Category Archives: HADITS

Hadits-hadits Tentang Cinta

hadits-tentang-cinta-karena-Allah

Hadits adalah perkataan dan perbuatan dari Nabi Muhammad SAW. Hadits sebagai sumber hukum dalam agama Islam memiliki kedudukan kedua pada tingkatan sumber hukum di bawah Al-Qur’an. Berikut ini adalah beberapa hadits yang berkaitan dengan cinta yang dirangkum dari berbagai sumber. Semoga dengan mengetahui dan mengamalkan hadits-hadits tentang cinta ini, kita dapat mejadi orang yang lebih baik. Wallahu A’lam Bishawab ūüôā

1.¬†Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan tidak memberi karena Allah. Maka ia sesungguhnya telah memperoleh kesempurnaan iman.”

2.¬†Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah itu ada beberapa orang yang bukan nabi dan syuhada menginginkan keadaan seperti mereka, karena kedudukannya disisi Allah.”

Sahabat bertanya:
“Ya Rasulullah, tolong kami beritahu siapa mereka?”

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menjawab:

“Mereka adalah satu kaum yang cinta mencintai dengan ruh Allah tanpa ada hubungan sanak saudara, kerabat diantara mereka serta tidak ada hubungan harta benda yang ada pada mereka. Maka, demi Allah wajah-wajah mereka sungguh bercahaya, sedang mereka tidak takut apa-apa dikala orang lain takut, dan mereka tidak berduka cita dikala orang lain berduka cita.” (H.R. Abu Daud)

3.¬†Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan sebagian dari dari tanda-tanda kebesaran Nya adalah Dia menciptakan pasangan‚Äďpasangan bagi kalian dari jenis kalian, agar kalian merasa tenang pada pasangan kalian dan Dia menjadikan diantara kalian rasa kasih sayang dan cinta. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda ‚Äď tanda bagi orang-orang yang berfikir.” (QS. Ar-Ruum: 26)

4.¬†Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Hiduplah sesukamu maka sesungguhnya kamu akan mati. Cintailah sesuatu sesukamu maka sesungguhnya kamu akan berpisah. Berbuatlah sesukamu maka sesungguhnya kamu akan bertemu dengannya.” (H.R. Hakim)

5.¬†Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya sebagai berikut:

“Syirik itu lebih halus dari perjalanan semut yang halus di atas batu licin, di malam gelap gulita dan serendah ‚Äď rendahnya syirik adalah engkau mencintai seseorang karena kekurangannya dan membenci seseorang karena ke adilannya. Bukanlah agama itu, kecuali cinta dan benci.”

6.¬†Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah SWT pada hari kiamat berfirman : Dimanakah orang yang cinta mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi dengan menunggu-Ku dihari yang tiada naungan melainkan naungan-Ku.” (H.R. Muslim)

7. Allah SWT. berfirman:

“Pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang cinta mencintai karena Aku, saling kunjung mengunjungi karena Aku dan saling memberi karena Aku.” (Hadits Qudsi)

8.  Bahwa seseorang mengunjungi saudaranya di desa lain, lalu Allah mengutus malaikat untuk membuntutinya. Tatkala malaikat menemaninya malaikat berkata,

Kau mau kemana?

Ia menjawab, “Aku ingin mengujungi saudaraku di desa ini”
Malaikat terus bertanya, “Apakah kamu akan memberikan sesuatu pada saudaramu?”
Ia menjawab, “Tidak ada, melainkan hanya aku mencintainya karena Allah SWT”
Malaikat berkata, “Sesungguhnya aku diutus Allah kepadamu, bahwa Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai orang tersebut karena-Nya”. (H.R. Muslim)

9.¬†Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Tiga perkara, yang barang siapa memilikinya, ia dapat merasakan manisnya iman, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul melebihi cintanya kepada selain keduanya, cinta kepada seseorang karena Allah dan membenci kekafiran sebagaimana ia tidak mau dicampakan ke dalam api neraka.” (H.R. Bukhari-Muslim)

10.¬†Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya seorang muslim apabila bertemu saudaranya yang muslim, lalu ia memegang tangannya (berjabat tangan) gugurlah dosa keduanya sebagaimana gugurnya daun dan pohon kering jika ditiup angin kencang. Sungguh diampuni dosa mereka berdua, meski sebanyak buih dilaut.” (H.R. Tabrani)

11.¬†Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Cintailah kekasihmu sewajarnya saja karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi orang yang kamu benci. Bencilah sewajarnya karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu.” (HR. Al-Tirmidzi)

12.¬†Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Demi Dzat yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, kalian tidak akan masuk surga sebelum kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sebelum kalian saling mencintai. Tidakkah aku tunjukkan kepada kalian mengenai sesuatu yang ketika kalian melakukannya, maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian!.” (HR. Muslim)

13.¬†Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“ya Allah, berilah aku rezeki cinta Mu dan cinta orang yang bermanfaat buat ku cintanya di sisiMu. Ya Allah segala yang Engkau rezekikan untukku diantara yang aku cintai, jadikanlah itu sebagai kekuatanku untuk mendapatkan yang Engkau cintai. Ya Allah, apa yang Engkau singkirkan diantara sesuatu yang aku cintai, jadikan itu kebebasan untuku dalam segala hal yang Engkau cintai.” (H R. Al-Tirmidi)

14.¬†Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai, kamar-kamarnya di surga nanti terlihat seperti bintang yang muncul dari timur atau bintang barat yang berpijar. Lalu ada yang bertanya, “siapa mereka itu?”, “mereka itu adalah orang-orang yang mencintai karena Allah ‘Azzawajalla.” (HR. Ahmad)

Hadits tentang cinta Rasulullah
¬†Dari anas bin malik radliyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Ada tiga hal yang barangsiapa memilikinya niscaya ia akan mendapatkan manisnya iman:
(1). Allah ta’ala dan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam lebih ia cintai daripada yang lainnya,
(2). Mencintainya seseorang, tidaklah ia mencintainya melainkan karena Allah ta’ala,
(3). Benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah ta’ala menyelamatkan darinya sebagaimana ia benci dirinya dimasukkan ke dalam api.”

2.¬†Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Tidaklah seorang hamba beriman hingga aku menjadi orang yang lebih ia cintai daripada keluarganya, hartanya dan manusia semuanya.” (HR. Bukhori)

Hadits tentang cinta karena Allah


1.¬†Riwayat dari Abdullah bin Abbas ra, berkata,¬†Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Cintailah Allah atas anugerah nikmat yang diberikan kepadamu, dan cintailah aku karena cinta kepada Allah, dan cintailah keluargaku karena mencintaiku.” (Hr. At-Tirmidzy dan al-Hakim)

2.¬†Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Cintailah orang yang kamu cintai sewajarnya, boleh jadi pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang engkau benci. Dan, bencilah orang yang kau benci sewajarnya, boleh jadi pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang engkau cintai.”

Subhanallah, ternyata Rasulullah romantis terhadap istrinya

Cinta adalah sebuah rasa yang diciptakan oleh Allah Swt untuk dinikmati oleh setiap manusia di dunia. Beragam rasa yang ada di dalam satu kata itu. Seperti halnya rasa yang terkecap oleh indra perasa kita. Islam adalah agama yang sangat menghargai cinta. Buktinya, dalam Islam pernikahan adalah ikatan suci yang seharusnya dilakukan oleh semua umat Muslim.

Pernikahan membuat hidup seseorang menjadi seimbang, dan untuk itulah cinta ada mewarnai pernikahan itu. Selain itu, cinta juga tumbuh dalam bentuk kasih sayang terhadap sesama. Untuk itu, hadist tentang cinta kemudian ada untuk memperlihatkan betapa indahnya cinta itu.

Hadist tentang cinta mengajarkan kita untuk melihat cinta dari segi positif. Baik cinta terhadap Allah, rasul, kedua orangtua, kekasih, keluarga, dan sesama. Hadist tentang cinta memperlihatkan bahwa cinta tidak melulu diwarnai dengan birahi, namun ketulusan, keikhlasan, dan kelembutan. Bagaimana kita berlaku lebut dalam menunjukan kasih sayang. Hadist tentang cinta juga mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas kasih sayang dan diberikan Allah Swt terhadap kita sebagai umat manusia.
Sebagai panutan manusia di dunia, seringkali hadist tentang cinta membahas mengenai kasih sayang rasul terhadap istri, keluarga, para sahabat dan umat. Tentu saja, berbagai hadist tentang cinta menggambarkan perilakuk rasul tidak hanya sebagai nabi besar, tetapi seorang laki-laki yang memiliki cinta dan kasih sayang, serta berlaku sebagai kepala rumah tangga.

Salah satu hadist tentang cinta dari HR. Bukhari menceritakan tentang keteladan rasul, bahwa Rasulullah Saw selalu tawadhu di hadapan istri-istrinya. Bahkan, rasul tidak segan untuk membantu istri-istrinya dalam melakukan pekerjaan rumah tangga. Seperti perkataan Aisyah ra.

‚ÄúBeliau biasa membantu istrinya. Bila datang waktu shalat beliau pun keluar untuk menunaikan shalat.‚ÄĚ

Aisyah juga mengatakan:

‚ÄúBeliau manusia sebagaimana manusia yang lain. Beliau membersihkan pakaiannya, memerah susu kambingnya, dan melayani dirinya sendiri.‚ÄĚ

Rasulullah selalu menjelaskan mengenai tingginya kedudukan kaum wanita di sisi beliau. Menurut beliau, kaum wanita memiliki kedudukan yang agung dan derajat yang tinggi. Pernah suatu saat Rasulullah saw menjelaskan kepada Amr bin Al-‘Ash r.a bahwa mencintai istri bukan merupakan hal tabu bagi seorang lelaki yang normal.

Pada beberapa hadist tentang cinta, diceritakan bahwa rasul menikahi banyak wanita untuk menaikkan derajatnya, dan melindungi kehormatannya. Para wanita itu banyak yang terdiri dari para janda tua, fakir miskin yang tidak memiliki perlindungan dan rumah, serta pada budak.

Pada zaman rasul, perbudakan terjadi di mana-mana. Secara perlahan Rasul mulai memberantas perbudakan itu. Untuk itu, ia menikahi para budaknya, untuk membebaskan mereka. Tidak mungkin rasul begitu saja membebaskan mereka. Jika tidak dinikahi, para budak itu akan ditangkap dan dijual kepada orang lain.

Rasulullah sangat menghargai dan menghormati istrinya. Ia juga menjaga istrinya dari pandangan orang-orang lain. Salah satu hadist tentang cinta yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari menceritakan ketika Rasulullah Saw kembali dari peperangan Khaibar, beliau menikahi Shafiyyah binti Huyaiy ra. Shafiyah merupakan puteri dari seorang ketua suku Bani Nadhir bernama Huyay, serta merupakan salah satu Bani Israel yang tinggal berdiam di sekitar Madinah.

Ketika perang Khaibar, Shafiyah beserta suaminya yang bernama Kinanah bin al-Rabi telah tertawan. Mereka kemudian dibebaskan setelah terjadi sebuah perundingan. Sayangnya, Sofiah kemudian meninggal, dan Shafiya akhirnya memilih untuk menjadi istri rasul. Diceritakan bahwa Shafiyah memiliki kulit yang sangat putih dan mulus. parasnya sangat cantik. Konon, kecantikannya ini, nantinya akan membuat para istri Muhammad yang lain menjadi cemburu.

Dalam hadist tentang cinta yang dirawatkan Imam Bukhari, saat akan pulang, rasul kemudian mengulurkan tirai di dekat unta yang akan ditunggangi. Hal itu dilakukannya untuk melindungi Shafiyah ra dari pandangan orang. Setelah itu, beliau duduk dengan cara bertumpu pada lutut di sisi unta tersebut. Rasul kemudian mempersilakan Shafiyah ra untuk naik ke atas unta dengan menginjak lutut beliau.

Tentunya, kejadian tersebut menjadi kesan yang sangat dalam bagi para pengikutnya. Sebagai pemimpin dan nabi utusan Allah, beliau menunjukan sikap tawadhu, dan keteladanan kepada umatnya. Sikap tawadhu kepada istri, serta mempersilakan lutut beliau sebagai tumpuan, membantu pekerjaan rumah, membahagiakan istri, sama sekali tidak mengurangi derajat dan kedudukan beliau.

Banyak sekali cerita yang diceritakan oleh beberapa hadist tentang cinta mengenai ke-tawadhu-an dan kasih sayang rasul kepada istrinya. Namun, sering hadist tentang cinta ini menceritakan mengenai dua wanita yang sangat dicintai oleh rasul. Dua wanita hebat yang dengan keikhlasan dan kesabaran selalu menyandingi rasul dalam perjuangannya. Dalam hadist tentang cinta itu pun, kisah cinta rasul dengan kedua wanita ini diceritakan dengan sangat indahnya. Bagaimana rasul memperlakukan mereka dengan kelembutan dan kasih sayang.
Hadist Tentang Cinta Rasulullah dengan Khadijah

Siapa wanita Muslim di dunia ini yang tidak mengetahui Khadijah binti Khuwailid. Banyak sekali hadist tentang cinta yang menceritakan kisah Khadijah dengan rasul. Bagaimana besarnya pengorbanan yang dilakukan Khadijah untuk rasul. Seorang wanita yang sangat beliau cintai.

Siti Khadijah binti Khuwailid adalah seorang janda, bangsawan, hartawan, cantik, dan budiman. Selain itu, Khadijah sangat disegani oleh masyarakat Quraisy serta bangsa Arab. Sebagai seorang wanita, Khadijah mempunyai pribadi yang luhur serta akhlak yang mulia karena beliau selalu memelihara dan menjaga kesucian serta martabatnya.

Kahdijah selalu menjauhi adat istiadat yang tidak senonoh yang dilakukan oleh banyak wanita di zaman Jahiliyah. Muhammad sangat menyukai kepribadian dari Khadijah. Beliau sangat tertarik dengan wanita yang memiliki keluhuran budi, berperangai halus, sopan, serta pandai menjaga kesucian dan martabatnya.

Khadijah pun memiliki cinta yang sangat luar biasa kepada Rasulullah. Bukanlah ketampananan yang dilihatnya, tapi seorang lelaki yang tidak pernah menyembah berhala seperti halnya dirinya. Lelaki itu memiliki perangai yang sangat halus, berbudi luhur, sopan, jujur, amanah, dan cerdas.

Dalam banyak hadist tentang cinta yang menceritakan kisah Khadijah, diceritakan bahwa Siti Khadijah merupakan sosok istri sekaligus ibu yang sangat membanggakan. Suami serta anak-anak beliau sangat menyayangi dengan sepenuh hati. Siti Khadijah ra merupakan perempuan istimewa yang mendampingi Muhammad Saw selama dua puluh enam tahun, baik suka maupun susah. Terutama ketika rasul mendapat banyak cobaan dan tekanan selama awal mula menjadi nabi.

Beliau juga merasakan betapa sakitnya rasul dalam menyiarkan agama Islam dan mendapatkan kepercayaan dari Umat. Khadijah merupakan istri tunggal, tak ada duanya. Mereka berpisah karena kematian. Untuk itu, tahun wafatnya disebut sebagai ‚ÄúTahun Kesedihan‚ÄĚ (Aamul Huzni).

Ada satu riwayat dari hadist tentang cinta yang menceritakan bahwa begitu istimewanya Khadijah di mata suaminya sehingga membuat Aisyah menjadi cemburu. Siti Aisyah sempat berkata kepada Rasulullah,

‚ÄĚWahai Rasulullah Saw, bukankah Allah Swt telah menggantikannya dengan istri yang lebih muda dan lebih baik darinya?‚ÄĚ

Rasulullah kemudian bersabda sambil menegaskan kepada Aisyah agar tidak mengulangi perkataannya.

‚ÄúTidak, demi Allah, tidak ada yang bisa menggantikannya: Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang mengingkari. Dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan. Dan dia memberikan hartanya kepadaku ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa. Allah mengaruniai aku anak darinya dan mengharamkan bagiku anak dari selain dia.‚ÄĚ (HR. Imam Ahmad)

Istimewanya Siti Khadijah ra, di mata Rasulullah Saw. Bahkan, setelah meninggal sekalipun, kenangan akan sosok lembut, tegar, cerdas, dan pemurahnya Khadijah tidak pernah lepas dari benak Rasulullah Muhammad Saw.
Hadist Tentang Cinta Rasullullah dengan Siti Aisyah

Aisyah binti Abu Bakar merupakan satu-satunya istri Muhammad yang masih gadis ketika dinikahi. Mereka menikah pada 620 M, di Mekkah sebelum Hijrah. Pernikahan ini terjadi setelah wafatnya Khadijah.
Banyak hadist tentang cinta yang menceritakan keharmonisan hubungan antara Nabi Muhammad Saw dengan Siti Aisyah. Bahkan, hubungan mereka sering menjadi panutan bagi pasangan suami istri untuk selalu menghidupkan cinta dalam rumah tangga mereka.

Salah satu hadist tentang cinta yang diriwayatkan Ahmad Bukhari berkisah, dari Aisyah ra ia berkata:

“Aku biasa mandi berdua bersama Rasulullah Saw dari satu bejana.”

Terlihat bukan bagaimana rasul begitu menjaga romantismenya bersama Aisyah. Beliau tidak pernah melewatkan kesempatan untuk membahagiakan dan menyenangkan istrinya dengan berbagai cara yang dibolehkan.

Ada satu hadist tentang cinta yang dikisahkan oleh Aisyah ra:

‚ÄúPada suatu ketika aku ikut bersama Rasulullah Saw dalam sebuah lawatan. Pada waktu itu aku masih seorang gadis yang ramping. Beliau memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Mereka pun berangkat mendahului kami. Kemudian beliau berkata kepadaku: ‚ÄėKemarilah! sekarang kita berlomba lari.‚Äô Aku pun meladeninya dan akhirnya aku dapat mengungguli beliau. Beliau hanya diam saja atas keunggulanku tadi. Hingga pada kesempatan lain, ketika aku sudah agak gemuk, aku ikut bersama beliau dalam sebuah lawatan. Beliau memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Kemudian beliau menantangku berlomba kembali. Dan akhirnya beliau dapat mengungguliku. Beliau tertawa seraya berkata: ‚ÄėInilah penebus kekalahan yang lalu!‚Äô‚ÄĚ (HR. Ahmad)

Permainan sederhana yang lembut, namun mengisyaratkan bentuk perhatian yang sangat besar. Sungguh sangat romantis kisah cinta rasul dan para istrinya yang diceritakan oleh beberapa hadist tentang cinta.

Kisah cinta tersebut dapat menjadi inspirasi kaum Muslim untuk mencintai dengan cara yang lembut, tulus dan indah. Jika kaum muda ingin meneladaninya, ini adalah doa dari salah satu hadist tentang cinta yang mungkin bermanfaat bagi para kaum muda saat ini yang sedang mencari cinta.

Dari Rasulullah Saw yang bersabda dalam satu doanya:

‚ÄúYa Allah, berilah aku rezeki cinta Mu dan cinta orang yang bermanfaat buat ku cintanya di sisi Mu. Ya Allah segala yang Engkau rezekikan untukku di antara yang aku cintai, jadikanlah itu sebagai kekuatanku untuk mendapatkan yang Engkau cintai. Ya Allah, apa yang Engkau singkirkan di antara sesuatu yang aku cintai, jadikan itu kebebasan untuku dalam segala hal yang Engkau cintai.” (HR. Al-Tirmidi)