Rss

Archives for : March2017

Let’s & Go!! (Jilid 10)

coverlets10

Judul: Let’s & Go!! (Jilid 10)

Komikus: Koshita Tetsuhiro

Penerjemah: Febrian Anantasyah

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: Juli 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2003

cooltext-blurb

Kejuaraan Dunia telah tiba! Go & kawan-kawan harus berhadapan dengan Tim Astro Rangers dari Amerika. Saatnya Hurricane Sonic dan Proto Saber Evo unjuk kebolehan.

cooltext-review

Mini 4WD adalah sebuah mainan berbentuk mobil-mobilan yang bisa dirakit dan diatur sedemikian rupa sesuai keinginan pemiliknya agar bisa melaju dengan tangguh di lintasan. Komik Let’s & Go!! ini juga menyuguhkan mobil tersebut sebagai obyek utama, sedangkan sang pemilik yang menjadi tokoh utama adalah kakak beradik Seiba bernama Retsu dan Go.

Saya hanya sempat mencicipi jilid keempat yang telah saya ulas sebelumnya lalu kemudian langsung meloncat ke jilid sepuluh. Tentu saja cerita sudah amat berkembang di jilid kesepuluh ini. padahal komik jilid ini hanya memiliki enam buah chapter saja, yang terdiri atas tiga chapter utama dan tiga chapter tambahan alias cerita spesial. Yuk langsung saja disimak…

Kejuaraan Dunia Dibuka! adalah chapter pertama sebagai pembuka chapter utama. Seperti judulnya, kali ini kejuaraan dunia untuk mobil mini 4WD telah diselenggarakan. Secara kebetulan, Okada Tesshin, mantan atasan Profesor Tsuchiya, menjadi ketua penyelenggara. Tidak sampai disitu, Retsu, Go, Tokichi, Ryo, dan J ditunjuk sebagai wakil Jepang. Wow!

Mobil yang lainnya diperbaharui… Kecuali Sonic-ku. Apa bisa… aku menandingi mereka..!? (Halaman 28)

Meskipun sangat mendadak, hampir semua perwakilan Jepang terlihat bersemangat, khususnya Go dengan Cyclone Magnum. Sayangnya, pada chapter kedua berjudul Mobil Baru Muncul! ini, Retsu sedang lesu karena merasa Hurricane Sonic miliknya tidak bisa menang pertandingan. Hal ini ternyata akibat “perjumpaan” Retsu dengan wakil negara Amerika yang sangat tangguh.

Melesatlah, Evo Dolphin! Pada kondisi jalan seperti apapun.. Bodinya yang lentur menciptakan keseimbangan terbaik! (Halaman 65)

Serangan Dahsyat Hurricane Sonic! adalah detik-detik pertandingan. Baru saja pertandingan dimulai, tim Jepang yang diwakili Tim TRF Victory 3 orang awal harus berhadapan dengan tim Amerika yaitu NA Astro Rangers yang terdiri dari Bret, Hamer D, Edge, Joe, dan Miller. Hanya tiga orang perwakilan yang berlaga dibabak awal. Namun, babak itu tak berlangsung lancar.

Kami tidak mampu menganalisis data mobil itu! mobilnya tidak terlihat satelit karena ada di dalam laut! (Halaman 90)

Babak pertama adalah J melawan Edge, dilanjutkan Retsu menghadapi Hamer D, dan terakhir Go bersaing dengan Bret. Meski awalnya J mengalami kendala dengan Proto Saber Evo miliknya yang kalah unggul dari Buck Blader milik Edge, Retsu bisa menyusul kedudukan di babak kedua karena kondisi pertandingan di dasar laut. Bagaimana akhir babak ketiga Go??

Setelah meninggalkan chapter-chapter utama, ada chapter tambahan berjudul Pertarungan Sengit 3 Magnum! Chapter kali ini cukup lucu sih, karena terjadi di sebuah dunia di alam mimpi Go. alkisah ia menjadi raja di sebuah kerajaan. Suatu ketika, muncul Tokichi dan Jiromaru yang ingin menantang Go adu balap mini 4WD. Yang unik, keduanya membawa mobil Magnum!!

Kok Cycloneku terkejar!? Seberapapun cepatnya… Mobil tetap harus dirawat! (Halaman 134)

Pertarungan Panas! Go Vs Tokichi! adalah chapter yang menarik. Retsu dan Go bertanddang ke rumah Tokichi dengan maksud ingin bermain. Sayangnya, Tokichi masih ada jadwal belajar bersama Bu Otome. Tokichi memang anak orang kaya. Ia tidak boleh menghamburkan waktunya. Bahkan istirahat setelah jadwal padat hanya 30 menit. Sangat melelahkan, ya?

Tuan Muda penerus perusahaan Mikuni. Dia nggak ada waktu untuk bermain-main dengan kalian! (Halaman 156)

Hatta Menantang Retsu! merupakan chapter penutup yang mengisahkan seorang anak bernama Hatta. Ia adalah teman sekelas Retsu. Ia sangat benci dengan Retsu karena menganggap Retsu adalah anak licik yang bisa mengalahkannya mendapat nilai tertinggi padahal sehari-hari Retsu hanya bermain mini 4WD. Oleh karena itu Hatta berencana mengalahkan Retsu di taman.

Hua ha ha, mobilku dilengkapi setelan sempurna… untuk mengatasi jalur ini! (Halaman 178)

Secara umum, komik ini masih kental dengan tema dunia anak-anak, khususnya mainan mobil mini 4WD. Yang berbeda dari jilid sebelumnya adalah cerita sudah berkembang cukup pesat. Cntohnya saja J yang dulu menjadi anak buah Profesor Ogami, kali ini ternyata sudah bergabung menjadi asisten Profesor Tsuchiya yang notabene adalah rival Profesor Ogami.

Kemudian yang paling jauh berkembang adalah (lagi-lagi) mobil milik Retsu dan Go sudah berganti lagi. Saya tidak tahu alasan apa yang menyebabkan mereka mendapatkan mobil baru. Namun yang jelas Retsu sudah tidak bersama Vanguard Sonic dan Victory Magnum sudah meninggalkan Go. keduanya telah digantikan Cyclone Magnum dan Hurricane Sonic.

Saat membaca chapter awal jilid ini, menurut saya kok serba kebetulan dan tidak logis. Pertama adalah kedatangan kakek Okada Tesshin yang telah mengembara begitu lama tiba-tiba datang sambil membawa pengumuman Kejuaraan Dunia, plus secara kebetuluan ditunjuk sebagai ketua, dan dengan serta merta menunjuk anak-anak dibawah bimbingan Tsuchiya sebagai wakil Jepang.

Hah? Serius? Kok enak banget gitu? Melihat fenomena mini 4WD yang sangat populer, pasti tidak hanya mereka berlima yang tangguh mewakili Jepang. Pasti ada anak lain di sudut lain Jepang yang tangguh pula. Kenapa tidak diadakan seleksi daerah untuk menentukan wakilnya? Apa lagi untuk event internasional kan harus dipersiapkan dengan sangat matang. Gimana sih.

Saya sadar penunjukan mereka berlima dikarenakan tokoh utamanya ya memang mereka. Tetapi seharusnya ya mbok jangan langsung tingkat internasional gitu kejuaraannya. Mungkin bisa tingkat daerah dulu, lalu perfektur, kemudian negara, dan terakhir mancanegara. Mangaka terlalu instan menciptakan kondisi sang tokoh utama langsung melaju ke kejuaraan dunia itu.

Oh iya, selain itu ada lagi yang menurut saya aneh. Hal itu ketika babak kedua yaitu pertandingan Retsu melawan Hamer D. Sebagai informasi, tim Amerika ini menggunakan satelit untuk mendeteksi ciri dan keunggulan atau hal-hal apapun terkait mobil lawan, yang selanjutnya disampaikan pada orang yang bertanding agar bisa menang. Anehnya, satelit tidak bisa mendeteksi mobil Retsu karena mobilnya masuk ke dalam air. Lha kok bisa? Satelit apaan kok cemen gitu nggak canggih sama sekali?

Yah, meskipun demikian, saya menikmati membaca manga ini. Banyak mobil-mobil keren berseliweran. Masingmasing mobil memiliki kelebihan dan keunggulan yang sangat ajaib jika dipikir-pikir. Namun, justru hal itulah yang membuat manga ini cocok untuk anak-anak. Daya pikir dan imajinasi anak-anak jadi tinggi dan tidak terbatas. Good manga but not too great.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Let’s & Go!! (Jilid 4)

coverlets4

Judul: Let’s & Go!! (Jilid 4)

Komikus: Koshita Tetsuhiro

Penerjemah: Febrian Anantasyah

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: Januari 2003

Kepemilikan: Cetakan Ketiga, April 2003

cooltext-blurb

Retsu dan Go menghadapi lawan berat. Bisakah mereka mengalahkan Proto Saber JB yang dikendalikan oleh J? kenapa Prof Ogami menciptakan Proto Saber? Siapakah sebenarnya dia?

cooltext-review

Saat masih kecil, saya suka sekali dengan yang namanya mainan. Tipikal anak laki-laki pasti suka dengan mainan mobil-mobilan. Awal tahun 2000an kala itu sedang booming yang namanya Mini 4WD. Kalau saya dan teman-teman menyebutnya sebagai Tamiya. Saya rasa kala itu tidak ada anak laki-laki yang tidak suka dengan mobil-mobilan ini.

Yang membuat Mini 4WD sangat populer adalah karena adanya tayangan serial anime berjudul Let’s & Go!! yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta setiap hari minggu pagi. Tentu saja saya yang masih kecil tidak pernah melewatkan anime itu. ternyata saya baru sadar bahwa Let’s & Go!! adalah anime yang berawal dari manga. Kali ini saya mencicipi versi komiknya.

Seiba Go dan Seiba Retsu adalah kakak beradik kelas 4 SD dan 5 SD. Keduanya sangat menggemari mobil Mini 4WD. Awalnya mereka memiliki mobil yang umum dijumpai di pasaran. Namun, suatu ketika pertemuan mereka dengan Profesor Tsuchiya membuat mobil kedua anak ini “berevolusi” menjadi Magnum Saber dan Sonic Saber.

Singkat kata, pada chapter berjudul Magnum & Sonic Terdesak, Retsu dan Go sedang bertanding dengan anak buah Profesor Ogami yang licik bernama J. Ia memiliki mobil Mini 4WD bernama Proto Saber JB. Mobil itu adalah ciptaan Ogami yang ingin mengalahkan mobil ciptaan Tsuchiya yang digunakan oleh Retsu dan Go. Dan benar, mobil J sangat tangguh di lintasan.

Kalau kita berada di sebelahnya, kita takkan menerima angin darinya! Tapi Saber sudah mencapai batas kecepatannya. Apakah dia bisa!? (Halaman 28)

Balapan Terakhir dengan Air Mata! adalah chapter yang menyedihkan. Belum sampai akhir pertandingan, Magnum Saber dan Sonic Saber milik Retsu dan Go harus terpaksa keluar lintasan karena angin yang dikeluarkan Proto Saber JB. Naas, tepat di luar lintasan itu adalah magma gunung berapi. Meski Retsu dan Go dengan sekuat tenaga ingin menyelamatkannya, gempuran Proto Saber JB tak bisa dihentikan dan membuat kedua mobil jatuh ke dalam magma.

Aku hanya menciptakan Saber yang telah dibesarkan oleh Retsu dan Go! Aku hanya memanfaatkan ciri khas dari Magnum sebagai mobil tercepat, dan Sonic yang unggul di tikungan, jadilah mobil baru yang mengikuti angin dengan sempurna. (Halaman 79)

Mengetahui keadaan itu, pada chapter Meluncurlah, V Magnum & V Sonic! Professor Tsuchiya memberikan mobil baru kepada Retsu dan Go. beliau bilang mobil itu adalah ciptaan Retsu dan Go sendiri. Oleh karena itu beliau meminta Retsu dan Go mengikuti GJC alias Great Japan Cup selanjutnya di sebuah taman bermain milik Mikuni Tokichi. Bagaimana akhir pertandingannya?

Mobil ini menyimpan kekuatan yang belum diketahui! Tolong keluarkan tenaganya dengan kemampuan kalian! (Halaman 93)

Selain tiga chapter utama, ada lagi satu chapter cerita spesial berjudul Bersaing di Laut Musim Panas. Jadi certanya Retsu, Go, Tokichi, dan dua kakak beradik penggemar Mini 4WD juga bernama Takaba Jiromaru dan Takaba Ryo sedang berlibur di pantai. Kegembiaraan mulai sirna ketika mobil mini 4WD milik Ryo bernama Tridagger dicuri oleh seekor monyet.

Nah, lucunya monyet tersebut wajahnya sangat mirip dengan Tokichi. Tak pelak hal ini membuat amarah Ryo dan lainnya dilampiaskan kepada Tokichi. Padahal Tokichi tidak tahu apa-apa. Setelah mengetahui siapa pencuri sebenarnya, merebut mobil milik Ryo tidak semudah yang dibayangkan. Wah kira-kira bisa atau tidak ya Tridagger kembali pada Ryo?

Kamu menyelamatkan Tridagger… Terima kasih! Jangan cemas, pegangan yang erat! (Halaman 174)

Membaca komik ini membuat saya nostalgia belasan tahun yang lalu. Kala itu saya memang sangat tergila-gila dengan Mini4WD atau bekennya disebut Tamiya. Padahal Tamiya adalah nama merek, bukan nama mobilnya ahahaha. Selain tamiya ada pula Auldey yang populer juga sebagai merek mini 4WD selain Tamiya. Tapi nyebutnya ya tetap aja Tamiya hahaha.

Pada jilid keempat kali ini, saya sudah tidak menjumpai mobil awal miilik Retsu dan Go, melainkan sudah berubah menjadi Magnum Saber dan Sonic Saber sebagai buah karya Profesor Tsuchiya. Sayangnya saya tidak mengikuti perjalanan Saber tersebut dengan lama. Karena mereka lebih dulu gugur di medan laga saat bertarung dengan Proto Saber JB.

Victory Magnum dan Vanguard Sonic adalah mobil baru ciptaan Profesor Tsuchiya yang diberikan pada Retsu dan Go karena keduanya telah berduka akibat kehilangan Saber. Agak aneh sih ketika Tsuchiya berkata mobil itu adalah “ciptaan” Retsu dan Go. secara sebenarnya itu adalah mobil hasil eksperimen proyek V milik Profesor Tsuchiya.

Selain itu, dilihat-lihat komik ini memang sangat imajinatif. Bisa-bisanya ketika mobil Retsu dan Go tenggelam di kawah magma yang panas, secara kebetulan dua mobil itu mengeluarkan petir dan secara kebetulan pula petir itu menyambar mobil Profesor Tsuchiya yang sedang kehabisan energi untuk menyelesaikan proyek mobil mini 4WD yang baru. Unbelievable.

Meskipun demikian, saya dulu kok ya seneng banget nonton anime ini. padahal kalau dibaca sekarang terasa sangat janggal dan tidak logis hahaha. Yah meskipun demikian, komik ini sangat bagus untuk membangun semangat anak-anak yang membaca komik ini agar tidak gampang menyerah ketika mengalami kegagalan. Tunggu review jilid selanjutnya ya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 12)

coverdeath12

Judul: Death Note (Jilid 12)

Sub Judul: Finis

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2009

ISBN: 9789792316780

cooltext-blurb

Pertarungan Light Yagami dan Near mendekati akhir! Strategi apakah yang telah dibuat oleh mereka berdua?! Inilah akhir pertempuran yang disebabkan oleh DEATH NOTE!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Akhirnya sampai juga pada jilid terakhir seri Death Note ini. Sepuluh chapter yang disuguhkan di jilid ini tida ada yang membuat saya kecewa. Justru terasa sekali ketegangan dan serunya akhir kisah jilid ini pada paruh akhir yang melibatkan Light dan Near.

Jilid ini diawali dengan tindakan gegabah Mello yang menculik Takada saat malam hari. Sesungguhnya hal ini diluar perkiraan Near ataupun Light. Takada memang tidak dibutuhkan Light lagi sehingga dengan mantap ia membuat Takada membunuh Mello dan kemudian Light membunuh Takada. Sayangnya, dari titik inilah yang menjadi senjata Near saat bertemu Light.

Sangat berbahaya jika pihak Near telah lebih dahulu menemukan Takada yang telah membunuh Mello dan menemukan potongan kertas yang di dalamnya tertulis nama Mello.

Saat pertemuan tiba. Near beserta anggota SPK bertemu langsung dengan Light yang didampingi para penyelidik dari kepolisian. Awalnya Near yang bernama asli Nate River ini menggunakan topeng berwajah L. Ia mengulur waktu agar seorang tamu yang menyusul juga hadir di gudang terpencil yang digunakan Near dan Light berhadapan. Siapakah tamu itu?

Setelah berhasil menyentuh langsung buku itu, halamannya kuganti, kertasnya kami balik. Karena pelaku penghakiman Kira menulisi satu halaman setiap hari, maka kami tukar kertasnya supaya kita tidak akan mati meskipun nama kita ditulis.

Ya benar, Mikami. Sesungguhnya Mikami memang disuruh Light untuk datang secara sembunyi-sembunyi dan melihat nama asli semua orang yang ada di situ kemudian menuliskan nama mereka pada buku kematian. Sayangnya, buku kematian yang selama ini dibawa Mikami telah dimanipulasi oleh pihak Near sehingga tidak ada yang mati meskipun nama sudah ditulis.

Seperti yang sudah saya ungkapkan, perbuatan Mello yang menculik Takada adalah awal mula kondisi yang dijadikan Near sebagai senjata. Dari penculikan Takada hingga kematian Mello membuat Mikami bertindak diluar kendali Light sehingga membuat senjata Near dalam mengalahkan Kira menjadi lebih besar. Merasa terdesak, Light mencoba kabur dari tempat itu.

Tapi… Demi dirimu, Mikami bertindak dengan sempurna… Bertindak karena berpikir harus menyelesaikan tugas menggantikan Kira… Perasaan menginginkan kesempurnaan dalam pemujaan, menjalankan misi secara berlebihan, dan kecepatan daya pikirnya justru menjadi lubang kematiannya.

Wow. Baru kali ini saya mengaki kemampuan Near, eh Mello juga. Saat mereka berdiri sendiri, memang mereka tidak bisa mengungguli atau bahkan menyamai L. Namun, ketika Near dan Mello bekerja sama (yah meskipun ini bukan kesengajaan juga), kolaborasi keduanya memang bisa melampaui kemampuan L. Saya salut ketika Near bsia memanfaatkan tindakan Mello.

Awalnya saya tidak menyangka adanya manipulasi buku itu. Soalnya buku itu adalah milik shinigami yang berasal dari dunia shinigami. Sempat disebutkan pada jilid awal bahwa bahan pembuatan Death Note bukan berasal dari bumi. Namun, Near dan yang lain sanggup menduplikasi buku itu dengan sangat mirip yang bahkan Mikami juga tidak menyadarinya.

Baiklah ini saya rasa agak janggal. Buku yang bahannya tidak ada di bumi pastilah memiliki perbedaan tertentu dari buku kebanyakan. Seorang Mikami yang perfeksionis dan detil terhadap segala hal pasti bisa mengetahui perbedaan itu. Buktinya ia bisa mengetahui perbedaan buku asli yang telah dipalsukan sebagian. Tetapi kenapa buku yang semua palsu justru tidak bisa ia bedakan? Kalau tergesa-gesa, itu bukan sifat dasar Mikami. Huft.

Kemudian bicara tentang Yagami Light alias Kira. Saya suka bagaimana keyakinannya sangat tinggi ketika berjumpa dengan Near. Satu chapter khusus yang digunakan untuk monolog Light dan berbagai macam pikirannya memuat saya takjub bahwa ia bisa merencanakan hal yang sangat keji sekaligus cerdas. Namun, semua mulai berantakan saat Near menunjukkan buku.

Light memang masih bisa yakin dan congkak dengan kemampuannya menjadi Kira. Ya benar, ia sudah mengaku jadi Kira. Namun, semua tidak berlangsung lama. Matsuda yang sangat percaya pada Light akhirnya bertindak anarkis. Situasi memanas ketika Light sudah lemah tak berdaya karena perbuatan Matsuda. Ia merangkak, merintih, menangis, dan…memohon.

Saat itulah saya melihat Light bukanlah orang yang cerdas dan bangga akan kemampuannya. Dia sangat menyedihkan. Dia sampah. Seperti kata Near, Light alias Kira bukanlah dewa, melainkan seorang pembunuh keji berdarah dingin. Satu twist yang tidak saya sangka yang melibatkan shinigami alias Ryuk sangat mengejutkan. Saya tahu Ryuk memang tidak memihak siapapun di komik ini. Namun, keputusannya saat hampir akhir cerita membuat saya ternganga.

Akhirnya, berakhir sudah jilid keduabelas Death Note ini. Saya menikmati ceritanya. Mulai dari Light masih SMA yang berjumpa Ryuk, bergabungnya L dan Watari pada kepolisian Jepang, keterlibatan Misa dan Rem, sebuah momen kelam yang ada di pertengahan seri, hingga munculnya Near dan Mello yang awalnya saling bersaing tetapi bisa “bekerjasama” dalam meringkus Kira yang asli. Meski ada beberapa jilid yang membosankan dan menjemukan, saya akan menyematkan rating tertinggi untuk jilid ini. This manga was great! 

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 11)

coverdeath11

Judul: Death Note (Jilid 11)

Sub Judul: Kindred Spirit

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2009

ISBN: 9789792316773

cooltext-blurb

Berkat Takada, Light dapat berkomunikasi dengan Mikami, pemegang baru DEATH NOTE. Sementara itu, Near memutuskan untuk pergi ke Jepang. Apakah yang akan dihadapinya di Jepang?!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Setelah jilid kemarin saya mengungkapkan segala macam keluhan dan ketidaksemangatan saya saat membaca jilid sepuluh, pada kali ini saya menemukan sebuah sisi menarik yang disuguhkan pada sepuluh chapter jilid sebelas. Seolah hampir mencapai garis akhir, jilid ini cukup menarik.

Seperti yang sudah dituliskan dalam blurb di atas, Near yang pada awalnya melakukan penyelidikan di Amerika akhirnya bertolak ke Jepang karena sudah yakin bahwa L kedua alias Light Yagami adalah Kira yang selama ini ia cari-cari. Namun, bukan Near namanya jika langsung konfrontasi langsung pada Light. Ia merencanakan dengan matang sebelum bertemu.

Kita mesti benar-benar mendapatkan buktinya 100%, juga membuatnya sadar akan kekalahannya dan membuatnya ikut merasakan penderitaan. jika belum begitu, tak boleh membunuhnya.

Near menyebut L-Kira, X-Kira, dan L-Light Yagami saat menguraikan rencananya. Siapakah mereka bertiga, bisa dibaca sendiri di komik ini. sementara itu, demi memperlancar komunikasi dengan Mikami, Light menjalin pertemuan rahasia dengan Takada Kiyomi. Meski awalnya dikelilingi kamera pengitai dan alat penyadap, Light bisa membereskan itu dengan mudah.

Amane-san melakukan penghakiman Kira… Dan sekarang, aku… Tidak, aku berbeda dari Amane-san… Amane-san disuruh karena terpaksa, sedangkan aku dipilih oleh Yagami-kun…

Apa maksud kalimat Takada di atas? Benar sekali, Light meminta Takada juga turut menggunakan Death Note yang dibawa Mikami untuk mengeksekusi orang-orang tertentu. Hal ini Light lakukan karena ia tidak bisa lagi mengakses Death Note setelah posisinya dicurigai oleh pihak Near dan SPK serta rekannya sendiri sesama penyelidik dari kepolisian Jepang.

Salah satu penyelidik yang sangat percaya dengan Near adalah Aizawa. Meski ia ingin menangkap Light dengan tangannya sendiri, Near dengan tegas mengatakan bahwa apa yang dilakukan Aizawa tidaklah berguna. Bahkan, gerakan ceroboh yang dilakukan pihak selain Near juga dianggap akan merusak skenario yang telah dipersiapkan. Lantas bagaimana?

Tapi Kira tidak akan bisa meremehkan saya. Bagi Kira, saya adalah… lawan bertarungnya saat ini dengan mempertaruhkan harga dirinya yang menggantikan posisi L. Hanya dengan mengalahkannya, Kira bisa dihentikan.

Sejak jilid ini akhirnya bisa saya simpulkan tokoh yang benar-benar penting pada pra-akhir cerita adalah Yagami Light dan Near. Sedangkan sisanya, mulai dari SPK, penyelidik kepolisian, Amane Misa, Takada Kiyomi, Mikami Teru, dan orang-orang lainnya hanyalah pemain tidak penting yang hanya menjadi kerikil-kerikil selama jalinan kedua tokoh tersebut berinteraksi.

Bagaimana dengan Mello? Meskipun ia mengukuhkan diri sebagai penerus L, saya bisa mengetahui bahwa ia tak setangguh Near. Mello yang tiba-tiba hilang sejak jilid sepuluh yang lalu juga saya pikir ia sudah tertinggal dari Near. Meskipun demikian, kemunculannya pada akhir jilid ini membuat saya heran juga mau apa Mello ikut campur pada kegagalannya itu.

Meskipun tema komik ini sangat serius dan dewasa, ternyata ada beberapa hal lucu yang saya temui. Misalnya ketika Near sedang berpikir pemecahan kasus, ia selalu sambil bermain. Lucunya, mainan yang digunakan Near selalu berganti melulu. Padahal statusnya sebagai imigran  kok ya bisa bawa-bawa mainan. Kalau toh membeli di Jepang, kok ya terlalu mubazir.

Di samping itu, menurut saya, Near memang pantas menjadi penerus L. Namun Near memiliki daya analisis yang terlalu spontan dan justru membuat Near bagaikan dukun atau ahli nujum. L selalu memiliki dasar argumen dan bukti pendukung yang tepat. Hal itu membuatnya pantas menjadi detektif. Tetapi Near seolah sudah mengetahui kebenarannya tanpa perlu mencari bukti pendukung. Hal inilah yang membuat saya menganggap tokoh Near too good to be true.

Setelah beberapa jilid isinya berputar-putar tanpa ada kejelasan dan titik fokus, akhirnya pada jilid sebelas ini hal yang saya tunggu-tunggu akan terjadi. Akan? Ya benar, meskipun sudah diungkapkan, tetapi sampai akhir jilid sebelas ini masih belum terjadi “peristiwa” yang saya nantikan. Peristiwa apakah itu? Hmm… Nantikan review saya jilid berikutnya saja ya hehehe.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 10)

coverdeath10

Judul: Death Note (Jilid 10)

Sub Judul: Deletion

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2009

ISBN: 9789792316766

cooltext-blurb

Dengan cerdik, KIRA berhasil mengompori para pendukung KIRA untuk mengepung markas SPK. Sanggupkah Near meloloskan diri dari sergapan licik Light Yagami?!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Hmm saya tekankan bahwa mungkin review jilid ini adalah review yang paling tidak positif sejak review jilid pertama hingga sembilan yang telah tayang. Entahlah, saya merasa bosan, jenuh, malas, dan tidak semangat menyelesaikan sembilan chapter yang ada di jilid sepuluh ini.

Langsung saja, jilid ini dibuka dengan kondisi di markas Near, agen Lidner, agen Gevanni, dan agen Rester. Di sana, Mogi sedang terduduk sambil diinterogasi macam-macam. Sayangnya, Mogi tidak memberikan jawaban apapun dan membuat Near harus merencanakan plan B agar bisa mendapatkan informasi tentang kepolisian Jepang yang sedang menyelidiki kasus Kira.

Kalau Mr. Mogi tidak mau bicara apa-apa, terpaksa kita harus memancing anggota yang lain untuk berbicara. Saya tidak tahu berapa jumlah orang di sana, tapi saya pasti bisa membuat salah seorang dari mereka berbalik mendukung kita.

Ya benar, setelah menyerah dengan Mogi, akhirnya Near bisa mendapatkan seorang penyelidik dari pihak Light yang bersedia memberikan sedikit informasi padanya. Sementara itu, Light yang terdesak akhirnya menunjuk “Kira” baru bernama Mikami Teru. Profesinya yang merupakan seorang jaksa dan masa lalu yang pahit membuatnya sepemikiran dengan Light.

Seperti ucapan Near, bisa saja awalnya Light-kun menyuruh Amane melakukan transaksi mata, lalu menghakimi para kriminal sebagai Kira, dan kemudian mengalihkan tugas itu pada orang lain…

Cerita semakin rumit dengan tambahan tokoh lama yang muncul kembali bernama Takki atau Kiyomi Takada. Perempuan ini adalah mantan pacar Yagami Light saat kuliah. Ia ditunjuk oleh Mikami sebagai juru bicara “Kira”. Posisi yang tidak menguntungkan membuat Light setuju dengan kehadiran Takada agar bisa berkomunikasi dengan Mikumi tanpa dicurigai kepolisian.

Karena Near, orang-orang di sini kembali mencurigaiku, kecuali Matsuda. Tapi gampang sekali membodohi mereka. Akan kubuat Mikami bertindak sebagai Kira sesuai keinginanku…

Well well well, sudah saya katakan bahwa jilid ini membuat saya bosan, jenuh, dan tidak bersemangat seperti biasanya. Bukannya tidak ada perkembangan cerita, namun berbagai konflik yang sengaja diulur-ulur sang mangaka membuat saya geregetan. Apa lagi penguluran itu membuat kejeniusan Light sebagai Kira seolah sirna. Tidak lagi seru dan menegangkan.

Light terlihat bodoh dan gegabah dalam bertindak karena posisinya dicurigai lagi sebagai Kira karena ucapan Near dan Mello. Keputusan Light menunjuk “Kira” baru secara acak dan kebetulan ketemu Mikumi adalah puncak kebodohan Light sebagai Kira. Saya bilang kebetulan karena Light hanya sekali menyaksikan wajah Mikumi dan membaca angket langsung yakin.

Saya yakin rentetan peristiwa setelah Mikumi menjadi “Kira”, mulai dari pertemuan Light secara rahasia dengan Takada, pembunuhan staf Sakura TV yang dahulu memuja Kira, hingga pengkhianatan beberapa penyelidik adalah bukti bahwa Light tak lagi menjadi Kira yang tenang dan cerdas dalam bertindak. Padahal secara usia, Light harus lebih matang mengambil keputusan.

Kalau Mikumi adalah “Kira” baru, bagaimana dengan Misa? Hmm saya rasa Misa sudah bukan lagi tokoh penting di Death Note. Cepat atau lambat dia pasti akan menghadapi kenyataan pahit. Pun demikian dengan Kiyomi Takada yang meskipun digambarkan sangat cerdas tetapi sangat mudah terjebak dengan pesona sang mantan kekasih alias Light-kun.

Saat membaca jilid ini, saya jadi sadar bahwa nyaris semua tokoh perempuan di Death Note adalah perempuan bodoh dan naif. Saya bilang nyaris karena hanya satu perempuan yang cerdas dan tangguh yaitu Misora Naomi. Sisanya? Tak lebih dari boneka yang tak bisa berpikir, termasuk Amane Misa dan Takada Kiyomi. Sungguh berbanding terbalik dengan para lelaki.

Saya tahu bahwa seri Death Note akan berakhir dua jilid lagi. Mungkin saja ini adalah taktik sang mangaka agar pembaca tetap setia mengikuti betapa membosankan dan tidak menariknya jilid ini agar bisa sampai pada puncak akhir cerita Death Note. Dan, saya termasuk pembaca itu. bukan jilid yang sangat menarik, namun cukup untuk dijadikan pijakan sebelum ke akhir cerita.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

March Giveaway Hop 2017

Assalamualaikum. Semangat pagi!

Seperti yang sudah kamu baca di judul, hari ini hingga beberapa hari kedepan akan ada giveaway di blog Rico Bokrecension. Seperti yang sudah saya laksanakan tahun 2016 yang lalu, selain memperingati hari ulang tahun saya yang jatuh pada hari ini, saya ingin mengajak kamu yang sedang baca postingan ini untuk turut bahagia bareng saya!

Pada tahun 2017 ini, ada yang sedikit berbeda. Saya tidak mengadakan giveaway sendirian. Ada delapan orang teman-teman BBI (termasuk saya) yang mengadakan giveaway untuk merayakan hal spesial masing-masing yang terjadi di bulan Maret. Karena itulah nama perayaan kami kali ini bertajuk March Giveaway Hop!

Jadi, dalam March Giveaway Hop ini, akan ada dua jenis kuis. Pertama adalah kuis untuk memenangkan grand prize voucher buku senilai Rp200.000,- untuk DUA orang pemenang. Kamu cukup memecahkan dengan benar beberapa teka-teki untuk memenangkan grand prize. Namun sebelumnya, simak syarat dan ketentuannya dulu.

  1. Periode giveaway ini berlaku mulai tanggal 13 Maret 2017 hingga tanggal 19 Maret 2017.
  2. Peserta WAJIB share tentang giveaway ini melalui media sosial apapun dengan mencantumkan hashtag #MarchGiveawayHop dengan menyertakan link postingan giveaway milik salah satu host.
  3. Peserta WAJIB mengikuti aturan dari semua host. Untuk blog ini, kamu cukup follow twitter @richoiko saja. Sangat mudah kan?
  4. Setiap host akan memberikan clue yang jawabannya adalah nama suatu tokoh di buku tertentu. Tugas peserta adalah menebak NAMA LENGKAP tokoh yang dimaksud sang host. Total ada delapan riddle yang harus ditebak.
  5. Hanya peserta yang menjawab semua pertanyaan dari semua host yang memiliki kesempatan memenangkan hadiah utama.
  6. Peserta tidak diperkenankan multiple entry sehingga hanya boleh memasukkan jawaban sebanyak satu kali.
  7. Jawaban bisa dimasukkan melalui Google Form di bawah ini ataupun di blog lain setelah mendapatkan semua jawabannya. Silakan klik tautan berikut ini untuk mengetahui semua teka-teki dari host penyelenggara March Giveaway Hop.

Rico – Rico Bokrecension
Kristiana – Pelahap Kata
Rima – Pink’s Review
Rizky – Ky’s Book Journal
Agatha – My Book Note
Melisa – Surgabukuku
Annissa – Resensi Buku Nisa
Muthiah – Hanya Sebuah Komentar

Ingat ya, kamu harus menjawab semua pertanyaan dari semua host. Jawaban bisa kamu masukkan melalui link Google Form di atas atau di blog lain jika sudah menemukan semua jawabannya. Jangan lupa, kamu hanya memiliki kesempatan satu kali memasukkan jawaban. Berikut adalah teka-teki sangat mudah dari Rico Bokrecension yang harus kamu tebak:

Aku adalah tokoh utama laki-laki dari buku hantu rumah hijau. Nama lengkapku terdiri dari dua kata. Novel horror itu pernah diulas di blog ini dua tahun yang lalu. Siapakah aku?

Seperti yang sudah saya tuliskan sebelumnya, selain kuis utama berhadiah voucher di atas, blog Rico Bokrecension juga memberikan giveaway tambahan yang berhadiah empat paket buku untuk EMPAT pemenang dalam rangka March Giveaway Hop. Biar nggak penasaran, saya kasih tau deh isi paketnya. Semuanya adalah koleksi pribadi yang masih layak baca.

PAKET 1. Satrio Piningit oleh D. Soesetro; Kata-Kata Bijak Albert Einstein oleh Albert Einstein; Kanza Si Gadis Berkuda oleh Saiman Ian Mahesa; Four oleh Veronica Roth; Anak Kos Dodol oleh Dewi Rieka; Full Traveling Yuk! oleh Nisrina Lubis

PAKET 2. Dragon House oleh John Shors; The Entrepreneur Codes oleh Brad Hughes; Bukan Sekadar Kopi oleh Howard Behar; Humor Obat Stres oleh Joginder Singh; To Catch A Bride oleh Anne Gracie

PAKET 3. Mampir Mas! oleh Wahyudin; Ketawa Gila Ala Orang Kantoran oleh Vartiezem Van Nunen; Strive For Excellence oleh Ellies Sutrisna; I Feel Bad About My Neck oleh Nora Ephron; 101 Cerita Hikmat dari Negeri China oleh Lei Wei Ye

PAKET 4. Gigi Kelinci oleh Arifia Sekar Seroja; Cabe Rawit oleh Tim Redaksi Penerbit Arena; Ketika Setan Pun Menangis oleh Nuruddin Al-Hasyimi; The Lonely Planet Story oleh Tony & Maureen Wheeler; 101++ Ide Jitu Peluang Usaha oleh Tim Gemini Writer;

Untuk memenangkan paket buku tersebut, kamu cukup memastikan sudah follow twitter @richoiko. Kalau sudah, pilih paket hadiah yang kamu inginkan. Sertakan urutan nomor jika memilih lebih dari satu paket. Kemudian tinggalkan komentar di bawah postingan ini dengan format:

Nama Lengkap: ………
Akun Twitter: ………
Minat Paket Nomor: ………

Pengumuman akan saya update di postingan ini. Pemenang akan saya pilih sesuai suasana hati. Bisa secara random, bantuan orang lain, hitung kancing baju, atau apa saja. Pasti adil kok. Pemenang memperoleh hadiah sesuai urutan prioritas dan akan saya hubungi melalui direct message twitter. Selamat berpartisipasi! Semangat pagi! Wassalamualaikum.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan selamat siang!

Akhirnya post ini bisa tayang juga. Pasti sudah banyak yang menunggu ya? Sebelumnya, perkenankan saya mengucapkan mohon maaf atas kendala yang terjadi selama berlangsungnya #MarchGiveawayHop ini, khususnya di blog Rico Bokrecension. Sebelum masuk ke nama pemanang, pada penasaran jawaban semua clue dari para host? Berikut kunci jawabannya. Silakan menebak kira-kira benar semua atau tidak.

Kitty – Pelahap Kata: The Cat In The Hat
Rima – Pink’s ReviewNathaniel Rahardja
Kiky – Ky’s Book JournalAlec Kincaid
Rico – Rico BokrecensionRico Novarda
Agatha – My Book NoteSaitou Yakumo
Melisa – Surgabukuku: Valerie
Nisa – Resensi Buku Nisa: Frankie Presto
Mute – Hanya Sebuah KomentarPatricia O’Sullivan & Isabel O’Sullivan

Banyak yang merasa clue nya sulit-sulit. Kalau mudah ya tidak ada tantangannya dong hehehe. Saya sih ingin semuanya menang. Tapi sayang ternyata hampir semua peserta tidak menjawab benar nama tokoh yang dimaksud semua host. Sehingga akhirnya terpilih dua orang yang berhak menjadi pemenang. Langsung saja, ini dia nama pemenangnya:

PEMENANG VOUCHER BUKU @Rp200.000,-
Nur Hafifah Aini | @yuki_yuchan
Arief NA | @rief_oxygen

Sedangkan pemenang paket buku di blog Rico Bokrecension, lagi-lagi saya akhirnya menggunakan jasa laman random dot org. Saya tidak sempat menghitung kancing baju ataupun cap cip cup kembang kuncup maupun meminta bantuan orang lain. Sesuai dengan urutan jawaban para peserta, berikut adalah nama-nama pemenang  yang berhak mendapatkan paket buku yang telah saya sediakan.

PEMENANG PAKET BUKU 1
Bety Kusumawardhani | @bety_19930114

.

PEMENANG PAKET BUKU 2
Ula | @chiipurai

.

PEMENANG PAKET BUKU 3
Eni Lestari | @dust_pain

.

PEMENANG PAKET BUKU 4
Erin | @RiienJ

Yak, selamat untung para pemenang. Bagi yang belum beruntung, jangan kecewa ya. Untuk pemenang giveaway tambahan dari host yang lain, silakan menunggu pengumuman di blog host yang bersangkutan. Terus berdoa agar kamu bisa memenangkan hadiah lainnya. Semua pemenang di atas akan saya hubungi melalui direct message twitter. Diwajibkan membalas pesan saya ya, jangan diabaikan. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan sampai jumpa lagi!

Death Note (Jilid 9)

coverdeath9

Judul: Death Note (Jilid 9)

Sub Judul: Contact

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2009

ISBN: 9789792316759

cooltext-blurb

Akhirnya KIRA turun tangan membantu Light dan tim penyelidik merebut Death Note dari tangan Mello. Di saat seperti itu, Soichiro Yagami kembali masuk ke dalam tim penyelidik. Light lalu membuat strategi tak terduga. Bagaimana tanggapan Soichiro terhadap strategi Light…?!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Hmm masih sembilan chapter yang disuguhkan di jilid kesembilan ini. Lagi-lagi saya masih belum bisa move on dari jilid ketujuh yang lalu. Padahal pengganti sang tokoh tersebut sampai ada dua. Tapi saya tidak rela berpisah begitu cepat huhuhu. Ah baiklah mari fokus pada jilid ini saja.

Kal Snydar yang merupakan komplotan mafia pimpinan Mello adalah pemilik death note yang dibawa pihak Mello. Tentu saja hal ini membuat mereka kuat dengan mudah karena bisa membunuh siapapun tanpa kesulitan. Hal ini karena Kal sudah melakukan “transaksi” dengan Shidoh, sang pemilk buku kematian yang asli.

Light menilai bahwa ulah Mello dan gengnya sudah tidak bisa dibiarkan. Akhirnya ia membentuk misi penyergapan sekaligus perebutan kembali buku itu. bahkan, Light menyarankan agar Mello dibunuh di tempat dengan cara menuliskan nama aslinya di buku kematian. Soichiro yang keras kepala memaksa akan mengemban misi “penulisan nama” itu.

Ini semua gara-gara aku menyerahkan buku itu. Karena itu, aku sudah siap untuk mati. Jika harus memakai buku itu, biarkan aku yang melakukannya, 13 hari kemudian aku akan mati.

Meskipun misi itu membuahkan hasil bahwa Soichiro telah mengetahui nama asli Mello yaitu Mihael Keehl, beliau menyia-nyiakan kesempatan membunuh Mello dengan menulis di buku kematian. Akibat hal itu, ia harus menerima sebuah “akibat” yang amat pedih dan mengakhiri perjuangannya menyelidiki Kira. Sementara itu, Near merasa ada yang aneh dengan L kedua.

Cukup dengan diam dan mengamatinya saja, aksi Kira dan L kedua akan menunjukkan kecacatannya. Untunglah Mello bisa kabur, jadi mungkin sisa yang 93% itu bisa kita dapatkan dengan mudah

Salah satu cara yang dipikirkan Near adalah dengan memanfaatkan Mello yang tidak punya sekutu lagi. salah satu agen Near, Helle Lidner, berjumpa dengan Mello dan mau tidak mau harus membawa Mello e markas Near. Di sana, alih-alih mengusir Mello dan menyuruhnya pergi, Near justru menjalin kerjasama dengannya agar rencananya mengungkap Kira berhasil.

Seharusnya kita hormat padanya untuk prestasinya karena pernah berhasil mendapatkan buku dan mendekati Kira. Sangat tidak sopan menodongkan senjata kepadanya.

Semakin kesini saya jadi kurang bersemangat mengikuti Death Note. Bukan ceritanya yang sudah tidak menarik ataupun perkembangan yang tidak jelas, saya hanya merasa bahwa “nyawa” Death Note sudah mulai pudar. Nyawa sudah tak ada harganya lagi. Bunuh, mati, tewas, sudah mudah sekali diucapkan para tokoh di jilid ini. Sangat berbeda dengan jilid awal.

Pada awalnya “kematian” di komik ini digambarkan adalah sebuah kondisi yang sangat menakutkan. Tidak semua orang mati. Tidak semuanya dibunuh. Hanya orang tertentu saja yang mati karena ulah Kira. Hal ini membuat saya menjadi “mengamini” tindakan Kira sekaligus tidak “setuju” dengan perbuatannya. Kondisi yang berimbang inilah yang menarik.

Sejak jilid delapan yang lalu hingga jilid ini, keberpihakan saya pada perbuatan salah dan benar menjadi tidak bisa diraba lagi. semua menjadi terasa tidak ada yang “benar” meskipun berlindung dibalik kata “kebenaran”. Mello yang ingin menangkap Kira namun membunuh agen di pihak Near bukanlah hal yang “benar” menurut saya. Namun Light yang membunuh mafia di pihak Mello karena ingin melumpuhkan laki-laki (iya benar, saya baru tahu bahwa Mello itu cowok) itu adalah hal yang “salah” menurut saya.

Kekuatan Near yang sangat tenang namun tepat sasaran adalah hal yang sangaat membuat saya nostalgia dengan L. sayangnya, Near bukanlah L semirip apapun perilakunya. Bahkan terlihat bahwa Near agak lebih cepat menyimpulkan tanpa ada uraian jelas tentang dugaan-dugaannya. Jauh berbeda dengan L yang ngoceh panjang baru menyimpulkan. Near tidak seperti itu.

Oh iya, baik L, Near, atau Mello ada sebuah kebiasaan unik. L sangat suka dengan makanan manis atau dessert sebagai teman memecahkan kasus. Near fanatik dengan berbagai mainan khususnya yang bongkar pasang. Sedangkan Mello adalah seorang chocolate addict yang selalu mengunyah coklat batangan. Unik-unik padahal kasus yang dihadapi adalah kasus pembunuhan massal yang keji.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 8)

coverdeath8

Judul: Death Note (Jilid 8)

Sub Judul: Target

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2009

ISBN: 9789792316742

cooltext-blurb

Bersamaan dengan kematian L, dunia ideal yang dicita-citakan oleh Light Yagami mulai mendekati kenyataan. tapu dua penerus L, yaitu Near dan Mello, mulai beraksi. Pertarungan perebutan DEATH NOTE kembali dimulai! Mello kemudian menculik Sayu Yagami dan meminta pertukaran dengan DEATH NOTE…!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Hmm sebelumnya, saya ingin mengungkapkan bahwa saya rindu L huhuhu. Masih sedih rasanya mulai jilid ini hingga seterusnya saya tidak akan “berjumpa” L lagi. Padahal saya sudah suka dengan karakter L daripada Yagami Light. But show must go on.

Sembilan chapter yang disuguhkan di jilid ini mulai membawa pembaca pada fase baru ketika Yagami Light telah menjadi polisi. Awalnya ia sudah yakin tak ada lagi penghalang sebagai “dewa” di dunia baru setelah kepergian L. Namun, Light harus menghadapi kasus penculikan Kepala Polisi dilanjutkan penculikan Yagami Sayu karena ulah Mello, sang generasi penerus L.

Aku akan berangkat ke L.A. dengan membawa bukunya. Ini tanggung jawabku sebagai Wakil Kepala Polisi dan ayah Sayu Yagami! Aku akan mempertanggungjawabkan semuanya.

Wakil Kepala Polisi dan jajarannya tidak bisa menyelamatkan pimpinan tertinggi kepolisian dan kini nyawa Sayu yang terancam. Permintaan Mello sederhana. Ia ingin ada pertukaran antara Sayu dengan death note yang dipegang Yagami Soichiro. Pertukaran tak bisa digagalkan meski Light telah berhubungan dengan Near, pimpinan The Special Provision for Kira alias S.P.K.

Jika nama dan foto mereka diumumkan, mereka akan dibunuh oleh Kira… Jika tidak ingin itu terjadi, mereka harus menyerahkan bukunya… Itulah yang akan saya lakukan meskipun sebenarnya saya enggan memakai cara begitu…

Baiklah, mari kita simpulkan bahwa sejak jilid ini ada dua orang yang “bertindak” sebagai generasi penerus L. Mereka berdua bernama samaran Mello dan Near. Keduanya (dan L juga) adalah anak-anak panti asuhan Wammy’s House yang dimiliki oleh Quillsh Wammy alias Watari. Sebenarnya L harus menunjuk salah satu dari mereka sebagai pengganti. Tetapi…hiks :(

Back to topic saat Mello mendapat buku kematian, Light berniat merebutnya kembali. Setelah berhasil meyakinkan presiden Amerika dan mendapatk bantuan pasukan khusus, Light berniat menyergap markas rahasia Mello demi mendapatkan buku tersebut. Sayangnya, kehendak Light harus sirna karena shinigami bernama Shidoh. Siapa dia? Kenapa ada di pihak Mello?

Tapi, bagaimanapun, aku akan membunuh Near dan Mello. Demi melindungi perdamaian di dunia baru yang sedang kubangun ini.

Jilid ini terasa sekali bagaimana Near dan Mello berseberangan jalan dalam menumpas Kira. Near bersama tim The Special Provision for Kira alias S.P.K. yang melibatkan FBI di jalan “putih” sedangkan Mello bergabung dengan organisasi mafia kelas berat yang dikatakan berada di jalur “hitam”. Meski sama-sama ingin menghancurkan Kira, cara mereka berdua tidak sama.

Secara karakter, saya jauh lebih menyukai tokoh Near. Dia mengingatkan saya pada L dalam versi yang lebih muda. Daya analisis dan ketenangannya mirip dengan L. Sedangkan Mello, saya tidak bisa menyukainya. Pantas saja dia berada di urutan “kedua” setelah Near. Dia memang pandai. Kejeniusannya juga tidak main-main. Sayangnya, keterlibatannya di gembong mafia dan menggunakan cara licik dan kotor membuat saya tidak rela dia menjadi penerus L.

Kemunculan Shidoh yang tiba-tiba di dunia manusia membuat saya heran. Kok bisa ada shinigami lain selain Rem dan Ryuk. Padahal shinigami bisa “turun” saat buku kematiannya jatuh di dunia manusia. Jika Rem turun karena ukunya dipegang Misa dan Ryuk turun karena bukunya dibawa Light, lantas siapa yang memegang buku milik Shidoh? Ternyata…rahasia :p

Shidoh saya rasa tidak sefanatik Rem ataupun sesantai Ryuk. Namun bisa saya simpulkan bahwa Rem dan Ryuk jauh lebih pintar daripada Shidoh. Bukan hanya ketidak mampuannya memahami peraturan dunia shinigami dan death note, bahkan ia secara “sukarela” membantu Mello dalam menumpas pasukan khusus milik Light hanya karena alasan sepele. Duh duh duh.

Well, sekarang Light harus menghadapi dua penerus L yang memiliki taktik dan caranya sendiri dalam membongkar identitas Kira sesungguhnya. Cita-citanya membuat dunia baru harus sedikit terhambat karena sebelum Near dan Mello sirna, ia tida bisa menjadi dewa dengan mudah. Bagaimana kelanjutan Light sebagai Kira dan pertarungannya melawan Near dan Mello?

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 7)

coverdeath7

Judul: Death Note (Jilid 7)

Sub Judul: Zero

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2009

ISBN: 9789792316735

cooltext-blurb

Para penyelidik dan polisi sudah mengepung Higuchi yang memiliki Death Note. Apakah Light akan berhasil mendapatkan kembali Death Note miliknya? Lalu, apakah rencana yang sudah dirancang oleh Light sebelum disekap akan menjadi kenyataan? Fakta mengejutkan telah menunggu…!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* saya tidak dibiarkan “bernapas” oleh sang mangaka Death Note setelah jilid sebelumnya saya dibuat deg-deg-an. Sembilan chapter yang disuguhkan di jilid ketujuh ini lagi-lagi “menikam” jantung saya karena ada kejadian sangat besar yang menjadi titik balik “permulaan” baru di Death Note.

Jilid ketujuh ini dibuka dengan chapter yang isinya flashback ke masa-masa sebelum Light dikurung di dalam penjara. Ternyata, ia telah merencanakan hal yang sangat licik sekaligus jenius untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Bahkan ia tega “mengusir” Ryuk dan menukar buku milik Rem dan Ryuk agar rencananya berhasil. Voila! Rencananya benar-benar brilian.

Tidak ada cara lain lagi. Pilih baik-baik orangnya, orang yang akan memakainya demi kedudukan, kesuksesan, dan uang. Kau harus menyerahkan buku itu padanya dalam waktu kurang dari sebulan! Kalau kau terlambat menyerahkannya, Misa akan lebih lama disekap.

Ryuk ternyata selama ini berada di dunia shinigami. Hal ini dikarenakan “buku” miliknya tidak ada manusia yang memilikinya. Pantas saja ia absen di jilid keenam kemarin. Namun, karena Misa dan Light telah dibebaskan, Light membuat Misa mencari keberadaan buku kematian milik Ryuk dan akhirnya shinigami tersebut bisa kembali ke dunia manusia. Hmm menarik.

Tidak bisa, Light… Misa tidak ingat namanya. Soalnya, waktu itu setiap hari Misa melihat nama dan umur berpuluh-puluh, bahkan beratus-ratus orang… Meskipun ingatan Misa kembali, bukan berarti Misa bisa ingat semuanya…

Pada pertengahan komik ini, saya sangat terkejut bahwa sang mangaka akan banyak “menghabisi” tokoh penting Death Note di jilid ketujuh ini. Saya tidak tega mengungkapkan siapa saja yang harus meregang nyawa di jilid ini. Yang jelas, sepak terjang L sang detektif jenius telah usai dan akan dimulai oleh Near dan Mello. Siapakah mereka berdua ini?

Karena ada banyak orang bodoh di dunia ini, meskipun L mati, bukan berarti semua orang lantas akan mendukung Kira. Berikutnya adalah pertempuran kedua…

Benar sekali, jilid ini adalah titik balik berakhirnya penyelidikan kasus Kira oleh L sekaligus dimulainya babak baru perburuan Kira sesungguhnya. Saya benci sekaligus kagum pada kelicikan Light yang memiirkan rencana sangat rapi, bahkan melibatkan Rem dan Ryuk yang masih tidak tahu apa-apa. Saya ragu Light ini sesungguhnya manusia atau bukan hahahaha.

Oh iya, pada akhir jilid keenam kemarin dan di awal jilid ketujuh ini sudah ketahuan siapa “Kira” yang berasal dari jajaran tinggi grup perusahaan Yotsuba. Sayangnya, “Kira” ini tidak sepintar Light bahkan sangat dungu dan seenaknya sendiri. Sudah bisa diduga akhirnya ia juga meregang nyawa karena kebodohannya sendiri. Sedangkan enam petinggi lainnya, meskipun sejak awal dijanjikan oleh L bahwa mereka akan baik-baik saja, ternyata janji hanya tinggal janji.

Seperti yang sudah saya singgung, kematian besar-besaran yang terjadi di jilid ini sangat menyakitkan. Saya speechless mengetahui siapa saja yang harus menutup usia karena Kira alias Light yang sudah ingat segalanya. Ada yang memang pantas mati, namun ada pula yang sangat disayangkan kematiannya huhuhu. Tetapi saya percaya bahwa kebenaran akan menang.

Ryuk muncul lagi! Hore! Saya cenderung lebih suka pada Ryuk daripada Rem. Ryuk sangat santai dan tidak memihak Light meskipun buku kematian miliknya dipegang oleh Light. Sedangkan Rem, meskipun shinigami, ia sudah sangat melibatkan perasaannya sendiri pada Amane Misa. Dan benar saja, hal itulah yang dimanfaatkan Light mencapai tujuannya. Huft.

Seperti yang sudah dikatakan Light, pertempuran kedua ini terjadi sekitar empat tahun kemudian ketika Light sudah menjadi polisi. Ia sudah memastikan bahwa dunia yang baru dengan Yagami Light sebagai “dewa” telah terjadi secara perlahan. Namun, keberadaan Death Note yang hampir tidak terendus tiba-tiba menimbulkan gejolak baru. Seperti apa gerangan?

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 6)

coverdeath6

Judul: Death Note (Jilid 6)

Sub Judul: Give-and-Take

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2009

ISBN: 9789792316728

cooltext-blurb

Setelah Yagami dan Amane, kini muncul KIRA yang lain. Namun, KIRA yang satu ini melakukan pembunuhan demi kepentingan pribadi dan berlindung di balik 8 orang kuat Yotsuba. Ryuzaki dan Light bekerja sama untuk menangkapnya, namun Matsuda-lah yang akan menentukan berhasil tidaknya rencana perburuan terhadap KIRA!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Jilid kali ini sangat berbda dibanding lima jilid sebelumnya. Pada jilid kali ini, saya merasakan jantung berdegup kencang dan mata yang tak bisa berhenti membaca untaian kalimat dan menghayati setiap ceritanya. Semuanya seba memukau dan tidak diduga-duga.

Sembilan chapter yang disuguhkan diawali dengan rapat tertutup antar petinggi Yotsuba. Tidak seperti sebelumnya yang anggota rapat berjumlah delapan orang, kali ini hanya ada tujuh orang yang menghadiri rapat. Sudah bisa diduga bahwa salah seorang yang tidak hadir tersebut telah tewas dibunuh oleh “Kira” yang merupakan salah satu dari tujuh anggota yang lain.

Sebenarnya tidak perlu menunggu satu bulan. Jika sebelum satu bulan L sudah terbunuh, kita bisa langsung meminta bantuan Kira lagi. Dengan kata lain, kalau besok L mati, saat itu juga kita bisa meminta kembali bantuan Kira.

Keputusan akhir rapat yang hendak membunuh dua orang petinggi perusahaan pesaing membuat Light bertindak cepat menghubungi Namikawa, orang yang disinyalir bukanlah Kira. Setelah bercakap beberapa saat, Namikawa mengusulkan agar pembunuhan dilakukan sebulan lagi sambil menunggu “Coil” membunuh L. Semua setuju dan rapat diakhiri.

Kecerobohan Matsuda pada jilid yang lalu menawarkan Misa agar menjadi model iklan perusahaan Yotsuba ternyata dimanfaatkan L agar bisa menarik “Kira” yang sesungguhnya. Bersama Mogi, Misa mulai mendekati petinggi Yotsuba dengan mengikuti wawancara direksi. Tak disangka, saat pertengahan wawancara, Rem membuat Misa menyentuh kertas death note!

Kira kedua dipastikan memiliki Mata Shinigami. Sejak peristiwa di Sakura TV… Kalau yang diucapkannya benar, apapun yang terjadi, aku ingin gadis ini terus berada di sisiku.

Tindakan Misa yang berjumpa langsung dengan “Kira” tanpa pemberitahuan apapun pada yang lain membuat strategi L dan Light sedikit berubah. Tak tanggung-tanggung, Matsuda yang telah “tewas” dirasa sangat cocok tampil di Sakura TV dan memberikan kesaksian bahwa ia tahu siapa “Kira” yang ada di Yotsuba. Sosok asli “Kira” pun tidak tinggal diam.

Kau tetap harus pergi ke sana. Kalau tidak ada, kau memang tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi kalau ada dan kau bisa menulis namanya, kau tidak akan dicurigai bila ada yang mati di Sakura TV.

Setelah jilid kemarin saya protes kenapa tidak ada update apapun pada tokoh yang tampil di sepanjang komik, pada jilid kali ini sudah ada update tokoh yang diperkenalkan, khususnya penghapusan tokoh polisi yang mati dan bertambahnya delapan orang petinggi Yotsuba. Sayangnya, jilid kali ini tidak menampilkan Ryuk. Saya penasaran kira-kira Ryuk kemana ya?

Inti konflik yang ada di jilid ini sesungguhnya bermula pada tahap wawancara Misa dengan petinggi Yotsuba yang akan menggunakannya sebagai bintang iklan. Namun, gara-gara Rem yang seenaknya sendiri menampakkan diri di depan Misa dan menceritakan siapa Misa, siapa Light, dan apa yang terjadi di masa lalu membuat rencana L sedikit berantakan.

Awalnya saya menganggap rencana L dan Light sangat bagus dan matang. Semua bagus dan tidak ada yang bisa dicurigai. Sayangnya, tindakan Misa yang ceroboh dan tidak matang membuat tidak logis taktik yang digunakan L dan Light, yang dimulai sejak Matsuda mulai muncul di Sakura TV. Beneran deh, strateginya sangat payah. Tetapi “Kira” kok ya tertipu. Zzz.

Yang paling tidak logis menurut saya adalah ketika “Kira” ingin mengetahui nama asli Taro Matsui alias nama Matsuda saat menjadi manajer Misa karena ia sangat khawatir identitasnya sebagai “Kira” akan terbongkar oleh Matsuda. Awalnya, ia mencoba menelepon Misa dan Mogi.

Namun, ketiadaan informasi siapa nama asli Matsui membuat “Kira” menghubungi direktur manajemen Misa. Dan dengan mudahnya sang “direktur” menyuruh “Kira” datang langsung ke kantornya dengan memberikan akses password pintu utama agar bisa melihat sendiri arsip nama asli Matsui (yang lagi-lagi telah dipalsukan oleh L) yaitu Yamashita Taichiro. Seriously?

Seorang direktur memberikan akses kemanan pintu masuk kantornya pada orang yang tak dikenal (terlihat dari “Kira” yang tidak memperkenalkan diri lebih dahulu) begitu saja tanpa ada kekhawatiran? Maksud saya, bisa saja kan ada yang menyalahgunakan hal itu. memang sih itu hanya taktik L semata. Namun saya juga tidak bisa mengabaikan aspek realistis dong. Huft.

Overall, jilid ini benar-benar membuat jantung saya berdebar khususnya sejak Matsuda tampil di Sakura TV dan melihat “Kira” mulai panik akan identitasnya yang akan terbongkar. Kekalutannya membuat otaknya tak bisa berpikir jernih dan “mengikuti” apa yang diperkirakan oleh L. meskipun demikian, hingga akhir komik jilid inipun saya masih dibuat penasaran karena “Kira” belum bisa diringkus padahal ia sudah terpojok di tepi jalan. Memang tidak mudah meringkusnya sebab “Kira” sudah melakukan “transaksi” dengan Rem. And then?

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 5)

coverdeath5

Judul: Death Note (Jilid 5)

Sub Judul: Blackout

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Ketiga, 2009

ISBN: 9789792313796

cooltext-blurb

Untuk mengamankan Misa, Light yang terdesak meminta agar dirinya disekap. Setelah itu, ia memberitahu Ryuk untuk membuang DEATH NOTE miliknya! Apa yang sedang direncanakannya? Sementara itu, diam-diam KIRA beraksi kembali!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Awal komik dibuka dengan kondisi Amane Misa, Yagami Light, dan Yagami Soichiro dipenjara oleh L. Misa dikurung karena dicurigai sebagai Kira kedua, Light dipenjara karena “merasa” menjadi Kira, dan Soichiro menyusul karena tidak kuat melihat anak kandungnya mendekam dibalik jeruji.

Tidak bisa! Sampai kuputuskan Light-kun adalah Kira atau bukan, apapun yang Light-kun katakan atau apapun yang terjadi, saya tidak akan mengeluarkanmu dari situ, terlebih ini juga atas permintaan Light-kun sendiri.

Light “mengusir” Ryuk dengan membuang hak kepemilikan death note. Akibatnya, semua ingatan tentang death note dan jati dirinya sebagai Kira menjadi lenyap. Hal ini membuat L sangat depresi karena kecurigaannya yang nyaris mutlak pada Light harus terbantahkan begitu saja. Namun, ini justru membuat Soichiro sangat bersyukur karena mereka semua akan bebas.

Setelah hampir dua minggu tidak ada “pembunuhan” massal penjahat lagi, tiba-tiba muncul Kira yang mengeksekusi banyak orang. Tidak hanya penjahat, ternyata ada orang tak berdosa yang menjadi korban. Setelah diselidiki L dan Light, ternyata Kira melibatkan orang-orang perusahaan Grup Yotsuba. Ada delapan orang yang menjadi dalang pembunuhan itu.

Pasti salah satu dari 8 orang di sini adalah Kira. Dengan begini, kita tidak bisa absen dari rapat ini. Ya, karena berarti mati.

Kedelapan orang itu adalah Ooi Takeshi, Mido Shingo, Kida Masahiko, Takahashi Eiichi, Higuchi Kyosuke, Shimura Suguru, Hatori Arayoshi, Namikawa Reiji. Mereka mengadakan “rapat” setiap jumat dan melaksanakan “eksekusi” pada akhir pekan. Mereka mengesankan bahwa yang dibunuh adalah orang jahat. Namun, ternyata ada pihak tertentu yang dieksekusi.

Belum sampai kasus ini berakhir, para penyelidik Kira yang masih berstatus polisi menghadapi pilihan yang amat sulit antara profesi atau dedikasi. Pasalnya, pemerintah memerintahkan seluruh jajaran kepolisian berhenti mengusut kasus Kira. Apabila tetap bersikeras, mereka harus mengundurkan diri menjadi polisi. Hal ini sangat membebani Aizawa.

Menangkap Kira dengan mempertaruhkan nyawa sebagai seorang polisi memang tidak salah. Tapi kalau mengejar Kira sampai harus berhenti dari kepolisian dan membuat keluarga jadi sulit, saya tidak bisa menganggapnya benar. Mati saat bertugas sebagai polisi adalah kehormatan, tapi mati saat jadi pengangguran adalah sia-sia.

Munculnya tokoh baru yang “diimpor” L dari luar negeri bernama Aiber yang profesinya sebagai penipu ulung dan Wedy si gadis pencuri yang lihai turut menyumbang keseruan cerita meskipun hanya tampil sekilas. Saya juga dibuat terkejut menyadari fakta bahwa Erald Coil, detektif bayaran yang disewa para petinggi Yotsuba ternyata adalah…baca sendiri saja ya :p

Saya tidak bisa membenci komik ini. Jalinan cerita penuh kejutan dan alur pemikiran yang memukau membuat saya tidak terasa telah membaca sembilan chapter yang disuguhkan. People change, time flies, everything can happens. Tidak ada lagi karakter hitam pekat ataupun putih cemerlang, khususnya tokoh utama. Semua serba abu-abu. Inilah keunggulan Death Note.

Sebagai pembuka, adanya sinopsis jilid sebelum-sebelumnya sebelum chapter pertama yang merangkum garis besar cikal bakal dan peristiwa penting Death Note membuat saya ataupun pembaca yang tidak marathon membaca semua seri jadi sangat terbantu. Sayangnya, perkenalan tokoh yang ditampilkan tidak diupdate alias sama teruuus. Kan jadi bosan.

Mengenai isi ceritanya, saya tidak akan bercakap lebih banyak lagi. masih tetap bagus. masih tetap stunning. By the way, halaman khusus how to use death note meskipun chapter-nya sudah berganti tetapi ada yang diulangi butir penjelasannya alias sudah disampaikan di chapter yang lalu. Saya jadi tidak terlalu tertarik lagi sih. Seharusnya setiap chapter isinya berbeda-beda.

Mengenai “hilangnya” Kira dan Kira kedua, jujur saya tidak memperkirakan akan terjadi seperti ini. Kalau semua Kira hilang, lantas bagaimana kasus ini akan berakhir? Eh ternyata ada “Kira” baru yang berasal dari grup Yotsuba. Meskipun hingga akhir jilid ini belum jelas siapa yang menjadi “Kira”, perilaku delapan orang itu sangat menjijikkan sebagai petinggi perusahaan.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 4)

coverdeath4

Judul: Death Note (Jilid 4)

Sub Judul: Love

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Ketiga, 2009

ISBN: 9789792313789

cooltext-blurb

Atas petunjuk L, polisi memutuskan untuk memanggil Light setelah muncul KIRA kedua. Saat itulah, Light menyadari tujuan utama yang tersembunyi dari pesan-pesan yang dikirmkan oleh KIRA palsu.

cooltext-review

*WASPADA! Revew ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Aaaargh Death Note ini semakin seru saja. Pada jilid keempat ini, pace sudah lebih cepat karena tidak seperti jilid pertama hingga ketiga yang masih membangun jalinan cerita sambil memperkenalkan para tokoh utama. Namun, jilid ini sudah seru banget.

Sembilan chapter yang disuguhkan di jilid ini masih merupakan sambungan jilid sebelumnya. Munculnya “Kira” yang tamil di stasiun televisi swasta dengan menggunakan rekaman suara membuat L menjadi menyimpulkan bahwa “Kira” yang ini bukanlah Kira yang asli. Untuk mendukung kesimpulannya, ia secara khusus meminta Light hadir dan memberikan pendapat.

Kalau aku tidak bilang ada Kira palsu, kecurigaannya padaku akan semakin meningkat… Tapi, kalau aku tidak terjebak, hasilnya akan menguatan teorinya.. Hebat sekali.

Singkat kata, akhirnya ada dua Kira yang ada di sekitar Light. Ia sendiri sebagai Kira asli dan seseorang lagi sebagai Kira kedua. Siapa sangka bahwa Kira kedua ini adalah seorang model cantik berusia dua puluh tahun bernama Amane Misa. Akibat kelamnya masa lalu yang ia alami, ia tidak pikir panjang bertransaksi “mata” dengan Rem, shinigami pemilik death note.

Tidak mungkin aku memperkenalkan diri di depan orang banyak dan bilang “Senang sekali akhirnya bisa bertemu denganmu, Kira!” Yang penting, aku sudah tahu namanya. Langkah selanjutnya jadi mudah, apalagi namanyya aneh.

Kekagumannya apda Kira alias Light karena telah “membantunya” membuat Misa terlalu gegabah dalam bertindak. Mulai dari mengajak Light “bertemu” di tempat hitz Aoyama, menyamar seperti anak SMP, hingga langsung mendatangi rumah Light. Semua ini ia lakukan atas dasar ingin berterima kasih. Namun apa daya ia jadi mencintai Light secara sukarela.

Saya sadar, kalau kau bukan Kira, saya pasti akan baik-baik saja… Soalnya, yang tahu saya adalah L hanya Yagami-kun.

Well well well. Jilid ini jadi semakin seru karena hadirnya Misa alias Kira kedua. Jujur saya tidak menyangka akan ada tokoh penting baru yang akan muncul dengan membawa-bawa death note yang sama seperti milik Light. Sayangnya, meski Misa lebih tua daripada Light, sifat dan perilakunya sangat kekanakan. Entah ia sangat polos atau sangat bodoh, saya tidak tahu.

Munculnya Misa secara tiba-tiba di depan rumah dan minta bertemu dengan Light, mau tidak mau Light harus menerima kehadiran Misa di kehidupannya karena ia tidak punya pilihan lain. Terlebih Misa memiliki “mata” yang bisa membantu Light membunuh L. Yah, meskipun permintaan Misa harus membuat Light jadi pacaran dengan Takada Kiyomi, Shiho, dan Emi.

Saya tidak memperkirakan kondisi akan menjadi sangat pelik seperti ini padahal awal mula Death Note terasa akan minim konflik dan kepanikan. Namun demikian, saya menyukai Light maupun L. Light dengan kepandaiannya terus membunuh penjahat demi menciptakan dunia tanpa kejahatan, sedangkan L dengan kejeniusannya ingin membongkar identitas Kira yang asli.

Pada jilid ini juga saya mengetahui bahwa meskipun shinigami bisa berlaku seenaknya sendiri dengan membunuh manusia, ternyata shinigami juga bisa mati. Alasan kematian shinigami ini terasa aaawww so sweet sekali. Saya heran saja sih dengan komik yang seakan kelam dan penuh kegelapan ini, mangaka menyelipkan sebuah hal yang tidak diduga tentang shinigami.

Saya merasa identitas Kira akan segera terbongkar karena L juga sudah bilang bahwa ia yakin 99,99% bahwa Light adalah Kira. Namun, melihat jilid yang masih nomor 4, kok rasanya terlalu cepat untuk berakhir begitu saja ya. Saya jadi penasaran kejutan-kejutan apa lagi yang akan disuguhkan oleh Ohba Tsugumi & Obata Takeshi di jilid kelima. Tunggu review-nya ya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 3)

coverdeath3

Judul: Death Note (Jilid 3)

Sub Judul: Hard Run

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Ketiga, 2009

ISBN: 9789792313772

cooltext-blurb

Mengawasi dan diawasi…! Pertarungan antara L dan Light Yagami berkembang lewat kamera tersembunyi. Walaupun Light berhasil membuktikan dirinya tak bersalah, namun kecurigaan L kepada Light justru semakin meningkat!

cooltext-review

*WASPADA! Revew ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Jilid ketiga ini semakin seru saja. Sembilan chapter yang disuguhkan tidak main-main dalam mengaduk-aduk emosi dan ketegangan pembaca, setidaknya saya sendiri. Komik kali ini dibuka dengan kondisi rumah keluarga Yagami yang telah dipasang kamera pengawas dan alat penyadap.

Berkat ketelitian Light, ia bisa mengetahui bahwa kamarnya telah dimasuki tanpa ijin. Kecurigaannya tentang tindakan L sangat jitu. Akibatnya Ryuk harus gigit jari karena tidak bisa bercakap dengan Light di kamar. Meski awalnya Ryuk berujar bahwa ia tidak memihak Light ataupun L, kondisi menjemukan membuatnya membantu Light mencari kamera pengawas.

Hari ini, Kira membunuh penjahat kecil. Segera setelah disiarkan, ya… Yang menarik, meskipun hari pertama, tapi keluarga Yagami-san langsung terbukti bersih…

Bukan Light namanya jika tidak bisa membunuh penjahat meskipun ada 64 kamera di setiap sudut kamarnya. Tidak sampai disitu saja, saya dibuat terkejut ketika Light sedang mengikuti ujian masuk Universitas Touou angkatan 2004. Ternyata L juga ikut ujian! Bahkan saat upacara penerimaan mahasiswa baru, Light dan L sama-sama menjadi peraih nilai tertinggi. Wow!

Sebenarnya saya curiga kalau Yagami-kun mungkina adalah Kira. Meskipun begitu, sebisa mungkin saya akan memenuhi permintaanmu.

L berniat menjadi sahabat Light karena tertarik dengan kemampuan Light. Light yang tidak mau ambil resiko akhirnya menerima kehadiran L yang menggunakan nama Hideki Ryuga menjadi temannya. Bahkan mereka berdua sempat bermain tenis bersama. Sayangnya, Yagami Soichiro yang ppingsan karena serangan jantung mengakhiri pertemuan mereka berdua.

Kira adalah anak dari keluarga yang serba berkecukupan yang masih memiliki kepolosan. Yang paling cocok adalah adalah anak SMP yang memiliki ponsel dan komputer pribadi.

Jilid kali ini masih terasa cukup datar meskipun saya dibuat terkejut dengan beberapa hal. Yang pertama adalah kelihaian Light menggunakan death note di dalam kamar meskipun hampir seluruh penjuru kamar dipasangi kamera pengawas yang membatasi gerak-geriknya. Bahan Light sampai membeli barang yang canggih seharga puluhan ribu yen untuk aksinya. Wow.

Selain itu, pada paruh akhir komik ini juga saya dikejutkan dengan kematian salah satu tim divisi investigasi kasus Kira. Ada yang bisa menebak siapa yang tewas? Antara Mogi, Ukita, Aizawa, atau Matsuda. Soichiro tidak termasuk karena ia terbaring lemah di rumah sakit karena pingsan. Awalnya saya mengira ini perbuatan Light, tetapi saya salah. Penasaran kan?

Ada hal yang membuat saya mulai menyadari bahwa buku kematian milik shinigami itu sangat kompleks. Pada hampir setiap akhir chapter ada satu halaman yang berisi how to use death note. Jika diumpamakan undang-undang, per halaman tersebut menuliskan satu bab atau satu pasal yang kemudian dirinci lagi menjadi butir-butir penjelas atau ayat.

Hingga akhir jilid tiga ini ada dua puluh lebih bab yang menjelaskan bagaimana atau apa yang terjadi saat penggunaan death note. Secara umum isinya adalah tata cara menggunakan buku atau hal-hal lain yang mendukung misalnya durasi kematian, jadwal kematian, sampai kondisi apabila death note dipinjamkan atau dicuri. Saya kagum Ryuk telaten sekali menuliskannya.

Satu hal yang tidak saya sukai dengan komik Death Note tebitan m&c! ini adalah tidak ada nomor halaman. Penerbit sebelah masih mencantumkan halaman pada beberapa bagian, namun komik ini sama sekali tidak ada halamannya. Kan saya jadi kesulitan menentukan halaman berapa pada kutipan yang saya tuliskan di atas. Sigh. Sudah ya begitu saja kesan saya saat ini~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 2)

coverdeath2

Judul: Death Note (Jilid 2)

Sub Judul: Join

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Keempat, 2009

ISBN: 9789792313765

cooltext-blurb

Setelah berhasil mengetahui nama agen FBI yang membuntuti dirinya, Light menghakimi FBI dengan keyakinan bahwa “tindakannya benar”. Sementara itu, L yang sedang mengejar Light akhirnya menampakkan dirinya…

cooltext-review

*WASPADA! Revew ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Sepak terjang Yagami Light dalam menggunakan death note sudah semakin berkembang. Sembilan chapter yang disuguhkan di jilid kedua ini mengisahkan berbagai kejutan yang mulai muncul dan menjadi bumbu penting dalam keseluruhan seri komik Death Note.

Awal komik dibuka dari kejadian pasca kecelakaan di sebuah bus di dekat area bermain Space Land. Seorang agen FBI bernama Raye = Penber yang sebelumnya memata-matai Light ternyata tidak dilepaskan Light begitu saja. Melalui Raye-lah Light ingin mengumpulkan nama-nama agen FBI yang berada di Jepang. Hal ini dikarenakan ia khawatir kedoknya akan terbongkar.

Ta… Tapi… Lawanku sekarang adalag seorang pembunuh yang sangat menakutan… Kalau melakukan tindakan diluar perintahnya, nanti… Tidak ada pilihan lain. Aku harus melakukan perintahnya. Kalau cuma sekedar ditulis namanya, mungkin tidak bisa dibunuh.

Light sang pemilik death note disebut sebagai Kira, yang berasal dari kata Killer atau pembunuh. Tentu saja semua agen FBI yang mencoba mengusik kehidupan Kira yang serba rahasia harus menanggung akibat yang teramat pedih. Yang unik, kematian Raye ditutup dengan amat sangat dramatis di stasiun kereta setelah melihat sendiri siapa Kira sebenarnya.

Mengatur tindakan sebelum kematian… Bukan itu saja, kalau teoriku benar.. Selain bisa mengatur tindakan, Kira juga bisa membunuh orang dengan cara lain selain serangan jantung.

Kematian Raye membuat tunangannya sendiri, Misora Naomi, mulai ambil tindakan. Rekam jejaknya sebagai agen FBI yang handal membuatnya ingin menangkap Kira dengan tangannya sendiri. Sayangnya, ia terlebh dahulu berjumpa dengan Light. Meskipun ia menyamarkan namanya menjadi Shouko Maki, Light bisa dengan lihai mendapatkan nama aslinya. Wow!

Benar! Wanita ini yakin Raye meninggal karena dia telah menunjukkan kartu identitasnya! Makanya, dia menyembunyikan identitas aslinya!

Pergerakan L juga lambat laun sudah mulai fokus dan tidak main-main. Setelah mendapatkan segelintir polisi yang bisa ia percayai, L mulai memasang siasat setelah melihat video kematian para agen FBI. Salah satu tindakan L adalah memasang kamera pengawas dan alat penyadap di dua rumah keluarga terduga Kira, yaitu keluarga Kitamura dan keluarga Yagami. Waduh!

Seperti bisa diduga, atau lebih tepatnya saya duga, jilid kedua ini sudah merepresentasikan blurb yang tertulis di jilid pertama. “Pertarungan” antara Light a.k.a Kira dengan L sang pemecah kasus sudah mulai mengerucut. Meskipun saya kurang senang dengan segala hal kebetulan yang terjadi, tetapi ya sudahlah yang penting L vs Kira/Light sudah dimulai.

Satu tokoh yang sangat saya sukai muncul (dan lenyap) di jilid kedua ini adalah Misora Naomi. Daya pikir dan nalarnya sungguh bagus saat mencari asal usul kematian tunangannya berkaitan langsung dengan Kira. Bahkan hanya dengan satu kalimat yang terucap dari mulut mendiang tunangannya, Naomi bisa dengan jitu memetakan apa yang sesungguhnya terjadi. Brilian.

Pada jilid kedua ini, peran polisi masih sama saja, tidak berguna sama sekali. Selain menjadi tokoh penting yang nampang di hadapan L, mereka masih saja “bodoh” dan tidak bisa apa-apa selain mengikuti anjuran L. Yah memang sepertinya para polisi hanya dibuat sebagai pintu gerbang L dalam menyelesaikan kasus. Sayangnya, kinerja mereka tidak terlalu terlihat jelas.

Bicara mengenai L, pada jilid ini dia sudah bisa menampakkan diri lho! Tidak seperti jilid pertama yang kebanyakan hanya berwujud suara di laptop, kali ini ia dan Watari sudah menampakkan rupa aslinya di hadapan para penyelidik di kepolisian. Ternyata L tidak seformal yang saya kira dalam hal penampilan. Ia sangat santai namun tetap pintar berpikir. Kagum!

Oh iya, pada jilid pertama dan kedua ini sudah disinggung adanya “pertukaran” yang bisa dilakukan antara Light dan Ryuk. “Pertukaran” ini sebenarnya bisa membuat Light lebih mudah dalam mencari identitas asli calon korban. Namun, Light masih sabar dan cukup pandai untuk tidak melakukan “pertukaran” itu. Bagaimana dengan jilid selanjutnya?

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Death Note (Jilid 1)

coverdeath1

Judul: Death Note (Jilid 1)

Sub Judul: Boredom

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Keempat, 2009

ISBN: 9789792313758

cooltext-blurb

“Orang yang namanya ditulis di buku ini akan mati…” DEATH NOTE adalah sebuah buku catatan yang dijatuhkan oleh Shinigami Ryuk ke dunia manusia. Inilah awal dimulainya pertarungan hidup-mati antara Light Yagami dan L.

cooltext-review

Apa yang akan amu lakukan jika bisa “menghabisi” nyawa orang lain hanya dengan menuliskan namanya di sebuah buku kematian? Apakah buku tersebut akan kamu musnahkan dengan sekejap ataukah kamu akan menikmati proses “pembunuhan” itu dengan antusias dan bersemangat? Kalau kamu bingung, bisa coba baca komik ini sebagai gambarannya.

Ya benar, komik berjudul Death Note ini memiliki tujuh chapter yang disuguhkan pada edisi perdananya. Namanya juga masih jilid pertama, semuanya yang ada di dalamnya hanya terbatas pada perkenalan tokoh, awal mula konflik, dan pembentukan plot yang akan diawa ke jilid-jilid berikutnya. Langsung saja, simak sedikit ulasan dari saya. Mulai dari tokohnya yuk.

Chapter pertama dibuka dengan kondisi di sebuah dunia shinigami. Menurut bahasa Jepang, shinigami artinya dewa kematian. Di komik ini, para shinigami memiliki sebuah buku yang digunakan untuk membunuh manusia dengan menuliskan namanya. Satu shinigami bernama Ryuk yang sudah bosan di dunianya berpikir membuang bukunya ke dunia manusia.

Seorang siswa kelas 3 SMA bernama Yagami Light secara kebetulan menemukan buku kematian milik Ryuk. Light yang sangat cerdas sehingga selalu menempati ranking teratas dari seluruh siswa di seluruh penjuru negeri membuatnya bosan dengan hari-harinya. Menemukan buku kematian tersebut membuatnya heran sekaligus tidak percaya tentang “kesaktiannya”. Meski awalnya Light tidak percaya, “percobaannya” menuliskan dua nama orang jahat di buku kematian tersebut membuatnya berambisi menghabisi para kriminal jahat. Ia ingin menjadi “Dewa” di dunia yang tidak ada kejahatan dan penderitaan lagi. Pemikiran ini sedikit banyak terpengaruh dari ayahnya yang seorang kepala departemen di kepolisian, Yagami Soichiro.

Dengan begitu, orang-orang bodoh akan tahu bahwa “Kalau melakukan ini, akan dibasmi”… Aku akan menciptakan dunia yang hanya akan diisi oleh orang-orang baik dan pekerja keras yang sesuai keinginanku.

Kebiasaan Light membunuh orang-orang jahat dengan membabi buta hanya dengan membayangkan wajah dan menuliskan nama membuat kepolisian internasional berang. Pertemuan dunia akhirnya menghasilkan keputusan meminta bantuan seorang detektif handal yang tidak diketahui nama dan wajahnya, yaitu L.

Kalian berdua saling mencari lawan yang tak diketahui siapa namanya dan bagaimana rupanya. Lalu, yan terbongkar identitasnya pertama kali akan mati…

Dalam melaksanakan tugas, L didampingi oleh Watari yang misterius. Meskipun demikian, L dan Watari sangat solid dan tidak pernah gagal memecahkan kasus. Pun kali ini, L berusaha menguak identitas Light sesungguhnya. Mengetahui bahwa keberadaannya akan dicurigai, Light sudah mempersiapkan amunisi agar Death Note tidak bisa ditemukan siapapun.

Aku sering mendengar manusia yang pernah memiliki buku itu merasa kesulitan menyembunyikannya. Tapi mungkin baru kau saja yang melakukannya sejauh ini.

Wow. Just wow. Komik ini bagus banget. Pantas saja dilabeli komik dewasa. tema yang diangkat tentang pembunuhan dan intrik kejahatan bukanlah hal mudah yang bisa dicerna anak dibawah umur. Saya saja hanya bisa kagum dengan kepandaian Light yang tidak sesuai anak SMA pada umumnya. Apalagi ketika membuat tempat “persembunyian” buku kematian. Wow!

Sosok L dan Watari memang masih sangat kabur di jilid perdana ini. Cukup wajar sih soalnya pasti sang mangaka hanya ingin memfokuskan sepak terjang Light membasmi para penjahat dan hanya memberikan gambaran kasar tentang perjuangan L memecahkan kasus ini. Apalagi sosok shinigami Ryuk digambarkan cukup mengerikan dan tidak imut hahaha.

Sebenarnya tipe pemecahan kasus ala-ala detektif yang berasal dari dunia non-kepolisian bikin saya agak nganu. Bukannya apa-apa, soalnya pasti detektif dari non-polisi tersebut sangat pintar, bahkan melebihi kepandaian polisi sesungguhnya. Memang tidak salah, tetapi melihat para polisi hanya menjadi robot tidak berguna selain pengumpul data membuat saya jengkel.

Anyway, tema pembunuhan-tanpa-kontak-langsung ini sangat menarik. Bayangkan wajahnya dan tulis namanya serta sebab kematian, simsalabim langsung tewas. Memang terlihat nyawa tidak ada harganya. Namun justru konsep itulah yang unik. Pertanyaan saya, siapakah yang mencetak buku kematian? Bukankah di dunia shinigami tidak ada percetakan? Hmm…

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus