Jati Diri Penggerak Wawasan

Kalian tahu apa jati diri itu? Saya sendiripun kurang tahu, yang saya tahu adalah sifat dan sikap yang terbentuk selama kita hidup yang mencerminkan ciri khas setiap individu oleh pengaruh lingkungan maupun bawaan sejak lahir. Masa remaja adalah masa dimana kita sedang mencari jati diri kita entah itu berbenah maupun menjadi yang lebih baik.
Jati diri seseorang yang terbentuk oleh lingkungan sering mencerminkan perwakilan dari nilai adat-istidat dari masing-masing daerahnya. Jika sudah mencerminkan dari daerahnya masing-masing maka kita harus menjaga dan menjadi seseorang yang berjati diri yang baik.
Jati diri berhubungan dengan cita-cita tujuan dan untuk apa diri kita bagi kehidupan didunia. Selama hidup sampai sekarang saya masih belum tahu tujuan hidup, apakah untuk mencari pendidikan setinggi-tingginya untuk mencari uang sebanyak-banyaknya, dan menikah merupakan tujuan hidup? Kita harus menjalani kehidupan dan selalu memperbaiki diri agar berjati diri yang baik, ikuti kata hati pilihan yang terbaik jangan takut akan manusia lain.
Wawasan mencakup banyak hal bukan sekedar ilmu pengetahuan dan teknologi yang terpenting adalah wawasan social yang sangat dibutuhkan didunia nyata nan bermanfaat, berkomunikasi itu sangatlah penting melebihi ilmu pengetahuan itu sendiri. Saya telah melewati banyak dan sedikit hal, banyak karena saya senang melihat dan mendengar, sedikit karena saya kurang bergaul, janganlah menjadi seseorang yang hanya berilmu pengetahuan tetapi harus mempunyai softskill. Akan lebih baik menjadi anak yang nakal, pergaulan bebas, dan mempunyai bayak teman. Jangan hanya faking dalam menannggapi suatu permasalahna tetapi harus berubah sepenuhnya.
Jati diri yang baik adalah jati diri yang 80% mempunyai wawasan sosial dan kecakapan softskill sisanya tentang pengetahuan akademis. Mengapa? Karena lebih indah rasanaya hidup dengan banyak teman bukan pintar sedikit teman alangkah baiknya jika pintar dan juga banyak teman.
Janganlah salahkan siapapun atas keadaan buruk kalian, jangan salahkan ekonomi, orang tua, dan teman karena segalanya berasal dari dirimu sendiri. Jati diri yang buruk adalah jati diri orang-orang yang berwawasan ilmu pengetahuan tapi tidak mau saling berbagi banyak hal dan tidak bergaul dengan sesame meskipun orang tersebut rajin berbadah. Tuhan bukan menyuruh berhubungan baik denganNya tatapi juga secara horizontal.
Seorang introvertpun ingin menjadi manusia biasa pada umumnya baik itu faking maupun nyata. Mereka cenderung menahan emosi dan kurang bisa mengendalikannya. Bahkan kekuatan emosi mereka melebihi dari orang lain bisa bayangkan.
Menjadikan penerus bangsa mempunyai moralitas yang semua baik itu salah,  keberagaman diperlukan lagipula dibalik moral yang buruk sekalipun ada sifat yang baik disukai banyak orang.
Kematian menjadi batas kita mengarungi kehidupan dunia ini. Lakukan banyak hal entah itu negative atau positif. Rasakan semuanya higga kau menjadi pribadi yang dituntut oleh lingkungan. Jangan sekedar berteori, praktekkanlah.
Perbedaan itu menjadi sesuatu yang indah, jangan berteman dengan orang baik saja dengan orang nakal tidak baikpun pastilah sesuatu yang baik akan kalian temukan. Ketakutan merupakan batas kalian yang harus dihadapi jinakkan atau hilangkan dengan tekad untuk berubah.
Kebersamaan, kekompakan tidak akan pernah ada bahkan dengan paksaanpun mereka dengan sendiri terkotak-kotak. Dalam suatu kotak tersebut akan terkumpul jati diri yang sama atau hamper sama, kita harus bisa lintas kotak dengan kotak lain, pelajari, dan kalian akan menjadi pribadi yang lebih baik.
Jadi belajar dan bersosial haruslah seimbang dan seperti kata bayak orang pintar saja tidak cukup.