Ini Akibatnya Jika Tubuh Kelebihan Protein

Protein mempunyai peran penting dalam setiap sel tubuh kita. Namun kelebihan protein justru tidak baik akibatnya. Simak dampak asupan protein berlebihan kepada tubuh kita.

Ini Akibatnya Jika Tubuh Kelebihan Protein

Baca juga: Obat Herbal Patah Tulang

Tubuh membutuhkan protein dalam jumlah yang cukup banyak. Nutrisi tersebut diperlukan untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, membuat enzim, hormon, dan bahan kimia tubuh lainnya, serta membangun tulang, otot, tulang rawan, kulit, dan darah.

Dampak Tubuh Yang Kelebihan Protein

Namun kelebihan protein juga tidak baik bagi tubuh. Berikut beberapa dampak kelebihan protein dalam tubuh:

  • Mengonsumsi protein berlebih, apalagi jika disertai dengan pembatasan karbohidrat, dapat menyebabkan penumpukan keton hingga membahayakan ginjal.
  • Tubuh bisa menghasilkan produk limbah bernama amonia ketika memecah protein. Oleh hati, amonia diubah menjadi zat kimia yang disebut urea. Sejatinya, urea akan dibuang dari dalam tubuh melalui urine. Namun pada kondisi kesehatan tertentu, seperti gagal ginjal atau gagal hati, tubuh tidak dapat membuat atau menyingkirkan urea. Hal tersebut dapat menyebabkan masalah seperti kelelahan ekstrim hingga koma, atau bahkan kematian.
  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan berprotein yang berasal dari daging merah dan produk olahan susu berlemak dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
  • Kelebihan protein juga diduga membuat tubuh membuang kalsium melalui urine. Ketika badan kita kelebihan protein, tubuh memproduksi sulfat. Bahan kimia inilah yang dapat menyebabkan kalsium terlepas dari tulang. Padahal kekurangan kalsium bisa menyebabkan osteoporosis. Efek lepasnya kalsium dari tulang ini lebih rentan terjadi jika kita mengonsumsi protein hewani daripada protein nabati. Namun di lain pihak, asupan protein yang cukup justru membantu mencegah osteoporosis pada tulang.

Baca juga: Obat Herbal Patah Tulang

Tetapi bukan hanya jumlah protein saja yang perlu diperhatikan, namun sumber protein yang dikonsumsi. Para ahli menyarankan untuk memilih asupan protein dari beberapa sumber, baik sumber protein hewani seperti ikan, maupun sumber protein nabati seperti kacang dan biji-bijian. Walaupun kelebihan protein sering kali dikaitkan dengan beberapa penyakit, namun sejauh ini masih perlu penelitian lebih lanjut untuk mengkaji dampak kelebihan protein secara umum pada kesehatan.