Rss

Archives for : October2016

The Big O (Jilid 1)

coverthebig1

Judul: The Big O (Jilid 1)

Komikus: Yadate Hajime & Ariga Hitoshi

Penerjemah: Febrian Anantasyah

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 214

Terbit Perdana: Mei 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Mei 2003

cooltext-blurb

BIG O – The guardian deity of the city in amnesia. Look! There goes on an iron giant!! Praise! His incredible power! Now it’s time to fight. BIG O!! Show Time!!

cooltext-review

Review-review saya sebelumnya kebanyakan berupa komik dengan jumlah halaman yang sedikit dan tema cerita yang sederhana dan cenderung mudah dipahami. Kali ini saya mencoba menyuguhkan review dari sebuah komik yang cukup tebal dengan tema agak bikin mikir. Here it is The Big O. Masih komik hasil karya mangaka Negeri Sakura, cerita yang saya rasa cenderung dystopia membuat sensasi membaca jadi berbeda.

Komik ini terdiri dari lima chapter yang dibuka dengan Prolog yang singkat dan diakhiri dengan Pembuatan Big O yang santai dan mengisahkan secuplik kejadian di balik pembuatan komik ini. Di antara keduanya ada tiga chapter yang masing-masing memiliki cerita tersendiri, meskipun ada keterkaitan sedikit terkait dengan tokoh yang berperan.

Chapter pertama adalah Mengambil Kembali Memori yang mengisahkan sebuah kota bernama Paradigme City. Kota ini memiliki penduduk yang mempunyai harta paling berharga. Bukan uang, bukan batu permata, melainkan ingatan atau memori. Memori di kota ini bagaikan uang. Mereka menyimpang di bank memori karena pada masa itu memori dapat hilang sewaktu-waktu dari pikiran manusia.

Adalah Kei, seorang gadis cantik bersama Marino, lelaki yang disinyalir adalah kekasih Kei. Mereka berdua kehilangan memori masa lalu. Akibatnya, mereka terlibat perjanjian dengan orang jahat bernama Beck Gold. Rencananya, Kei dan Marino harus membajak bank memori dan meminta uang tebusan dengan cara menyandera beberapa orang. Melihat situasi ini, Mayor Daston meminta bantuan kepada seorang juru runding bernama Roger Smith.

Meskipun “hanya” seorang negosiator, Roger ini bagaikan Batman dari Paradigme City. Ia memiliki seorang asisten bernama Norman dan tentu saja, sebuah robot raksasa yang menumpas segala macam kejahatan yang diberi nama Big O atau Megadeus, panggilan dari warga kota. Bisa ditebak akhirnya Kei dan Marino bisa dilumpuhkan oleh Big O meskiun Beck berhasil kabur membawa uang tebusan.

Bagaimana dengan memori kami!? Bagaimana dengan masa lalu kami berdua!? Apa kami berdua kekasih!? Atau saudara!? Apa kami pernah bermusuhan!? (Halaman 65)

Serangga Listrik adalah judul chapter kedua. Kali ini Roger sedang melakukan pekerjaan negosiasi dengan sebuah sekolah yang akan digusur karena pelebaran Kubah. Ya benar, kota Pradigme ini mengalami masalah cahaya matahari yang tidak bersinar sehingga ada kubah-kubah yang menyinari dengan sinar mentari buatan. Hanya orang kaya yang tinggal di dalam kubah sedangkan orang miskin ada di luar kubah berselimutkan kegelapan dan listrik byar pet.

Sheila adalah siswi di sekolah tersebut. Ia sering diejek teman-temannya karena dianggap berbohong tentang keberadaan serangga. Ia sesungguhnya tidak berbohong karena “serangga” yang ia maksud adalah buatan Dr. Miller, kakeknya sendiri yang merupakan seorang ilmuwan. Sayangnya kemampuannya digunakan oleh Beck, sang tokoh jahat kita untuk mengalahkan Megadeus.

Dibandingkan dengan ketika langit masih biru dan bunga masih mekar, apakah sekarang ada lingkungan dimana serangga bisa hidup? (Halaman 100)

Chapter ketiga berjudul Namanya Dorothy. Kali ini Roger mendapatkan klien seorang pria tua bernama Miguel Soldarno. Ia mengaku membutuhkan bantuan Roger karena putri kesayangannya, R. Dorothy, diculik oleh Beck (lagi-lagi dia!). Roger yang mendapat julukan sang juru runding nomor satu meyetujui permintaan itu. Sayangnya, ketika perjumpaan dengan Beck, yang diserahkan kepada Roger adalah sebuah(?) android yang mirip dengan Dorothy.

Merasa dibohongi, Roger berusaha membawa Dorothy yang asli dengan bantuan Big O. Namun, sepertinya Beck lebih cerdik dengan turut menculik “kakak” Dorothy dan membuatnya mengamuk di tengah kota. Belum juga keributan selesai, Dorothy-android ikut-ikutan bertarung dan membuat repot Mayor Daston. Bagaimana akhirnya?

Dasar, nggak sopan. Memangnya program etika nggak diprogram di otakmu ya? (Halaman 177)

Wow. Bagus juga nih tema yang diangkat. Dystopia(?) yang tidak jelas kapan waktu yang dijadikan latar dan seolah ada dimasa depan membuat The Big O sukses membuat saya tidak berhenti membacanya. Dalam waktu kurang dari satu jam saya sudah menyelesaikan komik ini. aura gelap dan action yang melibatkan robot dan warga sipil sungguh memukau. Selain itu Paradigme City yang masih misterius juga membuat saya bertanya-tanya tentang berbagai hal.

Mengenai pekerjaan Roger Smith, saya baru tahu lho ada pekerjaan seperti ini. Mungkin memang saya yang kurang pengetahuan, namun pekerjaan sebagai juru runding baru pertama kali saya temui. Sayangnya, mekanisme pekerjaan tidak diperlihatkan dengan jelas. Formula yang digunakan dalam tiga chapter awal ini hanya negosias-kejahatan oleh Beck-panggil Big O-bertarung-selesai. Begitu terus. Yah mungkin ini memang masih perkenalan.

Tentang Dorothy, eh android-Dorothy maksudnya, cukup kagum juga ternyata istilah android sudah digunakan komikus padahal ini komik aslinya terbit pada tahun 1999. Saya aja baru tahu istilah android ketika tahun 2010-an. Namun sepertinya lebih cocok kalau Dorothy ini disebut humanoid ya karena sudah berbentuk manusia dan bisa berpikir.

Bicara tentang artwork, saya rasa sudah bagus. Khas komik shonen yang padat dan cepat sehingga detil pertarungan menjadi terasa. Tetapi entah perasaan saya atau bukan, dominasi warna hitam menyelimuti perbagai panel komik ini. Ada bayangan dikit, jadi hitam. Lagi mati lampu sedikit, hitam lagi. Nggak ada gradasi abu-abu atau semburat lain yang menunjukkan perbedaan warna hitam dan putih. Hal ini cukup menyulitkan saya memahami adegannya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Kakoong (Jilid 2)

coverkakoong2

Judul: Kakoong (Jilid 2)

Sub Judul: Pahlawan Pulau Awan

Komikus: Lee Choong Ho & Uhm Jae Kyung

Penerjemah: Rani Adriana

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 176

Terbit Perdana: Agustus 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Agustus 2003 

cooltext-blurb

Kakoong dan teman-temannya datang untuk menangguhkan kebangitan raja Setan. Raja setan yang berusaha menyempurnakan kebangkitannya dihadapi dengan perlawanan Kakoong yang sengit untuk mencegahnya! Petualangan baru yang menegangkan untuk menjatuhkan raja Setan.

cooltext-review

Selain Jepang, Tiongkok, dan (tentu saja) Indonesia yang telah saya cicipi komiknya, kali ini saya akan membahas komik yang dibuat oleh warga negara Korea. Tidak tahu sih Korea Utara atau Korea Selatan. Yah Korea manapun itu, mari simak ulasan saya berikut ini. oh iya, mohon maaf saya tidak membaca jilid pertama dan melompat e jilid kedua. Jadi mohon maklum apabila saya mengulas berdasarkan pengetahuan saya di jilid ini hehe.

Melihat gambar sampul komik jilid kedua Kakoong ini langsung mengingatkan saya dengan judul komik terkenal dari Jepang. Ya benar, Dragon Ball. Awalnya saya kira ini semacam spin off dari Dragon Ball, terlebih ada naga dan tagline pulau awan. Namun saya keliru telah membunuh cinta dia dan dirimuu. Ternyata ini komik asli buatan Negeri Ginseng. Bahkan penulis cerita dan komikusnya berbeda orang.

Komik Kakoong jilid kedua ini terdiri atas sebelas bab yang saling berkaitan. Awal komik dibuka dengan pertarungan Kakoong melawan kelompok Kojak, Goliath, dan Hercules yang menghalangi niat Kakoong mencegah kebangkitan Raja Setan. Ketika Kojak telah dikalahkan, Kakoong justru terperosok ke dalam perut bumi dan meninggalkan ketiga rekan perjalanannya, Yoyo, Bakas, dan Shuba. Mau tidak mau Bakas harus melawan Goliath, dan Hercules.

Gigitan ini nggak akan lepas sebelum kamu atau aku mati. Ini harga diri anjing. (Halaman 71)

Di sisi lain, Kakoong yang tanpa sengaja terdampar di tempat Raja Setan disegel justru harus berhadapan dengan pemimpin kelompok Tikaman Berdarah, Gaak Samsengsura. Ia adalah lawan tangguh yang melebihi Kojak. Bahkan Kakoong harus mengakui kehebatan Gaak. Sesungguhnya Gaak adalah utusan Enam Jendral Setan yang terdiri atas Helena, Nihaoma, Kinggamingga, Kanimedes, Cyberdain, dan Solomon.

Bukanya tegang dan mencekam, si Gaak ini juga sok kuat dan justru membuat pertarungan mereka berdua terihat sangat kocak. Apalagi ketika Gaak yang menggunakan jubah(?) terbang harus melafalkan mantra yang kalau boleh saya katakan benar-benar konyol khas Indonesia. Tidak tahu sih ini benar atau tidak dari Korea. Terlebih pada akhirnya Gaak harus dikhianati jubahnya sendiri. Eh iya ini culikan mantra yang diucapkan Gaak:

Bumi gonjang ganjing, langit kelap kelap… Mbul gombal gambul gombale mumbul mumbul. Pret kutu kupret jeprat jepret karet. (Halaman 27)

Selain tokoh yang saya sebutkan di atas, masih ada tokoh lain seperti Ajagosa dan Nenek Kom yang mengirim Bakas untuk menemani Kakoong, dan tentu saja Russ Syper, sang Raja Setan. Bagaimana petualangan Kakoong dan yang lainnya di Pulau Awan? Apakah mereka sanggup menggagalkan kebangkitan Raja Setan?

Misi utama yang diemban Kakoong dan kawan-kawan di jilid kedua ini adalah menggagalkan kebangkitan Raja Setan dengan segala cara. Tidak ada namanya misi jika tidak ada halangan yang menghadang. Ya benar, Enam Jendral Setan sebagai perencana membangkitkan Raja Setan terus berupaya menyingkirkan Kakoong dan lainnya. Secara umum sih saya suka dengan kelihaian rencana Enam Jendral Setan disertai kegigihan Kakoong menumpas makhluk jahat itu.

Oh iya, ada hal menarik di setiap awal bab di komik ini. Ada game mini tiap awal bab sehingga menjadi semacam ice-breaking dan refreshing. Permainannya ada yang tebak-tebakan, memasangkan foto dan nama, bahkan ada juga semacam permainan ular tangga. Jadi selain menghibur lewat cerita asli, ada sisipan hiburan non-komik yang disuguhkan.

Kalau yang kurang nyaman adalah beberapa gambar yang menurut saya agak sadis ya karena digambarkan darah muncrat kemana-mana. Mungkin kalau komik ini terbit sekarang akan mendapatkan jatah blur dari lembaga sensor. Namun lambat laun saya jadi terbiasa dengan darah muncrat ini karena hal itu memang diperlukan sebagai dramatisasi cerita agar lebih greget. Sudah ya begini saja komentar saya. Sampai jumpa lagi~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Captain Fatz (Jilid 2)

coverfatz2

Judul: Captain Fatz (Jilid 2)

Komikus: Tatesako Fumiaki

Penerjemah: Alex Pribadi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 144

Terbit Perdana: September 2003

cooltext-blurb

Captain Fatz cs berangkat ke Negeri Api. Namun kemarahan Kenkakunoshin mencegat mereka. Apakah Doctor Skull itu biang keroknya?

cooltext-review

Satu lagi manga bertema petualangan sekelompok manusia berkekuatan khusus di sebuah negeri antah berantah. Salut deh, mangaka Jepang seperti tidak pernah kehabisan ide untuk menjadi tema cerita. Kali ini saya merasa membaca manga bertema hasil perpaduan cerita kolosal Kera Sakti dan Dragon Ball. Penasaran bagaimana kisahnya?

Tokoh utama pada komik jilid kedua (iya, saya kelewatan baca jilid pertamanya) Captain Fatz. Alkisah ada sekelompok petualang yang terdiri dari Captain Fatz, Jenpanzee, Lady Maid, Wave Knight, Minimander, dan Matatabimaru. Keenam pengembara ini sedang mengarungi dunia-dunia untuk mencari kepingan Peace Stone sebagai penyeimbang kedamaian dunia.

Setelah sebelumnya berhasil memberikan kedamaian di Dunia Air, kali ini mereka menepi di Dunia Tanah. Pada cerita pertama berjudul Super Evolve Gutz kali ini, mereka disibukkan dengan permasalahan Dunia Tanah yang dihuni oleh Keluarga Tanah yaitu hilangnya Peace Stone Dunia Tanah. Akibatnya kehidupan damai mereka terganggu dan harus menggunakan kostum khusus apabila keluar rumah.

Tak ada! Dunia tenang sudah berakhir. Peace Stone tak mungkin kembali. Tak akan tertolong laagi. (Halaman 12)

Ketika sedang sibuk mengurusi Peace Stone, Captain Fatz dihadang oleh Kenkakunoshin, si Pendekar Samurai yang ingin bertarung dengan Fatz. Ternyata oh ternyata sesungguhnya Kenkakunoshin ini ingin mengalahkan Gutz dan tidak sadar bahwa Gutz merupakan “wujud lain” dari Fatz. Ppada saat bersamaan, Jenpanzee bersama Tsuchiwarashi, sang Putri Dunia Tanah, terjebak dalam reruntuhan Kubah Suci tempat Peace Stone berada.

Cerita selanjutnya adalah Perselisihan Sengit di Dunia Api. Ya benar, kali ini rombongan Captain Fatz dan kawan-kawan mengunjungi kampung halaman Minimander di Dunia Api. Seperti yang sudah bisa diduga, di sini ada permasalahan pasca wafatnya walikota dunia tanah. Sahabat baik Minimander, Roller Rollie, bertarung sengit dengan Dyna dan anjing robotnya Maito karena Dyna ingin tahu keberadaan Peace Stone Dunia Api.

Hanya dengan Peace Stone, dia bisa mengendalikan api yang mengamuk dan semua kawah berapi di sini. ((Halaman 46)

Benar sekali, Dyna berambisi untuk menjadi walikota. Namun Rollie tidak bisa memberikan info keberadaan Peace Stone karena dia sendiri juga tidak tahu. Sementara itu, di Dunia Api ternyata ada musuh bebuyutan Captain Fatz yaitu Professor Skull dan Gorgo. Mereka berdua membentuk sekutu dengan Kenkakunoshin agar bisa mengalahkan Captain Gutz. Benar saja, dengan turunnya Kenkakunoshin ke medan perang, Dunia Api menjadi tidak terkendali.

Bangkitnya Sang Samurai adalah judul cerita ketiga. Kali ini hampir semua tokoh “berubah wujud” demi memenangkan pertarungan. Kenkakunoshin mendapat kekuatan ajaib dari Peace Stone dan berubah menjadi Kengonokami. Minimander yang berusaha menghentikan Foot Bus Z (gabungan Dyna dan Maito) turut berubah menjadi Chilimander. Bagaimana dengan Rollie tentu saja ia menjadi mode tempur bernama Tank Rollie.

Kutunggu kalian hancur bersama, dan kedua Peace Stone akan jatuh ke tanganku… (Halaman 78)

Sebagai penutup, ada cerita keempat berjudul Lahirnya Jurus Pamungkas. Meskipun sudah dapat ditebak bagaimana akhir petualangan di Dunia Api kali ini, saya tetap  tertarik mengikuti setiap jurus yang dikeluarkan masing-masing tokoh dalam membela diri. Apalagi beberapa selipan humor yang disuguhkan membuat aura pertarungan tidak lagi terlalu mencekam. Salut sekali deh.

Apanya yang duel! Kau manfaatkan para dewa api, itu kan namanya pengecut! (Halaman 118)

Saya suka sih dengan komik ini. cerita petualangan yang serunya dapet, humor yang seringkali diselipkan agar cerita antiklimaks juga dapet. Yang paling utama, konsep “berubah wujud” para tokoh yang cenderung unik dan bisa diatur semau gue menjadi ciri khas komik Captain Fatz. Bagaimana tidak, hanya karena memegang Peace Stone, sudah bisa berubah. Tapi tokoh lain bisa berubah wujud bagaikan ganti baju doang. Tentu saja perubahan itu turut menambah tenaga mereka.

Bagaimana dengan terjemahannya? Sejauh saya membaca sih baik-baik saja. Hampir tidak ada typo yang mengganggu. Enak mengalir dibaca. Hanya saja ada pemilihan kata yang tidak biasa sehingga membuat saya agak mengernyitkan dahi. Sebut saja kata “Mas”, “dijajal”, “dicolong”, dan “busyet” yang menghiasi beberapa sudut cerita. Memang sih secara arti saya bisa memahami. Namun aneh saja Fatz dipanggil dengan Mas Gutz padahal asli bikinan Jepang. Hmm~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Archi & Meidy (Jilid 2)

coverarchi2

Judul: Archi & Meidy (Jilid 2)

Sub Judul: Udara

Seri: Serial Misteri Ilmu Pengetahuan

Penulis: Wendy Chandra (Vega), MsBA. & Yohanes Surya, PhD.

Komikus: Li Julian

Penerbit: Megindo Tunggal Sejahtera

Jumlah Halaman: 224

Terbit Perdana: Januari 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Januari 2003

ISBN: 9799739209

cooltext-blurb

Archi dan Meidy kembali! kali ini mereka terlibat berbagai misteri ilmu pengetahuan yang ada hubungannya dengan udara. Apakah dara itu, sifat udara dan kegunaan udara dibahas habis di buku yang ke-2 ini. Bukan cuma itu saja, Archi dan Meidy berhasil memecahkan banyak kasus dengan menggunakan sifat udara. Salah satunya adalah cara meloloskan sebuah truk yang tingginya lebih tinggi dari gerbang sekolah bisa diselesaikan dengan jitu oleh kedua anak kembar tersebut.

Archi dan Meidy juga berkesempatan menjadi detektif di kasus spesial untuk mengungkapkan siapa yang memasang jebakan balon yang berisi air yang memakan korban seorang guru di kelas mereka. Petualangan lainnya Archi dan Meidy lebih gawat lagi, yaitu dengan hantu! Sewaktu mereka berlibur akhir pekan dengan mengunjungi bibinya, mereka malah terlibat dengan misteri hantu apartemen yang selalu mengganggu bibinya. Bagaimana Archi dan Meidy menerapkan ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan semuanya itu? Silahkan saja langsung buka buku Archi dan Meidy ke-2 dalam Serial Misteri Ilmu Pengetahuan.

Ingat tidak ada misteri yang tidak bisa dipecahkan, kalau kita mau berusaha………

cooltext-review

Komik ini sebenarnya sudah lama saya ketahui karena hampir satu dekade yang lalu saya berlangganan majalah bulanan Animonster (yang akhirnya kini sudah tutup usia). Hampir setiap edisinya ada iklan tentang komik Archi dan Meidy ini. Setelah saya lihat, ternyata komikusnya juga salah seorang kru redaksi majalah dan penerbit komik ini juga sama dengan penerbit majalah Animonster. Namun, peredaran komik ini di kota saya sangat minim sehingga saya baru bisa memperolehnya saat ada pesta buku murah.

Komik ini memiliki tokoh utama bernama Archi dan Meidy (ya iyalah), sepasang saudara kembar berbeda jenis kelamin yang masih duduk di kelas 6 SD. Pada dasarnya, komik ini adalah komik edukasi karena memuat unsur ilmu pengetahuan untuk anak sekolah. Hanya saja dikemas secara ringan dan diselipkan pada berbagai petualangan sehingga dimasukkan dalam Serial Misteri Ilmu Pengetahuan.

Cerita pertama berjudul Misteri Udara mengawali komik ini. Pagi itu, kelas Archi dan Meidy akan belajar bersama Pak Yosu mengenai udara. Pada cerita pertama kali ini benar-benar sarat akan ilmu pengetahuan. Mulai dari apa itu udara, kandungan udara, sifat udara, hingga contohnya. Tak lupa penyampaiannya sungguh menarik dan tidak membosankan karena disampaikan oleh teman-teman sekelas Archi dan Meidy.

Jangan marah dulu Pak, saya hanya memberikan contoh kalau makhluk hidup memerlukan udara. Lihat, Adi langsung lemas begitu saya tutup hidungnya….. (Halaman 15)

Cerita kedua menyajikan hal baru dalam judul Misteri Makhluk Hidup. Kali ini tokoh utamanya adalah Meidy yang sedang terbaring lemah tak berdaya karena sakit flu. Bukannya istirahat cukup, ia malah ngomel-ngomel melulu sehingga membuat sang ibu geleng-geleng kepala. Meidy iri dengan Newton, robot canggih yang polos, karena tidak perlu mengalami masalah seperti dirinya.

Lain halnya dengan Newton, kepolosannya dalam mengartikan ekspresi dan perasaan Katleen, kucing(?) ajaib peliharaan Meidy, dan ibu Meidy, justru membuatnya kebingungan dan ingin menjadi makhluk hidup saja agar memahami apa artinya “jatuh cinta”, “bahagia”, “kasih”, dan sebagainya. Lucu sekali melihat Newton panik dan mengganggu Meidy yang sedang istirahat.

Makhluk hidup mempunyai sesuatu yang tidak dimiliki benda mati… Walau oleh robot…. Atau komputer sepintar apapun… Yaitu… Perasaan… (Halaman 41)

Truk & Gerbang Sekolah adalah judul episode ketiga. Ketika Archi dan Meidy baru sampai sekolah, mereka melihat ada sebuah truk pengangkut barang tidak bisa masuk ke halaman sekolah dikarenakan ukurannya melebihi gerbang sekolah. Para mandor truk dan Pak Kepala Sekolah berinisiatif membongkar gerbang sekolah agar truk bisa masuk, karena mereka tidak melihat jalan keluar lain.

Archi dan Meidy yang menyaksikan kejadian itu memberikan sebuah jalan keluar yang tidak seekstrim membongkar gerbang. Bahkan solusi dari Archi dan Meidy bisa diselesaikan dalam beberapa menit saja. Wah kira-kira apa ya ide dari Archi dan Meidy agar truk bisa masuk ke dalam sekolah? Psst, idenya masih berhubungan dengan sifat dasar udara lho. Penasaran?

Padahal, perbedaan tinggi truk dan pintu gerbang tak begitu jauh… Cuma berbeda sekitar 5-8 cm sepertinya… (Halaman 48)

Selain cerita kasual keseharian Archi dan Meidy, ada cerita khusus di deretan keempat berjudul Special Case: Misteri Balon Air. Settingnya masih sama yaitu di kelas 6-A, kelasnya Archi dan Meidy. Saat itu mereke hendak ujian matematika. Namun sebelum ujian dapat dimulai, terjadi insiden balon berisi air menimpa kepala Pak Lamda, sang guru matematika. Akibatnya, beliau marah besar dan mengancam memberi semua anak kelas 6-A nilai nol.

Anak-anak tentu terperanjat. Bagaimana mungkin mereka harus mendapat nilai nol karena kejadian tak terduga itu. Apalagi Pak Lamda juga mengancam tidak akan mengajar kelas 6-A lagi kalau tidak ada yang mengakui perbuatannya. Selidik punya selidik, Archi bisa mengumpulkan enam tersangka pemasang balon air yaitu Joko, Dennis, Adi, Imran, Jefry, Connie. Lagi-lagi dengan sedikit kejelian dan pengetahuan, terungkap pelaku sebenarnya.

Kenapa ngga’ kamu periksa saja sidik jari yang ada di balon yang sudah pecah itu pasti ketahuan kan! (Halaman 87)

Kisah berikutnya masih berbumbu detektif ala-ala Archi dan Meidy berjudul Misteri Penunggu Apartemen. Kali ini kejadiannya di apartemen Tante Linda, adik ibu mereka berdua. Kondisi apartemen Tante Linda sangat bagus. Berada di lantai 16, kondisi mewah, serta dilengkapi kolam renang membuat Archi dan Meidy betah disana. Sayangnya, Tante Linda tidak berkenan memperpanjang masa tinggalnya di apartemen karena kerap diganggu hantu.

Ya benar, hantu itu membuat Tante Linda tidak betah. Awalnya Archi dan Meidy tidak percaya. Namun ketika mereka berdua dan Tante Linda menyaksikan sendiri si hantu, Archi dan Meidy yakin bahwa itu bukan hantu sungguhan. Penyelidikan pun dimulai. Ada tiga orang tersangka yaitu tetangga sebelah kanan dan kiri Linda, serta penghuni apartemen tepat di bawah apartemen Tante Linda. Kira-kira siapa ya pelaku yang menakuti Tante Linda?

Archi juga engga, kalau balon disembunyikan masih bisa, tapi kalau tabung gas hampir tidak bisa khan besar. (Halaman 165)

Selain lima cerita di atas, ada satu lagi cerita tambahan berjudul World Mission: Chapter 02. Cerita ini masih menghadirkan tokoh Archi dan Meidy, namun dengan setting waktu sepuluh tahun mendatang. Ya benar, kisah masa depan saat Archi dan Meidy sudah berusia dua puluhan tahun. Hanya saja karena saya ketinggalan mengikuti chapter satu, jadi saya tidak akan membahasnya. Padahal kalau dilihat-lihat ceritanya akan berbau sci-fi banget.

Komik Archi dan Meidy ini sunggu saya menyukainya. Gambarnya imut-imut dan sungguh sedap dipandang. Karakternya hidup dan jalinan ceritanya padat. Meskipun demikian, karena komik ini juga mumat ilmu pengetahuan untuk anak sekolah, penyajiannya juga cukup ringan dan tidak bertele-tele. Andai saja buku teks pelajaran sekolah berbentuk seperti ini, tentu tidak ada anak-anak yang malas belajar hahaha.

Mengenai artwork, saya suka gaya gambar Li Julian. Meskipun mirip dengan gambar manga, Yohanes dan Vega membuat segala setting dan budayanya Indonesia banget. Apalagi kalau membaca celetukan dan humor yang ada di setiap cerita, pasti kelihatan sekali itu dialog yang “Indonesia banget” hehehe. Sayangnya, ketika cerita bergulir di kelas 6-A, saya tidak bisa membedakan gambar karakter murid laki-laki. Soalnya mirip semuanya!!

Kalau anak-anak perempuan masih bisa dibedakan berdasarkan gaya rambutnya. Namun anak laki-laki pasti ya begitu-begitu saja model rambut usia SD. Dan sepertinya Li Julian tidak bisa membedakan dengan jelas sehingga saya mengira semua anak laki-laki di kelas 6-A adalah saudara kembar Archi semua. Untung saja ada penyebutan nama sehingga saya lebih sadar nama si tokoh.

Mengenai cerita yang berbau detektif-detektifan, terlihat sekali bahwa Li Julian mencomot persis pakaian Conan Edogawa dan Kaito Kid untuk beberapa panel pakaian Archi. Hal ini sesungguhnya sebagai gimmick aja sih biar tidak terlalu tegang. Hanya saja orisinalitas komik ini jadi sedikit” ternoda dengan hal itu. Untung saja hampir semua nama setiap karakter di komik ini tidak terlalu “bule” atau “negara orang” banget.

Oh iya, di akhir cerita pertama ada satu halaman berisi artikel serba-serbi udara yang sangat panjang. Sebenarnya isinya bagus dan sarat akan ilmu. Namun saking panjang dan tulisannya yang kecil membuat capek mata. Harusnya sih artikel seperti itu dipisahkan saja dalam beberapa halaman agar tulisannya besar dan tidak membuat lelah. Eits, ada juga kuis yang jawabannya bisa dikirimkan ke penerbit komik ini dan mendapatkan hadiah. Seru!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Pocket Monster Pipipi Adventure (Jilid 5)

coverpipipi5

Judul: Pocket Monster Pipipi Adventure (Jilid 5)

Komikus: Tsukirino Yumi

Penerjemah: Lidwina Leung

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 167

Terbit Perdana: 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2001

cooltext-review

Saya mengenal Pocket Monster atau biasa dikenal dengan Pokémon sudah sejak kecil. Anime yang mengisahkan pertarungan monster dengan kendali seorang pelatih pokémon membuat saya menyukai ritme kisah yang seru. Namun karena dahulu (dan bahkan hingga sekarang) stasiun televisi swasta hanya menayangkan pokémon-versi-bertarung, akhirnya saya juga menganggap bahwa semua kisah pokémon ya hanya tentang itu-itu saja.

Suatu ketika, saya menjumpai komik ini. meskipun ada judul Pokémon (dan tambahan Adventure), komik ini tidak seperti anime yang telah saya saksikan sebelumnya. Di komik ini, tokoh utama bukan lagi seorang pelatih pokémon yang biasa ada di anime. Tidak ada lagi pertarungan antar pokemon hanya untuk mendapatkan badge. Tidak ada pula segmen evolusi yang biasa terlihat di anima.

Yang unik di komik ini adalah tema cerita berkutat pada kehidupan sehari-hari. Di komik ini ada sembilan cerita kasual, satu bagian perkenalan pokemon baru yang muncul, dan diakhiri dengan satu cerita spesial tentang komikus dan dunia pokemon yang digeluti. Komik ini memiliki tokoh utama manusia dan pokémon. Tokoh manusia diwakili oleh beberapa tokoh, namun kebanyakan berkutat pada seorang gadis remaja bernama Maron dan gebetannya, Almond.

Pada cerita kedua yang berjudul Kencan Pertama, mengisahkan pokémon bernama Arbok yang hendak berkencan dengan sang pujaan hati, Wigglytuff. Karena tidak percaya diri pergi sendirian, ia mengajak Almond, Maron, Pikachu, Clefairy, dan Squirtle. Lokasi kencan mereka ada di sebuah lapangan permainan. Di sana terdapat berbagai macam permainan yang mengasyikkan sehingga Arbok berharap kencannya akan menyenangkan.

Pada awalnya Wigglytuff tidak terlalu tertarik, namun berkat usaha Arbok dan yang lain, ia bersedia ikut serta. Satu demi satu permainan berhasil dilewati. Tepat pada permainan terakhir menyeberangi sungai, Arbok hilang fokus dan membuat Wigglytuff dalam masalah. Waduh, lantas bagaimana ya akhir kencan mereka? Apakah Wigglytuff akan membenci Arbok karena kejadian tersebut?

Wigglytuff… Memelukku… Ah, aku sungguh beruntung… Begitu sampai, aku akan memberinya seikat bunga. (Halaman 35)

Cerita keenam yang berjudul Merry Christmas, Maron menurut saya adalah cerita yang sangat menyentuh. Jadi ceritanya beberapa hari sebelum Natal, Maron berencana membuat sebuah pesta seperti tahun-tahun sebelumnya. Sayangnya, Almond berkata tidak bisa datang karena harus menghadiri pertemuan perkumpulan pecinta pokémon karena ada kabar akan dihadirkan seekor pokémon langka bernama Dratini. Mendengar hal itu, Maron sangat marah.

Mengetahui hal itu, Squirtle, Charmander, Bulbasaur (Danerina), Pikachu, Clefairy, dan Jigglypuff berencana membuat kejutan agar Maron tidak sedih. Tepat pada malam pesta Natal Maron (yang hanya dihadiri oleh para pokémon dan Peace), para pokemon mengajak Maron ke sebuah taman yang tidak jauh dari rumah. Betapa terkejutnya Maron ketika telahs ampai disana. Kejutan manis dari para pokémon membuatnya terharu.

Buat apa! Maniak pokemon kayak dianggak usah dipikirin! (Halaman 104)

Jadi Cantik Karena Sihir Magikarp?! adalah judul cerita kedelapan. Kisah bermula saat Maron membaca sebuah artikel di majalah di toko buku tentang dampak jitu kumis Magikarp untuk hubungan asmara. Tak disangka, rival Maron dalam merebut hati Almond, Coconut, ada di toko buku yang sama dan mengetahui rencana Maron mencari kumis Magikarp.

Keesokan harinya, Maron, Pikachu, dan Clefairy berada di tepi pantai dan memanggil Horsea agar bisa membantu mereka meminta kumis Magikarp. tak disangka, ternyata ada Coconut dan Eeve yang tiba-tiba datang dan ikut serta ke dasar laut. Perjalanan mereka menjumpai Magikarp ternyata harus terhalang oleh Tentacruel yang tidak senang ada makhluk darat yang masuk ke laut. Bagaimana dong?

Eh, halo… Selamat siang… Begini, kami punya sedikit permintaan… Boleh nggak kami minta kumismu, sedikiiiit saja… (Halaman 144)

Pemahaman saya tentang cerita pokémon yang selalu saling bertarung dipatahkan oleh komik ini. Saya tidak tahu apakah ini komik berasal dari creator yang sama, ataukah ini sebuah spin-off, saya juga tak tahu. Namun yang jelas komik ini menawarkan sebuah “hidup” baru bagi para pokémon. Selain tokoh manusia yang sangat berbeda dengan tokoh pokémon-versi-tarung, cerita di komik ini juga menyenangkan dan tidak menegangkan.

Pokémon yang hidup sendiri tanpa masuk ke pokéball apalagi bertarung menjadi ciri khas komik ini. Lupakan pokémon yang tidak bisa berbicara bahasa manusia dan hanya bisa bertindak karena perintah pelatihnya, di sini semua pokémon memiliki perasaan dan perilakunya sendiri. Bahkan hampir semua pokémon bisa berbicara bahasa manusia sehinga Maron dan kawan-kawan menjadi teman baik para pokémon.

Teman. Ya benar, semua pokémon di komik ini bukanlah “monster peliharaan” manusia. Mereka adalah sahabat baik manusia dan bisa hidup sendiri. Meskipun ada beberapa pokémon yang hidup bersama manusia (misalnya Pikachu bersama Maron, Squirtle bersama Almond, Eeve bersama Coconut, dan Charmander bersama Peace), mereka bkanlah binatang peliharaan. Mereka tetap menjadi bagian keluarga dan mendampingi sang manusia.

Satu hal unik di komik ini adalah adanya perkenalan tokoh utama tiap awal cerita. Lucunya, perkenalan ini seperti latar belakang singkat tentang tokoh yang bermonolog sepanjang setengah halaman. Apalagi pada cerita pertama, Pikachu dan Clefairy menghabiskan jatah separuhnya hanya untuk diam saja. pokoknya seru deh. para tokoh dan pokémon semacam menyadari bahwa mereka hanyalah tokoh di sebuah komik.

Kalau bicara masalah kekurangan, sepertinya hanya satu yaitu tulisan di balonn kata pada beberapa halaman isinya tidak sinkron. Jadi ada dua halaman yang isi balon katanya sama persis padahal adegan yang tergambar jauh berbeda. Untung saja saya terbantu oleh gambar yang sedikit menjelaskan apa maksudnya daripada sia-sia membaca balon kata yang salah kaprah.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Digimon Tamers (Jilid 5)

coverdigimon035

Judul: Digimon Tamers (Jilid 5)

Komikus: Hongo Akiyoshi & Toei Animation

Penerjemah: Rahmi Vanina K.

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 160

Terbit Perdana: Desember 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Desember 2003

cooltext-blurb

Renamon dan Vajramon yang berbeda sikap saling mempertahankan pendapat mereka sendiri soal Digivolve. Pertempuran pun dimulai. Renamon kemudian Digivolve menjadi Taomon dan mengalahkan Vajramon…

cooltext-review

Saya adalah pengemar berat anime Digimon, bahkan melebihi Pokémon. Setiap monster(?) yang selalu berakhiran –mon membuat ciri khas Digimon benar-benar berbeda dibandingkan Pokémon. Apalagi seri Digimon sempat ditayangkan di televisi swasta belasan tahun silam, membuat saya tidak absen menyaksikan petualangan anak terpilih dan digimonnya setap hari minggu.

Namun, sungguh disayangkan saya kurang menyukai konsep yang diusung Digimon 03 atau yang biasa disebut Digimon Tamers ini. Mungkin saya gagal move on dari seri pendahulunya, mungkin juga otak saya kala itu kurang bisa mencerna pergantian konsep ini. Yah tapi mari nikmati saja versi komiknya ini.

Ada empat bab yang disuguhkan di komik jilid ketga ini. yang pertama mengambil judul Duel Bersama Deva. Suatu hari ketika Jen Lee dan Takato bermain di taman bersama anak-anak yang lain, muncul digimon jahat bernama Pajiramon dan Vajramon. Kedua digimon ini bertipe hewan suci. Merasa terdesak, Jen Lee menggunakan blue card untuk Terriermon. Tak disangka, perubahan biasa yang menjadi Gargomon berlanjut lagi sehingga menjadi Rapidmon. Apakah blue card itu sebenarnya?

Nggak bisa! Kalau digunakan kita nggak tahu efeknya. Tapi bagaimana… (Halaman 33)

Bab kedua berjudul Digital yang Indah lagi-lagi masih menghadirkan Pajiramon dan Vajramon. Kali ini yang menjadi sasaran adalah Lee, Takato, dan Rika. Karena sangat berbahaya, akhirnya Terriermon berubah menjadi Gargomon, Guilmon berubah menjadi Growmon, dan Renamon berubah menjadi Kyubimon. Ternyata digimon tipe hewan suci tersebut sangat kuat. Meski salah satunya kalah karena serangan Taomon (perubahan Kyubimon dengan blue card), yang lain tetap memaksa Renamon meninggalkan dunia manusia.

Digimon harusnya mengabdi pada Dewa Digimon. Pikirkan! Manusia akan menyingkirkan kita. Lalu kau akan kembali jadi sekumpulan data di dunia digital. (Halaman 63)

Meninggalkan digimon jahat yang mengusik anak terpilih, bagian ketiga berjudul Pertarungan Impmon ini menghadirkan digimon kecil bertanduk yang galau karena tidak bisa digivolve karena tidak memiliki partner manusia. Ia menjadi olok-olok Vajramon karena kekuatannya lemah. Tak terima, Impmon berjuang sekuat tenaga hingga babak belur menghadapi Vajramon.

Pasangan mulu, bosan! Memang kenapa kalau nggak bisa digivolve? Meski nggak punya partenr, aku bisa tambah kuat! (Halaman 105)

Blue Card Terakhir adalah bab terakhir komik ini. saat keadaan genting tersebut, Lee, Takato, dan Rika datang menyelamatkan Impmon. Rapidmon dan Taomon sudah berusaha sekuat tenaga mengalahkan Vajramon. Namun Takato yang tidak memiliki blue card tidak bisa membuat Growmon lebih kat lagi. tak disangka, Kenta, teman Takato, membuat sebuah “blue card” agar bisa digunakan Takato. Ternyata keajaiban terjadi. Growmon berubah menjadi Wargrowmon! Bagaimana bisa?

Belum dicoba kok bilang nggak bisa! Coba pikir, Guilmon yang lahir dari gambar yang dibuat Takato, yang penting itu keinginan! (Halaman 149)

Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya Digimon Tamers bukanlah seri figimon favorit saya. Sepertinya sejak seri ketiga ini saya sudah hilang minat dengan seri digimon selanjutnya. Meskipun masih saya tonton semasa anak-anak dulu, tetapi gregetnya jauh berkurang apabila dibandingkan seri perdana dan sekuelnya. Mengapa bisa begitu?

Yang pertama adalah konsep baru pada Digimon Tamers ini membuat saya merasakan digimon hanyalah permainan. Meskipun tetap ada konsep digivolve dan digivice, namun ikatan antara digimon dan anak terpilih bagaikan mainan dan pemiliknya. Ditambah dengan kekuatan digimon dan perubahan menggunakan kartu-kartu mainan yang diperjualbelikan secara bebas membuat digimon kehilangan jati dirinya.

Pertanyaannya, kartu-kartu mainan itu bagaimana mungkin bisa digunakan untuk digimon yang keberadaannya sangat terbatas. Belum lagi kejaiban-keajaiban tiddak masuk akal misalnya goresan tangan bisa menjadi nyata itu sangat tidak logis. Hal ini berbeda dengan digimon terdahulu yang masih bisa diterima dan ikatan emosional yang mengharukan antara digimon dan anak terpilih. Sudah begini saja ya reviewnya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

The Powerpuff Girls Z (Jilid 1)

coverpowerpuff1

Judul: The Powerpuff Girls Z (Jilid 1)

Komikus: Cartoon Network, Toei Animation, Aniplex

Penerbit: Citra Sastra Media

Jumlah Halaman: 96

Terbit Perdana: Juli 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2008

ISBN: 9789797791117

cooltext-blurb

POWERPUFF GIRLS TO THE RESQUE! – PENYELAMATAN POWERPUFF GIRLS! –

Gawat! Mojo mengamuk! Dia membuat para anak sekolah TK panik dan ketakutan, dengan mengurung mereka di dalam sebuah sangkar. Dapatkah Powerpuff Girls Z menggagalkan rencana jahat Mojo?

THE SECRET OF THE POWERPUFF GIRLS! – RAHASIA POWERPUFF GIRLS! –

Setelah Ken menggunakan bahan kimia Z hasil ciptaan Profesor Utonium untuk menghentikan badai salju, tiga anak gadis secara tak sengaja terkena pancaran sinar Z dan mendapatkan kekuatan super. Selain itu Mojo terkena pancaran sinar hitam yang membuatnya menjadi jahat. Bagaimana para gadis menghentikan niat jahat Mojo?

cooltext-review

Siapa yang tidak tahu tokoh The Powerpuff Girls? Saya ingat betul ketika belasan tahun yang lalu masih anak-anak, saya sering menonton kartun The Powerpuff Girls setiap minggu pagi. Desain gambar yang unik dan tidak biasa membuat saya menikmati tokoh superhero perempuan yang masih anak-anak ini. Apalagi humor yang terselip juga menghibur jiwa saya yang masih anak-anak kala itu.

Pada awalnya, The Powerpuff Girls adalah tokoh kartun produksi Cartoon Network yang terasa banget “dunia barat”-nya. Nah, kali ini ada sebuah proyek kerjasama dengan Toei Animation dan Aniplex dari Jepang untuk menghadirkan The Powerpuff Girls versi anime ala-ala. Penasaran? Sama, saya juga. Akhirnya lahirlah The Powerpuff Girls Z ini. Secara garis besar masih sama dengan versi pendahulunya, namun ada beberapa penyesuaian.

Komik ini adalah hasil komikisasi (apa ya sebutannya? Entahlah) versi anime. Ada dua judul cerita yang terkandung dalam komik ini. Yang pertama adalah Powerpuff Girls To The Resque! – Penyelamatan Powerpuff Girls! – yang mengisahkan kekacauan akibat ulah musuh bebuyutan Powerpuff Girls, Mojo Jojo. Ya benar, monyet ini menyandera anak-anak TK di Kota Baru Townsille karena ingin menguasai dunia(?).

Tidak ingin kotanya hancur, Tuan Mayor Walikota Kota Baru Townsville yang didampingi asistennya, Nona Bellum, menghubungi Professor Utonium agar memanggil Powerpuff Girls Z sesegera mungkin. Singkat cerita, Hyper Blossom, Rolling Bubbles, dan Powered Buttercup menghadapi Mojo Jojo di siang hari bolong. Tak disangka, mereka kelelahan dan terancam kalah!

Oh tidak! Gadis-gadis itu tak boleh makan es krim dengan musuh mereka di tengah-tengah pertempuran! (Halaman 37)

Cerita kedua memiliki judul The Secret Of The Powerpuff Girls! – Rahasia Powerpuff Girls! – yang mengungkapkan asal-usul Powerpuff Girls Z. Kalau masih ingat, versi original Powerpuff Girls adalah para gadis cilik itu hadir akibat Professor Utonium tidak sengaja mencampurkan unsur kimia X dalam campuran “pembuat manusia” ciptaannya. Kali ini asal-usul Powerpuff Girls sedikit berbeda dengan versi asli.

Jadi di sini, unsur kimia X bukan penyebab terciptanya Powerpuff Girls, melainkan tercampurnya unsur kimia X dengan roti bakpau karena tersenggol Peach, anjing Professor Utonium. Alhasil tercipta unsur kimia Z. Kebetulan, saat itu di Kota Baru Townsville ada gunung es misterius. Anak Professor Utonium, Ken Kitazawa, menggunakan unsur X untuk menghancurkan gunung. Namun, ada tiga sinar putih dan satu sinar hitam yang terlepas ke udara.

Kita harus melakukan banyak penelitian dan percobaan lebih lanjut, sebelum menggunakan bahan kimia Z. (Halaman 62)

Ya benar. Tiga sinar putih menghantam tiga orang gadis SMP (kayaknya) yang berbeda dan mereka menjadi The Powerpuff Girls Z (karena unsur kimia Z). sedangkan satu sinar hitam menghantam seekor monyet di kebun binatang sehingga menjadi Mojo Jojo, musuh pertama dan sejati The Powerpuff Girls Z.

Suka! Ya benar, saya suka dengan remake The Powerpuff Girls ini. Selain tampilannya yang ala-ala anime dan karakter yang moe, beberapa perbedaan membuat The Powerpuff Girls Z memiliki cita rasa baru. Namun demikian, hal-hal dasar sebagai “jiwa” The Powerpuff Girls original masih dipertahankan, termasuk Mojo Jojo.

Pada jilid pertama ini, masih belum terlalu jelas siapa nama para anak perempuan yang menjadi The Powerpuff Girls Z. Soalnya mereka kan anak gadis yang tidak kenal satu sama lain dan bukan “anak” ciptaan Professor Utonium. Saya juga suka dengan beberapa tokoh baru seperti Ken dan Peach. Oh iya, Nona Bellum di The Powerpuff Girls Z ini masih sama lho “ciri khas”-nya ketika di The Powerpuff Girls.

Mengenai humor, saya rasa judul baru ini juga tidak kalah kocak dengan pendahulunya. Misalkan saja ketika Mojo Jojo menyandera anak-anak TK di sangkar burung raksasa dan meminta permen karena ingin menguasai dunia. Maksud ngana? Selain itu kepolosan The Powerpuff Girls Z juga unik sih. Bisa-bisanya makan es krim ditengah pertarungan.

Kekurangannya apa ya? Palingan kurang banyak aja halamannya. Padahal kertas komiknya sudah lux licin dan full color pula. Mungkin ini juga yang membuat saya tidak kerasa saat membaca. Tiba-tiba udah kelar aja. Penasaran juga sih bagaimana musuh-musuh The Powerpuff Girls Z yang lain aksinya bagaimana. Sudah ya, sayonara~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Big Ear Tu Tu (Jilid 1)

covertutu1

Judul: Big Ear Tu Tu (Jilid 1)

Komikus: Shanghai Animation Film Studios

Penerjemah: Putri Anggia

Penerbit: Citra Sastra Media

Jumlah Halaman: 96

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

cooltext-blurb

Tu-tu adalah seorang bocah berumur 3 tahun yang polos, kritis, lucu, dan enerjik. Kehidupan sehari harinya dipenuhi dengan ide dan pertanyaan aneh. Kadang kepintarannya berkelit dan mencari alasan membuat ayah dan ibunya tak dapat berkata-kata. Namun dibalik kenakalan dan tingkah lakunya yang terkadang terlihat bodoh itu, ia selalu mendapatkan pelajaran bermakna yang disampaikan kepada para pembaca melalui “Pesan Moral Tu-Tu”.

cooltext-review

Setelah beberapa kali mengulas komik dari belahan benua barat, kali ini saya kembali dengan sebuah komik dari benua Asia. Bukan Indonesia, melainkan dari negara Tiongkok. Komik ini berjudul Big Ear Tu Tu. Kalau baca dari blurb-nya sih, hampir mirip dengan komik Crayon Shinchan (yang sudah banyak saya ulas sebelumnya). Tetapi mungkin ada perbedaannya sih, mengingat awalnya Big Ear Tu Tu berbentuk animasi kemudian dikomikkan.

Tokoh utama komik ini tentu saja adalah Tu Tu, seorang bocah batita yang cerewet dan selalu ingin tahu. Ia bersama ibunya, Siao Li, dan ayahnya, Ing Cin, tinggal di sebuah apartemen. Cerita pertama komik ini dibuka ketika Tu Tu bermain bersama sahabatnya, Siao Mei dan Cuang Cuang di taman dekat apartemen.

Obrolan anak-anak mulai mengemuka ketika Siao Mei bertanya kepada Tu Tu tentang asal usul seorang anak. Tu Tu yang lebih muda daripada Siao Mei tidak bisa berpikir jawabannya apa. Sedangkan Siao Mei berujar bahwa seorang anak muncul dari celah batu (ebuset macem kera sakti aja). Sementara itu, Cuang Cuang yang paling tua malah berpendapat yang tidak lebih baik dibandingkan Siao Mei.

Begini… Asal punya uang, kau bisa beli apa saja. Termasuk anak! Mengerti? (Halaman 13)

Cerita kedua adalah saat-saat ketika sebentar lagi Tu Tu berulang tahun. Anak semata wayang dari Siao Li dan Ing Cin ini ditawari oleh kedua orang tuanya, ingin meminta kado apa saat ulang tahunnya seminggu lagi. pada awalnya saya kagum dengan ucapan Tu Tu. Namun kekaguman saya sirna saat Tu Tu mengucapkan keinginannya sebagai berikut.

Aku ingin Ibu memberikan… Ibu melahirkan seorang kakak, cukup seperti Kak Cuang Cuang saja! (Halaman 51)

Jujur ketika membaca komik ini, otak saya selalu membandingkannya dengan Shinchan. Saya tidak tahu apakah pencipta Tu Tu ingin membuat tokoh polos, cerdik, sekaligus nakal seperti Shinchan atau tidak. Namun saya merasa tokoh Tu Tu ini bodoh alih-alih cerdas seperti Shinchan. Tu Tu memang polos, namun kepolosannya yang dilanjutkan dengan ujaran yang harusnya menghibur justru membuat saya jengkel seperti yang dirasakan ayah ibunya.

Keheranan saya saat membuka komik ini adalah adanya dua halaman di awal dan akhir komik (total empat halaman) yang isinya iklan minyak cap k*p*k. saya tidak tahu apa fungsi iklan di komik ini. sebagai sponsor kah? Entahlah. Selain itu, tidak adanya judul setiap cerita membuat saya agak bingung diawal mengenai inti ceritanya. Sebagai pemisah antar cerita hanya ditandai dengan Pesan Moral Tu Tu.

Ya benar, Pesan Moral Tu Tu adalah sisi positif dari komik ini. pantas saja komik ini memang ditujukan untuk semua umur termasuk anak-anak. Dengan adanya pesan moral, orang tua anak-anak bisa menceritakan hal positi apa dari cerita Tu Tu. Yah meskipun agak tidak sinkron antara penempatan panel gambar, ekspresi tokoh, dan dialognya, komik ini masih cukup bisa dinikmati. Mungkin hal ini efek dari aslinya animasi lalu dijadikan komik full color.

Oh iya, komik ini memberikan bonus VCD yang berisi versi animasinya. Saat saya menontonnya, aduh justru lebih berantakan dibandingkan versi komik. Pengisi suara dengan gambarnya terkesan asal-asalan dan dipaksakan sekali penempatannya. Saya tidak tahu tehnik pengisian suaranya, namun saya kecewa dengan animasinya. Apa lagi ada beberapa gambar yang agak buram sehingga mengganggu kenyamanan.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Duo Hippo Dinamis

coverduohippo

Judul: Duo Hippo Dinamis

Sub Judul: Tersesat di Byzantium

Penulis: Trinity & Erastiany

Komikus: Sheila Rooswitha

Penerbit: B First

Jumlah Halaman: vi + 130

Terbit Perdana: Mei 2010

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Mei 2010

ISBN: 9786028864015

cooltext-blurb

Trinity memang tak ada matinya! Petualangan serunya keliling dunia dalam The Naked Traveler 1 dan The Naked Traveler 2 membuat orang tak pernah puas membacanya jika hanya sekali. Orang tetap kagum dan tertawa ngakak membaca pengalaman serunya.

Kali ini, Trinity bersama Nina pamer pengalaman seru mereka. Mereka menjelajah Turki! Duet antihero, KK (Nina) dan DD (Trinity) ini dinamai Duo Hippo Dinamis. Dua-duanya perempuan gembul yang doyan berenang dan jalan-jalan.

Digambar dengan sangat telaten oleh Lala (Sheila Rooswitha), dalam episode Tersesat di Byzantium ini, KK dan DD melakukan perjalanan impulsif ke Turki, yang–meskipun tetap berisi pengalaman wisatawan pada umumnya–penuh dengan berbagai insiden tak terduga, yang membutuhkan nyali petualang, semangat, nekat, dan humor yang tinggi untuk melaluinya.

Menikmati bangunan bersejarah yang terawat baik, mencoba mandi ala Turki dan bermalam di kereta berkabin hanyalah segelintir peristiwa seru dari graphic travelogue ini. Yah, ini adalah graphic travelogue, buku catatan perjalanan ke Turki yang diwujudkan dalam bentuk gambar, bukan sekadar tulisan. Mau tahu serunya perjalanan Duo Hippo Dinamis? Baca buku ini!

Happy Hippos Traveling!

cooltext-review

Saya kira buku seri The Naked Traveler bukanlah judul yang jarang diketahui masyarakat Indonesia. Cerita sang penulis, Trinity, dalam mengarungi berbagai tempat memang mudah disukai. Namun kali ini ada yang beda. Trinity melahirkan sebuah bentuk baru catatan perjalannya, yaitu sebuah komik! Mengusung konsep graphic travelogue, Trinity bersama sahabatnya, Nina, dibantu Sheila sang tukang gambar, melahirkan komik Duo Hippo Dinamis.

Di awal komik ini, tentu saja memperkenalkan tokoh utama. Siapa lagi kalau bukan DD alias Trinity serta KK alias Nina. Keduanya diceritakan latar belakang keseharian dan “tampilannya” dalam judul Berjaya di Lautan, Mandeg di Daratan. Keduanya yang memiliki bobot tubuh ekstra ini suka sekali dengan kegiatan berenang, baik di kolam ataupun di lautan. Meskipun beberapa orang mencibir, toh nyatanya mereka tetap pede berbikini ria.

Tapi yang paling aneh adalah.. mayoritas rakyat tanah air yang takut hitam dan takut laut ini menyebut negaranya sebagai negara maritim!

Menginjak cerita kedua yang memiliki judul persis dengan judul komik, Duo Hippo Dinamis, KK dan DD yang masih berstatus pengangguran sedang mati gaya di rumah. Celetukan KK yang mengajak DD jalan-jalan ke Turki langsung diiyakan. Dan begitulah, halaman selanjutnya mereka telah sampai di bekas ibu kota Kekaisaran Byzantium di Istanbul. Destinasi mereka selanjutnya adalah ke Cappadocia.

Ibarat kita di terminal Blok M, tapi mau nanya mau ke Toraja, trus nanyanya sama kenek Kopaja! Dia mana tau??!! Palingan dia mikir kita turis gila.

Jaraknya yang amat sangat jauh tidak disadari DHD (alias Duo Hippo Dinamis) ini sehingga mereka tidak mendapatkan informasi akurat bagaimana cara sampai ke sana. Untung saja setelah muter-muter, mereka bisa mendapat pencerahan mengenai rute sampai ke sana dengan kereta api. Nah di kereta ini mereka berjumpa pria Turki yang fasih bahasa Indonesia bernama Tezar Tezzzertzzz yang akhirnya dipanggil Tezer Extraterrestrial dan disebut E.T oleh DD.

Duo Hippo Dinamis yang kurang suka berpikir panjang, main ngikut orang sembarangan, lantas melangkah dengan optimis mengikuti E.T.

Ya benar, E.T mengajak KK dan DD turut serta ke Ankara, tepatnya ke Bilkent University untuk mengurus dokumen dentitas diri akibat “masa lalu” E.T yang cukup sangar. Setelah sedikit insiden di Bilkent, akhirnya E.T gantian ikut serta ke Cappadocia bersama DHD. Untung saja sesampainya di stasiun Kayseri, mereka bertiga dijemput oleh Hasan dan Mehmet, kawan lama E.T. Selain dijemput, mereka bertiga juga dijamu di rumah Hasan.

Penghuni di rumah Hasan adalah istrinya, Elif; ibunya Hasan, Emine atau biasa dipanggil Anne-Anne; Mehmet dan istrinya, Suzan; serta anak Mehmet bernama Melise. Sambil santai-santai menikmati sarapan, ada kisah hidup Hasan yang diceritakan. Tidak mau berlarut dalam kesedihan, DHD mengajak E.T, Hasan, Mahmet, dan Melise jalan-jalan. Mereka menyinggahi Winery, tempat pembuatan minuman anggur dan Underground City di Derinkuyu.

Enak juga ya jadi penduduk Uchisar, mau bangun rumah nggak usah beli bahan material, tinggal masuk aja….

Mereka juga tidak lupa diajak Hasan ke Uchisar yang memiliki “istana” batu. Setelah itu mereka beranjak ke Lembah Ihlara dan ditutup dengan pengalaman menakjubkan mereka menaiki balon udara saat pagi hari. Jujur sih pengalaman DHD yang ini yang bikin saya sirik banget hehehe. Setelah itu DHD melanjutkan ke destinasi selanjutnya yaitu Antalya dan berpisah dengan E.T dan keluarga Hasan.

Kalau untuk ukuran orang Jepang muat 20 orang, tapi kalau ada yang potongannya seperti kalian paling hanya 16 orang.

Perpisahan DHD dengan E.T memang menjadi akhir dari komik ini. Meskipun ada beberapa gambar ala-ala foto saat berada di beberapa tujuan lain, saya sih inginnya digambarkan juga kejadian-kejadian yang terjadi di sana. Apa lagi saya suka sekali dengan goresan gambar Sheila yang kocak dan tidak rumit. Kesannya jadi khas Indonesia banget.

Satu hal yang sangat saya sesalkan adalah tidak adanya nomor halaman di setiap halamannya. Kan saya jadi susah kalau mencantumkan kutipan ataupun menandai terakhir kali saya membaca. Apa sih susahnya mencantumkan nomor halaman saja. Selain itu, ukuran buku yang besar juga tidak terlalu nyaman dibawa ke mana-mana. Padahal kalau ukurannya lebih kecil tapi lebih tebal pasti makin bagus hehehe.

Oh iya, saya agak-agak aneh dengan dialog sebagian besar orang non-Indonesia.. Bukannya saya tidak suka kalau ucapan orang asing langsung diterjemahkan ke bahasa Indonesia, namun sebaiknya pakai bahasa asli aja, atau paling tidak bahasa Inggris deh, dengan dilengkapi catatan kaki. Selain bisa belajar bahasa, kan sebagai penanda aja kalau DHD memang ada di negara lain. Tapi overall sudah bagus. Semoga ada edisi selanjutnya deh :)

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Le Petit Spirou (Jilid 5)

coverlepetit5

Judul: Le Petit Spirou (Jilid 5)

Sub Judul: Terima Kasih pada Siapa?

Sub Judul Asli: Merci Qui?

Komikus: Tome & Janry

Penerjemah: Helen Ishwara, S.S.

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 96

Terbit Perdana: September 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, September 2001

cooltext-review

Saya sudah beberapa kali mengulas judul komik yang berasal dari daratan Eropa. Kali ini saya masih akan membahas komik yang asalnya sama namn berbeda judul. Ya benar, Le Petit Spirou ini adaah komik yang berasal dari negara Belgia (atau Belgium). Wah jarang-jarang nih ada komik negara ini yang diterbitkan di Indonesia. Yah meskipun ini komik terbitnya juga sudah lama, namun humornya masih bisa dinikmati kok.

Pada Le Petit Spirou jilid kelima ini ada 37 cerita pendek banget karena dua halaman tamat serta satu cerita panjang yang tertuang dalam sebelas halaman. Tipe komik ini bukan komik empat kolom yang langsung tamat sih, namun sepertinya memang ciri khas yang diusung Tome dan Janry untuk Le Petit Spirou adalah demikian. Karena tidak mungkin saya membahas 37 cerita yang sangat pendek, jadi saya ceritakan sedikit cerita yang panjang saja ya.

Cerita ini berjudul Kenapa Pak Megot Marah Melulu. Jadi ceritanya Spirou, Vertignasse, Ponchelot, dan Bencong (entah nama aslinya siapa, nggak disebutin) sedang kemping ala—ala pakai api unggun di dekat rumah Spirou. Seperti biasa kebiasaan yang lumrah dilakukan saat api unggun adalah bercerita (helaah). Kali ini Spirou bercerita tentang Pak Megot, guru olahraga di sekolah.

Spirou serta merta menilai bahwa gurunya tersebut adalah pribadi yang galak. Semua itu karena Pak Megot adalah orang yang kesepian. Mulai dari tidur malam yang tidak nyenyak, tidak mendapatkan kecup selamat pagi dari ibunda, hingga kegagalan percintaan dengan bu guru kelas menulis ataupun bu perawat di klinik sekolah. Sampai-sampai untuk berkenalanpun Pak Megot menggunakan alibi anak didiknya.

Tak lama kemudian, tidak ada lagi yang bisa dibawa ke bu perawat. Perjuangan memerangi pengangguran jadi terhenti… (Halaman 12)

Cerita-cerita lainnya karena saking singkatnya membuat saya tidak kuasa menuliskan kelucuannya hahaha.. Namun beberapa hal yang bisa saya simpulkan adalah Spirou yang sifatnya sangat jahil dan semaunya sendiri, plus doyan perempuan padahal masih usia SD. Bisa dikatakan Spirou ini seperti Shinchan versi Eropa, dengan kadar yang tidak separah Shinchan. Sedangkan teman-temannya Spirou juga mata keranjang, termasuk teman yang perempuan.

Kebanyakan cerita di komik ini adalah tentang dunia sekolah. Yah, meskipun ada beberappa cerita seperti bermain di pantai, di taman, atau yang lainnya, dunia Spirou yang notabene masih SD disajikan lebih dominan di komik Le Petit Spirou ini. Duh saya nggak habis pikir kalau mereka sekolah ambil kelas hanya karena fisik gurunya.

Eh iya, jadi sekolahnya Spirou ini dimodel seperti kuliah. Ada kelas olahraga, kelas menulis, kelas IPA, dan sebagainya. Bahkan ada kelas khusus ekstrakurikuler juga. Nah salah satunya adalah kelas teknik mesin yang isi kelasnya SEMUANYA perempuan hanya karena gurunya ganteng dan atletis. Sebaliknya, Spirou dan SEMUA kawan-kawan laki-laki ikut kelas ekstrakurikuler menjahit hanya karena gurunya seksi dan cantik.

Kekurangan yang sangat mendasar dari komik ini adalah jumlah halaman yang terlalu tipis. Hanya 96 halaman bo’ itupun sepuluh halamannya masih dipakai hal yang bukan panel komik. Agak agak kekurangan sih hehehe. Tapi saya bersyukur juga sih ada halaman khusus tentang pengenalan tokoh-tokoh utama yang menghiasi komik ini. tidak banyak sih, hanya beberapa saja yang sering nongol.

Tentang artwork, yah namanya juga komik jadul yang terbit tahun 90an, jadi goresannya masih kasar dan belum halus. Tapi secara umum sudah bisa dinikmati karena pernak-pernik yang tidak penting tidak disajikan seluruhnya dalam satu panel. Hanya mungkin tulisan di balon kata yang tidak konsisten model tulisannya sehingga kadang bikin saya sulit membaca. Hal ini karena tulisannya adalah tulisan tangan, bukan komputer.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Spaghetti (Jilid 5)

coverspaghetti5

Judul: Spaghetti (Jilid 5)

Sub Judul: Spaghetti dan Grand Zampone

Judul Asli: Spaghetti et le Grand Zampone

Komikus: Dino Attanasio & René Goscinny

Penerjemah: Erawati Heru Wardhani

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 128

Terbit Perdana: Juni 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juni 2001

cooltext-blurb

Spaghetti ditawari oleh Prosciutto untuk menjadi manajer Grand Zampone, juara tinju sejati yang memiliki sedikit kelemahan. Berbagai pertandingan berhasil dimenangkan Zampone hingga suatu hari dia ditawari kontrak oleh Trifolato untuk bertanding di Amerika Serikat. Spaghetti dan Prosciutto setuju dan menandatangani kontrak tersebut. Namun, mereka berdua tidak menyadari bahwa Trifolato adalah anggota gangster yang ingin memanfaatkan Zampone untuk mengeruk keuntungan. Bagaimana nasib Spaghetti, Prosciutto, dan Zampone selanjutnya? 

cooltext-review

Komik dari Indonesia? Sudah pernah baca. Komik dari Jepang? Sudah sering juga. Komik dari Amerika? Sudah pernah juga. Kalau komik dari Eropa? Wah ini jarang saya temui. Yap, kali ini saya berkesempatan membaca komik dari benua Eropa. Komik ini berjudul Spaghetti. Bukan, komik ini bukan komik kuliner ataupun personifikasi makanan yang berbicara. Namun komik ini memiliki tokoh utama bernama makanan yang terbuat dari mi kenyal tersebut.

Spaghetti dan (orang yang tidak dianggap) sahabatnya, Prosciutto, adalah dua orang yang sering berpindah-pindah pekerjaan. Spaghetti tidak suka dengan Prosciutto karena kapanpun Prosciutto hadir dalah hidupnya, sebuah masalah akan segera dimulai. Seperti pada cerita pertama kali ini yang berjudul Spaghetti di Padang Pasir. Spaghetti yang berjalan santai harus terlibat dengan Prosciutto yang mengajaknya bermain iklan.

Setelah syuting iklan itu selesai, tak disangka Spaghetti dan Prosciutto diculik orang asing menuju negara Narghile. Negara ini dikuasai oleh dua suku besar yaitu Suku Narghile yang dipimpin Iman Abdallah el Narghile dan Suku Kador yang dipimpin Syekh Mohammed el Kador. Keduanya saling memperebutkan kekuasaan dan akhirnya dipilih jalur adu kecerdasan untuk memimpin negara itu.

Zederhana zaja, kalau kita nggak memberi pelajaran, kita dipenggal. Kalau Iman nggak mau belajar, kita juga dipenggal. Tapi kalau kita mengajari Iman, Zyekh el Kador akan memenggal kita! (Halaman 19)

Ya benar sekali, Iman yang masih kecil diwalikan oleh pamannya, Mimoun el Cafe. Sang paman menculik Spaghetti dan Prosciutto agar keduanya mengajari Iman supaya kelak Iman bisa mengalahkan Syekh el Kador. Di sisi lain, kubu el Kador juga menyimpan taktik menculik Spaghetti dan Prosciutto agar sang Syekh bisa memenangkan pertandingan. Wah, kira-kira bagaimana nasib Spaghetti dan Prosciutto?

Cerita kedua dalam komik ini berjudul Spaghetti dan Grand Zampone seperti yang tercantum pada cover. Kali ini Spaghetti terjerumus dengan ajakan Prosciutto untuk menjadi manajer seorang petinju hebat bernama Zampone. Sayangnya, petinju ini memiliki kekurangan tidak bisa bertanding apabila disaksikan orang-orang. Bahkan dalam pertandingan pertamanya melawan Kid Bongo saja, Zampone hampir kalah.

Tepat ketika Prosciutto “mengakali” pertandingan sehingga Zampone keluar sebagai pemenang, muncul manajer Kid Bongo yang bernama Joe Trifolato bermaksud menawari kontrak eksklusif pada Spaghetti dan Prosciutto. Melihat ini adalah peluang emas, Prosciutto menyanggupi kontrak baru itu, meskipun mereka harus segera terbang ke bandara Idlewild, New York.

Untuk menghindarinya, aku putuskan untuk kalah dalam pertandingan karena mereka butuh petinju yang tak terkalahkan… Makanya aku memanfaatkan lampu padam untuk pura-pura KO. Tak kusangka kau memukul wasit… Tapi akhirnya semua berjalan lancar dan aku terbebas dari cengkeraman gangster! (Halaman 83)

Di New York, Spaghetti, Prosciutto, dan Zampone bertemu dengan Stufato, bos organisasi gangster itu. ternyata alasan Zampone diterbangkan ke New York adalah untuk kepentingan pribadi organisasi itu. tepat saat itu, kekurangan Zampone yang pemalu telah pudar. Masalahnya, bagaimana cara Zampone dan lainnya kabur dari pertandingan melawan Kid Dodo yang harusnya menyukseskan rencana Stufato?

Satu hal yang membuat saya tertarik dengan komik Spaghetti ini adalah: unik. Apanya yang unik? Penulisan dialog Spaghetti dan Prosciutto ini. Semua huruf “s” diganti menjadi huruf “z” untuk setiap ucapan mereka berdua. Saya tidak tahu apakah naskah aslinya demikian. Meskipun awalnya membuat saya tidak nyaman, lama-kelamaan bisa saya nikmati juga “keunikan” penulizan, eh penulisan ini.

Selain penggantian huruf tersebut, satu kebiasaan Spaghetti dan Prosciutto adalah sering memakai imbuhan “Ma” dalam ucapannya, khususnya ketika mengeluh ataupun kesal. Tidak ada arti tersendiri sih kalau saya lihat-lihat, hanya sebuah ciri khas saja. Dan hanya mereka berdua saja yang terjangkit kebiasaan “z” dan “Ma” ini. pantas saja keduanya dipanggil sebagai saudara se-pizza, alih-alih saudara sepupu.

Mengenai tokoh, saya sangat membenci namun juga menyukai tokoh Prosciutto, bukannya Spaghetti. Apa ya, Prosciutto ini orangnya menyebalkan dan seenaknya sendiri sehingga membuat Spaghetti ikut ketiban masalah. Namun sesungguhnya kalau mau hitung-hitungan, Prosciutto ini jauh lebih menderita dibandingkan Spaghetti. Sedangkan Spaghetti tipikal tokoh yang mujur dan cerdas nan baik hati. Jadi kurang membekas hehe.

Oh iya, pada akhir buku komik ini, ada empat halaman spesial mengenai profil dan jejak karir Dino Attanasio, sang komikus. Saya baru tahu bahwa Attanasio hanya sebagai “tukang gambar” sedangkan ide cerita dan penulis skenario adalah René Goscinny. Bagus sih menambah wawasan sebagai trivia dibalik karya Spaghetti. Psst, ada “evolusi” karakter Spaghetti juga yang dibocorkan sejak awal muncul hingga populer. Suka deh!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Superman Adventures (Jilid 8)

coversuperman8

Judul: Superman Adventures (Jilid 8)

Komikus: Jerry Siegel & Joe Shuster

Penerjemah: Maya Soeratman

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 144

Terbit Perdana: September 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, September 2002

cooltext-blurb

The hero who saved comic books. Superman Adventures – Kingdom Come – Superman Madman Hullabaloo!

cooltext-review

Jika sebelumnya saya sudah membaca komik Batman besutan DC, kali ini saya mencicipi komiknya “rekan kerja” Batman namun beda wilayah, Superman. Secara format sih hampir sama dengan komik Batman yang sudah saya ulas beberapa waktu yang lalu, yaitu satu jilid berisi enam cerita (nomor 48 sampai 53) yang pada awalnya diterbitkan satuan. Separuh dari jumlahnya tidak memiliki judul alias hanya tertuliskan cerita kesekian.

Saya tidak mau membahas semua, namun hanya saya ambil dua yang paling menarik, masingmasing mewakili grup “tanpa judul” dan “dengan judul” hehe. Cerita nomor 51 ini tidak memiliki judul. Kisahnya para anggota inti redaksi Daily Planet –Perry, Clark, Lois, dan Jimmy–  sedang berwisata naik kapal pesiar Mohaly-Nagy, yang kebetulan ada peragaan busana Lana Lang.

Katanya Tikamok akan bangun dari tidurnya bila kita dapat mempersembahkan dua perawan padanya! (Halaman 92)

Ya benar, Lana, mantan kekasih Clark saat masih di Smallville kini mengadakan peragaan busana. Namun pada malam hari ketika proses makan malam, ada serangan makhluk asing yang membuat kapal karam di selatan Samudera Pasifik. Apesnya lagi, Lana dan Lois tercebur ke laut dan terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni dan terancam menjadi persembahan patung batu misterius Tikamok oleh profesor Roy Haney yang agak gila.

Cerita selanjutnya bernomor 52 memiliki judul A Death In The Family. Kali ini adik sepupu Superman, Supergirl, tiba di rumah orang tua Clark di Smallville dengan kondisi tubuh lemas tak berdaya. Orang tua Clark tidak bisa menelepon dokter karena tidak ada dokter yang bisa menyembuhkan Kara a.k.a Supergirl sang makhluk asling. Satu-satunya harapan adalah meminta bantuan Superman yang masih satu darah dengannya.

Segera, Superman menyelidiki kondisi tubuh Kara. Ternyata Kara terjangkit penyakit yang berasal dari bakteri Encyopylas transloci yang berasal dari Planet Argo. Planet ini telah berselimut es semenjak kehilangan orbit pasca Planet Krypton meledak. Padahal obat yang bisa menyembuhkan Kara berasal adri sana. Bolak-balik ke Bumi dan Argo jelas tidak mungkin karena kondisi Kara semakin memburuk.

Maaf, kita pun tidak tahu Superman… Walau kau sudah memberi gambar molekulnya, kita tidak dapat menerka apa itu elemen X, apalagi membuat duplikatnya. (Halaman 107)

Para profesor di S.T.A.R Labs tidak bisa membantu Superman karena kandungan yang dimaksud sebagai obat Kara tidak pernah mereka ketahui sebelumnya. Akhirnya Superman meminta bantuan Lex Luthor, musuh bebuyutannya agar bersedia menolong Kara. Meski akhirnya Lex memenuhi janji pada Superman, ada sebuah rencana licik yang ia persiapkan untuk menghancurkan Superman. Waduh!

Dari segi cerita, saya lebih suka komik Superman ini sih daripada Batman. Hal ini dikarenakan semua ceritanya tentang Superman dengan kehidupannya di kota Metropolis. Mulai dari menumpas penjahat, bekerja di Daily Planet, hingga kehidupan “gandanya” juga tidak tersingkirkan oleh tokoh lain. Yah, meskipun dalam beberapa cerita ada tokoh sampingan seperti Supergirl, Mr. Miracle, dan lainnya, namun fokus utama tetap pada Superman.

Saya juga suka dengan dua halaman khusus tentang sosok Lois Lane sebelum memasuki cerita yang pertama. Dua halaman itu bisa saya katakan sebagai trivia karena mengupas kehidupan dari seorang Lois Lane. Saya juga baru tahu jika Lois masih belum tahu bahwa Clark adalah Superman. Padahal Lana Lang aja sudah tahu (yaiyalaaah).

Hmm saya kira segini saja deh ulasan singkat saya. Yang jelas ini komik bagus. Karena semua gambar cerita berasa dari tangan yang sama sehingga gayanya juga konstan. Berbeda dengan komik Batman yang beda-beda sehingga jadi labil. Sudah ya, kalau mau baca, silakan mencari sendiri edisi resminya (apadeh) hahaha ciao!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus