Peran Kepemimpinan Dalam Perubahan Organisasi



Di era yang serba cepat sekarang ini perubahan sosial tidak dapat terelakan lagi, semua aspek kehidupan harus melekukan dan mengalami perubahan demi kemajuan diri serta agar tidak tertinggal dengan jaman dan dapat bersaing dalam berbagai macam keadaan yang akan dihadapi. Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi baik kemunculan, perkembangan, bahkan kemunduran, dalam kurun waktu tertentu terhadap tatanan yang meliputi struktur sosial (Garth dan Mills). Proses perubahan atau transformasi ini juga terjadi kepada organi sektor public.
Peubahan organisasi adalah kegiatan beralihnya kondisi organisasi dari kondisi sbelumnya menuju ke kondisi yang akan datang dan lebih baik guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi. Suatu organisasi perlu melakukan perubahan dalam melakukan kegiatannya, karena lingkungan organisasi secara terus-menerus mengalami perubahan, sehingga organisasi perlu melakukan perubahan jika ingin tetap eksis dan sukses dimasa mendatang. Sebuah organisasi pasti akan selalu mangalami naik turun dalam kehidupannya, ada oganisasi yang berkembang dengan cepat dalam era perubahan ini namun masih ada banyak juga organisasi yang tidak dapat berkembang atau lambat dalam mengikuti perubahan jaman yang serba cepat ini.

Sebuah organisasi tidak akan bisa berubah dan berjalan kearah tujuan yang telah dicita-citakan apabila pemimpinnya tidak kompeten dan tidak membuat langkah-langkah perubahan. Hal ini menunjukan bahwa peran seorang pemimpin sangatlah penting dan berpengaruh didalam perubahan organisasi, hal ini dikarenakan seorang pemimpin memiliki sebuah kemampuan atau kelebihan untuk mendorong dan menumbuhkan kreatifitas dan inovasi, serta meningkatkan motivasi anggota organisasi untuk menciptakan kinerja yang baik sehingga dapat meningkatkan produktivitas kinerja anggota yang orientasi kepada tujuan organisasi yang telah dicita-citakan. Apabila unit kepemimpinan dapat berupah kearah yang lebih baik maka akan perubahan organisasi juga akan berubah kearah yang lebih baik. Pemimpin yang lemah akan memberi dampak membuat organisasi menjadi lemah. Sedangkan pemimpin yang kuat akan memberi dampak kepada organisasi menjadi kuat. Artian dalam hal ini adalah keberhasilan organisasi kearah yang lebih baik dalam mencapai tujuan organisasi bergantung kepada gaya kepemimpinan serta sosok seorang pemimpin.

Dalam hal ini perubahan organisasi memerlukan kepemimpinan yang kuat baik dari segi gaya kepemimpinan maupun dari kepribadian seorang pemimpin tersebut. Dalam melakukan perubahan organisasi seorang pemimpin harus memiliki komitmen yang kuat hal ini dikarenakan dalam memimpin perubahan pada suatu organisasi akan menemukan permasalahan dan hambatan yang banyak dan sulit sehingga memerlukan power, keyakinan, kepercayaan diri, dan keteguhan diri yang lebih dan ekstra. Dalam hal ini seorang pemimpin harus dapat bersifat aktif dalam melakukan tugasnya sehingga dapat mencapai tujuan organisasi. Seorang pemimpin harus selalu memiliki semangat untuk menghadapi tantangan perubahan yang dihadapi dan memandang sebuah tantangan sebagai ujian kepemimpinannya. Selain itu juga pemimpin perubahan juga harus visioner, yaitu seorang pemimpin harus dapat sanggup melihat jauh kedepan kearan mna organisasi harus bergerak dan melangkah. Kotter (1990) menyebutkan bahwa memimpin perubahan harus dimulai dengan menetapkan arah setelah mengembangkan suatu visi tentang masa depan, dan kemudian menyatukan langkah orang-orang dengan mengomunikasikan penglihatannya dan mengilhami mereka untuk mengatasi rintangan-rintangan.

Kecerdasan seorang pemimpin juga sangat diperlukan dalam melakukan perubahan dalam organisasi, hal ini dikarenakan tanpa kecerdasan yang mumpuni seorang pemimpin akan mudah goyah dan terombang-ambing dalam kebingungan memimpin perubahan organisasi. Kecerdasan sangat diperlukan karena pemimpin harus pandai memilih strategi dan menetapkan program-program perubahan dan mengilhami teknik-teknik mengatasi masalah yang sesuai dengan situasi dan kondisi organisasional yang ada berserta dinamikanya. Dalam perubahan organisasi kecerdasan pemimpin yang dibutuhkan adalah kecerdasan multi-dimesional, yaitu mencangkup kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual. Dengan kecerdasan intelektual berarti seorang pemimpin memiliki pengetahuan, wawasan, dan kreativitas berpikir yang diperlukan. Dengan kecerdasan emosional berarti seorang pemimpin pandai mengelola emosi diri maupun emosi orang lain, sehingga proses perubahan dapat berjalan efektif . Dengan kecerdasan spiritual berarti seorang pemimpin memiliki kesadaran etis yang tinggi sehingga tujuan perubahan tidak semata demi peningkatan efektivitas organisasi namun juga demi terlaksananya tanggung jawab moral dan etik (moral & ethical responsibility) kepada semua stakeholders.
Di era perubahan yang sangat cepat ini seorang pemimpin harus dapat berorientasi kepada pengembangan, yaitu kepemimpinan yang menghargai dan menjunjung tinggi eksperimentasi, mengusahakan munculnya ide gagasan baru, dan memunculkan serta melakukan perubahan. Pemimpin yang seperti ini akan selalu menemukan cara-cara baru untuk menyelesaikan permasalahan, membuat pendekatan baru terhadap permaslahan, serta mendorong anggota untuk memulai kegiatan baru.

Terdapat beberapa hal yang harus dipenuhi seorang pemimpin dalam memimpin perubahan organisasi yaitu:
• Pemimpin itu harus memiliki wawasan yang baik sehingga pemimpin tersebut bisa mengetahui kebutuhan di masa mendatang, siapa yang lebih cepat mengetahui arah perubahan maka ia yang akan menjadi pemenang membawa perubahan organisasi lebih cepat dan tepat mencapai tujuan.
• Pemimpin harus bersikap partisipatif terhadap visi dan misi organisasi, hal ini dikarenakan rancangan visi harus dilakukan dan dijunjung tinggi oleh seluruh organisasi bukan hanya diyakini oleh pemimpin saja,ataupun anggota saja.
• Pemimpin harus dapat mensinergikan semua aktifitas yang terjadi dalam organisasi, sehingga organisasi dapat bergerak dengan arah yang pasti dan memfokuskan pada satu tujuan.
• Pemimpin harus dapat melakukan management of diversity, pemimpin haus dapat mengatur atau memanage berbagai macam sumber daya dan perbedaan yang ada didalam organisasi. Pemimpin yang baik harus dapat me-manage kebhinnekaan.

Selain itu dalam perubahan organisasi untuk dapat menghadapi terjadinya perubahan yang cepat atau bahkan untuk dapat menciptakan perubahan dan pengembangan organisasi atau perusahaan untuk itu diperlukan seorang pemimpin yang memiliki kepemimpinan yang dapat mendorong atau menjadikan organisasi atau perusahaan mempunyai kultur yang menyuburkan kreativitas dan selalu dapat mempertahankan nafas kreativitas serta selalu melahirkan inovasi baru yang menghasilkan sustainable growth atau sustainable development sebagai prasyarat untuk perubahan dan perkembangan organisasi. Dikemukakan bahwa kreativitas akan ditentukan oleh expertice, motivation and creative thinking skills. Sedangkan kaitannya dengan inovasi hal itu akan ditentukan oleh iklim kerja dan kepemimpinan.


Daftar Pustaka

wahab, Abdul Aziz. 2015. Kepemimpinan Dalam Perubahan dan Perkembangan Organisasi.Jurnal Eklektika. Volume 3 Nomor 1

Utami, Setyaningsih Sri. 2007. Pengaruh Kepemimpinan Dalam Organisasi. Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan. Volume 7 Nomor 2

Haris, Ahmmd. 2006. Kepemimpinan Madani. JurnalInnovatio. Volume 5 Nomor 10