Materi Bank Syariah

Pengertian Bank Syariah

BuahPikiran – Bank syariah atau biasa disebut sebagai islamic bank adalah bank yang menyelenggarakan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip – prinsip syariah, yakni aturan perjanjian berdasarkan hukum islam antara pihak bank bank dan pihak lainnya untuk penyimpanan dan atau jenis kegiatan lainnya seperti pembiayaan kegiatan usaha yang dianyatakan sesuai dengan syariah. Bank syariah merupakan lembaga keuangan intermediasi dan penyedia jasa keuangan yang berdasarkan etika dan sistem nilai islam, khususnya terbebas dari dari bunga (riba) maupun hal hal lain yang tidak jelas dan meragukan (gharar), berprinsip pada keadilan, dan hanya membiayai pada kegiatan yang sifatnya halal.

Bank syariah juga sering disamakan sebagai bank tanpa bunga. Tanpa bunga merupakan dalam arti sempit pada bank syariah. Selain menghindari bunga, bank yang dikenal sebagai bank islam ini juga turut berpartasipasi dalam mencapai sasaran & tujuan dari ekonomi islam yang beriorentasi pada kesejahteraan sosial.

Prinsip Dasar Bank Syariah

Seperti dijelaskan diatas, bank syariah memegang teguh prinsip prinsip syariah yaitu berlandasakan berdasarkan hukum islam. Dalam operasinya bank islam ini tentu mengikuti aturan-aturan dan norma norma dalam islam seperti berikut:

  • Terbebas dari bunga (riba)
  • Terbebas dari praktif spekulatif yang non produktif seperti perjudian (masyir)
  • Terbebas dari hal hal yang meragukan & tidak jelas.
  • Terbebas dari kegiatan dari hal hal rusak atau tidak syah (bathil) dan
  • Bank ini hanya membiayai pada sektor usaha yang halal

Dari kegiatan empat dari pertama diatas dapat disingkat sebagai MAGRIB (masyir, gharar, riba, dan bathil)

  • Larangan riba

Salah satu perbedaan yang jelas antara bank syariah dengan bank konvensional adalah bank syariah tidak mengenal bunga dalam mencari keuntungan, akan tetapi menggunakan sistem bagi hasil. Dalam Al-Qur’an jelas larangan tentang riba, dan bagi muslim yang menghiraukan larangan ini, maka Allah dan Nabi Muhammad SAW, menyatakan perang dengan mereka (QS 2:279).

Riba berarti “Tambahan” yakni pembayaran “sejumlah premi) yang harus dibayarkan pihak peminjam kepada pemberi pinjaman disamping pengembalian pinjaman pokok. Riba dalam persamaan bunga menurut ijma “konsensus” para fuqaha tanpa kecuali (Chapra,1985). Secara spesifik riba berarti pengembalian  tambahan dari pinjaman pokok atau modal secara bathil (saeed, 1996). Diakatakan bathil karena pemilik dana mengharuskan peminjam dan untuk membayar lebih dari yang dipinjam tanpa memperhatikan apakah pinjaman mendapat keuntungan atau mengalami kerugian.

Riba tidak hanya dilarang dalam ajaran islam, akan tetapi dalam ajaran yahudi juga dilarang (Eksodus 22:25, Deuteronomy 23:19, Levicitus 35:7, Lukas 6:36), ajaran kristen (Lukas 6: 34-35 pandangan pendeta awal/abad I – XII, pandangan sarjana kristen / abad VII – XV, pandangan reformis kristen / abad XVI – 1836), maupun ajaran Yunani seperti yang disampaikan plato (426-347 SM) dan Aristoteles (383-322 SM).

Perbedaan antara Bunga dan Bagi Hasil

materi bank syariah

  • Larangan Masyir

Awalnya istilah masyir digunakan untuk permainan anak panah pada jaman sebelum kedatangan islam, ketika tujuh peserta bertaruh untuk mendapatkan hadiah yang telah ditentukan (Al-Omar dan Abdel-Haq, 1996). Masyir secara harfiah adalah mendapatkan sesuatu dengan sangat mudah tanpa harus bekerja keras atau mendapatkan keuntungan tanpa harus kerja.

Dalam islam, masyir yang dimaksud adalah segala sesuatu yang mengandung unsur judi,  taruhan, ataupun permainan beresiko. Judi dan segala bentuknya dilarang dalam syarian islam secara bertahap. Tahap pertama, judi merupakan kejahatan yang memiliki mudharat, judi & taruhan dengan segala bentuknya dilarang & dianggap sebagai perbuatan zalim dan sangat dibenci (QS 52:219). Selain mengharamkan judi dan bentuk taruhan lainnya, hukum islamnya juga mengharamkan setiap aktivitas bisnis yang mengandung unsur judi (Shiddiqi, 1985).

  • Larangan Gharar

Secara harfiah gharar berarti akibat, bencana, bahaya, risiko dll. Dalam agama islam yang tergolong dalam gharar adalah semua bentuk transaksi ekonomi yang melibatkan unsur ketidakjelasan, penipuan maupun kejahtan. Hal ini sangat dibenci dan dikutuk islam dalam Al-Qur’an (QS 6:152; 83: 1:5, dan 4:29) dan hadist. Dalam dunia bisnis, gharar adalah menjalankan suatau usaha secara buta tanpa memiliki pengetahuan yang cukup, atau menjalankan suatu transaksi yang risikonya berlebihan tanpa mengetahui secara pasti akibat yang terjadi atau memasuki kancah tanpa memikirkan konsekuensinya, walaupun unsur ketidakpastian, yang tidak besar, boleh saja ada kalau memang tidak bisa ditinggalkan. Afzal – ur-Rahman (1990) mengelompokkan gharar kedalam dua bagian:

  1. Gharar karana terdapat unsur risiko yang mengandung keraguan, probabilitas, dan ketidakpastian secara dominan, dan
  2. Gharar karena terdapat unsur yang meragukan dikaitkan dengan penipuan atau unsur kejahatan oleh salah satu pihak terhadap pihak lainnya.

Semua transaksi yang mengandung unsur ketidakjelasan baik dalam jumlah, kualitas, harga, waktu, atau kejahatan tergolong dalam kategori gharar. Dalam semua bentuk gharar ini, keadaan yang sama – sama rela yang dicapai bersifat sementara, yaitu sementara keadaannya telah menjadi jelas, salah satu dari pihak (baik penjual maupun pembeli) akan merasa terzalami, meskipun pada awalnya tidak demikian. Beberapa contoh kasus yang termasuk dalam kategori gharar antara lain:

  • Penjualan barang yang belum jelas ditangan penjual, seperti buah-buahan yang belum matang, ikan atau burung yang belum ditangkap, dan hewan yang masih dalam kandungan.
  • Penjual dimasa datang (future trading)
  • Penjualan barang yang sulit dipindahtangankan
  • Penjualan yang belum ditentukan harga, jumlah maupun kualitasnya, dan
  • Penjualan yang menguntungkan sepihak

Perbedaan Bank Syariah dengan Bank Konvensional

Bila dibandingkan dengan bank konvensional, bank syariah memiliki sejumlah karakteristik esensial yang membedakannya dengan bank konvensional, secara ringkas dapat dilihat pada tabel dibawah ini;

pengertian bank syariah

Fungsi Bank Syariah

Bank syariah memiliki dua peran utama, yakni sebagai badan usaha (tanwil) dan badan sosial (maal). Sebagai badan usaha, bank ini memiliki beberapa fungsi, yakni sebagai manajer investasi, investor, dan jasa pelayanan. Sebagai manajer investasi, bank syariah melakukan penghimpunan dana dari pihak investor/nasabahnya dengan prinsip wadi’ah (titipan), mudharabah (bagi hasil) atau ijarah (sewa). Sebagai investor, bank syariah melakukan penyaluran dana melalui kegiatan investasi dengan prinsip bagi hasil, jual beli, atau dalam bentuk sewa. Sebagai penyedia jasa perbankan, bank syariah menyediakan jasa keuangan, jasa non keuangan, & jasa keagenan.

Pelayanan jasa keuangan dilakukan dengan prinsip wakalah (pemberian mandat), kafalah (bank garansi), hiwalah (pengalihan utang), rahn (jaminan utang atau gadai), qardh (pinjaman kebajikan untuk dana talangan), sharf (jual beli valuta asing), dll.

Sementara untuk layanan jasa non keuangan dilakukan dalam bentuk wadi’ah yad amanah mudharabah. Sementara itu, sebagai badan sosial, bank syariah memiliki fungsi sebagai pengelola dan sosial untuk menghimpun dana penyaluran zakat, infak, dan shadaqah (ZIS), serta sebagai penyaluran wardhul hasan (pinjaman kebajikan. Secara singkat fungsi dari bank syariah dapat dilihat seperti gambar di bawah ini.

fungsi bank syariah

Jenis Kegiatan Usaha

Secara umum kegiatan usaha bank syariah dikelompokkan kedalam penghimpuan dana, penyaluran dana, pelayanan jasa, dan kegiatan sosial.

  1. Penghimpunan dana

Dalam kegiatan menghimpun dana, bank syariah melakukan mobilisasi dan investasi tabungan guna pembangungan perekonomian dengan cara yang adil dengan demikian keuntungan yang adil dapat dijamin bagi semua pihak. Tujuan dari mobiliasi dana merupakan hal penting dalam islam secara tegas mengutuk penimbunan tabungan dan menuntut penggunaan sumber dana secara produktif dalam rangka mencapai tujuan sosial ekonomi islam. Dalam hal ini, bank syariah melakukannya tidak dengan sistem bunga (riba), akan tetapi dengan menggunakan prinsip  yang sesui dengan syarian islam, khususnya mudharabah (bagi hasil) dan wadi’ah (titipan).

Sumber dana bank syariah selain dari kegiatan penghimpunan dana, tentunya dari modal disetor dengan demikian secara keseluruhan sumber dana bank syariah menjadi:

  • Modal
  • Rekening giro
  • Rekening tabungan
  • Rekening investasi umum
  • Rekening investasi khusus
  • Obligasi syariah
  1. Penyaluran dana

Dalam penyaluran dana, bank syarih diperbolehkan memberikan pembiayaan. Pembiayaan yang dilakukan jenis bank ini mencakup mudharabah dan msyarakah (dengan sistem bagi hasil), murabahah dan salam (dengan pola jual beli), dan ijarah (dalam bentuk sewa atau financial). Selain kelima bentuk pembiayaan ini, terdapat juga berbagai bentuk pembiayaan turunan langsung atau tidak langsung dari ke lima bentuk diatas. Bank syariah juga diperbolehkan memiliki produk  pelengkap yang berbasis jasa (fee-based service) seperti qardh dan jasa keuangan lainnya.

  • Pembiayaan bagi hasil

Bentuk pembiayaan yang utama dalam kegiatan bank syariah yang telah disepakati ulama adalah pembiayaan dengan prinsip bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan musyarakah, yakni tidak ada bagian keuntungan tampa mabil bagian dalam risiko (Al_Omar dan Abdel-Haq,1996), atau setiap keuntungan ekonomi riil harus terdapat biaya ekonomi riil (Khan, 1995). Ciri ciri utama sistem pembiayaan bagi hasil adalah bahwa keuntungan dan kerugian ditanggung bersama oleh pemilik dana maupun pengusaha. Konsep pembiayaan seperti ini berlandaskan pada beberapa prinsip dasar (Usamani, 1999).

  • Pembiayaan bagi hasil tidak berarti meminjamkan uang, akan tetapi merupakan partisipasi dalam usaha. Dalam hal musyarakah, keikutsertaan aset dalam usaha hanya sebatas proporsi pembiayaan masing masing pihak.
  • Investor atau pemilik modal harus ikut menanggung risiko kerugian usaha sebagas proporsi pembiayaan
  • Para mitra usaha bebas menetukan, dengn persetujuan bersama, rasio keuntungan untuk masing masing pihak, yang dapat berbeda dari rasio pembiayaan yang disertakan.
  • Kerugian yang ditanggung oleh masing masing pihak harus sama dengan proporsi investasinya.
  • Mudharabah

Merupakan bentuk pembiayaan bagi hasil ketika bak sebagai pemilik modal, yang biasa disebut sebagai shahibul maal/rabbul maal, menydiakan modal (100%) kepada pengusaha sebagai pengelola, biasa disebut sebagai mudharib, guna melakukan aktivitas produktif dengan ketentuan bahwa keuntungan yang diperoleh akan dibagi di antara mereka menurut kesepakan yang ditentukan sebelumnya dalam akad (yang besarnya juga dipengaruhi oleh kekuatan pasar).

Bilamana terjadi kerugian karena proses normal dari usaha, bukan karena kelalalian atu kecurangan pengelola, maka kerugian sepenuhnya ditanggung oleh pemilik modal. Sementara bila terjdi kerugian karena kelalaian dan kecurangan pengelola, maka pengelola bertanggung jawab sepenuhnya. Pengelola tidak ikut menyertakan modal, tetapi menyertakan tenaga ahlinya.

Pemilik dana hanya menyediakan modal dan tidak diperbolehkan untuk ikut campur dalam manajemen usaha yang dibiayainya. Kesedian pemilik dana untuk menanggung risiko bilamana terjdi kerugian menjdi dasar untuk mendapat bagian dari keuntungan.

  • akan dilanjutkan di lain hari

atau baca disini

Pengertian Asuransi Kesehatan jenis dan manfaat

Pengertian

Secara umum asuransi kesehatan adalah suatu perjanjian antara nasabah asuransi (pihak tertanggung) dengan pihak perusahaan asuransi (pihak penaggung) tentang pengalihan resiko dari pihak tertanggung ke pihak perusahaan asuransi (penanggung).

pengertian asuransi kesehatan

Resiko yang dialihkan kepada pihak perusahaan asuransi berupa kerugian material yang dapat dinilai dengan uang yang dialami nasabah, dikarenakan peristiwa yang mungkin / belum pasti akan terjadi (Uncertainty of Occuurence & Uncertainty), seperti:

  • Resiko kebakaran gedung dan/atau harta benda yang ada di dalam gedung tersebut sebagai akibat sambaran petir, kelalaian manusia, hubungan arus pendek, dan sebagainya.
  • Resiko kerusakan mobil disebabkan kecelakaan lalu lintas, atau kehilangan dikarenakan pencurian.
  • Meninggal atau cedera akibat kecelakaan, sakit
  • Banjir, angin topan, badai, gempa bumi, tsunami. dan lain sebagainya.

Jenis dan manfaat asuransi kesehatan

Secara garis besar, asuransi kesehatan dikelompok menjadi 6 kelompok:

  1. Asuransi berdasarkan jenis perawatan

Dari segi perawatannya, asuransi kesehatan ini dibedakan menjadi dua yakni asuransi rawat inap dan asuransi rawat jalan.

Untuk jenis rawat inap, piahk asuransi akan mencover seluruh biaya termasuk biaya rumah sakit, pengobatan, layanan laboratorium, layanan dokter, layanan darurat sampai dengan biaya persalinan. Sedangkan untuk layanan rawat jalan biasanya perusahaan hanya mengcover biaya perawatan yang sifatnya mencegah seperti konsultasi dokter dan lain sebagainya.

  1. Asuransi berdasarkan pihak tertanggung

Pihak tertanggung dapat berupa invidu maupun kelompok. Untuk asuransi kesehatan individu, Biaya yang di cover perusahaan biasanya ditujukan untuk satu orang saja, dengan demikian hanya pemegang polis saja yang dapat mengklaim dana asuransi. Sementara untuk asuransi kelompok, penangguhan dana oleh perusahaan asuransi berlaku untuk kelompok, seperti keluarga, perusahaan, ataupun organisasi dengan syarat – syarat yang telah ditentukan.

  1. Asuransi berdasarkan jumlah dana yang ditanggung

Hal ini berarti besaran dana atau biaya yang ditanggung oleh perusahaan. Ada beberapa perusahaan asuransi yang mengcover secara keseluruhan biaya pengobatan, selain itu ada juga asuransi standar yang hanya menanggung biaya pelayanan kesehatan tertentu saja. Hal kedua tersebut diatas tentu memiliki syarat dan ketentuan yang telah disepakati kedua belah pihak.

  1. Asuransi berdasarkan Keikutsertaan Anggota

Ditinjau dari keikutsertaan anggota ada yang wajib dan secara sukarela. Untuk perusahaan yang mewajibkan karyawan mendaftar asuransi kesehatan dengan mitra perusahaan asuransi pembayaran premi dilakukan secara serentak oleh perusahaan bersangkutan melalui pemotongan gaji. Sementara untuk jenis asuransi yang sifatnya sukarela, biasanya peruntukannya bagi masyarakat yang tidak terikat dengan perusahaan.

  1. Asuransi berdasarkan pembayaran ganti rugi

Pada jenis ini terdapat dua jenis asuransi yakni asuransi dengan sistem cashless atau pembayaran secara langsung, dan asuransi dengan sistem reimbursement.

Asuransi dengan pembayaran secara langsung hanya perlu menunukkan kartu anggota dari perusahaan asuransi saat melakukan pengobatan kerumah sakit. Dengan kata lain seorang pemegang polis dapat secara langsung melakukan klaim asuransi miliknya. Sementara Asuransi sistem reimbursement atau pembayaran berganti, kalian harus melakukan diposit terlebih dahulu pada saat pengobatan. Selanjutnya, perusahaan asuransi akan menggantinya ketika menunjukkan struk pembayaran pengobatan.

  1. Asuransi berdasarkan pengelola dana

Dana asuransi dikelola oleh pihak swasata dan pemerintah. Asuransi yang dikelola pihak pemerintah merupakan program pelayanan masyarakat untuk membantu meringankan biaya pengobatan mereka. Oleh karenanya, asuransi jenis itu sangat bergantung pada kebijakan pemerintah, baik pemerintah pusat atau daerah. Sementara asuransi yang dikelola oleh pihak swasta, mereka menawarkan produk berupa premi kesehatan dan menjadikannya bisnis yang mendatangkan keuntungan. Tak heran bila asuransi kesehatan yang dikelola pihak swasta manfaat yang diterima lebih bervariatif dan unggul.

Lihat juga:

Manfaat asuransi secara umum

Manfaat asuransi all risk

Pengertian Asuransi Jenis dan Manfaat Asuransi

Kehidupan dan properti seseorang dikelilingi oleh risiko kematian, cacat atau kehancuran. Risiko-risiko ini dapat mengakibatkan kerugian finansial. Asuransi adalah cara yang bijaksana untuk mentransfer risiko tersebut ke perusahaan asuransi.  Jadi apa itu asuransi, jenis dan manfaat asuransi.

pengertian asuransi

Pengertian Asuransi

Asuransi adalah perjanjian hukum antara dua pihak yaitu perusahaan asuransi (pihak penanggung) dan individu (pihak tertanggung). Dalam hal ini, perusahaan asuransi berjanji untuk mengganti kerugian dari tertanggung atas terjadinya kontinjensi yang dipertanggungkan.

Kontinjensi adalah peristiwa yang menyebabkan kerugian. Kerugian  yang dimaksud meliputi kematian pemegang polis atau kerusakan / perusakan properti.  Hal demikian ini  disebut kontingensi karena terdapat ketidakpastian mengenai peristiwa tersebut. Tertanggung membayar premi sebagai imbalan atas janji yang dibuat oleh penanggung.

Sistem Kerja Asuransi

Baik pihak penanggung maupun tertanggung sama sama mendapatkan kontrak hukum untuk asuransi, yang disebut polis asuransi. Polis asuransi memiliki rincian tentang kondisi dan keadaan di mana perusahaan asuransi akan membayar jumlah kerugian kepada tertanggung .

Asuransi merupakan cara terbaik melindungi diri dan keluarga Anda dari kerugian finansial. Secara umum, besaran premi untuk asuransi jauh lebih kecil dalam hal uang yang dibayarkan. Perusahaan asuransi mengambil risiko ini dengan memberikan pertanggungan tinggi dengan premi kecil karena sangat sedikit orang yang diasuransikan yang akhirnya mengklaim asuransi. Inilah sebabnya mengapa Anda mendapatkan asuransi dengan jumlah besar dengan biaya premi yang cukup murah.

Setiap orang atau perusahaan dapat mencari asuransi dari perusahaan asuransi, tetapi keputusan untuk menyediakan asuransi adalah kebijaksanaan perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi akan mengevaluasi aplikasi klaim untuk membuat keputusan. Umumnya, perusahaan asuransi menolak memberikan asuransi kepada pemohon yang berisiko tinggi.

Jenis jenis asuransi

  1. Asuransi jiwa

Seperti namanya, asuransi jiwa adalah asuransi jiwa.  Anda membeli asuransi jiwa untuk memastikan tanggungan Anda dijamin secara finansial jika Anda meninggal sebelum waktunya. Asuransi jiwa sangat penting jika Anda terlebih kamu merupakan tulang punggung keluarga atau jika keluarga Anda sangat bergantung pada penghasilan Anda. Di bawah asuransi jiwa, keluarga pemegang polis diberi kompensasi finansial jika pemegang polis berakhir selama jangka waktu polis.

  1. Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan dibeli untuk menutupi biaya medis untuk perawatan yang mahal. Berbagai jenis polis asuransi kesehatan mencakup beragam penyakit.  Anda dapat membeli polis asuransi kesehatan generik serta polis untuk penyakit tertentu. Premi yang dibayarkan untuk polis asuransi kesehatan biasanya mencakup biaya perawatan, rawat inap dan pengobatan.

  1. Asuransi Kendaraan

Di jaman sekarang ini, asuransi kendaraan adalah kebijakan penting bagi setiap pemilik mobil. Asuransi ini melindungi Anda dari insiden tak diinginkan seperti kecelakaan.  Beberapa kebijakan juga mengganti kerusakan pada mobil Anda selama bencana alam seperti banjir atau gempa bumi. Ini juga mencakup tanggung jawab pihak ketiga di mana Anda harus membayar ganti rugi kepada pemilik kendaraan lain.

  1. Asuransi Pendidikan

Asuransi pendidikan anak mirip dengan polis asuransi jiwa yang telah dirancang khusus sebagai alat tabungan. Asuransi pendidikan bisa menjadi cara yang bagus untuk memberikan jumlah uang yang cukup  ketika anak Anda mencapai usia untuk pendidikan tinggi dan memperoleh masuk ke perguruan tinggi (18 tahun ke atas). Dana ini kemudian dapat digunakan untuk membayar biaya pendidikan tinggi anak Anda. Di bawah asuransi ini, anak adalah jaminan jiwa atau penerima dana, sedangkan orang tua / wali adalah pemilik polis.

Anda dapat memperkirakan jumlah uang yang akan digunakan untuk mendanai pendidikan anak-anak Anda menggunakan Kalkulator Perencanaan Pendidikan.

  1. Asuransi Rumah

Kita semua bermimpi memiliki rumah sendiri. Asuransi rumah dapat membantu mengatasi kehilangan atau kerusakan yang disebabkan oleh rumah Anda karena kecelakaan seperti kebakaran dan bencana alam atau bahaya lainnya. Asuransi rumah mencakup contoh lain seperti kilat, gempa bumi, dll.

Manfaat Asuransi

Terlepas dari manfaat keselamatan dan keamanan dari membeli asuransi, ada juga manfaat pajak penghasilan yang dapat Anda manfaatkan. Berikut sejumlah manfaat asuransi secara umum:

  • Sebagai media untuk transfer resiko
  • Untuk meminimalkan kerugian
  • Untuk memberikan ketenangan
  • Membantu Mengatur Keuangan
  • Dll

Kesimpulan

Baik itu asuransi jiwa, asuransi kesehatan atau asuransi umum, Anda dapat membeli polis asuransi secara offline maupun online. Sama seperti ada agen asuransi yang akan membantu Anda membeli polis, ada juga situs web di mana Anda dapat membeli polis. Pastikan Anda telah melakukan riset sebelum memilih dan berinvestasi dalam polis asuransi.

Hello world!

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!