RINGKASAN TENTANG KUNCI KEBERHASILAN TOKOPEDIA DAN SHOPEE

April 18th, 2021

RINGKASAN TENTANG KUNCI KEBERHASILAN TOKOPEDIA DAN SHOPEE

ARTIKEL 1 https://www.finansialku.com/kisah-sukses-william-tanuwijaya-pendiri-tokopedia/

RINGKASAN

Tokopedia merupakan salah satu perusahaan yang berangkat dengan idealisme yang kuat. Mereka bukan hanya dibangun untuk memanfaatkan momentum maraknya perdagangan elektronik, tetapi ingin menjadi bagian untuk memperkuat perekonomian masyarakat.

William Tanuwijaya yang menjadi pendiri Tokopedia tidak pernah bisa melupakan jasa baik orang-orang yang memberinya kesempatan untuk meninggalkan Pematang Siantar dan mengecap pendidikan di Jakarta. Padahal, mereka hanya pedagang kelontong dan tetap bertahan seperti itu sampai sekarang.

Meski awalnya Tokopedia dipakai sebagai tempat pertemuan antara pembeli dan penjual secara online, William menyebutkan hal itu sebagai fase ke satu. Fase selanjutnya yang ingin ia lakukan ke depan ialah bagaimana menyatukan online dan offline agar bisa saling memperkuat dan bahkan kelak ia berharap Tokopedia bisa ikut menyediakan kredit bagi para pengusaha kecil dan menengah untuk mengembangkan diri.

Visi untuk membantu orang lain dan jangan sampai ada orang yang tersingkir di era digital, itulah yang menjadi mimpi William. Ia tidak ingin seperti perusahaan lain yang berubah menjadi kapitalis dengan mengambil alih semua bisnis orang lain hanya karena memiliki big data dari perdagangan elektronik.

Pilihan untuk menggandeng mantan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo ke Tokopedia merupakan bagian untuk memperkuat visi dan juga tata kelola dalam mengarungi fase baru yang jauh lebih menantang. Hadirnya para profesional muda yang lebih progresif pikirannya membuat Tokopedia harus memperkuat sistem di dalam.

Pengalaman Agus Martowardojo di perbankan dan juga bank sentral tentu akan sangat bermanfaat bagi Tokopedia. Apalagi prinsip dasar dalam bisnis yang dijalani sama, yakni kepercayaan. Agus Martowardojo bisa mengisi nilai-nilai yang harus dipegang seluruh karyawan Tokopedia dalam menjaga integritas.

Kita pantas kagum kepada kegigihan orang seperti William untuk membangun unicorn yang bisa menjadi kebanggaan bangsa ini. Bagaimana ia bisa membuat orang seperti pemilik Softbank di Jepang, Masayoshi Son, bisa ikut tertarik dengan model bisnisnya dan mau menanamkan uangnya di Tokopedia. William membayar kepercayaan dari para investor dengan kerja yang sungguh-sungguh dan konsisten. Hasilnya dalam 10 tahun keberadaannya Tokopedia bisa menjadi tempat bertransaksi dari 90 juta orang. Omzet perdagangan dalam dua tahun terakhir tumbuh dengan 30 persen dan 40 persen. Sebuah prestasi yang tidak mudah di tengah kondisi perekonomian global yang bergejolak.

Apa pelajaran penting yang bisa kita petik?

Pertama, kita harus percaya kepada kemampuan anak-anak Indonesia. Kita tidak hanya punya satu William, tetapi punya banyak yang lain. Inilah yang seharusnya membuat kita tidak perlu takut seakan-akan negeri ini akan punah dalam 10 tahun lagi.

Kedua, kita harus tetap berkarya. Persoalan tentu akan selalu ada. Tetapi persoalan itu tidak bisa hanya diselesaikan dengan mengeluh, tetapi harus dihadapi dan kemudian dipecahkan.

Ketiga, di era sharing economy seperti sekarang ini, kita harus mau berbagi. Hanya dengan memberikan kesempatan kepada banyak orang untuk ikut terlibat dan menikmati hasil kerjanya, kita akan bisa menjadi lebih besar lagi.

Keempat, jangan pernah takut mencoba dan takut untuk gagal. Pekerjaan itu ibarat bola karet yang akan naik lagi setelah jatuh ke bawah. Yang dibutuhkan ialah sikap untuk pantang menyerah.

Kelima, jangan pernah takut untuk bermimpi.

ARTIKEL 2 https://www.indotelko.com/read/1494471895/ini-rahasia-sukses-shopee-indonesia

RINGKASAN

Shopee adalah salah satu perusahaan e-Commerce yang bisa dibilang baru di Indonesia. Meski baru dua tahun, Shopee mengklaim telah memiliki lebih dari 50 juta listing aktif. Selain itu, Shopee juga menempati peringkat “Top 1 Shopping App” di Play Store dan App Store selama beberapa bulan terakhir.

Salah satu kunci utama kesuksesan bisnis Shopee di Indonesia adalah karena perusahaan merupakan pelopor aktivitas belanja melalui ponsel, dan secara konsisten memfokuskan bisnisnya untuk menghadirkan pengalaman berbelanja melalui ponsel yang mudah untuk pengguna.

Menurut riset yang dilakukan eMarketer, pertumbuhan penetrasi ponsel di Indonesia termasuk tinggi dan sangat pesat di antara negara-negara Asia Tenggara. Hingga kini, Shopee menerima lebih dari 200.000 pesanan setiap harinya di Indonesia untuk transaksi produk fisik, di luar produk digital. Dari jumlah itu, lebih dari 90%-nya berasal dari aplikasi ponsel.

Shopee juga memiliki pengguna yang berasal dari 514 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Lebih dari 80% pesanan yang diterima setiap harinya berasal dari berbagai wilayah di luar Jakarta.

Selain di Indonesia, Shopee juga telah menunjukkan performa bisnis yang sangat baik di 6 negara lainnya di kawasan ini. Pada bulan April 2017, Shopee telah meraih total nilai transaksi (annualised GMV) mencapai lebih dari US$ 3 Miliar di Asia Tenggara dan Taiwan.