RSS
 

Ingin Lahirkan Komikus Muda, Yongky Sui Khiong Mengajar Ekskul Komik

16 Sep

Ingin Lahirkan Komikus Muda, Yongky Sui Khiong Mengajar Ekskul Komik

 

Siapa yang tidak suka membaca komik? Tentu keba­nyakan dari kita,

anak-anak mau­pun dewasa, pernah mem­baca komik. Sayangnya, saat ini, komik yang banyak beredar di Indonesia merupakan komik-komik luar negeri.

Karena itu, salah seorang kartunis dan komikus asal Bogor, Yongky Sui Khiong, temotivasi untuk mengajarakan ilmunya kepada anak-anak sekolah. ”Harapannya, beberapa dari me­reka bisa menjadi komikus dan dikenal di nasional bahkan dunia internasional,” tuturnya.

Yongky mengungkapkan, komik dari Indonesia juga perlu dihargai, untuk memperkenalkan budaya, tradisi bahkan kebiasaan yang dilakukan di Indonesia. ”Sekarang ini malah komik yang isinya budaya-budaya luar yang banyak dibaca anak-anak, hal tersebut menjadi perhatian saya,” tuturnya.

Ia mengaku, sudah sejak lima tahun rutin mengajar ekstra­kurikuler

komik di beberapa sekolah di Kota Bogor. ”Budaya Indonesia yang sudah melekat pada diri kita masing-masing sejak lahir, itulah yang seharusnya tertuang dalam komik-komik yang kita baca. Saya motivasi mereka, karena komikus Indonesia butuh regenerasi,” jelas Yongky.

Ia menjelaskan, dirinya mene­kuni komik karena memang sudah memiliki bakat menggam­bar sejak SD dan sudah mengi­kuti berbagai kompetisi.

”Awalnya saya ikut lomba-lomba melukis, belum menda­lami dunia komik dan kartun.

Tapi memang sudah suka menggambar sejak kecil,” bebernya.

Lulusan Institut Kesenian Jakarta ini mengaku sudah sejak di bangku kuliah menekuni dunia komik termotivasi setelah melihat kakak kelasnya, yang saat ini merupakan tokoh komikus ternama di Indonesia, yaitu Mice dan Benny, yang aktif di membuat kartun dan komik di majalah dinding kampus. ”Jadi waktu itu, 1990, mulai menekuni komik, dan 1999 saya mulai mengirimkan hasil gambar saya ke media-media nasional,” tuturnya.

Ketika gambarnya diterbitkan di media, Yongky jadi lebih termotivasi. Mulai dari situ ia aktif mengikuti komunitas dan kegiatan yang berkaitan dengan komik. ”Bahkan beberapa kali saya diundang komunitas komik nasional untuk mengkuti pa­meran maupun menjadi pema­teri,” terang Yongky.

Ia mengaku, dengan komik, dirinya bisa jujur mengeks­pre­sikan diri. ”Apa yang tertuang da­lam gambar, itulah yang ingin saya ekspresikan,” tukanya

 

Baca Juga :

 
Comments Off on Ingin Lahirkan Komikus Muda, Yongky Sui Khiong Mengajar Ekskul Komik

Posted in Pendidikan

 

SMAN 8 Bogor Hadirkan 31 PT

16 Sep

SMAN 8 Bogor Hadirkan 31 PT

 

Kegiatan pameran atau ekspo perguruan tinggi akhir-akhir ini dirasa penting

dan banyak dibutuhkan siswa. Hal tersebut karena sangat membantu siswa SMA kelas 12 yang sebentar lagi mengikuti UNBK dan akan melanjutkan ke jenjang selanjutnya, agar tidak bingung dalam memilih perguruan tinggi dengan program studi yang tepat bagi dirinya di masa depan.

SMAN 8 Bogor pun menggelar ekspo perguruan tinggi (PT), kemarin (23/1) Menurut Kepala SMAN 8 Bogor Dedeh Rohayati, kegiatan ini untuk memfasilitasi siswa kelas 12 dengan menghadirkan 31 perguruan tinggi, 19 PT negeri dan 12 PT swasta.

“Saya harap dengan adanya kegiatan ini, anak dapat termotivasi untuk

bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan sesuai dengan yang mereka minati. Terlebih lagi, banyak kakak kelas alumni SMAN 8 Bogor yang sudah berada di bangku kuliah hadir hari ini (kemarin, red),” tutur Dedeh.

Hal ini, menurut Dedeh, tentunya mempermudah siswa kelas 12 men­dapatkan informasi tentang perguruan tinggi, mereka cukup datang di satu tempat saja.
”Dengan begitu siswa bisa memban­dingkan langsung antar perguruan tinggi. Mereka juga bisa bertanya langsung lebih detail hal-hal yang ingin mereka ketahui tentang perguruan tinggi terkait,” bebernya.

Dedeh menuturkan, orang tua siswa kelas 12 pada khususnya turut diundang

untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut. “Hal ini untuk menciptakan keselarasan antara keinginan siswa dengan orang tua yang terkadang berbeda,” katanya.

Salah seorang orang tua siswa dari Nevindra kelas 12 Ipa, Ida, mengaku dengan adanya kegiatan ini sangat terfasilitasi karena dapat mengirit waktu sehingga sayang jika dilewatkan.

”Kita tidak harus datang ke PT satu per satu, sehingga irit waktu, irit tenaga, dan bisa jadi bahan perbandingan bagi kami yang lebih lengkap, karena anak menjadi prioritas saya,” jelasnya.(cr1/c)

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/

 
Comments Off on SMAN 8 Bogor Hadirkan 31 PT

Posted in Pendidikan

 

LaSastra 5 Himpun 500 Peserta

16 Sep

LaSastra 5 Himpun 500 Peserta

 

Dirintis sejak 2001, SMAN 5 Bogor berhasil mem­buat acara lomba bahasa

dan sastra yang tersohor hingga di tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Acara tersebut diusung dengan nama LaSastra 5 yang rutin digelar se­tiap tahun oleh SMAN 5 Bogor dengan panitia yang merupakan gabungan dari guru, anggota OSIS , juga MPK. Kemarin (17/1), ratusan siswa tingkat SMP maupun SMA memadati ge­dung SMAN 5 Bogor untuk mengikuti setiap lomba pada LaSastra 5.

Menjadi suatu kebanggaan sekolah, bahkan Kota Bogor, karena baru tahun ini peserta yang mengikuti lomba di La­Sasta 5 memperebutkan piala bergilir dari gubernur Jawa Barat. Menurut Kepala SMAN 5 Bogor, Dewi Suhartini, kegia­tan ini sebenarnya berawal dari ke­inginan kuat siswa SMAN 5 Bogor untuk merayakan bulan bahasa dan sastra Indonesia.

“Karena itu, dulu pada awal-awal kegiatan ini ada, dilak­sanakan di bulan Oktober.

Na­­mun, sekarang sengaja dilak­sanakan Januari, karena untuk mengefektifkan kegiatan siswa, dalam satu minggu ini, kita mengadakan tiga kegiatan besar, termasuk LaSastra 5 ini,” tutur Dewi.

Kegiatan LaSastra 5 bertujuan untuk menciptakan insan-insan muda yang gemar dan cinta akan bahasanya sendiri, yaitu bahasa Indonesia. “Juga sebagai wadah bagi pelajar untuk meningkatkan kreativitas, mi­nat, serta bakat mereka di bidang sastra. Tentunya dengan arahan yang baik dan benar,” terangnya.

Pada hari itu, Ketua Panitia LaSastra 5 dengan bangga mengumumkan terdapat lebih dari 500 siswa

yang menjadi peserta. “Sekitar 249 merupakan peserta di tingkat SMP atau sederajat dan 234 merupakan peserta tingkat SMA atau sederajat,” tuturnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala BP3 Wilayah 1, Heri Pansila, yang pada kesempatan hari itu membuka kegiatan secara simbolis dengan pemukulan gong. Ditemani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fahruddin, yang pada hari itu juga menuturkan kebanggaannya atas pencapaian SMAN 5 Bogor yang merupakan almamaternya

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/

 
Comments Off on LaSastra 5 Himpun 500 Peserta

Posted in Pendidikan

 

Lima Guru Jawa Barat Raih Penghargaan Een Sukaesih Award 2018

28 Aug

Lima Guru Jawa Barat Raih Penghargaan Een Sukaesih Award 2018

 

Mulai hari ini, siswa SD hingga SMA dianjurkan berjalan kaki minimal 50 sampai 100 meter

sebelum tiba di gerbang sekolah. Ini merupakan program Ngabring ka Sakola (Ngabaso) yang diresmikan oleh Gubenur Jawa Barat, Ridwan Kamil di hotel Mason Pine Padalarang, pada Kamis 22 November 2018.

Seperti yang dirilis oleh Humas.jabarprov.go.id, program ini ada untuk membiasakan siswa berjalan kaki ke sekolah agar lebih sehat. Selain itu, Program ‘Ngabaso’ ini akan meningkatkan interaksi sosial siswa dengan teman sekolahnya, sehingga tumbuh sikap tolerasi dan kekompakan bersama.

” Kita mewajibkan orang tua untuk mengantar anaknya sekolah tapi tidak sampai pintu gerbang melainkan ada jarak radius 50 sampai 100 meter. Mudah-mudahan dengan program ini akan melahirkan anak-anak yang lebih peduli kepada sesama dan punya empat nilai utama,” ujar Gubernur Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat mengatakan empat nilai utama tersebut yaitu memiliki kekuatan fisik

, kecerdasan akal, akhlak dan nilai spiritualnya. Empat nilai tersebut akan mampu diterjemahkan dalam program pendidikan karakter salah satunya dalam Program ‘Ngabaso’.

Dalam penerapan program ini, Gubernur Jawa Barat menganjurkan kepada siswa yang berangkat ke sekolah menggunakan kendaraan umum untuk berhenti 100 mener sebelum tiba di sekolah. Setelah itu siswa dianjurkan berjalan kaki bersama-sama. Siswa juga dapat berfoto bersama saat menjalankan program ini dan mengunggahnya ke media sosial.

“Hari ini kan zaman digital jadi waktu anak berjalan ke sekolah sambil ngabringnya difoto

atau divideo, ada keseruan disitu sehingga akhirnya lahir budaya baru di Jabar bahwa anak tidak manja dan mau berjalan kaki ke sekolah,” ujar Gubernur Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat pun meminta komitmen dari para guru dan kepala sekolah untuk mensukseskan dan mengawal salah satu program unggulan tersebut.***

Baca Juga :

 
Comments Off on Lima Guru Jawa Barat Raih Penghargaan Een Sukaesih Award 2018

Posted in Pendidikan

 

SMAN 4 Bandung Selenggarakan Festival Ghifari

28 Aug

SMAN 4 Bandung Selenggarakan Festival Ghifari

 

Untuk ke tujuh kalinya, SMAN 4 Bandung menyelenggarakan Festival Ghifari.

Agenda tahunan tersebut berlangsung di lingkungan SMAN 4 Bandung pada 13-14 Februari 2019. Pada tahun ini, festival tersebut menjajakan enam lomba keislaman yang diikuti oleh siswa SMP dan Mts se Kota Bandung, yakni lomba nasyid, dakwah, kaligrafi, cedas cermat islam, musabaqah tilawatil quran (MTQ), dan musabaqah hifdzil quran (MHQ).

Kepala SMAN 4 Bandung, Andang Segara mengatakan, festival tersebut merupakan upaya sekolah untuk meningkatkan kegiatan positif, khususnya di bidang keagamaan. Pada awalnya, Andang bercerita, kegiatan tersebut dilatar belakangi agar siswanya mampu memakmurkan Masjid sekolah dengan berbagai perlombaan islami, sekaligus menjaring siswa yang memiliki prestasi di berbagai bidang. “Maka dari itu kegiatan tersebut dinamakan Festival Ghifari, sesuai dengan nama masjid SMAN 4 Bandung,” tutur Andang saat ditemui di ruangannya, Rabu, (13/2/2019).

Namun sejak dua tahun ke belakang, Sekolah yang beralamat di Jalan Gardujati

nomor 20, Kebun Jeruk Kecamatan Andir tersebut mulai memperluas kegiatannya dengan mengundang sekolah lain sebagai peserta. “Kita undang SMP dan MTs se Kota Bandung agar bisa bersilaturahmi dengan kegiatan yang positif dengan penuh nuansa agamis,” ucapnya.

Selain itu, bukan tanpa alasan mengapa kegiatan tersebut dilaksanakan pada pertengahan Februari

. Adang menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan guna menghindari siswanya untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti melakukan perayaan hari Valentine. “Bahasa sunda nya, kita itu ngabebenjokeun, menghindarkan anak-anak dari hal yang negatif. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari pembelajaran dan termasuk dalam pendidikan karakter siswa,” tambahnya.

Salah satu peserta lomba, Ahmad Yusup Taptazani mengapreasi kegiatan tersebut. Siswa yang mengikuti lomba nasyid itu mengatakan

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

 
Comments Off on SMAN 4 Bandung Selenggarakan Festival Ghifari

Posted in Pendidikan

 

DPRD Kota Depok Kunjungi Dinas Pendidikan Jawa Bara

28 Aug

DPRD Kota Depok Kunjungi Dinas Pendidikan Jawa Bara

 

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi D Kota Depok mengadakan kunjungan ke Dinas Pendidikan Jawa Barat, Senin, (11/2/2019). Kunjungan tersebut membahas kegiatan pendidikan di Kota Depok.

Kunjungan tersebut dijamu oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wiliyah II, Dadang Ruhyat, Kepala Seksi Pelayanan KCD II, I Made Supriatna dan Kasi Kesejahteraan Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Budi Hermawan.

Dadang mengatakan, salah satu pembahasan dalam pertemuan tersebut

adalah mengenai kebijakan yang diterapkan dinas pendidikan di Kota Depok, salah satunya adalah mengenai aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019. Selain itu, forum tersebut pun mengimbau agar dibuatkan alur komunikasi antara Dinas Pendidikan Provinsi dengan anggota DPR.

“Kita bisa saling komunikasi. Dan kalau misalnya ada aduan dari masyarakat, kita juga bisa gunakan media sosial Dinas Pendidikan, baik melalui web dan media sosial lainnya,” tutur Dadang.

Mengenai PPDB, Made menjelaskan bahwa regulasinya sudah ditentukan oleh pusat

. Sedangkan pada teknisnya diserahkan kepada wewenang pemerintah provinsi. Dia pun mengatakan, di Kota Depok sudah dibagi beberpa zonasi agar sesuai dengan skema yang diatur. “Kita sudah buat pembagian zonasi di Kota Depok, hanya masih dalam tahap rancangan, belum disahkan oleh pimpinan,” tambahnya.

Kemudian, mengenai pemerataan guru dan tenaga pendidik

, Budi mengatakan, proses tersebut mengacu pada peraturan yang sudah diterapkan. Budi menegaskan, Disdik Jabar akan selalu berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidik serta pemerataan tenaga pendidik di Jawa Barat.***

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

 
Comments Off on DPRD Kota Depok Kunjungi Dinas Pendidikan Jawa Bara

Posted in Pendidikan

 

Sejarah Arya Damar

12 Aug
Arya Damar adalah nama seorang pemimpin legendaris yang berkuasa di Palembang pada pertengahan abad ke-14 sebagai bawahan Kerajaan Majapahit. Ia disebut juga dengan nama Ario Damar atau Ario Abdilah. Penaklukan Bali Nama Arya Damar ditemukan dalam Kidung Pamacangah dan Usana Bali sebagai penguasa bawahan di Palembang yang membantu Majapahit menaklukkan Bali pada tahun 1343. Dikisahkan, Arya Damar memimpin 15.000 prajurit menyerang Bali dari arah utara, sedangkan Gajah Mada menyerang dari selatan dengan jumlah prajurit yang sama. Pasukan Arya Damar berhasil menaklukkan Ularan yang terletak di pantai utara Bali. Pemimpin Ularan yang bernama Pasung Giri akhirnya menyerah setelah bertempur selama dua hari. Arya Damar yang kehilangan banyak prajurit melampiaskan kemarahannya dengan cara membunuh Pasung Giri.
Arya Damar kembali ke Majapahit untuk melaporkan kemenangan di Ularan. Pemerintah pusat yang saat itu dipimpin Tribhuwana Tunggadewi marah atas kelancangannya, yaitu membunuh musuh yang sudah menyerah. Arya Damar pun dikirim kembali ke medan perang untuk menebus kesalahannya. Arya Damar tiba di Bali bergabung dengan Gajah Mada yang bersiap menyerang Tawing. Sempat terjadi kesalahpahaman di mana Arya Damar menyerbu lebih dulu sebelum datangnya perintah. Namun keduanya akhirnya berdamai sehingga pertahanan terakhir Bali pun dapat dihancurkan. Seluruh Pulau Bali akhirnya jatuh ke dalam kekuasaan Majapahit setelah pertempuran panjang selama tujuh bulan. Pemerintahan Bali kemudian dipegang oleh adik-adik Arya Damar, yaitu Arya Kenceng, Arya Kutawandira, Arya Sentong, dan Arya Belog.
Sementara itu, Arya Damar sendiri kembali ke daerah kekuasaannya di Palembang. Arya Kenceng memimpin saudara-saudaranya sebagai penguasa Bali bawahan Majapahit. Ia dianggap sebagai leluhur raja-raja Tabanan dan Badung. Identifikasi dengan Adityawarman Sejarawan Prof. Berg menganggap Arya Damar identik dengan Adityawarman, yaitu penguasa Pulau Sumatra bawahan Majapahit. Nama Adityawarman ditemukan dalam beberapa prasasti yang berangka tahun 1343 dan 1347 sehingga jelas kalau ia hidup sezaman dengan Arya Damar. Menurut Berg, Arya Damar adalah penguasa Sumatra, Adityawarman juga penguasa Sumatra. Karena keduanya hidup pada zaman yang sama, maka cukup masuk akal apabila kedua tokoh ini dianggap identik. Di samping itu, karena Adityawarman adalah putra Dara Jingga, maka Arya Damar dan adik-adiknya juga dianggap sebagai anak-anak putri Melayu tersebut. Namun demikian, daerah yang dipimpin Adityawarman bukan Palembang, melainkan Pagaruyung, sedangkan kedua negeri tersebut terletak berjauhan. Palembang sekarang masuk wilayah Sumatra Selatan, sedangkan Pagaruyung berada di Sumatra Barat.
Sementara itu, berita Cina dari Dinasti Ming (1368-1644) menyebutkan bahwa di Pulau Sumatra terdapat tiga kerajaan dan semuanya adalah bawahan Pulau Jawa (Majapahit). Tiga kerajaan tersebut adalah Palembang, Dharmasraya, dan Pagaruyung. Dengan demikian, Arya Damar bukan satu-satunya raja di Pulau Sumatra, begitu pula dengan Adityawarman. Oleh karena itu, Arya Damar tidak harus identik dengan Adityawarman. Jadi, meskipun Arya Damar dan Adityawarman hidup pada zaman yang sama, serta memiliki jabatan yang sama pula, namun keduanya belum tentu identik. Arya Damar adalah raja Palembang sedangkan Adityawarman adalah raja Pagaruyung. Keduanya merupakan wakil Kerajaan Majapahit di Pulau Sumatra.[rujukan?] Ayah Tiri Raden Patah Arya Damar adalah pahlawan legendaris sehingga nama besarnya selalu diingat oleh masyarakat Jawa. Dalam naskah-naskah babad dan serat, misalnya Babad Tanah Jawi, tokoh Arya Damar disebut sebagai ayah tiri Raden Patah, raja pertama Kesultanan Demak.
Dikisahkan ada seorang raksasa wanita ingin menjadi istri Brawijaya raja terakhir Majapahit (versi babad). Ia pun mengubah wujud menjadi gadis cantik bernama Endang Sasmintapura, dan segera ditemukan oleh patih Majapahit (yang juga bernama Gajah Mada) di dalam pasar kota. Sasmintapura pun dipersembahkan kepada Brawijaya untuk dijadikan istri. Namun, ketika sedang mengandung, Sasmintapura kembali ke wujud raksasa karena makan daging mentah. Ia pun diusir oleh Brawijaya sehingga melahirkan bayinya di tengah hutan. Putra sulung Brawijaya itu diberi nama Jaka Dilah. Setelah dewasa Jaka Dilah mengabdi ke Majapahit. Ketika Brawijaya ingin berburu, Jaka Dilah pun mendatangkan semua binatang hutan di halaman istana. Brawijaya sangat gembira melihatnya dan akhirnya sudi mengakui Jaka Dilah sebagai putranya.
Jaka Dilah kemudian diangkat sebagai bupati Palembang bergelar Arya Damar. Sementara itu Brawijaya telah menceraikan seorang selirnya yang berdarah Cina karena permaisurinya yang bernama Ratu Dwarawati (putri Campa) merasa cemburu. Putri Cina itu diserahkan kepada Arya Damar untuk dijadikan istri. Arya Damar membawa putri Cina ke Palembang. Wanita itu melahirkan putra Brawijaya yang diberi nama Raden Patah. Kemudian dari pernikahan dengan Arya Damar, lahir Raden Kusen. Dengan demikian terciptalah suatu silsilah yang rumit antara Arya Damar, Raden Patah, dan Raden Kusen. Setelah dewasa, Raden Patah dan Raden Kusen meninggalkan Palembang menuju Jawa. Raden Patah akhirnya menjadi raja pertama Kesultanan Demak, dengan bergelar Panembahan Jimbun. Seputar Tokoh Swan Liong Kisah hidup Raden Patah juga tercatat dalam kronik Cina dari Kuil Sam Po Kong Semarang. Dalam naskah itu, Raden Patah disebut dengan nama Jin Bun, sedangkan ayah tirinya bukan bernama Arya Damar, melainkan bernama Swan Liong. Swan Liong adalah putra raja Majapahit bernama Yang-wi-si-sa yang lahir dari seorang selir Cina. Mungkin Yang-wi-si-sa sama dengan Hyang Wisesa atau mungkin Hyang Purwawisesa. Kedua nama ini ditemukan dalam naskah Pararaton. Swan Liong bekerja sebagai kepala pabrik bahan peledak di Semarang.
Pada tahun 1443 ia diangkat menjadi kapten Cina di Palembang oleh Gan Eng Cu, kapten Cina di Jawa. Swan Liong di Palembang memiliki asisten bernama Bong Swi Hoo. Pada tahun 1445 Bong Swi Hoo pindah ke Jawa dan menjadi menantu Gan Eng Cu. Pada tahun 1451 Bong Swi Hoo mendirikan pusat perguruan agama Islam di Surabaya, dan ia pun terkenal dengan sebutan Sunan Ampel. Swan Liong di Palembang memiliki istri seorang bekas selir Kung-ta-bu-mi raja Majapahit. Mungkin Kung-ta-bu-mi adalah ejaan Cina untuk Bhre Kertabhumi. Dari wanita itu lahir dua orang putra bernama Jin Bun dan Kin San. Pada tahun 1474 Jin Bun dan Kin San pindah ke Jawa untuk berguru kepada Bong Swi Hoo alias Sunan Ampel. Tahun berikutnya, Jin Bun mendirikan kota Demak sedangkan Kin San mengabdi kepada Kung-ta-bu-mi di Majapahit. Tidak diketahui dengan pasti sumber mana yang digunakan oleh pengarang kronik Cina dari Kuil Sam Po Kong di atas. Kemungkinan besar si pengarang pernah membaca Pararaton sehingga nama-nama raja Majapahit yang ia sebutkan mirip dengan nama-nama raja dalam naskah dari Bali tersebut. Misalnya, si pengarang kronik tidak menggunakan nama Brawijaya yang lazim digunakan dalam naskah-naskah babad.
Jika dibandingkan dengan Babad Tanah Jawi, isi naskah kronik Cina Sam Po Kong terkesan lebih masuk akal. Misalnya, ibu Arya Damar adalah seorang raksasa, sedangkan ibu Swan Liong adalah manusia biasa. Ayah Arya Damar sama dengan ayah Raden Patah, sedangkan ayah Swan Liong dan Jin Bun berbeda. Arya Dilah dari Palembang Lain lagi dengan naskah dari Jawa Barat, misalnya Hikayat Hasanuddin atau Sejarah Banten. Naskah-naskah tersebut menggabungkan nama Arya Damar dengan Jaka Dilah menjadi Arya Dilah, yang juga menjabat sebagai bupati Palembang. Selain itu, nama Arya Dilah juga diduga berasal dari nama Arya Abdilah. Dikisahkan ada seorang perdana menteri dari Munggul bernama Cek Ko Po yang mengabdi ke Majapahit. Putranya yang bernama Cu Cu berhasil memadamkan pemberontakan Arya Dilah bupati Palembang. Raja Majapahit sangat gembira dan mengangkat Cu Cu sebagai bupati Demak, bergelar Molana Arya Sumangsang. Dengan demikian, Arya Sumangsang berhasil menjadi pemimpin Demak setelah mengalahkan Arya Dilah. Kisah dari Jawa Barat ini cukup unik karena pada umumnya, raja Demak disebut sebagai anak tiri bupati Palembang.
Sementara itu, berita tentang pemberontakan Palembang ternyata benar-benar terjadi. Kronik Cina dari Dinasti Ming mencatat bahwa pada tahun 1377 tentara Majapahit berhasil menumpas pemberontakan Palembang. Rupanya pengarang naskah di atas pernah mendengar berita pemberontakan Palembang terhadap Majapahit. Namun ia tidak mengetahui secara pasti bagaimana peristiwa itu terjadi. Pemberontakan Palembang dan berdirinya Demak dikisahkannya sebagai satu rangkaian, padahal sesungguhnya, kedua peristiwa tersebut berselang lebih dari 100 tahun. Hubungan dengan Raja Demak Naskah-naskah di atas menunjukkan adanya hubungan antara pendiri Kesultanan Demak dengan penguasa Palembang. Teori yang paling populer adalah yang bersumber dari Babad Tanah Jawi (atau naskah lainnya yang sejenis), yaitu Raden Patah disebut sebagai anak tiri Arya Damar. Sementara itu catatan Portugis berjudul Suma Oriental menyebut raja Demak sebagai keturunan masyarakat kelas rendah dari Gresik. Naskah ini ditulis sekitar tahun 1513 sehingga kebenarannya relatif lebih meyakinkan dari pada Babad Tanah Jawi. Babad Tanah Jawi sendiri disusun pada abad ke-18, yaitu berselang ratusan tahun sejak kematian Raden Patah.
Melalui naskah itu, si penulis berusaha menunjukkan kalau Demak adalah pewaris sah dari Majapahit. Raden Patah pun disebutnya sebagai putra kandung Brawijaya. Mungkin penyusun Babad Tanah Jawi juga pernah mendengar adanya hubungan antara Demak dengan Palembang. Maka, Raden Patah pun dikisahkan sebagai anak tiri bupati Palembang. Karena nama bupati Palembang yang paling legendaris adalah Arya Damar, maka tokoh ini pun “dipilih” sebagai nama ayah tiri sekaligus kakak Raden Patah. Dalam hal ini penyusun Babad Tanah Jawi tidak menyadari kalau Arya Damar dan Raden Patah hidup pada zaman yang berbeda. Arya Damar merupakan pahlawan penakluk Bali pada tahun 1343, sedangkan Raden Patah menjadi raja Demak sekitar tahun 1500–an. Damar Wulan (sering juga ditulis Damarwulan) adalah seorang tokoh legenda cerita rakyat Jawa. Kisah Damar Wulan ini cukup populer di tengah masyarakat dan banyak terdapat versi lakon, sendratari ataupun cerita tertulis yang telah dibuat mengenainya. Umumnya, kisah-kisah tersebut adalah berdasarkan Serat Damarwulan, yang diperkirakan mulai ditulis pada masa akhir keruntuhan Majapahit.

 
Comments Off on Sejarah Arya Damar

Posted in Pendidikan

 

Pengertian Media Pembelajaran

22 Jul

Pengertian Media Pembelajaran

Kata media merupakan bentuk jamak dari medium yang berarti perantara, sedangkan menurut istilah adalah wahana pengantar pesan. Beberapa teknologi pengajaran,

Banyak memberikan batasan definisi tentang media pengajaran, diantaranya:

1. Menurut AECT (Association of Education end Communication Tecnonology) memberi batasan mengenai media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi.
2. Menurut NEA (National Education Assocation) menyatakan bahwa media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya. Dan hendakanya dapat dimanupulasi, dilihat, didengar dan dibaca.
3. Gagne menyatakan bahwa, media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.
4. Briggs berpendapat, media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar, misalnya buku, film bingkai, kaset dan lain-lain.

Perkembangan selanjutnya Martin dan Briggs (1986) memberikan batasan mengenai media pembelajaran yaitu mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan siswa.

Kesimpulan dari berbagai pendapat di atas adalah:

1. Media adalah wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya ingin diteruskan kepada penerima pesan tersebut
2. Bahwa materi yang ingin disampaikan adalah pesan instruksional
3. Tujuan yang ingin dicapai adalah terjadinya proses belajar pada penerima pesan (anak didik)

Berdasarkan beberapa batasan tentang media pengajaran, maka dapat dikemukakan ciri-ciri umum yang terkandung dalam media pengajaran, antara lain:
1. Media pembelajaran memiliki pengertian fisik yang dewasa ini dikenal sebagai hardware (perangkat keras), yaitu sesuatu yang dapat dilihat, didengar atau diraba dengan panca indera.
2. Media pembelajaran memiliki pengertian non fisik yang dikenal sebagai soft ware (perangkat lunak), yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam perangkat keras yang meupakan isi yang ingin disamapaikan kepada siswa.
3. Penekanan media pembelajaran terdapat pada visual dan audio.
4. Media pembelajaran memiliki pengertian alat bantu pada proses belajar baik dalam kelas maupun di luar kelas.
5. Media pembelajaran digunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.
6. Media pembelajaran dapat digunakan secara massa (misalnya: radio, televisi) kelompok besar dan kelompok kecil (misalnya: slide, film, vidio,OHP) atau perorangan (misalnya: modul, komputer, radio, tape/kaset video recorder).
7. Sikap, perbuatan, organisasi, strategi, dan manajemen yang berhubungan dengan suatu ilmu.
Jadi dari batasan-batasan dan ciri-ciri umum di atas media pengajaran berupa hard ware dan soft ware dan bisa dilihat serta didengar dan juga bisa membantu guru untuk memperlancar dalam proses belajar mengajar sehingga terjadi komunikasi dan interaksi edukatif. Dan membantu mempermudah siswa dalam memahami pesan yang disampaikan oleh guru

Jenis-jenis Media Pembelajaran

Ada beberapa jenis media pengajaran yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar, antara lain :

a. Media Grafis

Media grafis adalah media visual. Dalam media ini, pasan yang akan disampaikan dapat dituangkan dalam bentuk simbol. Oleh karena itu simbol-simbol yang digunakan perlu difahami benar artinya, agar dalam penyampaian materi dalam proses belajar mengajar dapat berhasil secara efektif dan efisien.

Media grafis berfungsi untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan apabila tidak digrafiskan, misalnya: pelaksanaan shalat atau tentang konsep sifat wajib, mustahil bagi Allah, dan konsep lainnya.

Media grafis selain sederhana dan mudah pembuatannya, media grafis juga termasuk media yang relatif murah ditinjau dari segi biayanya. Adapun jenis-jenis media grafis, antara lain:

Gambar/Foto

Media gambar adalah media yang paling umum dipakai. Gambar/Foto merupakan bahasa yang umum yang dapat dimengerti dan dinikmati di mana-mana. Sebagaimana pepatah Cina mengatakan “sebuah gambar berbicara lebih banyak daripada seribu bahasa”. Dalam penggunaan media pembelajaran ini, gambarnya harus disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai.

Sketsa

Sketsa adalah gambar yang sederhana, atau draf kasar yang melukiskan bagian-bagian pokoknya tanpa detail. Karena setiap orang yang normal dapat diajar menggambar, maka setiap guru yang baik haruslah dapat menuangkan ide-idenya dalam bentuk sketsa. Sketsa, selain dapat menarik perhatian siswa, menghindari verbalisme dan dapat memperjelas penyampaian pesan, harganya pun tak perlu dipersoalkan karena media dibuat guru langsung.

Diagram

Diagram adalah suatu gambar sederhana yang dirancang untuk menggambarkan hubungan timbal balik, yang menggunakan garis-garis dan simbol-simbol. Diagram biasanya menggambarkan struktur dari obyeknya secara garis besar, menunjukkan hubungan yang ada antar komponennya atau sifat-sifat proses yang ada di situ.

Bagan

Bagan seperti halnya media grafis yang lain yaitu termasuk media visual. Fungsinya yang pokok adalah menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual. Bagan juga mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu presentasi. Pesan yang disampaikan biasanya berupa ringkasan visual suatu proses, perkembangan atau hubungan-hubungan penting.

Grafik

Grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, grafis atau gambar. Untuk melengkapinya seringkali simbol-simbol verbal digunakan pula di situ. Fungsinya adalah untuk menggambarkan data secara kuantitatif dan teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu objek atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas. Cara Mengatasi Konflik : Strategi, Pengendalian, dan Penyelesaian

Kartun

Kartun sebagai salah satu bentuk komunikasi grafis, yaitu suatu gambar interpretatife yang digunakan simbol-simbol untuk menyampaikan sesuatu pesan secara cepat dan ringkas atau sesuatu sikap terhadap orang situasi, atau kejadian-kejadian tertentu. Kemampuannya besar sekali untuk menarik perhatian, mempengaruhi sikap atau tingkah laku. Kartun biasanya hanya menangkap esensi pesan yang harus disampaikan dan menuangkannya ke dalam gambar sederhana, tanpa detail menggunakan simbol-simbol serta karakter yang mudah dikenal dan dipahami dengan cepat.

Media Audio

Media audio berbeda dengan media grafis, media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang akan disampaikan dituangkan kedalam lambang-lambang auditif, baik verbal maupun non verbal. Ada beberapa jenis media yang dapat dikelompokkan dalam media audio, antara lain:

Sumber Materi : https://guruips.co.id/

 
Comments Off on Pengertian Media Pembelajaran

Posted in Pendidikan

 

Pengertian Kreativitas Belajar

22 Jul

Pengertian Kreativitas Belajar

 

 Pengertian Kreativitas Belajar

Kreativitas adalah hasil dari interaksi antara individu dan lingkungannya seseorang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan dimana ia berada dengan demikian baik berubah di dalam individu maupun di dalam lingkungan dapat menunjang atau dapat menghambat upaya kreatif (Munandar, 1995 : 12).

Kreativitas juga diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata, yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya (Supriyadi, 1994 : 7).

Secara psikoligis, belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. “belajar juga adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya” (Slameto, 2003 : 2).

Ahli pendidikan modern merumuskan bahwa belajar adalah suatu bentuk pertmbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan (Aqib, 2003 : 42). Belajar merupakan kegiatan yang terjadi pada semua orang tanpa mengenal batas usia dan berlangsung seumur hidup (Rohadi, 2003 : 4). Dengan demikian belajar merupakan usaha yang dilakukan seseorang melalui interaksi dengan lingkungannya untuk merubah prilakunya, jadi hasil dari kegiatan belajar adalah berupa perubahan prilaku yang relatif permanen pada diri orang yang belajar.

Tornace dan Myres dikutip oleh Triffinger (1980) dalam Semiawan dkk (1987:34) berpendapat bahwa belajar kreatif adalah “menjadi peka atausadar akan masalah, kekuarangan-kekurangan, kesenjangan dalam pengetahuan, unsur-unsur yang tidak ada, ketidak harmonisan dan sebagainya. Mengumpulkam informasi yang ada, membataskan kesukaran, atau menunjukkan (mengidentifikasi) unsur yang tidak ada, mencari jawaban, membuat hipotesis, mengubah dan mengujinya, menyempurnakan dan akhirmnya mengkomunikasikan hasil-hasilnya” .

Sedangkan proses belajar kreatif menurut Torance dan Myres berpendapat bahwa proses belajar kreatif sebagai : “keterlibatan dengan sesuatu yang berarti, rasa ingin tahu dan mengetahui dalam kekaguman, ketidak lengkapan, kekacauan, kerumitan, ketidakselarasan, ketidakteraturan dan sebagainya.

Kesederhanaan dari struktur atau mendiagnosis suatu kesulitan dengan mensintesiskan ionformasi yang telah diketahui, membentuk kombinasi dan mendivergensi dengan menciptakan alternatif-alternatif baru, kemungkinan-kemungkinan baru, dan sebagainya. Mempertimbangkan, menilai, memeriksa, dan menguji kemungkinan-kemungkinan baru, menyisihkan, memecahkan yang tidak berhasil, salah dan kurang baik, memilih pemecahan yang paling baik dan membuatnya menarik atau menyenangkan secara estesis, mengkonunikasi hasi-hasilnya kepada orang lain” (Semiawan, DKK. 1987 : 35).

Dengan demikian dalam belajar kreatif harus melibatkan komponen-komponen pengalaman belajar yang paling menyenangkan dan paling tidak menyenangkan lalu menemukan bahwa pengalaman dalam proses belajar kreatif sangat mungkin berada di antara pengalaman-penglaman belajar yang sangat menenangkan, pengalama-pengalaman yang sangat memberikan kepuasan kepada kita dan yang sangat bernilai bagi kita.

Jadi kreativitas belajar dapat diartikan sebagai kemampuan siswa menciptakan hal-hal baru dalam belajarnya baik berupa kemampuan mengembangkan kemampuan formasi yang diperoleh dari guru dalam proses belajar mengajar yang berupa pengetahuan sehingga dapat membuat kombinasi yang baru dalam belajarnya.
Refinger (1980 : 9-13) dalam Conny Semawan (1990:37-38) memberikan empat alasan mengapa belajar kreatif itu penting.
1. Belajar kreatif membantu anak menjadi berhasil guna jika kita tidak bersama mereka. Belajar kreatif adalah aspek penting dalam upaya kita membantu siswa agar mereka lebihmampu menangani dan mengarahkan belajar bagi mereka sendiri.
2. Belajar kreatif menciptakan kemungkinan-kemungkinan untuk memecahkan masalah-masalah yang tidak mampu kita ramalkan yang timbul di masa depan.
3. Belajar kreatif dapat menimbulkan akibat yang besar dalam kehiduppan kita. Banyak pengalamankreatif yang lebih dari pada sekedar hobi atau hiburan bagi kita. Kita makin menyadari bahwa belajar kreatif dapat mempengaruhi, bahkan mengubah karir dan kehidupan pribadi kita.
4. Belajar kreatif dapat menimbulkan kepuasan dan kesenangan yang besar.

Sebagaimana halnya dengan pengalaman belajar yang sangat menyenangkan, pada belajar kreatif kita lihat secara aktif serta ingin mendalami bahan yang dipelajari. Dalam proses belajar secara kreatif digunakan proses berfikir divergen (proses berfikir ke macam-macam arah dan menghasilkan banyak alternatif penyelesaian) dengan proses berfikri konvergen (proses berfikir yang mencari jawaban tunggal yang paling tepat) berfikir kritis.

Gagasan-gagasan yang kreatif, hasil-hasil karya yang kreatif tidak muncul begitu saja, untuk dapat menciptakan sesuatu yang bermakna dibutuhkan persiapan. Masa seorang anak duduk di bangku sekolah termasuk masa persiapan ini karena mempersiapkan seseorang agar dapat memecahkah masalah-masalah. Demikianlah semua data (pengalaman) memungkinkan seorang mencipta, yaitu dengan mengabung-gabungkan (mengkombinasikan) menjadi sesuatu yang baru.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang guru yang professional dalam menyusun program pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam belajar yaitu :

1. Menciptakan lingkungan di dalam kelas yang merangsang belajar kreatif

a. Memberikan Pemanasan

Sebelum memulai dengan kegiatan yang menuntut prilaku kreatif siswa sesuai dengan rencana pelajaran lebih dahulu diusahakan sikap menerima (reseptif) di Kalangan siswa, terutama berlaku apabila siswa sebelumnya baru saja terlibat dalam suatu penguasaan yang berstruktur, mengerjakan soal fiqih, tugas atau kegiatan, bertujuan meningkatkan pemikiran kreatif menuntut sikap belajar yang berbeda lebih terbuka dan tertantang berperanserta secara aktif dengan memberikan gagasan-gagasan sebanyak mungkin untuk itu diberikan pemanasan yang dapat tercapai dengan memberikan pertanyaan pertanyaan terbuka dengan menimbulkan minat dan rasa ingin tahu siswa.

b. Pengaturan Fisik

Membagi siswa dalam kelompok untuk mengadakan diskusi kelompok.

c. Kesibukan Dalam Kelas

kegiatan belajar secara kreatif sering menuntut lebih banyak kegiatan fisik, dan diskusi antara siswa oleh karena itu guru hendaknya agak tenggang rasa dan luwes dalam menuntut ketenangan dan sebagai siswa tetap duduk pada tempatnya. Guru harus dapat membedakan kesibukan yang asyik sert suara-suara yang produktif yang menunjukkan bahwa siswa bersibuk diri secara kreatif.

d. Guru sebagai Fasilitator

Guru dan anak yang berbakat lebih berperan sebagai fasilitator dari pada sebagai pengarah yangmenentukan segalagalanya baigsiswa. Sebagai fasilitator gurumendorong siswa (memotivator) untuk menggabungkan inisiatif dalam menjajaki tugas-tugas baru. Guru harus terbuka menerima gagasa dari semua siswa dan gur harus dapat menghilangkan ketakutan, kecemasan siswa yang dapt menghambat dan pemecahan masalah secara keatif (Munandar, 1992 : 78-81).

2. Mengajukan dan mengundang pertanyaan

Dalam proses belajar mengjar, diperlukan keterampilan guru baik dalam mengajukan pertanyaan kepada siswa maupun dalam mengundang siswa untuk bertanya.

a. Tehnik Bertanya

Pertanyaan yang merangsang pemikiran kreatif adalah pertanyaan semacam divergen atau terbuka. Pertanyaan semacam ini membantu siswa mengembangkan keterampilan mengumpulkan fakta, merumuskan hipotesis, dan menguji atau menilai informasi mereka.  Ciri Protozoa : Pengertian, Bentuk, Habitat dan Cara Reproduksi

Dengan mengajukan pertanyaan, guru memperoleh informasi yang berharga dan berguna untuk :
1. Menimbulkan minat dan motivasi siswa untuk berperan serta aktif.
2. Menilai persiapansiswa ddan sejauh mana siswa telah menguasai bahan yang diberikan sebelumnya.
3. Mengulang kembali dan meringkas apa yang telah diajarkan.
4. Membantu siswa melihat hubungan-hubungan baru.
5. Merangsang pemikiran kritis dan pengembangan sikap bertanya
6. Merangsang siswa untuk mencari sendiri pengetahuan tambahan
7. Menilai pencapaian tujuan dan sasaran belajar (Munandar, 1999 : 84)

b. Metode Diskusi

Dalammetode dikusi, peran guru dangat menentukan keberhasilan, guru berperan sebagai pasilitator yang mengenalkan masalah kepada siwa dan memberikan informasi seperlunya yang mereka butuhkan unutk membahas masalah. Guru memang diperlukan misalnya jika timbul kemacetan dalam diskusi atau untuk menghindari kesalahan yang tersembunyi agar siswa tidak terlalu menyimpang dari arah yang dituju.

c. Metode Inquiri-Discovery

pendekatan inquiry (pengajuan pertanyaan, penyelidikan) dan discopery (penemuan) dalambelajar penting dalan proses pemecahanmasalah.

Ada tiga tahap dalam proses pemecahan masalah melalui inquiry, pertamma adanya kesadaran bahwa ada masalah. Hal ini merupakan factor yang memotivasi siswa untuk melanjutkan dengan merumuskan masalah (tahap kedua), pada tahap ini masalah dirumuskan dan timbul gagasan-gagasan sebagai strategi kemungkinan pemecahan. Melalui inquiry informasi mengenai masalah dihimpun. Tahap ketiga adalah mencari atau menjajaki (searching). Pada tahap pertanyaan dan informasi dihubungkan dengan perumusan hipotesis. Keativitas berkaitan erat dengan proses perumusan hipotesis, yaitu dalam mengajukan pertnayaan dan hipotesis dalam mneghubungakan fakta yang diketahui dan asas-asas untuk mengembangkan strategi pemecahan, serta harus memperinci dan merumuskan kebutuhan dalammencari informasi, jadi, semua proses berfikir : kelancaran, keluwesan (fluksibilitas), orisinilitas, dan pemerincian (elaborasi) temasuk dalam prosess pemecahan masalah melalui inquiry-diskovery.

Sumber Materi : https://www.murid.co.id/materi-bakteri/

 
Comments Off on Pengertian Kreativitas Belajar

Posted in Pendidikan

 

Prinsip Perumusan Masalah Penelitian Kualitatitf

20 Jul

Prinsip Perumusan Masalah Penelitian Kualitatitf

 

a. Prinsip yang berkaitan dengan teori dari dasar

Peneliti sebaiknya senantiasa menyadari bahwa perumusan masalah dalam sebuah penelitian kualitatif didasarkan atas upaya menentukan teori dasar-dasar sebagai acuan. Perumusan masalah penelitian kualitatif disini hanyalah sebagai ancang-ancang arahan, pembimbing atau acuan pada usaha untuk menemukan masalah yang sebenarnya, karena masalah yang sesungguhnya akan ditemukan ketika peneliti kualitatif sudah berada dan mulai melakukan penelitian, bahkan peneliti kualitatif sedang meneliti sebuah data.
Perumusan masalah disini adalah sebuah aplikasi dari asumsi bahwa sesuatu penelitian kualitatif tidak mungkin dimulai dari sesuatu yang hampa.

b. Perumusan yang berkaitan dengan tujuan

Pada dasarnya inti hakikat penelitian kualitatif terletak pada upaya penemuan dan penyusunan teori subtantif yang bersumber pada data. Selain dari hanya sekedar penemuan teori yang baru itu lebih dari hanya sekedar menguji teori yang sedang berlaku dengan menyadari bahwa segala macam kekurangan yang dilakukan peneliti, tetapi juga hasil sebuah penelitian tersebut dapat menjadi kahzanah keilmuan yang bermanfaat dalam dunia pengetahuan.

c. Prinsip hubungan factor

Fokus sebagai sumber masalah penelitian merupakan rumusan masalah yang terdiri atas dua atau lebih factor yang menghasilkan tanda-tanda tanya atau kebingungan dan factor-faktor tersebut dapat berupa konsep, peristiwa, pengalaman, atau fenomena.

d. Focus sebagai wahana untuk membatasi study

Seorang peneliti pasti memilki satu orientasi teori penelitian atau pardigma sendiri yang barang kali dari pengetahuan sebelumnya ataupun berdasarkan pengalaman. Penelitian kualitatif bersifat terbuka, artinya tidak mengharuskan peneliti menganut satu orientasi teori atau paradigm tertentu, pilihan subjektif peneliti dihargai sekali dalam sebuah penelitian.

e. Prinsip yang berkaitan dengan criteria inklusi dan eklusi-eklusi

Perumusan masalah yang bagus dilaksnakan sebelum peneliti terjun ke lokasi penelitian dan mungkin di sempurnakan diawal sebuah penelitian dan disini peneliti akan memebatasi data yang relevan atau data yang tidak relevan. Masalah yang dirumuskan secara jelas dan tegas akan menjadi alat yang ampuh guna mendapat data yang relevan.
f. Prinsip yang berkaitan dengan bentuk dan cara perumusan masalah
Contoh-contoh perumusan masalah yang telah disajikan ternyata menawarkan tiaga bentuk perumusan masalah, yaitu :
  • Secara diskusi, cara penyajiannya adalah dengan dalam bentuk pernyataan secara deskriptif namun perlu diikuti denagn pertyaan-pertanyaan,
  • Proporsional, yakni secara langsung menghubungkan factor-faktor dalam hubungan logis dan bermakna yang disajikan dalam bentuk deskriptif atau pengungkapannya langsung dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan penelitian,
  • Secara gabungan, yakni terlebih dahulu disajikan dalam bentuk diskusi, kemudian ditegaskan lagi dalam bentuk proporsional.
g. Prinsip sehubungan dengan posisi perumusan masalah 
Posisi yang dimaksudkan adalah kedudukan rumusan masalah untuk merumuskan masalah diantara unsure-unsur yang lain. Unsur-unsur penelitian yang erat kaitannya dengan rumusan masalah adalah latar belakang masalah, tujuan acuan teori, metode penelitian.
h. Prinsip yang berkaitan dengan hasil penelaahan kepustakaan 
Prinsip yang perlu dipegang oleh peneliti kualitatif adalah bahwa penelitian kualitatif perlu membiasakan diri agar dalam merumuskan masalah peneliti senantiasa disertai dengan penelaahan kepustakaan yang terkait. Oleh karena pada dasarnya perumusan masalah itu tidak dapat dipisahkan dari penelaahan kepustakaan, maka begitu rumusan masalah akan lebih tajam.
i. Prinsip yang berkaitan dengan penggunaan bahasa
Pada waktu menulis laporan atau artikel tentang hasil penelitian dan ketika merumuskan masalah hendaknya peneliti kualitatif mempertimbangkan ragam pembaca sehingga rumusan masalah yang diajukan dapat di sesuaikan dengan tingkat kemampuan menyimak para pembaca.
j. Melakukan survey pendahuluan 
Tujuan melakukan survey pendahuluan adalah memastikan bahwa topic inquiry ada data lapangannya dan setelah melakukan penjajakan peneliti dapat mengenal dan melihat feasibiltas lapangan dari sisi keadaan, situasi, latar, dan konteksnya, sehingga penelitian kualitatif dapat mempersiapkan diri, mental maupun fisik serta mempersiapkan keperluan yang diinginkan.
 
Comments Off on Prinsip Perumusan Masalah Penelitian Kualitatitf

Posted in Pendidikan