browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Pengolahan Limbah Kulit KAMBING menjadi Kerupuk

Posted by on October 27, 2012

Pemanfaatan kulit ternak untuk kepentingan manusia selalu berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Dari keseluruhan produk sampingan hasil pemotongan ternak, kulit merupakan produk yang memiliki nilai ekonomis yang paling tinggi. Berat kulit pada sapi, kambing dan kerbau memiliki kisaran 7-10% dari berat tubuh. Secara ekonomis kulit memiliki harga berkisar 10-15% dari harga ternak. Kulit merupakan salah satu bagian dari makhluk hidup yang dapat dimanfatkan sebagai produk kerajian dan sebagai bahan pangan. Kulit yang biasa digunakan diperoleh dari hewan-hewan ternak seperti domba, sapi, dan kambing. Kulit hewan merupakan bahan mentah kulit samak, berupa tenunan dari tubuh hewan. Berbagai hewan mempunyai kulit yang berbeda sesuai dengan bentuk tubuhnya. Kulit dibagi atas beberapa bagian yang disesuaikan dengan letak atau bagian-bagian kulit dan masing-masing bagian mempuyai kepadatan yang berbeda. Secara histology kulit pada umumnya dibagi menjadi tiga lapisan. Dari lapisan terluar adalah lapisan epidermis, dermis (corium) dan lapisan subkutis. Struktur kulit adalah kodisi susunan serat kulit yang kosong atau padat, dan bukan mengenai tebal atau tipisnya lembaran kulit. Struktur kulit dapat dibedakan menjadi lima kelompok yaitu kulit berstruktur baik, kulit berstruktur buntal (Gendrongen), kulit berstruktur cukup baik, kulit berstruktur kurang baik, dan kulit berstruktur buruk (Ekwin, 2010).

Kulit adalah salah satu hasil ikutan ternak yang dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai guna dan daya jual yang tinggi maupun cukup sering dijumpai dari sandang yaitu tas, dompet, jaket, sepatu dan makanan seperti rambak. Kulit yang biasa diolah menjadi kerupuk adalah kulit sapi (Rahayu, 2011).

Kerupuk merupakan sajian yang hampir selalu ada dalam hidangan masyarakat Indonesia sehari-hari baik pada acara perayaan kecil maupun besar. Bahan untuk pembuatan kerupuk bervariasi, mulai dar tepung terigu dan tapioka, hingga kulit sapi, bumbu-bumbu, bahan penyedap dan pewarna. Bahan-bahan tersebut diaduk rata, dimasak dan dicetak sesuai selera kemudian dikeringkan di bawah panas matahari dan siap dipasarkan. Menurut Zaky (2010) pada kerupuk yang terbuat dari olahan kulit sapi didapatkan protein antara 80.01 – 82.91 gram per 100 gram. Kadar lemak setelah digoreng meningkat sampai 20 – 30 kali. Meningkatnya permintaan masyarakat akan kerupuk kulit sapi akan mendukung penjualan kerupuk kulit sapi itu sendiri.