DATA BASE MANAGEMENT SYSTEM (Sistem Manajemen Basis Data)

Mengapa kita memerlukan Manajemen Data? Kita memerlukan manajemen data untuk berbagai hal dan juga permasalahan diantaranya redundansi (duplikasi) dan inkonsistensi data, kesulitan pengaksesan data, isolasi data untuk standarisasi, multiple user (banyakpemakai), masalah keamanan (security), masalah integrasi (kesatuan), masalah data independence (kebebasan data).

Database dan DBMS

Database adalah suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan aktifitas untuk memperoleh informasi. Untuk mengelola basis data diperlukan perangkat lunak yang (secara umum) disebut DBMS. DBMS adalah perangkat lunak sistem yang memungkinkan para pemakai membuat, memelihara, mengontrol, danmengakses basis data dengan cara yang praktisdan efisien. DBMS dapat digunakan untuk mengakomodasikan berbagai macampemakai yang memiliki kebutuhan akses yang berbeda. Keunggulan dari DBMS yaitu Mengendalikan / mengurangi duplikasi data, Menjaga konsistensi dan integritas data, Memudahkan pemerolehan informasi yang lebih banyak dari data yang sama, Meningkatkan keamanan data, Memaksakan penerapan standar, Menghemat biaya, Menanggulangi konflik kebutuhan antar pemakai, Meningkatkan tingkat respon dan kemudahan akses bagi pemakai akhir, Meningkatkan produktifitas pemrogram, Meningkatkan pemeliharaan, Meningkatkan konkurensi tanpa menimbulkan masalah kehilangan informasi atau integritas, dan Meningkatkan layanan backup dan recovery.

Dimana ada keunggulan pasti terdapat juga kelemahan atau kekurangan. Kekurangan dari DBMS antara lain yaitu Kompleksitas yang tinggi membuat administrator dan pemakai akhir harus benar-benar memahami fungsi-fungsi dalam DBMS agar dapat memperoleh manfaat yang optimal, Ukuran penyimpanan yang dibutuhkan oleh DBMS sangat besar dan memerlukan memori yang besar agar bisa bekerja secara efisien, Harga DBMS yang handal sangat mahal, Terkadang DBMS meminta kebutuhan perangkat keras dengan spesifikasi tertentu. Biaya konversi sistem lama ke sistem baru yang memakai DBMS terkadang sangat mahal, Kinerjanya terkadang kalah dengan sistem yang berbasis berkas, Dampak kegagalan menjadi lebih tinggi karena semua pemakai bergantung pada ketersediaan DBMS.

Orang-orang yang terlibat dalam DBMS dibagi atas 2 macam yaitu orang yang berperan langsung dan juga orang yang terlibat dibalik layar.

Orang yang berperan langsung :

  1. Database administrator. Adalah orang yang bertanggung jawab terhadap administrasi penggunaan sumber daya database. Tugasnya: • mengatur otorisasi aksesterhadap basis data • memonitor penggunaan basis data • melayani permintaan software dan hardware.
  2. Database desainer. Adalah orang yang bertanggung jawab dalam perancangan basis data. Tugasnya: • mengidentifikasi data yang akan disimpan dalam basis data • memilih struktur yang sesuai dalam menyajikan dan menyimpan data
  3. End user. Adalah orang yang pekerjaannya memerlukan akses terhadap basis data untuk keperluan query, update, generate report. End user dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu :
  • Casual end users: Mengakses basis data secara kadang-kadang tetapi mungkin memerlukan informasi yang berbeda untuk setiap kalinya. Menggunakan bahasa query yang rumit dalam menspesifikasi query.
  • Naive/Parametric end users: Biasanya secara berkala melakukan query dan update basis data dengan menggunakan jenis query dan update yang standar (transaksi yang telah diprogram dan dites).
  • Sophisticated end users : Meliputi engineers, scientists dan business analysists – yang telah mengenal dengan baik dan menyeluruh mengenai fasilitas-fasilitas DBMS untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang kompleks.
  • Stand-aloneusers : Mereka yang memelihara basis data personal dengan menggunakan paket-paket program yang telah dibuat dan menyediakan menu-menu yang mudah untuk digunakan.
  1. System analyst dan applicationprogrammers. System analyst bertugas mendefinisikan kebutuhankebutuhan end user (khususnya naive end user), dan mengembangkan spesifikasi untuk transaksi-transaksi yang memenuhi keinginannya. Applications programmers bertugas mengimplementasikan spesifikasi menjadi program (yang telah ditest secara intensif)

Orang yang berperan dibalik layar:

  1. DBMS Designers and Implementers Orang-orang yang merancang dan mengimplementasikan modul-modul DBMS dan interfacenya sebagai satu paket software.
  2. Tool Developers Orang-orang yang mengembangkan paket-paket software yang memberikan fasilitas dalam perancangan dan penggunaan sistem basis data.
  3. Operators and Maintenance Personnel

Setelah mengetahui tentang orang-orang yang terlibat didalam Data Base Management System, berikut adalah model basis data. Model basis data dibagi menjadi 3 macam yaitu:

  1. Model data hirarkis

Dikenal dengan istilah parent and child, masing-masing berupa simpul dan terdapat hubungan bahwa setiap child hanya bisa memiliki satu parent, sedangkan satu parent bisa memiliki sejumlah child. Simpul tertinggi disebut root. Model data hirarkis tidak dapat merepresentasikan hubungan M:M (Many to Many data).

  1. Model data jaringan

Model data jaringan hampir menyerupai model hirarkis. Namun pada model data jaringan ini tidak mengenal adanya root. Setiap child bisa memiliki lebih dari satu parent. Dan berbeda dengan model data hirarkis, model data jaringan mendukung hubungan M:M (Many to Many data).

  1. Model data relasional

Model data relasional menggunakan sekumpulan tabel berdimensi dua dengan setiap tabel tersusun atas sejumlah baris dan kolom. Kolom (field) didefinisikan sebagai satuan data terkecil dalam sebuah tabel yang mempunyai makna. Baris (record) adalah kumpulan kolom yang menyatakan suatu data yang saling terkait. Pada model data relasional, kaitan atau asosiasi antara dua buah tabel disebut relasi. Relasi dapat berupa:

  • 1:1, satu data pada suatu tabel berpasangan dengan hanya satu data pada tabel lain.
  • 1:M, satu data pada suatu tabel berpasangan dengan banyak data pada tabel lain.

Model data relasional tidak mendukung relasi M:M. Relasi seperti ini perlu dibentuk dengan relasi M:1 dan 1:M. Secara konsep, setiap tabel harus memiliki primary key. Primary key dapat tersusun dari sebuah atau beberapa field yang berperan sebagai identitas yang unik untuk setiap baris data. Foreign key adalah sebuah kolom dalam sebuah tabel yang menjadi penghubung dengan primary keypada tabel lain. Indeks merupakan suatu mekanisme dalam database yang memungkinkan pencarian data dapat dilakukan dengan cepat