Mengulik Sejarah Singkat Makanan Khas Betawi Kerak Telor

1. Mengulik Sejarah Singkat Makanan Khas Betawi Kerak Telor

Makanan khas Betawi kerak telor adalah salah satu kekayaan kuliner nusantara. Seperti halnya daerah-daerah lain di tanah air, Betawi juga memiliki kearifan lokalnya tersendiri. Makanan khas merupakan salah satu kearifan lokal yang paling mudah ditemui dan biasanya menjadi salah satu daya tarik ketika mengunjungi suatu daerah tertentu.

Berkunjung ke suatu daerah tanpa mencicipi kuliner khas daerah tersebut rasanya kurang afdol. Begitupula ketika mengunjungi ibukota negara, Jakarta, pasti selain mengunjungi tempat-tempat wisata, menjajal makanan khas juga menjadi salah satu agenda dalam perjalanan Anda, bukan? Nah, ketika menjajal wisata kuliner Jakarta, jangan lupa untuk mencoba kerak telor.

Sesuai namanya, salah satu bahan kerak telor adalah telur. Makanan khas kerak telor ini mirip seperti martabak, tapi memiliki bahan isian yang berbeda. Kerak telor dibuat dengan cara yang masih tradisional dan dijajakan oleh penjual yang memakai pakaian tradisional betawi pula. Jadi, ketika membeli dan memakannya, itu sama artinya Anda membantu melestarikan kuliner khas nusantara.

Sejarah Singkat Makanan Khas Betawi Kerak Telor

Kuliner khas Betawi kerak telor Telah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Kerak telor tercipta karena ketidaksengajaan oleh sekelompok orang Betawi yang ingin memanfaatkan banyaknya buah kelapa di daerah mereka. Dahulu, kelapa hanya dimanfaatkan sebagai minuman, dijadikan santan, dan dibuat minyak. Namun, di tangan orang-orang tersebut kelapa dapat diolah menjadi makanan baru dengan memanfaatkan daging buahnya.

Suiran buah kelapa yang disangrai menjadi salah satu bahan wajib dalam makanan khas Betawi kerak telor, selain beras ketan putih, telur ayam, ebi (udang kecil), dan bawang goreng. Tak lupa ada tambahan bumbu halus yang terbuat dari cabai merah, kencur, jahe, garam, gula pasir, dan merica butiran. Semua bumbu dihaluskan dan dicampur ke dalam adonan.

Kerak telor kini menjadi salah satu kuliner wajib dan harus dicoba ketika mampir ke Jakarta. Penjual kerak telor memang tidak ada di setiap tempat, karena mulai tergeser oleh makanan-makanan modern. Akan tetapi Anda tetap bisa menemukannya, terutama ketika mendatangi Pekan Raya Jakarta. Kerak telor selalu menjadi makanan yang tersaji di event tahunan tersebut.

Cara Membuat Makanan Khas Betawi Kerak Telor

Untuk membuat kerak telor diperlukan tungku khusus, yaitu tungku arang. Cara memasak ini sangat unik, berbeda dari cara memasak modern dengan menggunakan kompor gas. Wajan yang biasa digunakan untuk memasak kerak telor berbentuk cekung dan berukuran kecil. Ketika memasaknya, harus dipastikan bara api menyala sehingga menimbulkan panas yang pas.

Oleh karena itu, penjual kerak telor biasanya membawa kipas yang terbuat dari rotan untuk mengipasi bara api di tungku. Untuk membuat Makanan khas Betawi kerak telor butuh pengorbanan, apalagi jika Anda tidak terbiasa memasak dengan tungku. Selain itu, Anda juga harus pandai mengira-ngira ketebalan adonan, agar tidak ketipisan atau kurang matang karena terlalu tebal.

Walau bahan-bahan yang diperlukan tidak sulit ditemukan, karena bahan-bahan tersebut sangat mudah ditemukan di Indonesia, tapi cara membuatnya cukup menantang. Untuk Anda yang tidak mau repot tinggal beli saja. Penjual kerak telor biasanya banyak ditemui di kawasan Monas. Jadi, setelah melihat-lihat keindahan monas, Anda bisa menyantap kerak telor.

Ada 2 jenis kerak telor yang bisa dipilih, yaitu kerak telor telur ayam dan telur bebek. Anda tinggal menentukan mana yang lebih disukai. Pokoknya, kalau mampir ke Jakarta harus mencoba kerak telor. Selain nikmat, menyantap makanan khas Betawi kerak telor juga membantu melestarikan kearifan lokal Indonesia yang kini tergerus perkembangan zaman.

 

Tags: , ,