KAMPUS

Sebagai seseorang yang merantau jauh dari rumah, tidak mudah untuk dapat bertahan hidup baik secara moral (akhlaq) maupun materi. jadi, sebagai makhluk sosial, kita selalu membutuhkan orang lain disamping kita. mereka yang selalu ada untuk kita, menemani kita disaat apapun (baik saat kita butuhkan maupun tidak). Dan menurutku, hidup di Malang ini susah tapi menyenangkan. kenapa? karena selalu ada orang-orang terbaik yang Allah kirimkan untuk senantiasa selalu menemaniku dan membantuku untuk tetap survive.

Friendship

kami (aku dan mereka) adalah Mahasiswa Pertanian Universitas Brawijaya angkatan 2011. kelas H yang mempertemukan kami. pertama kali bertemu keadaan kaku sekali, namun setelah lama menjalin persahabatan, tak ada sedetikpun waktu yang terlewatkan tanpa melibatkan tawa didalamnya. kami berdelapan bertemu ketika Bu Dosen Botani pada waktu itu memberi kami tugas untuk membuat makalah secara berkelompok. dan disinilah awal pertemanan kami. kelompok kami sesuai absen yang diurutkan berdasarkan NIM. oleh karena itu, disini aku akan sedikit mengulas tentang sahabat-sahabatku ini sesuai urutan absennya:

1. Wulan Asri Ningrum

Wulan

 

Namanya Wulan, tapi aku sering memanggilnya ‘Sri’, ini adalah salah satu kejailanku yang suka merubah nama orang yang aku kenal. dia orangnya flexible, bisa serius kalau diajak serius, bisa becanda juga (walau kadang bikin garing) hehe. Gadis ini berasal dari Jepara dan walaupun jaraknya lumayan jauh antara rumahnya dengan Malang, namun dia sering pulang. apalagi pas mau ulang tahun. kayaknya ada ritual khusus yang dia lakukan deh untuk ngerayainnya! hahaha. sempat ada chemisty diantara kami (menurutku sih!) gara-gara terang bulan. tapi aku punya komitmen yang gag bisa aku langgar (ciee, hahaha). sebenarnya pertama kenal orang ini dia orangnya pendiam dan pemalu. tapi sekarang ini udah beda jauh deh kayaknya. dia udah berani tampil dan yaa sedikit lebih ‘gila’ dari sebelumnya. kami punya kesamaan cerita saat awal-awal tinggal di Malang, sama-sama pernah kehilangan Laptop, tapi dia lebih parah, dia hapenya juga ikut dibawa sama malingnya. tapi apapun itu sekarang keadaan sudah membaik dan kembali normal. aku sempat bilang sama dia bahwa ‘tak apalah kehilangan barang berharga, asal jangan senyummu dan dirimu’. dari Sri ini, aku belajar bagaimana hidup itu harus terus berjalan dan selalu sabar dalam menjalaninya.

 

2. Mikhael Alexander

Mike

 

untuk cowok yang akrab dipanggil mike (maik, red), dia merupakan teman yang puaalliiiiiing santai yang pernah aku temui. saat yang lain pada galau dan bingung sama tugas masing-masing, dia bertingkah seolah-olah itu tidak terjadi pada dirinya. wah, bener-bener sesuatu emang nih orang satu! cowok yang bertempat tinggal di Nganjuk ini pada waktu kami di semester I adalah COnya, atau ketua kelas pada saat itu. pada saat dia jadi ketua kelas, aku tahu bahwa dia ada potensi untuk menjadi leader yang baik suatu saat nanti. makanya setiap ada kesempatan untuk menunjuk CO atau ketua, aku pasti langsung nyebutin nama orang yang satu ini. disamping itu ada alasan lain kenapa aku ingin dia menjadi ketua atau pemimpin. bukan karena aku merasa aku tidak mampu untuk menjadi ketua, tapi aku hanya ingin memberikan dia motivasi lebih untuk lebih bersemangat lagi dalam kuliah dan kegiatan apapun. maklum sajalah, nih orang satu memang nyantainya minta ampun, terkadang sampai gag masuk kelas juga. jadi ada ekspektasi lebih dariku dengan menunjuknya sebagai ketua agar dia sedikit termotivasi untuk bersemangat kuliah. tapi aku suka karakternya, jadi hidup ini tidak harus selalu penuh dengan tokoh antagonis dan protagonis, terkadang kita butuh karakter seperti orang yang satu ini. dari Mike, aku belajar bagaimana aku harus tetap santai dalam segala situasi yang terjadi.

 

3. Ahmad Rizky Yuda Pratama

Abang

 

Abang! aku memanggil cowok yang satu ini abang. padahal diantara kami dia adalah yang paling muda (umurnya), tapi entah kapan aku lupa, aku memanggilnya abang dan hal ini berlanjut sampai saat ini. bahkan teman-teman yang lain juga sampai ikut-ikutan manggil abang. walaupun dapat dikatakan yang paling muda, namun abang ini sikap dan pemikirannya sudah dewasa dan memang pantas untuk dijadikan seorang kakak. dia memiliki selera humor yang tinggi (levelnya udah tingkat dewa), diantara kami biasanya dia dan ‘mamak’ yang suka mengeluarkan kalimat-kalimat lucu. entah karena apa, mungkin DNA mereka sudah memiliki kelebihan itu. hehehe. dia orangnya lumayan nyantai dan tidak pernah terlihat terburu-buru. untuk urusan game NFS atau game balap lainnya, jangan pernah meragukan kemampuannya! walau jika dilihat dari luar dia ini seperti pendiam, tapi untuk urusan asmara jangan ditanya. gag ada angin dan gag ada hujan, eh tiba-tiba dia udah bisa ngegandeng salah satu temenku yang merupakan salah seorang penyanyi waktu dikelas H dulu. wah wah.. ada bakat tersembunyi sepertinya. dari abang, aku belajar bagaimana kita bersikap dewasa dan selalu menyikapi hal dengan tidak terburu-buru (kecuali ngerjain laporan dan gag ada contekan) haha

 

4. Ike Novitasari

Bleh

 

cewek yang satu ini aku panggil, ‘bleh’. hehe, itu juga karena keisenganku. bleh inilah yang menjadi dirigent tim, dalam menyelesaikan tugas berkelompok, biasanya dia yang akan menentukan bagian-bagian apa yang akan kami kerjakan. tapi biasanya juga ntar akhir-akhirnya aku juga yang disuruh ngedit dan ngeprint. cewek yang satu ini terkenal aktivis dan pintar. pas waktu semester 1 kemarin IPnya mencapai 4.0, wow! tapi sayangnya karena kegiatannya itu dia tidak pernah ikut kami jalan-jalan. setiap kali kami punya rencana jalan-jalan (seperti ke sempu atau pantai bajulmati), dia pasti berhalangan untuk ikut. biasanya, ketika ngobrol dengan cewek yang satu ini, kita akan mendengar kata-kata aneh seperti ‘wook’, ‘ndel’, ‘waak’, dan lain sebagainya. dan cewek yang satu ini kalau berbicara cukup cepat, apalagi pas presentasi, jadi ibarat kita nonton DVD atau movie, kita harus merewind beberapa kali untuk mengetahui maksud dari omongannya. dari Bleh ini aku belajar untuk selalu fight dalam setiap kompetisi yang kita jalani.

 

5. Zaim Dzoel Hazmy

Zaim

 

siapa yang gag kenal foto orang diatas ini? wah, kalau gag kenal berarti anda benar-benar tidak bisa hidup dijaman sekarang ini! haha. ya, ini aku. biasanya dipanggil Zaim, tapi gag sedikit juga yang memanggil Jaim, bukan karena aku orangnya Jaim, tapi mayoritas yang memanggilku Jaim adalah mereka yang berlogat jawa. jadi menurutku orang jawa itu lumayan susah untuk membedakan mana Z dan mana J. dalam berteman, aku memiliki satu sisi usil dimana aku biasanya akan merubah nama-nama temanku. bukan karena benar-benar iseng atau jail, tapi dengan mengubah nama mereka aku merasa lebih dekat dengan mereka. dalam hidup aku punya dua motto, untuk kompetisi aku menggunakan motto ‘always give my best because I wanna be the best wherever I live’, dan untuk hidup (secara keseluruhan) aku punya motto ‘Ridhallahi Fi Ridhal Walidayn’. dan aku sangat berterimakasih kepada teman-teman yang telah menerimaku dalam hidup mereka tanpa aku harus menjadi orang lain.

 

6. Rizky Anjani

Mamak

 

inget sama orang satu ini, pasti akan langsung inget juga sama Transformers. ya, cewek yang satu ini terbilang cukup terobsesi sama hal-hal yang berbau robot seperti Transformers. nama aslinya Rizky Anjani, tapi aku akrab memanggilnya mamak. hehe, salah satu keusilanku juga. dia suka begadang, dan walaupun dia sudah menonton atau bahkan punya film transformers di dalam notebooknya, aku yakin jika ada siaran transformers di tivi, dia akan tetap menontonnya. walaupun terlihat sedikit kaku diluar (bagi orang-orang yang belum mengenalnya), namun sebenarnya dia tipe cewek yang bersahabat dan punya selera humor yang tinggi. dan cewek yang satu ini juga tergila-gila sama game slanderman. sama seperti abang, dari mamak aku belajar bagaimana bersikap tenang dan cuek terhadap lingkungan luar tanpa harus kehilangan identitas diri sendiri.

 

7. Asri Ismahmudi

Zen

 

nama Aslinya adalah Asri Ismahmudi, namun akrab dipanggil Zen. tapi kali ini bukan ulah isengku yang merubah namanya, namun sepertinya dia sendiri yang memproklamirkan namanya seperti itu. Zen ini cowok yang bersahabat dan enak diajak ngobrol walau terkadang sering bertingkah ‘absurd’, sampai-sampai pernah ada istilah ‘Zenisme’. hehehe. dari foto diatas bisa dilihat bahwa dia menggunakan jaket Real Madrid, tapi ketika ditanya soal Real Madrid dan bagaimana pertandingannya, dia tidak sepenuhnya tahu. hehe, jadi aku rasa jaket itu dia beli karena dia suka modelnya, bukan karena logo dan tim apa. tidak banyak yang dapat kuketahui tentang cowok yang satu ini, karena dia dan ‘bray’ harus memisahkan diri dengan kami lantaran beda dosen P.A dan kelas pada waktu semester 2. dari Zen aku belajar untuk bersikap santai namun tetap eksis walaupun orang sekitar belum tentu menaruh perhatian kepada kita.

 

8. Mohammad Wildan

Bray

 

dia akrab dipanggil Bray, dan itu bukan karena ulah usilku, tapi karena entah siapa yang memulai tiba-tiba dia akrab dipanggil dengan nama itu. cowok yang satu ini gemar bermain game online dan game-game berbau action seperti COD dan lain sebagainya. Bray ini juga tergolong cowok yang santai terhadap tugas, tapi dia lebih berkomitmen dan bertanggung jawab. pernah suatu ketika dia meyelipkan fotokopian laporan botani kedalam laporannya lantaran dia belum selesai menulisnya. dan mengenai tulisannya, hehe, unyu! kecil-kecil gitu. jadi kalau orang normal nulis bisa menghabiskan dua lembar kertas, dia mungkin hanya butuh satu kertas, atau mungkin separuh kertas saja. cowok ini juga anti sama yang namanya paparazi atau hal-hal yang berbau jeprat jepret foto, entah karena alasan apa. dan cowok ini juga tidak mau memotong rambutnya menggunakan gunting sasak, dia lebih suka yang klasik. ya itulah dia. dan biasanya orang yang aku ajak curhat adalah orang ini, karena dia bisa memberikan solusi dan pendapat yang logis ketika aku butuh, walau terkadang dengan nada becanda. cowok yang satu ini juga dewasa dan sederhana dalam bersikap. itulah yang membuatnya spesial dimataku, karena kesederhanaan dalam bersikapnya yang jarang dimiliki oleh orang lain, bahkan diriku. dan dari Bray ini aku belajar untuk memegang komitmen sekuat mungkin dan menjunjung tinggi prinsip hidup.

 

ya, merekalah orang-orang yang membantuku untuk tetap survive hingga saat ini. tanpa mereka aku tak akan berarti apa-apa. dan terimakasih sekali untuk mereka yang telah mau untuk menerimaku kedalam hidup mereka tanpa aku harus menjadi orang lain. sebenarnya masih banyak lagi sahabat-sahabat lain yang selalu ada disampingku. dan karena terlalu banyak jadi aku tidak dapat mendeskripsikan mereka satu-satu dalam blog ini.

terima kasih semua! karena kalian aku survive di kota ini!