Pemulihan Kekuasaan Belanda di Asia Tenggara

Pada abad ke- 19 merupakan kurun terpenting di Asia Tenggara, seluruh negara kecuali thai, tertakluk kepada kuasa barat. Bangsa eropa yang semula hanya membeli rempah-rempah kini mereka mengimport bahan-bahan mentah seperti getah dll. Agama kristen pun mulai berkembang di Asia tenggara. Disamping itu eropa berpendapat bahwa bangsa asia akan maju jika mengikuti jejak mereka.

Hal ini menimbulkan pihak barat seperti belanda, Perancis , Inggris dan Amerika berebut menjajah Asia Tenggara. Seperti yang kita ketahui akhir tahun 1799 belanda mengambil alih kepentingan VOC. Pada tahun 1795 inggris menduduki malaka dan padang dan setahun kemudian mereka menduduki Ambon dan Banda , serta pada tahun 1799 menduduki ternate.

Bagaimanapun negeri-negeri itu pun dipulangkan ke Belanda pada tahun 1802 setelah permusuhan dengan perancis selesai. Pada tahun 1808 daendels enggan menyerahkan jawa ke Inggris. Inggris membalas dengan memperhentikan perniagaan dengan negeri jawa, hal ini menyebabkan jawa kekurangan wang, untuk mengatasi itu daendels menjual tanah kerajaan kepada orang cina dan memaksa menjual beras dengan harga mahal.

Cara itu ditentang oleh pihak belanda sendiri. Namun pemerintahannya ada baiknya, pada hakikatnya ia memperbaiki keadaan yang sudah lapuk, dan kurang menyenangkan. Pada bulan april, 1811 daendels digantikan oleh janssens. Ketika itu lord minto sedang merancang hendak merampas jawa dari belanda.

Pemerintahan Raffles (1811-16) memberi peluang kepadanya mempraktikan dasar liberal. Istilah itu tercipta saat revolusi perancis tahun1789. Dasar liberal tidak hanya terbatas pada politik saja namun pada kaum petani juga. Dalam peringkat ini VOC sangat dirugikan. Van hogendorp mengesyonkan agar sistem itu dihapuskan dan diganti dengan memulakan sistem bebas untuk rakyat mengusahakan tanah sendiri . hak-hak dilindungi, dan kerajaan menetapkan sistem pungutan cukai.

Stamford Raffles sangat terpengaruh dengan doktrin liberalisme , ia bercit-cita hendak mempraktikan lebih dari yang disyorkan oleh hogendrop. Dasar yang diamalkan Raflles pada hakikatnya ialah pemerintahan secara langsung. Tanah punya kerajaan dan rakyat yang mengusahakannya dikenai cukai. Dasar ini menguntungkan rakyat, karena mereka terlepas dari belenggu feodalisme.

Secara tidak langsung Raflles dapat menyebarkan kemajuan di Asia Tenggara. Minatnya terhadap kesentosaan orang jawa mendorong ia menulis “sejarah tanah jawa” dalam tahun 1817. Kejatuhan pemerintahan perancis mendorong Inggris menandatangi penjanjian london pada bulan ogos 1814. Dalam perjanjian itu inggris berjanji akan menolong Belanda mengembalikan kuasa’a ditimur.

Perjanjian inggris Belanda 1824

Perjanjian ini memang sudah lama dirasakan perlu oleh kedua pihak, mengingat bebrapa perkara di Eropa dan juga ditimur pada masa itu. Hubungan buruk diantara kedua pihak pun meruncing disebabkan inisiati Raflles membuka singapura dalam tahun 1819.

Belanda merasa perdagangan di Riau akan terancam kemakmurannya, namun Inggris enggan menerima bantahan itu, karena Inggris memerlukan pelabuhan yang terletak di Gugusan pulau melayu. Dalam waktu 6tahun singapura sudaah berjaya. Inggris enggan menyerahkannya kepada belanda, mereka sama-sama tidak menginginkan perang, akhirnya lahirlah perjanjian inggris-belanda di tahun 1824.

Pada tahun 1828 belanda terpaksa menjadikan Riau pelabuhan bebas untuk manandingi perniagaan inggris di Singapura.walaupun belanda masih punya hak monopoli rempah tetapi kurang menguntungkan. Belanda berniat menerapkan dasar ekonomi liberal diJawa.

Pada tahun 1818 Belanda membenarkan badan badan perniagaan yang dipunyai oleh orang barat. Awalnya memang sukar untuk dilancarkan tetapi setelah tahun 1816 berjalan baik. Cukai langsung yang yang menguntungkan kerajaan membuat rakyat menjadi malas bekerja.

Untuk membayar cukai mereka pinjam kepada orang cina dan arab. Keadaan kerajaan pun mengalami kekurangan wang, karena hasil kopi yang merupakan sumber utama kini tiada lagi harganya selepas tahun 1823. Menjelang tahun 1825 keadaan kekurangan wang sangat menyulitkan Belanda.