Review Cryptocurrency & Fintech di Indonesia

May 1st, 2021

Review CRYPTOCURRENCY DAN FINTECH DI INDONESIA

 

CRYPTOCURRENCY

Cryptocurrency adalah sebuah mata uang digital atau virtual yang dijamin oleh cryptography, seperti dikutip dari Investopedia. Dengan adanya cryptography, mata uang digital ini menjadi hampir tidak mungkin dipalsukan.

Sementara itu, BitDegree menjelaskan berbagai definisi cryptocurrency dari karakteristik dan kegunaannya, yaitu sebagai berikut.

  1. DigitalCryptocurrency adalah mata uang digital yang berarti hanya berlaku di komputer. Cryptocurrency tidak hadir dalam bentuk fisik yang dapat kita pegang sehari-hari.
  2. Peer-to-peer: Cryptocurrency dapat digunakan untuk transaksi dari satu orang ke orang lainnya secara online.
  3. GlobalCryptocurrency sama di setiap negara. Maka, transaksi dapat dilakukan secara bebas antarnegara tanpa terpengaruh oleh kurs.
  4. Terenkripsi: Setiap pengguna memiliki kode tersendiri untuk bertransaksi dengan cryptocurrency. Setiap melakukan transaksi, pengguna tidak bisa melihat transaksi tersebut dilakukan oleh siapa. Tidak ada nama asli yang muncul dalam setiap transaksi cryptocurrency. Lebih dari itu, tidak ada aturan apa pun tentang siapa yang bisa menggunakan cryptocurrency dan digunakan untuk apa.
  5. Terdesentralisasi: Transaksi uang pada umumnya selalu melibatkan pihak yang menengahi setiap transaksi, seperti bank. Namun di dunia cryptocurrency, tidak ada bank atau pihak tersebut. Setiap orang bertanggung jawab atas uang mereka sendiri.
  6. 6. TruthlessDalam menggunakan cryptocurrency, kamu tidak perlu percaya kepada siapa pun dalam sistem.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa cryptocurrency adalah mata uang digital yang dapat digunakan untuk transaksi antarpengguna tanpa perlu melewati pihak ketiga.

Selain menggunakannya sebagai alat transaksi, banyak pengguna yang memanfaatkan cryptocurrency sebagai instrumen investasi.

Hal ini disebabkan oleh naik turunnya nilai cryptocurrency. Semakin banyak orang yang percaya pada cryptocurrency, maka nilainya akan semakin tinggi.

Jenis-jenis Cryptocurrency

1. Bitcoin

Bitcoin merupakan jenis cryptocurrency pertama yang hingga kini masih sangat populer.

Jenis cryptocurrency ini pertama kali muncul pada 2009 oleh pihak yang bernama Satoshi Nakamoto. Tidak ada yang tahu apakah itu nama orang, kelompok, atau perusahaan dan dari mana mereka berasal. Pada November 2019, ada lebih dari 18 juta bitcoin yang diperdagangkan dengan total market value sekitar US$146 miliar, seperti ditulis Investopedia. Hingga kini, sekitar 68% cryptocurrency adalah bitcoin.

2. Litecoin

Litecoin merupakan jenis cryptocurrency yang juga hadir pada awal mata uang digital tersebut diluncurkan. Jenis cryptocurrency ini hadir pada 2011 sebagai mata uang digital peer-to-peer (P2P) yang menghasilkan blok baru (yang membentuk blockchain) dengan kecepatan lebih cepat. Oleh karena itu, Litecoin memungkinkan pengguna melakukan transaksi dengan lebih cepat tanpa memerlukan sistem komputasi yang powerful.

3. Dogecoin

Dogecoin adalah turunan dari Litecoin yang muncul pada Desember 2013.Sesuai namanya, dogecoin adalah cryptocurrency yang menjadikan anjing Shiba Inu sebagai maskotnya. Jenis ini dikenal sebagai cryptocurrency yang paling bersahabat, sebab komunitasnya kerap melakukan donasi, amal, dan kegiatan-kegiatan positif lainnya.

Dogecoin memiliki nilai yang jauh lebih rendah daripada bitcoin. Maka, tidak heran jika pengguna biasanya menggunakan jenis cryptocurrency ini untuk transaksi kecil, donasi, dan memberi tip.

4. BitcoinCash

BitcoinCash baru diluncurkan pada Agustus 2017, tetapi saat ini sudah menjadi lima cryptocurrency terbaik. Jenis ini diluncurkan karena adanya sekelompok pengguna Bitcoin tidak setuju dengan beberapa aturan yang berlaku. Mereka kemudian memisahkan diri dan membentuk mata uang digital sendiri yang bernama BitcoinCash. Kelompok tersebut juga melakukan beberapa improvisasi yang menurut mereka lebih baik dari cryptocurrency pertama tersebut.

5. Feathercoin

Feathercoin adalah jenis cryptocurrency yang bersifat open source. Jenis ini dibuat oleh Peter Bushnell, seorang IT officer di Brasenose College, Ofxord Univesity pada April 2013. Feathercoin memiliki kemiripan dengan Litecoin dan berada di bawah lisensi MIT/X11.

Kelebihan dan Kekurangan Cryptocurrency

Ø  Kelebihan

  • Universal: Seluruh dunia bisa menggunakan Sementara itu, tidak semua orang memenuhi syarat untuk mendaftar menjadi nasabah di sebuah bank. Oleh karena itu, cryptocurrency dianggap universal karena tidak ada syarat apa pun untuk menjadi penggunanya.
  • Cepat: Transaksi dengan cryptocurrency terbilang cepat jika dibandingkan dengan transaksi di bank. Transfer antarbank internasional, umumnya bisa memakan waktu hingga lebih dari satu hari. Sementara itu, perdagangan bitcoin hanya membutuhkan waktu sekitar beberapa menit hingga satu jam.
  • Transparansi: Setiap pengguna cryptocurrency bisa melihat semua transaksi yang pernah dilakukan. Namun, tentunya kamu tidak akan mengetahui transaksi tersebut dilakukan oleh siapa karena hanya dalam bentuk angka tanpa identitas.
  • Kontrol pribadi: Setiap pengguna bertanggung jawab atas uangnya masing-masing.

 

  • Kekurangan
  • Celah bagi kejahatan: Tidak ada yang tahu siapa yang ada di balik sebuah kode Oleh karena itu, banyak orang memanfaatkan cryptocurrency untuk kejahatan. Mereka bisa bertransaksi untuk barang atau hal-hal ilegal dengan mata uang digital ini tanpa bisa dilacak.
  • Sekali lupa passwordsemua uang bisa hilang: Karena cryptocurrency menggunakan sistem password tanpa ada pihak yang mengaturnya, maka kamu beresiko kehilangan semua uang di akunmu tersebut jika lupa
  • Masih banyak yang menganggapnyailegal: Banyak negara masih menganggap cryptocurrency ilegal dan tidak berlaku untuk transaksi jual-beli di negaranya.

5 DIGITAL FINANCE DI INDONESIA  (FINTECH)


Pertumbuhan layanan financial technology atau biasa disebut fintech di Indonesia bisa dibilang sangat pesat. Setiap tahunnya, ada saja lembaga pembiayaan baru yang muncul guna membantu memenuhi kebutuhan dana bagi masyarakat.

Dari kegunaannya itu, secara tak langsung kita bisa tahu apa sebenarnya pengertian dari fintech. Sederhananya, fintech merupakan sebuah layanan yang bergerak di bidang jasa keuangan berbasis teknologi. Lembaga pembiayaan ini semakin unggul karena suguhan fiturnya yang dapat diakses secara online. Alhasil, tak sedikit dari masyarakat Indonesia yang akhirnya mulai tertarik untuk mencoba layanan fintech, terutama generasi milenial yang melek finansial.

1.Go-Pay

Bagi Anda pengguna transportasi online Go-jek pastinya sudah tidak asing dengan sebuah sistem pembayaran Go-pay yang ada dalam aplikasi tersebut. Ya, para pengguna Go-jek bisa melakukan deposit melalui Go-pay sehingga untuk pembayaraannya bisa dilakukan secara nontunai. Selain itu, para pelanggan pun dimanjakan dengan diskon yang cukup menggiurkan serta hadiah yang bisa ditukarkan dari point yang didapat. Rupanya kehadiran Go-pay ini masuk dalam sebuah transaksi layanan keuangan online yang paling berkembang saat ini. Pihak Go-jek sendiri menggandeng sebuah perusahaan yang bernama PonselPay untuk menyukseskan proses transaksi Go-Pay. Lambat laun, kehadiran Go-Pay ini semakin disempurnakan dengan tujuan memudahkan pelanggan bertransaksi. Selain digunakan untuk bertransksi, Go-Pay telah berkembang dengan pesat dengan adanya sebuah fitur tarik tunai dan juga transfer saldo. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran Go-pay memang sangat dibutuhkan dan banyak penggunannya. Maka, untuk mengembangkan produk Go-Pay ini dalam waktu dekat akan bisa digunakan untuk bertransaksi di luar produk Go-jek. Cara mengisi saldo di Go-pay pun begitu mudah disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Dimana Anda bisa mengisinya lewat minimarket, lewat supir Go-Jek, dan juga lewat ATM.

2. Bareksa

Perusahaan FinTech yang berkembang di Indonesia selanjutnya adalah Bareksa, yang didirikan pada tanggal 17 Februari 2013. Dimana pendiri dari perusahaan ini adalah Karaniya Dharmasaputra yang dikenal pula sebagai pendiri portal berita tersohor di Indonesia yaitu VIVA. Bareksa ini merupakan sebuah marketplace yang dapat melakukan transaksi jual beli sebuah produk finansial reksa dana dengan online. Selain fokus dalam hal finansial reksa dana, dalam startup ini terdapat juga sebuah onformasi yang memuat tentang obligasi, saham, dan juga investasi.

Dalam bareksa dana marketplace ini tercatat 90 produk reksa dana yang bisa dibeli untuk investasi. Banyaknya produk tersebut tentu saja harus pintar memilih dan disesuaikan dengan kebutuhan. Sebagai contoh, apabila Anda ingin investasi untuk mendapatkan keuntungan maka Anda bisa memilih reksa dana saham yang sesuai dengan kebutuhan Anda tersebut. Tak perlu takut untuk memilih produk di bareksa ini, karena masing-masing produk telah diberi sebuah profil yang lengkap dan jelas termasuk dalam hal profil resiko sebagai Investor. Artinya, dengan mengetahui profil tersebut, Anda bisa berhati-hati atau mempertimbangkan produk yang akan diambil. Untuk meengetahui produk dan prodil dari produk tersebut Anda harus menjadi nasabah bareksa terlebih dahulu. Pendaftarannya bisa melalui situs bareksa.com, kemudian pilih menu daftar, dan ikut petunjuk lainnya yang ada di situs tersebut.

3. Doku

Bagi Anda yang biasa menggunakan fitur fb adsense atau lainnya pasti sudah akrab dengan yang namanya Doku. Ya, doku sendiri merupakan salah satu sistem pembayaran secara online di Indonesia yang didirikan pada tahun 2007.

Doku ini memiliki tiga produk utama yang diunggulkan, yaitu:

  • Doku Enterprie yang digunakan untuk sistem pembayaran berskala besar/
  • Doku Wallet merupakan sebuah layanan menyimpaan uang digital
  • Doku My Shopping Cart yang digunakan untuk bisnis kecil menengah atau untuk situs e-commerce.

Sistem pembayaran onlinenya yang disediakan Doku begitu beragam, mulai dari Paypal, Mastercard, VISA, BNI Debit online, E-Pay BRI dan lainnya. Biasanya doku ini digunakan untuk berbagai transaksi seperti bayar cicilan, bayar kartu kredit, membei pulsa, dan lain sebagainya. Cara transaksi yang mudah dan juga cepat menjadi keunggulan doku di mata pelaku pengguna transaksi online. Karenannya, doku mampu tumbuh kembang dengan cepat dan menjadi favorit.

4. T-Cash

Telkomsel selain dikenal sebagai provider terbesar di Indonesia, beberapa tahun kebelakang tepatnya di tahun 2010 mengeluarkan sebuah layanan digital yaitu T-Cash. T-Cash merupakan FinTech yang dibuat oleh telkomsel untuk kemudahan transaksi.

Dari tahun ke tahun T-cash sendiri mengalami pembaharuan dimana pada tahun 2014, telkomsel memperbaharuinya dengan menambahkan sebuah teknologi Near Field Communication (NFC).

FinTech T-Cash sendiri telah mendapatkan izindari Bank Indonesia sehingga tak perlu ragu lagi dengan legalitasnya. Hadirnya T-Cash ini bukan saja memberikan kemudahan kepada pelanggan telkomsel untuk membeli atau mendapatkan pulsa. Melainkan setiap orang bisa untuk membayar tagihan, berbelanja, membayar merchant dan juga mengirim uang.

Saat ini sudah terdapat puluhan merchant yang ikut bisa melakukan transaksi lewat T-Cash, seperti Cinema XXI, Blanja.com, Gramedia, McDonald’s, Baskin Robbins, Wendy’s, The Coffe bean, dan lain-lain.

T-Cash ini hadir untuk mendukung program epmerintah yaitu Gerakan Nasional Non Tunai. Karenanya untuk bisa mengaktifkan T-Cash ini Anda bisa melakukan tahapan berikut ini seperti:

  • Aktifkan Tcash dengan menghubungi no *800*88## melalui smartphone Anda
  • Kemudian ambil atau dapatkan stiker T-cash yang biasanya berada di Grapari terdekat di kota Anda
  • Tempelkan stiker T-Cash di smartphone Anda
  • Pihak Customer service akan membantu Anda untuk mengaktifkan nomor pin T-Cash
  • Setelah itu stiker Tcash Anda akan aktif dan bisa melakukan transaksi apapun.

 

5. Cek Aja

Selanjutnya adala sebuah situs yang bernama cekaja.com merupakan sebuah situs yang memberikan informasi layanan finansial yang mencakup asuransi, kredit, serta berbagai macam investasi.

Selain itu terdapat pula informasi perbandingan paket langganan TV kabel dan juga internet. Perusahaan FinTech yang mengakusisi program ini adalah perusahaan startup C88 yang bergerak dalam perusahaan teknologi yang berasal dari Malaysia namun tumbuh berkembang dengan pesat di wilayah Indonesia.

Bagi setiap pengguna layanan ini tidak dikenakan biaya apapun, baik itu untuk keperluan akses informasi ataupun untuk konsultasi melalui call centre ataupun live chat. Dengan kehadiran situ cekaja.com telah memberikan kemudahan pada semua orang, salah satunya memberikan layanan pinjaman tanpa angunan.

Bila Anda tertarik untuk meminjam uang secara online ini, pastikan terlebih dahulu nominal pinjaman yang Anda butuhkan agar tidak menjadi beban dikemudian hari Peminjaman modal ini bisa dilakukan untuk semua kalangan baik itu karyawan, pengusaha, ibu rumah tangga, dan lain-lain asalkan memiliki identitas diri yang jelas.