5 Contoh Crypto Currency dan Digital Finance

May 1st, 2021

Ethereum (ETH)

Ethereum adalah aset kripto paling populer kedua setelah Bitcoin. Dibuat pada 2015 oleh Vitalik Buterin, ETH merupakan cryptocurrency berbasis blockchain yang dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi terdesentralisasi dan smart-contract. Ada banyak jenis token yang dihasilkan oleh developer di atas blockchain ETH, dan aset kripto ini bisa digunakan untuk keseluruhan jenis transaksinya.

Pada tahun 2021, Ethereum berencana untuk mengubah algoritma konsensusnya dari Proof-of-Work menjadi Proof-of-Stake. Langkah ini akan memungkinkan network Ethereum berjalan sendiri dengan energi yang jauh lebih sedikit serta kecepatan transaksi yang lebih baik. Proof-of-stake dapat membantu mengamankan jaringan dan mempermudah proses transaksi yang sedang dilakukan.

Litecoin (LTC)

Didirikan pada tahun 2011 oleh mantan karyawan Google, Charlie Lee, Litecoin memiliki banyak kesamaan dengan Bitcoin. Hal ini dikarenakan LTC merupakan fork dari aset kripto yang paling terkenal, yaitu Bitcoin. Pada dunia perdagangan aset kripto, forking atau percabangan terjadi sebagai bentuk solusi dari perdebatan atau argumen antara developer dan penambang.

LTC dikembangkan dengan tujuan untuk meningkatkan waktu transaksi dan menurunkan biaya transaksi. Tidak seperti kebanyakan aset digital lainnya, daftar bisnis yang menerima transaksi Litecoin berkembang pesat. Hingga hari ini, nilai market cap LTC adalah 8,812 miliar dolar AS.

Bitcoin Cash (BCH)

Aset kripto paling populer berikutnya adalah Bitcoin Cash. Aset digital yang satu ini memiliki peran penting dalam sejarah altcoin, karena ini adalah salah satu hard-fork paling sukses Bitcoin. Diluncurkan pada Agustus 2017 sebagai hard-fork dari Bitcoin, BCH meningkatkan ukuran blok dari 1 MB menjadi 8 MB.

BCH diciptakan dengan gagasan untuk membuat blok yang lebih besar dapat menampung lebih banyak transaksi di dalamnya. Oleh karena itu, kecepatan transaksi BCH lebih cepat dibandingkan dengan Bitcoin. Perbedaan lainnya antara BCH dan BTC adalah penghapusan protokol Segregated Witness (SegWit) yang berdampak pada ruang blok.

Ripple (XRP)

Ripple adalah aset kripto yang sangat unik. Berbeda dengan BTC yang memfokuskan diri untuk transaksi pembayaran dan pembelian, XRP berfokus sebagai payment settling. Terutama untuk transaksi maupun transfer pembayaran internasional dengan lebih murah dan efisien.

Didirikan pada 2012, Ripple Labs hanya mencetak 100 miliar dan mengontrol seluruh asetnya yang bergerak di pasar. XRP juga memiliki hubungan strategis dan melakukan kerjasama dengan banyak lembaga keuangan besar. Dua di antaranya adalah American Express dan Santander.

Tether (USDT)

Aset kripto paling populer yang datang dari kelompok stablecoin yakni Tether. USDT diciptakan untuk mematok nilai pasar aset kripto terhadap mata uang fiat untuk mengurangi volatilitas. Sebab cryptocurrency memiliki tingkat volatilitas yang tinggi dan pergerakan naik turun harga yang signifikan.

Hadirnya USDT dan stablecoin disiapkan untuk menjaga fluktuasi harga. Sehingga harga USDT terikat langsung dengan harga dolar AS. Karakter tersebut memungkinkan pengguna untuk lebih mudah melakukan transfer dari aset kripto lain ke dolar AS dalam waktu singkat.

 

5 Contoh Digital Finance

 

OVO

OVO merupakan layanan E-Wallet paling populer di Indonesia. Hal ini gak mengherankan karena OVO sering memberikan promo dan cashback kepada para penggunanya. Aplikasi pembayaran serba bisa ini cukup simpel, instan, aman, serta bisa digunakan untuk segala transaksi finansial kamu. OVO juga telah terdaftar dan diawasi OJK sebagai penyelenggara FinTech. Jadi, kamu tidak perlu khawatir menggunaka

n OVO.

Go-Jek

Go-Jek juga mengeluarkan layanan E-Wallet bernama Go-Pay yang dapat digunakan untuk membayar transaksi yang berhubungan dengan layanan pada aplikasi, seperti Go-Ride, Go-Car, Go-Food, Go-Tix, Go-Clean, Go-Pulsa, dan lain sebagainya. Selain itu, kamu juga dapat melakukan transaksi pembayaran dengan aplikasi ini di merchant-merchant online dan offline yang bekerja sama dengan GO-JEK.

Hal menarik dari fitur GO-PAY adalah GO-JEK memberikan berbagai promo khusus yang tentunya menarik dan beragam setiap kali kamu melakukan transaksi menggunakan GO-PAY. Untuk masalah keamanan, tentunya GO-PAY sudah terjamin baik untuk seluruh transaksi pembayaran, saldo, serta informasi pribadi kamu karena sudah terdaftar di OJK.

Dana

Aplikasi E-Wallet terbaik berikutnya adalah DANA. Platform pembayaran digital yang satu ini menawarkan beberapa keunggulan salah satunya adalah layanan dan dukungan transaksi sangat lengkap. DANA dapat digunakan baik itu di gerai online maupun konvensional. Aplikasi ini mengusung konsep open platform agar bisa terhubung dengan layanan transaksi digital lain dari vendor yang telah bekerja sama seperti KFC, TIX.ID, Bukalapak, dan Samsung Pay.

Selain itu, DANA juga menyediakan fasilitas pembayaran lewat QR code dengan mesin transaksi di outlet yang telah bekerja sama. Aplikasi besutan Espay ini juga telah mendapatkan izin dari Bank Indonesia (BI) dan telah memenuhi ketentuan serta persyaratan BI soal izin penggunaan uang elektronik, E-Wallet, Lembaga Keuangan Digital (LKD), dan transfer uang online.

Jenius

Sebagai pendatang baru dalam layanan dompet digital di Indonesia, mau gak mau Jenius harus berinovasi agar bisa bersaing dengan para pendahulunya.

Jenius yang merupakan produk dari Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN) ditujukan kepada anak muda yang lebih suka transaksi cashless karena praktis dan juga aman. Gak perlu khawatir, Jenius sudah terdaftar dalam OJK serta memiliki sertifikat keamanan dari LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan.

Link Aja

Aplikasi dompet digital yang terakhir dalam daftar ini adalah LinkAja. Ya, LinkAja juga adalah penyelenggara FinTech pendatang baru. Sama seperti OVO dan GO-Pay, kamu dapat menggunakan fitur pembayaran LinkAja di merchant offline yang sebelumnya menjadi rekanan BUMN dan Telkomsel.

Selain itu, kemudahan aplikasi ini juga dapat dirasakan untuk membeli BBM (Bahan Bakar Minyak) di pom bensin, pengiriman uang (remitansi), pembelian pulsa dan internet, pembayaran listrik dan tagihan air PDAM. Layanan lainnya yakni, pembelian paket TV kabel, bayar pembelian gear gaming, pembayaran BPJS Kesehatan, Asuransi Tokyo Marine, Jiwasraya hingga asuransi CAR. Ada juga fitur pembayaran cicilan ke multifinance, televisi berbayar iFlix, dan donasi.

 

Sumber :

https://zipmex.com/id/learn/5-aset-kripto-paling-populer-selain-bitcoin/

https://jalantikus.com/finansial/aplikasi-ewallet-terbaik/