PUBLIC RELATION AND PERSONAL SELLING

PUBLIC RELATION

Definisi public relation adalah usaha yang direncanakan secara terus-menerus dengan sengaja, guna membangun dan mempertahankan pengertian timbal balik antara organisasi dan masyarakatnya. Pendapat ini menunjukkan bahwa public relation dianggap sebuah proses atau aktivitas yang bertujuan untuk menjalin komunikasi antara organisasi dan pihak luar organisasi (Coulsin-Thomas, 2002).

Pengertian public relation adalah: Interaksi dan menciptakan opini publik sebagai input yang menguntungkan untuk kedua belah pihak, dan merupakan profesi yang profesional dalam bidangnya karena merupakan faktor yang sangat penting dalam pencapaian tujuan organisasi dengan secara tepat dan dengan secara terus menerus karena public relation merupakan kelangsungan hidup organisasi yang bersangkutan (Maria, 2002, p.7). Hal ini didukung oleh pendapat Alma yang mengatakan bahwa “public relation adalah kegiatan komunikasi yang dimaksudkan untuk membangun citra yang baik terhadap perusahaan” (2002, p.145). Sedangkan Marston mengatakan “public relation adalah suatu perencanaan dengan menggunakan komunikasi persuasif untuk mempengaruhi persepsi masyarakat” (1999, p.1). Scholz (1999,p.2) mengatakan bahwa “public relation adalah suatu perencanaan yang mendorong untuk mempengaruhi persepsi masyarakat melalui pelaksanaan tanggung jawab sosial berdasarkan suatu komunikasi timbal balik untuk mencapai keuntungan pada kedua belah pihak”. Pengertian public relation secara umum dan khusus sebagai berikut:
1. Pengertian Umum

Public relation adalah proses interaksi dimana public relation menciptakan opini publik sebagai input yang menguntungkan kedua belah pihak, dan menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik, bertujuan menanamkan keinginan baik, kepercayaan saling adanya pengertian, dan citra yang baik dari publiknya. Crystallizing Public Opinion menyebutkan bahwa public relation adalah profesi yang mengurusi hubungan antara suatu perusahaan dan publiknya yang menentukan hidup perusahaan itu (Widjaja,2001).

2. Pengertian Khusus

Public relation adalah fungsi khusus manajemen yang membantu membangun dan memelihara komunikasi bersama, pengertian, dukungan, dan kerjasama antara organisasi dan publik, melibatkan masalah manajemen, membantu manajemen untuk mengetahui dan merespon opini publik, menjelaskan dan menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani minat publik, membantu manajemen untuk tetap mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif, berguna sebagai sistem peringatan awal untuk membantu mengantisipasi tren, dan menggunakan penelitian dan teknik suara yang layak dalam komunikasi sebagai alat utama (Maria, 2002). Dalam buku dasar-dasar public relation (Wilcox dan Cameron,2006,p.5) juga mengatakan bahwa “public relations is a management function, of a continuing and planned character, through which public and private organizations and institutions seek to win and retain the understanding, sympathy, and support of those with whom there are or maybe concerned by evaluating public opinion about themselves, in order to correlate, as far as possible their own policies and procedures, to achieve by planned and widespread information more productive corporation and more efficient fulfillment of their common interests”. yang kurang lebih memiliki arti public relations merupakan fungsi manajemen dari sikap budi yang direncanakan dan dijalankan secara berkesinambungan oleh organisasi atau lembaga umum dan swasta untuk memperoleh dan membina saling pengertian, simpati dan dukungan dari mereka yang mempunyai hubungan atau kaitan, dengan cara mengevaluasi opini publik mengenai organisasi atau lembaga tersebut, dalam rangka mencapai kerjasama yang lebih produktif, dan untuk memenuhi kepentingan bersama yang lebih efisien, dengan kegiatan penerangan yang terencana dan tersebar luas.

Tujuan Public Relation

Tujuan utama dari public relation adalah mempengaruhi perilaku orang secara individu maupun kelompok saat saling berhubungan, melalui dialog dengan semua golongan, dimana persepsi, sikap dan opininya penting terhadap suatu kesuksesan sebuah perusahaan (Davis, 2003).

Menurut Rosady Ruslan (2001, p.246) tujuan public relation adalah sebagai berikut:
a. Menumbuhkembangkan citra perusahaan yang positif untuk publik eksternal atau masyarakat dan konsumen.

b. Mendorong tercapainya saling pengertian antara publik sasaran dengan perusahaan.

c. Mengembangkan sinergi fungsi pemasaran dengan public relation.

d. Efektif dalam membangun pengenalan merek dan pengetahuan merek.

e. Mendukung bauran pemasaran.


Fungsi Public Relation

Menurut Maria (2002, p.31), “public relation merupakan satu bagian dari satu nafas yang sama dalam organisasi tersebut, dan harus memberi identitas organisasinya dengan tepat dan benar serta mampu mengkomunikasikannya sehingga publik menaruh kepercayaan dan mempunyai pengertian yang jelas dan benar terhadap organisasi tersebut”. Hal ini sekedar memberikan gambaran tentang fungsi public relation yaitu:

1. Kegiatan yang bertujuan memperoleh itikad baik, kepercayaan, saling adanya pengertian dan citra yang baik dari publik atau masyarakat pada umumnya.

2. Memiliki sasaran untuk menciptakan opini publik yang bisa diterima dan menguntungkan semua pihak.

3. Unsur penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik, sesuai harapan publik, tetapi merupakan kekhasan organisasi atau perusahaan. Sangat penting bagaimana organisasi memiliki warna, budaya, citra, suasana, yang kondusif dan menyenangkan, kinerja meningkat, dan produktivitas bisa dicapai secara optimal.

4. Usaha menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi atau perusahaan dengan publiknya, sekaligus menciptakan opini publik sebagai efeknya, yang sangat berguna sebagai input bagi organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.

Dapat disimpulkan bahwa public relation lebih berorientasi kepada pihak perusahaan untuk membangun citra positif perusahaan, dan hasil yang lebih baik dari sebelumnya karena mendapatkan opini dan kritik dari konsumen. Tetapi jika fungsi public relation yang dilaksanakan dengan baik benar-benar merupakan alat yang ampuh untuk memperbaiki, mengembangkan peraturan, budaya organisasi, atau perusahaan, dan suasana kerja yang kondusif, serta peka terhadap karyawan, maka diperlukan pendekatan khusus dan motivasi
dalam meningkatkan kinerjanya. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa fungsi public relation adalah memelihara, mengembangtumbuhkan, mempertahankan adanya komunikasi timbal balik yang diperlukan dalam menangani, mengatasi masalah yang muncul, atau meminimalkan munculnya masalah (Black, 2002).

PERSONAL SELLING

Personal selling adalah komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka kemudian akan mencoba dan membelinya.

Sifat-sifat personal selling antara lain :

• Personal confrontation, yaitu adanya hubungan yang hidup, langsung, dan interaktif antara 2 orang atau lebih.

• Cultivation, yaitu sifat yang memungkinkan berkembangnya segala macam hubungan, mulai dari sekedar hubungan jual beli sampai dengan suatu hubungan yang lebih akrab.

• Response, yaitu situasi yang seolah-olah mengharuskan pelanggan untuk mendengar, memperhatikan, dan menanggapi.

Oleh karena sifat-sifat tersebut maka metode ini mempunyai kelebihan antara lain operasinya lebih fleksibel karena penjual dapat mengamati reaksi pelanggan dan menyesuaikan pendekatannya, usaha yang sia-sia dapat diminimalkan, pelanggan yang berminat biasanya langsung membeli, dan penjual dapat membina hubungan jangka panjang dengan pelanggannya. Namun karena menggunakan armada penjual yang relatif besar, maka metode ini biasanya mahal. Di samping itu, spesifikasi penjual yang diinginkan perusahaan mungkin sulit dicari. Meskipun demikian, personal selling tetaplah penting dan biasanya dipakai untuk mendukung metode promosi lainnya.

Aktivitas personal selling memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai berikut :

1. Prospecting, yaitu mencari pembeli dan menjalin hubungan dengan mereka.

2. Targeting, yaitu mengalokasikan kelangkaan waktu penjual demi pembeli.

3. Communicating, yaitu memberi informasi mengenai produk perusahaan kepada pelanggan.

4. Selling, yakni mendekati, mempresentasikan dan mendemonstrasikan, mengatasi penolakan, serta menjual produk kepada pelanggan.

5. Servicing, yakni Memberikan berbagai jasa dan pelayanan kepada pelanggan.

6. Information gathering, yakni melakukan riset dan intelijen pasar.

7. Allocating, yaitu menentukan pelanggan yang akan dituju.

Penjual yang ditugaskan untuk melakukan personal selling harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut :

1. Salesmanship

Penjual harus memiliki pengetahuan tentang produk dan menguasai seni menjual, seperti cara mendekati pelanggan, memberikan presentasi dan demonstrasi, mengatasi penolakan pelanggan, dan mendorong pembelian.

2. Negotiating

Penjual harus mempunyai kemampuan untuk bernegosiasi tentang syarat-syarat penjualan.

3. Relationship marketing

Penjual harus tahu cara membina dan memelihara hubungan baik dengan para pelanggan.

Berdasarkan tugas dan posisinya, penjual dapat diklasifikasikan menjadi enam macam tipe, yaitu :

1. Deliverer (driver sales person), yaitu penjual yang tugas utamanya mengantar produk ke tempat pembeli.

2. Order getter, yaitu penjual yang mencari pembeli atau mendatangi pembeli (sifat kerjanya di luar).

3. Order taker, yaitu penjual yang melayani pelanggan di dalam outlet (sifat kerjanya di dalam).

4. Missionary sales people (merchandiser, retailer), yaitu penjual yang ditugaskan untuk mendidik/melatih dan membangun goodwill dengan pelanggan atau calon pelanggan. Misalnya melatih wiraniaga perantara, menjelaskan program promosi perusahaan kepada perantara.

5. Technical specialist (technician), yaitu penjual yang harus memiliki atau memberikan pengetahuan teknis kepada pelanggan.

6. Demand creator, yaitu penjual yang harus memiliki kreativitas dalam menjual produk (tangible dan intangible)

DAFTAR PUSTAKA

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/public-relation-definisi-fungsi-dan.html

http://dahlanforum.wordpress.com/2009/04/06/personal-selling/

NAMA MAHASISWA : YANA RESPATI DEWI (0910223106)

DOSEN : NANANG SURYADI

www.nanangs.ub.ac.id

www.nanangsuryadi.lecture.ub. ac.id

www.marcom.lecture.ub.ac.id

MARKETING COMMUNICATION


 

1. Jelaskan pengertian marketing communication dan arti penting marketing communication bagi sebuah produk!

Menurut Kotler dan Keller komunikasi pemasaran adalah “Sarana yang digunakan perusahaan dalam upaya untuk menginformasikan, membujuk dan mengingatkan konsumen langsung atau tidak langsung tentang produk dan merek yang mereka jual”

Menurut Stanton yang dikutip oleh Djaslim Saladin dan Yevis Marti Oesman (1991; 194) Komunikasi Pemasaran adalah kombinasi dari penjualan tata muka, periklanan, promosi penjualan,publisitas dan hubungan masyarakat yang membantu pencapaian tujuan perusahaan.

Komunikasi pemasaran memiliki beberapa fungsi antara lain :

  1. Menyampaikan pada konsumen mengenai bagaimana dan mengapa sebuah produk digunakan serta kapan produk tersebut digunakan.
  2. Konsumen mengetahui keunggulan produk tersebut dibandingkan dengan produk-produk lain.

Arti penting Marketing Communication terhadap produk :

- memberikan informasi mengenai suatu produk

- mengusulkan kegunaan produk

-sebagai reminder, membentuk ingatan kepada konsumen mengenai produk

- membangkitkan keinginan konsumen terhadap suatu kategori produk

- menciptakan kesadaran konsumen terhadap merek (brand awareness)

- mendorong sikap positif konsumen terhadap produk, serta mempengaruhi niat mereka untuk membeli

-memfasilitasi pembelian

2.    Jelaskan arti penting pemilihan media dalam marketing communication

Salah satu poin tepenting dari unsur-unsur atau elemen penyusun kegiatan periklanan adalah usaha untuk menggunakan media massa sebagai penyampai pesan karena tanpa dimediasi oleh alat yang satu ini, proses komunikasi akan kehilangan ruhnya. Dari sinilah kemudian muncul konsekuensi; bagaimana kita memilih media yang sesuai dengan pesan yang akan kita sampaikan. Karena pada prinsipnya sampainya target atau sasaran yang dibidik tergantung dari media yang dipilih dan kemudian digunakan.Pesan iklan untuk produk yang ditujukan bagi kelompok konsumen kelas menengah misalnya, tidak akan sampai kepada kelompok sasarannya jika pesan tersebut disampaikan melaui media yang tidak pernah menjadi perhatian mereka. Contoh riil; iklan mobil mewah ditampilkan di surat kabar yang isinya hanya memblow-up kasus-kasus kriminal seperti Pos Kota,Lampu Merah, atau Galamedia.Pemilihan media yang tepat harus memperhitungkan banyak aspek sebagai bahan pertimbangan. Seperti keterlibatan konsumen dalam proses pembelian, kelompok pendengar radio, kelompok penonton televisi, pembaca surat kabar, pembaca majalah, jangkauan media, biaya, spesifikasi media tadisional (media massa), non traditional media (media sosial), media lini atas–bawah dan masih banyak lagi kategori yang lain. Intinya banyak faktor yang harus menjadi pertimbangan dalam mengeksekusi media dalam menyiarkan iklan.Komunikasi pemasaran didukung unsur-unsur 4P akan menjadi sebuah bentuk komunikasi yang efektif karena dalam kompleksitas persoalan yang dihadapi, tidak cukup menggunakan satu elemen saja. Misal periklanan dalam praktiknya juga harus di-back up dengan public relations, sales promotion, direct marketing dan sebagainya sebgai bentuk-bentuk alternatif.Pun demikian halnya dengan media planning, dalam praktinya juga selalu terintegrasi dengan komunikasi pemasaran. Ada dua skenario yang menceritakan keterkaitan tersebut. Skenario pertama, komunikasi pemasaran yang terintegrasi dapat memberi efek pada media dan perencanaan media dengan dua alasan: 1. Jika konsep bauran promosi diterapkan akan mensyaratkan pemilihan media yang berbeda. Misalnya, jika hanya digunakan periklanan, barangkali syaratnya cukup hanya dengan menggunakan media massa. Namun bila ditambahkan elemen yang lain, seperti PR, sales promotion, direct marketing atau kombinasinya maka akan menyebabkan kompleksitas masalah yang tidak dapat dipisahkan antara satu metode dengan metode yang lain dalam hubungannya dengan pemilihan media, 2. Kompleksitas persoalan akan mencuat ketika penggunaan media dan banyaknya variasi menimbulkan kebingungan bagi konsumen.Skenario yang lain untuk media tertentu, majalah misalnya, harus memiliki editor khusus sehingga bahasa pemasaran mampu mempengaruhi kehidupan pembacanya lewat produk yang ditawarkan, tak hanya untuk diketahui saja. Karena itu pengetahuan tentang psikografik, demografik harus dimiliki media planner dengan melibatkan pengiklan.

 3. Jelaskan arti penting green marketing dalam marketing communication! Carilah contoh marketing communication yang bertema green marketing di media cetak dan Anda analisis iklan tersebut !

Green Marketing adalah konsistensi dari semua aktifitas yang mendesain pelayanan dan fasilitas bagi kepuasan, kegiatan, dan keinginan manusia dengan tidak menimbulkan dampak pada lingkungan alam. Green marketing mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan sebagai pilihan metode pemasaran di era moderen. Di era modern seperti sekarang ini banyak sekali kegiatan-kegiatan yang dilakukan manusia berdampak tidak baik bagi lingkungan yang menyebabkan global warming. Konsep Green marketing sendiri umumnya melihat dari sisi pemasaran produk yang ramah lingkungan. Green Marketing adalah hal yang bagus sekali apabila kriteria kalimnya benar-benar diawasi agar tidak adanya Green Washing, dimana perusahaan tersebut dinamakan Green Washer. Sebagai contoh, barang ataupun minuman yang berbungkus plastik lebih baik menggunakan tetra pack, mengapa? karena plastik lebih sulit mengurai ditanah. Istilah hal tersebut adalah Biodegradable, barang yang dapat diuraikan senyawa ditanah. hal tersebut bertujuan untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Perubahan iklim terjadi karena dampak dari tangan manusia itu sendiri yang tidak sadar dengan lingkungannya. Terakhir, menurut President University manajemen yang ramah lingkungan adalah yang aman bagi manusia dan alam juga yang harus memikirkan lingkungan sekitarnya atau lebih dikenal dengan CSA (Coorporate Social Responsibility). Dengan demikian, para pemasar nantinya diharapkan menerapkan strategi ini dengan cara mempertimbangkan semua aspekyang berkaitan dengan lingkungan.

1.  Perusahaan diharapkan tanggap atau peduli terhadap lingkungan dengan memperkenalkan produk yang lebih berorientasi pada lingkungan, serta menjalankan program komunikasi pemasaran untuk mempromosikan produk tersebut. Upaya komunikasi yang peduli lingkungan meliputi:

- Mempromosikan produk-produk yang ramah lingkungan Tanggapan yang diberikan perusahaan terhadap masalah lingkungan diantaranya dilakukan dengan membuat produk baru yang ramah lingkungan dengan tujuan melestarikan dan menyelamatkan lingkungan.

- Periklanan yang ramah lingkungan Mengangkat tema lingkungan dalam iklan produk, tema periklanan yang ramah lingkungan, antara lain:

- Menunjukkan sebuah hubungan antara produk atau jasa dan lingkungan biofisik
- Mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan tanpa menyoroti suatu produk atau jasa tertentu

- Menampilkan citra perusahaan yang terkesan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

2. Program tanda persetujuan

Suatu produk perlu dinyatakan sah atau terdaftar sebagai produk yang ramah lingkungan, misalnya pada suatu produk terdapat label yang menandakan bahwa produk tersebut telah memenuhi standar lingkungan.

3. Program berorientasi sebab

4. Program di tempat pembelian

Tempat pembelian bias digunakan sebagai alat untuk mepromosikan suatu prduk yang peduli terhadap lingkungan. Display di dalam toko adalah cara yang tepat untuk mengkomunikasikan kepedulian suatu merek produk terhadap lingkungan.

5. Tanggapan terhadap kemasan Kemasan suatu produk juga perlu diciptakan lebih ramah lingkungan, misalnya dengan menggunakan kemasan yang dapat didaur ulang

Berikut merupakan contoh green marketing melalui kampanye yang didapat dari media cetak majalah “HAI” edisi 17 Juli 2007 edisi 24 tahun XXXI

4.      Mengapa budaya menjadi hal penting yang harus diperhatikan dalam marketing communication?Jelaskan!

komunikasi pemasaran dapat distandarisasi lintas budaya. Secarapraktis perusahaan mendapat manfaat langsung adanya pengurangan biaya produksi iklan dan biaya implementasi strategi baru. Ph. D, ahli komunikasi pemasaran, mengingatkan“Sangat penting bagi para pemasar tahu bahwa tidak ada ruang untuk etnosentrisme dalam praktik pemasaran abad 21.” Upaya agresif yang ditebarkan korporasi belum tentu direspon seperti harapan. Faktor budaya ditengarai berpengaruh paling luas dan dalam, pada perilaku konsumen. Mengapa budaya penting? Menurut Hofstede (2003), karena budaya adalah ”Software of the mind”. Budaya merupakan kumpulan nilai, persepsi, dan perilaku yang dipelajari oleh anggota masyarakat. Budaya sangat alami, tidak disadari dan sering diterima begitu saja.Praktisi juga perlu menyadari potensi dirinya terbelenggu oleh kepastian budaya yang dianutnya, sehingga dalam membuat keputusan, tidak sensitif lagi terhadap perbedaan.

5. Sebut dan jelaskan apa saja yang menjadikan sebuah iklan tersebut efektif

  1. Identifikasilah Audiens SasarannyaProses yang dimulai dengan audiens sasaran yang jelas dalam benak calon pembeli produk perusahaan tersebut, pemakai sekarang, penentu kebijakan, atau pihak yangmempengaruhi ; orang – orang, kelompok, masyarakat tertentu atau masyarakat umum. Haltersebut sangat mempengaruhi keputusan komunikator tentang apa yang dikatakan, bagaimanamengatakannya, kapan mengatakannya, dimana mengatakannya, dan kepada siapamengatakannya
  2. Menentukan Tujuan Komunikasi1. Kebutuhan Kategori : Membangun produk atau kategory layanan untuk membuangatau memenuhi kesenjangan yang dirasakan antara situasi motivasi sekarang dan situasiemosional yang diinginkan. Yang baru pada produk dunia seperti mobil elektrik akan selaludimulai dengan tujuan komunikasi untuk membangun kebutuhan kategori.2. Kesadaran Merek : Kemampuan untuk mengidentifikasi merek dalam kategori, secaracukup rinci untuk melakukan pembelian. Pengenaln mungkin lebih mudah dicapai dari pada pengingatan merek. Konsumen lebih mungkin mengenal kemasan orange stouffer daripadamengingat merek jka diminta untuk berpikir tentang merek dari makan beku.3. Sikap Merek : Evaluasi merek dengan menghargai kemampuannya yang dirasakanuntuk memenuhi kebutuhan yang relevan sekarang ini. Contohnya produk makanan seringmenggunakan iklan yang berorientasi inderawi yang menekankan pada daya tarik selera. (MieInstan Sarimi)4. Maksud Pembelian Merek : Sewa intruksi untuk membeli merek atau melakukantindakan yang berkaitan dengan pembelian
  3.  Merancang Komunikasi : Perusahaan menggunakan alat promosi penjualan; kupon, kontes,hadiah, dan sejenisnya untuk menarik tanggapan yang lebih kuat dan lebih cepat dari pembeli.1. Strategi Pesan ; Menentukan strategi pesan, manajemen mencari daya tarik, tema, ataugagasan yang akan mengikat kedalam penentuan posisi merek, dan membantu untuk membanguntitik kesamaan atau titik perbedaan.2. Strategi Kreatif ; cara pemasar menerjemahkan pesan mereka kedalam satu komunikasiyang spesifik. Strategi kreatif dapat diklasifikasikan secara luas, yaitu :
    1. Daya Tarik Informasional Mencakup atribut atau manfaat produk atau jasa.Contoh : iklan penyelesaian masalah, iklan demokrasi produk, iklan perbandingan produk dan pengakuan orang yang tidak dikenal atau selebritis.
    2. Daya Tarik Transformasional Mencakup manfaat atau citra yang berkaiatandengan non-produk.
    3. Sumber Pesan : Pesan yang disampaikan sumber yang menarik atau terkenalmemperoleh perhatian dan daya inget yang lebih tinggi.
    4. Produk : Banyak produk terbatas atau dilarang dibelahan dunia tertentu. Contoh :Bir ,anggur dan alcohol yang tidak dijual dinegara muslim.
    5. Segmen Pasar
    6. Gaya
    7. Lokal atau Global.
    8. Pilihlah saluran Komunikasinya

1. aluran Komunikasi Pribadi : Melibatkan dua atau beberapa orang yang berkomunikasi langsung satu sama lain dengan tatap muka, satu orang denganaudiens, melalui telepon, atau melalui email.

2. Saluran Komunikasi non-pribadi : Kominikasi yang di arahkan pada lebih darisatu orang dan mencakup media, promosi penjualan, acara-acara khusus dan pemberitaan.

  1. Integrasi Saluran Komunikasi
  2. Tetapkanlah Anggaran Total Komunikasi Pemasarannya
    1. Metode Kesanggupan : Perusahaan menetapkan anggaran promosi berdasarkanseberapa besar menurut mereka kesanggupan perusahaan tersebut.
    2. Metode Presentase Penjualan : Perusahaan menetapkan pengeluaran promosi berdasarkan presentase penjualan yang telah ditentukan atau dari harga jual.
    3. Metode Keseimbangan Persaingan : Perusahaan menetapkan anggaran promosinya untuk mencapai keseimbangan kekuatan suara dengan para pesaing.
    4. Metode Tujuan dan Tugas : Meminta pemasar mengembangkan anggaran promosi dengan mendefinisikan tujuan yang jelas, menentukan tugas-tugas yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan ini, dan memperkirakan biaya untuk melaksanakan tugas-tugas ini

 

6. Sejauhmana etika menjadi hal yang harus diperhatikan dalam marketing communication? Jelaskan! Carilah contoh iklan yang menurut Anda melanggar sebuah etika dan analisis iklan tersebut (lampirkan iklan dalam lembar jawaban Anda) 

Tanggung jawab utama bagi perilaku etis adalah ditangan setiap orang yang berada dalam berbagai peran komunikasi pemasaran. Kita dapat memilih rute perjalanan yang mudah dan melakukan tindakan tindakan yang tidak bermora sekalipun, atau kita dapat melalui jalan lebar yang “bermoral” dan memperlakukan konsumen dengan cara yang jujur seperti halnya kita sendiri ingin diperlakukan. Integritas mungkin merupakan konsep vital dalam sifat manusia. Walaupun sulit untuk mencari definisi yang tepat, integritas menghindarkan kita melakukan penipuan terhadap orang lain atau mempunyai perilaku tak bermoral. Karenanya, komunikasi pemasaran tersendiri terlepas dari permasalahan etis atau tidak etis, tingkat integritas yang ditunjukkan oleh praktisi komunikasilah yang menentukan apakah perilaku mereka bersifat etis atau tidak etis.

  • • Meletakkan semua beban kepada satu individu mungkinmerupakan suatu tindakan yang tidak fair, karena bagaimana kita berperilaku sebagai individu adalah suatu fungsi dari kebudayaan yang kita anut. Bisnis bisa menanamkan kebudayaan yang etis atau tidak etis dengan membangun ethical core values untuk memadukan perilaku komunikasi pemasaran. Dua core values yang akan terus berlaku dalam meningkatkan perilaku etis adalah :
    1. Memperlakukan konsumen dengan rasa hormat, perhatian dan kejujuran. Seperti halnya bagaimana anda ingin anda dan keluarga anda diperlakukan.

2. Memperlakukan lingkungan seolah – olah milik anda pribadi.

  • • Perusahaan dapat mendorong perilaku komunikasi pemasaran yang etis kepada para pegawai dengan menyarankan mereka 

DAFTAR PUSTAKA

http://communicationista.wordpress.com/2009/06/04/etika-dalam-komunikasi-pemasaran/

http://www.scribd.com/zerodontmind/d/19079302-Komunikasi-Pemasaran

http://titayulianita.wordpress.com/2011/07/05/bab-11-konsep-budaya-dan-arti-pentingnya-memperhatikan-faktor-budaya-dalam-penyusunan-strategi-pemasaran/

http://moimoi27.blogspot.com/2008/08/green-marketing.html

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pemasaran/Bab_9.pdf

NAMA : YANA RESPATI DEWI

NIM: 0910223106

DOSEN : NANANG SURYADI

ARTIKEL PENELITIAN IKLAN

 

Periklanan mendapat sorotan tajam semenjak aspek informasi menjadi bagian penting  dalam bisnis, kegiatan periklanan yang efektif dipandang mampu mempengaruhi  kecendrungan mengkonsumsi dalam masyarakat. Periklanan yang efektif akan mengubah pengetahuan publik mengenai ketersediaan dan karakteristik beberapa produk, elastisitas permintaan produk akan sangat dipengaruhi aktivitas periklanan. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa anggaran iklan berpengaruh positif terhadap penjualan dan market share, sebaliknya peningkatan anggaran iklan pesaing berpengaruh negatif terhadap tingkat penjualan dan  market share pesaingnya Darmadi Durianto,(2003). Dampak iklan ternyata bervariasi tergantung efektivitasnya,  dengan demikian  anggaran iklan  yang lebih besar tidak selalu mampu mengubah penjualan dan market share dalam tataran yang lebih besar pula.

Iklan merupakan bagian dari komunikasi yang terdiri dari berbagai kegiatan untuk memberikan informasi dari komunikasi kepada pasar sasaran akan adanya suatu produk baik berupa barang, jasa dan ide. Berhasil tidaknya Iklan yang dilakukan tergantung dari media mana yang digunakan untuk mencapai sasaran, oleh karenanya masalah pemilihan media iklan tidak hanya didasarkan pada perkiraan saja, melainkan harus diperhatikan sifat-sifat iklan dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi kegiatan iklan yang dilakukan.

Menurut  Tjiptono (1997:240) faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih media iklan adalah :

a.  Dana yang digunakan untuk iklan

Jumlah dana tersedia merupakan faktoir penting yang mempengaruhi bauran iklan, perusahaan yang memiliki dana yang lebih besar kegiatan iklannya  akan lebih efektif dibanding dengan perusahaan yang memiliki dana yang terbatas.

b. Sifat Pasar

Beberapa sifat pasar yang mempengaruhi sifat bauran ini meliputi : luas pasar secara geografis, konsentrasi pasar, macam pembeli.

c. Jenis Produk

Strategi iklan yang dilakukan oleh perusahaan dipengaruhi juga oleh jenis  produksinya, apakah barang konsumsi atau barang industri.

d. Tahap-Tahap Dalam Siklus Kehidupan Barang

Strategi yang diambil untuk mengiklankan barang dipengaruhi oleh tahap-tahap siklus kehidupan barang yaitu tahap perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan dan tahap kejenuhan.

Kriteria yang dipakai untuk menentukan faktor kunci adalah apakah informasi tersebut akan mempengaruhi pilihan iklan yang digunakan.

a. Pemilihan waktu

Pemilihan waktu pada setiap tahap akan sangat mempengaruhi apa yang dapat dan tidak dapat tercapai.

b. Pasar sasaran

Pasar sasaran menentukan ciri kelompok yang dituju : umur, lokasi, kelas sosial, jenis kelamin, dan frekuensi pembelian. Untuk pasar perusahaan ini akan membedakan menurut besarnya perusahaan dan jenis usahanya.

c. Perubahan-perubahan dalam pasar

Adalah menentukan hal-hal penting dari apa yang sedang terjadi dalam pasar, apakah pasar membaik atau memburuk, apa yang sedang dilakukan para pesaing, apakah dampak musiman dan lain-lain. Umumnya informasi ini tersedia banyak sekali dan karenanya kita harus selektif.

d. Nilai produk atau jasa

Bagaimana atau apa yang dimiliki oleh produk atau jasa yang ditawarkan apakah rasanya sangat menyenangkan atau kasar.

e. Pengalaman masa lalu

Hindari pemborosan waktu dengan tidak menggunakan  yang dulu ternyata gagal, gagasan yang dibuang atau bonus yang dapat diterima secara etis.

Efektivitas iklan dapat diukur dengan menggunakan Epic model, Darmadi Durianto (2003). Epic model yang dikembangkan oleh AC Nielsen, salah satu perusahaan peneliti pemasaran terkemuka di dunia, Epic Model dan mencakup empat dimensi kritis yaitu empati, persuasi, dampak dan komunikasi

A. Dimensi Empati

Dimensi empati memberikan informasi yang berharga tentang daya tarik suatu merek. Empati merupakan keadaan mental yang membuat seseorang mengidentifikasikan dirinya atau merasa dirinya pada keadaan perasaan atau fikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain, Kamus besar bahasa Indonesia, (1988:228).

B. Dimensi Persuasi

Dimensi persuasi menginformasikan apa yang dapat diberikan suatu iklan untuk peningkatan atau penguatan karakter suatu merek, sehingga pemasang iklan memperoleh pemahaman tentang dampak iklan terhadap keinginan konsumen untuk membeli serta memperoleh kemampuan suatu iklan dalam mengembangkan daya tarik suatu merek.

C. Dimensi Impact

Dimensi  Impact menunjukkan, apakah suatu merek dapat terlihat menonjol dibandingkan merek lain pada kategori yang serupa dan apakah suatu iklan mampu melibatkan konsumen dalam pesan yang di sampaikan. Dampak (impact) yang diinginkan dari hasil iklan adalah jumlah pengetahuan produk (product knowledge) yang dicapai konsumen melalui tingkat keterlibatan (involvement) konsumen dengan produk dan atau proses pemilihan

D. Dimensi Komunikasi

Dimensi komunikasi memberikan informasi tentang kemampuan konsumen dalam mengingat  pesan utama yang disampaikan, pemahaman konsumen, serta kekuatan kesan yang ditinggalkan pesan tersebut. Perspektif pemrosesan kognitif adalah inti untuk mengembangkan strategi pemasaran yang berhasil yang merupakan permasalahan komunikasi.

Oleh : Yana Respati Dewi (0910223106)

Dosen : Nanang Suryadi

DAFTAR PUSTAKA

http://repository.upi.edu/operator/upload/s_c0151_056246_chapter1.pdf

http://digilib.unsri.ac.id

http://documentsearch.org/pdf/jurnal-manajemen-pemasaran-iklan.html

http://www.docstoc.com/docs/48120332/penelitian-iklan

http://www.pustakaskripsi.com/topics/proposal+penelitian+iklan+televisi

http://www.emeraldinsight.com/journals.htm?issn=1355-5855

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0167718711000270

 

 

ARTIKEL JURNAL TERKAIT PENGUKURAN MARKETING COMMUNICATION

Diambil dari jurnal  ”PENGARUH INTERGRATED MARKETING COMMUNICATION TERHADAP BRAND EQUITY PADA SEBUAH BANK PEMERINTAH DI JAKARTA”

PENDAHULUAN

Dewasa ini sektor perbankan semakin ketat, bisa dilihat dari makin intensifnya peluncuran produk-produk bank ataupun program unggulan dan peningkatan mutu pelayanan bank. Kunci utama memenangkan persaingan adalah penyampaian produk dan jasa. Untuk menciptakan brand equitas yang kuat diperlukan program marketing communication yang tepat. Bank BNI contohnya yang berhasil memenangkan pasar perbankan. Selain memiliki brand awarness yang kuat, para nasabah percaya bahwa BNI memiliki perceived quality.

KERANGKA TEORITIS DAN PNGEMBANGAN HIPOTESIS

Brand equity dapat dikelompokkan ke dalam 5 kategori:

1.Brand awareness

kemampuan konsumen untuk mengingat suatu brand dan yang menjadikannya berbeda bila dibandingkan dengan brand lainnya. Ada 4 tingkatan brand awareness yaitu:

2. Unaware of brand (tidak menyadari merek).

Merupakan tingkat yang paling rendah dalam piramida kesadaran merek, dimana konsumen tidak menyadari akan adanya suatu merek.

3. Brand recognition (pengenalan merek)

Tingkat minimal dari kesadaran merek. Hal ini penting pada saat seorang pembeli memilih suatu merek pada saat melakukan pembelian.

4. Brand recall (pengingatan kembali terhadap merek)

Pengingatan kembali terhadap merek didasarkan pada permintaan seseorang untuk menyebutkan merek tertentu dalam suatu kelas produk. Hal ini diistilahkan dengan pengingatan kembali tanpa bantuan, karena berbeda dari tugas pengenalan, responden tidak perlu dibantu untuk memunculkan merek tersebut.

5. Top of mind (puncak pikiran)

Apabila seseorang ditanya secara langsung tanpa diberi bantuan pengingatan dan orang tersebut dapat menyebutkan satu nama merek, maka merek yang paling banyak disebutkan pertama kali merupakan puncak pikiran. Dengan kata lain, merek tersebut merupakan merek utama dari berbagai merek yang ada di dalam benak konsumen.

Ada 4 indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui seberapa jauh konsumen aware terhadap sebuah brand antara lain:

1. Recall yaitu seberapa jauh konsumen dapat mengingat ketika ditanya merek apa saja yang diingat.

2. Recognition yaitu seberapa jauh konsumen dapat mengenali merek tersebut termasuk dalam kategori tertentu.

3. Purchase yaitu seberapa jauh konsumen akan memasukkan suatu merek ke dalam alternatif pilihan ketika akan membeli produk/layanan.

4. Consumption yaitu seberapa jauh konsumen masih mengingat suatu merek ketika sedang menggunakan produk/layanan pesaing.

b. Perceived quality

Didefinisikan sebagai persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa berkenaan dengan maksud yang diharapkan.

c. Brand association

Adalah sesuatu yang berkaitan dengan ingatan mengenai sebuah produk.
Asosiasi ini tidak hanya eksis, namun juga memiliki suatu tingkat kekuatan.
Keterikatan pada suatu merek akan lebih kuat apabila dilandasi pada banyak pengalaman atau penampakan untuk mengkomunikasikannya.

d. Brand loyalty

Merupakan ukuran kesetiaan seorang pelanggan pada sebuah merek. Loyalitas memiliki tingkatan yakni:

1. Tingkat loyalitas yang paling dasar adalah pembeli tidak loyal atau sama sekali tidak tertarik pada merek-merek apapun yang ditawarkan. Dengan demikian, merek memainkan peran yang kecil dalam keputusan pembelian. Pada umumnya, jenis konsumen seperti ini suka berpindah-pindah merek atau disebut tipe konsumen switcher atau price buyer (konsumen lebih memperhatikan harga di dalam melakukan pembelian).

2. Tingkat kedua adalah para pembeli merasa puas dengan produk yang digunakan, atau minimal tidak mengalami kekecewaan. Pada dasarnya, tidak terdapat dimensi ketidakpuasan yang cukup memadai untuk mendorong suatu perubahan, terutama apabila pergantian ke merek lain memerlukan suatu tambahan biaya. Para pembeli tipe ini dapat disebut pembeli tipe kebiasaan (habitual buyer).

3. Tingkat ketiga berisi orang-orang yang puas, namun memikul biaya peralihan (switching cost), baik dalam waktu, uang atau resiko sehubungan dengan upaya untuk melakukan pergantian ke merek lain. Kelompok ini biasanya disebut dengan konsumen loyal yang merasakan adanya suatu pengorbanan apabila melakukan penggantian ke merek lain. Para pembeli tipe ini disebut satisfied buyer.

4. Tingkat keempat adalah konsumen benar-benar menyukai merek tersebut.
Pilihan konsumen terhadap suatu merek dilandasi pada suatu asosiasi, seperti simbol, rangkaian pengalaman dalam menggunakannya, atau kesan kualitas yang tinggi. Para pembeli pada tingkat ini disebut sahabat merek, karena terdapat perasaan emosional dalam menyukai merek.

5. Tingkat teratas adalah para pelanggan yang setia. Para pelanggan mempunyai suatu kebanggaan dalam menemukan atau menjadi pengguna suatu merek. Merek tersebut sangat penting bagi pelanggan baik dari segi fungsinya, maupun sebagai ekspresi mengenai siapa pelanggan sebenarnya(commited buyers).

e. Other proprietary brand asset

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan data primr dan sekunder. Dimana data primer diperoleh langsung dari lapangan melalui kuisioner nasabah, wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari pihal lain seperti Laporan Bank Indonesia, Biro Riset Infobank, dan Mark Plus. Dengan teknik pengumpulan data :

  1. Wawancara
  2. Kuisioner
  3. Observasi
  4. Studi kepustakaan informasi

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan penelitian sebagai berikut :

  1. Dimesi yang dapat digunakan sebagai bentuk variabel marketing communication adalah advertising, personal communication, sales promotion, public relation, instructional materials dan coorporate design.
  2. Dimensi brand awarness, brand loyalty, perceived quality, dan brand association dapat digunakan untuk membentuk variabel brand equity, dimana brand loyalti memiliki pengaruh paling besar.
  3. Terdapat pengaruh marketing communication dengan brand equity pada bank pemerintah.

 

DAFTAR PUSTAKA

http://www.stietrisakti.ac.id/jba/JBA13.1April2011/2_artikel_jba13.1April2011.pdf

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/05/brand-equity-kekuatan-suatu-merek.html

 

 

oleh : yana respati dewi (0910223106)

dosen : nanang suryadi

http://marcom.lecture.ub.ac.id/

http://nanangsuryadi.lecture.ub.ac.id

 

CARA MENGUKUR BRAND EQUITY

Menurut Susanto dan Wijanarko (2004), dalam menghadapi persaingan yang ketat, merek yang kuat merupakan suatu pembeda yang jelas, bernilai, dan berkesinambungan, menjadi ujung tombak bagi daya saing perusahaan dan sangat membantu dalam strategi pemasaran. Keller (1993) juga menyatakan bahwa brand equity adalah keinginan dari seseorang untuk melanjutkan menggunakan suatu brand atau tidak. Pengukuran dari brand equity sangatlah berhubungan kuat dengan kesetiaan dan bagian pengukuran dari pengguna baru menjadi pengguna yang setia. Menurut Soehadi (2005), kekuatan suatu merek (brand equity) dapat diukur berdasarkan 7 indikator, yaitu:

1. Leadership: kemampuan untuk mempengaruhi pasar, baik harga maupun atribut non-harga.

2. Stability: kemampuan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.

3. Market: kekuatan merek untuk meningkatkan kinerja toko atau distributor.

4. Internationality: kemampuan merek untuk keluar dari area geografisnya atau masuk ke negara  atau daerah lain.

5. Trend: merek menjadi semakin penting dalam industri.

6. Support: besarnya dana yang dikeluarkan untuk mengkomunikasikan merek.

7. Protection: merek tersebut mempunyai legalitas

Sedangkan Menurut Susanto dan Wijanarko (2004) yang mengadaptasi teori Aaker, brand equity dapat dikelompokkan ke dalam 5 kategori:

a.    Brand awareness

kemampuan konsumen untuk mengingat suatu brand dan yang menjadikannya berbeda bila dibandingkan dengan brand lainnya. Ada 4 tingkatan brand awareness yaitu:

1. Unaware of brand (tidak menyadari merek).

Merupakan tingkat yang paling rendah dalam piramida kesadaran merek, dimana konsumen tidak menyadari akan adanya suatu merek.

2. Brand recognition (pengenalan merek)

Tingkat minimal dari kesadaran merek. Hal ini penting pada saat seorang pembeli memilih suatu merek pada saat melakukan pembelian.

3. Brand recall (pengingatan kembali terhadap merek)

Pengingatan kembali terhadap merek didasarkan pada permintaan seseorang untuk menyebutkan merek tertentu dalam suatu kelas produk. Hal ini diistilahkan dengan pengingatan kembali tanpa bantuan, karena berbeda dari tugas pengenalan, responden tidak perlu dibantu untuk memunculkan merek tersebut.

4. Top of mind (puncak pikiran)

Apabila seseorang ditanya secara langsung tanpa diberi bantuan pengingatan dan orang tersebut dapat menyebutkan satu nama merek, maka merek yang paling banyak disebutkan pertama kali merupakan puncak pikiran. Dengan kata lain, merek tersebut merupakan merek utama dari berbagai merek yang ada di dalam benak konsumen.

Ada 4 indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui seberapa jauh konsumen aware terhadap sebuah brand antara lain:

1. Recall yaitu seberapa jauh konsumen dapat mengingat ketika ditanya merek apa saja yang diingat.

2. Recognition yaitu seberapa jauh konsumen dapat mengenali merek tersebut termasuk dalam kategori tertentu.

3. Purchase yaitu seberapa jauh konsumen akan memasukkan suatu merek ke dalam alternatif pilihan ketika akan membeli produk/layanan.

4. Consumption yaitu seberapa jauh konsumen masih mengingat suatu merek ketika sedang menggunakan produk/layanan pesaing.

b. Perceived quality

Didefinisikan sebagai persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa berkenaan dengan maksud yang diharapkan.

c. Brand association

Adalah sesuatu yang berkaitan dengan ingatan mengenai sebuah produk.
Asosiasi ini tidak hanya eksis, namun juga memiliki suatu tingkat kekuatan.
Keterikatan pada suatu merek akan lebih kuat apabila dilandasi pada banyak pengalaman atau penampakan untuk mengkomunikasikannya.

d. Brand loyalty

Merupakan ukuran kesetiaan seorang pelanggan pada sebuah merek. Loyalitas memiliki tingkatan yakni:

1. Tingkat loyalitas yang paling dasar adalah pembeli tidak loyal atau sama sekali tidak tertarik pada merek-merek apapun yang ditawarkan. Dengan demikian, merek memainkan peran yang kecil dalam keputusan pembelian. Pada umumnya, jenis konsumen seperti ini suka berpindah-pindah merek atau disebut tipe konsumen switcher atau price buyer (konsumen lebih memperhatikan harga di dalam melakukan pembelian).

2. Tingkat kedua adalah para pembeli merasa puas dengan produk yang digunakan, atau minimal tidak mengalami kekecewaan. Pada dasarnya, tidak terdapat dimensi ketidakpuasan yang cukup memadai untuk mendorong suatu perubahan, terutama apabila pergantian ke merek lain memerlukan suatu tambahan biaya. Para pembeli tipe ini dapat disebut pembeli tipe kebiasaan (habitual buyer).

3. Tingkat ketiga berisi orang-orang yang puas, namun memikul biaya peralihan (switching cost), baik dalam waktu, uang atau resiko sehubungan dengan upaya untuk melakukan pergantian ke merek lain. Kelompok ini biasanya disebut dengan konsumen loyal yang merasakan adanya suatu pengorbanan apabila melakukan penggantian ke merek lain. Para pembeli tipe ini disebut satisfied buyer.

4. Tingkat keempat adalah konsumen benar-benar menyukai merek tersebut.
Pilihan konsumen terhadap suatu merek dilandasi pada suatu asosiasi, seperti simbol, rangkaian pengalaman dalam menggunakannya, atau kesan kualitas yang tinggi. Para pembeli pada tingkat ini disebut sahabat merek, karena terdapat perasaan emosional dalam menyukai merek.

5. Tingkat teratas adalah para pelanggan yang setia. Para pelanggan mempunyai suatu kebanggaan dalam menemukan atau menjadi pengguna suatu merek. Merek tersebut sangat penting bagi pelanggan baik dari segi fungsinya, maupun sebagai ekspresi mengenai siapa pelanggan sebenarnya(commited buyers).

e. Other proprietary brand asset

 

DAFTAR PUSTAKA

www.doktormarketing.com

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/05/brand-equity-kekuatan-suatu-merek.html

 

oleh : yana respati dewi

dosen : nanang suryadi

http://marcom.lecture.ub.ac.id/

http://nanangsuryadi.lecture.ub.ac.id

 

CARA MENGUKUR EFEKTIFITAS MARKETING COMMUNICATION

 

Ada banyak faktor yang ada diluar kemampuan pengendalian kita yang dapat memberikan dampak terhadap aktivitas pemasaran. Hal ini seperti cuaca, tingkat bunga, peraturan pemerintah dan banyak hal lainnya. Pemahaman terhadap dampak dari faktor-faktor ini yang mungkin terdapat di dalam konsumen kita, bisa membantu kita untuk merancang program yang bisa mendatangkan keuntungan dari berbagai faktor ini atau mengurangi resiko dari faktor ini jika mereka berada di tengah-tengah kampanye pemasaran kita. Ada lima faktor yang bisa mengarahkan tingkat efektivitas pemasaran yang bisa dicapai oleh para pemasar.:

1. Strategi Pemasaran – Peningkatan efektivitas pemasaran bisa dicapai dengan menggunakan strategi pemasaran yang mutakhir

2. Kreativitas pemasaran – meskipun tanpa adanya perubahan strategi, kreativitas yang baik dapat meningkatkan hasil yang ada.

3. Menjalankan pemasaran – Dengan meningkatkan cara pemasar masuk ke pasar, mereka dapat mencapai hasil yang signifikan tanpa perlu melakukan perubahan strategi atau usaha menjalankan kreasi.

4. Infrastruktur Pemasaran (juga dikenal sebagai Marketing Management) – meningkatkan bisnis pemasaran yang bisa menghasilkan peningkatan yang besar bagi perusahaan.

5. Faktor-faktor Exogenous – Secara umum, duluar kendali para pemasar, faktor-faktor eksternal atau exogenous juga berpengaruh terhadap bagaimana para pemasar dapat meningkatkan hasil mereka. Mendapatkan keuntungan dari musim, tingkat bunga atau peraturan pemerintah yang dapat membantu efektivitas pemasaran mereka .

 

Sebuah proses IMC yang efektif melalui tahap-tahap sebagai berikut :

• Identify the target audience, mengidentifikasi target audience, dengan mengacu kepada hasil market research dan data sekunder lainnya.

• Determine the communications objectives, menetapkan tujuan dan sasaran komunikasi.

• Designs the messaging content, merancang isi pesan yang paling tepat bagi target audience dan sasaran/tujuan yang ditetapkan. Efektivitas peyampaian pesan, menentukan sukses tidaknya IMC.

• Select the means for communications, memilih cara komunikasi ( termasuk pemilihan media komunikasi )

• Define the mix of media, budget and priorities, menetapkan media-media yang akan digunakan, anggaran prioritas.

• Measure the effectiveness of the efforts, mengukur efektivitas usaha yang dilakukan. Selain itu terdapat beberapa komponen dari Komunikasi Pemasaran Terpadu diantaranya yaitu advertising, direct marketing, publicity/public relation, dan sales promotion.

•    Advertising, periklanan merupakan elemen penting dari bauran komunikasi pemasaran. Sederhananya, iklan mengarahkan pesan pada sejumlah besar orang dengan komunikasi tunggal. Dalam hal ini adalah media massa seperti televisi, koran, majalah, radio, baliho, dan lain-lain.

•    Public Relation, kehumasan atau public relation (PR) merupakan fungsi manajemen yang mengevaluasi perilaku masyarakat, mengidentifikasikan prosedur dan menyesuaikannya dengan kepentingan masyarakat umum serta kemudian menjalankannya untuk mendapatkan pemahaman dan penerimaan dari masyarakat. PR mempunyai tujuan yang lebih luas dari publisitas karena tujuan utamanya adalah mengupayakan dan menjaga reputasi positif dari produk atau perusahaan. Bentuk penerapan PR antara lain :

1.    Publikasi khusus

2.    Perisipasi dalam kegiatan masyarakat

3.    Penggalangan dana

4.    Sponsorship dan event dan lain – lain.

•    Personal selling,  seorang penjual menjual produk individu, layanan atau solusi kepada klien. Wiraniaga sesuai manfaat menawarkan mereka dengan kebutuhan spesifik dari klien. Hari ini, penjualan pribadi mencakup pengembangan hubungan klien lama.   Interaksi ini memberikan fleksibilitas dimana penjual dapat melihat atau mendengar respon atau reaksi dari calon pembeli dan menyesuaikannya dengan pesan penjualannya.

•    Direct Marketing, pemasaran langsung adalah pendekatan saluran bebas untuk distribusi dan / atau komunikasi pemasaran. Jadi sebuah perusahaan mungkin memiliki strategi berurusan dengan pelanggan secara langsung, dalam arti bahwa kesepakatan tersebut dilakukan langsung antara produsen dan pelanggan. Perangkat utama Penjualan Langsung adalah iklan yang bersifat respon langsung (direct response) dimana produk dipromosikan melalui iklan dan mendorong konsumen untuk langsung membeli dari perusahaan / pabrik (bukan melalui toko atau distributor). Umumnya berupa pencantuman formulir pemesanan di iklan, ajakan untuk menelpon saat itu juga atau penggunaan kupon dengan waktu terbatas.Contoh : direct mail, Telemarketing, online tools dan direct  selling.

•    Sales Promotion, promosi penjualan adalah setiap inisiatif yang dilakukan oleh organisasi untuk mempromosikan peningkatan penjualan, penggunaan atau percobaan produk atau jasa (inisiatif yaitu yang tidak tercakup oleh unsur-unsur lain dari komunikasi pemasaran atau bauran promosi.

DAFTAR PUSTAKA

http://ahlimanajemenpemasaran.com/2011/05/mengukur-efektivitas-program-pemasaran/

http://integrated-marketing-communications.blogspot.com/2008/11/proses-integrated-marketing.html

oleh : yana respati dewi

dosen : nanang suryadi

http://marcom.lecture.ub.ac.id/

http://nanangsuryadi.lecture.ub.ac.id

Perkembangan Media Komunikasi Pemasaran dan Internet sebagai Medianya

 

Perkembangan Media Komunikasi Pemasaran

Komunikasi pemasaran adalah proses manajemen suatu perusahaan untuk melakukan dialog kepada berbagai audiens perusahaan, dengan mengembangkan, menyampaikan, dan mengevaluasi serangkaian pesan kepada kelompok stakeholder yang teridentifikasi (Fill, 1999). Komunikasi pemasaran merupakan proses yang dilakukan oleh perusahaan dalam mengkoordinasikan beberapa elemen promosi dan kegiatan pemasaran lainnya sehingga terjalin komunikasi dengan konsumen perusahaan (Belch & Belch, 2004). Dengan menggunakan marketing communication tools yang tepat, perusahaan selaku komunikator dapat memperkenalkan serta memasarkan barang atau jasanya  kepada konsumen selaku komunikan. Oleh karena itu, perencanaan dan pemilihan marketing communication tools menjadi penting sebab tools tersebut merupakan perantara komunikasi perusahaan dalam memasarkan dan mengenalkan barang atau jasa mereka.

Marketing communication tools yang biasa digunakan oleh pemasaran di antaranya adalah advertising, sales promotion, public relations, personal selling, on-line marketing, dan direct marketing. Untuk mendukung masing-masing tools mencapai tujuan komunikasi pemasaran, pemasar harus benar-benar memikirkan pesan komunikasi pemasaran dan media komunikasi pemasaran untuk menyampaikan pesan tersebut. Perencanaan yang matang dalam perumusan bentuk-bentuk komunikasi pemasaran yang akan digunakan sangat dibutuhkan. Hal ini bertujuan untuk lebih memaksimalkan informasi yang akan disampaikan pada khalayak.

“A similar process takes place for the other elements of the IMC program as objectives are set, an overall strategy is developed, message and media strategies are determined, and steps are taken to implement them” (Belch & Belch, 2004).

Ada perbedaan antara surat penawaran produk yang dikirim oleh orang Kanada dan Amerika. Orang Amerika cenderung membangun kredibilitas dengan menyampaikan secara signifikan kelebihan produknya, sementara orang Kanada tidak terlalu mengunggulkan diri. Orang Kanada cenderung curiga bila diiming-imingi hadiah jika merespon direct mail. Menurut mereka, berarti produk/jasanya tidak layak beli. Orang Amerika bereaksi biasa saja (Graves, 1997).

Pada negara Arab, hubungan personal yang dilandasi kepercayaan cenderung lebih berhasil daripada penjelasan sistematis yang formal.Sementara bagi orang Amerika, spesifikasi lebih dipercaya daripada bujukan pribadi.

Konsumen Perancis lebih suka kupon dan twin pack promotion daripada konsumen Inggris. Konsumen Inggris lebih merespon bila ada “x percent extra free”. Orang Hispanik curiga pada ’Garansi Uang Kembali”. Menurut mereka, pasti ada apa-apanya dengan barang tersebut

 

Perkembangan Internet sebagai Media Komunikasi Pemasaran

On-line marketing merupakan cara promosi yang menggunakan media komunikasi dalam dunia maya, yaitu internet. Dengan media tersebut, marketers dapat langsung berhubungan dengan konsumen sekaligus melayani pembelian. Berbeda dengan direct marketing, on-line marketing merupakan alat komunikasi pemasaran dengan memanfaatkan interactive media yang memungkinkan terjadinya pertukaran informasi, dimana masing-masing penggunanya tersebut dapat ikut berpartisipasi dan memodifikasi bentuk dan isi informasi yang mereka terima (Belch & Belch, 2004).

Melalui on-line marketing, perusahaan-perusahaan dapat menciptakan awareness, menyediakan informasi, dan mempengaruhi pasar. Selain itu, dalam beberapa hal, bentuk komunikasi pemasaran ini juga merupakan alat komunikasi pemasaran yang menimbulkan respon langsung, karena memungkinkan para pengguna internet tersebut untuk membeli dan sekaligus berjualan melalui e-commerse.

dunia pemasaran Indonesia akan memasuki era baru pemasaran. Di saat tradisional komunikasi pemasaran mengalami penurunan efektivitasnya sebuah cara baru di dunia pemasaran mengalami perkembangan yang siginifikan. Cara baru tersebut dikenal dengan pemasaran digital. Perubahan teknologi akan berubah dari offline menjadi online, dari involuntary menjadivoluntary. Pelanggan akan secara sukarela mencari informasi tentang produk atau jasa yang dibutuhkan. Mereka bisa memproses informasi sesuai dengan ketertarikannya. Lebih interaktif karena konsumen memiliki keterlibatan tinggi terhadap produk atau jasa. Bentuk pemasaran digital bisa melalui blog, web, e-mail, dan layanan lainnya. Melalui layanan tersebut terjadi pertukaran informasi baik yang berasal dari produsen maupun konsumen. Jadi dengan digitalisasi pemasaran, informasi akan lebih murah karena mudah didapatkan sehingga akan menurunkan biaya riset, akuisisi, dan retensi. Selain itu adanya respon yang cepat dari konsumen melalui layanan di internet, perusahaan bisa dengan cepat memahami keinginan dan kebutuhan konsumen. Ini berarti membantu percepatan inovasi dalam perusahaan. Keunggulan media baru dibandingkan tradisional akan memberikan peluang baru bagi perkembangan dunia pemasaran. Bila melihat di Indonesia, hambatan implementasi pemasaran digital akan lebih berat. Penetrasi internet di Indonesia baru 10,4%, sementara, penetrasi broadband baru 0,2%. Bandingkan di negara berkembang seperti Inggris dengan penetrasi broadband sudah di atas 50%.

Negara maju dengan penetrasi broadband yang cukup besar masih menemui kendala dalam pengimplementasian pemasaran digital. Namun, peningkatan penggunaan medium baru sangat jelas terlihat seperti pada tabel berikut:

 

Tabel 1. Alokasi Budget iklan  di dunia

2005 2006 2007 2008 2009
Newspapers 29.8 29.1 28.3 27.6 27.0
Magazines 13.2 12.9 12.7 12.4 12.4
Television 37.8 37.9 37.7 37.8 37.6
Radio 8.6 8.3 8.2 7.9 7.9
Cinema 0.4 0.4 0.4 0.5 0.5
Outdoor 5.5 5.6 5.7 5.8 6.0
Internet 4.7 5.8 7.0 8.0 8.7

Sumber: ZenithOptimedia

 

Anggaran iklan di Internet masih lebih kecil dibandingkan dengan media cetak dan TV, tapi, secara perlahan alokasi untuk internet mengalami kenaikan yang signifikan. Bahkan pada tahun 2008 dan prediksi tahun 2009, alokasi anggaran iklan untuk inernet akan lebih tinggi dibandingkan dengan radio. Walaupun alokasi anggaran masih relative kecil dibandingkan media cetak dan TV, di masa datang paling tidak akan menyamai surat kabar, lalu majalah dan kemudian TV.  Ini membuktikan bahwa dunia komunikasi pemasaran membutuhkan sebuah media baru untuk mengatasi fragmentasi media tradisional.

Setidaknya ada lima area sebagai penyebab kurangnya pengetahuan tentang pemasaran digital yaitu pembelian dan perencanaan media, penjualan media online, pemasaran melalui email, search-engine marketing, dan advertising-traffic management. Inisiatif pendidikan adalah sebuah langkah awal yang bagus, tapi untuk meyakinkan bahwa digital dipandang sebagai sebuah arena yang dapat membawa keberhasilan, industri harus berusaha membuktikan bahwa tidak hanya gebrakan sesaat saja, tapi juga, meyakinkan bahwa pemasaran digital dapat menunjukan hasil yang optimal, ini merupakan salah satu yang akan menarik para pemasar.

 

DAFTAR PUSTAKA

http://vickydyaz.blog.com/perkembangan-media-komunikasi/ Diakses pada tanggal 8 maret 2012 pukul 10.38

http://mkp.fisip.unair.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=138:implementasi-komunikasi-pemasaran-terpadu-sebagai-penyampai-pesan-promosi-usaha-kecil-menengah-ukm-di-indonesia&catid=34:mkp&Itemid=61 Diakses pada tanggal 8 maret 2012 pukul 10.38

http://www.handiirawan.com/articles/uncategorized/pemasaran_digital.html Diakses pada tanggal 8 maret 2012 pukul 10.38

http://elqorni.wordpress.com/2008/10/22/komunikasi-pemasaran/ Diakses pada tanggal 8 maret 2012 pukul 10.38

http://www.scribd.com/doc/17233902/Komunikasi-Pemasaran-Direct-Marketing-Online-Marketing Diakses pada tanggal 8 maret 2012 pukul 10.38

http://leilamona.blogspot.com/2011/05/komunikasi-pemasaran-berperspektif.html diakses pada tanggal 9 maret 2012 pukul 18.56

http://www.internetmarketers.multiply.com.journal.item.5.Pemasaran_Internet.html diakses pada tanggal 10 maret 2012 pukul 14.28

http://www.24bit.wordpress.com.2010.03.28.dampak-positif-dan-negatif-globalisasi-bagi-indonesia.html diakses pada tanggal 10 maret 2012 pukul 14.28

http://www.handiirawan.com.articles.uncategorized.pemasaran_digital.html diakses pada tanggal 10 maret 2012 pukul 14.28

http://yudakuyudz.wordpress.com.2008.03.19.dampak-positif-dan-negatif-akibat-perkembangan-teknologi-internet.html diakses pada tanggal 10 maret 2012 pukul 14.28

 

Ditulis Oleh : Yana Respati (0910223106)

Dosen : Nanang Suryadi

www.nanangsuryadi.web.id

www.nanangsuryadi.lecture.ub.ac.id

www.marcom.lecture.ub.ac.id

Hello world!

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!