Ternyata Ini Kelebihan dan Kelemahan Jika Pemilihan Umum Dilaksanakan Secara Serentak  

Ternyata Ini Kelebihan dan Kelemahan Jika Pemilihan Umum Dilaksanakan Secara Serentak. Jika dua pemilu itu dilakukan dengan serentak maka kontelasi politik pasti akan banyak berubah. Tentunya hal ini akan menguntungkan masyarakat, partai politik, dan aparat pemerintahan.

pemilihan umum

pemilihan umum

Baca juga artikel lain di : https://blog.ub.ac.id/naruto/

Namun segala sesuatu itu memang pasti ada kelebihan dan kekuranganya. Berikut ini kelebihan jika pemilu legislatif dan eksekutif dilaksanakan secara serentak

  1. Membuat pemilih bisa mengenal secara konkret para calon kepala daerah yang bakal berlaga.
  2. Masyarakat pun bisa menikmati proses pemilihan umum dan bisa mengetahui secara pasti visi misi dan program yang digembar-gemborkan calon legislatif dan eksekutif.
  3. Pemilu serentak ini juga menjadikan suara para pemilih sangat berharga karena kepentingan rakyat atau pemilih bakal menjadi fokus perhatian terbesar bagi calon kepala daerah.
  4. pelaksanaan secara serentak dan langsung ini bisa menjadi alat ukur partisipasi, pemahaman, serta pentingnya politik bagi masyarakat.
  5. Pemberdayagunaan sumber daya yang dimiliki semua calon menjadi lebih efektif. Karena keberadaan pihak ketiga pada pemilihan umum ini akan tereliminasi karena para calon melakukan komunikasi langsung dengan masyarakat pemilih.
  6. Tak hanya itu, ketokohan seorang calon juga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi calon pemilih daripada sepak terjang partai pengusungnya.
  7. Para partai politik tidak perlu lagi untuk menunggu hasil pemilu legislatif, baru dapat dengan resmi mengajukan calon presiden.
  8. Melalui penggabungan waktu pemilihan umum ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat partisipasi pemilih (mengurangi golput). Karena dengan ada asumsi bahwa masyarakat jenuh terlalu sering datang ke TPS.

Adapun kekurangan yang bisa didapatkan jika pemilihan umum legislatif dan yudikatif dilaksanakan secara bersamaan yaitu :

  1. Membutuhkan waktu yang cukup lama serta tenaga yang cukup banyak dalam proses penghitungan suara.
  2. Terlalu banyak surat suara yang harus dicoblos oleh pemilih. Sehingga, dikhawatirkan banyak para pemilih yang merasa kesulitan, terutama untuk para lansia.
  3. Dikhawatirkan pemilihan umum secara serentak ini juga mengakibatkan terjadi surat suara yang tertukar dengan dapil lain.
  4. Membutuhkan aparat yang cukup banyak untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya konflik.
  5. para calon  juga harus memiliki modal dana yang cukup besar karena diharuskan untuk berkampanye secara fisik dari pintu pintu.
  6. pemilih juga akan menjadi individualis dan materialistis, para calon hanya mengandalkan ketokohan dan menafikan sebuah kemampuan memimpin organisasi yang kelak dibutuhkan saat terpilih nanti.
  7. Pemilihan umum serentak ini juga berpotensi terjadinya konflik horizontal maupun vertikal antarbasis pendukung calon. Terlebih lagi apabila pemahaman politik rakyat di suatu daerah belum cukup matang.
  8. Penyelenggaran pemilu secara langsung ini juga kerap terjadi penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) baik itu dari anggaran bantuan sosial maupun pos anggaran lain. Pelanggaran oleh pihak pertahanan untuk kepentingan pribadi karena maju kembali bertarung.
  9. Tak jarang juga daerah mulai mengabaikan dalam mempersiapkan kebutuhan anggaran pemilu. Sehingga membuat daerah menjadi kebingungan saat menjelang dimulainya tahapan pelaksanaan.

Inilah beberapa kelebihan dan kekurangan pemilihan umum legislatif dan eksekutif yang dilakukan secara bersamaan. Diantara semua pelaksanaan itu memang ada kelebihan dan kekurangannya. Apalagi jika Anda melihat fenomena yang terjadi pasca pemilu selesai diadakan. Banyak yang harus meregang nyawa dengan kondisi pelaksanaan seperti ini. Dalam hal perhitungan suarapun jadi semakin lama dan panjang serta mulai terlihat banyak terjadi kesalahan. Kadang hal seperti inilah yang harus dihindari oleh pihak pemerintah maupun masyarakat keseluruhan.