Archive for September 3rd, 2019

Barcelona Bantai Habis Real Betis di Pekan Kedua

Tuesday, September 3rd, 2019

x2. Barcelona Bantai Habis Real Betis di Pekan Kedua

Berita terkini kali ini datang pada pekan kedua Liga Spanyol, Barcelona kembali menunjukkan taringnya dengan melibas habis Real Betis dengan skor telah 5-2. Pertandingan tersebut telah berlangsung pada Senin, 16 Agustus 2019 dini hari WIB. Kabarnya, salah satu pemain andalan Barcelona yaitu Antoine Griezmann menjadi pemain kunci atau bintang, pada pertandingan dini hari tersebut dengan menyumbang 2 gol.

Dua gol yang diberikan Griezmann tersebut menurutnya merupakan sebuah hadiah atas kekalahan Barcelona atas Athletic Bilbao satu pekan yang lalu. Griezmann sendiri menyebutkan bahwa Barcelona sempat kebobolan terlebih dahulu saat menit ke-15 melalui gol Nabil Fekir, namun hal tersebut tentu tidak menyurutkan semangat juang para pemain Barcelona sendiri.

Butuh waktu beberapa menit kemudian untuk Griezmann membalikkan keadaan. Pada menit ke-41, ia berhasil menyumbangkan gol pertama pada laga tersebut. Gol tersebut resmi merupakan gol pembuka bagi gol yang selanjutnya. Sembilan menit kemudian, di laga pembuka babak kedua, ia kembali menyumbangkan gol yang keduanya.

Permainan Tanpa Pemain Kunci

Perlu Anda ketahui bahwa laga yang berlangsung dini hari tersebut merupakan bukti dari pemain pelapis milik Barcelona. Pasalnya, sang pelatih tidak menurunkan pemain inti dan kunci seperti Lionel Messi. Jadi, Griezmann sendiri harus berduet denga Carles Perez dan juga Rafinha di lini terdepan Barcelona.

Meskipun tanpa pemain kunci, Barcelona tetap bisa membuktikan keganasannya. Tim Blaugrana tersebut tetap berhasil merebut kemenangan dengan melibas Real Betis sebanyak 5 gol yang dibalas hanya dengan 2 gol. Bahkan, pemain kunci asal Perancis tersebut juga memuji kemampuan para pemain pelapis Barcelona yang berduet dengannya.

Griezmann juga mengaku bahwa gol keduanya yang dimasukkan ke gawang Real Betis merupakan gol yang ia contek dari Messi. Ia menerima umpan dari Sergi Roberto yang kemudian dituntaskan dengan tendangan kaki kiri melengkungnya. Tendangan tersebut juga tidak jauh dari tiang gawang Real Betis.

Kemenangan ini tentu merupakan respons positif Barcelona atas kekalahannya dari Athletic Bilbao di laga perdana. Kemenangan 5-2 dari tim asuhan Ernesto Valverde ini tentu menjadi kemenangan perdana Barcelona di awal musim 2019 ini. Tekad tim yang besar ini kemudian mampu menjadi buah yang manis untuk terus menaikkan peringkatnya di klasemen Liga Spanyol.

Klasemen Akhir Liga Spanyol

Atas menangnya Barcelona, di sisi lain banyak juga pertandingan yang membuat hasil akhir klasemen Liga Spanyol berubah. Sampai saat ini, Sevilla masih berada di puncak untuk minggu kedua awal musim 2019 dengan enam poin. Sedangkan, Barcelona sendiri berhasil naik peringkat ke urutan ke-9.

Sedangkan untuk posisi kedua sendiri sampai pekan ini ditempati oleh Atletico Madrid yang sama-sama mengoleksi 6 poin seperti hal-nya Sevilla. Untuk peringkat ketiga ditempati oleh Real Madrid yang baru saja mengalami hasil imbang di kandangnya sendiri, Santiago Bernabeu. Los Blancos sendiri mengoleksi sebanyak empat poin.

Real Valladoid dan juga Athletic Bilbao juga secara berurutan menempati posisi ke 4 dan juga ke 5 klasemen Liga Spanyol. Namun, panjangnya kompetisi Liga Spanyol sendiri tentunya akan menyebabkan banyak perubahan pada klasemen. Tergantung pada hasil yang diraih masing-masing tim

Rival Barcelona sendiri yaitu Real Madrid mengalami hasil imbang saat menjadi tuan rumah melawan Real Valladolid. Liga Spanyol memang menjadi salah satu liga terfavorit bagi banyak pecinta sepak bola, khususnya di tanah air sendiri setelah Liga Inggris. Duel perebutan tahta antara Barcelona dan juga Real Madrid merupakan hal yang selalu ditunggu. Terlebih lagi, jika kedua tim bertemu untuk bertanding (el clasico).

Review Bumi Manusia, Kisah Cinta Zaman Penjajahan Belanda

Tuesday, September 3rd, 2019

Review Bumi Manusia, Kisah Cinta Zaman Penjajahan Belanda

Review Film kali ini akan mengaangkat karya dari Pramoedya Ananta Tour yang berjudul Bumi Manusia ini ternyata mendapatkan respon yang sangat baik, sehingga akhirnya mendapat keputusan akan dijadikan sebuah film layar lebar. Film ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo, yang mana melibatkan beberapa pemain muda yang aktingnya telah dipercaya dalam dunia perfilman.

Film ini dibintangi oleh Iqbal Ramadhan, Mawar Eva De Jongh, Ayu Laksmi, Ine Febriyanti, Donny Damara. Jika dalam buku Pram mampu membuat sebuah narasi dengan tatanan kata yang begitu indah. Lalu apakah filmnya pun bisa seindah cerita yang tertulis dalam bukunya? Berikut ini ulasan lengkap mengenai film yang diangkat dari buku Pramoedya Ananta tersebut.

Cerita Dimulai Saat Pertemuan Minke dan Annelies

Masa kolonial merupakan sebuah masa dimana semuanya sedang dalam keadaan sulit. Kerangka berpikir ini diciptakan melalui framing subjektif. Pribumi-Belanda dan Nyai merupakan bagian dari ini semua. Pertemuan yang terjadi antara Minke yang diperankan oleh Iqbal dan Annelies yang diperankan oleh Mawar De Jongh menjadi awal dari cerita ini.

Sayangnya, kisah cinta Bumi Manusia ini tidak seperti kisah dalam film Dilan. Di masa itu, Minke dan Annelies harus menghadapi beberapa karakter yang terkekang oleh sudut pandangnya sendiri. Untuk keluarga Minke, tinggal di rumah seorang Nyai merupakan suatu hal yang menjijikkan. Di masa itu, Nyai dianggap sebagai seorang yang berstatus sosial sama dengan binatang.

Namun, Minke justru terkagum dengan apa yang Nyai Ontosoroh lakukan, yakni ibu dari Annelies. Walaupun ia ditentang oleh keluarganya, Minke tetap bersikeras bahwa pasti ada hal baik yang bisa mengubah cara pandang seseorang terhadap Nyai. Konfllik pun semakin rumit ketika Nyai harus bisa memperjuangkan haknya di ranah feodal yang tidak diakui sah oleh pengadilan.

Bahkan ia dihujat dan digunjingkan oleh kaumnya sendiri di tanahnya. Permasalahan ini pun terus merembet pada kisah cinta Minke dan Annelies. Kisah mereka diceritakan dengan gaya drama kolosal yang sangat kompleks. Bumi Manusia menjadi sebuah film perjuangan yang berkelas, yakni perjuangan seorang pribumi menuntut sebuah keadilan baginya, mertuanya dan juga bangsanya.

Dilihat dari Berbagai Sudut Pandang

Film ini cukup baik dalam pemaparan cerita, meskipun tidak semua pemikiran Pram ditayangkan. Dengan cerita yang tidak tergesa-gesa, merupakan satu kelebihan yang selalu dilakukan oleh Hanung Bramantyo dalam pembuatan filmnya. Jika berbicara perihal alur dan plot, film Bumi Manusia ini mendapat nilai baik. Hanya saja dalam beberapa bagian, terlalu lambat dan mungkin bisa membuat penonton sedikit bosan.

Dalam beberapa dialog ada yang menggunakan bahasa Jawa yang diselingi dengan bahasa Belanda. Dialog tersebut juga diselingi beberapa dialog romantis seperti mengucapkan tulisan Pram. Apalagi Minke yang diperankan oleh Iqbal Ramadhan sepertinya menambah sedikit perhatian, setelah ia sukse memerankan perannya sebagai Dilan di film sebelumnya.

Bedanya kali ini dia tidak berpenampilan seperti remaja di tahun 90 han. Namun seperti anak muda yang hidup di masa lalu, dimana ia tengah berjuang melalui pikirannya dan bukan melalui kumpulan rayuan gombal. Meski demikian, film ini masih relevan dengan kehidupan yang ada di masa kini.

Jenjang status sosial yang cukup tinggi, apalagi dengan terkurungnya pemikiran yang masih subjektif menjadi sudut pandang yang menarik. Kekuatan para pemeran yang berhasil memainkan perannya dengan baik, berhasil membuat penontonnya terbawa suasana dan seolah masuk ke dalam cerita. Set latar dengan gaya sejarahnya pun sangat mengena. Sehingga film Bumi Manusia ini sangat layak untuk ditonton.