Jenis, Sifat dan Kegunaan Logam Non Ferro

2012
06.08
Jenis,  Sifat dan Kegunaan Logam Non Ferro
Logam non ferro dapat digolongkan ke dalam logam non ferro berat dan logam non ferro ringan. Sifat mekanik logam non ferro pada umumnya kurang baik, akan tetapi dapat diperbaiki dengan memadukannya. Kebanyakan dari logam non ferro adalah tahan korosi karena adanya lapisan oksida yang kuat. Sedangkan beberapa logam non ferro mempunyai daya penghantar listrik dan daya penghantar panas yang baik.
(a). Logam berat dan logam ringan
Logam dapat diklasifikasikan sebagai logam berat dan logam ringan. Logam berat dengan berat jenis lebih dari 5 kg/dm3Sedangkan logam ringan dengan berat jenis kurang dari 5 kg/dm3. Logam berat dan logam ringan menurut keberadaannya terdapat dalam dua bentuk yaitu logam murni dan logam paduan.
Logam murni yaitu logam dengan sifat-sifat :
1). Kadar kemurnian 99,9 %.
2). Kekuatan tarik rendah
3). Titik lebur tinggi
4). Daya hantar listrik baik
5). Daya tahan terhadap karat baik.
Logam paduan yaitu logam campuran dari dua macam logam atau lebih yang dicampur satu sama lain dalam keadaan cair, sehingga mempunyai sifat-sifat :
1). Kekerasan dapat ditingkatkan dari kekerasan logam asalnya.
2). Kekuatan tarik dapat diperbesar
3). Daya pemuaian dapat dikurangkan
4). Titik lebur dapat diturunkan atau dinaikkan dibanding logam-logam asalnya.
Macam-macam logam paduan yaitu;
1). Paduan tuang
2). Paduan tempa Dalam logam paduan dikenal perbedaan antara paduan logam berat dan paduan logam ringan.
Diantara paduan logam berat yang kita kenal antara lain sebagai berikut.
a). Kuningan atau loyang yaitu paduan antara tembaga dengan seng dan sedikit tambahan timbal.
b). Perunggu yaitu campuran antara tembaga, timah, sedikit seng dan timbal.
c). Paduan nikel untuk logam-logam tahan karat, misalnya monel, metal dan sebagainya.
d). Paduan seng untuk alat-alat ukur dan bagian-bagian mesin.
Logam-logam untuk paduan berat lainnya dan kegunaan dapat dilihat dalam tabel berikut.
Tabel 1. Macam-macam Paduan dan kegunaannya.
No
Nama paduan
Kegunaan
1.
Wolfram/tungsten (W)
Untuk paduan baja, kawat pijar, dan bahan
campuran elektoda las TIG/WIG.
2.
Molibdenum (Mo)
Paduan baja, pipa-pipa, dan alat rontgen.
3.
Tantalum (Ta)
Untuk alat-alat kedokteran dan paduan lainnya.
4.
Kromium (Cr)
Paduan baja tahan karat, pelapis logam dan
pelindung tahan karat.
5.
Mangan (Mn)
Paduan baja.
6.
Vanadium (V)
paduan baja tahan karat.
7.
Kobalt (Co)
Paduan baja perkakas potong.
8.
Kadmium (Cd)
Paduan
logam-logam
bantalan,
pelapis
baja
tahan karat, tahan uap racun dan sebagainya.
9.
Bismut (Bi)
Paduan bahan yang digunakan dalam sekering-
Sekering.
Sedangkan untuk paduan logam ringan kita kenal antara lain sebagai berikut.
1).Aluminium dan paduannya yang banyak digunakan untuk paduan logam ringan, misalnya duralumin yang biasa digunakan untuk badan pesawat terbang, kendaraan bermotor, kapal pesiar, alat-alat rumah tangga dan sebagainya.
2).Paduan magnesium digunakan hanya bila dalam konstruksi mesin yang factor berat menjadi pertimbangan utama. Sebab magnesium mempunyai daya gabung yang tinggi terhadap oksigen dan mudah terbakar.
3).Paduan titanium banyak digunakan untuk paduan aluminium sebagai logam ringan yang banyak dipakai pada konstruksi pesawat terbang.
(b). Logam mulia
Logam mulia adalah logam yang dalam keadaan tunggal sudah dapat dipakai sebagai bahan teknik, artinya dalam keadaan murni tanpa dicampur dengan bahan logam lain sudah dapat diproses menjadi barang jadi atau setengah jadi, dengan sifat-sifat yang baik sesuai dengan yang diinginkan. Pada umumnya bahan logam belum memiliki sifat-sifat yang baik apabila tidak dicampur dengan bahan lain nya dan tidak memenuhi syarat sebagai bahan teknik, kecuali logam mulia tersebut. Diantara logam mulia yang kita kenal adalah emas, perak dan platina.
(c). Logam radioaktif
Logam radioaktif adalah bahan yang menunjukkan gejala radioaktif karena radionuklida.Radioaktif adalah radiasi elektromagnetik dan penyebaran partikel pada saat terjadi perubahan spontan suatu inti atom atau disebabkan pembelahan inti secara spontan. Diantara logam radioaktif yang kita kenal adalah uranium, radium dan plutonium.
Jenis,  Sifat dan Kegunaan Logam Non Ferro
Logam non ferro dapat digolongkan ke dalam logam non ferro berat dan logam non ferro ringan. Sifat mekanik logam non ferro pada umumnya kurang baik, akan tetapi dapat diperbaiki dengan memadukannya. Kebanyakan dari logam non ferro adalah tahan korosi karena adanya lapisan oksida yang kuat. Sedangkan beberapa logam non ferro mempunyai daya penghantar listrik dan daya penghantar panas yang baik.
(a). Logam berat dan logam ringan
Logam dapat diklasifikasikan sebagai logam berat dan logam ringan. Logam berat dengan berat jenis lebih dari 5 kg/dm3. Sedangkan logam ringan dengan berat jenis kurang dari 5 kg/dm3. Logam berat dan logam ringan menurut keberadaannya terdapat dalam dua bentuk yaitu logam murni dan logam paduan.
Beberapa Jenis Logam Non-Ferrous dan Paduannyaa. Logam Tembaga dan Faduannya (Copper And Copper Alloy) 

Tembaga (copper) adalah suatu logam berwarna kemerahan, mempunyai temperatur didih (boiling point) 2600° C dengan berat jenis 8,96 gr/cm3 (sedikit lebih tinggi dari baja (ferro) berat jenis 7,87 gr/cm3). Bersifat lunak, dapat dibengkokkan (bending) dan dapat dirol (rolling, canai).

Beberapa contoh logam paduan tembaga :

  1. Kuningan (brass) paduan tembaga dengan unsur utama seng (zinc, Zn)
  2. Perunggu (bronze), paduan tembaga dengan unsur utama timah putih. (Sn) sebagai unsur paduan (alloy element)

 

b. Logam Aluminium dan Paduannya

Logam aluminium mempunyai beberapa sifat yang penting sehingga dipilih dalam kelompok logam konstruksi, antara lain adalah sifat ringan tahan korosi, penghantaran listrik dan panas yang sangat baik. Karena berat jenisnya ringan (2,8 gr/cm3) walaupun kekuatannya termasuk  rendah tetapi strength to weight ratio-nya masih lebih tinggi daripada logam baia, oleh karena itu dipilih untuk suatu konstruksi yang memerlukan persyaratan harus ringan misalnya alat-alat transportasi, pesawat terbang dan sebagainya. Sifat tahan korosi pada aluminium diperoleh karena terbentuknya lapisan oksida aluminium pada permukaan aluminium, dimana lapisan oksida ini melekat pada permukaan dengan kuat dan rapat serta sangat stabil (tidak bereaksi dengan kondisi lingkungannya misalnya asam/basa) sehingga melindungi bagian dalam.  Tetapi, oksida aluminium (A12 O3) ini. juga disamping menyebabkan tahan korosi menyebabkan logam aluminium menjadi sukar dilas (welding) dan disolder.

Beberapa jenis logam  aluminium dan paduannya  yang penting, antara lain :

  1. Duralumin (logam dural) paduan Al dengan 4% Cu ditambah sedikit Si, Fe dan magnesium (Mg). Logam dural (Al – Cu).
  2. Aluminium-manganese alloy, ditambahkan elemen Mn 1,2%
  3. Aluminium-silikon alloy, mengandung elemen Si 12,5%

 

c. Logam Seng (Zinc) dan Paduannya

Logam seng (Zn) adalah logam berwarna putih kebiruan kekuatannya rendah, temperatur leleh (melting point) 419,46°C dan l.,2 temperatur lebur (boiling point) hanya 906°C, dengan be-at jenis 7,133 gr/cm3.

 

d. Logam Nikel dan Paduannya

Logam nikel adalah suatu logam  yang berwarna putih perak, mempunyai berat jenis 8,90 dengan titik leleh 1455°C dan titik lebur (boiling point) 2730°C, termasuk nilai ekonomisnya mahal kira-kira 3 kali lipat nilai ekonomis (harga) logam tembaga.

Memiliki sifat fisis-nekanis yang baik sekali, yaitu tahan korosi, tahan oksidasi, tahan pada temperatur tinggi, dapat membentuk larutan padat yang ulet, kuat dan tahan korosi dengan banyak logam-logam lainnya.

Contoh paduan nickel yang banyak dipakai, yaitu :

  1. Monel, adalah paduan nickel (Ni = 67%) dengan logam tembaga (Cu = 28%) dan element logam lain ferro, Mn, dan Si.
  2. Paduan Nickel-Chrow-Ferro  (Nichrom)
  3. Paduan Hastelloy, adalah paduan nickel dengan berbagai logam lain, seperti komposisi : Ni-Cr-Mo-Fe (Hastelloy C dan X)

 

e. Logam Babbit (Babbit Metal)

Logam Babbit adalah logam paduan empat element logam (quarternary alloy atau ternary alloys) dari element-element Timah  putih (Tin, Sn), Timah hitam (lead, Pb), Antimony (Stibium, Sb), dan Tembaga (Copper, Cu), Logam paduan ini ditemukan oleh  ISAAC BABBIT di USA (pada tahun 1839).

Logam Babbit dipakai untuk bahan bearing (bearing metal). Bearing (bantalan) adalah bagian mesin yang berfungsi meneruskan/memindahkan beban antara dua permukaan yang saling bergesekan. Sedangkan bantalan (bearing), yaitu bantalan luncur (sliding contact bearing) dan bantalan gelinding  (rolling contact bearing). Pada umumnya logam babbit dipakai untuk bantalan luncur.

Logam murni yaitu logam dengan sifat-sifat :
1). Kadar kemurnian 99,9 %.
2). Kekuatan tarik rendah
3). Titik lebur tinggi
4). Daya hantar listrik baik
5). Daya tahan terhadap karat baik.
Logam paduan yaitu logam campuran dari dua macam logam atau lebih yang dicampur satu sama lain dalam keadaan cair, sehingga mempunyai sifat-sifat :
1). Kekerasan dapat ditingkatkan dari kekerasan logam asalnya.
2). Kekuatan tarik dapat diperbesar
3). Daya pemuaian dapat dikurangkan
4). Titik lebur dapat diturunkan atau dinaikkan dibanding logam-logam asalnya.

Sumber :http://blogmechanical.blogspot.com/2011/11/jenis-sifat-dan-kegunaan-logam-non.html

http://wong168.wordpress.com/2011/10/23/logam-non-ferro-2/

bahan_teknik.pdf

Your Reply

*