UB Gelar Kompetisi Riset Mahasiswa Kedokteran Gigi Se-Asia Tenggara

Denta Paramita, Studi Club Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UB mengadakan Dental Students Research Competition (DSRC), kompetisi riset bagi mahasiswa Kedokteran Gigi se-Asia Tenggara di auditorium FKG UB, Sabtu (31/1). Tidak kurang, 110 peneliti dari berbagai universitas diantaranya Universitas Airlangga (Unair), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UB), Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Jember (Unej) serta Universiti Tekhonogi Mara (UiTM) Malaysia. “Dari dua dupul dua abstrak dipilih sepuluh abstrak yang memenuhi kualifikasi untuk dipresentasikan di depan juri,” kata Dian Rahmayanti, Ketua Panitia.

Setelah empat kali digelar, kata Dian, baru kali ini FKG mengundang universitas-universitas dari lingkup ASEAN. Meski begitu, baru UiTM saja yang bergabung dalam kompetisi tahun ini. “Di tahun berikutnya kami akan lebih agresif untuk menarik universitas lingkup ASEAN lain agar turut bergabung dalam kompetisi ini,” kata drg. Diatri Nari Ratih., M. Kes, Sp.KG, Ph.D Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKG UB.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Diatri mengaku kualitas penelitian mahasiswa dari tahun ke tahun semakin baik. Dosen pembimbing pun tahun ini dilibatkan sejak awal penelitian, sehingga diharapkan akan lebih meningkatkan kualitas hasil penelitian mahasiswa. “Nantinya hasil penelitian mahasiswa bisa memiliki kualifikasi untuk dapat dihilirisasi ke industri,” kata Diatri.

Dokter Gigi Palembang

Kompetisi semacam ini, kata Diatri bisa menumbuhkan kecintaan mahasiswa terhadap penelitian. Mahasiswa pun lebih sadar untuk mempublikasikan hasil penelitiannya ke publik. Bahkan kompetisi ini pun akan menjembatani kolaborasi peneliti antar universitas baik dalam maupun luar negeri.

Di kompetisi kali ini, Best Research dengan hadiah US $ 500 dimenangkan oleh tim peneliti dari UB yang diketuai oleh Aulida Arum Mubarokah dengan judul penelitian Effect Of 10% Eggshell Membrane Extract Gel Studies On The Density Of Collagen Fibers In Gingival Wound Healing (Study On Rattus norvegicus). Sedangkan, Best Presentation dengan hadiah US $ 400 diraih oleh tim peneliti Unair yang diketuai Ani Megawati dengan judul penelitian Extract of Snail Mucus (Achatina fulica) To Accelerate Wound Healing.

Drg. Kwartarini Murdiastuti, Sp. Perio (K), Ph. D sebagai dosen pembimbing tim Aulida pun menyatakan kompetisi ini sebagai salah satu terobosan baru bagi UB untuk melatih mahasiswanya agar lebih cakap menyampaikan gagasan dengan berbahasa inggris. Kwartini pun mengatakan hasil-hasil penelitian yang diikutsertakan dalam penelitian bisa digunakan untuk mengganti produk-produk kesehatan buatan luar negeri. “Dari hasil-hasil penelitian dasar ini diharapkan akan menghasilkan obat-obatan yang bisa diproduksi di negeri sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan natural dalam negeri,” kata dosen FKG ini. (Humas UB/Izza)