browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Proses Pembuatan Kerupuk Kulit KAMBING

Posted by on October 28, 2012

Kulit adalah hasil samping dari pemotongan ternak yang merupakan lapisan terluar dari tubuh hewan yang diperoleh setelah hewan mati dan dikuliti. Kulit dari ternak besar dan kecil baik itu sapi, kerbau, kambing dan domba memiliki struktur jaringan yang kuat dan berisi, sehingga dalam penggunaannya dapat dipakai untuk keperluan pangan dan non pangan. Kulit selain dimanfaatkan untuk penyamakan juga bisa digunakan sebagai produk makanan misalkan kerupuk rambak kulit. (Sudarminto dkk, 2000).

Kerupuk adalah sejenis makanan gorengan kering yang bersifat mengembang dan renyah. Produk ini telah menjadi populer dan digemari masyarakat luas dan dikonsumsi baik sebagai makanan ringan (snack food) maupun sebagai lauk (Soekarto, 1997). Sedangkan kerupuk rambak kulit adalah produk olahan hasil sampingan dari kulit hewan (Wiriarno, 1984). Menurut SNI-1996, kerupuk rambak kulit adalah produk makanan ringan yang dibuat dari kulit sapi, kerbau atau kambing melalui tahap proses pembuangan bulu, pembersihan kulit, perebusan, pengeringan dan perendaman dengan bumbu untuk kerupuk rambak mentah dan dilanjutkan dengan penggorengan untuk kerupuk rambak siap konsumsi.

Proses pembuatan kerupuk rambak kulit terdapat beberapa tahapan berbeda, yaitu perendaman (soaking), pengapuran (liming), penghilangan bulu, pembuangan kapur (deliming), perebusan, pengeringan I, perendaman bumbu, pengeringan II, penggorengan I, penggorengan II, penggorengan III (Astawan, 1989).

Alat

Alat – alat yang digunakan selama proses pembuatan kerupuk rambak kulit sangat sederhana dan mudah didapatkan. Peralatan yang digunakan biasanya juga digunakan oleh ibu rumah tangga untuk keperluan memasak (Sutejo, 2000). Alat yang digunakan adalah kompor, drum, dandang, pisau tajam (gunting), wajan dan rak penyaring (Wahyono, 2000).

Bahan

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat kerupuk rambak kulit dari kulit kambing adalah sama dengan bahan-bahan untuk membuat kerupuk rambak kulit sapi hanya saja berbeda bahan bakunya. Menurut Wahyono (2000) bahan baku yang dibutuhkan adalah untuk kulit sapi 1 kg, garam 0,4 ons, gula pasir 0,25 ons, bawang putih 0,25 ons, bumbu masak dan kapur.

Proses Pembuatan 

Menurut Wahyono (2000), dasar pembuatan kerupuk rambak kulit meliputi tahapan persiapan alat dan bahan, penghilangan bulu, pengeringan I, pengeringan II, penggorengan I, penggorengan II dan pengemasan.

1. Perendaman

Perendaman kulit dilakukan dengan air bersih selama ±2 jam

2. Pengapuran

Kulit yang telah mengalami perendaman, selanjutnya dimasukkan dalam larutan kapur konsentrasi 2oBe, yaitu 0,4 kg kapur dalam 5 liter air untuk 1 kg kulit. Selama pengapuran dilakukan pengadukan setiap 5 jam sekali untuk mempertahankan pH larutan.

3. Buang Kapur dan Buang Bulu

Pembuangan kapur dengan mencuci kulit dengan air bersih dan pembuangan bulu dengan cara dikerok menggunakan pisau.

4. Perebusan

Perebusan kulit pada suhu 90o-100oC selama 50 menit selanjutnya diangin-anginkan.

5. Pengguntingan

Pengguntingan dengan ukuran sesuai selera.

6. Pengeringan I

Pengeringan dengan menggunakan sinar matahari selama 1 hari.

7. Perendaman Bumbu

Kerupuk rambak mentah (krecek) hasil pengeringan I direndam dalam larutan bumbu selama 1-2 jam. Komposisi bumbu yaitu; garam 2 %, bawang putih 5 %, dan penyedap rasa 1,5 %.

8. Pengeringan II

Pengeringan dengan sinar matahari 2-3 hari (sampai kering) kemudian krecek diambil untuk mengukur daya kembang.

9. Penggorengan

Penggorengan dilakukan untuk membuat kerupuk kulit rambak lebih renyah.

 

By Mawar, dkk 2012. TUGAS TEKNOLOGI PENGOLAHAN HEWANI “PROSES PENGOLAHAN KULIT MENJADI MAKANAN”. Jurusan Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya.

Lebih lengkapnya bisa download