maksimal tanggal 2 Agustus 2017. Kalau tidak ada kabar sama sekali, saya akan pilih pemenang baru. Bagi yang belum beruntung, jangan kecewa. Saya akan mengadakan giveaway lagi di blog ini. Kapan? Rahasia. Tunggu aja pokoknya :)

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan sampai jumpa lagi!

Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 31)

coverconansp31

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 31)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho, Abe Yutaka, Maru Denjiro, & Taira Takahisa

Penerjemah: Ninuk Sulistyowati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2010

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2010

ISBN: 9789792772302

cooltext-blurb

Conan terus menghadapi kasus-kasus sulit! Dan dia menghadapi musuh lamanya Kid the Phantom Thief! Kali ini Conan menghadapi enam kasus besar, yaitu Kid The Phantom Thief & Misteri Permata Hitam, Jam Tua Kakek, Latihan Pencegahan Keamanan Yang Diincar, Desa Yang Kehilangan Benda-Benda Logam, Misteri Sosok Manusia Yang Terbakar, Harta Shosetsu Yui! Apakah kalian bisa menemukan kebenaran?

cooltext-review

Dua belas chapter yang disuguhkan di komik Detektif Conan Edisi Spesial jilid 31 ini semakin seru saja. Dari enam kasus yang dikisahkan, semuanya menarik. Mulai dari ide cerita, pemilihan alur penceritaan, hingga eksekusi pengungkapan kebenaran kasus, saya suka semua. Karena tidak mungkin saya ulas semua kasus, jadi saya beri cuplikan dua kasus paling menarik ya.

Yang pertama adalah kasus pertama yang disajikan pada chapter berjudul Kid The Phantom Thief & Misteri Permata Hitam bagian 1 dan 2. Ya benar, Kaito Kid sang pencuri yang menggunakan trik sulap saat beraksi memberikan surat pemberitahuan ingin mencuri barang berharga dari Kuil Daitenjihodo. Rurio Ebisu, anak sang pendeta kuil kebetulan adalah teman sekolah Conan.

Setelah membaca surat itu, Conan, Ran, dan Sonoko bergegas ke kuil. Ternyata di sana sudah ramai pengamanan polisi oleh arahan Inspektur Nakamori. Hingga detik itu, barang incaran Kid masih belum jelas, apa lagi lokasi barang tersebut. Satu-satunya petunjuk hanya surat itu. Conan menyelidiki patung di Kuil Butsudo. Usut punya usut, ternyata Kid mengincar permata.

Prajurit itu dipukuli hingga tewas oleh pemilik kedai karena dia tak membayar makanannya. Berlian itu akhirnya jatuh ke tangan seorang kapten kapal Inggris, tapi kapten kapal itu akhirnya mati keracunan alkohol. Pedagang permata yang membeli permata itu dari kapten kapal pun akhirnya tewas di perjalanan karena dibunuh perampok. (Halaman 15)

Misteri Sosok Manusia yang Terbakar bagian 1 dan 2 adalah kasus kedua yang saya tidak menyangka tentang siapa pelaku sesungguhnya. Kisah bermula ketika Profesor Agasa dimintai tolong oleh kerabatnya untuk membantu kesulitan yang dihadapi. Setelah menyusuri hutan gelap bersama Conan, Ayumi, Genta, Mitsuhiko, dan Ai, mereka berjumpa dengan Mizuya.

Mizuya yang berprofesi sebagai pemadam kebakaran sedang mengalami kesulitan atas tewasnya Pak Tua Kusabue karena terbakar. Minimnya bukti membuat polisi bernama Kusabue (anak korban) menyimpulkan ayahnya bunuh diri. Hal ini diperkuat dengan Kiyo Shiroyama, pembantu yang menemukan korban dan Kuwahata yang melihat korban sesaat sebelum tewas.

Tapi, kau begitu yakin kalau bukti itu ada. Sekalipun harus mempertaruhkan harga diri sebagai petugas pemadam kebakaran, kau tak akan setuju dengan pernyataan polisi kalau itu kasus bunuh diri, ‘kan? (Halaman 135)

Kehadiran Kaito Kid yang sudah sangaaaaaaat lama tidak muncul membuat saya bahagia. Meski dialog dan scene Kid tidak terlalu banyak, paling tidak saya suka dengan munculnya tokoh pencuri ulung yang ajaib ini. satu hal yang membuat saya kagum adalah kemampuan Kid mengetahui sebuah barang berharga yang bahkan pemilik kuil tidak tahu ada barang seperti itu.

Seperti biasa, Inspektur Nakamori yang seharusnya pintar dan bisa memetakan kondisi saat Kid muncul, justru terjebak dengan boneka dan meninggalkan lokasi begitu saja. polisi macam apa sih ini. saya jadi gemas dengan berbagai polisi yang tidak kompeten sama sekali. Mereka ini polisi sungguhan atau bohongan? Kok kalah oleh Conan yang notabene anak-anak? Hahaha.

Sedangkan kasus kedua tentang kematian Pak Tua Kusabue karena terbakar ini juga sangat unik. Awalnya saya merasa beliau tewas karena fenomena terbakarnya diri sendiri secara spontan. Ternyata lambat laun kematian beliau sangat janggal. Yang lebih mengagetkan, saya tidak menyangka tentang siapa pelaku sebenarnya. Saya bahkan menebak orang yang satu lagi!

Satu hal yang urang dari jilid kali ini adalah (masih) ketiadaan nomor halaman. Hal ini menurut saya sangat mengganggu karena nomor halaman bisa dijadikan acuan ketika berhenti membaca. Apa lagi saya tidak memiliki banyak bookmark. Semoga ke depannya penerbit Elex Media Komptindo bisa memunculkan kembali nomor halaman yang kebutuhannya sangat penting ini.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 28)

coverconansp28

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 28)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho, Ohta Masaru, & Kubota Kazuhiro

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792720907

cooltext-blurb

Pencuri nomor sat di dunia, Arsene Lupin, bangkit dari kubur!? Conan berhadapan dengan kasus pencurian kalung ratu di benteng pembelah laut!

cooltext-review

Halo selamat malam (lagi) untuk seluruh pemirsa Rico Bokrecension yang berbahagia. Bagaimana kabar Anda hari ini? sehat? Semoga saja tidak ada kekurangan suatu apapun ya. aamiin. Kali ini saya masih akan mengulas satu jilid dari komik serial Detektif Conan Edisi Spesial. Kolaborasi Aoyama Gosho dengan orang baru turut membawa perbedaan di jilid ini.

Ada delapan chapter saja di jilid kali ini. setiap dua chapter memuat satu kasus sehingga total kasus yang dimuat hanya empat. Ini sepertinya jumlah kasus dan chapter paling sedikit yang saya temui selama membaca komik serial Detektif Conan Edisi Spesial. Padahal beberapa jilid sebelumnya ada yang sampai enam atau tujuh kasus dengan total 12-14 chapter. Hmmm.

Diantara empat kasus itu, Bangkitnya A.L.N bagian 1 dan 2 menarik karena “membawa” serta pencuri ulung dunia, Arsene Lupin. Di komik ini entah kenapa dilafalkan sebagai Lupan alih-alih Lupin. Awal mulanya Kogoro, Ran, dan Conan diundang oleh seorang jutawan bernama Tomiro Kariosu. Ia mengadakan pesta meriah “Lupan” di bentengnya yang ada di tengah laut.

Reiji Kurari, Riku Anjo, Tsumoto Reimon, dan Sonia Kurichi adalah beberapa orang tamu yang berpenampilan ala Lupan karena sama-sama penggemar Lupan. Acara puncak pesta itu adalah cara mencuri Kaca Mata Lupan yang sangat berharga. Tak disangka, bukannya kacamata itu, Kalung Ratu yang bertahtakan batu mulia rubi milik Pak Kario hilang dicuri “Lupan”! Waduh!

Tapi, bagaimana cara si pelaku memasuki ruangan peti besi ini? mestinya pintu ruangan ini hanya bisa dibuka dengan kunci ini… (Halaman 32)

Wonderful Treasure!! bagian 1 dan 2 merupakan kasus selanjutnya yang sangat unik. Ayumi, Genta, Mitsuhiko, dan Ai diajak Conan dan Kogoro menyelesaikan kasus pencarian harta warisan yang disembunyikan oleh seorang kaya raya yang telah meninggal. Warisan delapan ekor anjing bernama Shin, Chuu, Tei, Kou, Chi, Rei, Gii, dan Jin diberikan pada empat anaknya.

Shinbei Kenmochi, Bungo Kenmochi, Shina Kenmochi, dan Kana Kenmochi mendapat surat wasiat dari mendiang ayahnya yang menyebutkan ada warisan tambahan yaitu harta berharga yang disembunyikan di rumah. Sayangnya, rumah itu sangat unik sehingga tidak bisa dicari dengan cara biasa. Satu-satunya petunjuk adalah surat wasiat yang ada batas waktunya itu.

Benar! Di sini tertulis, ‘batas waktunya disesuaikan dengan jam anjing pada hari anjing tahun anjng yang datang paling awal setelah kematianku, siapkan hati agar tepat pada waktunya’. (Halaman 72)

Meskipun jumlah chapternya sedikit, ketebalan komik jilid 28 ini tidak berbeda jauh dengan jilid-jilid sebelumnya. Awalnya saya heran mengapa ketebalannya hampir sama padahal jumlah chapternya lebih sedikit. Ternyata eh ternyata, durasi tiap chapter ternyata lebih panjang dari pada biasanya. Hal ini membuat kasus tidak dimulai dan diakhiri dengan cepat. Satu poin baik.

Poin baik selanjutnya ada pada artwork alias gaya gambar. Menurut saya kolaborasi Aoyama Gosho, Ohta Masaru, & Kubota Kazuhiro menghasilkan artwork yang mendekati mirip dengan goresan gambar asli Aoyama Gosho. Hal ini tentu menjadi nilai tambah karena saya tidak terlalu terganggu dengan gambar dan bisa fokus pada cerita yang pada dasarnya sudah bagus.

Oh iya, kasus terakhir yang ada di jilid ini tidak menghadirkan Kogoro sebagai pemecah kasus yang biasa menjadi tameng Conan, melainkan Suzuki Sonoko, sahabat karib Ran di sekolah. Ya benar, mereka bertiga sedang berlibur namun terjadinya kasus pembunuhan membuat Conan harus menjadikan Sonoko agar bisa memecahkan kasus. Sedangkan polisi? Tak berguna. Huft.

Salah satu hal yang sangat saya sayangkan dengan komik Conan ini adalah polisi sangat minim bahkan hampir tak ada fungsi apa-apa dalam hal penyelidikan kasus. Conan (dan kawan-kawan) pada dasarnya adalah rakyat sipil. Mengapa ia bisa masuk ke TKP dan mendengarkan segala kesaksian tersangka dan memecahkan kasus?? Apakah semua polisi bodoh? Entahlah.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 26)

coverconansp26

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 26)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho, Abe Yutaka, Maru Denjiro, & Taira Takahisa

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 176

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792701463

cooltext-blurb

Ai tiba-tiba hilang dari ruang kesehatan. Pertemuan dengan Arrack pada kasus sebelumnya memunculkan dugaan ada anggota organisasi hitam yang menyusup ke SD Teitan!!

cooltext-review

Halo, selamat malam saudara-saudaraku sekalian. Masih dalam rangka mengulas buku komik Detektif Conan Edisi Spesial, kali ini saya sudah sampai pada jilid 26. Banyak juga ya ternyata ahahaha. Oh iya, karena sudah semakin kekurangan ide membahas apa saja, Sepertinya mulai review kali ini saya akan membuat ulasan singkat saja, tidak panjang kali lebar kali tinggi…

Dua belas chapter yang ada di jilid kali ini sudah semakin seru. saya akan menyesuaikan dengan blurb sehingga akan membahas dua kasus saja dari enam kasus yang ada. Oh iya, masing-masing kasus dikisahkan dalam dua chapter sehingga merata dan seimbang. Langsung saja pada kasus pertama yang melibatkan tokoh Kogoro, Conan, dan Ai Haibara.

Permohonan pada Kapal bagian 1 dan 2 mengisahkan ketiga tokoh utama dimintai tolong oleh pejabat tinggi negara Panasnugara yang kebetulan melintasi langit Jepang. Langit? Ya benar, Putri Latuna, pemimpin Panasnugara bersama Rahman, orang kepercayaannya dan beberapa orang mengendarai zeppelin bermaksud meminta pertolongan menyelesaikan konflik negara.

Nyawa Putri Latuna terancam. Oleh karena itu Rahman meminta Kogoro menyelidiki siapa orang yang hendak menghabisi nyawa Tuan Putri Latuna. Satu-satunya petunjuk adalah sehelai benang panjang dengan beberapa simpul. Kogoro yang bodoh langsung membuangnya begitu saja. Sedangkan Conan dan Ai memikirikan apakah Arrack, pembunuh bayaran dari organisasi HItam benar-benar ada di zeppelin itu. jika memang ada di sana, lalu siapa dia??

Orang yang menentang pembelian helium dari PT. Yukar sekarang hanya Tuan Putri sendiri. Aku khawatir, berikutnya yang diincar adalah nyawa Tuan Putri… Kalau nyawa Tuan Putri diincar di kapal ini, tak akan ada jalan untuk lari. (Halaman 122)

Lanjut pada kasus selanjutnya disajikan pada chapter berjudul Organisasi Hitam…Muncul bagian 1 dan 2. Kali ini tidak ada Kogoro. Kisah bermula dengan Genta, Ayumi, dan Mitsuhiko yang enceritakan ada yang aneh dengan marmut peliharaan sekolah. Awalnya induk marmut melahirkan dua ekor anak. Keesokan harinya, tiba-tiba ada seekor anak marmut lagi sedangkan marmut jantan a.k.a ayahnya hilang. Ciri marmut yang baru dengan ayah marmut sama persis.

Belum juga masuk kelas, Ai Haibara dikejutkan dengan sebuah surat misterius di loker sepatunya. Dari isi surat itu, Ai merasa sudah ada anggota Organisasi Hitam bernama Generic alias Gen yang menyusup ke SD Teitan. Tentu saja hal ini mengancam keberadaan Ai. Conan yang merasa khawatir meminta Ai tidak pernah pergi sendirian. Tentu saja, Ai nyelonong sendirian *tepokjidat*. Hasilnya?? Dia hilang begitu saja tanpa ada yang tahu keberadaanya.

Yang bisa dipikirkan adalah, anggota Organisasi Hitam mengecilkan tubuhnya dengan apotoxin untuk menyusup ke SD Teitan ini. (Halaman 156)

Satu hal yang sangat membuat saya suka dengan jilid 26 ini adalah sudah muncul tokoh Ai Haibara. Uwuwuwuw. Sekian lama saya menantikan apakah Ai akan muncul atau tidak di edisi spesial, ternyata ia sudah nongol di jilid ini. terlebih posisinya tak hanya sebagai figuran pelengkap anggota Grup Detektif Cilik, melainkan berperan penting pada dua kasus di atas.

Awalnya saya mengira Organisasi Hitam yang disebut-sebut di blurb dan isi jilid ini adalah anggota yang sama dengan biang kerok yang membuat Shinichi mengecil dan Sherry kabur. Ternyata bukan. Hanya ada anggota lain yang secara kebetulan muncul di hadapan Conan dan Ai. Sedangkan keberlanjutan Conan kembali ke tubuh asal atau Ai membongkar kedok Organisasi Hitam? Tak ada sama sekali. Mungkin memang hanya akan dibahas di edisi reguler.

Tidak ada nomor halaman astagaaa. Ya benar, ketiadaan nomor halaman membuat saya kesulitan menandai kutipan yang saya gunakan di ulasan ini. penerbit Elex sepengetahuan saya memang tidak mencantumkan nomor halaman setiap lembarnya, namun pada halaman-halaman tertentu sebagai penanda. Namun di jilid kali ini sama sekali tidak ada. Huft.

Oh iya, semua kasus yang ada di jilid ini tidak ada satupun kasus pembunuhan. Entah kenapa para kreator hanya menyuguhkan kasus penculikan, penganiayaan, dan misteri biasa. Padahal saya merasa ketegangan dan keseruan muncul pada kasus pembunuhan. Tak ayal kasus ini menduduki peringkat pertama kasus favorit saya. Sedangkan yang lain? Yaah biasa aja deh, termasuk semua kasus di jilid ini. meskipun demikian, semuanya tetap menarik untuk dibaca.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 25)

coverconansp25

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 25)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho & Yamagishi Eiichi

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792099720

cooltext-blurb

Kepala Desa tempat kelahiran profesor Agasa sudah dua minggu menghilang secara misterius. Legenda desa yang menyebutkan adanya Dewa Penculik diyakini sebagai penyebabnya, sampai Conan menemukan wajah kepala desa di antara topeng yang terpasang di dinding.

cooltext-review

Selamat malam para pembaca blog Rico Bokrecension semuanya. Duh semoga masih ada yang berkenan membaca review ini ya ehehe. Seperti yang sudah-sudah, kali ini saya masih akan mengulas komik Detektif Conan Edisi Spesial jilid ke-25. Ada sebelas chapter yang dirangkum dalam satu tankoubon ini. Total kasus ada enam yang masing-masing langsung berakhir.

Kasus pembunuhan yang disajikan pada chapter berjudul Misteri Dewa Penculik bagian 1 dan 2 menurut saya adalah kasus paling aneh di jilid ini. seperti yang sudah dituliskan pada blub, lokasi kasus ini ada di desa tempat Profesor Agasa lahir. Desa kecil dengan pendudukan sekitar 500 orang yang didominasi lansia ini memiliki sebuah kepercayaan pada Dewa Penculik. Hah?

Dewa penculik dikisahkan akan menculik penduduk desa dan tidak akan kembali lagi. kepala desa bernama Tetsuo Sato secara misterius hilang sejak dua minggu terakhir. Banyak yang percaya ini ulah Dewa Penculik, termasuk pemuda bernama Teruo Osugi yang menyatakan hal ini di depan Profesor, Ayumi, Conan, Genta, dan Mitsuhiko. Namun, Tetsuo ditemukan tewas.

Topeng yang dipasang di sini bukan untuk didoakan agar pulang dengan selamat. Tapi, agar orang yang sudah ke alam baka tidak kembali lagi. (Halaman 111)

Di Mana Lukisan Bunda Maria? Adalah chapter terakhir yang menyajikan satu kasus kehilangan dan selesai dalam satu chapter saja. menurut saya, kasus ini adalah kasus paling mengharukan karena melibatkan orang tua yang sedang sakit dan menghadirkan perjuangan anak dan mennantunya dalam mencari barang berharga milik sang ibunda. Wah bagaimana kisahnya?

Kogoro, Ran, dan Conan hendak pergi ke konser. Tiba-tiba, ada seorang perempuan datang meminta bantuan Detektif Kogoro mencari lukisan milik ibu mertuanya yang hilang. Saat itu, sang ibu mertua sedang tergolek lemah di rumah sakit. Lukisan yang dimaksud oleh si menantu adalah lukisan Bunda Maria berukuran kecil hasil karya Kosei Shinomiya, sang pelukis terkenal.

Pak Takasaka sebagai majikan ibu mertua juga tidak merasa ada lukisan tertinggal milik ibu Ukazu, suami perempuan tadi. Tak disangka, di rumah sakit ada Bibi Yamano, sahabat karib ibu Ukazu. Dari keterangan nenek inilah akhirnya ada secercah petunjuk tentang di mana lukisan Bunda Maria itu berada. Saya suka akhir kasus ini yang sungguh mengharukan :’)

Kyo pernah bilang begitu. Bisa dilihat oleh orang berhati bersih, tapi tak terlihat oleh orang jahat. Terlihat oleh orang yang suka bekerja, tak terlihat oleh pemalas. (Halaman 174)

Jilid ini masih sama gregetnya dengan jilid 22 yang lalu. Saya akhirnya benar-benar merasa bahwa kasus yang disajikan tak lagi kasus yang mudah ditebak dan tidak menanang. Hampir di semua kasus saya tidak bisa menebak siapa pelakunya ataupun trik yang digunakan. Kalaupun bisa sok menebak, tebakan saya pasti keliru dan tidak benar sama sekali. Wahahahaha.

Selain tokoh-tokoh utama seperti Conan, Kogoro, Ran, Ayumi, Mitsuhiko, dan Genta, gambar tokoh lain (bahkan Profesor Agasa) menurut saya tidak terlalu mirip dengan goresan tangan asli Aoyama Gosho. Yah mungkin hal ini adalah gaya milik Yamagishi Eiichi. Namun, kalau dibiarkan seperti ini, bukankah nanti lama kelamaan menjadi seperti fanart atau doujinshi?

Membaca Detektif Conan Edisi Spesial seharusnya hanya memberikan cerita lain dengan gaya gambar dan karakter yang sama dengan edisi reguler. Tetapi jika gaya gambarnya saja sudah berbeda, rasa yang diperoleh saat membaca juga jadi berbeda meskipun dari segi ide cerita masih berasal dari orang yang sama dengan edisi reguler. Bukan begitu ya? Sudah ah segini aja.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 22)

coverconansp22

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 22)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho & Yamagishi Eiichi

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792078916

cooltext-blurb

Salah minum membuat Genta mabuk. Saat itulah dia melihat sesosok hantu di sebuah apartemen. Di luar dugaan, Kelompok Detektif Cilik itu ditawari untuk menjadi model patung oleh si pemilik apartemen. Namun, Conan merasa ada sesuatu yang aneh!!

cooltext-review

Sepuluh chapter yang disuguhkan di jilid ini lebih menarik dibandingkan Detektif Conan Edisi Spesial yang sudah saya baca. Lima kasus yang dikisahkan terasa cukup greget dari segi trik pembunuhan, latar belakang pelaku, ataupun cara pengungkapan kasus itu oleh Conan. Karena hanya lima kasus, saya tak akan membahas semuanya. Cukup dua kasus saja ya hehehe.

Mayat yang Hilang bagian 1 dan 2 sebagai kasus pertama di jilid ini menurut saya cukup unik. Kasus penemuan mayat disaksikan sendiri oleh Genta yang mabuk karena salah kira minum sake sebagai jus. Ayumi, Mitsuhiko, dan Conan meragukan cerita Genta. Tiba-tiba, pemilik rumah yang menjadi tempat Genta melihat “hantu” muncul dan menawari mereka jadi model.

Soichi Ukiya adalah seorang pemahat patung. Banyak patung di dalam rumahnya, khususnya studio tempat ia bekerja. Meskpun Conan sempat meragukan cerita Genta, ia merasa aneh dengan Ukiya dan kondisi di dalam rumahnya. Terlebih ketika mengeksplorasi studio itu, Conan merasa bahwa “hantu” yang dilihat Genta adalah mayat yang ada di rumah itu.

Jika cerita Genta benar, berarti wanita yang dilihat Genta lenyap dalam sekejap… Mungkinkah itu terjadi di ruangan seperti ini? Seandainya aku tahu… (Halaman 26)

Bayangan yang Menggeliat dalam Gelap bagian 1, 2, dan 3 adalah satu-satunya kasus yang dikisahkan dalam tiga chapter berurutan. Selain itu, kasus ini memiliki kondisi korban yang paling menyeramkan dibandingkan kasus yang lain. Semua bermula dari sekelompok anak muda bernama Takami, Shota, Nobu, Kouta, dan Haruka yang hendak menginap di vila Nobu.

Sayangnya, mobil mereka mogok dan listrik di vila tidak bisa menyala sehingga mereka harus bermalam dalam gelap. Baru saja beberapa saat tertidur, mereka dikejutkan dengan kondisi Nobu yang tewas bersimbah darah di tempat tidur. Secara kebetulan, Conan dan Kogoro yang tersesat di dekat vila itu jadi mengunjungi mereka sambil memecahkan kebenaran kasus itu.

Yang pertama kali kurasakan adalah mayat Nobu. Tubuhnya terbangun dari tempat tidur dan bersandar ke dinding. Bagaimanapun juga, itu terlalu rapi. Untuk orang yang terbangun karena kaget oleh penyusup, selimutnya kurang kusut. (Halaman 83)

Seperti yang sudah saya kemukakan di awal, jilid ini saya rasa sebagai titik balik kegregetan(?) Detektif Conan Edisi Spesial. Kasus-kasusnya tak lagi datar dan biasa saja. ada sekelumit hal yang unik dan cukup rumit yang mengecoh pembaca. Bahkan saya merasa penasaran dengan setiap kasusnya. Menebak siapa pelakunya dan trik yang digunakan jadi sangat menantang.

Chapter Bayangan yang Menggeliat dalam Gelap adalah favorit saya. Selain trik yang digunakan tidak biasa, kondisi kegelapan malam karena listrik mati juga turut menambah cekam suasana, terlebih ketika penemuan mayat Nobu. Satu hal yang membuat saya sangat terganggu adalah kemunculan Conan dan Kogoro di dekat lokasi kejadian. Like, seriously???

Saya jadi merasa bahwa Conan ini campuran antara manusia-pembawa-sial dan manusia-paling-beruntung. Bisa-bisanya di sebuah vila terpencil di tengah hutan ataupun kereta Tohoku Shinkansen yang sepi penumpang bisa terjadi kasus pembunuhan dan coba tebak, Conan ada di lokasi kejadian. Beneran deh, saya jadi agak serem dengan Conan ini alih-alih ngebet ketemu.

Tetapi namanya juga komik detektif. Isinya jelas tentang berbagai kasus kriminal lah ya. nggak mungkin slice of life Conan di sekolah yang biasa-biasa saja jadi cerita. Tetapi seolah-olah kehadiran Conan di lokasi kejadian menjadi tidak natural dan seakan yang-penting-Conan-harus-ada-di-TKP. Titik. Formula seperti ini membuat cerita jadi sedikit maksa dan kurang apik.

Meskipun demikian, sejak jilid ini saya jadi merasa penasaran dengan komik Detektif Conan Edisi Spesial yang selanjutnya. Saya penasaran apakah kegregetan(?) yang saya jumpai di jilid 22 ini muncul kembali di jilid selanjutnya. Apalagi jika kolaborasi dengan Aoyama Gosho juga berganti. Penasaran? Tunggu review saya jilid selanjutnya ya. Selamat malam. Oyasumi~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 19)

coverconansp19

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 19)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho & Yamagishi Eiichi

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792065954

cooltext-blurb

Conan dan teman-temannya serta Profesor Agasa sedang melihat bintang jatuh ketika sebuah perampokan besar terjadi. Si pelaku melarikan diri ke arah Gunma, tempat Conan berada. Bunyi seperti desingan peluru yang terdengar dari arah hutan membuat Conan berada dalam posisi sulit, kaki terluka dan dikejar anjing pemburu. Ia berada di ambang kematian!!

cooltext-review

Sepuluh chapter yang disuguhkan dalam jilid kali ini merupakan jumlah chapter paling sedikit yang saya temui selama membaca Detektif Conan Edisi Spesial. Dari sepuluh chapter itu, ada lima kasus yang dikisahkan. Satu kasus terdiri dari satu chapter, tiga kasus dalam dua chapter, dan satu kasus dikisahkan dalam tiga chapter. Jumlah chapter terbanyak untuk satu kasus.

Conan di Ambang Kematian bagian 1, 2, dan 3 adalah kasus yang menurut saya sangat menegangkan. Seperti yang sudah dituliskan dalam blurb jilid ini, kali ini Conan harus terjebak dengan perampok yang baru saja menjarah uang tunai hasil penjualan tiket pacuan kuda Hinomoto sebesar satu milyar yen. Pertemuan Conan yang tidak disengaja harus dibayar mahal.

Conan yang terlalu ceroboh ingin menangkap perampok bersenjata itu akhirnya jadi dikejar-kejar anjing milik sang perampok. Bahkan Profesor Agasa sudah terlebih dahulu ditembak olehnya. Ayumi, Genta, dan Mitsuhiko juga dibuat babak belur karena mereka harus segera mencari pertolongan. Sedangkan Conan? Kondisi terluka parah hampir membuatnya tewas.

Anjing adalah pemburu terhebat di bumi… Anjing memang tidak lari secepat pemburu keluarga kucing, tapi mereka tak pernah melepaskan mangsanya… Krena mereka punya penciuman yang tajam! (Halaman 100)

Satu lagi kisah yang membuat saya terpukau dengan bagian awalnya adalah yang berjudul Detektif Ternama vs Kejahatan Sempurna bagian 1 dan 2. Bagian awal? Ya benar. Saya dibuat penasaran akan pernyataan Pak Mita pada Kogoro ketika pesta Hanami di sebuah taman. Ternyata, kejahatan sempurna yang disebutkan Pak Mita ia lakukan sendiri pada Pak Kashima.

Jadi? Ya betul. Pak Mita membunuh Pak Kashima yang sedang mabuk di rumah susun(?) Pak Kashima sendiri. Segala macam tindakan yang ia lakukan membuat Conan yang secara kebetulan berkunjung ke rumah susun(?) Pak Kashima menjadi geregetan karena hal ini membuatnya tak bisa membuktikan Pak Mita sebagai pelaku dengan mudah. Lalu bagaimana?

Biasanya itu yang dipikirkan orang lebih dulu sebelum menduganya jatuh, ‘kan? Tapi, Pak Mita tidak memikirkannya sedikit pun. Seolah Pak Mita merasa bahwa Pak Kashima tidak mungkin menelepon di waktu malam. (Halaman 145)

Selan kedua kasus di atas, saya merasa tiga kasus yang lain masih dalam taraf yang biasa-biasa saja. pada jilid ini masih belum ada kasus yang benar-benar menantang dan pelik yang membuat saya sebagai pembaca geregetan sendiri. Setiap kasus seolah bagaikan jalan tol yang hanya memiliki satu atau dua kerikil saja sehingga terasa datar-datar saja meski tetap menarik.

Mengenai kasus ketika Conan secara tidak sengaja harus berurusan dengan perampok itu, dengan tegas kali ini saya menyalahkan Conan. Jadi bocah kok terlalu gegabah dan tidak perhitungan sama sekali. Rasa penasarannya yang terlalu tinggi memang selayaknya dibayar dengan incaran anjing buas dan perampok bersenjata. Hal ini cukup setimpal, saya rasa.

Bagaimana tidak, Shinichi Kudo sepertinya lupa bahwa wujud Conan kali ini adalah anak-anak usia SD yang tidak sekuat orang dewasa. sudah seharusnya Shinichi yang digambarkan cerdas seharusnya bisa memikirkan hal ini. dari pada mengendap di belakang mobil, mengapa tidak menempelkan alat pelacak saja kemudian dikejar sendiri? Bodoh sekali kalau dipikir-pikir.

Akibat kecerobohan ini, Profesor Agasa harus menjadi sasaran dan teronggok di dasar jurang. Sedangkan ketiga anak yang lain harus menderita luka cukup parah. huft. Untuk pertama kalinya saya sangat sebal dengan Conan di cerita ini. bahkan saking sebalnya, saya jadi berpikir lebih baik Conan tertangkap anjing atau perampok itu saja sekalian. Hahaha kejam sekali ya.

Bicara tentang jenis kasus, Edisi Spesial memang sepertinya dikonsep menyuguhkan kasus yang ringan dan tidak terlalu berat agar pembaca bisa lebih rileks menikmati tiap goresan gambar sang mangaka. Sayangnya, saya yang sudah terbiasa dengan edisi reguler yang memiliki trik pelaku dan jenis kasus yang rumit jadi merasa “jalan lambat” saat membaca edisi ini. entahlah.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 7)

coverconansp7

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 7)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho, Ohta Masaru, & Ekoda Tanteidan

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 204

Terbit Perdana: 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2002

ISBN: 9789792030303

cooltext-blurb

Liburan musim panas diisi dengan kegiatan kerajinan tangan oleh Conan dan grup detektif ciliknya. Pada saat peluncuran roket buatan mereka, roket milik Yuko, pembimbing mereka, hilang. Lalu, malam harinya rumah Ayumi dimasuki pencuri. Kamar Ayumi yang terletak di belakang porak-poranda. Adakah sesuatu pada roket Ayumi yang diincar pencuri?

cooltext-review

Halo selamat malam (karena saya posting ini saat malam hari). Detektif Conan Edisi Spesial yang saya baca kali ini adalah jilid ketujuh. Diantara lima jilid terakhir yang sudah saya baca, jilid kali ini memiliki empat belas chapter, jumlah terbanyak dalam satu jilid sejauh ini. Ada tujuh kasus yang masing-masing disajikan dalam dua chapter sehingga porsinya seimbang.

Kasus pertama yang seperti tertuang pada blurb di atas berjudul Rahasia Roket bagian 1 & 2. Sesungguhnya kasus yang terjadi bukanlah kasus pembunuhan ataupun hal sadis lainnya. Kasus bermula ketika Conan dan teman-teman sekelasnya termasuk Ayumi, Mitsuhiko, dan Genta mengunjungi Lembaga Penelitian Mainan khususnya bagian Rumah Sakit Mainan.

Yuko Tejima sebagai pembimbing mengajari mereka membuat roket mainan. Tak disangka, Ayumi yang membuat roket yang sama persis dengan milik bawahan Tadamasa Yoshioka itu harus mengalami kejadian pencurian dan penganiayaan. Setelah ditelisik lebih jauh, hal ini berakar pada sifat dan perilaku Koji Takahata, sang direktur Lembaga Penelitian Mainan.

Bodoh! Si pelaku berusaha mencurinya, ‘kan? Pasti ada rahasia hebat yang tersembunyi! Bisa saja Ayumi dibunuh agar bungkam!! (Halaman 21)

Kakak Beradik yang Tidak Mirip bagian 1 & 2 memberikan sebuah kasus pembunuhan berencana. Korban bernama Shigekazu Yagi, pemilik sebuah tempat kursus bernama Kursus Musik Yagi. Mayat Shigekazu ditemukan oleh Masao Ishikawa dalam keadaan jantung tertusuk pisau. Oleh karena itu, semua guru yang memiliki kunci duplikat gedung harus hadir di TKP.

Kiwako Matsumoto dan Chieko Matsumoto adalah sepasang kakak beradik sekaligus guru piano di tempat itu. kecurigaan Conan mengarah pada salah satu dari mereka. Sayangnya, keduanya memiliki alibi yang sangat kuat. Bahkan Kogoro bisa membuktikan alibi Kiwako. Sedangkan Chieko juga tak bisa pulang-pergi dalam waktu singkat untuk membunuh direktur.

Dua orang ini, walaupun adik kakak, penampilan dan sifatnya berlawanan sekali. Tapi, justru itu yang aneh. Mereka terlalu tidak mirip. (Halaman 76)

Pembunuhan di Hari Natal bagian 1 & 2 adalah kasus terakhir yang mengakhiri jilid ini sekaligus menjadi kasus yang cukup mengejutkan bagi saya. Setting pada akhir tahun, Kogoro, Ran, dan Conan diundang oleh Masayoshi Yonezaki, pengacara terkenal untuk hadir pada pesta natal dan akhir tahun di Kantor Hukum Yonezaki. Pak Masayoshi merasa bersalah karena terlambat.

Taichi Akatani, Yutaka Nagai, dan Sakiko Kawanishi yang juga ada di pesta itu ikut bersenang-senang. Sayangnya, malam itu dinodai dengan ejadian tewasnya Pak Masayoshi. Berbagai petunjuk mengarah pada orang luar yang membunuh Pak Masayoshi saat tiba di kantor. Meskipun demikian, ada yang janggal. Conan merasa pelakunya bukanlah orang luar. Lalu?

Pasti ada buktinya, bukti yang ditinggalkan si pelaku. Vas bunga ini pecah pada saat kejadian. Apa si pelaku menabraknya ketika lari, atau… (Halaman 183-184)

Saya suka dengan jilid ini karena semua kasus memiliki porsi tayang yang sama yaitu dua chapter sejak awal hingga akhir kasus. Tidak ada yang tampil terlalu cepat dalam satu kasus saja, tidak ada pula yang memiliki durasi paling lama. Hal ini membuat setiap kasus memiliki kekuatan yang sama untuk dinikmati. Meski hal ini membuat jumlah chapter menjadi “gendut”.

Diantara tujuh kasus yang ada, saya kaget dengan kasus tentang dua kakak beradik yang serupa namun “tampil” bertolak belakang. Saya tidak menyangka bahwa alibi yang digunakan oleh keduanya bisa terbongkar dengan trik itu. hal ini tidak bisa disadari pembaca karena penampilan keduanya sangat mencolok perbedaannya. Ternyata hal ini menjadi kunci alibi.

Oh iya, saya baru membaca jilid Detektif Conan Edisi Spesial hasil karya Aoyama Gosho, Ohta Masaru, & Ekoda Tanteidan. Secara artwork, menurut saya keduanya hampir bisa menyamai artwork original milik Aoyama Gosho meskipun masih terlihat berbeda sedikiiiit. Berbeda dengan tim lain yang hasil artwork-nya sangat berbeda dengan yang asli meski hanya sekilas.

Sejauh ini meski kasus yang disuguhkan hanya seputar pembunuhan (ini yang paling banyak), penculikan, pencurian, kekerasan, dan lainnya, sang kreator tidak menggunakan formula yang sama. Ada saja perbedaan trik yang digunakan pelaku untuk melakukan kejahatan. Hal ini yang membuat saya kagum bahwasanya ide yang dimiliki manusia bisa sangat brilian dan hebat :)

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 6)

coverconansp6

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 6)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho & Yamagishi Eiichi

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2001

ISBN: 9789792029345

cooltext-blurb

Kogoro dan Conan diundang oleh sebuah kantor penerbit untuk diwawancarai. Belum lagi wawancara dimulai, kehebohan terjadi. Salah seorang staf kantor itu ditemukan tewas di dapur. Tetapi, mayatnya tiba-tiba hilang. Benarkah ada mayat di dapur? Atau itu hanya halusinasi?

cooltext-review

Sembilan chapter yang disuguhkan di jilid keenam komik Detektif Conan Edisi Spesial ini kembali pada kolaborasi saat jilid perdana yaitu Aoyama Gosho dan Yamagishi Eiichi. Seperti bisa diduga, dari sembilan chapter tersebut, ada delapan kasus yang terdiri dari satu kasus disajikan dalam dua chapter, sedangkan kasus lainnya langsung tamat dalam satu chapter.

Mayat adalah chapter pertama sekaligus kasus pertama yang juga dimuat sinopsisnya dalam blurb jilid ini. Megumi Sakura adalah seorang wartawan dari Penerbit Shogaku. Hari itu ia bertugas mewawancarai Kogoro Mouri. Karena itu adalah tugas besarnya yang pertama, ia amat gugup. Kogoro dan Conan yang menjadi tamu sungguh terkejut dengan sosok Megumi.

Dalam kegugupannya, Megumi tanpa sengaja menemukan mayat rekan kerjanya yang bernama Nakajima di dapur kantor. Ia langsung heboh melapor pada kepala redaksi dan Kogoro Mouri. Sayannya, tiba-tiba mayat Nakajima lenyap begitu saja. Dituduh berhalusinasi, Megumi bersama Conan akhirnya bertualang mengungkap kebenaran dari kejadian ini. Berhasilkah?

Pak Arino datang ke gedung ini satu jam yang lalu. Dia di sana cuma sekitar lima menit… Tapi tidak mampir ke ruang redaksi mana pun. (Halaman 24)

Salah satu kasus yang cukup menarik yang disajikan dalam satu chapter adalah Password. Tiga bersadara yang bernama Tomio Onda, Takeshi Onda, dan Yoshiki Onda baru saja ditinggal oleh orang tua mereka satu-satunya, Joichiro Onda. Sewajarnya orang meninggal, mendiang Joichiro meninggalkan warisan harta senilai dua milyar yen di dalam brankas untuk anak-anaknya.

Yang menarik, brankas tersebut dihubungkan oleh sebuah password yang bisa membuka pintu brankas. Petunjuk yang harus dipecahkan antara lain gambar mawar biru, berbagai bulatan berwarna, serta tulisan “Masukkan angka yang tepat” dan “Pintu akan terbuka hanya untuk orang yang bernar-benar mengetahuiku”. Tiga kali kesempatan atau harta akan terbakar habis.

Kurasa yang tadi sudah 90% benar… Masalahnya, tinggal memecahkan warna abu-abu ini. ‘Pintu akan terbuka untuk orang yang benar-benar tahu aku’. Mungkin ada rahasia pada kata kunci ini? (Halaman 91)

Satu-satunya kasus yang disuguhkan dalam dua chapter adalah Bunuh Diri Palsu bagian 1 & 2. Kali ini keluarga Mouri (plus Conan, tentu saja) sedang berlibur di sebuah pemandian air panas yang katanya nomor satu se-Jepang. Beruntungnya, selain mereka hanya ada satu rombongan lain dari sebuah penerbit yang berada di penginapan sekaligus pemandian air panas tersebut.

Shoko Miyabi adalah seorang penulis novel dengan karya hits baru-baru ini. ia menginap bersama kawannya yaitu Chisato Kanaya dan Katsuya Otaka. Sayang seribu sayang, Shoko harus meregang nyawa ketika sedang mengunjungi air terjun di dekat penginapan. Yang aneh adalah Shoko meninggal secara misterius padahal ia ke sana bersama yang lain. Nah kok bisa?

Baju yang dipakai Kak Shoko juga nggak ada. Aneh, ya… Aku sudah memeriksa kamarnya untuk memastikan, tapi nggak ada baju maupun sepatu yang dipakai Kak Shoko tadi siang. (Halaman 107)

Delapan kasus yang disuguhkan di jilid kali ini masih terasa hambar, secara umum. Selain tiga kasus yang sempat saya singgung di atas, kasus lain terasa datar dan biasa-biasa saja. bukannya tidak menarik sama sekali, hanya saja saya menginginkan jangan terlalu buru-buru dalam menyelesaikan sebuah kasus. Alur yang runtut dan perlahan justru membuat geregetan, kan?

Meskipun demikian, saya salut bagaimana sang kreator dan pasangannya bisa memberikan berbagai macam kasus yang berbeda namun kuat dari segi karakterisasi maupun alur cerita. Tidak ada kasus yang mirip atau hampir serupa dengan kasus yang lain. Masing-masing berdiri sendiri dengan kuat sehingga jka dibaca ulang pun akan mudah diingat alur ceritanya.

Satu eh dua hal yang membuat saya cukup terganggu saat membaca jilid ini adalah halaman 15 dan 16 yang tercetak sama persis namun isi dialog dalam balon kata yang berbeda. Selain itu ada kesalahan penempatan nama Chisato Kanaya dan Katsuya Otaka yang terbalik alias bukan pada gambar orang yang dimaksud. Agak disayangkan editor Elex Media membiarkan hal ini.

Hingga jilid ini saya jadi merasa bahwa dalam kehidupan perdetektifan Kogoro Mouri, Conan bukan lagi seorang anak kecil yang numpang tinggal di rumahnya, melainkan sudah menjadi semacam perangko yang selaluuu nempel ke Kogoro saat menyelidiki kasus. Terbukti pada chapter Mayat, Password, Bunuh Diri Palsu, dan Budha Harakiri Conan selalu ada saat kejadian.

Saya jadi merasa bahwa Conan yang sudah bisa ikut terlibat menyelidiki kasus seolah tidak memberi ruang luas pada Kogoro Mouri. Padahal pada awalnya Conan hanya menjadi seorang anak SD yang secara kebetulan menumpang tinggal di kediaman Kogoro sambil mencari informasi tentang kelompok pria berjubah hitam. Namun kali ini? Conan sudah berdikari. Hm.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 4)

coverconansp4

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 4)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho, Abe Yutaka, Maru Denjiro, & Taira Takahisa

Penerjemah: M. Gunarsah & Floriana Gandhi

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 194

Terbit Perdana: 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2001

ISBN: 9789792026177

cooltext-blurb

Pesta kembang api yang meriah dikotori dengan kasus pembunuhan yang sadis. Korban dijatuhkan dari ketinggian sampai memecahkan lantai kayu. Mungkinkah Pak Tua si kepala desa yang melakukan itu? Bagaimana dia melawan anak muda yang lebih kuat darinya?

cooltext-review

Hari-hari Conan yang diliputi oleh berbagai kejadian kriminal masih berlangsung. Kali ini Conan kembali dalam komik edisi spesial yang memuat kasus singkat dan pendek. Enam kasus yang tersaji dalam sebelas chapter di komik ini masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Paling banyak satu kasus disuguhkan dalam dua chapter. Namun, ada pula yang hanya satu.

Pembunuhan Festival Boneka bagian 1 & 2 adalah kasus pertama yang tersaji dalam dua chapter. Kali ini Ran, Kogoro, dan Conan berkunjung ke sebuah toko kue. Kebetulan di toko yang merangkap rumah tersebut sedang diadakan festival boneka. Anak sang pemilik rumah bernama Yuka Nakaura mengundang tiga teman dekatnya yaitu Mariko Igarashi, Yasuko Hiyama, dan Yasuhiko Enari. Tak disangka, hari itu adalah hari terakhir Yuka hidup di dunia.

Kematian Yuka yang mendadak akibat racun membawa kesimpulan bahwa Yuka dibunuh oleh seseorang yang ada di pesta itu. tak pelak ketiga teman Yuka menjadi tersangka. Yang jadi pertanyaan, siapa dan bagaimana Yuka bisa meninggal karena racun? Conan sangat penasaran. Siapa sangka gelas penyok bisa menjadi petunjuk yang sangat berguna. Penasaran?

Orang yang duduk di kursi ini… Kenapa tidak minum seteguk pun? Ataukah dia tak bisa meminumnya? Kenapa? (Halaman 18)

Selanjutnya, Kogoro mengajak Ran dan Conan ke kota sebelah. Hal ini karena ada seseorang bernama Shuichi Nomiya yang meminta Kogoro datang ke desa tempat tinggalnya karena ada suatu hal penting. Apes, mobil Kogoro tidak bisa melewati jalan karena terhalang pohon roboh akibat badai. Kisah ini tersaji dalam chapter Pembunuhan Malam Pesa Kembang Api bagian 1 & 2.

Setelah beres urusan pohon tumbang, Kogoro yang baru sampai did esa itu dikejutkan dengan kematian Shuichi Nomiya, kliennya sendiri. Kematian yang sangat tragis membuat Kogoro berapi-api mengungkap siapa pelakunya. Ia langsung meminta kehadiran Takeshi Nakano, sang kepala desa yang ia duga sebagai pelakunya. Namun, alibi kepala desa sangat kuat. Hm.

Dia sengaja merekam video ini dan membuat alibi. Tidak salah lagi, pelakunya adalah kepala desa. Tapi… bagaimana caranya dia membunuh? Adakah cara pembunuhan yang bisa dilakukan pria setua dia? (Halaman 117)

Petir Setan bagian 1 & 2 adalah chpater yang mengisahkan tragedi kematian Takeshi Tanba, guru IPA tempat Conan dan Genta Kojima bersekolah. Ya benar, Conan dan Genta menjadi saksi mata kematian guru yang berusia 46 tahun itu. kematian beliau diakibatkan rusaknya alat pacu jantung karena sinyal radio. Selain Conan dan Genta, ada empat orang yang dicurigai.

Sachi Makise, Wakamatsu, Saito, dan Yoshida adalah rekan kerja Pak Takeshi. Selain Sachi, ketiga guru yang lain membawa laptop, telepon genggam, dan pencukur elektrik saat berada di dekat Pak Takeshi di dalam lift. Ketiga alat tersebut juga bisa menjadi penyebab rusaknya alat pacu jantung. Yang jadi misteri,, ketiga alat itu dalam keadaan tidak aktif saat di lift. Lalu?

Me… Memang itu mantel milikku, tapi kalau listrik statis cuma berkumpul dan tidak menyentuh sesuatu, listrik tak akan mengalir. (Halaman 186)

Komik jilid ini formatnya masih sama dengan dua jilid yang saya baca sebelumnya. Kasus yang disajikan cukup pendek dan padat. Dua chapter (paling banyak) sudah bisa mengakomodir siapa saja (calon) korban dan (terduga) pelakunya, bagaimana si korban meregang nyawa, hingga penyelidikan Conan mengenai cara membunuh serta siapa pelaku yang sesungguhnya.

Namun demikian, terlihat pola karakter tempelan pada hampir setiap kasus, terlebih kasus yang hanya disajikan dalam satu chapter. Selain Conan, Ran, Kogoro, ataupun tokoh utama yang memang sudah muncul pada edisi reguler, tokoh-tokoh lain khususnya korban dan pelaku hanyalah sekadar karakter yang penting dalam situasi tertentu. Mereka tak pernah muncul lagi.

Memang sangat sulit memunculkan karakter pendukung pada dua atau lebih kejadian yang berbeda apabila mereka bukan karakter utama. Memang benar sih, tetapi seharusnya sang mangaka bisa memperhatikan hal ini. tentu hal ini bisa membuat dunia tempat Conan tinggal bisa terkesan nyata dan realistis. Kalau hanya sekadar lewat, seolah Conan ini terlalu mujur.

Kalau bicara tentang kasus yang berkesan, saya masih belm bisa menemukan kasus yang membuat saya sangat terkesan dalam artian ternganga karena tidak menyangka trik yang digunakan pelaku atau bahkan siapa pelaku sesungghnya. Semua kasus di komik jilid ini terasa datar dan kurang greget. Semoga penilaian saya bisa leih baik untuk jilid selanjutnya. Bye~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 3)

coverconansp3

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 3)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho, Abe Yutaka, Maru Denjiro, & Taira Takahisa

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2001

ISBN: 9789792024654

cooltext-blurb

Kogoro mendapat tawaran untuk menjadi figuran dalam sebuah syuting film. Akan tetapi, rasa takut pada gempa membuat syuting filmnya berantakan. Akhirnya syuting ditunda dua jam. Saat kereta berlari di atas jembatan, tiba-tiba tubuh sang sutradara melayang, jatuh ke sungai.

cooltext-review

Halo, selamat malam. Kali ini saya akan mengulas lagi komik Detektif Conan Edisi Spesial. Sama seperti jilid pertama yang saya baca, kali ini komik Conan dibuat tak hanya oleh Aoyama Gosho saja, melainkan ada tiga orang yang ikut ambil bagian yaitu Abe Yutaka, Maru Denjiro, dan Taira Takahisa. Hal ini membuat goresan gambar menjadi “berbeda” dengan biasanya.

Sebelum memasuki cerita pertama, ada pengenalan tokoh utama yaitu Shinichi Kudo, Conan Edogawa, Ran Mouri, dan Kogoro Mouri. Pengenalan ini meliputi karakterisasi tokoh. Selain itu ada pula bagian “Ringkasan Cerita Sebelumnya” yang mengambil dari komik edisi reguler jilid pertama tentang cikal bakal kemunculan Conan Edogawa setelah hilangnya Shinichi Kudo.

Komik edisi khusus ini memiliki sepuluh chapter yang secara keseluruhan berisi lima kasus yang berbeda. Saya tak akan membahas semuanya, jadi cukup tiga kasus saja ya. Yang pertama adalah Pembunuhan Gamer bagian 1 & 2. Ran, Conan, dan Kogoro sedang berada di International Event Centre di Pusat Kota Rinkai untuk menyaksikan Turnamen Arcade Game Final Fighter.

Ryo dan Tetsu adalah dua pemain yang bertarung sengit ketika tiba-tiba listrik di tempat itu padam. Saat listrik menyala, Tetsu ternyata sudah tidak bernyawa. Semua orang di panggung termasuk Kitagawa sang maskot juga tak luput dicurigai sebagai pelaku pembunuhan Tetsu. Disinyalir Tetsu tewas akibat listrik bertekanan tinggi yang mengenainya. Namun, bagaimana?

Mengalirkan listrik tegangan tinggi mustahil dilakukan tanpa adanya alat pengatur tegangan. Tak ada lagi tempat yang bisa menyembuyikan alat itu selain mesin game ini. (Halaman 76)

Pembunuhan Blue Train bagian 1 & 2 adalah kasus yang turut dituliskan pada blurb komik ini. Kogoro yang mendapat tawaran berperan di film arahan Sutradara Mizouchi harus berakhir dengan tewasnya sutradara tersebut ketika sedang istirahat syuting di atas kereta. Ya benar, syuting saat itu dan tewasnya sutradara berlangsung di gerbong kereta yang sedang berjalan.

Aktor Aida, dekorator Tomoi, dan asisten sutradara Ito menjadi tiga orang tersangka pembunuhan sang sutradara. Trik yang sangat rapi membuat Kogoro dan Conan cukup kesulitan menentukan siapa dan bagaimana pelaku tersebut beraksi. Siapa sangka sebuah foto kamar Sutradara Mizouchi menjadi titik terang trik yang digunakan si pelaku. Apakah itu?

Tuas darurat itu seharusnya di sana ada kaca. Tapi, pecahan kaca tidak ada di mana pun. Dan wajah Pak Mizouchi pada waktu jatuh itu… Ekspresinya seperti orang yang terkejut. Ini, bukan bunuh diri!! Dia dibunuh seseorang!! (Halaman 107)

Pembunuhan Kritikus Makanan bagian 1 & 2 adalah kasus pembunuhan yang terjadi di sebuah acara televisi bertajuk Lomba Masak. Karena acara ini dibuka untuk umum, (lagi-lagi) Kogoro, Ran, dan Conan bermaksud menyaksikannya secara langsung. Apalagi seorang kritikus makanan yang terkenal bernama Yoichi Senzui turut serta menjadi juri acara masak tersebut.

Siapa sangka, acara yang bahkan belum berakhir itu harus dwarnai dengan kematian Yoichi. Lagi-lagi ada tigaa orang yang dicurigai sebagai pelakunya. Mereka adalah Yumi Kondo si pembawa acara, Bin Umehara peserta Lomba Masak, dan Shinagawa sang sutradara acara tersebut. Kogoro yang tergesa-gesa menyimpulkan kasus ini lagi-lagi harus dibungkam Conan sebelum menjadi lebih parah. sayangnya, belum sempat Conan “beraksi”, hal darurat terjadi!

Yang bisa memasukkan cuma tiga orang itu. Umehara si pembuat sup. Sutradara Shinagawa yang memilihkannya. Dan Yumi Kondo yang menanyakan pendapatnya waktu Yoichi mencicipi. (Halaman 146)

Satu pendapat yang muncul ketika membaca komik jilid ini (dan jilid perdana juga) adalah: “Kok gambarnya beda yaaaaaa?” Sepertinya saya telat menyadari bahwa edisi spesial ini tidak sepenuhnya (atau malah sama sekali tidak) digambar oleh Aoyama Gosho, melainkan goresan tangan nama-nama selain si pencipta asli Detektif Conan yang terpampang di halaman satu.

Ide cerita bisa jadi merupakan buah pikiran sang kreator asli Conan. Jadi saya tidak terlalu kecewa dan merasa ini merupakan doujinshi ataupun fanart. Tetapi rasanya memang sangat berbeda membaca versi gambaran orang lain dibandingkan sang empunya karya meskipun sama-sama Conan dan tokoh-tokoh penting lainnya. Feel-nya terasa aneh, in a good way.

Semua kasus yang disuguhkan di jilid ini sama dengan jilid pertama alias tidak ada yang menggantung apalagi bersambung. Namun demikian, jumlah chapter yang tidak hanya satu untuk setiap kasus membuat eksplorasi latar belakang dan trik yang digunakan pelaku menjadi tidak terlalu singkat seperti jilid perdana. Karakter pelaku atau korban bisa digali lebih dalam.

Tokoh yang menurut saya terlihat lebih bodoh dibandingkan edisi reguler adalah Kogoro Mouri. Memang di edisi reguler ia digambarkan sebagai detektif ceroboh yang suka memberikan deduksi asalasalan. Namun, ia masih bisa terlihat sebagai detektif serius yang masih mau berpikir. Namun di jilid khusus ini Kogoro justru terkesan dungu dan bodoh sekali.

Saya tidak masalah jika panggung komik ini hanya untuk Conan. Namun saya menjadi cukup bosan ketika Conan hanya berpikir sendiri, berperan sendiri, dan akhirnya jadi menganalisis sendiri. Jilid khusus ini seolah menjadikan tokoh-tokoh lain (selain korban dan pelaku) hanya sebagai tempelan figuran tak berarti banyak untuk keberlangsungan pemecahan kasus. Huft.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 1)

coverconansp1

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 1)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho & Yamagishi Eiichi

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 190

Terbit Perdana: 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2001

ISBN: 9789792020205

cooltext-blurb

Siapa tak kenal Conan? Detektif cilik jelmaan Shinichi Kudo yang tubuhnya menciut karena racun dari kawanan berjubah hitam. Kali ini, dalam penyamarannya sebagai anak SD, dia masih bisa membagi waktu antara memecahkan kasus dan bermain dengan kelompok detektif ciliknya. Kali ini, Conan beraksi dalam kasus pendek yang cukup menegangkan.

cooltext-review

Haloo. Setelah sebeas hari saya tidak posting apapun di blog ini, kali ini saya akan memberikan sebuah tulisan tentang kesan setelah membaca komik Detektif Conan Edisi Spesial jilid pertama. Ya benar, ada yang berbeda di komik Conan yang akan saya bahas kali ini. Edisi spesial artinya tidak berasal dari satu pencipta. Selain Aoyama Gosho, ada Yamagishi Eiichi sebagai co-creator.

Ada sembilan chapter yang masing-masing berisi satu kasus langsung tamat. Hal ini jauh berbeda dibandingkan edisi reguler yang memerlukan dua hingga tiga chapter hanya untuk satu kasus saja. prosesnya cukup panjang dan memerlukan jumlah halaman yang tidak sedikit. Sedangkan di komik ini, permulaan, terjadinya, dan penyelesaian kasus menjadi sangat cepat.

Nafsu Membunuh adalah chapter yang menurut saya memiliki trik pembunuhan paling sadis. Bersetting pada sebuah teater pertunjukan bertajuk The Tail of The Comet. Ran, Conan, dan Kogoro menyaksikan pertunjukan itu dengan sangat antusias. Sayangnya, Michiru, sang aktris utama harus tewas dengan sangat tragis ditengah-tengah pertunjukan.

Saeko Kusunoki, rekan Michiru sekaligus pelaku kasus ini memainkan peran pembunuh yang hampir sempurna. Ya benar, pelaku dan motif sudah disebutkan sejak awal cerita. Trik yang digunakan harus segera diungkap oleh Conan. Saya tidak menyangka bahwa Saeko akan memakai dua trik agar rencananya berhasil. Hal ini pula yang akhirnya menyadarkan Conan.

Jam 08.05 sejauh ini sesuai rencana… Berbalik ke kanan di sana. Ambil setengah langkah. Berputar. Lalu ke tengah. Ya… Jangan sampai salah Michiru! Seperti itu. Ya! lakukan dialog paling panjang dalam drama ini di sana! (Halaman 50-51)

Gedung Hantu adalah chapter yang rngan karena mengambil tokoh yang berperan yaitu anak-anak kecil. Ya benar, Ayumi Yoshida, Genta Kojima, dan Mitsuhiko Tsuburaya menjadi orang-orang yang mengajak Conan menyelidiki gedung terlantar di Kota Beika blok 4 yang disebut-sebut dihuni oleh hantu semenjak pemiliknya menghilang dikejar-kejar penagih utang.

Malam hari, keempat anak ini sudah mulai mengeksplorasi lantai demi lantai gedung itu. sejak lantai satu hingga lantai empat tidak ada hal yang mencurigakan. Tiba-tiba muncul jeritan misterius dan cahaya aneh. Bahkan Conan menemukan fakta mengejutkan adanya lantai lima padahal tangganya sudah hais. Mungkinkah ada hal yang tak beres di lantai “tambahan” itu?

Gawat. Padahal sudah mau pulang. Tapi, memang aneh. Masih ada lantai atas padahal tangganya sudah habis. Apa artinya? (Halaman 91)

Pesta keluarga Suzuki diadakan oleh Sonoko. Kali ini Ran dan Conan diundang memeriahkan acara tersebut. Tak disangka, pada chapter berjudul Pembunuhan Beracun ini terjadi sebuah drama pembunuhan yang cukup pelik. Nambara dan Takechi adalah teman Sonoko. Perjumpaan mereka yang hangat ternyata merupakan perjumpaan terakhir dengan Takechi.

Satu-satunya orang yang dicurigai sebagai pembunuh Takechi memiliki alibi yang sangat kuat. Bahkan trik yang digunakan juga hampir mustahil karena ada SOnoko, Ran, dan Conan yang mendukung trik rumit tersebut. Namun demikian, akhirnya Conan bisa memecahkan kesulitan kasus ini dan meminjam tubuh dan suara Sonoko saat mengungkap segalanya.

Bahkan berlebihan. Dia menganggap orang lain sebagai kuman. Dia juga benci menyentuh gantungan dalam kereta dan kenop pintu. Itu sebabnya dia selalu memakai sarung tangan. (Halaman 170)

Terasa lebih menyenangkan membaca komik edisi spesial ini dibandingkan edisi reguler karena saya tidak perlu merasa kesal ketika menjumpai kata “BERSAMBUNG” di akhir halaman hahahaha. Satu chapter yang memuat satu kasus langsung tamat sejak permulaan, kejadian, dan penyelesaian membuat setiap chapter terasa sangat padat dan ringkas. Triknya jadi sederhana.

Berbeda apabila edisi reguler yang satu kasus bisa dua atau tiga chapter, trik pelaku dan motif yang melatar belakanginya bisa diungkap lebih jelas dan kompleks. Tentu hal ini membuat pembaca tidak diberi celah menebak dengan pasti siapa pelaku sesungguhnya. Sedangkan di komik ini? Saya merasa mudah menebak siapa pelakunya meski belum bisa menebak triknya.

Meski ada nama Aoyama Gosho, saya merasa “nyawa” cerita dan gambarnya sudah tidak sama dengan edisi reguler. Apakah hal ini karena ada Yamagishi Eiichi yang mendampingi? Entah. Yang jelas meski koridor dan jalur penceritaannya sama, lingkungan yang tercipta jadi terasa berbeda saat dikerjakan oleh dua orang yang berbeda. Saya penasaran dengan jilid selanjutnya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus