Bangsa Barat di Asia Tenggara

A. Penemuan Jalan ke Asia Tenggara

Latar belakang bangsa Eropa mulai mencari jalan ke dunia Timur Khususnya Asia Tenggara , antara lain : Akibat jatuhnya Romawi Timur 1453 , hubungan dagang antara Eropa dan Asia lewat Laut Tengah terputus . Karena itu bangsa Eropa mulai berffiikir untuk mencari jalan ke Asia Tenggara lewat samudra. Disamping putusnya hubungan dagang eropa dan Asia , Eropa juga terpengaruhi atas tulisan Maoco Polo yang menyatakan bahwa “ dunia Timur memiliki tanah yang subur dan hasilnya yang berlimpah serta pendudduknya ramah tamah” .

Jatuhnya Romawi Timur juga mengakibatkan Eropa tidak lagi mendapatkan rempah – rempah dari dunia Timur lewat Asia Barrat yang telah dikuasaii tentara Islam . Akhirnya Eropa yang dipelopori oleh Spayol dan Portugis berusaha keras untuk pergi ke dunia Timur untuk mencari rempah – rempah , sutra , barang – barang tembikar , gading dan batu permata langsung dari sumbernya.

Untuk mewujudkan cita – cita Portugis yaitu untuk mencari orang – orang kristen dan menguasai perdagangan rempah – rempah yang pada saat itu dikuasai oleh pedagang – pedagang Islam. Awal perjalanan Eropa yang dipelopori Portugis dan Spanyol untuk pergi ke dunia Timur , Khususnya ke Asia Tenggara :

Pada tahun 1486 armada Portugis di bawah Bartholomeus Diaz berhasil mencapai ujung Afrika Selatan , namun tersesat di sungai Congo sehingga bekalya habis , tetapi jalan ke timur sudah berhasil di temukan .
Pada tahun 1492 columbus (seorang pelaut Portugis yang dinas Spayol ) , berhasil menemukan benua Amerika . Penemuan ini mendorong perdagangan dan pelayaran bangsa Eropa ke Amerika dan Asia lewat samudra Atlantik dan Samudra Pasifik ( Lautan Teduh ).

Pada tahun 1497 Vasco da Gama (Portugis ) tiba di pelabuhan Malinda (pantai timur Afrika ) . Di tempat itulah mereka bertemu dengan pedagang – pedagang india sehingga mengetahui jalan niaga ke India . Ia menyusur pantai timur Afrika dan sampai ke Ujung Tanduk (di Afrika Timur Laut ) yang disebutnya Guadafui ( Berhati – hatilah ) , kemudian memasuki selat masuk Laut Merah yang disebutnya Bab el Manddeb (Gapura Air Mata ) . Akhirnya pada bulan Mei 1498 ia tiba di kalikut ( India ) .

B. BANGSA PORTUGIS DAN SPANYOL

1.Portugis

Awalnya mendirikan pangkalan di Kochin ( India ) . Pada saat itu malaka menjadi pusat perdagangan dan pusat Agama Islam di Asia tenggara . Kota itu akan dijadikan sasaran utama bagi portugis . Untuk menguasai malaka tahun 1508 portugis mengirimkan Sequeira dan tiba di malaka tahun 1509 . Sultan malak mengijinkan portugis untuk berdagang di malaka.

Pedagang – pedagang Islam mulai curiga dan akhirnya membujuk Sultan untuk menyerbu orang – orang portugis , namun rencana itu tercium oleh portugis sehingga portugis dapat meloloskan diri . Pada tanggal 25 Juli 1511 portugis malaka . karena Sultan malaka tidak mau menyerah maka Malaka dihancurkan portugis . kemudian Sultan malaka melarikan diri. Pada akhir tahun 1511 portugis mencari rempah – rempah ke maluku dipimpin Antoni de Abreau .

2. Spanyol

Pada tahun 1519 spanyol mecari jalan ke daerah – daerah penghasil rempah – rempah dimaluku yang di pimpin oleh Magelhaens . Pada tahun 1521 tiba di pulau St Lazarus ( 1542 diubah menjadi filipina ) . Ketika pergi ke Zebu , terjadi perang antara penguasa setempat . Sewaktu itu Magelhaens mau membantu raja Zebu namun ia terbunuh . Sisa kapalnya kembali ke spanyol di pimpin oleh Del Cano .

Ia lewat maluku dan mengambil rempah – rempah dari tidore . Akibat Perjalaanan Spanyol , antara lain :

  • Penemuan jalan baru ke sumber rempah – rempah Maluku .
  • Pedagang – pedagang di luar Spanyol makin terganggu dengan munculnya spanyol .
  • Dunia mendapat kepastian bahwa bumi bulat .

C . BANGSA BELANDA , INGGRIS DAN PERANCIS

1.Belanda

Setelah mengetahui berbagai informasi mengenai jalan laut ke Asia tenggara , Belanda menuju ke Asia Tenggara . Untuk menghindari tentara-tentara portugis Belanda pergi ke Asia Tenggara lewat Kutup Utara namun setelah mengalami berbagai kendala , Belanda memutuskan untuk mengikuti jalurportugis tetapi memilih jalan jauh agar terhindar dengan tentara portugis . Pada bulan Juni 1596 Belanda mendarat di Banten dengan pimpinan De Hautman . Sejak itu Belanda memusatkan kekuasaannya di Indonesia .

2.Inggris

Pada tahun 1586 Thomas Cavendish mengikuti jejak Drake , dengan 3 buah kapal , mencapai filipina , laut jawa , pantai selatan jawa dan sampai ke maluku tanpa di ganggu tentara Portugis maupun Spanyol . Pada tahun 1588 armada Spanyol berhasil dikalahkan oleh Inggris sehingga jalan ke dunia timur lewat jalan portugis terbuka . Inggris baru berhasil mendirikan pangkalan di Asia Tenggara pada akhir abad ke-8 ( tahun 1795 ) di penang.

Dalam perebutan pengaruh di Asia Tenggara , akhirnya Inggris berhasil menguasai daerah yang saat ini menjadi negara Myanmar , Malaysia , Singapura , dan Brunei Darussalam . Inggris pernah menguasai Indonesia ( 1811-1816 ), tetapi akibat Konvensi London tahun 1814 , maka Indonesia di serahkan kepada Belanda .

3.Perancis

Prancis merupakan bangsa yang maju dan merupakan negara terakhir yang masuk ke Asia Tenggara . Perancis ingin mencari tanah jajahan di Asia . Pada saat misi perancis tersebut mulai pergerak , tiba – tiba muncul pembrontakan Tayson ( 1773 – 1802 ).

Sejak tahun 1883 seluruh Vietnam , Tongkin , Anam dan Cochin Cina jatuh ke tangan perancis . Kemudian kamboja , Laos juga jatuh ke tangan perancis , sehingga seluruh wilayah Indocina berada di bawah pengaruh perancis .

D . POLA UMUM IMPERILISME ASIA TENGGARA

Imperilisme merupakan usaha bangsa untuk mengembangkan kekuasaan dalam bentuk pendudukan langsung terhadap wilayah kekuasaan bangsa lain dengan jajahan membentuk pemerintahan – pemerintahan jajahan atau dengan menanamkan pengaruh di bidang politik atau ekonomi .

1. Bentuk Kekuasaan Kolonial Di Asia Tenggara

Sejak kolonialisme di Asia Tenggara dapat dibagi menjadi dua periode , yaitu yang pertama periode abad ke-16 sampai dengan 18 , periode ini dimulai dari jatuhnya malaka ke tangan portugis tahun 1511 dan berakhir sekitar jatuhnya VOC di indonesia . Kolonisasi pada abad ini bersifat merkantilisme . Kekuasaan kolonial pada abad ini mempunyai pengaruh terhadap kekuasaan tradisional.

Yang ke dua periode abad ke-19 dan ke-20 nampak jelas sesudah tahun 1870 . Pada abad ini bangsa-bangsa Eropa di Asia Tenggara melakukan ekspedisi-ekspedisi militer untuk tujuan politik . Ada tiga kekuasaan bangsa Eropa yang berlomba-lomba untuk memperoleh tanah jajahan di Asia tenggarra yaitu bangsa Inggris , Belanda , Prancis .

2. Sistem Pemerintahan Koloniah di Asia Tenggara

Pada abad ke-16 sampai abad ke-18 pemerintahan kolonial dan eksploitasi kolonial merupakan satu kesatuan . Pada saat itu persekutuan perdagangan pada dasarnya hanya mencari keuntungan sebesar-besarnya , jika perlu memonopoli . Sedangkan pada Abad ke-19 kegiatan perdagangan diserahkan kepada penguasa-penguasa yang berstatus swasta.

3. Pemeritahan kolonial di berbagai Negara Jajahan

Pemerintahan Kolonial Inggris di Myanmar
Bentuk pemerintahan kolonial Inggris di Myanmar tersebut merupakan pemerintahan sentralisasi , yang jabatan – jabatan bawahnya dijabat oleh pejabat – pejabat pribumi. Dengan demikian penguasa – penguasa pribumi tetap merupakan alat efektif bagi kelancaran politik kolonial Inggris dii Myanmar . Meskipun demikian Inggris di Myanmar tetap menjalankkan sistem liberal.

Sistem kolonial Inggris di Malaya

Kecuali didaerah langsung oleh pemerintah kolonial inggris seperti di pulau penang , provinsi Wllesley , Malaka dan Singapura . Pemerintahan daerah diserahkan sepenuhnya kepada sultan – sultan pribumi . Kerajaan – kerajaan ini oleh inggris diperlukan sebagai protektorat .

Sistem Kolonial Amerika di Filipina

Amerika menjalankan kolonial di filipina yaitu dengan menjalankan politik kolonial yang paling liberal dengan ciri – ciri memperkenalkan pemerintahan hukum , konstitusionalisme dan pendidikan barat .

Sistem Kolonial Peranncis di indocina

Pemerintahan kolonial perancis di Indocina bersifat sentralisasi , sekalipun bagian bawahnya tetap menggunakan lembaga – lembaga pemerintahan tradisional beserta pejabatnya . Pejabat ini diambil dari golongan tradisional . Pemerintah kolonial yang dilancarkan oleh pemerintah kolonial perancis di indocina bersifat paternalistik – eksklusif .

Politik Kolonial Belanda di Indonesia

Politik kolonial Belanda berlatar belakang negara industri yang masih pada taraf permulaan , maka eksploitasi kolonialnya masih tetap komoditi hasil perkebunan . Didalam politik kolonialnnya , Belanda tidak mau dengan senang hati memberikan pertanggungjawaban kepada protektoratnya . Pemerintahan kolonial belanda di indonesia bagi golongan pribumi dilakukan oleh pejabat – pejabat tradisional .

E. EKONOMI KOLONIAL DI ASIA TENGGARA

Akibat jatuhnya malaka ketangan portugis membuat situasi politik dan ekonomi Asia Tenggara menjadi berantakan . Kondisi Asia Tenggara setelah jatuhnya malaya sampai datangnya Belanda dan Inggris . Sebagaian besar perekonomian pribumi tergantung pada pertanian dan perdagangan . Para penguasa serta pemimpin kelompok tetap berperan sebagai kelompok elit yang menguasai ekonomi dan politik.

Pada abad ke-17 dan ke-18 , perdagangan internasional dan antarwilayah daerah Nusantara makin lama makin berada di bawah pengawasan bangsa eropa (terutama Belanda) , dan diatur menurut kepentingan mereka . Beberapa kerajaan (terutama di indonesia) melihat ancaman dari bangsa barat tersebut . Namun beberapa kerajaan Nusantara itu bukan tandingan militer dengan kapal – kapal besar dan bersenjata api dari bangsa Barat .