Apa itu Manajemen Sumber Daya Manusia

Orang-orang sangat penting untuk keberhasilan bisnis apa pun. Kinerja karyawan dapat menjadi kewajiban atau aset bagi sebuah perusahaan. Sebagai seorang profesional SDM, Anda akan memainkan peran penting dalam seberapa sukses perusahaan Anda. Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik sangat penting untuk bisnis dari semua ukuran. Pada artikel ini, kami akan menguraikan dasar-dasar Manajemen Sumber Daya Manusia.

Kami akan mulai dengan deskripsi singkat tentang HRM dan SDM. Kemudian kita akan menyelami tujuh dasar HR yang harus Anda ketahui untuk memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang dilakukan HR. Kami akan mengakhiri dengan beberapa informasi tentang istilah teknis, seperti HRIS (Sistem Informasi Sumber Daya Manusia).

Apa itu Manajemen Sumber Daya Manusia?

Mari kita mulai dengan definisi singkat. Manajemen Sumber Daya Manusia, atau HRM, adalah praktik mengelola orang untuk mencapai kinerja yang lebih baik.

Misalnya, jika Anda mempekerjakan orang ke dalam bisnis, Anda mencari orang yang sesuai dengan budaya perusahaan karena mereka akan lebih bahagia, bertahan lebih lama, dan lebih produktif daripada orang yang tidak cocok dengan budaya perusahaan.

Contoh lainnya adalah pertunangan. Karyawan yang terlibat lebih produktif, memberikan pekerjaan berkualitas lebih tinggi, dan membuat pelanggan lebih bahagia. Artinya, jika kami dapat menemukan cara untuk membuat karyawan lebih terlibat, kami membantu perusahaan.

Departemen SDM memberikan pengetahuan, alat, pelatihan, nasihat hukum, administrasi, dan manajemen bakat, yang sangat penting untuk mempertahankan dan memajukan perusahaan.

Inilah yang bermuara pada Manajemen Sumber Daya Manusia untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan melalui pengelolaan sumber daya manusia yang lebih baik. Pertanyaan selanjutnya, siapakah Sumber Daya Manusia tersebut?

Apa itu Sumber Daya Manusia?

Mungkin terasa agak aneh untuk menyebut orang sebagai ‘sumber daya manusia’. Sumber Daya Manusia adalah semua orang yang dalam satu kapasitas atau lainnya bekerja untuk atau berkontribusi pada suatu organisasi.

Orang-orang ini merupakan tenaga kerja perusahaan. Mereka bisa menjadi karyawan tetap, misalnya, tetapi juga kontraktor. Terutama dengan bangkitnya gig economy, semakin banyak orang mulai bekerja untuk sebuah organisasi berdasarkan kontrak tanpa memiliki kontrak kerja tradisional.

Orang-orang ini termasuk kontraktor independen, pekerja yang disediakan oleh perusahaan kontrak, pekerja panggilan, dan pekerja agen bantuan sementara.

Kontraktor independen dapat terikat kontrak selama bertahun-tahun di organisasi yang sama, sedangkan pekerja outsourcing dapat bekerja di 20 perusahaan berbeda selama satu tahun. Karena orang-orang ini semua terlibat dalam perusahaan pada tingkat yang berbeda, cara mereka dikelola dan terlibat dalam organisasi juga harus berbeda.

Juga, ada semakin banyak non-manusia yang bekerja di perusahaan.

Dalam hal ini, kita berbicara tentang peningkatan robotisasi. Robot semakin terlibat dalam pekerjaan sehari-hari dan interaksi antara manusia dan mesin menjadi semakin penting untuk keberhasilan organisasi. Meskipun mesin ini tidak dianggap sebagai ‘sumber daya manusia’, ada kasus yang harus dibuat bahwa mereka harus dimasukkan dalam beberapa cara karena mereka adalah bagian dari tenaga kerja.

Tujuh dasar SDM

Ketika kita berbicara tentang Manajemen Sumber Daya Manusia, beberapa elemen dianggap sebagai landasan untuk kebijakan HRM yang efektif. Landasan tersebut adalah:

  • Recruitment & selection
  • Performance management
  • Learning & development
  • Succession planning
  • Compensation and benefits
  • Human Resources Information Systems
  • HR data and analytics