9 Jenis E-Commerce dan Contoh Websitenya

March 14th, 2021

9 Jenis E-Commerce dan Contoh Websitenya

a) Online Direct Marketing

Alat pemasaran online yang memberikan kemudahan bagi usaha kecil dan menengah untuk menggunakan kekuatan direct mail profesional. Pemasaran online secara langsung dalam bentuk saluran iklan yang memungkinkan perusahaan dan organisasi nirlaba untuk berkomunikasi langsung ke pelanggan, dengan teknik iklan yang dapat mencakup sms, email, website konsumen interaktif, iklan online, brosur, distribusi katalog, pamflet, spanduk, surat kabar, iklan televisi, koran dan juga majalah. Contoh websitenya adalah bukalapak.com dan berniaga.com.

b) Electronic Tendering System

Digunakan untuk mendukung Microsoft Internet Explorer pada versi 6, 7, 8, 9 dan 10. e-Tendering sistem akan memeriksa mesin browser anda ketika anda login, lalu sistem akan memastikan bahwa anda telah menginstal browser yang sesuai untuk mengaktifkan sistem e-Tendering. Bisnis yang dilakukan oleh website tersebut yaitu aktivasi sistem tendering melalui internet. Contoh websitenya adalah e-Tendering.com.

c) Viral Advertising &Marketing

Viral advertising & marketing saat ini adalah promosi dari mulut ke mulut dalam format elektronik. Viral marketing adalah strategi maketing yang berkaitan dengan menciptakan pesan online yang original dan cukup menghibur yang mendorong consumer untuk menyampaikan pesan itu ke konsumen lainnya, menyebarkan pesan didalam web seperti virus secara gratis tanpa membebani si pengiklan. Viral marketing saat ini secara umum sangat bergantung pada teknologi internet, dimana konsumen sangat memahami penggunaan internet dan menggunakan internet sebagai sarana berkomunikasi sehari-hari. Contoh websitenya adalah .www.bisnisbaru.net

d) Group Purchasing

Sebuah organisasi pembelian kelompok ( Group Purchasing ) adalah sebuah entitas yang diciptakan untuk meningkatkan daya beli kelompok usaha untuk mendapatkan diskon dari vendor berdasarkan daya beli kolektif dari anggota Group Purchasing. Pembelian kelompok digunakan di banyak industri untuk membeli bahan baku dan perlengkapan, tapi itu adalah praktek yang umum di industri bahan makanan, perawatan kesehatan, elektronik, industri manufaktur dan industri pertanian. Dalam beberapa tahun terakhir, pembelian kelompok telah mulai berakar di masyarakat nirlaba. Pembelian kelompok antara organisasi nirlaba masih relatif baru, namun dengan cepat menjadi tempat umum sebagai organisasi nirlaba bertujuan untuk mencari cara untuk mengurangi biaya overhead. Contoh websitenya adalah groupbuyingsite.com

e) Electronic Market Place and Exchange
 
Istilah ini digunakan dalam konteks perdagangan serta bisnis, khususnya perdagangan elektronik  atau e-Dagang. Biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan dalam memudahkan proses pertukaran data transaksi yang berulang-ulang antar perusahaan. Electronic Market Place sangat bergantung kepada pengembangan format standart untuk dokumen bisnis, seperti pesanan, pembelian, dan surat tanda terima. Harus ada persetujuan dari pelaku-pelaku bisnis yang terkait dan pengakuan di tingkat nasional maupun internasional untuk dapat menggunakan format standar ini dan mentransmisikan data secara elektronik. Contoh websitenya adalah Apple.com

f) B2B eCommerce

Model B2B fokus pada penyediaan produk dari satu bisnis ke bisnis lainnya. Meskipun banyak bisnis ecommerce di area ini adalah penyedia jasa/layanan, Anda juga akan menemukan perusahaan software, perusahaan supplier dan pemasok perabot kantor, perusahaan hosting, dan berbagai model bisnis ecommerce lainnya dari sektor ini.

Contoh e-commerce B2B (business to business) Indonesia yang mungkin Anda kenal adalah Ralali.com, IndoTrading.com, Kawan Lama, Electronic City, Indonetwork, dan Mbiz. Bisnis tersebut memiliki platform ecommerce yang khusus menyasar perusahaan dan bekerja dalam lingkungan tertutup. Di Indonesia, model bisnis ecommerce B2B belum tergarap maksimal oleh para pelaku bisnis. Salah satu startup tanah air yang sukses membidik peluang pasar ini adalah MBiz, anak usaha Grup Lippo.

g) B2C eCommerce

Sektor ecommerce B2C (business to consumer) adalah model bisnis yang lazim dilakukan di pasar ecommerce. Bahkan sektor B2C adalah model bisnis yang selalu ada dipikiran orang saat mendengar kata ‘ecommerce’. Transaksi ecommerce B2C menyerupai model ritel tradisional, di mana bisnis menjual jasa/produk kepada individu, namun bisnis dijalankan dengan platform online alih-alih dengan toko fisik.

Contoh pemain ecommerce B2C di Indonesia adalah Tokopedia, Shoope, Blibli, Jd.id, Lazada dan masih banyak lagi. Penilaian terhadap reputasi umumnya didasarkan pada kepercayaan konsumen yang terbentuk dari beberapa faktor, diantaranya jaminan produk, kualitas layanan, hingga efektivitas sistem yang disajikan.

h) C2C eCommerce

Model bisnis ecommerce ketiga adalah C2C (consumer to consumer), yang kemudian terbagi lagi menjadi dua model yaitu marketplace dan classifieds/P2P. Dalam kategori C2C e-commerce ini, konsumen individu dapat menjual maupun membeli produk dari konsumen lainnya. Bukalapak, Shopee, dan Tokopedia merupakan beberapa contoh online marketplace yang paling dikenal di Indonesia.

Selain melalui marketplace, kegiatan jual beli juga juga dapat dilakukan secara langsung antar individu, tanpa adanya termasuk dari pihak ketiga. Beberapa contoh platform dengan model bisnis ini adalah OLX, Kaskus, hingga melalui Instagram.

i) C2B eCommerce

Customer to business (C2B) adalah model bisnis dimana konsumen atau end-use menyediakan produk atau layanan ke perusahaan. Ini adalah model kebalikan dari B2C, di mana bisnis menghasilkan produk dan layanan untuk konsumsi konsumen. Contoh platform C2B, yakni istockphoto.com yang menjadi media bagi para fotografer individu untuk mendapatkan royalti apabila ada yang menggunakan fotonya.

Dalam model bisnis ini, individu menawarkan untuk menjual produk atau layanan kepada perusahaan yang siap membelinya. Misalnya, jika saya adalah software developer, maka saya dapat menunjukkan demo software atau keterampilan yang saya miliki di situs-situs seperti freelancer, upwork, dll. Jika perusahaan menyukai software atau keterampilan saya, maka perusahaan akan langsung membeli software langsung dari saya, atau mempekerjakan saya.