Archive for September 1st, 2019

Wajib Tahu! Inilah Masa Kecil dan Remaja Soekarno

Sunday, September 1st, 2019

1. Wajib Tahu! Inilah Masa Kecil dan Remaja Soekarno

Tahukah Anda tentang masa kecil dan remaja Soekarno? Sebelum mengetahui lebih banyak tentang kisah kecil dan remajanya, Anda pasti sudah mengenal sosok Soekarno.  Soekarno adalah tokoh yang sangat berpengaruh Indonesia. Soekarno salah satu tokoh sang sangat dikagumi di Indonesia. Soekarno dikenal dengan sebutan bapak proklamator, karena beliau orang yang pertama kali memproklamirkan kemerdekaan Indonesia yang pertama kalinya, oleh karena itu ada baiknya kita mengetahui Biografi Soekarno untuk menambah pegetahuan.

Bapak proklamator Indonesia ini merupakan pesohor di Indonesia dengan isi pidato yang membakar dan menginspirasi semangat anak-anak muda pada masanya sehingga tak heran jika beliau diberi julakan Singa Mimbar. Semasa hidupnya ia selalu berjuang memerdekakan Indonesia. Berkat perjuangannya dalam memerdekakan Indonesia maka tak heran jika sosoknya dikenang oleh seluruh mayarakat Indonesia hingga saat ini.

Tak hanya di Indonesia, namanya juga harum dan dikenal hingga macam negara. Mengapa? Bukan tanpa alasan melainkan karena kehebatan perannya di dunia Internasional bahkan namanya sampai dijadikan sebagai nama jalan pada negara seperti Maroko dan Mesir. Lalu bagaimana kisah masa kecil dan remaja Soekarno? Daripada Anda semakin penasaran, maka simak informasinya berikut ini.

Kelahiran Sang Proklamtor Indonesia, Soekarno

Soekarno dilahirkan pada tanggal 6 Juni tahun 1901. Beliau dilahirkan dari seorang ayah yang bernama Raden Soekemi Sosrodiharjo dan seorang ibu yang bernama Ida Ayu Nyoman Rai. Soekarno lahir pada pukul setengah enam pagi pada saat fajar mulai menyingsing. Ibunya percaya bahwa anak yang dilahirkan pada saat matahari terbit akan mempunyai nasib yang lebih baik.

Soekarno lahir di Surabaya Jawa Timur. Dan diberi nama Koesno Sosrodiharjo. Namun Karena sering sakit  maka namanya diubah menjadi soekarno oleh ayahnya. Nama tersebut diambil dari seorang panglima perang dalam kisah Bhatara Yudha yaitu Karna. Karena dalam bahasa jawa huruf “a” berubah jadi “o” jadi  “Karna” menjadi “karno” sedangkan “Su” memiliki arti “baik”.

Soekarno diahirkan dari keluarga pejuang. Dari leluhur ibunya adalah para pejuang kemerdekaan yang gugur dalam perang puputan di Bali pada saat melawan kolonialisme Belanda. Sedangkan dari keluarga leluhur ayahnya pejuang-pejuang yang turut berjuang bersama pangeran Diponegoro saat melawan kolonialisme Belanda. Ketika soekarno kecil tinggal bersama kakeknya Raden Harjokromo di tulung Agung Jawa Timur.

Masa Kecil dan remaja Soekarno

Pertama kali soekarno bersekolah di Tulung Agung, jawa Timur. Kemudian karena ayahnya berpindah tugas di mojokerto akhirnya soekarno mengikuti ayahnya pindah ke Mojokerto. Di Mojokerto Soekarno bersekolah di Eerste Indlands School, tempat ayahnya bekerja. Pada tahun 1911, soekarno pindah sekolah ke Europeesche lagere School untuk memudahkan melanjutkan ke Hoogere Burger School.

Pada tahun 1915, Soekarno telah menyelesaikan pendidikan di Europeesche lagere School (ELS) dan berhasil masuk ke Hogere Burger School (HBS) di Surabaya, Jawa Timur atas bantuan seorang teman ayahnya yang bernama H.O.S. Tjokroaminto. Bahkan soekarno diberi tempat tinggal di pondok kediaman Tjokroaminoto selama berada di Surabaya. Selama di Surabaya soekarno banyak bertemu dengan para pemimpin serikat islam.

Soekarno kemudian dalam organisasi pemuda Tri Koro Dharma yang dibentuk sebagai organisasi Budi Utomo. Kemudian pada tahun 1918 organisai Tri Koro Dharma di ganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa). Selain aktif dalam organisasi, Soekarno juga aktif menulis di harian “Oetoesan Hindia” yang dipimpin oleh Tjokoaminoto. Demikianlah Informasi mengenai masa kecil dan remaja Soekarno, semoga dapat memberikan Anda inspirasi.

 

Mengulik Sejarah Singkat Makanan Khas Betawi Kerak Telor

Sunday, September 1st, 2019

1. Mengulik Sejarah Singkat Makanan Khas Betawi Kerak Telor

Makanan khas Betawi kerak telor adalah salah satu kekayaan kuliner nusantara. Seperti halnya daerah-daerah lain di tanah air, Betawi juga memiliki kearifan lokalnya tersendiri. Makanan khas merupakan salah satu kearifan lokal yang paling mudah ditemui dan biasanya menjadi salah satu daya tarik ketika mengunjungi suatu daerah tertentu.

Berkunjung ke suatu daerah tanpa mencicipi kuliner khas daerah tersebut rasanya kurang afdol. Begitupula ketika mengunjungi ibukota negara, Jakarta, pasti selain mengunjungi tempat-tempat wisata, menjajal makanan khas juga menjadi salah satu agenda dalam perjalanan Anda, bukan? Nah, ketika menjajal wisata kuliner Jakarta, jangan lupa untuk mencoba kerak telor.

Sesuai namanya, salah satu bahan kerak telor adalah telur. Makanan khas kerak telor ini mirip seperti martabak, tapi memiliki bahan isian yang berbeda. Kerak telor dibuat dengan cara yang masih tradisional dan dijajakan oleh penjual yang memakai pakaian tradisional betawi pula. Jadi, ketika membeli dan memakannya, itu sama artinya Anda membantu melestarikan kuliner khas nusantara.

Sejarah Singkat Makanan Khas Betawi Kerak Telor

Kuliner khas Betawi kerak telor Telah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Kerak telor tercipta karena ketidaksengajaan oleh sekelompok orang Betawi yang ingin memanfaatkan banyaknya buah kelapa di daerah mereka. Dahulu, kelapa hanya dimanfaatkan sebagai minuman, dijadikan santan, dan dibuat minyak. Namun, di tangan orang-orang tersebut kelapa dapat diolah menjadi makanan baru dengan memanfaatkan daging buahnya.

Suiran buah kelapa yang disangrai menjadi salah satu bahan wajib dalam makanan khas Betawi kerak telor, selain beras ketan putih, telur ayam, ebi (udang kecil), dan bawang goreng. Tak lupa ada tambahan bumbu halus yang terbuat dari cabai merah, kencur, jahe, garam, gula pasir, dan merica butiran. Semua bumbu dihaluskan dan dicampur ke dalam adonan.

Kerak telor kini menjadi salah satu kuliner wajib dan harus dicoba ketika mampir ke Jakarta. Penjual kerak telor memang tidak ada di setiap tempat, karena mulai tergeser oleh makanan-makanan modern. Akan tetapi Anda tetap bisa menemukannya, terutama ketika mendatangi Pekan Raya Jakarta. Kerak telor selalu menjadi makanan yang tersaji di event tahunan tersebut.

Cara Membuat Makanan Khas Betawi Kerak Telor

Untuk membuat kerak telor diperlukan tungku khusus, yaitu tungku arang. Cara memasak ini sangat unik, berbeda dari cara memasak modern dengan menggunakan kompor gas. Wajan yang biasa digunakan untuk memasak kerak telor berbentuk cekung dan berukuran kecil. Ketika memasaknya, harus dipastikan bara api menyala sehingga menimbulkan panas yang pas.

Oleh karena itu, penjual kerak telor biasanya membawa kipas yang terbuat dari rotan untuk mengipasi bara api di tungku. Untuk membuat Makanan khas Betawi kerak telor butuh pengorbanan, apalagi jika Anda tidak terbiasa memasak dengan tungku. Selain itu, Anda juga harus pandai mengira-ngira ketebalan adonan, agar tidak ketipisan atau kurang matang karena terlalu tebal.

Walau bahan-bahan yang diperlukan tidak sulit ditemukan, karena bahan-bahan tersebut sangat mudah ditemukan di Indonesia, tapi cara membuatnya cukup menantang. Untuk Anda yang tidak mau repot tinggal beli saja. Penjual kerak telor biasanya banyak ditemui di kawasan Monas. Jadi, setelah melihat-lihat keindahan monas, Anda bisa menyantap kerak telor.

Ada 2 jenis kerak telor yang bisa dipilih, yaitu kerak telor telur ayam dan telur bebek. Anda tinggal menentukan mana yang lebih disukai. Pokoknya, kalau mampir ke Jakarta harus mencoba kerak telor. Selain nikmat, menyantap makanan khas Betawi kerak telor juga membantu melestarikan kearifan lokal Indonesia yang kini tergerus perkembangan zaman.