perbedaan coding dan program

October 22nd, 2020

 Hallo sobat calonmaba, kali ini kita akan membahas tentang salah satu tugas mahasiswa, yaitu perbedaan coding dan programming berdasarkan contohnya

Dasar Perbandingan Coding Programming
Definisi Coding pada dasarnya adalah proses untuk menuliskan kode dari Bahasa sat uke Bahasa yang lain Programming adalah proses membuat dan mengembangkan mesin eksekusi yang melakukan serangkaian instruksi
Templating Tujuan utama dari coding adalah memfasilitasi komunikasi antara manusia dan mesin Programming adalah proses menuliskan serangkaian kode, Manusia menginput kode dan machine mengoutputkan perintah yang sinkron
Skills Coding adalah langkah awal untuk memperkenalkan pemrograman maka dari itu kode memiliki keahlian yang lebih sedikit dari pada programmer Programming adalah bagian dasar komunikasi antara pemikiran manusia dengan mesin yang memproses output. Hal ini pada umumnya terdiri dari struktur yang kompleks
Simplicity Coding merupakan langkah awal dari programming kompleks maka dari itu coding lebih mudah daripada programming Program menangani situasi kompleks yang berbedadan queries menghasilkan output yang tepat. Jadi pada dasarnya programming adalah versi lanjutan dari coding dengan pendekatan lainyang berbeda. Maka dari itu programming lebih kompleks daripada coding.
Approach Menjadi langkah awal dari komunikasi, Coders biasanya berhubungan dengan baris kode tertentu tanpa mengkhawatirkan detailnya Programmers biasanya komunikasi yang jauh lebih matang. Mereka menganalisis dan mengonsep aspek yang berbeda dari komunikasi dan menghasilkan mesin output yang sesuai
Support Ada banyak komunitas yang membantu mereka untuk memanfaatkan pengkodean yang sesuai dengan standar industry saat ini Pada dasarnya programming adalah aspek pengkodean yang lebih luas, ini juga memiliki backup yang lebih besar dan memiliki banyak dukungan untuk perbaikan dan peningkatan sesuai standar saat ini
Advanced Features Coding merupakan bagian dari pemrograman yang melihatkan penerjemahan, penulisan baris code dan penerapan yang sama untuk input yang dapat dibaca oleh mesin Programming berkaitan dengan gambaran yang jauh lebih besar dan melibatkan semua parameter penting, mulai dari debugging dan compiling untuk pengujian dan implementasi

 

Contoh Coding           : Bahasa Pemrograman (HTML, C++, Javasript, dll) dan melakukan  pengkodean sederhana.

Contoh Programming  : Dari kumpulan beberapa coding yang dibuat, disatukan dan dihubungkan sesuai implementasi dan menjadi sebuah aplikasi/software.

PRAKTIKUM PENGENALAN BAHAN LABORATORIUM

October 21st, 2020

Hallo sobat calonmaba, kali ini kita akan bahas tugas mahasiswa lagi, tapi mengenai praktikum, yaitu praktikum pengenalan bahan laboratorium. Semoga info dibawah ini dapat membantu kalian ya

 

  1. DASAR TEORI

 

  1. Bahan

Bahan Peningkatan kegiatan penelitian di bidang teknik beberapa akan terkait dengan kegiatan di dalam laboratorium. Kegiatan tersebut akan banyak berhubungan dengan bahan – bahan kimia dengan jenis, kegunaan dan sifat – sifat yang berbeda. Jenis bahan – bahan kimia juga ada yang berbahaya dan harus sesuai prosedur ketika menggunakannya. Ada dua jenis kecelakaan yang mungkin terjadi di dalam laboratorium yaitu kecelakaan akut dan kronis. Sekitar 90% di negara maju kasus keracunan disebabkan oleh penyerapan bahan atau zat kimia melalui pernapasan sedangkan 10% sisanya berasal dari penyerapan melalui kulit, mulut dan mata (Suprapto, 1983). Tentu saja hal hal – hal tersebut harus dihindarkan, oleh karena itu pengenalan dan identifikasi zat – zat kimia dibutuhkan sebelum melakukan kegiatan di dalam laboratorium. Hal tersebut dilakukan dalam rangka memberikan pengetahuan mengenai sifat berbahaya dari bahan-bahan kimia yang dipergunakan serta cara pencegahan maupun pengendaliannya. Sehingga dengan pengetahuan tersebut maka senantiasa bertindak hati – hati dalam menggunakan bahan atau zat kimia yang berbahaya dan menghindari terjadinya kecelakaan dalam laboratorium.

Bahan laboratorium yang disebut bahan merupakan segala sesuatu yang diolah atau digunakan dalam proses pengujian, kalibrasi, dan atau produksi dalam skala terbatas, yang dibagi menjadi dua kategori yaitu: 1. Bahan khusus yaitu bahan yang penanganannya memerlukan perlakuan dan persyaratan khusus. 2. Bahan umum yaitu bahan yang penanganannya tidak memerlukan perlakuan dan persyaratan khusus, (Permenpan RB No. 03, 2010).

 

 

 

Tabel 1.1. Tingkat Kesulitan Pengelolaan Bahan

Umum (1) Khusus (2)
Penyimpanan Tidak memerlukan persyaratan khusus Memerlukan persyaratan khusus
Sifat Fisik Tidak eksplosif, tidak korosif, tidak iritant, stabil Eksplosif, korosif, irritant, tidak stabil
Sifat kimia Non toksik

Tidak berbahaya

Toksik

berbahaya

Persyaratan metode Tidak memerlukan kemurnian tinggi Memerlukan kemurnian tinggi

Penyimpanan zat dan bahan kimia di ruang laboratorium merupakan rencana yang benar untuk mengurangi resiko kecelakaan (Griffin 2005). Setiap bahan kimia memiliki sifat fisik dan kimia yang berbeda-beda. Maka, dalam penyimpanan dan penataan bahan kimia harus diperhatikan aspek pemisahan, tingkat resiko bahaya, pelabelan, fasilitas penyimpanan, wadah sekunder, bahan kadaluarsa, inventarisasi dan informasi resiko bahaya.

Prinsip–prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan bahan di laboratorium yaitu

a). Aman: bahan disimpan supaya aman dari pencuri,

b). Mudah dicari: memudahkan mencari letak bahan, perlu diberi tanda yaitu dengan menggunakan label pada setiap tempat penyimpanan bahan (lemari, rak atau laci) dan

c). Mudah diambil: penyimpanan bahan diperlukan ruang penyimpanan dan perlengkapan, (Lindawati, 2010).

Pada bahan, pengurutan secara alfabetis akan tepat jika dikelompokkan menurut sifat fisis dan sifat kimianya terutama tingkat kebahayaannya untukpengadministrasian. Bahan kimia yang tidak boleh disimpan dengan bahan kimia lain, harus disimpan secara khusus dalam wadah sekunder yang terisolasi. Hal ini untuk mencegah pencampuran dengan sumber bahaya lain seperti api, gas beracun, ledakan atau degradasi kimia.

Bahan kimia digolongkan menjadi 6 golongan yaitu:

  1. Harmful atau berbahaya yaitu bahan kimia iritan menyebabkan luka bakar pada kulit, berlendir, mengganggu sistem pernafasan. Semua bahan kimia mempunyai sifat seperti ini (harmful) khususnya bila kontak dengan kulit, dihirup atau ditelan.
  2. Toxic atau beracun produk ini dapat menyebabkan kematian atau sakit yang serius bila bahan kimia tersebut masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan, menghirup uap, bau atau debu, atau penyerapan melalui kulit.
  3. Corrosive atau korosif, produk ini dapat merusak jaringan hidup, menyebabkan iritasi pada kulit, gatal-gatal bahkan dapat menyebabkan kulit mengelupas.
  4. Flammlable atau mudah terbakar, senyawa ini memiliki titik nyala rendah dan bahan yang bereaksi dengan air atau membasahi udara (berkabut) untuk menghasilkan gas yang mudah terbakar (seperti hidrogen) dari hidrida metal.
  5. Explosive atau mudah meledak, produk ini dapat meledak dengan adanya panas, percikan bunga api, guncangan atau gesekan. Beberapa senyawa membentuk garam yang eksplosif pada kontak (singgungan dengan logam/metal).
  6. Oxidator (Pengoksidasi) senyawa ini dapat menyebabkan kebakaran. Senyawa ini menghasilkan panas pada kontak dengan bahan organik dan agen pereduksi (reduktor)(Wawan dan Dewi, 2010).

 

Larutan baku atau larutan standar adalah larutan yang konsentrasinya sudah diketahui. Larutan baku biasanya berfungsi sebagai titran sehingga ditempatkan pada buret, yang sekaligus berfungsi sebagai alat ukur volume larutan baku (Harrizul, 1994). Larutan Baku dibagi menjadi dua yaitu:

  1. Larutan baku primer, yaitu larutan yang mengandung zat padat murni yang konsentrasi larutannya diketahui secara tepat melalui metode gravimetri (perhitungan massa), dapat digunakan untuk menetapkan konsentrasi larutan lain yang belum diketahui contoh: K2Cr2O7, As2O3, NaCl, asam oksalat, asam benzoat.
  2. Larutan baku sekunder, yaitu larutan suatu zat yang konsentrasinya tidak dapat diketahui dengan tepat karena berasal dari zat yang tidak pernah murni. Konsentrasi larutan ini ditentukan dengan pembakuan menggunakan larutan baku primer, biasanya melalui metode titrimetri. Contoh: AgNO3, KmnO4, Fe(SO4)2 (Harrizul, 1994).

 

 

  1. TUJUAN PRAKTIKUM

Tujuan dari praktikum ini adalah:

1.Mahasiswa mampu mengkaji dan menganalisis mengenai nama, jenis, sifat, kegunaan dan cara penyimpanan bahan serta symbol dari zat kimia yang ada.

 

 

  1. PROSEDUR PRAKTIKUM
  2. Mempelajari bahan yang terdapat pada video, mencari nama, jenis, kegunaan dan bahan kimia serta penjelasan lainnya. Selanjutnya praktikan mencatat di kolom yang disediakan penjelasan yang diperoleh dari web yang ada.
  3. Praktikan menyesuaikan mengisi Tabel

 

  1. LEMBAR DATA

 

Tabel 1.3. Daftar Bahan Kimia

No Nama/Rumus Molekul Identitas Bahan Guna Simbol MSDS
1 Asam Klorida

(HCL)

 

 

 

Korosif & Toksik Alat Pembersiih Rumah Tangga
2 Aluminium Oksida

(Al2O3)

 

 

Korosif Produksi Logam Aluminium
3 Aluminium Chloride

(AlCl3)

 

 

Korosif Reaksi Katalis dalam perindustrian
4 Asam Sianida

(HCN)

Toksik Membunuh Hama
5

 

 

 

 

 

Nitrogen Oksida

(NOx)

Toksik Alat bantu pernapasan
6 Permanganat

(MnO4-)

 

 

 

Oksidator Anorganik Antiseptik
7 Benzoyl peroxide

(C₁₄H₁₀O₄)

 

 

Oksidator Organik Membunuh Jerawat
8 Trinitrotoluena

(TNT)

 

 

 

Explosive Substance Bahan Peledak
9 Acetylene

(C₂H₂)

 

 

 

Explosive Substance Pengelasan dan pemotongan logam
10

 

 

 

 

 

Potassium chlorate

(KClO₃)

Explosive Substance Sistem pemasok oksigen
11 Fosfor

(P)

 

 

 

Flammable pupuk pertanian dan produksi pertanian
12 Acetone

(C3H6O)

 

 

Flammable mengencerkan dan membersihkan resin kaca serat dan epoksi
13 Carbon tetrachloride

(CCl4)

 

 

Dangerous for Enviromental Bahan Pemadam api & pendingin
14 Gasoline

(Petrol)

 

 

 

Dangerous for Enviromental Bahan Bakar Bensin
15

 

 

 

 

 

Timah(II) klorida

(SnCl₂)

 

Dangerous for Enviromental Agen pereduksi
16 Diethyl ether

(C2H5)2O

 

 

 

Flammable Obat rekreasi (hirupan)
17 Sulfuric acid

(H₂SO₄)

Corrosive Substance Sintesis kimia
18 Nitrocellulose

 [C6H7(NO2)3O5]n

Explosive Substance Bahan baku peledak di militer
19 Hydrogen sulfide

(H₂S)

Toxic Obat jerawat dan kulit
20 Ammonium nitrate

(NH4NO3)

Explosive Substance Bahan peldak & zat pengoksidasi
21 Hydrogen peroxide

(H2O2)

Oksidator Obat antiseptik
22 Peridine Harmful irritant Bahan baku karet sintesis
23 Nitrogen

(N)

Compressed Gasses Bahan Angin roda
24 Helium

(He)

 

 

Compressed gasses Bahan Angin balon udara
25 Hydrogen Cyanide

(HCN)

Compressed gasses Produksi serat akrilik, karet sintetis, dan plastik

 

 

 

  1. PEMBAHASAN
  Pada pengenalan bahan ada banyak sifat yang dimiliki bahan kimia. Setiap bahn kimia memiliki sifat yang berbeda yang membutuhkan penanganan tertentu. Sifat bahan kimia umumnya berbahaya, mengiritasi, toksik dan mudah terbakar. Sedapat mungkin kontak bahan kimia dengan kulit, pencernaan dan pernafasan harus dihindari.

Demi keselamatan kerja di laboratorium perlu dipahami simbol yang menyertai setiap bahan kimia yang terdapat pada wadahnya. Simbol-smbol tersebut diperlukan untuk mengetaui sifat bahan sehingga memudahkan penanganannya. Berikut ini beberapa simbol yang umum kita jumpai pada wadah bahan kimia (Wardiyah, 2008) :

a.    Mudah Terbakar (Flammable)

Simbol Bahan Kimia Mudah Terbakar

Simbol untuk bahan kimia yang mempunyai titik nyala rendah, mudah terbkar dengan api bunsen, permukaan metal panas atau loncatan bunga. Bahan mudah terbakar dapat berwujud gas dan cairan yang mudah menguap atau bahan padat dalam bentuk debu dapat meledak (meledak) jika tercampur atau terdispersi dengan udara. Contohnya, logam Na, K, P. Penanganan bahan berbahaya dapat dilakukan dengan cara hindarkan dari api, nyala, loncatan bunga api dan panas (Wardiyah, 2008).

b.    Bahan Mudah Teroksidasi (Oxidizing)

Simbol Bahan Kimia Mudah Teroksidasi

Bahan kimia bersifat pengoksidasi, dapat menyebabkan kebakaran dengan menghasilkan panas saat kontak dengan bahan organik dan bahan pereduksi. Contohnya KClO4, H2O2. Penanganan bahan yang mudah teroksidasi dapat dilakukan dengan cara hindarkan dari bahan organik yang mudah atau dapat terbakar, panas dan api (Wardiyah, 2008).

c.    Bahan Mudah Meledak (Explosive)

Simbol Bahan Kimia Mudah Meledak

Bahan kimia yang mudah meledak dengan adanya panas atau percikan bunga atau percikan bunga api, gesekan atau benturan. Contohnya KClO3 TNT, NH4NO3. Penaganan bahan kimia yang mudah terbakar dapat dilakukan dengan cara hindarkan dari tumbukan, benturan, gesekan, panas, loncatan api dan sumber nyala lain bahkan tanpa oksigen atmosferik (Wardiyah, 2008).

d.    Bahan Korosif

Simbol Bahan Kimia Korosif

Bahan korosif  dilambangkan dengan C. Produk ini dapat merusak jaringan hidup, menyebabkan iritasi pada kulit, gatal-gatal bahkan dapat menyebabkan kulit mengelupas. Contohnya, HCl, NaOH, H2SO4. Penanganan bahan kimia yang bersifat korosif dapat dilakukan dengan cara hindarkan kontak dengan kulit, mata dan pernafasan (Wardiyah, 2008).

e.    Bahan Beracun (Toxic)

Simbol Bahan Kimia Beracun

Bahan kimia yang bersifat beracun atau toxic dapat menyebabkan kematian atau sakit yang serius bila terhirup, tertelan atau terabsorpsi melalui kulit. Contohnya, metanol dan benzena. Penaganan bahan kimia yang bersifat beracun dapat dilakukan denagn cara hindarkan kontak dengan tubuh lewat kulit, mulut dan pernafasan (Wardiyah, 2008).

f.     Bahan Bahaya Iritasi (Harmful Irritant)

Simbol Bahan Kimia Iritasi

Bahan kimia yang mudah mengiritasi belambang I. Bahan kimia ini dapat menyebabkan gatal-gatal, peradangan saluran Contohnya, NaOH, Cl2 dan C6H5OH. Penanganan bahan kimia iritasi dapat dilakukan dengan cara hindarkan kontak dengan kulit dan mata, serta jangan menghirup uapnya (Wardiyah, 2008).

Asam adalah spesi yang dapat membentuk ikatan kovalen dengan akseptor pasangan elektron bebas dari spesi yang lain, sedangkan basa adalah spesi yang dapat membentuk ikatan kovalen melalui donor pasangan elektron bebas kepada spesi yang lain (Syukri S, 1999)

Adapun cara penanganan bahan kimia berbahaya yaitu sebagai berikut (Soemanto, 2000) :

1.    Mengenali bahan

Pelajari informasi sifat bahan, bahaya dan cara penanganannya (buku indeks MSDS LDKB). Jangan mencicipi atau mencium uapnya untuk mengenali bahan.

2.    Substitusi

Bila mungkin jangan menggunakan bahan kimia berbahaya. Usahakan mencari gantinya (substitusi) yang lebih aman.

3.    Menggunakan sesedikit mungkin bahan

Bila harus menggunakan bahan berbahaya, gunakan sesedikit mungkin, termasuk pemesanannya.

4.    Mencegah emisi

Usahakan mencegah emisi atau kebocoran bahan beracun dan korosif. Bila emisi tak dapat dihindari, isolasi daerah emisi, dan hisap dengan local exhauster atau lakukan pekerjaan dalam lemari asam.

5.    Mengurangi keterpaan

Bila emisi tak terhindarkan, buka jendela dan pasang ventilasi agar pencemaran di bawah nilai ambang batas (NAB). Bila tidak mungkin, kurangi waktu kerja atau waktu keterpaan

6.    Menggunakan APD

Gunakan APD (gloves, kacamata, masker, respirator) untuk melindungi diri dari keterpaan.

7.    Hati-hati dengan bahaya kebakaran

Hindari bahan mudah terbakar dari nyala api, bara, loncatan listrik dan logam panas

8.    Wapadai bahan atau campuran eksplosif

Jauhkan bahan eksplosif dari panas, gesekan mekanik, goncangan dan udara panas sinar matahari

9.    Bahaya tersembunyi dari gudang

Jaga gudang agar tetap dingin, berventilasi, kering, jauh dari api, serta hindari interaksi antara bahan inkopatibel. Jaga gudang agar tetap bersih, rapi dan periksa setiap saat akan adanya kebocoran atau tumpahan

10. Mengendalikan limbahan bahan kimia

Usahakan setiap proses dengan limbah seminimal mungkin. Daun ulang disarankan. Ikuti aturan pemusnahan atau pembuangan bahan dengan benar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan

Berdasarkan percobaan yang di lakukan diperoleh kesimpulan, yaitu :

1.    Bentuk-bentuk bahan kimia terdiri dari bentuk padatan, cairan dan gas

2.    Bahan kimia digolongkan berdasarkan sifatnya yaitu mudah terbakar (flammable), mudah teroksidasi (oxidizing), mudah meledak (explosive), korosif, beracun (toxic) dan bahaya iritasi (harmfull irritant).

 

Saran

1.      Saran untuk Laboratorium

Sebaiknya alat-alat dan bahan-bahan di laboratorium lebih dilengkapi lagi. Agar pada saat praktikum dilaksanakan tidak terjadi kekurangan alat dan bahan.

 

2.     Saran untuk Dosen

Sebaiknya dosen pada saat praktikum untuk mengawasi asisten dan praktikan serta memberi ilmu yang cukup untuk dimenegerti mahasiswa.

 Semoga informasi ini bermanfaat bagi temen-temen mahasiswa baru ya

 

 

 

 

 

 

 

Tugas Ideologi Pancasila

October 17th, 2020

Hello sobat calonmaba,  Kali ini kita akan membahas mengenai tugas tentang ideologi pancasila. Selamat untuk membacaaa

  1. Sebutkan dan jelaskan ideologi-ideologi besar dunia, serta bagaimana kedudukan Pancasila diantara ideologi-ideologi besar dunia tersebut!

Beberapa ideologi yang diterapkan Dunia yakni:

  1. Ideologi Liberalisme
  2. Ideologi Komunisme
  3. Ideologi Sosialisme
  4. Ideologi Pancasila

 

Hubungan keterkaitan Pancasila dengan ideologi-idelogi dunia yakni berkaitan dengan:

  1. Politik Hukum Pancasila
Liberalisme Komunisme Sosialisme Pancasila
1 Hukum untuk melindungi individu Demokrasi rakyat berkuasa mutlak satu parpol Demokrasi untuk kolektivitas (diutamakan kebersamaan) Demokrasi Pancasila
2 Dala mpolitik mementingkan individu Hukum untuk menggelengkan komunis Menjunjung tinggi keadilan dan keberadaban individu dan masyarakat

 

  1. Ekonomi
Liberalisme Komunisme Sosialisme Pancasila
1 Peran negara kecil Peran negara dominan Peran negara ada untuk pemerataan Peran negara ada untuk tidak terjadi monopoli, yang dirugikan rakyat
2 Swasta mendominasi Demi kolektivitas berarti demi negara Keadilan distributif yang diutamakan
3 Kapitalisme Monopoli negara
4 Monopolisme
5 Persaingan bebas

 

Liberalisme Komunisme Sosialisme Pancasila
1 Agama urusan pribadi Agama candu masyarakat Agama mendorong perkembangannya kebersamaan Bebas memilih salah satu agama
2 Bebas beragama Agama harus dijauhkan dari masyarakat Agama harus menjiwai dalamkehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara
3 Bebas memilih agama
4 Bebas tidak beragama

 

  1. Agama
  2. Pandangan terhadap individu dan masyarakat
Liberalisme Komunisme Sosialisme Pancasila
1 Individu lebih penting daripada masyarakat Individu tidak penting Masyarakat lebih penting dari individu Individu diakui keberadaannya
2 Masyarakat diabdikan bagi individu Masyarakat tidak penting Masyarakat diakui keberadaannya
3 Kolektivitas yang dibentuk negara lebih penting

 

  1. Ciri Khas

 

Liberalisme Komunisme Sosialisme Pancasila
1 Individu lebih penting daripada masyarakat Individu tidak penting Masyarakat lebih penting dari individu Individu diakui keberadaannya
2 Masyarakat diabdikan bagi individu Masyarakat tidak penting Masyarakat diakui keberadaannya
3 Kolektivitas yang dibentuk negara lebih penting

 

Dari seluruh sila-sila dalam Pancasila, tentu Pancasila memiliki posisi sendiri dari ideologi-ideologi lain di dunia. Negara Indonesia merupakan negara demokrasi, yang berarti Indonesia mengarah ke Liberalisme dalam hal ini. Liberalisme merupakan suatu paham yang mengutamakan kebebasan individu. Hak setiap individu dilindungi dan diakui dalam liberalisme. Dalam negara demokrasi, tentu mementingkan suara rakyat dan memberikan kebebasan dalam setiap aspek kehidupan, seperti kebebasan dalam hak memberi suara untuk pemilu.

Selain Liberalisme, Pancasila juga mengarah ke ideologi sosialisme dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Sosialisme merupakan ideologi yang menekankan keberadaan kelompok. Sosialisme mengutamakan paham pertemanan atau persahabatan dan bertentangan dengan individualisme. Warga Indonesia masih menekankan kepentingan sosial daripada individualis. Sosialisme juga merupakan bentuk perlawanan terhadap konsep kepemilikan privat atas alat-alat produksi para pekerja, mengambil alih kepemilikan alat-alat produksi yang kemudian akan digunakan oleh pemerintah (sebagai representasi dari kaum pekerja) untuk memenuhi kebutuhan sosial secara merata.

  1. Pancasila sebagai ideologi negara menghadapi tantangan global, jelaskan karakteristik globalisasi dan kaitannya tantangan bagi Pancasila sebagai ideologi negara!

 

Karakteristik Globalisasi

Globalisasi adalah fenomena dimana batasan-batasan antar negara seakan memudar karena terjadinya berbagai perkembangan di segala aspek kehidupan, khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan terjadinya perkembangan berbagai aspek kehidupan khususnya di bidang iptek maka manusia dapat pergi dan berpindah ke berbagai negara dengan lebih mudah serta mendapatkan berbagai informasi yang ada dan yang terjadi di dunia. Namun fenomena globalisasi ini tidak selalu memberi dampak positif, berbagai perubahan yang terjadi akibat dari globalisasi sudah sangat terasa, baik itu di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan teknologi informasi. Berbagai dampak negatif terjadi dikarenakan manusia kurang bisa memfilter dampak dari globalisasi sehingga lebih banyak mengambil hal- hal negatif dari pada hal- hal positif yang sebenarnya bisa lebih banyak kita dapatkan dari fenomena globalisasi ini.

Tantangannya bagi Pancasila sebagai ideologi negara

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang sudah ditentukan oleh para pendiri negara ini haruslah menjadi sebuah acuan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara, berbagai tantangan dalam menjalankan ideologi pancasila juga tidak mampu untuk menggantikankan pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia, Pancasila terus dipertahankan oleh segenap bangsa Indonesia sebagai dasar negara, itu membuktikan bahwa Pancasila merupakan ideologi yang sejati untuk bangsa Indonesia. Oleh karena itu tantangan di era globalisasi yang bisa mengancam eksistensi kepribadian bangsa, dan kini mau tak mau, suka tak suka, bangsa Indonesia berada di pusaran arus globalisasi dunia. Tetapi harus diingat bahwa bangsa dan negara Indonesia tak mesti kehilangan jatidiri, kendati hidup ditengah-tengah pergaulan dunia. Rakyat yang tumbuh di atas kepribadian bangsa asing mungkin saja mendatangkan kemajuan, tetapi kemajuan tersebut akan membuat rakyat tersebut menjadi asing dengan dirinya sendiri. Mereka kehilangan jatidiri yang sebenarnya sudah jelas tergambar dari nilai-nilai luhur pancasila. Dalam arus globalisasi saat ini dimana tidak ada lagi batasan-batasan yang jelas antar setiap bangsa Indonesia, rakyat dan bangsa Indonesia harus membuka diri. Dahulu, sesuai dengan tangan terbuka menerima masuknya pengaruh budaya hindu, islam,serta masuknya kaum barat yang akhirnya melahirkan kolonialisme. Pengalaman pahit berupa kolonialisme tentu sangat tidak menyenangkan untuk kembali terulang. Patut diingat bahwa pada zaman modern sekarang ini wajah kolonialisme dan imperialisme tidak lagi dalam bentuk fisik, tetapi dalam wujud lain seperti penguasaan politik dan ekonomi. Meski tidak berwujud fisik, tetapi penguasaan politik dan ekonomi nasional oleh pihak asing akan berdampak sama seperti penjajahan pada masa lalu, bahkan akan terasa lebih menyakitkan.  Dalam pergaulan dunia yang kian global, bangsa yang menutup diri rapat-rapat dari dunia luar bisa dipastikan akan tertinggal oleh kemajuan zaman dan kemajuan bangsa-bangsa lain

  1. Jelaskan esensi (hakikat) Pancasila sebagai sistem filsafat!

 

Esensi (hakikat) Pancasila sebagai sistem filsafat memiliki esensi, antara lain:

  1. Hakikat Sila Ketuhanan terletak pada keyakinan bahwa Tuhan adalah prinsip utama dalam kehidupan semua makhluk. Setiap orang memiliki kebebasan yang bertanggung jawab.
  2. Hakikat Sila Kemanusiaan terletak pada manusia monopluralis, yang terdiri dari susunan kodrat (jiwa, raga), sifat kodrat (makhluk individu, sosial), dan kedudukan kodrat (makhluk pribadi yang otonom dan makhluk Tuhan).
  3. Hakikat Sila Persatuan terletak pada semangat kebangsaan. Rasa kebangsaan terwujud dalam bentuk cinta tanah air, yang dibedakan ke dalam 3 jenis, yaitu tanah air real, tanah air formal, dan tanah air mental. Tanah air real adalah bumi tempat orang dilahirkan dan dibesarkan, bersuka, dan berduka, yang dialami secara fisik sehari-hari. Tanah air formal adalah Negara bangsa yang berundang-undang dasar, yang Anda, manusia Indonesia, menjadi salah seorang warganya, yang membuat undang-undang, menggariskan hukum dan peraturan, menata, mengatur dan memberikan hak serta kewajiban, mengesahkan atau membatalkan, memberikan perlindungan, dan menghukum, memberikan paspor atau surat pengenal lainnya. Tanah air mental bukan bersifat teritorial karena tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, melainkan imajinasi yang dibentuk dan dibina oleh ideologi atau seperangkat gagasan vital.
  4. Hakikat Sila Kerakyatan terletak pada prinsip musyawarah. Artinya, keputusan yang diambil lebih didasarkan atas semangat musyawarah untuk mufakat, bukan membenarkan begitu saja pendapat mayoritas tanpa peduli pendapat minoritas.
  5. Hakikat Sila Keadilan terwujud dalam tiga aspek, yaitu keadilan distributif, legal, dan komutatif. Keadilan distributif adalah keadilan bersifat membagi dari negara kepada warga negara. Keadilan legal adalah kewajiban warga negara terhadap negara atau dinamakan keadilan bertaat. Keadilan komutatif adalah keadilan antara sesama warga negara.

 

  1. Jelaskan alasan diperlukannya Pancasila sebagai sistem etika!

 

Beberapa alasan mengapa Pancasila sebagai sistem etika itu diperlukan dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara di Indonesia, sebagai berikut:

 

  1. Dekadensi moral yang melanda kehidupan masyarakat, terutama generasi muda sehingga membahayakan kelangsungan hidup bernegara. Generasi muda yang tidak mendapat pendidian karakter yang memadai dihadapkan pada pluralitas nilai yang melanda Indonesia sebagai akibat globalisasi sehingga mereka kehilangan arah. Dekadensi moral itu terjadi ketika pengaruh globalisasi tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, tetapi justru nilai-nilai dari luar berlaku dominan. Contoh-contoh dekadensi moral, antara lain : penyalahgunaan narkoba, kebebasan tanpa batas, rendahnya rasa hormat kepada orang tua, menipisnya rasa kejujuran, tawuran di kalangan para pelajar. Kesemuanya itu menunjukkan lemahnya tatanan nilai moral dalam kehidupan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Pancasila sebagai sistem etika diperlukan kehadirannya sejak dini , terutama dalam bentuk pendidikan karakter di sekolah-sekolah.
  2. Korupsi akan merajalela karena para penyelenggara Negara tidak memiliki rambu-rambu normatif dalam menjalankan tugasnya. Para penyelenggara Negara tida dapat membedakan batasan yang boleh dan tidak, pantas dan tidak, baik dan buruk (good and bad). Pancasila sebagai sistem etika terkait dengan pemahaman atas criteria baik dan buruk.
  3. Kurangnya rasa perlu berontribusi dalam pembangunan melalui pembayaran pajak. Hal tersebut terlihat dari kepatuhan paja yang masih rendah, padahal peranan paja dari tahun ke tahun semain meningkat dalam membiayain APBN. Pancasila sebagai sistem etika aan dapat mengarahkan wajib paja untu secara sadar memenuhi kewajiban perpajakannya dengan baik. Dengan kesadaran pajak yang tinggi maka program pembangunan yang tertuang dalam APBN akan dapat dijalankan dengan sumber penerimaan dari sector perpajakan.
  4. Pelanggaran HAM dalam kehidupan bernegara di Indonesia ditandai dengan melemahnya penghargaan seseorang terhadap hak pihak lain. Kasus-kasus pelanggaran Ham yang dilaporkan di media, seperti penganiayaan terhadap pembantu rumah tangga, penelantaran anak-anak yatim oleh pihak-pihak yang seharusnya melindungi, kekerasan dalam rumah tangga, dan lain-lain. Kesemuanya itu menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai system etika belum berjalan maksimal. Oleh karena itu, disamping diperlukan sosialisasi system etika Pancasila, diperlukan pula penjabaran system etika ke dalam peraturan perundang-undangan tentang HAM.
  5. Kerusakan lingkungan yang berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan manusia, seperti kesehatan, kelancaran penerbangan, nasib generasi yang akan dating, global warming, perubahan cuaca, dan lain-lain. Kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa kesadaran terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai system etika belum mendapat tempat yang tepat di hati masyarakat. Masyarakat Indonesia dewasa ini cenderung memutuskan tindakan berdasarkan tindakan emosional, mau menang sendiri, keuntungan sesaat, tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan dari perbuatannya. Oleh karena itu, Pancasila sebagai system etika perlu diterapkan kedalam peraturan perundang-undangan yang menindak tegas perusak lingkungan Selain itu, perlu juga diberikan penghargaan untuk setiap penggiat lingkungan dalam kehidupan bermasyarakat.

 

  1. Jelaskan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu!

 

Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu harus di dasari dengan Nilai –nilai tersebut agar tujuan  bangsa dapat tercapai dengan baik, jika tidak di dasari dengan nilai tersebut tujuan bangsa akan gagal & berakibat fatal untuk bangsa Indonesia. Beberapa Penjabaran Nilai pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah sebagai berikut :

Nilai Persatuan sebagai Dasar Pengembangan Ilmu

Dalam sila persatuan Indonesia , masyarakat berperilaku sesuai Bhineka Tunggal Ika. Jadi kepentingan bangsa dan negara lebih penting dari urusan  pribadi. Sila ke-3 sangatlah tercermin dari adanya sikap kita untuk menghargai & menghormati sesama warga negara.  Adapun arti & makna dari nilai / sila persatuan yaitu : Nasionalisme, Cinta Bangsa & Tanah air, Menggalang Persatuan & Kesatuan Indonesia, Menghilangkan penonjolan kekuatan / kekuasaan keturunan & warna kulit, Menumbuhkan rasa senasib & sepenanggungan.

Contoh persoalan / kebijakan dari nilai persatuan sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan yaitu walaupun meumpunyai banyak perbedaan seperti agama, warna kulit & Bahasa tetap harus saling menghargai. Sila ini menanamkan sifat persatuan untuk menciptakan kerukunan kepada rakyat Indonesia.

Nilai Kerakyatan sebagai Dasar Pengembangan Ilmu

Sila kerakyatan sebagai dasar pengembangan ilmu mendasari pengembangan IPTEK secara Demokratis, artiya setiap ilmuwan  memiliki kebebasan untuk mengembangkan Ilmunya, tetapi juga harus saling menghormati & menghargai kebebasan orang lain, sila ke- 4 mempunyai makna yaitu: Mengutamakan kepentingan negara & masyarakat, Tidak memaksakan kehendak pada orang lain, Mengutamakan budaya bermusyawarah dan mengambil keputusan bersama, Bermusyawarah sampai mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.

Pancasila pada sila ke 4 adalah penjelasan Negara Demokrasi, Demokrasi dalam arti umum yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Pada intinya Pancasila pada sila ke 4 mengajarkan kita untuk menentukan sebuah pilihan melalui cara musyawarah, segala keputusan yang di ambil dalam musyawarah harus melandasi Pancasila.

Pentingnya Pancasila sebagai  nilai paengembangan ilmu bagi mahasiswa adalah untuk memperlihatkan peran Pancasila sebagai rambu-rambu normative bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Tugas dampak covid dan penanganannya

October 17th, 2020

Hello sobat calonmaba, kali ini kita akan membahas mengenai tugas resume dampak covid dan penanganannya di indonesia dan luar negeri, serta penerapan nilai pancasila dalam penanganannya.

Di akhir tahun 2019 tepatnya di bulan desember, muncul wabah virus yang tidak terduga hingga saat ini menjadi pandemic. Yakni COVID-19 atau akronim dari “Corona Virus Disease 2019”. Virus ini diduga berkaitan dengan penjual pasar hewan liar yang ada di Wuha, China. Awal dugaan Covid-19 sering disebut dengan “Wuhan Virus” walaupun asal mula awal virus ini masih menjadi pertentangan.

Di indonesia sendiri, pandemic ini mulai merebak pada pertengahan januari dan menyebar sangat massif pada bukan februari hingga saat ini. Beberapa fakta ditemukan bahwa pemerintah Indonesia dan para warga meremahkan pandemic ini, hingga saat ini virus ini outbreak menjadi sangat banyak dan para warga kewalahan.

World Health Internasional telah mengumumkan bahwa Covid-19 ini menjadi pandemic. Banyak negara yang kewalahan untuk mengatasi virus ini. Namun beberapa telah siap dan tetap berantisipasi agar pandemic ini semakin menyebar lebih luas.

 

Penanganan Covid-19 Di Malaysia

Di Malaysia, Pemerintah menerapakan system “Movement Control Order” (Perintah Kawalan Pergerakan) yang di laksanakan oleh Perdana Meneteri Malaysia. Fase MCO itu terdiri dari 5 fase, yakni: Phase 1 (18-31 Maret), Phase 2 (1-14 April), dan Phase 3 (15-28 April), Phase 4 (29 april – 12 Mei), Phase 5 (13 Mei – 9 Juni). Phase ini akan terus bertambah hingga wabah pandemic ini berakhir. Pemerintah Malaysia juga mulai membatasi dan memulai regulasi baru mengenai Covid-19 ini melalui Conditional Movement Control Order (CMCO).

Data terus diupdate dengan bentuk grafik agar terlihat perkembangannya. Pemerintah terbuka mengenai dat yang dibuat sehingga warga dengan bebas boisa melihat data tersebut.

 

Penanganan Covid-19 Di Indonesia.

Di Indonesia sendiri awalnya pemerintah tidak memberlakukan aturan yang ketat bahkan saat itu pemerintah menggencarkan para buzzer untuk mempromosikan para wisatawan asing untuk dating ke Indonesia. Namun saat ini, Pemerintah terkena getahnya yang didukung oleh warga yang juga meremehkan. Banyak pasien yang tidak jujur mengenai riwayat perjalanan mereka dan akhirnya para tenaga medis yang ada di garda terepan ikut terkena pademi corona ini.

Saat ini Indonesia telah memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk menggantikan system lockdown. PSBB ini diberlakukan di seluruh wilayah hingga pandemic ini akan berakhir.

Banyak warga tersadar mengenai bahaynya pandemic ini, banyak warga yang melakukan kegiatan social yang membantu para kaum rentan agar dapat bertahan hidup. Salah Satunya yakni Satgas NU. Satgas NU telah melakukan keigatan social di wilayah DKI Jakarta mulai dari sembako, posko kesehatan, hingga pengajara nmateri mengenai wabah Covid-19 serta cara agar terhindar dari penularan penyakit tersebut.

 

Penerapan dengan Nilai-nilai yang Terkandung dalam Pancasila

Penerapan dapat dimulai dari sila 1 hingga sila kelima, yakni:

  1. Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Dari sila pertama, bias kita ambil bahwa kita harus tetap beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan selalu berdoa agar pandemic ini seera berakhir. Namun tahu bahwa beribadah jugah harus tepat dalam pelaksanaannya dengan membatasi diri dengan orang lain agar terhindar dari penyakit Covid-19.
  2. Sila Kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab. Kita sesame manusia harus memiliki rasa kemanusiaan terhadap sesama dan saling membantu sama lain. Hal ini bias kita lihat dari apa yang telah dilakukan oleh Satgas NU yang melakukan aksi social tang membantu para kaum rentan serta mendidik masyarakat.
  3. Sila Ketiga, Persatuan Indonesia. Diharapkan agar kita sebagai warga negara bersatu dan patuh terhadapa aturan yang diberikan pemerintah demi kebaikan Bersama dan mencegah terjadinya penularan penyakit.
  4. Sila Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Kita sebagai warga harus bijak terhadap covid-19 dan selalu berhati-hati terhadap apa yang akan kita lakukan demi kebaikan diri sendiri dan orang lain.
  5. Terkahir Sila Kelima, Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Hampir sama seperti sila kedua. Kita juga harus peduli social terhadap orang lain. Pemerintah bertanggung jawab penuh agar peraturan yang dibuat adil terhadap warga negaranya dan proporsiponal sehingga tidak terjadi ketimpangan yang besar.

Sekian review tugas mengenai dampak covid dan penanganannya yang dapat saya berikan. Tetap support blog ini agar kami dapat menyediakan artikel-artikel mengenai tugas perkuliahan untuk mahasiswa .

Hello world!

October 17th, 2020

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!